- 2 jam yang lalu
- #bahlillahadalia
- #tambang
- #ihsg
- #saham
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebelum mengusulkan soal penyesuaian tarif royalti komoditas pada Jumat pekan lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah membahas rencana mengubah sistem bagi hasil pertambangan menjadi seperti sistem bagi hasil industri hulu minyak dan gas saat bertemu Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana pada 5 Mei 2026.
Usulan pemerintah terkait kenaikan tarif royalti komoditas mineral memicu saham-saham tambang berguguran pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Apakah penurunan signifikan saham tambang ini akan berlangsung lama? Bagi investor, ini bencana atau kesempatan? Simak ulasannya bersama CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo pada Senin (11/5/2026).
Baca Juga [FULL] Menteri ESDM Bahlil Buka Suara usai Dipanggil Presiden Prabowo-Jawab Isu Tarif Listrik Naik di https://www.kompas.tv/nasional/667112/full-menteri-esdm-bahlil-buka-suara-usai-dipanggil-presiden-prabowo-jawab-isu-tarif-listrik-naik
#bahlillahadalia #tambang #ihsg #saham
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/668135/full-menteri-esdm-bahlil-usul-revisi-royalti-mineral-pengamat-analisis-saham-tambang-rontok
Usulan pemerintah terkait kenaikan tarif royalti komoditas mineral memicu saham-saham tambang berguguran pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Apakah penurunan signifikan saham tambang ini akan berlangsung lama? Bagi investor, ini bencana atau kesempatan? Simak ulasannya bersama CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo pada Senin (11/5/2026).
Baca Juga [FULL] Menteri ESDM Bahlil Buka Suara usai Dipanggil Presiden Prabowo-Jawab Isu Tarif Listrik Naik di https://www.kompas.tv/nasional/667112/full-menteri-esdm-bahlil-buka-suara-usai-dipanggil-presiden-prabowo-jawab-isu-tarif-listrik-naik
#bahlillahadalia #tambang #ihsg #saham
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/668135/full-menteri-esdm-bahlil-usul-revisi-royalti-mineral-pengamat-analisis-saham-tambang-rontok
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:08Intro
00:18Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Yan Rahman
00:21dan awal pekan ini Saudara Kompas Bisnis akan membahas yang satu ini
00:25yang terjadi di pekan lalu ataupun di hari Jumat pekan lalu
00:29ini ada Menteri SDM mengusulkan kenaikan tarif royalti komoditas saham tambang rontok IHSG pun anjlok
00:38karena Saudara ini ada pergerakan yang membuat investor syok pada perdagangan Jumat pekan lalu
00:43satu jam menuju penutupan bursa ini IHSG terpantau anjlok
00:47sebabnya di Tenggara karena rontoknya saham-saham tambang
00:51setelah Menteri SDM Bahlilah Adalia mengusulkan revisi peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2025
00:58yang di dalamnya muncul rencana penyesuaian tarif royalti yang berlaku pada sejumlah komoditas
01:04seperti emas, tembaga, hingga timah
01:09dan kita lihat Saudara sebelum mengusulkan soal penyesuaian tarif royalti komoditas pada Jumat pekan lalu
01:15Menteri SDM Bahlilah Adalia juga telah membahas rencana mengubah sistem bagi hasil pertambangan
01:21menjadi seperti sistem bagi hasil industri hulu minyak dan juga gas
01:26saat bertemu Presiden di Istana pada 5 Mei 2026
01:30di industri migas ini dikenal dua mekanisme utama
01:34yaitu sistem bagi hasil, yakni cost recovery dan juga gross split
01:39sementara penerimaan negara dari sektor minerba umumnya berasa dari royalti
01:44selain itu terdapat kewajiban pajak, iuran tetap atas wilayah konsesi
01:49serta kewajiban tambahan lainnya
01:53Tentang penataan tambang ke depan yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara
02:02dan itu terkait dengan implementasi daripada pasal 33
02:08khususnya pertambangan-pertambangan yang baik yang lama maupun yang baru
02:12itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal
02:18dan ini kita akan memakai contoh seperti pembagian hasil
02:22daripada pengelolaan migas kita
02:25migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split
02:28mungkin pola-pola itu yang akan kita coba eksersis
02:31untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta
02:36Saudara sebelum lebih jauh membahas soal usulan kenaikan tarif bagi sektor tambang
02:40kita lihat dulu kinerja IHSG pada pekan lalu berikut ini
02:43nah ini dia saudara ini pada peringangan hari Jumat pukul 3 sore IHSG
02:47yang tadinya bergerak stabil di atas level 7.100an
02:51tiba-tiba ambles sebesar 2,86% ke level 6.969
02:58padahal sepekan sebelumnya kinerja IHSG ini cenderung menghijau
03:01kalau kita lihat saudara pada pembukaan awal pekan lalu
03:04tempatnya pada 4 Mei di hari Senin IHSG masih berada di level 6.971
03:10ini masih di bawah angka psikologis 7.000
03:13kemudian sehari kemudian di hari Selasa saudara IHSG juga naik begitu di level 7.057
03:20keesokan harinya di hari Rabu IHSG kembali naik tipis di level 7.092
03:26dan hari Kamis cukup melambung begitu ke 7.174
03:30namun sayangnya saudara di sesi akhir perdagangan di hari Jumat
03:35IHSG kembali anjlok ke level 6.969 lalu
03:40apa biang kerok sehingga IHSG terkoreksi tajam
03:43jawabannya ada di data selanjutnya kita lihat
03:46nah ini dia saudara
03:48Kementerian SDM pada Jumat pekan lalu ini menggelar public hearing
03:51terkait revisi tarif royalti untuk komoditas pertambangan
03:55dalam presentasinya Menteri Bahilah Adalia mengusulkan kenaikan tarif
03:59seperti yang di belakang saya ini
04:01ini adalah usulan kenaikan tarif royalti sejumlah komoditas
04:05memang ada beberapa komoditas yang di highlight ketika presentasi
04:09yang terutama ini seperti yang ada di sini
04:11timah yang tadinya tarif lamanya sebesar 3-10%
04:17kemudian naik begitu dalam usulannya menjadi 5-20%
04:22ada juga jenis komoditas emas saudara yang
04:25tarif lamanya 7-16%
04:27dalam usulan menjadi atau meningkat menjadi 14-20%
04:31sementara konsentrat tembaga dari 7-10%
04:35ini naik menjadi 9-13%
04:38sementara katoda tembaga dari 4-7%
04:41ini diusulkan naik begitu tarif royaltinya menjadi 7-10%
04:45sementara perak yang tadinya tarif lamanya sebesar 5%
04:50kemudian diusulkan naik royaltinya sebesar 5-8%
04:54sementara terakhir nikel ini saudara ini masih di angka 14-19%
04:59dengan batas harga yang lebih rendah
05:03usul ini saudara nantinya akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto
05:07targetnya mulai berlaku pada bulan Juni nanti
05:10lalu apa dampaknya perubahan tarif royalti ini
05:14akan meningkatkan biaya operasional perusahaan tambang
05:18margin perusahaan bisa tertekan karena semakin banyak uang yang keluar
05:22dan menggerogoti keuntungan
05:24meskipun baru usul yang belum disahkan
05:27namun saham komoditas kompak berguguran
05:29kita lihat di data berikutnya
05:34kita lihat sahamnya saudara ini dia
05:36ini saham-saham yang terdampak
05:38meski baru usulan namun pasar langsung reaktif
05:41dengan penurunan signifikan pada saham-saham
05:44sektor tambang
05:45seperti yang ada di belakang saya ini
05:47kita lihat ada teens
05:48teens ini bergerak di bidang
05:50ataupun di sektor timah
05:51begitu turun sangat tajam
05:53bahkan paling
05:53amplisnya paling tinggi
05:55begitu di minus 14,88%
05:58ada arci
05:59ini arci ini bergerak di emas
06:01turun sebesar 13,71%
06:04disclaimer saudara
06:05penurunan ini hanya dalam waktu
06:07satu hari saja di penutupan perdagangan
06:09Jumat pekan lalu
06:10sementara MDKA
06:11MDKA ini bergerak di bidang emas juga
06:14turun 13,12%
06:16BRMS turun 10,18%
06:19ada juga AMN yang bergerak di tembaga
06:22dan juga emas ini turun 9,27%
06:25PSAB juga ambles
06:26sebesar 8,93%
06:30dan ada ANTM atau ANTAM
06:32ini turun di 6,44%
06:36saudara saham-saham ini
06:37kompak ambles karena reaksi market
06:39yang takut setelah memprediksi
06:41peningkatan royalti bisa menekan
06:42margin laba perusahaan
06:44atau bisa jadi perusahaan mencari cara
06:46menutupi kenaikan biaya
06:48melalui utang
06:49atau penurunan investasi
06:51upaya ini pun dapat mempengaruhi cash flow
06:53perusahaan
06:54bukan hanya soal usulan
06:56saudara
06:56kenaikan royalti
06:57ada juga
06:58bea keluar dan juga
06:59windfall tax
07:00untuk sektor apa
07:01kita lihat ke data berikutnya
07:03ya ini dia
07:05untuk sektor nikel
07:06sebelum membahas penurunan sahamnya
07:08disclaimer terlebih dahulu
07:09saudara
07:10ini bahwa
07:11jika bea keluar
07:13adalah pajak yang dikenakan
07:15saat komoditas diekspor
07:17sementara windfall tax
07:18adalah pajak tambahan
07:20ketika harga komoditas melonjak
07:23dan berikut ini adalah saham-saham
07:25yang langsung ambles
07:26terpengaruh dua kebijakan tadi
07:28yaitu ada
07:30INKO
07:30yang turun 13,89%
07:34begitu yang
07:34paling tajam penurunannya
07:36di sektor nikel
07:37ada MBMA
07:38yang turun juga
07:39lebih dari 10%
07:40tempatnya di 11,45%
07:43ada juga yang ambles
07:44pada pekan lalu
07:45yaitu NCKL
07:47turun 8,14%
07:48dan ada juga
07:50HRUM
07:51yang turun 8,08%
07:54lalu bagaimana dengan asing
07:56saudara apakah masih deras keluar
07:58dari pasar saham Indonesia
07:59kita lihat ke data selanjutnya
08:00nah kalau kita lihat ini
08:03justru pada perdagangan
08:04hari terakhir
08:05pekan kemarin
08:05saudara asing terpantau
08:06melakukan akumulasi
08:08dengan nilai yang cukup besar
08:10yaitu 11,42 triliun rupiah
08:12namun ternyata
08:13angka ini
08:14tak mampu
08:15membendung penurunan IHSG
08:17yang dipicu
08:17isu kenaikan royalti Minerva
08:19serta biar keluar
08:20dan juga windfall tax
08:22untuk sektor nikel
08:23saudara apakah
08:24penurunan signifikan
08:26saham tambang ini
08:27akan berlangsung lama
08:29bagi investor
08:30ini bencana
08:31ataukah kesempatan
08:32kita bahas lebih lengkap
08:33usaha jadah
08:34tetaplah bersama kami
08:35di Kompas Bisnis
08:58saudara usulan pemerintah
09:00terkait kenaikan tarif royalti
09:02komoditas mineral
09:03selalu micu
09:03saham-saham tambang
09:04berguguran pada penutupan
09:06perdagangan pekan lalu
09:07apakah penurunan signifikan
09:08saham tambang ini
09:09akan berlangsung lama
09:10bagi investor
09:11ini bencana
09:12atau justru kesempatan
09:13kita bahas bersama
09:14CEO advisor
09:15Provina
09:16Visindo
09:17Praska Putra Antio
09:18Mas Praska
09:18selamat pagi
09:23Mas Praska
09:24ini
09:24kalau kita lihat
09:26kemarin
09:27ataupun pekan lalu
09:27hanya selang
09:28satu jam
09:28jelang penutupan
09:29perdagangan
09:30Jumat lalu
09:30IHSG langsung
09:31anjlok 2,8%an
09:33kembali ke
09:34bawah level psikologis
09:35di angka
09:366.969
09:37menurut Anda
09:38ini mengapa
09:39pasar sebegitu
09:40reaktifnya
09:41setelah ada usulan
09:42tentang kenaikan
09:42tarif royalti
09:43komoditas
09:44dari Menteri SDM
09:45poin apa
09:46yang dikhawatirkan
09:47investor
09:48terkait dengan
09:48hal ini
09:49menurut Anda
09:51jadi menurut saya
09:52memang
09:53pasar saat itu
09:54anjok didominasi
09:56oleh tekanan
09:56pada saham-saham
09:57dari sektor
09:59barang baku
09:59dimana barang baku
10:00ini dari satan saya
10:01lebih ditekan oleh
10:03saham-saham
10:03di subsektor
10:04logam dan mineral
10:05diantaranya
10:06ada seperti
10:07timah
10:08ya kan
10:08ada info
10:09arci
10:10ya kan
10:10ada MDK
10:11emas
10:11dan sebagainya
10:12di samping itu
10:13juga ada koreksi
10:13pada saham
10:14batubara juga
10:15ya diantaranya
10:16seperti
10:17Jan Suasanti
10:17kan juga
10:18mengalami tekanan
10:19cukup dalam
10:19sampai
10:19minus
10:20pada 1%
10:21seperti itu
10:21nah
10:22tentu saja
10:22hal ini
10:23memang
10:24menjadi
10:25semacam
10:26kekhawatiran
10:27menurut saya
10:27kekhawatiran
10:28setaat
10:29pada
10:29investor
10:30ya
10:30kenapa
10:31karena
10:31kalau kita
10:31lihat
10:32sebenarnya
10:33secara
10:34prospek bisnis
10:35saham-saham
10:36emiten logam
10:37ini kan
10:37diuntungkan ya
10:38karena
10:38harga komunitas
10:40dalam kurangan
10:41bidir
10:42diantaranya
10:43seperti
10:43timah
10:44batubara
10:44kemudian ada
10:45emas
10:46nikel
10:46ya kan
10:46dan
10:47ini rata-rata
10:48mengalami
10:49kenaikan
10:49diantaranya
10:5120-30%
10:52seperti itu
10:52sehingga
10:53dalam hitungan
10:54analis
10:54tentu saja
10:55ini memiliki
10:56potensi upside
10:56secara performa
10:57seperti itu
10:58nah
10:58hanya saja
10:59dengan ada
11:01usulan
11:01royalti baru ya
11:03disini kita
11:03melihatnya
11:04adalah
11:06pasar itu
11:07melihat
11:08ada potensi
11:09tekanan
11:09pada margin
11:10laba
11:11dari perusahaan
11:12jika
11:13ini
11:13diterapkan
11:14dan rencananya
11:14ini kan
11:15diterapkannya
11:15di bulan
11:16Juni
11:172026
11:18rencana
11:19kenaikan tarif
11:20royalti
11:21diantaranya
11:21yang cukup signifikan
11:22adalah
11:22itu
11:23di
11:24lima
11:25yang meningkat
11:26dari
11:27antara
11:27range 3-10
11:28sekarang menjadi
11:295-20
11:30kemudian
11:31di tembaga
11:31itu menjadi
11:32dari antara
11:337-10
11:34menjadi
11:34sekitar
11:359-13
11:36seperti itu
11:36meskipun
11:37ada beberapa
11:38yang lain
11:38seperti
11:39perak pun
11:39juga
11:39yang tadi
11:40stabil
11:41di semua
11:41kondisi harga
11:42sekarang
11:42meningkat
11:43dari
11:435-8%
11:45dengan
11:45layer
11:46harga yang
11:47terpecah-pecah
11:47nah
11:48ini memang
11:49sebenarnya
11:49secara tujuan
11:50negara
11:51saya melihatnya
11:52positif
11:52karena
11:53ini sebenarnya
11:54lebih kepada
11:55meningkatkan
11:55pendapatan negara
11:56bukan pajak
11:57PMBP
11:58seperti itu
11:58hanya saja
12:01investor mungkin
12:02melihatnya
12:03ini menjadi
12:03shock therapy
12:05jangka penegang
12:06jadi
12:07di luar
12:08prediksi para analis
12:09sehingga membuat
12:11harga saham
12:12yang diperkirakan
12:13bisa jauh lebih tinggi
12:14kinerjanya bisa
12:15jarak lebih meningkat
12:16menjadi lebih terbatas
12:17kurang lebih
12:18seperti itu
12:18masyarakat
12:19sehingga
12:19impactnya adalah
12:20tekanan pada
12:21saham-saham
12:21berbasis
12:22program
12:22dan mineral
12:24yang mana
12:25secara komposisi
12:26itu kalau saya
12:27lihat itu
12:27secara
12:28market cap
12:29berbasis
12:30pre-flop
12:30sebenarnya
12:31bisa
12:31dilan sampai
12:3210%
12:33namun
12:33jika semuanya
12:34jatuh lebih dari
12:3510%
12:35ini juga
12:36cukup membuat
12:37iliaskan
12:37ikut tekanan
12:38ditambah lagi
12:38tekanan pada
12:40saham
12:40perbankan
12:41masih belum
12:41selesai
12:42ini
12:42masyarakat
12:42jadi
12:43ikut
12:43membelang
12:44EREK
12:44juga
12:44IISG
12:45kemarin jatuh
12:45ke level
12:462%
12:47lebih
12:47mas
12:48mas
12:48mas
12:48kalau
12:49dilihatkan
12:50ini baru
12:50usulan
12:51kita sempat
12:51membahas
12:51tadi
12:51kemungkinan
12:52kalaupun
12:52memang
12:52jadi
12:53akan
12:53diumumkan
12:53pada
12:54Juni
12:54nanti
12:54tapi
12:55kalau
12:55kita
12:56lihat
12:56penurunannya
12:57saham-saham
12:57tambang
12:58ini
12:58langsung
12:58anjlok
12:59hingga
12:59belasan
13:00persen
13:00seperti tadi
13:01yang saya
13:01bacakan
13:02ada
13:03TINS
13:03ada
13:03ARCI
13:04ada
13:04MDKA
13:05analisis
13:06Anda
13:06mengapa
13:06koreksinya
13:06bisa sangat
13:07dalam
13:07di beberapa
13:08emiten
13:09tapi ada
13:10emiten
13:10yang penurunannya
13:11hanya sekitar
13:116%an
13:12seperti
13:13Antam
13:15baik
13:15jadi
13:16kalau
13:16memang
13:17disini
13:17cukup
13:18ini ya
13:18bervariasi
13:19kita setuju
13:19jadi ada
13:20emiten
13:20yang
13:20sama
13:21logam
13:22tapi
13:23anjlok
13:23cukup
13:23ada yang
13:25relasi
13:25terbatas
13:26seperti
13:26Antam
13:26dan Antam
13:27ini hanya
13:27jatuh
13:286%
13:29seperti
13:29tidak
13:30seperti
13:30yang
13:30lain
13:31mungkin
13:31bisa dikatakan
13:32Antam
13:32ini kan
13:33juga
13:33terdiversifikasi
13:34tidak
13:36core ke
13:37emas
13:37tapi ke
13:38Nikel
13:38seperti itu
13:39yang lebih
13:41hampir
13:41dominan
13:42sehingga
13:42untuk
13:43Nikel
13:43sendiri
13:43secara
13:44tarif
13:45itu
13:46tetap
13:47tidak berubah
13:48hanya saja
13:48dirubah
13:48layer harganya
13:49sehingga
13:50itu yang membuat
13:50saham Antam
13:51tidak sejatuh
13:52saham-saham
13:53yang dominan
13:53ke emas
13:54dan timah
13:55sementara
13:55saham teams
13:56yang fokus
13:57ke timah
13:57itu anjlok
13:58cukup
13:58seksifikan
13:58karena timah
13:59sendiri
14:00ini mengalami
14:01kenaikan
14:01yang cukup
14:01seksifikan
14:02secara tarif
14:03dari 3 sampai
14:0310 menjadi
14:045 sampai
14:0420
14:05meskipun
14:05dengan pecahan
14:06lapisan harga
14:08yang ditentukan
14:08seperti itu
14:09Mas Praskar
14:10tadi kita sempat
14:11membahas juga
14:11dan Anda
14:12juga sempat
14:12bilang
14:13kalau ini
14:13kemungkinan
14:14besar adalah
14:14kekhawatiran
14:15sesaat
14:16dari investor
14:16karena memang
14:17baru usulan
14:18juga
14:19jika memang
14:19judi nanti
14:20ini betul-betul
14:21disahkan
14:21ini bagaimana
14:22nasib emiten
14:23tambang di
14:23pasar saham
14:24Indonesia
14:24apakah
14:25kekhawatiran
14:26yang tadi
14:26tadinya
14:27kekhawatiran
14:27sesaat
14:28akan lebih
14:28lama lagi
14:29begitu
14:30rancenya
14:31sebenarnya
14:32ini
14:33menurut saya
14:33lebih
14:34tentatif
14:35karena
14:36kita belajar
14:37dari
14:38tahun
14:382025
14:40dimana saat itu
14:40juga ada
14:41kenaikan royalti
14:42batubara
14:43seperti itu
14:44nah
14:44saat yang sama
14:46tentu saja
14:46menimbulkan
14:47shock efek
14:48dan kependek
14:49mengalami koreksi
14:50mungkin
14:50pendek menengah
14:511 sampai 3 bulan
14:53disampai itu juga
14:54harga batubara
14:55kan juga ikut
14:55melesur saat itu
14:56nah
14:56sementara
14:57begitu harga
14:58batubara
14:59kembali
14:59membaik
15:00dan ditambah lagi
15:01dengan sekarang
15:02meningkat lagi
15:02data 120
15:04per tahun
15:05ini membuat
15:06harga
15:06saham batubara
15:07akhirnya
15:07mengikuti lagi
15:08secara fundamental
15:09jadi kesimpulannya
15:10kalau menurut saya
15:11selama mungkin
15:12emiten dalam
15:13jangka panjang
15:13bisa kembali
15:14menyesuaikan
15:16itu
15:16akan membuat
15:17harga saham
15:18kembali pulih
15:19seperti itu
15:20mungkin
15:20ini saat ini
15:22kan diusulkan
15:23karena melihat
15:23adanya
15:24kenaikan luar biasa
15:25pada komunitas
15:26slogan
15:26yang mana
15:27negara-negara
15:29bisa dijadikan
15:30sebagai dasar
15:30untuk
15:32apa namanya
15:33ini ya
15:35meningkatkan pendapatan
15:37negara
15:37jadi bukan pajak
15:38sekaligus
15:39bisa mengurangi
15:39ketimbangan ekonomi
15:40seperti itu
15:41Mas Praska
15:41terakhir
15:42dan boleh singkat saja
15:43kemarin kita pantau
15:44asing justru
15:45masuk ke pasar saham Indonesia
15:47dengan deras
15:48begitu nominalnya
15:4911,42 triliun
15:51menurut Anda
15:51mengapa
15:52dana sebesar ini
15:53tidak mampu
15:54mengatrol
15:54IHSG
15:55pada pekan kemarin
15:57ya baik
15:57jadi kalau saya lihat
15:58memang
15:5911 triliun itu
16:00dominan masuk
16:01di pasar negosiasi
16:02ya
16:02karena di pasar
16:03regulernya
16:04itu
16:05malah netfile
16:06kita 340 miliar
16:07seperti itu
16:08dan dominan memang
16:09banyak masih terhit
16:11itu di tanpa perbankan
16:12dan paling mayoritas
16:13dijual itu banyak
16:14saham bank mandiri
16:15seperti itu
16:15bank BMRI
16:16nah sehingga
16:19aktif masuk
16:19di pasar nego ini
16:20sebesar
16:2111,42 triliun
16:22memang tidak
16:22tentu saja
16:23tidak langsung
16:23terefleksi
16:24pada indeks
16:24karena jadi katakan
16:26itu tidak yang major
16:28menekan
16:28atau apa ya
16:29atau mengangkat
16:30saham-saham yang
16:31menjadi
16:32apa namanya
16:34apa ya
16:35penggerak IHSG
16:36secara keseluruhan
16:37lebih seperti itu
16:38tapi
16:39khusus pada saham
16:40logam dan mineral
16:41yang menariknya adalah
16:43itu asing tidak banyak jual
16:45bahkan saya
16:45pantau satu-satu
16:46itu asing jual pun
16:48tidak lebih besar
16:49dibandingkan rata-rata
16:49satu bulan
16:50atau satu minggu terakhir
16:51artinya
16:52lebih kepada
16:53panikan jangka penek saja
16:54seperti itu
16:55berarti ini lebih ke
16:56kepanikan retail juga ya
16:58di pasar saham Indonesia
16:59dan mudah-mudahan
17:01seperti Mas Maska bilang
17:02ini khawatiran yang sesaat
17:03begitu bukan yang jangka panjang
17:05karena kalau kita lihat
17:06fundamentalnya juga
17:06masih sangat baik
17:08begitu untuk di koleksi
17:09terima kasih
17:09CEO Advisor
17:11Provine Fisindo
17:12Plaskaput Rantio
17:13atas waktunya bersama kami
17:14di Kompas Bisnis
17:14sehat selalu Mas
17:16terima kasih
17:17Sampai Games
17:17ya
17:17terima kasih
Komentar