Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengungkap praktik perjudian online jaringan internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, penyidik menemukan adanya aktivitas yang dilakukan secara terorganisir dan melibatkan warga negara asing dari berbagai negara.

"Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian penyelidikan yang panjang dengan adanya informasi dari masyarakat yang kemudian kami respons," kata Wira dalam konferensi pers.

Menurut dia, penyidik menemukan adanya aktivitas yang dilakukan secara terorganisir dan melibatkan warga negara asing dari berbagai negara.

Penggerebekan dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026, para pelaku disebut tengah menjalankan aktivitas perjudian online sehingga diamankan.

"Polisi mengamankan total 321 orang dengan rincian warga negara China dan Taiwan sebanyak 57 orang, warga negara Vietnam 228 orang, serta warga negara Laos 11 orang," kata Brigjen Wira.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan kurang lebih 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online.

Menurut Wira, situs-situs tersebut terus berganti untuk menghindari pemblokiran aparat.

Para pelaku dijerat Pasal 426 dan atau Pasal 607 junto Pasal 20 dan atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

#bareskrimpolri #hayamwuruk #judol

Baca Juga Momen Presiden Putin Saksikan Parade Militer, Inspeksi Pasukan hingga Ura Menggema! di https://www.kompas.tv/internasional/667866/momen-presiden-putin-saksikan-parade-militer-inspeksi-pasukan-hingga-ura-menggema



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667877/full-terkuak-bareskrim-gerebek-praktik-judol-di-hayam-wuruk-ratusan-wna-ditangkap
Transkrip
00:00Sore, salam segi kita sekalian, salam, om swastiastu, nama budaya, salam kebajikan, salam presisi.
00:10Rekan-rekan media, pertama-tama kami mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi dan masih bersama kami di sini.
00:20Ini, tentunya ini menjadi bagian perhatian kita bersama, maka teman-teman masih berkontribusi untuk menginformasikan kepada masyarakat apa yang terjadi
00:33pada hari ini.
00:33Teman-teman, pada hari ini Baris Krim Polri melalui Direkturat Tindak Pidana Umum Baris Krim Polri melakukan proses panjang dari
00:47penyelidikan.
00:48Kemudian juga sampai saat ini, rekan-rekan hadir di sini memasuki proses dari tindakan dalam proses penegakan hukum,
00:58yaitu pengungkapan dugaan tindak pidana perjudian online jaringan internasional.
01:06Rekan-rekan media perlu kami ketahui dan kami sampaikan juga apa yang kami dapatkan.
01:12Dan ini merupakan satu bagian yang terintegral dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia, program Asta Cita,
01:19di mana implementasi dalam proses penegakan hukum khususnya terkait dengan perjudian online apalagi jaringan internasional,
01:27tentu ini menjadi bagian perhatian kita bersama.
01:30Maka dari itu, hari ini saya bersama dengan Direkturat Tindak Pidana Umum Baris Krim Polri,
01:36dan juga dari set NCB di Hukum Inter Polri, dan tentunya nanti akan menyampaikan apa upaya-upaya langkah.
01:43Silakan pertanyakan, baik itu kualitas, kuantitas, maupun peran yang hari ini masih kita dapatkan.
01:49Hari ini kita masih melakukan terus sustainable, masih simultan dalam proses ini,
01:55tapi akan dijelaskan oleh Pak Direkturat Tindak Pidana Umum.
01:57Kami persilakan kepada Pak Direkturat Tindak Pidana Umum Baris Krim Polri.
02:03Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
02:07Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semua,
02:10Om Swastiastu, Namu Budaya, Salam Kekajikan.
02:14Yang kami hormati, Bapak Karupengmas, Pak SSNCB, beserta Kabupat Jantar,
02:22rekan-rekan tim penyidik.
02:30Tindak Pidana Umum Baris Krim Polri,
02:33pada kesempatan yang baik ini izinkanlah saya akan menyampaikan informasi kepada rekan-rekan sekalian
02:42terkait dengan pengungkapan tindak pidana perjudian online jaringan internasional.
02:53Ada pun tempat penangkapannya di mana rekan-rekan sekarang ini berdiri.
03:01Hal tersebut sebagai wujud implementasi daripada astasisa, Bapak Presiden Republik Indonesia.
03:10Pengungkapan ini merupakan tidak lanjut dari serangkaian penyelidikan yang panjang
03:17dengan adanya informasi dari masyarakat yang kemudian kami respon.
03:26Dari hasil penyelidikan tersebut, kami menemukan dugaan adanya aktivitas perjudian.
03:38melakukan secara terorganisir dan melibatkan warga negara asing dari berbagai macam negara.
03:50Rekan-rekan sekalian,
03:55dari pengungkapan ini
04:00di lapan-lapan tanggal 7 Mei hari Kamis,
04:06para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan,
04:12dalam arti para pelaku sedang melakukan
04:27...berhasil kita amankan...
04:34...satu orang.
04:36Ini dengan perincian dan cienis ataupun itu sebanyak 57 orang.
04:45Kemudian warga negara Vietnam sebanyak 228 orang.
04:51Warga negara Laos sebanyak...
04:58Kami telah mengamankan berbagai jenis barang bukti,
05:03yaitu periankas, paspor, handphone, laptop, PC, komputer, dan uang tunai dari berbagai macam negara.
05:18Dari hasil kompleksaan, penyidik telah menemukan kurang lebih sebanyak 75,
05:26saya ulangi lagi, 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online.
05:37...yang juga menghasilkan masyarakat tertentu...
05:45...guna menghindari pemblokiran.
05:49Rekan-rekan sekalian terhadap para...
05:54...orang yang kita amankan...
05:57...kita persangkakan dengan pasal 426 dan atau pasal 607...
06:07...junto pasal 20 dan atau pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023...
06:17...tentang KUHP...
06:19...dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian bidana.
06:25Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami juga melakukan joint operation dengan Kementerian Imigrasi...
06:37...guna mendalami apakah adanya tindak bidana lain yang akan nantinya akan kami buktikan.
06:52Rekan-rekan sekalian, saat ini tim penyidik dari Direkturat Tidak Bidana Umum Baris Krim Polri...
07:00...telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku...
07:07...atau pun orang yang sudah kita amankan.
07:10Kemudian kita juga melakukan penyitaan terhadap barang bukti.
07:15Kemudian kita sudah melakukan analisis terhadap digital forensik...
07:21...daripada perangkat elektronik yang dijadikan sarana bagi pelaku untuk melakukan aktivitasnya.
07:28Kemudian kita akan melakukan tracing terhadap aliran dana...
07:33...dan melakukan penusuran terhadap server ataupun IP actress daripada jaringan komunikasi.
07:44Selain itu juga kami akan melakukan penusuran terhadap para sponsor...
07:49...yang kemarin mendatangkan mereka dari luar negeri.
07:55Kemudian hal yang sangat penting kita juga akan melakukan koordinasi...
08:04...dengan separa stakeholder terkait dalam hal ini dengan PPATK...
08:09...kemudian dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
08:15Ini untuk tujuan nantinya pengembangan lebih lanjut.
08:20Demikian yang kami sampaikan wilayah topik walidaya.
08:24Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:26Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
08:27Terima kasih Bapak Dirti Bidum Barislin Polri.
08:30Rekan-rekan tentu Bapak Kapolri memberikan perhatian khusus...
08:34...terkait dengan hal-hal yang menjadi implementasi dalam Master Cita...
08:38...khususnya perjadian online apalagi jaringan internasional.
08:40Maka tentunya tadi ada joint investigation.
08:43Kolaborasi antara kepolisian dan juga dari Kementerian.
08:47Maka dari itu saat ini akan disampaikan oleh Set NCB...
08:50...terkait dengan langkah-langkah dari mulai kemarin sampai saat ini.
08:55Kami persilahkan pada Bapak Set NCB.
09:00Alhamdulillah.
09:02Bismillahirrahmanirrahim.
09:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:06Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita sekalian.
09:10Yang saya hormati Bapak Dirti Bidum Baris Krim Polri.
09:14Yang saya hormati Bapak Karopen Mas Difhumas Polri.
09:20Rekan-rekan penyidik dan rekan-rekan kami dari Difubintar Polri.
09:26Serta awak media yang insyaallah diberikan kesehatan hari ini bisa hadir di sini.
09:31Rekan-rekan perkembangan hari ini menunjukkan bahwa...
09:42...tindak pidat...
09:46...sebagaimana yang saya sampaikan kemarin saat kami di Batam...
09:53...mengungkap hal yang sama.
09:55Bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring...
10:04...baik itu scamming yang terdiri atas log scam, investasi online...
10:14...termasuk perjudian online.
10:16Di mana sebagai mana...
10:23...khususnya Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam...
10:31...yang selama ini menjadi basis-basis dari perekrutan dan aktivitas...
10:37...tindak pidana daring...
10:40...yang sasaran korbannya transnasional...
10:44...sasaran korbannya selalu warga negara asing...
10:48...setelah ditemui...
10:51...terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu...
10:54...tentunya sudah kami antisipasi...
11:06...sebut...
11:14...sebut...
11:15...sebut...
11:16...sebut...
11:17...sebut...
11:18...sebut...
11:18...sebut...
11:18...Bart dan Bogor.
11:20Dan hari ini 321 ada di Jakarta di Hayamuru.
11:25Jika rekan-rekan melihat situasi ini sangat tidak diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas tindak pidana dalam hal ini
11:42adalah gambling online.
11:43Ini menunjukkan bahwa ancaman tindak pidana transnasional yang dalam hal ini diungkap oleh tipidum baris timpolri, gambling online yang sasarannya
11:58tentu masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat di luar.
12:07Seperti yang rekan-rekan juga ketahui beberapa waktu yang lalu ada warga negara Indonesia juga yang diamankan di Thailand,
12:17dimana yang bersangkutan juga merupakan salah satu
12:22yang cukup besar dan beberapa waktu yang lalu kami dari NCB Interpol Jakarta juga menangkap pelaku dari Kamboja, ex-Kamboja,
12:39tapi dia menggunakan rute Kamboja, Thailand, kemudian Manila, Denpasar dan berhasil kami amankan di Denpasar yang bersangkutan WNI.
12:51Pola-pola inilah yang tentunya kami melakukan kolaborasi karena kami sadar tidak mungkin hanya Polri yang bisa bekerja sendiri,
13:00tentunya didukung oleh kementerian dan lembaga lainnya, dan kami juga sudah berkualitas oleh kementerian luar negeri untuk meng-highlight bahwa
13:13fenomena ini
13:19untuk kita melakukan duduk bersama, melakukan konsolidasi untuk pembentukan,
13:29karena jika dibiarkan, jika hanya Polri saja yang melakukan aksi tentunya tidak akan efektif.
13:37Dan kemarin kami juga sudah berkoordinasi, terutama dengan Bapak Dirtian Imigrasi,
13:42bagaimana untuk negara-negara yang kita indikasikan sebagai subject of interest atau SOI,
13:51dapat kita antisipasi, terutama yang sudah disebutkan oleh Bapak Dirtibidum tadi,
14:00di mana warga dari negara tersebut diindikasikan memiliki jejak digital untuk melakukan kejahatan transnational crime secara digital.
14:19Ya, rekan-rekan tahu Sihanokville, rekan-rekan tahu Maisot, rekan-rekan tahu Poipet, rekan-rekan tahu Miawadi, rekan-rekan tahu
14:28Bafet, rekan-rekan tahu Poipet.
14:31Di sanalah tempat server-server yang tadinya berada dan sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia.
14:40Demikian rekan-rekan yang bisa kami sampaikan secara singkat, terima kasih atas perhatiannya.
14:47Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
14:50Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
14:51Terima kasih Bapak ZNCB.
14:53Baik rekan-rekan, untuk proses ini tetap simultan, masih berlangsung.
15:00Tentu kerja-kerja satu hari ini sudah sangat optimal dan efektif dan sudah koordinasi serta kolaborasi.
15:07Namun saat ini saya berikan segmen tanya-jawab pada rekan-rekan, namun pada konteks, pada pengungkapan khususnya pada hari ini.
15:16Kami persilakan seluruh teman-teman untuk menanyakan segmen pertama, tiga penanyaan pertama, sebutkan nama, medianya, dan ditujukan kepada siapa.
15:24Saya lihat tadi pertama, Mas Hamam, yang kedua dari Nusantara TV, satu lagi, ECTV.
15:32Kami persilakan satu, Mas Hamam, yang pertama, ditujukan kepada siapa.
15:36Terima kasih Pak.
15:37Mungkin untuk Pak Dirtibidun.
15:41Yang ingin saya tanyakan, pertama ini Pak, sudah berapa lama jaringan ini beroperasi di gedung ini?
15:49Kemudian, kalau kita berkaca pada kasus atau operasi situs jodoh online di Kamboja kan, beberapa WNI di sana itu kan
15:56ada korban penipuan.
15:58Apakah dari yang 300 ini, itu semuanya, apa namanya, semuanya tahu akan bekerja sebagai operator jodoh online atau ada juga
16:07yang, apa namanya, korban penipuan dan sebagainya.
16:12Kemudian, satu lagi Pak, mereka ini apakah juga tinggal dan beroperasi di tempat ini, sekitar sini kan ada apartemen, hotel,
16:22segala macam, apakah terintegrasi di sini atau mereka mencar-mencar seperti apa Pak?
16:30Untuk, mungkin Pak, hanya sebagai pengendali seperti itu, kerocok-kerocoknya begitu Pak.
16:40Terima kasih, terima kasih Mas Amam. Satu-satu dulu ya, biar dijawab Pak Dirtibidun, biar fokus.
16:46Kami persilakan Pak Dirtibidun.
16:48Baik, terima kasih. Yang pertama tadi, sudah berapa lamatkah operasional daripada, ataupun aktivitas daripada masyarakat yang ada di atas?
17:04Dari hasil pemeriksaan, kurang lebih selama dua bulan, baru dua bulan, baru dua bulan.
17:16Kemudian, mereka rata-rata tinggal di daerah seputaran tower ini.
17:25Jadi, di atas itu, piur hanya digunakan untuk operasional daripada kegiatan perjudian online.
17:36Kemudian, terkait kedatangan mereka ke Indonesia, apakah dengan terpaksa ataupun dengan kesadaran sendiri dari hasil pemeriksaan, ini variatif.
17:53Namun, sebagian besar mereka memang sudah tahu kalau kesini tujuannya untuk bekerja di judi online.
18:00Kemudian, untuk apakah ada atau sudah ada bos di atasnya yang sediamankan di dalam rangkaian daripada perindakan yang sudah dilakukan.
18:16Bahwa sampai sekarang ini, kita masih fokus untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para pelaku yang sementara ini kami tangkap.
18:27Namun, tetap kita berkomitmen untuk melakukan pengembangan sampai dengan keatasnya.
18:35Yang sekarang ini ada hanya tarap sebagai koordinator daripada masing-masing jenis pekerjaan yang mereka, atau peran daripada mereka, para
18:47pelaku ini.
18:48Oke, demikian. Terima kasih.
18:49Cukup ya, Mas Amman, 4 pertanyaan tadi terjauh.
18:52Dari Indusentara TV, Pak Mirosel, sebutin nama, Mbak.
18:55Saya selamat dari Indusentara TV.
19:00Ini, apakah mereka masih ada di gedung ini saat ini, sebanyak 321 itu.
19:06Kemudian, apakah ada orang Indonesia yang terlibat?
19:08Soalnya yang tadi disebutkan bahwa sedang ditelusuri sponsor yang mendatangkan mereka.
19:13Terus, ini awal laporannya itu dari mana, Pak?
19:16Apakah dari laporan masyarakat atau tidak?
19:18Karena ini kan kawasannya cukup tertutup dengan pembangunan yang ada.
19:22Terus, jumlah mata uang asingnya apakah ini sudah dihitung atau belum?
19:26Terima kasih.
19:27Terima kasih, Pak.
19:28Langsung dijawab, Pak Durit.
19:29Baik, terima kasih.
19:31Terkait dengan sponsor, sampai saat ini kita sudah mendapatkan datanya.
19:35Hanya nanti tinggal kita pengembangan untuk proses berikutnya.
19:39Kemudian, yang kedua, informasi ini berasal dari laporan dari masyarakat
19:48tentang adanya aktivitas yang mungkin tidak biasa
19:53yang dilakukan oleh warga negara non-Indonesia atau warga negara ASI.
19:59Sehingga dari informasi tersebut, tim dari kami melakukan penyidikan
20:05dan Alhamdulillah mendapatkan informasi yang cukup akurat
20:08sehingga kita melakukan upaya penindakan.
20:16Jumlah nominan sebenarnya sudah...
20:23Ini berbagai macam mata uang, Pak.
20:25Nanti perinsiannya, nanti mungkin akan kita sampaikan lebih lanjut.
20:29Tapi yang pasti, untuk uang rupiah ini diperkirakan sekitar 1,9.
20:37Kalau tidak, 1,9 sekian.
20:45Pertahan uang Rp3.820.000, kemudian pecahan dolar itu sebanyak Rp10.210.000.
21:11Itu dari pecahan uang, pecahan uang yang berhasil kita sinta.
21:23Untuk para pelaku sampai saat ini masih ada di atas,
21:28masih kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman secara intensif.
21:33Jadi rekan-rekan, ini masih simultan ya, terus diakuan progres dalam proses penyidikan.
21:40Silahkan, satu lagi tadi, dari SCTV.
22:05Terima kasih.
22:19Pertama, apakah hukumnya akan dilakukan di dalam negeri?
22:25Kami...
22:31Kami sudah sampaikan tadi pasal yang kami bersangkakan,
22:35sesuai dengan peran masing-masing.
22:38Sampai saat...
22:48Masih akan kita lakukan pendalaman.
22:51Yang kedua tadi pertanyaan apa pas?
22:53Soal yang dijalankan seperti apa?
22:55Oke, baik.
22:57Untuk modus operandi yang dijalankan sama mereka,
23:00kami ulangi bahwa ini bukan skep ya pas.
23:03Ini adalah pure perjudian online.
23:05Jadi mereka menawarkan ada yang di bagian...
23:13...
23:15...
23:15...
23:16...
23:34tingkat atasnya untuk kurban mentara dari hasil penelusuran kami berdasarkan analisa
23:47bahwa yang menjadi korban ini rata-rata adalah warga negara luar karena bagian telemarketing
23:55ya bagian memblasting daripada web tersebut kemudian bagian customer service yang tugasnya
24:02untuk mencari nasabah baru itu rata-rata korbannya dari luar
24:18kami selepas berita penangkapan ini dari Bapak Jertipidum kami sudah melakukan koordinasi kepada
24:30NCB Interpol negara-negara yang disebutkan tadi dan tentunya kami meminta dukungan
24:38dukungan personel maupun peralatan yang dapat digunakan untuk mendukung dalam pengungkapan kasus ini
24:48tentunya kami tidak ingin
24:55laku tindakan kembali ke tanah airnya tanpa hujan
24:59dan itu akan berdampak membuat Indonesia dianggap sebagai sebuah negara yang safe heaven
25:07untuk melakukan tindak pidana transnasional
25:16komunikasi koordinasi dan kolaborasi dengan rekan-rekan atas kepolisian dari negara yang warganya terlibat
25:25dan tidak itu saja kami juga mengirimkan berita ini kepada Interpol Pusat
25:32Interpol Headquarters di Lyon Perancis tentang fenomena yang terjadi di Indonesia
25:38dan kami sudah menghubungi atase-atase kepolisian yang negaranya, warga negaranya terlibat
25:48untuk segera datang ke tempat kami
25:50ya demikian
25:51terima kasih Pak ZNCB dan Dirtipidum
25:54ada lagi rekan-rekan cukup?
25:56satu lagi dari dua ya?
25:59Kak Ondang silahkan
26:15maaf Bapak saya ondang reporter detikom mau tanya ke Pak Dir saya dulu soal
26:19mereka kan baru dua bulan di gedung ini Pak
26:22dari pemilik gedung sendiri apakah sudah mengetahui mereka operasinya terkait judul
26:30kemudian awal kali beroperasi mereka izinya bergerak di sektor apa
26:36dan mereka menyewa di dua lantai itu untuk berapa tahun atau sampai kapan
26:42kayak gitu apakah pemilik gedung juga akan diperiksa terkait kasus ini
26:45terus yang kedua mungkin tadi saya
26:54itu tadi udah diketahui enggak Pak dari mana?
26:57mungkin soal itu dulu Pak
27:01terima kasih
27:02mau lanjut satu lagi pertanyaan?
27:05satu dulu ya biar fokus ya
27:06satu-satu baik
27:08silahkan Pak Dirtipidum
27:09baik terima kasih Mbak
27:14bahwa kami berkomitmen untuk membuka ini semua dengan seluas-luasnya
27:22artinya kita tetap akan nanti melakukan pemeriksaan terhadap pemilik gedung termasuk siapa yang menyewa
27:31sampai dengan nanti menyediakan peralatan untuk aktivitas perjudian yang ada di Indonesia
27:38karena alatnya juga beri di sini
27:40kami akan melakukan penelusuran dan pendalaman secara seksama nantinya
27:45kemudian untuk gedung ini disewa selama satu tahun sementara
27:53tapi ini kami akan pastikan karena si penyewa juga masih akan kami cek nanti identitasnya di manajemen daripada Hayamon Tower
28:03ini
28:03kemudian yang kedua terkait dengan server apakah ada di mana
28:09tadi
28:10sampai saat ini kami masih melakukan penelusuran
28:13berdasarkan
28:15web yang ada
28:17server ini berada di luar negeri
28:22satu lagi mungkin
28:23321 ini sudah ditetapkan sebagai tersangka ya Pak
28:26untuk sementara kami sudah menetapkan sekitar 275 dan sisanya nanti masih akan kita pendalaman lebih lanjut
28:36karena kita harus menggandengkan peran daripada yang masih dalam pendalaman
28:44tambahkan Pak ZNCB
28:47Mbak Undang terkait dengan tadi Mbak menanyakan dua bulan sudah berada di sini
28:54nah tentunya sejak tanggal mereka memasuki wilayah negara Republik Indonesia
28:59itu sudah terhitung
29:01untuk bebas visa
29:03BVS
29:05imigrasi hanya mengizinkan seseorang dengan visa wisata 30 hari
29:12artinya jika dia sudah dua bulan yang bersangkutan sudah overstayer
29:17nah mereka sudah melakukan tindak pidana keimigrasian
29:22ya terima kasih
29:24terima kasih Pak ZNCB
29:26ya masih secara simultan progresnya dalam proses penyidikan
29:30bersilakan satu lagi tadi
29:32izin Pak
29:33aku tauhirin dari seananindonesia.com
29:35mau tanya soal tadi Pak ZNCB
29:38terkait
29:40tadi menyebut kalau sekarang Indonesia sudah menjadi negara tujuan untuk
29:44agen apa
29:45bisnis-bisnis judul itu ya
29:47apa alasannya Pak
29:49dan sejauh ini
29:50apakah ZNCB sudah mengantongi datanya
29:54sebaranya dan mungkin jumlahnya Pak
29:56dan alasannya tadi mungkin apa
29:59itu saja terima kasih Pak
30:00terima kasih
30:02kami bersolah kan Pak ZNCB
30:04ya terima kasih Mas
30:06tentu kalau jumlahnya kami belum mengetahui ya
30:09secara spesifik
30:10namun
30:11yang menjadi negara sasaran destination country
30:15bukan hanya Indonesia
30:16Filipin
30:18ini juga salah satu destinasi
30:20kemudian
30:23Timor Leste
30:24juga menjadi salah satu destinasi
30:27dan itu sudah kita ketahui semua
30:30pergerakan device
30:31dan
30:34untuk evidence-nya barang bukti juga sudah kita temukan juga
30:38hanya kebetulan saja
30:40tetapi bukan hanya Indonesia
30:42kalau agak jauh sedikit
30:44agak mainnya agak jauh
30:46Uni Emirat Arab
30:47Dubai
30:48agak jauhan dikit lagi
30:50Afrika Selatan
30:52Pretoria
30:52Johannesburg
30:54itu juga sudah menjadi destinasi juga
30:56jadi bukan hanya Indonesia
30:58nah karena
30:58mereka selalu menyasar
31:00negara-negara
31:02yang memiliki peluang
31:03apalagi
31:04Mas Tau
31:05kemarin veteran-veteran dari
31:08Kambodia
31:09sebegitu banyak
31:12yang terakhir kami update itu
31:14lebih dari 6.000 WNI kita
31:17yang menjadi operator
31:20tindak pidana daring
31:22ya tidak hanya judi online
31:24tetapi skam
31:25dan turunannya
31:29alasannya belum Pak?
31:32alasannya
31:32nah tentunya mereka kesini ada yang mengundang
31:35yang mengundang siapa?
31:37teman-temannya
31:38ex-veteran-veteran dari
31:42Kambodja
31:43karena misalnya kita jujur
31:46kita lihat
31:47warga negara-warga negara
31:49yang datang kesini adalah
31:50Vietnam
31:51Kamboja
31:52Laos
31:52Thailand
31:53Myanmar
31:53itu daerah Indochina
31:57maksudnya kenapa Indonesia
31:58akhirnya jadi negara tujuan gitu Pak?
32:00sebetulnya bukan akhirnya
32:01menjadi daerah tujuan
32:03tetapi berdasarkan undangan
32:05ajakan
32:05dan
32:06ada
32:07fasilitas
32:09bebas visa
32:10kunjungan
32:11kan
32:12kita juga sadar
32:13di satu sisi
32:14pemerintah kita juga butuh
32:16adanya peningkatan angka pariwisata
32:19itu tidak bisa dipungkiri
32:21ya
32:21kita butuh
32:23adanya kunjungan wisatawan
32:24ke Indonesia
32:25tetapi
32:26di sisi lain
32:28nah memang
32:28ini ada seperti dua sisi mata uang
32:30sisi terang dan sisi gelap
32:33terima kasih
32:34baik cukup ya
32:35rekan-rekan
32:35ini prosesnya masih
32:37sustainable terus
32:38simultan
32:39dan nanti progresnya
32:41akan disampaikan kembali
32:42proses ini juga
32:43masih dilakukan penyidikan
32:44kembali kepada
32:44sisa tadi dari
32:46321 orang
32:47maka
32:48kita mengharapkan
32:49tentunya teman-teman
32:51bisa memberikan
32:51informasi yang
32:52betul-betul
32:53terverifikasi
32:55dan sekali lagi
32:56Bapak Kapolri
32:57sangat
33:02berkomitmen
33:02untuk terintegrasi
33:04bagian
33:05daripada
33:06mewujudkan
33:06mensukseskan
33:07dan juga
33:08mengimplementasikan
33:09program Bapak Presiden
33:10Republik Indonesia
33:11yaitu Astacipta
33:12itu dulu rekan-rekan
33:13saya tutup
33:13terima kasih
33:14wassalamualaikum
33:15warahmatullahi wabarakatuh
Komentar

Dianjurkan