Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 34 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kepergian Nur Ainia, karyawan KompasTV menjadi pukulan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran Kompas TV.

Semasa hidupnya, Ain sapaan akrabnya dikenal sebagai sosok yang aktif membantu proses produksi hingga siaran langsung, termasuk dalam program Kompas Petang.

Sebelumnya, pada malam saat kejadian, Ain sempat tidak dapat dihubungi oleh pihak keluarga.

Hal ini tidak biasa, mengingat ia selalu memberi kabar, bahkan sekitar 20 menit sebelum tiba di rumah.

Kekhawatiran keluarga pun memuncak hingga upaya pencarian dilakukan, termasuk melalui media sosial.

Namun, kabar duka akhirnya diterima dan memastikan Ain menjadi salah satu korban dalam peristiwa kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Keluarga, kerabat, dan rekan kerja mengenang sosok Ain sebagai pribadi yang baik dan penuh dedikasi dalam pekerjaannya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Novaltri

Baca Juga Pengakuan Ayah Ainia Korban Laka Kereta Bekasi: Santunan Sosial Cair Cepat di https://www.kompas.tv/nasional/666220/pengakuan-ayah-ainia-korban-laka-kereta-bekasi-santunan-sosial-cair-cepat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666433/perjalanan-terakhir-nur-ainia-dari-krl-bekasi-timur-hingga-peristirahatan-terakhir
Transkrip
00:05Intro
00:11Dalam insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di area Bekasi Timur pada Senin malam
00:17dilaporkan adanya karyawan Kompas TV yang hilang kontak diduga berada di dalam kereta tersebut, Saudara.
00:23Dalam insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di area Bekasi Timur pada Senin 27 April malam,
00:30tim Kompas TV sempat mengumumkan pencarian Nur Aynia Ekar Rahmadina.
00:36Keluarga pun mencoba melacak nomor ponsel dan lokasi terakhir terdeteksi berada di stasiun Bekasi.
00:50Hingga selasa 28 April pagi, upaya penghubungan melalui perangkat komunikasi maupun pengecekan di titik kumpul
00:59yang dilakukan Kompas TV belum membuahkan hasil.
01:03Teman-teman, kalau yang ada tahu informasi tentang kakak saya, tolong beri saya, saya udah...
01:19Pokoknya, kakak pulang, kakak...
01:25Salah satu rumah duka dari karyawan Kompas TV ya, Nur Aynia Ekar Rahmadina atau yang kerap di Sapa Ain,
01:34salah satu karyawan Kompas TV, dan ini adalah situasi di rumah duka, Saudara.
01:39Seiring pencarian, Aynia dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di stasiun
01:48Bekasi.
01:48Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Nur Aynia Ekar Rahmadina.
01:54Direktur utama Kompas TV, Rosyana Silalahi, pun menyampaikan langsung bela Sungkawa.
02:03Pada selasa 28 April, jenazah berhasil diidentifikasi dan langsung diserahkan ke pihak keluarga.
02:11Nur Aynia merupakan bagian dari tim News Production Support Kompas TV dan telah mengabdi selama 11 tahun.
02:17Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kompas TV.
02:26Selama keluarga besar Kompas Gramedia, Kompas TV dan redaksi Kompas TV mengucapkan bela Sungkawa yang sedalam-dalamnya,
02:36kehilangan yang sedalam-dalamnya.
02:38Semoga alamah kumah di lapangkan kuburnya, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
02:43Dan satu apresiasi, terima kasih kepada keluarga besar Nur Aynia atas dedikasi, atas sumbangsih.
02:5211 tahun untuk Kompas TV, catatan yang luar biasa, tidak pernah ada catatan biru atas kebetulan beliau.
