Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto resmi menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden kembali menegaskan prinsip diplomasi Indonesia yang bebas aktif dan menolak segala bentuk penggunaan kekuatan militer dalam penyelesaian konflik global.

Presiden Prabowo Subianto menerima sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara-negara sahabat, yaitu Filipina, Sri Lanka, Ceko, Yunani, Palestina, Lebanon, Korea Selatan, dan Saint Lucia.

Para duta besar menyerahkan surat kepercayaan yang menandai dimulainya masa tugas para diplomat di Indonesia.

Penyerahan surat kepercayaan merupakan bagian penting dalam hubungan diplomatik antarnegara.

Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, mengatakan Presiden memohon maaf atas keterlambatan jadwal prosesi kredensial karena padatnya agenda pemerintahan dan fokus penanganan situasi global.

Menurut Anis Matta, sejumlah rekonsiliasi global turut menjadi perhatian, termasuk potensi tiga skenario yang kini berkembang di Timur Tengah.

Indonesia sendiri terus mendorong upaya deeskalasi demi membangun perdamaian jangka panjang serta mengubah zona konflik menjadi zona pembangunan.

#presidenprabowo #dubesnegarasahabat #suratkepercayaan

Baca Juga Pengesahan UU Polri soal Usia Pensiun, Tamtama & Bintara 59 Tahun Perwira 60 Tahun | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/673771/pengesahan-uu-polri-soal-usia-pensiun-tamtama-bintara-59-tahun-perwira-60-tahun-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673774/presiden-prabowo-resmi-terima-surat-kepercayaan-dari-9-dubes-negara-sahabat-jmp
Transkrip
00:00Presiden Prabowo Zubianto resmi menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar negara sahabat di Istana Mereka Jakarta.
00:07Presiden kembali menegaskan prinsip diplomasi Indonesia bebas aktif dan menolak segala bentuk penggunaan kekuatan militer dalam penyelesaian konflik global.
00:19Bapak Presiden yang kami hormati.
00:28Bapak Presiden Prabowo Zubianto menerima sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara-negara sahabat.
00:36Filipina, Sri Lanka, Ceko, Yunani, Palestina, Lebanon, Korea Selatan, dan San Lucia.
00:46Para duta besar menandai dimulainya masa tugas para diplomat di Indonesia.
00:54Penyerahan surat kepercayaan bagian penting hubungan diplomatik antar negara.
00:59Wakil Menteri Luar Negeri Anies Mata bilang,
01:02Presiden memohon maaf atas keterlambatan jadwal prosesi kredensial
01:06karena padatnya agenda pemerintahan dan fokus penanganan situasi global.
01:11Menurut Anies Mata, sejumlah rekonsiliasi global turut jadi perhatian
01:16termasuk potensi tiga skenario yang kini berkembang di Timur Tengah.
01:20Indonesia sendiri terus mendorong upaya deeskalasi demi membangun perdamaian jangka panjang
01:26serta mengubah zona konflik menjadi zona pembangunan.
01:33Beliau meminta maaf atas keterlambatan ini kepada seluruh para Dugos
01:40dan murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau.
01:45Tidak ada liat sama sekali untuk menunda-nunda pemberian kredensial ini sama sekali.
01:53Murni karena masalah jadwal yang sangat padat dari pelantikan dan situasi fokus beliau kepada penanganan situasi global
02:02yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh.
Komentar

Dianjurkan