Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
FILIPINA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengajak Thailand dan Kamboja mengedepankan rekonsiliasi serta kerja sama positif terkait persoalan perbatasan dalam sesi retret KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengatakan dalam sesi retret tersebut Prabowo menekankan bahwa hampir seluruh negara anggota ASEAN memiliki tantangan serupa terkait batas wilayah.

Selain itu, Sugiono juga menjelaskan alasan Presiden RI Prabowo Subianto membawa mobil Maung ke KTT ke-48 ASEAN.

Menurut Sugiono, mobil buatan dalam negeri itu menjadi simbol kebanggaan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan sendiri yang digunakan sebagai mobil kepresidenan.

Video editor: Novaltri

#prabowo #maung #kttasean

Baca Juga Momen Prabowo Disambut Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr di KTT ASEAN di https://www.kompas.tv/internasional/667701/momen-prabowo-disambut-presiden-filipina-ferdinand-marcos-jr-di-ktt-asean



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667834/menlu-sugiono-ungkap-alasan-prabowo-bawa-maung-hingga-dorong-thailand-kamboja-damai-di-ktt-asean
Transkrip
00:00Dua hari ini, Bapak Presiden menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu yang cerah ini.
00:13Kemarin dari dua sesi yang berlangsung, beberapa hal yang menjadi concern bersama
00:20yang juga disampaikan oleh para pemimpin ASEAN pada kesempatan baik plenary maupun retreat.
00:25Intinya adalah pertama, respon bersama ASEAN dalam menyikapi situasi yang terjadi di Timur Tengah
00:40yang semua merasakan memberikan efek langsung terhadap kehidupan negara-negara di kawasan,
00:55khususnya di sektor-sektor ekonomi terlebih lagi di ketersediaan pangan dan energi.
01:03Hal inilah yang diadres pada pertemuan kemarin.
01:08Ada satu kesadaran bersama yang humbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini,
01:19perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient,
01:30khususnya di bidang energi dan pangan.
01:34Dan saya kira ini juga sesuatu yang sudah menjadi sejak awal program dari pemerintahan
01:46yang dipimpin oleh Presiden Prabowo,
01:48di mana ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar
01:55yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, yang harus dipenuhi oleh negara kita.
02:00Oleh karena itu, beliau meluncurkan berbagai program pemerintah,
02:06sehingga syukur Alhamdulillah kita sudah suas sembada beras,
02:11dan program-program akselerasi kita ke energi alternatif itu harus dipercepat.
02:20karena kita sadari bersama sesuatu ataupun perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita
02:31dengan cepat akan langsung berimbas kepada perikehidupan masyarakat di kawasan kita
02:39dan inilah yang dirasakan oleh seluruh negara-negara ASEAN.
02:44Ada beberapa deliverable terkait dengan hal itu,
02:49diantaranya ASEAN Petroleum Security Agreement yang disepakati,
02:57kemudian juga ASEAN Plus 3 Emergency Rights Security yang kemudian menjadi deliverable dari pertemuan-pertemuan ini.
03:10Kemudian pada kesempatan retreat kemarin juga dibahas mengenai situasi di Myanmar,
03:21seperti kita ketahui bersama bahwa pemilu telah terjadi,
03:27kemudian pemerintahan yang baru hasil pemilu tersebut sudah terbentuk.
03:32Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung,
03:41pemilu yang dilangsungkan harus inklusif,
03:47kemudian mampu mengadres masalah-masalah yang ada di sana,
03:52kemudian juga mampu membawa perdamaian,
03:55kemudian bisa menciptakan suatu situasi yang lebih baik.
04:05Dan tentu saja berpegang pada five point konsensus yang selama ini masih diyakini
04:13merupakan suatu konsensus yang harus dilaksanakan di Myanmar.
04:25Setelah pemilu, ada beberapa gestur positif yang dinilai juga perlu diapresiasi,
04:34yang dilakukan oleh pemerintah baru,
04:38yaitu di antara pembebasan,
04:42kalau angka yang disebut oleh pihak Myanmar,
04:45sekitar 6.000 lebih tahanan politik,
04:47kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi,
04:54saya kira ini merupakan suatu progres dalam rangka memenuhi five point konsensus yang menjadi kewajiban.
05:04Ini yang kemudian dibahas,
05:06kemudian langkah-langkah terukur apa yang perlu dilakukan oleh negara-negara ASEAN
05:12dalam menyikapi progres yang terjadi di Myanmar ini.
05:18Pada intinya, semua berpendapat,
05:23sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN,
05:31negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya,
05:39konsernnya, dan terus men-engage Myanmar
05:44untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri
05:53dalam rangka memperbaiki situasi negaranya.
05:58Saya kira itu saja yang jadi highlight pertemuan tiga hari ini.
06:02Dalam rata-rata yang terhubung itu betul Pak Presiden Prabowo Sudiampo ini
06:06menginisiasi pembicaraan atau jeliasi antara pemerintah juga Kamboja?
06:12Ya, beliau menyampaikan dengan mengambil juga analogi bahwa
06:18sejatinya ya di kawasan ini
06:22hampir semua atau kalau tidak salah semua malah negara-negara anggota itu
06:26punya masalah border yang sebenarnya menjadi
06:33masalah mendasar dari konflik antara Kamboja dan Thailand.
06:37Namun, kita semua bisa
06:42memanage
06:42masalah-masalah tersebut
06:45dengan mencari titik-titik temu.
06:48Itulah yang kemudian disampaikan oleh Presiden Prabowo
06:51daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan diantara kita
06:55biarlah urusan legal itu terus berjalan
06:59tapi in the meantime
07:01kenapa kita tidak mencari
07:04hal-hal yang positif
07:06yang bisa kita kerjasamakan
07:08yang kemudian
07:10bisa memberi manfaat
07:12bagi masyarakat
07:13dan rakyat
07:15negara masing-masing
07:16seperti juga yang
07:18kita lakukan
07:20kita cari
07:22calon-jalan dan solusi-solusi bersama
07:25terkait dengan
07:27permasalahan-permasalahan di perbatasan
07:29dengan dialog
07:30dengan negosiasi
07:31dengan
07:33bekerjasama
07:36ada
07:37ada
07:37KSI
07:37Brawijaya
07:38dan Selimang
07:38juga
07:39mungkin boleh disampaikan
07:41dengan penjelasannya
07:42apa yang harus dipenjelasin
07:44enggak ada
07:44harus dijelaskan
07:47silahkan
07:49ditanya
07:57dia rencana kembali ke tanah air hari ini
08:00tapi sebelum langsung ke Jakarta
08:03mampir dulu ada beberapa agenda disana
08:06oke
08:10saya kira ini satu bentuk kebanggaan
08:14bahwa
08:18kita
08:19telah
08:22mampu
08:22membuat suatu produksi
08:25mobil yang
08:27sejak pelantikan dipakai oleh Pak Presiden
08:31kemudian
08:31beliau kemarin
08:33berpesan
08:34untuk
08:34bisa membawa itu ke sana
08:37dan
08:37respon yang
08:38saya dapatkan
08:40lewat
08:40rekan-rekan
08:41sejawat saya juga
08:43positif
08:44dan
08:46ini
08:47kebanggaan bangsa
08:49bahwa kita
08:51bisa
08:52hadir dalam satu forum
08:54internasional
08:55dengan
08:56peralatan
08:59yang mendukung
09:01dan
09:02produksi
09:02bangsa kita sendiri
09:03khususnya
09:04ini mobil
09:05yang digunakan oleh Presiden
09:15saya tidak dapat informasi
09:17itu
09:18relevan saya
09:20saya kira kita harus
09:27kita harus
09:30implementasikan
09:32karena tujuannya itu tadi
09:36kemarin ada tanggapan bahwa
09:38kita agak sedikit
09:41lengah
09:43pasca covid
09:44ASEAN
09:47dan ini merupakan sebuah pelajaran
09:50dimana
09:50ketergantungan
09:51energi
09:53dari luar
09:54itu
09:57secara berlebihan
09:59tidak seharusnya terjadi
10:02dengan potensi yang ada
10:03di masing-masing negara
10:04anggota ASEAN
10:05saya kira
10:06semuanya sepakat
10:07bahwa sebenarnya
10:08kita ini mampu
10:08untuk bisa
10:10khusus
10:11semuanya
10:11semuanya
10:13semuanya
10:29selamat menikmati
10:59selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan