Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, membantah anggapan bahwa masuk atau keluarnya sosok tertentu dari lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan "orang Jokowi".

Hasan menilai analisis yang mengaitkan keputusan Presiden Prabowo dengan upaya bersih-bersih atau kembalinya pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo merupakan kesimpulan yang keliru.

"Kalau menurut saya orang yang mengaitkan keputusan-keputusan Pak Prabowo hari ini kemudian dengan bersih-bersih orang Jokowi atau kembalinya orang Jokowi itu pasti akan menemukan kesimpulan yang salah," kata Hasan.

Hasan menegaskan, seluruh keputusan terkait susunan tim pemerintahan sepenuhnya berada di tangan presiden.

Menurut Hasan, keputusan Presiden Prabowo untuk mengeluarkan maupun kembali memasukkan seseorang ke dalam tim merupakan hak prerogatif kepala negara.

"Dan yang paling mengherankan saya, kenapa harus dipertentangkan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi? Mereka kan sekutu. Kan aneh analisis berbasis pertentangan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi. Orang sekutu kok," tegasnya.

Untuk memperkuat argumennya, Hasan mencontohkan sejumlah tokoh dari kubu politik berbeda yang tetap diajak bergabung ke pemerintahan oleh Prabowo.

Ia lalu mencontohkan Muhaimin Iskandar hingga Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol yang menurutnya berasal dari kubu berbeda saat Pilpres 2024 lalu.

Hasan pun mempertanyakan mengapa publik harus heran jika ada sosok yang dianggap dekat dengan Jokowi masuk ke pemerintahan Prabowo.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/G9YV_CCvsDY



#hasannasbi #prabowo #jokowi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/667822/hasan-nasbi-jawab-isu-kembalinya-orang-jokowi-ke-lingkar-prabowo-rosi
Transkrip
00:00Bung, aku minta klarifikasi ya.
00:02Dulu waktu Bung Hasan itu diganti,
00:04itu kan kemudian ramai diberitakan di social media itu
00:08sebagai bersih-bersih orangnya Pak Jokowi.
00:11Ya terus kalau yang sekarang apa dong?
00:12Nah sekarang katanya solo kembali lagi.
00:15Ya.
00:15Apakah benar Bung Hasan ini representasi hadirnya kembali Pak Jokowi
00:21di timnya Pak Prabowo?
00:23Kalau menurut saya orang yang mengaitkan
00:26keputusan-keputusan Pak Prabowo hari ini
00:30kemudian dengan bersih-bersih orang Jokowi
00:32atau kembalinya orang Jokowi
00:34itu pasti akan menemukan kesimpulan yang salah.
00:38Kan presiden kita ini bukan patung.
00:41Presiden kita ini orang yang paling powerful
00:42di Republik ini saat ini.
00:45Siapapun yang jadi presiden akan jadi orang yang paling powerful.
00:47Jadi kalau dia mengeluarkan orang
00:50dari tim yang lagi main, itu keputusan beliau.
00:54Kalau beliau masukin lagi, orang itu juga keputusan.
00:57keputusan beliau.
00:58Jadi gak ada urusannya dengan orangnya siapa, orangnya siapa.
01:02Dan yang paling mengherankan saya,
01:05kenapa harus dipertentangkan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi?
01:09Mereka kan sekutu.
01:11Kan aneh analisis berbasis pertentangan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi.
01:17Orang sekutu kok.
01:18Orang yang jadi timnya,
01:21tim yang kemarin gak sama-sama Pak Prabowo aja diajak masuk kabinet kok.
01:25Maaf-maaf ya.
01:26Maksudnya Cahimin kan kandidat Cewapres di klub sebelah.
01:31Jadi Menko.
01:33Kemarin Menteri Lingkungan Hidup juga
01:36salah satu tim sukses di tim lain.
01:39Diajak masuk sama Pak Prabowo.
01:41Anda ingin mengatakan kalau toh memang
01:43mengambil orang yang terasosiasi dengan Pak Jokowi,
01:46kenapa aneh?
01:47Ingat sekutunya Pak Prabowo.
01:48Atau begini,
01:49saya juga mendengar kenapa Bung Hasan yang dipanggil lagi
01:51karena podcastnya setelah gak menjadi,
01:55dulu kan namanya sebelum PCO,
01:57apa namanya,
01:58ganti-ganti melulusi namanya.
02:00Mikrofon Hasan Asbi tetap.
02:01Hah?
02:01No.
02:02Sebelum diganti ke BAKOM,
02:04namanya.
02:05Principal Communication Office.
02:07Presidensial Communication Office.
02:09Nah, karena katanya Bung Hasan ini sering bikin podcast
02:13yang betul-betul membelah kebijakan Presiden
02:15dan Pak Prabowo happy dengan itu.
02:18Nah, kalau bicara belain Presiden sekarang
02:21dan dulu kan sebenarnya,
02:23apa sih kenapa Bung Hasan baru-baru belakangan ini saja,
02:29di-assess ternyata,
02:31oh ini bagus ini untuk menjadi bagian dari komunikasi Presiden.
02:34Nah, kalau itu walau alam.
02:36Tapi kayak yang saya bilang tadi,
02:38saya kan gak pindah klub.
02:40Keluar lapangan gak main lagi, iya.
02:42Tapi kan saya gak pindah, pindah kelam.
02:44Apa yang sebenarnya ingin diperkuat oleh Presiden
02:47dari sisi komunikasi, Bung Hasan?
02:50Jadi ini gak ada urusan dengan misalnya komunikasi lemah,
02:54komunikasi belum optimal.
02:55Tapi kan,
02:58pemerintah senantiasa harus terus memperkuat
03:04semua lini, termasuk lini komunikasi.
03:07Jadi, kalau misalnya ada tambahan,
03:10itu kayak tambahan tenaga.
03:12Kayak tambahan tenaga,
03:13kayak tambahan mesin,
03:14kayak tambahan CC mobil lah.
03:16Kayak tambahan sumber daya manusia
03:19yang mengurusi persoalan-persoalan komunikasi.
03:25Tapi kan kehadiran Bung Hasan,
03:27atau kemudian Mas Angga diganti
03:29dari Bakom, terus Mas Kodari yang masuk.
03:32Itu kan bukan tanpa alasan.
03:35Tentu kan ada strategi yang ingin diubah.
03:38Ya, kayak format ini aja.
03:40Kayak format pelatih,
03:43mau formasi berapa ini?
03:44Mau dua penyerang,
03:46mau satu penyerang,
03:47mau tiga pemain bertahan,
03:49mau empat pemain bertahan.
03:49Itu informasinya kayak gitu aja.
03:51Kenapa? Apakah selama ini
03:53komunikasi dikurang strikernya?
03:55Karena kalau kita lihat Bung Kodari kan
03:57dia memang rajin untuk...
03:59Mungkin harus lebih apa ya?
04:01Mungkin harus lebih...
04:05Nanti kalau kata-katanya menyerang,
04:07orang nge-spinnya jadi beda.
04:09Tapi memang harus lebih agresif.
04:12Lebih agresif itu karena sekarang
04:15informasi yang beredar itu banyak sekali.
04:17Baik yang bisa dipertanggungjawabkan,
04:19maupun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
04:22Dan dunia digitalnya
04:24enggak ada regulasi yang cukup kuat
04:25untuk mengatur
04:26apakah ini informasinya benar atau tidak.
04:30Apakah kesalahpahaman...
04:31Mung Hasan, koreksi saya.
04:31Tapi begini,
04:33semakin banyak jubir,
04:34apakah memang semakin
04:35membuat komunikasi
04:37tentang kebijakan kepala negara itu
04:39bisa diterima dengan baik?
04:41Mungkin dalam bahasa Inggris,
04:41the more is the merrier.
04:43Tapi rasanya untuk jubir.
04:44Apa enggak makin...
04:46Tapi kan enggak ada teori tunggal untuk itu.
04:49Orang mungkin salah beranggapan
04:51bahwa semuanya harus satu pintu itu salah.
04:54Masa menteri ke lapangan ditanya orang
04:55dia enggak boleh jawab itu juga salah.
04:57Menteri juga punya otoritas
04:59untuk menjawab pertanyaannya
05:01pertanyaannya wartawan
05:02kalau ditanya saat itu.
05:04Masa dia harus lempar
05:05tanya sama jubir?
05:06Persis.
05:07Enggak begitu kan?
05:07Ya, kalau secara teknis seperti itu.
05:09Tapi kalau untuk urusan teknis, iya.
05:11Tapi banyak sekali orang yang kemudian
05:14what's so called jubir,
05:16apa tidak membuat semakin...
05:18Tapi saya bukan jubir loh.
05:19Ya, penasihat khusus.
05:21Apa enggak lebih membingungkan ya?
05:25Enggak.
05:26Kan lebih memperkuat sekarang
05:29pesannya
05:31seirama apa enggak.
05:33Jadi alat musik itu makin beragam
05:35juga makin indah kok.
05:37Asal nadanya sama kan?
05:38Ya.
05:38Asal chord-nya selaras kan?
05:43Yang kalau sumbang-sumbang itu kan
05:45yang bikin ininya.
05:46Tapi selama chord-nya selaras
05:47tambah banyak kelat musik
05:49tambah bagus kok.
05:50Nyanyiannya sama kok.
05:52Harusnya begitu.
05:52Tetapi sekarang kan
05:55juga sering mendapat keterangan
05:58yang berbeda-beda.
06:00Nah, pernah enggak sih
06:02Bung Hasan?
06:03Bukan keterangan yang berbeda-beda.
06:04Atau penjelasan yang bertolak
06:06belakang satu sama lain.
06:07Contohnya apa?
06:07Contohnya
06:08misalnya soal mobil
06:10import dari India
06:12sudah kemudian ditengahi oleh
06:15wakil ketua DPR
06:17ditunda dulu
06:18tetapi kemudian ternyata
06:19mobilnya sudah ada
06:20di Tanjung Priuk.
06:22Buat saya itu bukan
06:23keterangan yang berbeda-beda
06:24tapi ada
06:26otoritas-otoritas kelembagaan
06:29yang belum betul-betul padu.
06:31Karena ada lembaga-lembaga baru juga.
06:33Ada lembaga ini
06:34kalau main bola itu ya
06:35pasti ada juga yang kena kartu kuning
06:38ada yang slidingnya enggak pas
06:40kena kaki lawan
06:41ada juga yang enggak begitu
06:42tapi bukan berarti
06:42secara keseluruhan
06:43timnya bermain jelek
06:45enggak kayak gitu.
06:46Tetapi lebih kepada
06:47karena masih ada lembaga baru
06:48tapi Anda mengakui dong
06:51kalau yang seperti ini
06:52membuat publik
06:52merasa bahwa
06:53merasa bahwa apa?
06:55merasa bahwa
06:56sesuatu
06:57kebijakan ini
06:58seperti
06:58bertolak belakang
06:59sudah dibilang
07:00ditunda dulu
07:01tetapi ternyata ada.
07:02Kan ini bukan melulu tentang
07:05ini koordinasi
07:06yang cukup fatal.
07:08Enggak juga.
07:08miskoordinasi yang cukup fatal.
07:10Ada
07:10ada
07:11yang belum betul-betul
07:12klub itu biasa aja.
07:14Bahkan pemerintahan
07:15sudah dua periode
07:16juga ada aja
07:16juga yang kayak gitu.
07:17Apalagi ini pemerintahan
07:18baru
07:18satu
07:19setengah tahun.
07:21Oke.
07:21Bung Hasan
07:21sebagai seorang
07:24komunikator
07:25di pemerintahan
07:25menurut Anda
07:27perlu enggak sih
07:28ketika ada sesuatu
07:29yang
07:30tidak pas
07:31atau miskoordinasi
07:32atau memang kelalaian
07:34pemerintah itu
07:35paling tidak menunjukkan
07:36empatinya
07:36dengan mengatakan
07:37minta maaf.
07:39Untuk hal-hal
07:40yang berurusan
07:41dengan
07:42misalnya
07:43kepentingan orang banyak
07:45bencana
07:47kecelakaan
07:49perlu pemerintahan
07:50minta maaf.
07:51Pernah enggak itu?
07:53Ada.
07:54Kapan?
07:56Ya kalau misalnya
07:56bencana ya
07:57mohon maaf
07:58belum maksimal
07:58itu presiden juga bilang
07:59kayak gitu.
08:00Untuk kecelakaan kan
08:02presiden langsung turun
08:03memperlihatkan empati.
08:04Atau seperti
08:05Menteri Pemberdayaan
08:06Perempuan dan Anak.
08:07Beliau sudah minta maaf.
08:08Ya itu minta maaf.
08:09Kita apresiasi.
08:10Yang kayak gitu-gitu tuh
08:12berharap sama sekali
08:13tidak ada orang salah
08:14itu naif.
08:15Ini sama kayak
08:16Membolang
08:16berharap
08:17enggak ada yang salah oper
08:18itu juga naif.
08:19Pasti ada sekali-sekali
08:20salah oper juga.
08:21Opernya kelahuan gitu.
08:22Ada juga.
08:24Dunia hidup tuh
08:25kayak gitu.
08:25Menghadap semuanya sempurna
08:26dari awal sampai akhir
08:27itu enggak akan ada.
08:28Tapi bahwa secara
08:29keseluruhan
08:30mainnya bagus apa enggak.
08:31Makanya saya bilang
08:32kalau mau bilang
08:33ini jelek atau bagus
08:34harus ada alat ukur
08:36yang bisa diterima bersama.
08:38Makanya saya selalu
08:39sodorkan
08:39hari ini
08:40kecuali orang bisa
08:41sodorkan yang lain
08:42hari ini alat ukur
08:43yang paling valid
08:44untuk memperlihatkan
08:45kinerja maupun komunikasi
08:47pemerintah itu apa?
08:48Approval rating.
08:51Kalau approval ratingnya
08:53misalnya masih 70%
08:54itu artinya
08:547 dari 10 orang
08:55approve
08:56dengan apa yang dilakukan
08:57oleh pemerintah.
08:58Enggak salah paham.
08:59Tiga orang
09:00makin salah paham.
09:01Tapi tiga orang
09:02yang salah paham ini
09:04makanya tambah tenaga
09:05terus supaya
09:06makin sedikit orang
09:07yang salah paham
09:08terhadap
09:08apa yang dilakukan pemerintah.
09:10Jadi Anda melihat
09:11ini lebih pada
09:11orang salah paham
09:12bukan dari soal
09:15orang yang benar-benar
09:16secara genuine
09:17mau
09:19memberikan masukan
09:20atau kritik
09:20pada kebijakan pemerintah.
09:22Lo yang masukin kritik
09:23itu banyak
09:24dan sama sekali enggak.
09:25Kalau kritik
09:26hampir enggak di-counter
09:27kalau kritik itu.
09:29misalnya ada
09:30keracunan dalam
09:31makan bergizi gratis
09:32enggak di-counter
09:33dengan
09:34maksudnya
09:35dijelaskan iya
09:36tapi enggak di-counter
09:36dengan berlebihan
09:37tapi yang sifatnya
09:38fitnah salah paham
09:39ya kita harus
09:39sekuat tenaga
09:41untuk menjelaskan itu.
09:42Dan ini sekarang
09:43tugas tambahan Anda?
09:45Saya lebih
09:46menyiapkan masukan-masukan
09:47apa yang harus dilakukan.
09:49Tapi kalau dibutuhkan
09:50tenaga tambahan
09:51untuk tampil
09:52untuk berbicara di depan
09:53kita siap.
09:54Oke.
Komentar

Dianjurkan