- 2 jam yang lalu
- #purbaya
- #menkeu
- #pajak
- #breakingnews
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait polemik pengampunan pajak (tax amnesty) hingga peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS).
"Jadi itu enggak akan dilakukan lagi. Saya akan tegur DJP agar menjaga iklim usaha dan memberikan kepastian kepada masyarakat," ujar Menkeu Purbaya pada Senin (11/5/2026).
"Kan sudah berkali-kali nih pajak mengeluarkan pengumuman yang meresahkan, ya. Ada pajak tol, pajak ini, pajak itu. Jadi ke depan, yang bisa mengumumkan kebijakan pajak hanya saya, bukan Dirjen Pajak lagi, untuk menghilangkan kesimpangsiuran itu," lanjutnya.
Baca Juga Menkeu Purbaya Diserbu Ajakan 'Selfie' di CFD Jakarta hingga Cek Aktivitas Ekonomi Masyarakat di https://www.kompas.tv/nasional/667950/menkeu-purbaya-diserbu-ajakan-selfie-di-cfd-jakarta-hingga-cek-aktivitas-ekonomi-masyarakat
#purbaya #menkeu #pajak #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668136/full-menkeu-purbaya-tegur-djp-soal-ribut-tax-amnesty-yang-umumkan-kebijakan-pajak-hanya-saya
"Jadi itu enggak akan dilakukan lagi. Saya akan tegur DJP agar menjaga iklim usaha dan memberikan kepastian kepada masyarakat," ujar Menkeu Purbaya pada Senin (11/5/2026).
"Kan sudah berkali-kali nih pajak mengeluarkan pengumuman yang meresahkan, ya. Ada pajak tol, pajak ini, pajak itu. Jadi ke depan, yang bisa mengumumkan kebijakan pajak hanya saya, bukan Dirjen Pajak lagi, untuk menghilangkan kesimpangsiuran itu," lanjutnya.
Baca Juga Menkeu Purbaya Diserbu Ajakan 'Selfie' di CFD Jakarta hingga Cek Aktivitas Ekonomi Masyarakat di https://www.kompas.tv/nasional/667950/menkeu-purbaya-diserbu-ajakan-selfie-di-cfd-jakarta-hingga-cek-aktivitas-ekonomi-masyarakat
#purbaya #menkeu #pajak #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668136/full-menkeu-purbaya-tegur-djp-soal-ribut-tax-amnesty-yang-umumkan-kebijakan-pajak-hanya-saya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:13selamat menikmati
00:43selamat menikmati
01:13selamat menikmati
01:30selamat menikmati
01:44selamat menikmati
01:58selamat menikmati
02:01selamat menikmati
02:29selamat menikmati
02:40selamat menikmati
02:42selamat menikmati
02:59selamat menikmati
03:01selamat menikmati
03:22selamat menikmati
03:35selamat menikmati
03:52selamat menikmati
04:50selamat menikmati
05:05selamat menikmati
05:34selamat menikmati
06:19selamat menikmati
06:36selamat menikmati
07:08menikmati
07:38kalau
08:07menikmati
08:38saya mengatakan
09:08selamat menikmati
09:09selamat menikmati
09:40ini
09:41kalau menikmati
10:09selamat menikmati
10:40menikmati
11:09selamat menikmati
11:11selamat menikmati
11:51selamat menikmati
12:06selamat menikmati
12:10selamat menikmati
12:13bisa menikmati
12:22selamat menikmati
12:25selamat menikmati
12:25selamat menikmati
12:30Kita lihat data di lapangan dan bandingkan dengan data-data besar seperti apa.
12:34Ada yang bilang juga, itu kan makroekonomi di bawah kan jelek.
12:41Saya ingatkan lagi di sini bahwa makro itu adalah penjumlah dari mikro, harusnya jadi kesehatan atas.
12:48Kalau makronya bagus, mikro yang jelek, hampir nggak mungkin.
12:52Mungkin ada yang nggak ke bagian kue pertumbuhan, iya belum merata iya.
12:56Tapi kalau dibilang pertumbuhan hanya di level makro aja, di mikro nya berantakan, pasti salah.
13:05Karena makro itu penjumlah dari mikro pada akhirnya.
13:10Pak, izin saya, Gris dari Bloomberg, saya mau kembali ke topik utama soal program pengungkapan sukarela.
13:18Tadi Bapak katakan bahwa KMNQ tidak akan melakukan tindak lanjut terhadap aset yang belum diungkap,
13:23karena itu sudah berlalu, tapi akan melakukan tindak lanjut.
13:26Ada komitmen-komitmen.
13:28Memangnya komitmen-komitmennya itu apa saja ya Pak, yang menurut asesmen KMNQ belum dipenuhi oleh para peserta PPS?
13:36Apa saja bentuk komitmennya, dan apakah tindak lanjut terhadap komitmen-komitmen tersebut
13:42dapat menambah hasil repatriasi dari program PPS atau seperti apa?
13:47Jadi objektifnya apa sih Pak, sebetulnya tujuannya?
13:49Waktu saya di jenpajak hanya gitu, tanya di jenpajak gitu,
13:53nggak di ini cuma komitmen yang dijanjikan yang kita kejar.
13:57Tapi kalau menurut saya sih sudah clear, kalau sudah ikut taksa amnesty ya sudah.
14:03Kecuali misalnya saya, dia janji taksa amnesty nanti bulan depan saya bayar 100 miliar misalnya,
14:09itu belum bayar, ya itu dikejar.
14:12Yang lain musuhnya nggak.
14:15Ya, clear ya.
14:18Jadi kalau nggak, nggak ada gunanya taksa amnesty.
14:22Taksa amnesty itu berbahaya bagi kementerian keuangan loh sama orang-orang pajak.
14:27Kenapa? Nanti ada pemeriksaan betul nggak ininya itu, betul ini, intinya itu,
14:32sehingga orang-orang kami diperiksa terus oleh kejaksaan kan sampai sekarang.
14:36Ada yang diperiksa gara-gara taksa amnesty sebelumnya kan.
14:38Jadi ke depan mungkin kita nggak akan melakukan taksa amnesty lagi.
14:41Jadi teman-teman bisnis bayar pajak yang betul, kita nggak akan ada amnesty lagi.
14:47Terkait taksa amnesty jelid 2 ini kan kalau kita lihat regulasinya kan memang DJP punya hak untuk mengklarifikasi,
14:53memeriksa dan sebagainya, kalau dalam artian ada yang kurang bayar ataupun yang kurang direpatriasi gitu Pak.
14:59Nah ini kalau stance Bapak demikian, apakah kewenangannya mau dikurangin atau Bapak mau awasin penggunaan kewenangan itu Pak?
15:06Saya akan minta dia lapor ke saya seperti apa ininya dan kalau nggak penting-penting amat,
15:12nggak usah dikejar-kejar, kecuali yang ada janji seperti saya bilang tadi,
15:15mau bayar sekian belum dibayar, yaitu dikejar, tapi periksa-periksa lagi nggak usah.
15:20Karena sudah selesai ketika mereka melakukan itu dan kita menerimanya.
15:26Berarti mungkin kegiatan pemeriksaannya lebih difokuskan ke yang nggak terkait PPS saja gitu Pak,
15:32yang mungkin kayak Baja, CBO dan yang kemarin-kemarin Bapak cek gitu.
15:36Bisis as usual, kalau dia mau hasil bayar-bayar, kalau bisa untung tahun ini ya bayar,
15:41tapi bukan ngejar yang jaman dulu, jaman dulu yang belum diungkap.
15:45Pak, karena mungkin juga waktunya nggak cukup, mungkin juga kelewat dan lain-lain.
15:51Jadi saya yang tidak mau menemukan ketidakpastian di kalangan pelaku usaha di Indonesia.
15:56Dan ke depan kalau ada langkah-langkah seperti itu lagi, saya yang memungkinkan bukan dirian panjang.
16:01Pak, tadi Bapak juga sempat cerita soal teks amnesti, ini kan mungkin penyakit gitu Pak.
16:07Nah ini berarti ke depan untuk dalam jangka waktu 5 tahun ataupun sepanjang pemerintahan Bapak Presiden Prabowo,
16:13apakah mungkin tidak ada teks amnesti gitu Pak?
16:15Selama saya jadi Menteri Keuangan, saya tidak akan melakukan teks amnesti.
16:19Itu ya selama, kalau dia melakukan berarti gue dipecat.
16:22Tapi kenapa?
16:23Kenapa?
16:25Menimbulkan kerentanan untuk pegawai pajak saya, bisa disogok, bisa juga nggak disogok, tapi diperiksa terus.
16:30Sehingga saya melihat orang yang kasihan untuk orang-orang itu.
16:33Jadi pada hal itu yaudah, jalankan aja prosedur pajak yang betul.
16:38Kalau mereka nanti punya uang di luar negeri, nggak cepat-cepat dimasukin, saya kasih waktu berapalah.
16:46Sampai akhir tahun.
16:48Kalau masuk, ketahuan kita sikat.
16:52Jadi yang punya moda di luar cepat-cepat masuk ke sini, kalau nggak bisa masuk.
16:58Jadi kita bukan tentang aneh sih, kita kasih begitu, kasih waktulah sampai 6 bulan ke depan.
17:03Setelah itu kalau masuk, kita periksa betul.
17:07Jadi Anda punya uang di luar pun nggak akan bisa pakai bisnis di sini lagi.
17:14Mau nanya topik lain Pak, soal aturan DHA yang berlaku 1 Juni ini, kalau dari kajian kemenku itu bisa nambah
17:21potensi cadangan depisa berapa besar ya Pak?
17:23Terus berapa besar dorongannya ke penguatan rupiah Pak?
17:29Saya nggak tahu ketunya Pak, si teoretik, si teoretik kan pasti hampir sama dengan trade surplus dari sektor, migas sektor
17:39SDA kan.
17:41Cuma saya lupa jumlahnya berapa, jadi saya pikir akan signifikan yang jelas gini.
17:47Akan kita lihat sebulan setelah Juni itu ke depan, dampaknya seperti apa?
17:50Termasuk reaksi di kepasangan modal dan sektor uangan seperti apa?
17:56Harusnya akan positif, walaupun mungkin seminggu dua minggu ada ketakutan, tapi ini saya pikir langkah yang positif untuk meningkatkan cadangan
18:06depisa dan memperkuatkan ketika tukar secara nggak langsung.
18:10Kalau kita lihat kan DHA sudah berapa tahun tuh, ada 5 tahun sudah DHA kan, yang dulu, sekarang berapa tahun?
18:19DHA kan, dampaknya kecadangan depisa hampir 0.
18:25Jadi kita perkuat supaya betul-betul ada berdampak.
18:29Atau kalau nggak berdampak sama sekali ya nggak usah.
18:32Tapi saya yakin dampaknya signifikan nanti, kalau nggak berarti masih ada kebocoran keluar.
18:39Karena yang di tengah hari adalah eksportir masuk ke sini, ditukar rupiah, lempar ke bank kecil, bank kecilnya lempar ke
18:51luar negeri.
18:52Itu rupanya tidak termonitor, sehingga cadangan depisannya nggak meningkat sama sekali, yang dari program DHA.
19:01Oke.
19:04Oke.
19:18Sekarang kan Pak Pajakan namanya kan tersangkut di KPK ya Pak, katanya udah di tahap penyidikan soal...
19:25Apa ya kemarin?
19:27Ya itulah Pak.
19:27Nah, lupa lu ya?
19:35Di hotel Borobudur gitu Pak, di suap.
19:38Nah, terus itu gimana Pak?
19:41Bapak kan lagi bersih-bersih juga kan Pak?
19:43Apakah Pak Jaka ini ikut salah satu yang akan dibersih-bersihkan atau gimana?
19:47Karena kan udah masuk ke tahap penyidikan Pak.
19:50Kita lihat sampai tahap yang nggak lebih jelas lagi.
19:54Ini kan baru satu sisi tertudu ya, menjadi tersangka, menceritakan apa yang ada yang dialami.
20:04Kan belum seperti itu.
20:05Kita lihat seperti apa nanti kalau statusnya sudah clear, aja kaya, baru kita ambil tindakan.
20:17Ada kemungkinan royalti untuk perusahaan tambang seperti batubara dan nikel akan dinaikkan.
20:22Itu progresnya saat ini sebenarnya Pak Apos dilaporkan ke Pak Presiden?
20:28Itu kan Juni kan mulai Juni kan?
20:31Itu PP-nya sudah, diskusi sudah selesai, PP-nya sudah dinaikkan.
20:36Mungkin mulai berlaku awal Juni kalau saya nggak salah betul nggak Juni?
20:40Juni, kalau dia aja Juni yakin.
20:42Kalau ini kayaknya Juni deh, tergantung ini.
20:44Tergantung berapa cepat PP-nya diproses.
20:46Tapi diskusi sudah selesai.
20:53Dua-duanya kelihatannya.
20:57Diusahakan Juni.
21:07Nanti lihat ya kalau beliau keluar.
21:08Tapi kalau menurut itu sih across the board, kata Pak Bahlil, waktu saya ketemu dia kemarin.
21:17Teportu semua barang tambang.
21:20Iya, menurut.
21:21Iya, iya.
21:24Tapi nanti lihat detailnya begitu PP-nya keluar ya.
21:27Pak, penerimaan pajak April sudah oke apa belum, Pak?
21:30Apa?
21:31Penerimaan pajak sampai April sudah masih oke atau belum atau sudah?
21:35April?
21:38Oh iya masih oke.
21:40Apa ya tumbuhnya?
21:41Tumbuhnya berapa persen, Pak?
21:42Saya belum dikasih tahu kalau April masih oke lah.
21:47Tapi pertumbuhan bisa kita kendalikan ke depan agar lebih cepat menuju antara 20-30 persen.
22:11Elaborasi juga, Pak, untuk budgetnya bagaimana dan alokasi anggarannya dari mana?
22:16Apakah akan ada realokasi dari anggaran KL lain gitu?
22:19Terima kasih, Pak.
22:21Jadi kan bond BSF, jadi mungkin belum kita aktifkan bond stabilization fund, tapi stabilisasi harga bond dulu.
22:30Beda rupanya.
22:31Kalau bond stabilization fund itu kalau krisis, baru kita panggil semuanya.
22:35Ini kan nggak krisis.
22:36Kita gunakan semua instrumen yang ada yang ada di kita untuk menjalankan itu.
22:42Belum pada saat sekarang belum sampai mengendang yang lain-lain, belum semua mengendang SME atau INA atau yang lain-lain,
22:48belum kita pakai.
22:49Kita manage cash aja supaya bondnya lebih stabil.
22:53Yang kita pakai bisa sell, bisa cash kita.
22:57Jadi nanti unit perbandaran saya akan lebih aktif, dia akan seperti treasury di private sector.
23:11Menarik sih, mereka tertarik sekali kita kesajaran untuk melakukan.
23:14Jadi konsen saya begini, waktu Januari sampai April itu kan rupiah melemah 400 perak, dan yang kalau dari bermaket cuma
23:2521 triliun, kan kecil.
23:27Kalau saya jaga di situ aja, pasti rupiahnya kan melemahnya nggak terlalu signifikan.
23:34Itu yang saya coba jaga.
23:36Minggu ini kita akan mulai masuk.
23:38Oh, lagi?
23:42Suaranya gede nih.
23:43Apa, apa, apa?
23:45Utang di par Maret itu kan udah naik 2,9 persen dari yang Desember ke 9,7 riliun.
23:53Utang pemerintah, Pak.
23:54Utang pemerintah naik 2,9 per Maret 2026 ini naik dari yang Desember.
24:00Waktu itu Februari lalu tuh, saya pernah nulis, saya juga pernah nanya Bapak.
24:04Bapak bilang ini masih aman lah, gitu.
24:06Itu Februari ya, Pak.
24:07Nah, kalau sekarang gimana, Pak?
24:09Kan acuannya apa?
24:11Utang.
24:12Kalau kita lihat Mastik Treti atau acuan yang paling ketat di Eropa, rahasia utang ke PDB berapa?
24:2060 persen.
24:22Kita masih jauh.
24:23Kenapa lu nanya lagi?
24:26Iya, masih aman.
24:28Masih disekan 40-an.
24:29Ke 40 lebih sedikit.
24:30Jadi aman.
24:32Singapura berapa?
24:33180 ya.
24:34180 persen.
24:36Malaysia 60 persen lebih.
24:38Thailand juga berapa?
24:39Tinggi semua.
24:41Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekalian kita.
24:45Dibanding Amerika juga.
24:47Dibanding Nipang atau Nipang, 275.
24:50Jadi, kalau lihat dari itu, harusnya Anda munyi-munyi kita.
24:56Cuman kan nggak pernah kan?
24:58Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus?
25:01Sisi komparatif.
25:02Jadi gini, utang itu seperti kalau satu perusahaan mengembangkan usahanya, dia bisa utangkan.
25:09Tapi perusahaan yang kecil atau perusahaan yang besar beda kemampuannya.
25:14Kalau satu perusahaan untungnya cuma 1 juta, dia utang 1 juta, udah susahan.
25:20Tapi kalau perusahaan yang untungnya 100 juta, utang 1 juta, nggak apa-apa.
25:25Makanya dibagi rasio debt to GDP, seperti itu kira-kira.
25:30Kira-kira utang dibagi dengan...
25:36Oke.
25:37Gitu kira-kira.
25:39Jadi yang utamanya kita cuma dibilang ini, cukup mas, berita pajak nanti malah ketup yang lain.
25:47Jadi gini, dilarang nih ngomong yang lain.
25:50Jadi gini, pada dasarnya pajak, nggak ada kebijakan yang kita buat untuk mengganggu dunia bisnis.
26:00Noise-noise yang kemarin terjadi, akan kita hilangkan ke depan.
26:03Langkah-langkah baru pajak, hanya diumumkan oleh Menteri Keuangan, bukan legend pajak lagi ke depannya.
26:12Oke, nanti kalau setiap publikasi di homepage-nya pajak, akan dipiksa dulu oleh Badan Kebijakan Fiskal, sebelum dipublish.
26:21Oke, terima kasih semuanya.
26:25Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
26:39Terima kasih semuanya.
27:02Terima kasih semuanya.
27:28Sama ibu, sama ibu, sama dua anak, keluarga lah.
27:31Untung, mudah-mudahan bisa.
27:34Apalagi, nanya haji aja lu, ya.
27:36Nanti, nanti Pak Haji dibotakin nggak, Pak?
27:40Nggak, saya mau ngomong-ngomong, cuman potong tiga rambut aja.
27:44Kalau dibotakin sudah tumbuhnya, udah tua.
27:46Nanti gue botak, kita pakai topi terus kalau cini, kalau jumpa perstar.
27:55Kalau progress-nya saya belum ini, Pak Rosan sama Pak Menko sudah menjau Bali sana minggu lalu atau dua minggu
28:03lalu ya.
28:04Yang jelas, akan dibuat tim khusus untuk mempercepat proses itu.
28:08Jadi targetnya, nggak lama dia ngomongin lah.
28:13Bukan kami, Pak Presiden yang ngomongkan.
28:26Udah, kita akhirnya harus bayar selama dua tahun.
28:30Itu dari pos, itu kan sebagian dari dana progress-nya belum dipakai.
28:39Kita mau masukin itu dulu, jadi nggak ada tambahan baru ke dana baru, ke APBN,
28:46nggak ada tambahan deposit baru.
28:48Karena sudah dialokasikan di situ, tinggal dikurangin sedikit.
28:57Pembiayaan himbara atau mereka kalau bilang itu kan kalau belum cicilannya,
29:01kan cicilannya 40 triliun, berarti kan belum dipakai semua kan.
29:05Akan turun sedikit cicilannya, dari situ mungkin dipakai.
29:08Dari APBN-nya, dari situ.
29:09Soal pejabat pajak kemarin gimana, Pak?
29:12Yang pejabat pajak kemarin yang...
29:13Besok dilantik.
29:15Besok dilantik.
29:17Dalam proses ya, PNM.
29:20PNM dalam proses pembicaraan dengan dana antara,
29:24sepertinya sudah dekat lampu hijau, kelihatannya sih mereka mau lepas.
29:28Lampu hijau, kelihatannya sih mereka mau lepas.
29:29Kelihatannya tukar sama GEODI, Pak kelihatannya.
29:33Saya mau minta dua-duanya, nggak boleh sama dia.
29:38Secepat ya, kita diskusi.
29:39Bulan ini atau bulan depan?
29:41Nanti siang, Pak.
29:42Nanti siang, Pak.
29:43Itu kan untuk implementasinya mungkin perlu bakal,
29:46tapi persetujunya dalam bulan-bulannya sudah selesai.
29:50Tinggal langkah kanan.
29:52Ada pencepatan pejabat nggak dalam waktu dekat?
29:55Kan besok dilantik.
29:57Besok dilantik.
29:58Siapa sih, Pak?
29:58Sekarang kemarin cepat gara-gara ngelalusin anggaran ini, Pak, motor bisnisnya, Pak.
30:03Oh, antara lain.
30:05Motor, bukan motor lagi sih, motor MBG.
30:07Motor MBG, ya.
30:08Motor MBG, ya.
30:09Anda tebak, Pak.
30:13Mungkin anda tembaknya sendiri.
30:15Makasih ya.
30:17Dari BGN, soalnya.
30:18Dari BGN, soalnya.
30:20Makan firmasi aja.
30:21BGN bilang gitu?
30:22Oh, nggak tahu saya.
30:23Kulturisasi WUS gimana, Pak?
30:27Itu yang udah diputusin.
30:28Nanti ini proses selanjutannya.
30:31Jadi, dan antara sudah ngirim syarat ke kita,
30:34nanti kita balas hingga bisa secara administrasi diposes dengan pendal.
30:40Tapi keputusannya sudah selesai.
30:42Tinggal dirapikan.
30:43Administrasinya.
30:49Bukan salah saya kan.
30:50Sebelahnya juga lambat.
30:51Tapi nggak akan cepat.
30:52Itu putusannya sudah sebulan lebih tuh.
30:55Saya juga heran.
30:56Kenapa prosesnya lambat?
30:59Iya, betul.
30:59Administrasinya lele.
31:00Tapi prosesnya udah selesai.
31:02Kita sama ada antara udah clear.
31:04Cuma dijaga jangan sampai nanti ada proses hukum yang kelewat.
31:07Senggak kita repot.
31:08Oke.
31:10Terima kasih, Pak.
31:13Terima kasih.
31:14Terima kasih.
31:16Terima kasih.
Komentar