03:02Almarhumah juga dikenal luas pergaulannya, dikenal banyak kawannya.
03:08Dan saya berterima kasih kepada teman-teman yang jurnalis, yang menghentikan hingga jenazah sudah teredifikasi dan sudah dibawa ke keluarga.
03:18Terima kasih.
03:31Kebetangan jenazah disambut tangis keluarga dan sejumlah rekan kerja Nur Aynia di rumah duka di Tambun Bekasi, Jawa Barat.
03:38Nur Aynia adalah satu dari 15 korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat.
03:53Kami baru melayak ke keluarga Almarhumah Aynia, menyampaikan duka yang sangat mendalam dan tentunya permintaan maaf kami.
04:12Dan kami menyampaikan juga ada sedikit santunan dari kami dan begitu juga dari kereta komitor.
04:24Direktur utama Kompas TV, Rosyana Silalahi pun mengenang sosok Ayni saat sambutan di pemakaman TPU menguncaya Kabupaten Bekasi pada Rabu
04:3329 April 2026.
04:36Sebelum dia di wisuda, seperti kata Bu Iva, Kompas TV sudah mengincar Ayn untuk bisa kerja di Kompas TV bahkan
04:47sebelum dia di wisuda.
04:49Terima kasih Pak Hari dan Bu Iva yang telah mendidik Ayn menjadi seorang profesional yang sangat istimewa di Kompas TV.
05:00Sebelas tahun mengabdi berdedikasi dan menyerahkan seluruh kapasitas dan energinya untuk Kompas TV.
05:12Pak Hari dan Bu Iva, saya menerima informasi dari tim Kompas TV di hari ketika sebelum Almarhumah Ayn menuju kereta,
05:30terlebih dahulu dia memberikan makan kucing-kucing di Kompas TV.
05:35Sesaat sebelum ia pergi untuk menuju stasiun terdekat, bahkan di menit terakhir ia sebelum pergi ke Haribaan yang Maha Suci,
05:50Ayn bahkan memberikan kebaikan bagi makhluk hidup.
05:53Dan hari ini kemarin kita melihat begitu banyak teman-teman dari tempat kuliah di Jogja,
06:00rekan-rekan masa sekolah dulu, juga rekan-rekan Kompas TV yang datang untuk memberikan penghormatan kepada Ayn,
06:09menunjukkan bahwa ia seorang yang sungguh dicintai tidak saja oleh teman-temannya sejak kecil maupun kenalannya maupun kerabat kerjanya.
06:19Karena putri Ian dan Barka, kenanglah kakakmu yang luar biasa ini sebagai seorang pejuang,
06:29banggalah pada Kak Ayn, ingatlah ia dengan cara yang selama ini selalu kita ingat,
06:38pribadi yang ceria, periang dan senantiasa mengasihi tidak saja sama tapi mahluk hidup.
06:45Pak Hari dan Bu Iva, meskipun Ayn sudah tidak ada,
06:53tetapi izinkan Kompas TV selalu menjadi keluarga besar untuk Pak Hari dan Bu Iva.
06:59Silaturahmi jangan pernah putus dan jangan pernah sungkan untuk selalu bisa berkomunikasi dengan Kompas TV.
07:07Terima kasih sekali lagi untuk semua yang telah diberikan keluarga besar bagi Ayn yang menjadi aset terbaik Kompas TV.
07:17Nur Aynia Eka Rahmadina, terima kasih untuk semua dedikasimu.
07:24Selamat jalan.
07:26Sosana Haru pun mengiringi jenazah Aynia ke tempat peristirahatan terakhir.
07:49Sosana Haru pun mengiringi jenazah Aynia ke tempat peristirahatan terakhir ke tempat peristirahatan terakhir.
07:57Namun hadir dalam setiap siaran yang mengalir.
08:00Sebelas tahun kau jaga dedikasi,
08:02merangkai berita menemani waktu menjadi bagian dari cerita banyak orang.
08:06Hingga akhirnya kami yang harus belajar melepasmu.
08:10Ayn kau bukan sekadarkan kerja,
08:13kau adalah cerita yang kini tinggal dalam kenangan.
08:16Dan di setiap siaran yang kembali berjalan,
08:19akan selalu ada bagian kecil darimu,
08:21yang tak pernah benar-benar pergi.
08:38Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan