Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis Geopolitik, Ple Priatna menilai bahwa dasar Amerika Serikat (AS) menyerang Iran diboncengi oleh kepentingan Israel.

"Bahwa Amerika itu diminta oleh Israel untuk menyerang segera Iran dalam waktu sebelum dua minggu. Itu dikukuhkan Steve Witkoff yang mengatakan kalau Iran tidak diserang dalam satu, dua mingu, Iran punya kemampuan untuk mengembangkan nuklir," ujar Ple.

Selain itu, kata Ple, Iran berhasil melawan Amerika Serikat selama 47 tahun, sehingga serangan AS ke Iran juga didasari motif penaklukkan.

Baca Juga Saling Ngotot! Trump Ancam Teheran Sepakat Soal Nuklir, Iran Tegaskan Tak akan Tunduk di https://www.kompas.tv/internasional/667777/saling-ngotot-trump-ancam-teheran-sepakat-soal-nuklir-iran-tegaskan-tak-akan-tunduk

#iran #israel #amerika

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667789/pengamat-nilai-as-serang-iran-diboncengi-kepentingan-israel-soal-program-nuklir-bola-liar
Transkrip
00:01Kira-kira kenapa si Trump ini melakukan blokade dan juga ini kan akhirnya bisa menekan Iran lalu kemudian memboyarkan negosiasi.
00:11Ada apa sih dengan si Trump?
00:12Ya ini kalau seperti lagu pelaut yang sedang mabuk itu, dia itu ketika kantongnya sokosong baru ingat rumah.
00:22Kenapa? Karena ekonominya dilanda kebangkrutan. Dia kemudian sedang berpikir ini gimana caranya.
00:28Lalu ya itu tadi, jangan percaya mulut rica-rica karena memang dia selalu menekan tapi di sisi lain dia mendekati
00:39IAEA badan atom itu melalui negosiasi dan coba menjembatani itu.
00:46Tapi IAEA kan sudah mengatakan bahwa tidak ada kecurigaan yang Anda tudingkan itu.
00:52Nah sehingga di sini ada kepentingan Washington, kepentingan Tel Aviv, dan kepentingan Tehran yang berbeda.
01:02Maka di sini ruang komprominya itu selalu deadlock.
01:08Mengapa deadlock?
01:09Karena dua belah pihak itu punya kepentingan yang berbeda.
01:14Di satu sisi misalnya, Iran menolak bahwa, menolak penghentian pengayaan uranium.
01:25Tapi di sisi lain, Amerika, terutama Israel justru, ini tinggal satu langkah lagi, Iran mempunyai senjata nuklir.
01:37Dan ini membahayakan, terutama Israel ini.
01:40Karena itu Israel itu selalu memengaruhi, terutama Donald Trump.
01:44Karena kalau Iran ini punya senjata nuklir, ini akan membahayakan kepentingan Israel, terutama menjadi dikdaya di Timur Tengah.
01:57Itu persoalan uranium itu yang menjadi titik hambat.
02:00Oke nanti saya lanjut soal itu ke Pak Genting, saya ke Pak Pri.
02:04Pak Pri, kira-kira kenapa si Trump ini mengembangkan Project Freedom?
02:08Apa untung, apa rugi, baik kepada Amerika maupun kepada Iran?
02:12Ya, terima kasih. Jadi saya mulai konstruksinya, saya kembalikan dulu.
02:17Kenapa Amerika bermusuhan dengan Iran?
02:21Kenapa Amerika menyerang Iran?
02:24Kalau kita balik ke situ, tampak ini.
02:27Kita tampak semua bahwa kepentingan Amerika hanya ingin menaklukkan Iran.
02:35Itu yang paling utama.
02:36Dan pesan Amerika masuk ke Iran, itu tidak hanya kepentingan Amerika, tapi diboncengi oleh kepentingan Israel.
02:47Seorang penasehat hukum Kementerian Luar Negeri Amerika menyatakan,
02:53bahwa Amerika itu diminta oleh Israel untuk menyerang segera Iran dalam waktu dua minggu.
03:04Sebelum dua minggu.
03:06Nah, itu juga dikukuhkan oleh Steve Witkoff, yang mengatakan, yang memanas-manasi melaporkan pada Trump,
03:15kalau tidak dua minggu ini Iran diserang, dalam satu dua minggu ini diserang,
03:21Iran punya kemampuan untuk mengembangkan nuklir.
03:24Sementara di tempat lain dicek, bahwa kemampuan nuklir Iran itu masih di bawah 60%
03:34atau di bawah ada pembahasan mengenai kimianya isotop 235 yang harus di bawah 60%,
03:43tidak sampai 90% itu tidak mampu menjadi kekuatan nuklir.
03:48Meskipun ada toleransi tertentu.
03:52Jadi konstruksi ini memang dari awalnya, ingin Iran itu dibuat takluk di bawah Amerika.
03:59Dan Iran itu berhasil melawan Amerika, melakukan perlawanan Amerika selama 47 tahun.
04:06Satu-satunya negara berkembang, satu-satunya negara dengan diisolasi, dikepung.
04:13Coba bayangkan, sekarang Iran melawan siapa aja?
04:16Amerika, Israel, Qatar, Saudi, Bahrain, Kuwait, semua plus UN.
04:26UN pun digunakan oleh Amerika untuk menekan Iran.
04:31Nah konstruksi persoalannya sebegini, tentunya Iran sebagai negara yang berdaulat,
04:36yang punya harga diri melawan dong.
04:38Nah ini bagian dari perlawanan ini tuh, ini potret bagaimana ambang batas tekanan terhadap kedaulatan itu dilawan.
04:48Tapi kembali ke proyek freedom Amerika Serikat tadi, apa untung, rugi, risiko ya?
04:53Risiko dan keuntungan bagi Amerika yang ditanggung?
04:55Motif Amerika mengatakan freedom, itu kemanusiaan.
04:59What kind of humanity disini ingin dibela Amerika?
05:03Itu kan sebetulnya dalih.
05:06Amerika itu mengurung semuanya dalam dalih-dalih untuk melakukan agresi yang besar.
05:12Jadi kalau gagal, risikonya apa?
05:14Risikonya perang.
05:15Kan ada hanya dua.
05:17You want to peace, or you want to war.
05:20Jadi hanya dua ambang batas, tidak ada pilihan di tengah.
05:24Nah kita ini dunia harus menyaksikan yang mana?
05:27Kita membela yang berdamai, kalau berdamai ya semuanya harus mundur.
05:32Amerika juga tidak bisa melakukan agresi dengan cara seperti itu, seolah-olah isunya kan berpindah.
05:39Dari isu agresi, berpindah ke uranium.
05:42Uranium selesai, belum selesai, pindah ke selat hormus.
05:46Ini kan satu hal yang dicari-cari dalih ini.
05:50Nah ini yang kita harus lihat ya, secara ini dengan teman-teman, konstruksinya seperti ini gitu.
05:54Oke, baik saya ke Mas Sato. Mas Sato, dari dua insiden ini, apakah ini membuktikan sinyal threshold?
06:00Atau sebenarnya juga, seperti kata Pak Pri tadi, ini ada risiko perang besar?
06:07Ya, pertama yang menarik adalah respons Trump.
06:09Pertama, dia langsung menyebut serangan itu sepele.
06:13Serangannya Iran sepele dan sudah diselesaikan.
06:15Dan dia menekankan itu bukan bagian dari Epic Fury.
06:18Itu sinyal bahwa saya nggak mau perang lagi.
06:20Pokoknya, sumber ancaman itu yang menyerang kapal perusahaan itu sudah dihancurkan.
06:26Itu hanya kecil dan perdamaian akan, sementara akan terus berlangsung.
06:31Ini yang menarik, kenapa Trump menekankan kejahatan-kejahatan masih berlangsung.
06:37Kalau lihat dari situ, polanya kita harus ingat minggu depan akan ada pertemuan Trump dengan Xi Jinping.
06:42Kedua negara membutuhkan relasi yang cukup baik.
06:45Pertama, karena kepentingan Amerika adalah produk pertaniannya tetap dibeli oleh China.
06:51Dalam pertemuan itu, Trump akan mengajukan dorongan supaya China kembali membeli soybean dan Boeing.
06:58Lalu bagi China, dia berkepentingan untuk mengajak Amerika agar mau mengurangi pemilaannya terhadap Taiwan.
07:05Lalu yang kedua adalah pertarungan dagang mereka dikurangi oleh Amerika.
07:13Jadi ada kepentingan bersama antara Amerika dan China untuk dicapai pada pertemuan Trump.
07:18Dalam menuju pertemuan itu, Trump harus menempatkan China memiliki leverage.
07:23Dengan cara yaitu menempatkan China sebagai pihak yang merasa berjasa berhasil mengajak Iran menerima negosiasi damai dengan Amerika.
07:33Beberapa hari yang lalu ada pertemuan antara Manlu Iran dengan Manlu China di Beijing.
07:39Itu jelas sinyal dan pernyataan dari China juga jelas bahwa menghendaki agar konflik bisa berkurang.
07:46Jadi kita harus lihat juga dalam kurangka itu.
07:48Lalu kenapa Freedom Project itu berhenti?
07:51Sebenarnya simple memang.
07:52Arab Saudi tidak mau, tidak mengizinkan area-nya untuk digunakan.
07:59Tapi info terbaru sudah diizinkan kata ya Mas Rato.
08:01Tapi yang menarik sebenarnya perubahan sikap Arab Saudi yang itu.
08:04Karena dalam perkembangan terakhir kita lihat Uni Emirat Arab marah karena Pakistan berperan besar dalam mediasi antara Amerika dan Iran.
08:15Keberatan Uni Emirat Arab adalah Pakistan tidak mengeluarkan kecaman yang cukup keras atas serangan Iran terhadap Uni Emirat Arab.
08:22Dan insidennya menurut laporan juga sudah ada cukup banyak warga Pakistan siah yang berada di Uni Emirat Arab itu diusir.
