Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Selat Hormuz Kembali memanas, Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyerang kapal kargo berbendera Iran di perairan strategis tersebut.

Sementara di waktu hamper bersamaan, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyita kapal tanker Ocean Koi.

Serangan Amerika yang menargetkan kapal kargo Iran di dekat Selat Hormuz membuat sejumlah kru dilaporkan terluka dan beberapa kru lainnya hilang. Di sisi lain, IRG melancarkan rudal dan drone skala besar terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz.

IRGC menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata dengan menggempur kapal tanker dan area sipil di wilayah Iran bagian selatan.

Baca Juga Iran Tengah Meninjau Proposal Amerika Serikat untuk Mengakhiri Perang di https://www.kompas.tv/internasional/667925/iran-tengah-meninjau-proposal-amerika-serikat-untuk-mengakhiri-perang

#iran #selathormuz #amerika

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667935/full-memanas-saling-serang-as-iran-di-selat-hormuz-masih-bisakah-berdamai-sapa-malam
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:35Selat Hormuz kembali memanas
00:37Amerika Serikat dilaporkan menyerang kapal kargo berbendera Iran di perairan strategis tersebut
00:43Sementara di waktu hampir bersamaan, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyita kapal tanker Ocean Koi
00:51Serangan Amerika yang menargetkan kapal kargo Iran di dekat Selat Hormuz membuat sejumlah kru dilaporkan terluka
00:57Dan beberapa kru lainnya hilang
00:59Di sisi lain, IRGC melancarkan serangan rudal dan drone skala besar terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat di dekat Selat
01:08Hormuz
01:08IRGC menuduh Amerika Serikat terlebih dahulu melanggar gencatan senjata
01:13Dengan menggempur kapal tanker dan area sipil di wilayah Iran bagian selatan
01:19Asi relo lol
01:25SHAKA
01:34Asi yang mahwul
01:39Partisi secara di channel ini ber shoot v Diamond,
01:44selamat menikmati
02:14Amerika mengatakan tindakannya adalah pembalasan dan dilakukan untuk membela diri
02:19Amerika bilang saling serang di Selat Hormuz karena Iran lebih dulu menyerang mereka
02:47ketegangan di Selat Hormuz terjadi saat gencatan senjata dan diplomasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung
02:53dan menunjukkan bahwa konflik belum benar-benar meredak
03:02ketika gencatan senjata secara resmi masih berlaku tapi aksi militer dengan saling serang terjadi di Selat Hormuz
03:10apakah proses menuju perdamaian antara Amerika Serikat dengan Iran semakin rapuh
03:15kita akan membahasnya dengan guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Yuana
03:21dan pegamat hubungan internasional Universitas Parahiangan Kishino Bawono
03:25selamat malam Prof Hikmah Kishino
03:28selamat malam
03:30nah kalau saya ke Mas Kishino dulu
03:33ini kan di tengah klaim gencatan senjata antara Amerika Serikat masih berlaku
03:37tapi saling serang di Hormuz ini apakah memang manuver taktis yang disengaja oleh masing-masing pihak
03:44untuk menarik pelatuk terlebih dahulu mengambil celah di tengah gencatan senjata yang terjadi
03:51dari bahkan episode perang sebelumnya di tahun 2025 atau bahkan ketika membicarakan Hamas dan Israel di Gaza
04:00saya selalu bilang bahwa sejarah menunjukkan dalam proses negosiasi
04:07bahkan termasuk dalam ketika gencatan senjata terjadi
04:10sering terjadi ada eskalasi
04:13ini dipakai untuk kedua belah pihak dalam negosiasi
04:17biasanya untuk menunjukkan bahwa mereka bukan yang paling desperate
04:19mereka bukan yang paling butuh negosiasi atau perjanjian damai ini
04:25atau bahkan gencatan senjata ini
04:26karena asumsinya biasanya kalau mereka yang nampak lebih desperate
04:31mereka yang nampak lebih mudah untuk ditekan dalam proses negosiasi
04:35nah mereka ingin menunjukkan bahwa mereka masih di atas angin kok
04:38dengan menunjukkan bahwa mereka masih bisa eskalasi
04:43dan bagi saya ya ini sengaja
04:46ini strategi yang legitimate di kepala pengambil keputusan politis seperti itu
04:52jadi ya kita tunggu saja sampai pada akhirnya
04:57kalau mereka kemudian menyatakan oke gencatan senjata berhenti
05:00ya eskalasi akan dilanjutkan lagi
05:02tapi selama mereka masih belum mundur
05:06mengundurkan diri dari gencatan senjata ya kita anggap itu saja
05:10dan kalau kita lihat sekarang status gencatan senjatanya dalam kondisi seperti ini
05:14apakah masih bisa diteruskan apakah sikap yang dilakukan Amerika Serikat
05:21misalnya dalam dalih blokade ini legitimate dalam kondisi gencatan senjata
05:28yang pasti bagi Amerika Serikat selalu mengatakan bahwa meskipun ada saling serang di hormus
05:34tetapi gencatan senjata masih tetap
05:37ini karena di Amerika Serikat ada kekhawatiran dari Presiden Trump
05:42bahwa kalau misalnya gencatan senjata dianggap sudah tidak ada lagi
05:49serangan besar akan dilakukan
05:52Trump tidak mendapatkan persiunan dari Kongres
05:55kemudian rating approval dari Trump itu mungkin akan semakin turun lagi dan turun lagi
06:03jadi dalam perspektif Amerika Serikat gencatan senjata itu harus tetap ada
06:09lalu yang kedua kalaupun ada serangan di Selat Hormuz
06:13ini dianggap sebagai serangan yang sebenarnya bisa dikendalikan
06:17dalam artian bahwa skopnya lalu kemudian intensitasnya itu masih bisa dikendalikan
06:25dan tentu dari pihak Iran mereka akan mengatakan bahwa kami ini diserang dulu
06:32dan dalam situasi seperti gencatan senjata ini
06:35itu saling serang, saling klaim itu sekali terjadi
06:41disinilah sebenarnya pentingnya ada peacekeeping operation gitu ya
06:46jadi operasi untuk menjaga gencatan senjata ini agak tidak dilanggar
06:50tetapi ini kan sulit kalau misalnya sekarang ini dilakukan hal tersebut
06:55nah oleh karena itu dari tadi Marco Rubio mengatakan bahwa kami ini bukan yang diserang
07:02justru, maaf, kami ini bukan yang menyerang, kami yang diserang
07:06adalah negara yang bodoh apabila kami diserang
07:10tapi kita diim aja
07:12tapi kan ini juga yang dilakukan oleh Amerika Serikat
07:15waktu menyerang tanggal 28 Februari dan Israel
07:19masa Iran sebagai negara yang bodoh gitu ya
07:23yang dia diamkan saja serangan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel
07:28jadi apa yang dikatakan oleh Marco Rubio barusan yang kita dengarkan
07:32itu sebenarnya dia melegitimasi apa yang dilakukan oleh Iran
07:37dalam artian bahwa bagi mereka yang diserang
07:40berhak untuk menyerang kembali
07:42nah jadi sekali lagi ini serangan-serangan yang masih bisa dikendalikan oleh kedua negara
07:49dan dari pihak Trump selalu mengatakan bahkan juga Marco Rubio
07:54bahwa tidak mengganggu adanya ceasefire atau gencatan senjata
07:59ini kan seperti membahas telur duluan atau ayam duluan
08:02siapa yang duluan nyerang dan siapa yang merasa terganggu duluan
08:06ini sejak awal perang demikian
08:08Amerika Serikat juga bilangnya kalau kami tidak menyerang Iran terlebih dahulu
08:12Iran akan jadi potensi berbahaya apalagi punya nuklir dan sebagainya
08:15ini tidak akan selesai-selesai perangnya
08:16nah kalau Mas Kishino melihatnya
08:19bagaimana saling uji batas kesawaran lawan ini
08:22ditahan jangan sampai memicu perang terbuka
08:25ini kan yang coba ditahan sejauh ini oleh Tiongkok misalnya
08:29atau Rusia yang mulai masuk mendekati dari sisi Iran
08:32untuk menahan jangan sampai ada perang dengan eskalasi lebih tinggi lagi
08:37oke
08:38tanpa bicara ke Tiongkok dan Rusia gitu ya
08:41saya rasa AS dan Iran sendiri mereka saling menahan diri
08:46kenapa AS saya anggap menahan diri
08:48satu mereka baik di pemerintahan maupun di publiknya masih punya trauma dengan forever war
08:54atau perang abadi yang terjadi di Afganistan di Iraq kemarin
08:58mereka kan perang di sana 1 sampai 2 dekade
09:01dan itu membuat kampanye Presiden Trump kemarin cukup sukses
09:07karena dia bilang bahwa aku akan mengakhiri perang di dunia ini
09:11dan kampanye perang itu yang kemudian sekarang berbalik dengan kondisi yang terjadi di Iran
09:16jadi saya rasa AS itu selalu menahan diri so far
09:22karena kalau kelihatan juga mereka cuma pakai serangan udara dan misil
09:25belum ada pasukan darat dan kemudian masif datang seperti dulu di Iraq ataupun di Afganistan
09:30anggapan saya begitu terkait di AS
09:33kalau di Iran saya juga menganggapnya begini
09:35bahkan dari serangan tahun 2025 kemarin ketika mereka perang sebelumnya
09:41saya bilang bahwa Iran kalaupun harus membalas
09:45yang mana mereka memang harus gitu ya
09:47mereka membalasnya lebih ke performatif atau lebih ke simbolik
09:51karena apa?
09:53satu, dia memang harus menunjukkan paling tidak kepada publiknya sendiri
09:57dan sebetulnya bahwa mereka masih belum desperate
09:59mereka masih bisa membalas, mereka masih cukup terginas
10:02tapi di sisi lain, balasan mereka tidak boleh cukup substansial
10:05sehingga nanti kemudian bisa digunakan oleh pemerintah AS atau pemerintah musuh manapun
10:10untuk dibawa ke publiknya mereka
10:12untuk bilang bahwa
10:13eh, kita bisa atau kita justify
10:17atau kita benar untuk menyerang Iran secara lebih substansif
10:21sehingga Iran harus diserang dengan angkatan darat misalnya
10:24nah itu yang ingin dihindari Iran
10:26jadi saya rasa selama ini ya mereka merahan diri kok
10:29mereka, kalau saya bilang menguji kesabaran
10:34saya rasa ini bukan kesabaran
10:36it's about menahan diri
10:38lebih ke taktis, lebih ke strategis
10:41bukan about passion itself
10:43dan juga untuk menahan endurance mereka juga ya Mas Kishino ya
10:47jangan dihabiskan di awal
10:48karena masing-masing kayaknya menjaga
10:51apakah dengan durasi perang yang kita nggak tahu sampai kapan
10:54kekuatan ini kan harus diawet-awet lah bahasa awamnya demikian
11:00saya ke Prof Hik
11:02nah, kalau blokade yang saat ini terjadi di selat Hormuz
11:06itu seperti apa sih Prof kalau kita baca petat terkininya
11:10karena kan di awal Iran memblokade
11:13tapi US juga double blockade
11:15jadinya Hormuz ini jadi lokasi yang tidak aman untuk perairan
11:20untuk perlintasan internasional
11:23ya memang kalau dari sisi Iran
11:27Iran tahu bahwa Hormuz ini menjadi bargaining chip ya
11:31bargaining chip agar dia tetap
11:36tidak di kalahkan oleh Amerika Serikat
11:38selama Hormuz ini bisa dikuasai
11:43maka dia tahu bahwa Amerika Serikat tidak bisa melakukan banyak hal
11:48karena dari selat Hormuz ini
11:50ini akan berpengaruh pada dunia
11:55sehingga ini tidak mungkin dilepas oleh Iran pada saat sekarang ini
11:58pada masa perang saat ini
12:00yang kedua Amerika Serikat melihat bahwa
12:04apa yang dilakukan oleh Iran
12:06ini jelas seolah-olah dia bisa menguasai
12:09sementara kalau misalnya Amerika Serikat akan menembus
12:13ini menurut Amerika Serikat pada saat sekarang tidak mungkin
12:16sehingga yang dia lakukan adalah melakukan blokade
12:20jadi setelah katakanlah ada blokade
12:22katakanlah begitu ya penutupan
12:24atau pembatasan kapal yang bisa keluar masuk
12:27yang dikuasai oleh Iran
12:29itu mulai berlayar ke laut lepas
12:32itu nanti dicegat oleh Amerika Serikat
12:35nah Amerika Serikat melakukan hal itu
12:37untuk mengatakan bahwa
12:39kamu pun apakah kapal kamu sendiri
12:43atau kapal yang menjadi sahabat kamu
12:46tidak mungkin keluar dari selat Hormuz
12:49karena saya sudah siap melakukan blokade
12:52dan itu yang dilakukan oleh Amerika Serikat
12:54bahkan dia sudah melakukan serangan terhadap
12:57tanker-tanker dari Iran
13:00jadi itu yang dimaksud dengan blokade
13:04yang dibuat oleh Amerika Serikat
13:06di tengah kondisi seperti ini
13:09Hormuz jadi pusat tingginya Tensi
13:12tapi bagaimana pula selat Hormuz
13:14semestinya bisa jadi jembatan
13:15untuk menuju negosiasi yang sampai sekarang
13:17belum terwujud
13:18sudah mau dua bulan lebih perang terjadi
13:21kita bahas saja dari Sapa Indonesia malam
13:48Tuh, tiap hari minta biskuit
13:50aku percayanya ropa kelapa
13:52ada vitamin B, E, dan kalsium
13:54gurih manisnya asli kelapa
13:57nutrisinya pasti
13:57kalau enaknya
13:59terbukti
14:00Pasti Roma Kelapa
14:03Dulu setiap solat
14:04tutup gue sakit banget
14:06sekarang gue sadar
14:07tulang sendi sehat itu penting
14:09kolagena
14:10dengan kolagen
14:10vitamin A dan kalsium
14:11membantu mempertahankan
14:13kekuatan sendi tulang
14:14dan kesehatan kulit
14:15kolagena
14:15banyak banget manfaatnya
14:18Tuh, tiap hari minta biskuit
14:20aku percayanya
14:21Roma Kelapa
14:22ada vitamin B, E, dan kalsium
14:25gurih manisnya asli kelapa
14:27nutrisinya pasti
14:28kalau enaknya
14:29terbukti
14:30Pasti Roma Kelapa
14:32Nenek Dapukum Pro
14:34Kejutan tutup botol Ramadhan
14:36Akun Pipa
14:37dimulai
14:37Hadiah spesial
14:39hanya selama Ramadhan
14:40ada produk elektronik
14:41uang
14:42temukan hadianya
14:43di semua ukuran
14:44Akun Pipa
14:45Selama Ramadhan
14:46dari Input
14:47Tiap orang
14:48punya semangatnya masing-masing
14:49untuk memberikan yang terbaik
14:51Terima kasih
14:52untuk kamu yang tidak bercerita
14:53tapi selalu semangat 100%
14:55Kopi Kapal Api
14:57Jelas
14:58Lebih
15:00Enak
15:021, 2, 3, 4
15:044 fresh aroma for you
15:06Fresh Care Smash
15:07dengan 4 pilihan aroma
15:09Double Inhaler
15:10bisa ngerok
15:11ngerol
15:11sampai pijit
15:134 in 1
15:14Fresh Care Smash
15:15Fresh gayanya
15:15Fresh aromanya
15:17Produktif di pagi hari
15:19Hasilnya pasti
15:20lebih berkualitas
15:22Seperti lebah Madu TJ
15:24Mencari sumber madu yang baik
15:25Dipanen
15:26di kematangan yang tepat
15:27Bantu
15:28Jaga sehatmu
15:29Madu TJ
15:30Kebaikan dari alam
15:32Nikmati mie goreng ala Chef
15:34di rumah
15:34Mie sedap goreng ala Chef Devina
15:36Minyak kenyal dan pipi
15:37bikin beda
15:38Ada sambal merahnya
15:39Aku tambahin sayuran
15:40dan kermesan kriuk
15:42Fais like Chef
15:43sesimpel itu
15:44Mie sedap goreng ala Chef Devina
15:46Dari Wings Food
15:48Nenek-Nenek
15:48Bukum Bro
15:49Kejutan tutup botol Ramadhan
15:51Aku Pippa
15:52Dimulai
15:53Hadiah spesial
15:54Hanya selama Ramadhan
15:55Ada produk elektronik
15:56Uang
15:57Temukan hadiahnya
15:58Di semua ukuran
15:59Aku Pippa
16:00Selama Ramadhan
16:01Dari Wings Food
16:02Yuk bikin masakan
16:03Yang pasti diserbuk
16:04Pakai kecap sedap
16:05Kedela hitam spesial
16:06Bikin lidah
16:07Autoparty
16:08Jumit kecap nih
16:09Will Goes Approved
16:11Specialist
16:12Looks good kan?
16:13Tastes good
16:14Kecap sedap
16:14Kedela hitam spesial
16:15Looks and tastes beyond good
16:16Dari Wings Food
16:17Baju kusam
16:18Noda gak hilang
16:19Tenang aja
16:20Ini solusinya
16:21Wishten Remover
16:22Penghilang noda bandel
16:23Bekerja 10 kali lebih cepat
16:24Lebih efektif
16:25Oleskan langsung pada noda
16:27Bersih seketika
16:28Gunakan bersama deterjen
16:29Kuti dan warna
16:30Kembali cemerlang
16:31Wings Care
16:32Tiap orang
16:33Punya semangatnya masing-masing
16:34Untuk memberikan yang terbaik
16:36Terima kasih
16:37Untuk kamu yang tidak bercerita
16:39Tapi selalu semangat 100%
16:41Kopi Kapal Api
16:42Jelas
16:44Lebih
16:45Enak
16:47Sebagai chef di Jamon Internasional
16:49Saya andalkan Mama Lemon
16:51Satu-satunya dengan formula
16:53Extra Power Clean
16:54Bersihkan 100 macam lemak
16:55Bawa mis hilang
16:56Mama Lemon
16:57Internasionally Proof
16:58Chef The Proof
16:59Ada Mama Lemon
16:59Semua pasti beres
17:00Lahir
17:02Kembali apapun
17:10Bisa jadi nikmat
17:12Barang Indomie Goreng
17:13Bikin hidup
17:15Semikmat Indomie Goreng
17:44Terima kasih sudah menonton!
17:59Terima kasih.
18:16Tidak mungkin lah untuk diserahkan baik itu AS maupun Iran, oh yaudah silahkan diambil alih aja gak mungkin.
18:22Tapi bagaimana agar selat Hormuz ini juga bisa jadi daya tawar pada negosiasi yang terus diupayakan, Mas Kishino?
18:31Oke, bagaimana isi Hormuz bisa jadi daya tawar gitu ya?
18:35Tentunya dilihat dari kontrolnya ketika mereka, istri Iran mengklaim bahwa kami akan mengendalikan Hormuz,
18:42maka dilihat mereka memang bisa mengendalikan atau tidak.
18:44Dan salah satu caranya adalah misal dengan persenjataannya mereka.
18:49Laporan Intel yang tersebar, yang klik, bocor ke Washington Post beberapa hari yang lalu bilang bahwa
18:58CIA mengklaim bahwa Iran masih punya 70-80% misilnya, 70-80% dronesnya.
19:05Dan itu juga pun ditambah lagi ekonomi Iran itu masih bisa survive 3-4 bulan lagi.
19:12Paling tidak itu menurut laporan dari CIA gitu ya.
19:15Kalau itu kemudian dipercaya, kalau itu memang benar terjadi,
19:19maka ya kontrol terhadap Hormuz misal melalui kondisi ekonominya.
19:24Misal dibelokado oleh Amerika Serikat, mereka masih bisa survive gitu ya, 3-4 bulan.
19:28Dan pemerintah Iran saya yakin juga nggak akan diam saja.
19:31Mereka menganggap itu sebagai deadline.
19:33Dan deadline ini, 3-4 bulan ini harus di-extend.
19:36Mereka pasti akan cari cara untuk memperpanjang itu.
19:40Di sisi lain, dari misil dan drones itu, katakanlah,
19:44laporan dari CIA ini juga bilang bahwa
19:46pemerintah Iran sudah memperbaiki dan memperbarui fasilitas peluncurannya mereka.
19:52Jadi, saya rasa Iran sampai sekarang masih punya kemampuan untuk itu.
19:56Dan, ya, mereka unlikely untuk mau memberikan Hormuz secara terbuka.
20:02Bahkan kan dalam beberapa komunikainya mereka, pesan-pesan mereka,
20:06mereka pengen bilang bahwa mereka akan mengklaim Hormuz sebagai kontrol mereka.
20:10Bahkan pasca perang.
20:12Dan itu ya, saya rasa akan jadi bargaining chip-nya mereka ke depannya.
20:16Dan kalau bicara soal negosiasi, nantinya akan kapan berdamainya kan butuh sesuatu yang mengikat.
20:24Kalau hukum internasional, sejak awal perang ini kan sudah diabaikan lah,
20:29begitu, Prof. Hik, oleh masing-masing pihak, terutama Amerika Serikat saat menyerang Iran.
20:33Nah, apa sebenarnya instrumen hukum yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan kondisi seperti ini, Prof. Hik?
20:44Jadi, kalau ditanyakan instrumen hukum, terus terang tidak ada instrumen hukum yang bisa secara efektif untuk menyelesaikan masalah ini.
20:56Ya, karena kalau sudah bicara soal keamanan internasional, perdamaian internasional,
21:01maka di sini merupakan titik lemah dari hukum internasional.
21:05Karena enforcement-nya, penegakannya itu tidak sama seperti kayak di dalam konteks hukum nasional.
21:12Nah, tentu dalam konteks seperti ini, yang bisa menyelesaikan itu adalah hal-hal yang sifatnya hubungan antar negara, hubungan internasional.
21:22Jadi, kalau misalnya sekarang, kita masih menunggu adanya, apa namanya, proposal perdamaian yang akan disetujui oleh kedua negara,
21:31tapi saya sendiri kurang yakin bahwa persetujuan terhadap proposal itu akan terjadi.
21:36Jadi, yang saya bayangkan ke depan ini, nantinya tidak ada kesepakatan damai antara kedua negara,
21:44tapi mereka akan mengambangkan perang itu.
21:47Jadi, seperti kayak Rusia dengan Ukraina, sampai hari ini, itu tidak ada pernyataan mengakhiri perang.
21:54Nah, sewaktu-waktu mereka bisa perang, tapi life goes on.
21:58Jadi, kehidupan sekarang, ya, kayak normal, walaupun sekali-sekali ada serangan, gitu ya, ada yang mungkin terkena dan lain sebagainya.
22:07Tetapi, kehidupan akan terus berlangsung.
22:10Terutama sekali, kalau masalah Selat Hormus ini, sebenarnya bisa diselesaikan oleh kedua negara, ya,
22:18dengan intervensi dari negara-negara lainnya.
22:21Nah, sekarang ini kan dicoba oleh Bahrain dan Amerika Serikat untuk melibatkan persyirikatan bangsa-bangsa,
22:28karena mereka memunculkan satu draft resolusi,
22:32di mana ini yang berkaitan dengan Selat Hormus.
22:37Nah, tetapi,
22:39maaf, Cina dan Rusia ini kelihatannya akan memfituh,
22:44karena akan dianggap bahwa ini syarat dengan kepentingan Amerika Serikat dan mengabaikan kepentingan Iran,
22:51dan Iran juga sudah sangat tidak setuju dengan resolusi yang dimunculkan oleh Bahrain dan Amerika Serikat.
22:57Jadi, mungkin tidak akan ada sekali lagi kesepakatan damai,
23:03tidak ada pernyataan perang itu selesai,
23:06masing-masing negara akan mengklaim bahwa kami sudah memenangkan perang,
23:09Trump sudah mengatakan angkatan perang Iran sudah habis dan lain sebagainya,
23:13sementara Iran akan mengatakan,
23:15kami sebagai negara yang diserang, kami tetap eksis sampai hari ini,
23:20dan kemudian ya tidak ada kesepakatan apapun,
23:24ya sudah, life goes on,
23:26meskipun ya mereka dalam situasi yang perang.
23:29Sampai dengan apa?
23:30Sampai dengan adanya pergantian pemimpin di salah satu negara atau di kedua negara.
23:35Seperti itu.
23:36Pergi dari gelanggang dengan mempertahankan harga diri masing-masing,
23:40itu yang mungkin terjadi, tapi waktu itu belum tiba.
23:44Tampaknya hingga saat ini.
23:45Terima kasih, Prof. Hikmahanto Juwana,
23:48Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia.
23:51Terima kasih juga, Mas Kishino Bawono,
23:53Pengambahan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan.
23:55Selamat malam.
23:57Selamat malam.
23:59Berikutnya saudara kami akan kembali dengan sonatan lainnya,
24:03masih di Sapa Indonesia Malam.
24:07Dalam kunjungannya ke Pulau Miangas,
24:09Presiden Prabowo Subianto meminta para jenderal untuk bernyanyi menghibur warga.
Komentar

Dianjurkan