00:00Bung, aku minta klarifikasi ya.
00:02Dulu waktu Bung Hasan itu diganti,
00:04itu kan kemudian ramai diberitakan di social media itu
00:08sebagai bersih-bersih orangnya Pak Jokowi.
00:11Ya terus kalau yang sekarang apa dong?
00:12Nah sekarang katanya solo kembali lagi.
00:15Ya.
00:15Apakah benar Bung Hasan ini representasi hadirnya kembali Pak Jokowi
00:21di timnya Pak Prabowo?
00:23Kalau menurut saya orang yang mengaitkan
00:26keputusan-keputusan Pak Prabowo hari ini
00:30kemudian dengan bersih-bersih orang Jokowi
00:32atau kembalinya orang Jokowi
00:34itu pasti akan menemukan kesimpulan yang salah.
00:38Kan presiden kita ini bukan patung.
00:41Presiden kita ini orang yang paling powerful
00:42di Republik ini saat ini.
00:45Siapapun yang jadi presiden akan jadi orang yang paling powerful.
00:47Jadi kalau dia mengeluarkan orang
00:50dari tim yang lagi main, itu keputusan beliau.
00:54Kalau beliau masukin lagi, orang itu juga keputusan.
00:57keputusan beliau.
00:58Jadi gak ada urusannya dengan orangnya siapa, orangnya siapa.
01:02Dan yang paling mengherankan saya,
01:05kenapa harus dipertentangkan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi?
01:09Mereka kan sekutu.
01:11Kan aneh analisis berbasis pertentangan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi.
01:17Orang sekutu kok.
01:18Orang yang jadi timnya,
01:21tim yang kemarin gak sama-sama Pak Prabowo aja diajak masuk kabinet kok.
01:25Maaf-maaf ya.
01:26Maksudnya Cahimin kan kandidat Cewapres di klub sebelah.
01:31Jadi Menko.
01:33Kemarin Menteri Lingkungan Hidup juga
01:36salah satu tim sukses di tim lain.
01:39Diajak masuk sama Pak Prabowo.
01:41Anda ingin mengatakan kalau toh memang
01:43mengambil orang yang terasosiasi dengan Pak Jokowi,
01:46kenapa aneh?
01:47Ingat sekutunya Pak Prabowo.
01:48Atau begini,
01:49saya juga mendengar kenapa Bung Hasan yang dipanggil lagi
01:51karena podcastnya setelah gak menjadi,
01:55dulu kan namanya sebelum PCO,
01:57apa namanya,
01:58ganti-ganti melulusi namanya.
02:00Mikrofon Hasan Asbi tetap.
02:01Hah?
02:01No.
02:02Sebelum diganti ke BAKOM,
02:04namanya.
02:05Principal Communication Office.
02:07Presidensial Communication Office.
02:09Nah, karena katanya Bung Hasan ini sering bikin podcast
02:13yang betul-betul membelah kebijakan Presiden
02:15dan Pak Prabowo happy dengan itu.
02:18Nah, kalau bicara belain Presiden sekarang
02:21dan dulu kan sebenarnya,
02:23apa sih kenapa Bung Hasan baru-baru belakangan ini saja,
02:29di-assess ternyata,
02:31oh ini bagus ini untuk menjadi bagian dari komunikasi Presiden.
02:34Nah, kalau itu walau alam.
02:36Tapi kayak yang saya bilang tadi,
02:38saya kan gak pindah klub.
02:40Keluar lapangan gak main lagi, iya.
02:42Tapi kan saya gak pindah, pindah kelam.
02:44Apa yang sebenarnya ingin diperkuat oleh Presiden
02:47dari sisi komunikasi, Bung Hasan?
02:50Jadi ini gak ada urusan dengan misalnya komunikasi lemah,
02:54komunikasi belum optimal.
02:55Tapi kan,
02:58pemerintah senantiasa harus terus memperkuat
03:04semua lini, termasuk lini komunikasi.
03:07Jadi, kalau misalnya ada tambahan,
03:10itu kayak tambahan tenaga.
03:12Kayak tambahan tenaga,
03:13kayak tambahan mesin,
03:14kayak tambahan CC mobil lah.
03:16Kayak tambahan sumber daya manusia
03:19yang mengurusi persoalan-persoalan komunikasi.
03:25Tapi kan kehadiran Bung Hasan,
03:27atau kemudian Mas Angga diganti
03:29dari Bakom, terus Mas Kodari yang masuk.
03:32Itu kan bukan tanpa alasan.
03:35Tentu kan ada strategi yang ingin diubah.
03:38Ya, kayak format ini aja.
03:40Kayak format pelatih,
03:43mau formasi berapa ini?
03:44Mau dua penyerang,
03:46mau satu penyerang,
03:47mau tiga pemain bertahan,
03:49mau empat pemain bertahan.
03:49Itu informasinya kayak gitu aja.
03:51Kenapa? Apakah selama ini
03:53komunikasi dikurang strikernya?
03:55Karena kalau kita lihat Bung Kodari kan
03:57dia memang rajin untuk...
03:59Mungkin harus lebih apa ya?
04:01Mungkin harus lebih...
04:05Nanti kalau kata-katanya menyerang,
04:07orang nge-spinnya jadi beda.
04:09Tapi memang harus lebih agresif.
04:12Lebih agresif itu karena sekarang
04:15informasi yang beredar itu banyak sekali.
04:17Baik yang bisa dipertanggungjawabkan,
04:19maupun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
04:22Dan dunia digitalnya
04:24enggak ada regulasi yang cukup kuat
04:25untuk mengatur
04:26apakah ini informasinya benar atau tidak.
04:30Apakah kesalahpahaman...
04:31Mung Hasan, koreksi saya.
04:31Tapi begini,
04:33semakin banyak jubir,
04:34apakah memang semakin
04:35membuat komunikasi
04:37tentang kebijakan kepala negara itu
04:39bisa diterima dengan baik?
04:41Mungkin dalam bahasa Inggris,
04:41the more is the merrier.
04:43Tapi rasanya untuk jubir.
04:44Apa enggak makin...
04:46Tapi kan enggak ada teori tunggal untuk itu.
04:49Orang mungkin salah beranggapan
04:51bahwa semuanya harus satu pintu itu salah.
04:54Masa menteri ke lapangan ditanya orang
04:55dia enggak boleh jawab itu juga salah.
04:57Menteri juga punya otoritas
04:59untuk menjawab pertanyaannya
05:01pertanyaannya wartawan
05:02kalau ditanya saat itu.
05:04Masa dia harus lempar
05:05tanya sama jubir?
05:06Persis.
05:07Enggak begitu kan?
05:07Ya, kalau secara teknis seperti itu.
05:09Tapi kalau untuk urusan teknis, iya.
05:11Tapi banyak sekali orang yang kemudian
05:14what's so called jubir,
05:16apa tidak membuat semakin...
05:18Tapi saya bukan jubir loh.
05:19Ya, penasihat khusus.
05:21Apa enggak lebih membingungkan ya?
05:25Enggak.
05:26Kan lebih memperkuat sekarang
05:29pesannya
05:31seirama apa enggak.
05:33Jadi alat musik itu makin beragam
05:35juga makin indah kok.
05:37Asal nadanya sama kan?
05:38Ya.
05:38Asal chord-nya selaras kan?
05:43Yang kalau sumbang-sumbang itu kan
05:45yang bikin ininya.
05:46Tapi selama chord-nya selaras
05:47tambah banyak kelat musik
05:49tambah bagus kok.
05:50Nyanyiannya sama kok.
05:52Harusnya begitu.
05:52Tetapi sekarang kan
05:55juga sering mendapat keterangan
05:58yang berbeda-beda.
06:00Nah, pernah enggak sih
06:02Bung Hasan?
06:03Bukan keterangan yang berbeda-beda.
06:04Atau penjelasan yang bertolak
06:06belakang satu sama lain.
06:07Contohnya apa?
06:07Contohnya
06:08misalnya soal mobil
06:10import dari India
06:12sudah kemudian ditengahi oleh
06:15wakil ketua DPR
06:17ditunda dulu
06:18tetapi kemudian ternyata
06:19mobilnya sudah ada
06:20di Tanjung Priuk.
06:22Buat saya itu bukan
06:23keterangan yang berbeda-beda
06:24tapi ada
06:26otoritas-otoritas kelembagaan
06:29yang belum betul-betul padu.
06:31Karena ada lembaga-lembaga baru juga.
06:33Ada lembaga ini
06:34kalau main bola itu ya
06:35pasti ada juga yang kena kartu kuning
06:38ada yang slidingnya enggak pas
06:40kena kaki lawan
06:41ada juga yang enggak begitu
06:42tapi bukan berarti
06:42secara keseluruhan
06:43timnya bermain jelek
06:45enggak kayak gitu.
06:46Tetapi lebih kepada
06:47karena masih ada lembaga baru
06:48tapi Anda mengakui dong
06:51kalau yang seperti ini
06:52membuat publik
06:52merasa bahwa
06:53merasa bahwa apa?
06:55merasa bahwa
06:56sesuatu
06:57kebijakan ini
06:58seperti
06:58bertolak belakang
06:59sudah dibilang
07:00ditunda dulu
07:01tetapi ternyata ada.
07:02Kan ini bukan melulu tentang
07:05ini koordinasi
07:06yang cukup fatal.
07:08Enggak juga.
07:08miskoordinasi yang cukup fatal.
07:10Ada
07:10ada
07:11yang belum betul-betul
07:12klub itu biasa aja.
07:14Bahkan pemerintahan
07:15sudah dua periode
07:16juga ada aja
07:16juga yang kayak gitu.
07:17Apalagi ini pemerintahan
07:18baru
07:18satu
07:19setengah tahun.
07:21Oke.
07:21Bung Hasan
07:21sebagai seorang
07:24komunikator
07:25di pemerintahan
07:25menurut Anda
07:27perlu enggak sih
07:28ketika ada sesuatu
07:29yang
07:30tidak pas
07:31atau miskoordinasi
07:32atau memang kelalaian
07:34pemerintah itu
07:35paling tidak menunjukkan
07:36empatinya
07:36dengan mengatakan
07:37minta maaf.
07:39Untuk hal-hal
07:40yang berurusan
07:41dengan
07:42misalnya
07:43kepentingan orang banyak
07:45bencana
07:47kecelakaan
07:49perlu pemerintahan
07:50minta maaf.
07:51Pernah enggak itu?
07:53Ada.
07:54Kapan?
07:56Ya kalau misalnya
07:56bencana ya
07:57mohon maaf
07:58belum maksimal
07:58itu presiden juga bilang
07:59kayak gitu.
08:00Untuk kecelakaan kan
08:02presiden langsung turun
08:03memperlihatkan empati.
08:04Atau seperti
08:05Menteri Pemberdayaan
08:06Perempuan dan Anak.
08:07Beliau sudah minta maaf.
08:08Ya itu minta maaf.
08:09Kita apresiasi.
08:10Yang kayak gitu-gitu tuh
08:12berharap sama sekali
08:13tidak ada orang salah
08:14itu naif.
08:15Ini sama kayak
08:16Membolang
08:16berharap
08:17enggak ada yang salah oper
08:18itu juga naif.
08:19Pasti ada sekali-sekali
08:20salah oper juga.
08:21Opernya kelahuan gitu.
08:22Ada juga.
08:24Dunia hidup tuh
08:25kayak gitu.
08:25Menghadap semuanya sempurna
08:26dari awal sampai akhir
08:27itu enggak akan ada.
08:28Tapi bahwa secara
08:29keseluruhan
08:30mainnya bagus apa enggak.
08:31Makanya saya bilang
08:32kalau mau bilang
08:33ini jelek atau bagus
08:34harus ada alat ukur
08:36yang bisa diterima bersama.
08:38Makanya saya selalu
08:39sodorkan
08:39hari ini
08:40kecuali orang bisa
08:41sodorkan yang lain
08:42hari ini alat ukur
08:43yang paling valid
08:44untuk memperlihatkan
08:45kinerja maupun komunikasi
08:47pemerintah itu apa?
08:48Approval rating.
08:51Kalau approval ratingnya
08:53misalnya masih 70%
08:54itu artinya
08:547 dari 10 orang
08:55approve
08:56dengan apa yang dilakukan
08:57oleh pemerintah.
08:58Enggak salah paham.
08:59Tiga orang
09:00makin salah paham.
09:01Tapi tiga orang
09:02yang salah paham ini
09:04makanya tambah tenaga
09:05terus supaya
09:06makin sedikit orang
09:07yang salah paham
09:08terhadap
09:08apa yang dilakukan pemerintah.
09:10Jadi Anda melihat
09:11ini lebih pada
09:11orang salah paham
09:12bukan dari soal
09:15orang yang benar-benar
09:16secara genuine
09:17mau
09:19memberikan masukan
09:20atau kritik
09:20pada kebijakan pemerintah.
09:22Lo yang masukin kritik
09:23itu banyak
09:24dan sama sekali enggak.
09:25Kalau kritik
09:26hampir enggak di-counter
09:27kalau kritik itu.
09:29misalnya ada
09:30keracunan dalam
09:31makan bergizi gratis
09:32enggak di-counter
09:33dengan
09:34maksudnya
09:35dijelaskan iya
09:36tapi enggak di-counter
09:36dengan berlebihan
09:37tapi yang sifatnya
09:38fitnah salah paham
09:39ya kita harus
09:39sekuat tenaga
09:41untuk menjelaskan itu.
09:42Dan ini sekarang
09:43tugas tambahan Anda?
09:45Saya lebih
09:46menyiapkan masukan-masukan
09:47apa yang harus dilakukan.
09:49Tapi kalau dibutuhkan
09:50tenaga tambahan
09:51untuk tampil
09:52untuk berbicara di depan
09:53kita siap.
09:54Oke.
Komentar