08:31Artinya kemudian dicari-carilah masalahnya.
08:33Kemudian disuruh kembali ke Pakistan.
08:35Dan kita tahu sekarang perkembangannya Uni Emirat Arab dan Arab Saudi juga berbeda pendapat.
08:40Uni Emirat Arab keluar dari OPEC karena ingin terus meningkatkan produksinya,
08:43memanfaatkan harga minyak yang sekarang dan juga mereka terlibat adu pengaruh di Sudan ya antara pemberontak dan pemerintah seperti itu.
08:51Jadi ini ada dinamika yang juga cukup menarik sebenarnya.
08:55Jadi kenapa Arab Saudi tiba-tiba tidak mengizinkan?
08:57Karena kabarnya juga capek juga Arab Saudi melihat Trump yang sulit ditebak bahasanya laporannya seperti itu.
09:03Jadi dia agak seperti itu.
09:05Tapi yang menarik adalah nanti kita harus menunggu pada pertemuan minggu depan antara Trump dan Xi Jinping.
09:10Menurut saya Trump akan memberi ruang sehingga China menjadi tanda petik berjasa dalam proses negosiasi ini.
09:21Kalau dilihat yang berkembang sekarang di mana sering klaim itu terjadi,
09:25apakah ini bentuk coba-coba apalagi kan menuju pertemuan Amerika Serikat dengan Xi Jinping nanti?
09:31Pertama target utama Trump adalah sebenarnya perang ini tidak berlanjut.
09:35Jadi Amerika jangan sampai melakukan serangan intensif seperti sebelumnya.
09:40Walaupun itu bukan berarti sama sekali tidak akan dilakukan.
09:43Ada kondisi-kondisi tertentu saya kira tetap akan dilakukan kalau misalnya melampaui garis merah tertentu ya.
09:48Tapi intinya Amerika sudah tidak menghendaki perang seperti itu lagi.
09:53Dia mendapat tekanan soal faktor ekonomi.
09:56Freedom Project kan intinya mau meyakinkan dunia bahwa kapal 20 ribu pelaut ya katanya.
10:0120 ribu pelaut yang ada di Selat Hormus yang tertahan itu bisa keluar.
10:04Kapal-kapal bisa keluar. Sebenarnya kan tujuannya itu freedom project itu.
10:08Intinya supaya ekonomi menjadi cerah lagi kemudian tekanan terhadap Trump berkurang,
10:13harga minyak turun lagi dan sebagainya.
10:15Dan memang sempat turun lalu sempat naik lagi sedikit setelah ini ya tadi insiden
10:19apa yang tiga kapal perusahaan diserang lalu dibalas oleh Amerika itu.
10:23Lalu bagaimana dengan Iran mas?
10:27Apakah mereka merani begitu untuk melewati threshold?
10:31Saya kira disini peran Cina.
10:33Jadi bagaimanapun juga.
10:35Jadi Cina itu kan yang membeli 80% produk migasnya Iran gitu ya.
10:42Dan Iran saya kira dalam kondisi ini tetap membutuhkan, menurut saya ya,
10:47dalam situasi ini masing-masing negara di Timur Tinggal butuh semacam big brother ya.
10:50Yang pihak dari luar yang bisa sedikit banyak membantu.
10:54Termasuk misalnya Arab Saudi mungkin bersama Amerika dan sebagainya.
10:58Oke, baik.
10:59Pak Gong, jadi menurut Pak Gong sendiri apakah ada kemungkinan Cina akan turun gunung
11:04dalam proses negosiasi berikutnya?
11:07Atau mungkin penekanan?
11:10Cina bukan turun gunung, Cina gunungnya.
11:13Karena jelas Amerika menyatakan.
11:15Tapi buktinya kan sekarang kita lihat di negosiasi pertama itu lancar.
11:19Tertapaknya Cina itu bermain peran yang cukup besar.
11:22Yang sekarang ini kok agak sedikit lambat, nggak all out gitu.
11:27Cina itu adalah kompetitor utama Amerika.
11:29Seperti halnya emporium lain, seperti Ottoman, seperti Romawi,
11:35seperti Uni Soviet, seperti Athena,
11:38seperti banyak emporium di dunia, Inggris, Bitanaria ya.
11:42Itu semua udah overstretching.
11:44Amerika sampai titik overstretching.
11:45Sudah kelebihan wilayah yang harus diawasi,
11:49banyak yang harus dilawan, banyak yang harus ditekan.
11:52Demi mempentingkanan di dalam pada akhirnya korupsi,
11:55dalam bentuk kepentingan-kepentingan orang-orang yang dapat keuntungan di dalam sistem ini,
11:59akhirnya membuat konflik yang menimbulkan perlawanan.
12:04Pada zaman dulu mungkin perlawanan lain itu tidak dikonflik,
12:06tapi makin lama yang melawan itu kan makin kuat.
12:08Bahkan timbul adidaya baru seperti Cina, Rusia, dan lainnya yang memberi support pada perlawanan-perlawanan ini.
12:16Dan akibatnya Amerika sekarang makin dulu dengan mudah bisa diribas dan Amerika pergi.
12:21Habis itu seperti tidak berdosa, tapi sekarang tidak dengan mudah pergi.
12:25Dan pertama kalinya, Iran ini menjadi jangkar di mana dia tidak bisa hancurkan dan pergi begitu saja.
12:32Ini tidak bisa pergi, kamu ada di sini, ekonominya sekarang gantian, Amerika yang dalam posisi di blackmail atau di...
12:42Trump itu jujur sekali bilang,
12:44Iran ini meres kami, blackmail itu dia bilang begitu.
12:49Iran itu apa namanya, Trump itu polos-polos gimana itu saya tidak ngerti.
12:51Dia bilang blackmail.
12:53Kalau blackmail artinya kan dia lebih lemah dengan seorang yang membuli dia, kan sampai bilang begitu.
12:58Jangan terlalu berlebihan loh.
12:59Kok bisa Trump bilang Iran berlebihan?
13:02Bagi sebuah negara yang membunuh 3.000 orang, menghabisi anak sekolah, perempuan kecil-kecil lagi.
13:08Kemudian membunuh kepala negara yang membunuh seluruh pimpinan jenderalnya.
13:12Kok bisa bilang Iran berlebihan?
13:14Kemudian mengatakan Iran meras dan segala macam.
13:16Artinya apa?
13:17Memang sudah waktunya untuk bahkan untuk menghadapi pihak yang hanya bertahan, tidak untuk kalah.
13:25Amerika sudah tidak berdaya.
13:26Artinya apa? Dia sampai di titik di mana pada akhirnya teknologi bisa membuat pihak yang lebih lemah, punya kemampuan untuk
13:34membuat daya penggentar.
13:35Sehingga Amerika, nah China bagaimana?
13:37China jelas supporting di belakangnya.
13:39Tidak akan Iran itu keleleran, tidak akan Iran itu kehilangan makanan segala macam.
13:45Karena Iran cukup perkasa, China cukup besar untuk bisa mensupport, memberi hutangan.
13:49Kalau belum berhibah, sehingga tidak akan ada Iran yang keleleran di kehabisan makan.
13:54Dan juga kan jalur darat di utara, jalur Laut Kaspia, itu semua jalur yang membuat Iran tidak tergencet seperti di
14:01teluk.
14:02Yang teluk itu terkepung semua itu.
14:03Kalau Iran tidak.
14:05Jadi China itu sudah betul mendukung dan hampir semua senjata hebat itu tentu softwarenya atau bukan software ya.
14:12Atau komponennya itu jelas dari China.
14:16Oke, jadi kalau menurut Pak Budi apakah ada indikasi China nanti akan mendorong Iran untuk kemeja negosiasi?
14:23Apa peran terbesar dari si Tiongkok dalam masalah ini di Iran dan juga Amerika Serikat?
14:30Karena peran terbesarnya itulah Mbak.
14:32Makanya feelingnya Iran ini datang in advance.
14:35Datang mendahului.
14:37Dia sadar bahwa yang minyak dia ekspor ini kebanyakan ke China, 90%.
14:43Jadi dia sengaja untuk memberi perkuatan imbangan karena dia tahu bagaimana Amerika ini memiaknya ke siapa.
14:50Makanya dia datang ke China dengan harapan ada perimbangan.
14:54Tapi begini Pak, semua itu bagaimana China ke depan, bagaimana Iran ke depan, bagaimana Amerika ke depan.
15:01Sebetulnya bisa kita lihat dari konstelasi bagaimana sih mewargamingkan Project Freedom ini.
15:07Mengoperasi mandala yudakan Project Freedom ini seperti apa.
15:11Begini Pak, Project Freedom ini kan awalnya sebetulnya bukan eskot, dia hanya guide.
15:18Nah, ini dilakukan simultan nih, berbarengan.
15:22Ini loh, teram itu.
15:23Makanya kita tahu nanti Amerika itu ke depan mau perang lagi apa enggak, Iran ke depan mau perang apa lagi,
15:27China membantu apa lagi.
15:28Nah, karena ada di situ yang pertama, dia mengeskot dengan militeri eskot.
15:34Si Mulstanley berbarengan dengan itu, dia tetap blokade, blokade maksimal pressure.
15:40Nah, si Mulstanley berbarengan dengan itu juga, dia tetap mengadakan yang namanya koersif diplomasi.
15:48Jadi, sambil dia mengeskot, sambil dia juga melakukan koersif diplomasi, dan sambil itu juga dia testing koalisi signaling yang saya
15:59bilang nanti, koalisi test.
16:01Jadi, dia mengetest, hai bagaimana kamu negara-negara sekutu, hai bagaimana kamu negara-negara teluk yang kamu saya bela selama
16:08ini.
16:08Jadi, begitu mbak kira-kira, bahwa wargaming kan, bagaimana itu power projection, sehingga dari saya, sorry, power projection, project freedom
16:18itu.
16:18Sehingga kita tahu ke depannya, karena apa? Karena project freedom itu ada, sebetulnya bertujuan banget.
16:23Untuk apa? Untuk menekan Iran, agar kamu terima proposal saya, atau kamu saya serang.
16:29Oke.
16:29Kan begitu tujuannya.
16:31Kemudian, China, ini kan juga ada pesan, message, hai China, kamu jangan meng-entertain si Iran.
16:39Kenapa? Karena ini anjlok turunnya energi global ini, karena naik turunnya hormus.
16:44Please, mana sense of belonging-mu? Mana sense of responsibility-mu terhadap energi global ini?
16:51Makanya itu tekanan juga ke China oleh Amerika.
16:55Oke, jadi ngomong-ngomong soal Tiongkok, Pak. Ada sinyal bahwa Tiongkok ini akan mendorong Iran ke meja negosiasi.
17:01Sebenarnya, apa sih kepentingan besar dari Tiongkok? Kemudian mengapa mereka harus mendorong Iran ke meja negosiasi?
17:09Oke, mbak. Jadi, kita harus paham benar. Apa sih yang ada di otaknya China ini?
17:15Di otaknya China ini, cuma satu, dia tidak mau juga hormus ini hancur lebur.
17:20Kan 90% dari minyaknya dia lewat hormus dari Iran.
17:26Nah, kenapa? Karena dia juga ingin mempertahankan juga agar energi global itu tetap stable, as usual, seperti sebelumnya.
17:34Nah, otak China yang kedua, dia tidak mau juga dengan begitu kemudian dia setia tunduk, taat, kemudian manut, nurut, sendi
17:42kodawuh sama si Amerika.
17:44No way, katanya China. Nah, China sama Rusia kan sudah komit bahwa dia never ever, dia tidak akan pernah mengizinkan
17:53yang namanya Amerika menggaji single domain power di negara telur.
17:59Kan itu intinya China. Jadi, walaupun China itu didatengin sama Iran, dia terukur nanti bagaimana memperlakukan Iran.
18:06Walaupun nanti itu Trump mau datang, dia juga sudah terukur, sudah dipasang barrier.
18:14Iran kamu sampai di sini. Kamu jangan rusak hormus maksimal sehingga dunia ini hancur, dunia nanti...
18:21Nah, betul. Untuk kamu Amerika, kamu juga jangan terus-terusan blokade maksimum, karena dengan blokade maksimummu ini,
18:29kamu juga akan mendapatkan dorongan dari dalam negeri perang yang tidak selesai-selesai.
18:34Berarti tujuan Iran yang namanya cost imposition strategy berhasil.
18:39Kamu nggak malu apa? Bahwa cost imposition strateginya Iran berhasil.
18:43Apa artinya itu? Kocemu akan habis, danamu akan habis, ekonomi habis, miskin kamu nanti.
18:49Nah, itulah yang dikatakan kira-kira sama China, agar dia benar-benar bisa menekan dua, baik Iran maupun Amerika.
18:57Makanya cocok kalau misalnya dia jadi mediator.
18:59Oke, baik. Saya ke Bu Enjel. Bu Enjel, si Tiongkok ini kan dianggapnya pragmatis begitu ya.
19:05Jadi, bagaimana sebenarnya Tiongkok membandang posisi Iran, Amerika Serikat, maupun negara teluk?
19:12Oke, tadi menyambung statementnya Bapak tadi, Pak Budi.
19:17Jadi, gini, China tuh dalam hal ini nggak yang ingin buru-buru mendamaikan Iran dan Amerika sebenarnya.
19:25Yang tadi disampaikan, ya.
19:27Artinya dia, dia kayak, dia gunungnya gitu kalau tadi kata Bapak Edi.
19:31Dia memang tidak terlalu ambisius mau mendamaikan Amerika dengan Iran,
19:36karena sebenarnya dalam kondisi...
19:37Karena diuntungkan oleh perang?
19:40Dia tetap dapat pasokan minyaknya melalui dari Iran, jadi ada jalur-jalur yang tidak terpantau oleh Amerika.
19:48Dan itu bisa, walaupun memang agak kompleks ya.
19:51Beberapa kali ganti kapal, nanti di mana dia ganti kapal lagi baru sampai ke lewat Selat Malacca, baru sampai ke
19:56China.
19:57Dan ini diuntungkan.
19:58Artinya, buat China, buat Tiongkok, mau AS-Iran perang agak lama, kami tidak terganggu.
20:05Mau damai juga, ya nggak masalah juga.
20:08Artinya, Tiongkok itu justru dalam kondisi sekarang ini, dia aman aja.
20:13Artinya tidak ada dalam waktu misalnya dia ikut campur mendorong Iran untuk kemenjian negosiasi, menurut Anda?
20:18Biasa aja.
20:19Sama sekali tidak?
20:20Nggak terlalu yang ambisius harus, ayo-ayo kamu damai dengan Amerika.
20:25Ya, kalaupun ada hanya sebatas sebagai negara, karena dia masuk dalam P5 di UN gitu ya.
20:31Ayo, kalau mau damai, bernegosiasi, menahan diri dan sebagainya.
20:34Tapi dia tidak yang, katakanlah seperti Pakistan gitu ya, yang memang menawarkan diri untuk saya memediasi.
20:43Mengapa Tiongkok harus mengambil posisi yang sangat pragmatis dari penjelasan Anda itu?
20:49Satu, memang dia diuntungkan saja dengan minyaknya dia tetap dapat gitu ya.
20:54Kemudian, dia bahkan mungkin bisa jadi pemasok juga minyak dari Iran, dia jual juga mungkin ke beberapa negara lain.
21:00Artinya, sekali lagi, dia diuntungkan.
21:02Baik kondisi perang ini berlangsung, ataupun berdamai gitu ya, ataupun ke depannya kita berharap damai terjadi gitu ya.
21:12Dia, Cina tetap saja, dia dengan Iran tetap baik, dengan Amerika dalam hal ini tadi, perdagangannya mau tetap berjalan baik.
21:20Sehingga dia tidak mengalami kerugian apapun.
21:23Nothing to lose buat kondisi hari ini.
21:26Dengan kondisi Amerika dan Iran yang terjadi tadi.
21:29Oke, kalau Bang Rico, apakah punya perspektif yang sama tuh sebenarnya Anda punya analisi berbeda?
21:34Arakci kan bolak-balik tuh, berpergian untuk tampaknya mencari teman, untuk mendorong ke negosiasi Oman, Teheran, Beijing, begitu.
21:42Kalau saya pikir yang dilakukan oleh Cina sekarang, dengan Amerika sibuk di Iran, itu sebenarnya ada dua keuntungan.
21:52Satu, dia tidak direcokin di Taiwan.
21:54Yang kedua, sistem persenjataan yang tadinya itu bertengger di negara-negara di sekitar Cina, seperti di Korea, di Jepang.
22:07Itu kan sebagian ditarik semua ke Iran.
22:10Kalau bicara masalah energi, sebenarnya di Cina itu sendiri ada datanya,
22:14antara 55 sampai 65 persen kebutuhan energinya itu, itu memang dari oil.
22:20Oil, gas, batubar.
22:22Tapi sisanya semua itu multi, dari berbagai sumber.
22:26Jadi mereka sudah bersiap-siap sebenarnya, tidak hanya bergantung pada itu.
22:31Yang jadi masalah sebenarnya itu adalah,
22:34kalau selama ini perang terjadi, yang memblokir itu hanya Iran, itu tidak ada masalah.
22:38Karena minyaknya tetap bisa jalan ke sana.
22:41Tapi begitu Amerika masuk, ikut blokir juga,
22:44Nah, di situ baru Cina kelihatan agak kencang.
22:47Cina mengatakan kan, jangan sampai kapal tanker kita ini diganggu-ganggu.
22:51Itu menurut saya yang terjadi sekarang.
22:54Dan kalau saya melihat gayanya Tramini,
22:57Tramini kan backgroundnya dia bukan hanya pengusaha properti, jangan lupa.
23:01Dia ini pengusaha judi, kasino.
23:03Dan yang kedua, selebriti sekaligus, tayangannya.
23:06Jadi selalu ada dua rumus kalau menurut saya.
23:12Satu, ketidakpastian, itulah judi kan.
23:16Yang kedua, itu klaim pencitraan yang berlebihan.
23:21Jadi dua ini, dua ini selalu, apa namanya, selalu menjadi corak atau warna dari Tram itu mengambil kebijakan.
23:30Kalau saya melihat sekarang ini ya, dari mulai apa namanya, epic fury, economic fury, terus kemudian project freedom,
23:39itu sebenarnya kebutuhannya bukan kebutuhan secara taktis militer kalau menurut saya.
23:44Kenapa? Karena kalau secara kekuatan, tadi kan Pete Hexed mengatakan,
23:50waktu ditanya oleh Kongres, dia di grill, dia tanya udah berapa keluar duit.
23:53Baru 25 bilion dolar, baru 25 miliar.
23:56Sementara anggaran pertahanannya itu 1,4 triliun dolar.
23:59Jadi cuma 1,7 persen.
24:01Secara fisik, Amerika siap untuk perang yang lebih hebat lagi daripada yang kita saksikan sekarang.
24:08Tapi dia mengambil kebijakan ini, menurut saya, kebijakan ini adalah
24:12karena dia memerlukan untuk perang opini secara domestik maupun secara global.
24:17Secara domestik, ini ada dua kekuatan yang sekarang ini sedang bertarung.
24:23Yaitu yang umumnya mungkin kita melihat ada tekanan, ingin cepat selesai, ingin cepat berhenti, dan segala macamnya.
24:31Tapi pada saat yang bersamaan juga, jangan dianggap sepilih juga, jangan dianggap remeh,
24:35bahwa tetap ada kelompok di Amerika yang mendorong supaya udah perang ini dapat dilanjutkan aja.
24:42Karena Amerika sanggup ke sana.
24:44Oleh karena itu, Traminis menurut saya dia berusaha mencari jalan tengahnya.
24:50Makanya pilihan namanya kan hebat-hebat, Pak.
24:52Epic Fury, Amarah yang Dasyat, Economic Fury, Blokada Ekonomi, Amarah Ekonomi.
24:59Yang terakhir ini Project Freedom.
25:01Hexed waktu itu dia sengaja memilih itu, memilih kata-kata itu.
25:04Dia mengatakan di depan konferensi persnya, menyatakan bahwa this is a gift to the world.
25:09Hadiah kepada dunia.
25:11Hadiah gimana ceritanya?
25:12Tapi itulah framingnya dia, dia ingin menyatakan bahwa Amerika sekarang dia tahu.
25:17Dia tahu bahwa semua kesulitan yang kita hadapi di Selat Hormus ini,
25:21kalau bukan Amerika yang serbudulan, kan gak terjadi ini kan ceritanya kan.
25:25Nah sekarang dia ingin menyatakan bahwa inilah hadiah dari Amerika kepada dunia.
25:29Karena dia tahu bahwa situasi secara domestik dan situasi secara gobar, dia tertekan.
25:34Baik, Pak Ginting.
25:35Jadi kalau menurut Pak Ginting sendiri, apakah nanti Amerika Serikat bakal kejar target menyelesaikan Project Freedom sebelum summit?
25:41Ya tentu saja kalau kita lihat ya, Iran itu juga sedang memperhitungkan pertemuan pekan depan di Beijing.
25:51Jadi dia tentu akan mengabaikan Project Freedom itu.
25:56Mengapa?
25:57Karena sebenarnya dunia atau kedua belah pihak itu sedang menunggu.
26:03Sedang menunggu siapa yang akan menyerah lebih dahulu secara politik.
26:07Karena itu Iran akan terus bertahan secara ekonomi dan kemarin juga mencoba menembakkan rudalnya sampai Diego Garcia.
26:20Ini artinya dia memberikan pesan kepada Barat bahwa jangan main-main juga ikut menekan Iran secara ekonomi, secara politik.
26:31Nah di sisi lain, Amerika juga sebenarnya tidak menginginkan terseret dalam perang yang lebih besar.
26:39Mengapa?
26:40Karena Barat juga sudah mengingatkan bahwa jika perang ini menjadi besar, yang rugi adalah semua perdagangan.
26:51Sementara di sisi lain sebenarnya, China diuntungkan.
26:55Mengapa diuntungkan?
26:57Semakin lama konflik ini, jadi dia sudah melihat bahwa kemampuan Amerika ternyata cuma seperti ini.
27:04Dari semula Amerika itu menargetkan alutsistanya untuk melawan Tiongkok di Laut Cina Selatan,
27:13ya sekarang hampir 80% atau 75% larinya ke Teluk, ke Iran.
27:20Sehingga Amerika di sisi lain juga mulai khawatir sebenarnya, jangan-jangan Tiongkok akan segera mencaplok Taiwan.
27:30Ini kan persoalan seperti misalnya Putin ingin menekan juga Amerika.
27:36Kalau enggak, Ukraina seperti apa?
27:39Kalau awalnya targetnya beberapa provinsi mau diambil, dia juga bisa ambil.
27:45Nah ini kan ada kepentingan Amerika juga.
27:47Di mana? Di Taiwan dan juga di Ukraina.
27:51Saya kira begitu.
27:52Oke baik, saya ke Mas Sato.
27:53Ini nuklir kan jadi pembahasan utama, bahkan bisa juga jadi kendala begitu.
27:57Tapi menurut Mas Sato sendiri, apakah Iran mau yang namanya dibarter nuklirnya dengan konsesi yang lain?
28:06Misalnya pencarian dana gitu kan?
28:07Baik, kalau bicara nuklir itu sebenarnya jadi substansi dari konflik ini ya.
28:13Ya kita abaikan semuanya, kita langsung bicara nuklirnya.
28:16Pertama ada beberapa skenario.
28:19Bahwa memang Iran masih memiliki yang disebut debu nuklir itu ya, yang kabarnya dulu sempat mau diambil oleh Amerika Serikat.
28:26Persoalannya bagaimana sisa-sisa uranium itu mau dikelola gitu kan?
28:30Kabarnya adalah bahwa jalan tengahnya adalah, kalau itu diambil begitu saja maka Iran jelas tidak mau.
28:37Karena itu menjadi pelanggaran kedolatan.
28:39Jadi solusi yang paling mungkin adalah, yang mungkin juga sedang dibahas oleh, terutama oleh Iran, adalah sisa uranium itu kemudian
28:47ditempatkan di wilayah Iran, tapi diawasi bersama-sama.
28:51Jadi kuncinya di situ, bagaimana mengelola sisa uranium itu, lalu memastikan bahwa proyek pengayaan uranium Iran berhenti.
29:01Tapi yang menarik kan sebenarnya gini, dalam nuklir itu ya, dalam isu diplomasi nuklir katakanlah itu ya.
29:09Justru ada yang mengatakan, justru ketika negara, ada pandangan dari Amerika mengatakan bahwa ketika negara berhasil naik, jadi negara memiliki
29:17senjata nuklir, dia justru memiliki kecenderungan untuk lebih moderat gitu ya.
29:21Justru tidak, tanda petik tidak, tidak ugal-ugalan, lebih hati-hati, ada pandangan seperti itu.
29:27Cuma yang menjadi persoalan, siapa yang bisa menjamin, terutama dari perspektif Israel dan Amerika ketika Iran memiliki itu, dibiarkan itu,
29:35kemudian dia akan lebih moderat.
29:37Jadi tampaknya yang selalu akan ditekan adalah bagaimana uranium tersebut kemudian bisa dipastikan tidak akan hanya dikelola oleh Iran, tapi
29:48juga dikelola bersama-sama oleh Amerika.
29:50Tanpa harus Iran merasa kehilangan kedaulatan.
29:55Oke baik, kalau menurut Pak Budi sendiri, apakah memungkinkan Iran membarter program nuklirnya dengan konsesi yang lain?
30:01Kalau berbicara barter nuklirnya Iran, lesson learnnya kan cukup kita lihat di CPOE, saat itu kan juga lebih krusial, baru
30:10-barunya namanya nuklirnya Iran di Enrich, arti itu ya, Enrichment Uranium.
30:17Nah, kalau menurut saya itu sudah pelajaran, saat itu dia good boy dan dia bisa serahkan ke Rusia saat itu.
30:26Nah, kenapa kita nggak belajar dari itu?
30:28Dan kalau misalnya mbak menanyakan apakah bisa dibarter dengan konsesi seperti itu?
30:33Ya saya pikir bisa saja, meskipun, meskipun.
30:36Mutsabah Rahbar sudah mengatakan ini adalah aset nasional.
30:4090 ribu juta rakyat Iran akan melindungi aset nasional ini.
30:47Tujuan sitram kan tampaknya seperti membalikan kebijakan baik dari Obama maupun Biden di JCPOE.
30:55Ya, berarti kan dari JCPOE bisa di-improve.
30:59Jika sekarang improvement-nya seperti apa?
31:01Improvement-nya kan berarti sampai sejauh mana diizinkan IAIE untuk inspeksi.
31:06Kemudian sampai sejauh mana enrichment-nya highly enrichment atau low enrichment.
31:12Tapi kalau seandainya Trump itu memang zero tolerance sama nuklir, ya berarti itu semua tidak berlaku.
31:20Artinya memang benar-benar men-zero tolerance tidak ada istilahnya yang namanya Iran memproduksi nuklir.
31:27Berarti even nuclear weaponization or nuclear for peace itu tidak dikendaki oleh Amerika kalau Amerika mengatakan begitu.
31:36Kan dikatakan waktu JCPOE 2018 dia keluar, dia katakan bahwa ini semua cancellation, ini hanya penundaan saja.
31:45Toh juga dia masih memperkaya uranium-nya.
31:48Dan itu yang tidak diinginkan, lihat saja paket besarnya dia.
31:51Paket besarnya dia kan selalu nuklir, kemudian blokade, dan hormus.
31:55Sedangkan Iran mengendakinya.
31:56Nanti dibahas nuklirnya.
31:58Sekarang adalah yang kita bahas masa blokade, hormus dulu.
32:01Baru nuklir.
32:02Apa artinya?
32:03Ini adalah center of gravity-nya Iran.
32:05Ini adalah Achilles-Achilles-nya Iran.
32:07Ini adalah backbone-nya Iran.
32:09Kenapa?
32:09Orang namanya Trump, Trump itu 2024, bahkan masih ingat itu bagaimana.
32:14I am not going to start the war.
32:17I am going to start wars.
32:19Bayangkan dia di 2024, di kampanyenya dia.
32:23Tapi apa yang terjadi?
32:24Ya karena memang Trump itu got feeling.
32:26Tadi kalau disampaikan sama emasnya mempunyai bisnis, bukan hanya itu.
32:30Dia quick response.
32:30Yang penting tidak ada masalah.
32:33Yang penting quick response saja.
32:34Whether logic, unlogic, or irrational.
32:36Yang penting quick response.
32:37Dan dia juga kan populis, tadi yang disampaikan sama emasnya.
32:40Tapi jangan salah, dia narsis.
32:42Orang yang less empathy.
32:44Kenapa?
32:44Kalau kita lihat di Mad Men Theory itu, dikatakan bahwa that's part of the diplomacy.
32:49Diplomasinya dia memang pretend to be crazy.
32:52Baik saja kalau di mata diplomasi, itu adalah membuat lawan dan kawan unpredictable.
32:58Tidak tahu apa yang ada di otaknya Trump.
33:00Baik saja sebetulnya.
33:01Tapi ya pasti ada negatif positifnya.
33:03Baik.
33:04Kalau menurut Pak Gung sendiri, apakah Iran mau membarter program nuklirnya dengan konsesi yang lain?
33:08Nanti dijawab Pak Gung, gak bisa kembali saudara.
33:10Tetap di Bola Liak.
33:10Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan