Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 58 menit yang lalu


KOMPAS.TV - Dalam sebulan terakhir, beragam kontroversi menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).

Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama, hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah.

Juru bicara JK, Husain Abdullah, menyebut bahwa sikap tegas yang ditunjukkan JK merupakan respons atas tekanan yang terus berkembang, khususnya di media sosial.

"Beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik," ujar Husain dalam program ROSI, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie, mengimbau agar polemik yang berkembang tidak memperkeruh hubungan antar tokoh bangsa.

Baca Juga Belum Selesai! Penggugat Ijazah Ajukan Banding Sidang CLS Kasus Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/664831/belum-selesai-penggugat-ijazah-ajukan-banding-sidang-cls-kasus-ijazah-jokowi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/664920/jusuf-kalla-terseret-kasus-ijazah-jubir-pak-jk-sangat-menghormati-pak-jokowi-rosi
Transkrip
00:00Selamat malam saudara, program Rosi kembali hadir ke hadapan anda dan kali ini giliran saya Friska Clarissa yang akan memandu
00:07diskusi.
00:08Dalam sebulan terakhir beragam kontroversi menyeret nama wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Yusuf Kala.
00:15Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah.
00:24Lalu apa yang membuat Yusuf Kala gerah dan terkesan marah hingga harus memberikan klarifikasi dan penjelasan?
00:31Malam ini kami mengundang jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala Hussein Abdullah dan Ketua Umum Projo
00:39Budi Ari.
00:40Selamat malam Pak Uceng juga Pak Budi Ari.
00:43Selamat malam.
00:44Terima kasih sudah hadir di Rosi.
00:46Saya ke Pak Hussein dulu ke Pak Uceng.
00:48Dari konferensi pers 18 April lalu, kita melihat Pak JK tampak gerah dan marah.
00:57Kenapa?
00:59Sebenarnya beliau ingin menyampaikan suatu pesan yang kuat atau meyakinkan publik bahwa selama ini kan dia kesannya merasa dipojokkan.
01:12Seolah-olah tidak berterima kasih kepada Pak Jokowi atau tidak tahu berbalas budi sehingga muncullah macam-macam ini.
01:21Tapi itu di tataran apa namanya sosial media terutama ya atau pendukung-pendukung yang kita tidak tahu apakah terorganisir atau
01:30tidak lepasan begitu kan.
01:33Nah inilah yang coba dijelaskan secara meyakinkan oleh Pak JK.
01:39Nah di mana sebenarnya masalah ini Pak JK tidak pernah menyampaikan secara terbuka.
01:45Karena beliau bagaimanapun sebagai mantan wapres Pak Jokowi, beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi.
01:53Sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik.
01:57Tapi karena merasa sudah terdesak dan ya tentu namanya juga manusia Pak JK kan bukan melekat.
02:04Pasti punya batas-batas kesabaran juga.
02:07Sehingga mengemukakan supaya orang tahu bahwa ini loh posisi saya kepada Pak Jokowi itu peranan saya ini.
02:15Saya di awal itu yang mengajak Pak Jokowi untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI pada saat itu.
02:25Itu 2011-2012.
02:28Dan memediasi kepada Ibu Mega, membujuk ya dalam tanda kutip sehingga meyakinkan Ibu bagaimana kemudian memang memberi tempat kepada Pak
02:39Jokowi yang waktu itu wali kota Solo.
02:41Jadi ada step, ada bagian yang memang menjadi bagian Pak JK itu yang cukup pentinglah buat karir politik Pak Jokowi
02:50ke depannya.
02:51Nah seperti yang saya katakan di beberapa kesempatan, ibarat konstitusi kan ada pembukaannya, ada batang tubuh.
03:01Bagian Pak JK itu di pembukaan dan beliau memang cukup berperanan di situ.
03:05Bagaimana mengajak dan melihat sosok Pak Jokowi itu seorang pemimpin pisioner dari daerah, rendah hati, sederhana.
03:15Kemudian memang berhasil secara meyakinkan dua periode mengembangkan atau memimpin kota Solo waktu itu.
03:22Sehingga menawarkan Pak Jokowi, kamu mau nggak jadi Gubernur DKI atau ikut pencalonan?
03:30Kata Pak Jokowi dengan merendah ya, sebagaimana tradisi politik atau komunikasi politik beliau.
03:37Saya tidak punya uang Pak, saya orang daerah lah kayak gitu kan.
03:42Pak JK bilang, kamu nggak usah pikirkan itu, nanti kita support.
03:45Karena punya visi lah yang bisa dikembangkan di DKI.
03:50Akhirnya berkembang dan betul Pak JK kemudian mengurus dengan serius, intens, berkomunikasi dengan Ibu Mega.
03:59Yang pada saat itu sebenarnya Pozibowo, Pak Pozibowo itu sudah begitu kuat ya sebagai incumbent waktu itu.
04:07Dan menyapu bersih banyak partai.
04:09Yang tersisa memang PDIP dan kemudian ada Gerindra.
04:14Nah setelah fix dengan Ibu Mega, memberi yaudahlah kalau pak kalah yakin, ditanyalah Pak JK sama Ibu Mega.
04:22Saya ingat itu kata-kata yang biasa disebut Pak JK.
04:27Pak kalah yakin kita bisa menang dengan Pak Jokowi.
04:32Ya saya tidak memastikan Bu, tapi kalau kita kerjakan sama-sama bisa.
04:36Nah oke Ibu Mega, lalu Pak Asim Gerindra pun datang dengan membawa Pak Aho dipasangkan lah dan PDP memang setuju
04:45dengan Pak Aho itu.
04:47Jadi yang menarik, konferensi pers itu salah satu yang membuat Pak JK gerah, yang mendorong Pak JK menyampaikan konferensi pers
04:55adalah tudingan-tudingan di media sosial soal Pak Jokowi dan Pak JK.
04:59Ya sepertinya ingin mengumumkakan secara terbuka akhirnya setelah hampir 20 tahun atau dari 2011 sampai 2026, dia menyimpan rapat sebenarnya
05:10ini.
05:10Karena banyakan mungkin anak-anak muda sekarang itu ibaratnya langsung melihat bunganya, tidak melihat siapa yang menanam barang ini.
05:19Nah kira-kira itulah Pak JK mencoba menarik ke belakang bawah ini loh saya, apa kurang saya kepada Pak Jokowi,
05:27apalagi selama 5 tahun mendampingi Pak Jokowi, luar biasa loh Pak JK sebenarnya juga mengatur ritme dengan Pak Jokowi.
05:35Sampai Pak JK menyampaikan termul, itu apakah ungkapan emosional karena dianggap diserang kehormatannya atau bagaimana?
05:44Iya saya tidak bisa menafsir terlalu jauh ya, tapi menurut saya ada juga untungnya sebenarnya tidak menyebut secara spesifik misalnya
05:52seperti katakanlah Projo atau Barah gitu kan nanti masalah lain lagi tuh.
05:58Jadi beliau lebih plat. Nah kalau dengan saudara-saudara kita Projo atau Barah atau apapun ya, itu kan kita bahu
06:07-membahu sebenarnya kemudian di kemudian harinya ketika Pak Jokowi pun maju sebagai capres, apalagi bersama.
06:15Nah kemudian Pak JK juga menyampaikan bahwa saya ini tidak ditunjuk oleh Jokowi menjadi pasangannya, tapi langsung oleh Ibu Mega.
06:27Jadi beliau sebenarnya secara politis tidak punya hutang politik ya, kalau kita lihat sepintas seperti itu.
06:34Karena Ibu Mega melihat Pak Jokowi masih muda, menjadi gubernur masih satu hampir dua tahun lah, jadi butuh didampingin oleh
06:43seorang yang lebih senior dan Pak JK lebih tepat untuk itu.
06:48Dan pendukung-pendukung Pak Jokowi pun melihat bahwa ini memang saya kira mereka juga beranggapan pilihan Ibu Mega itu tepat
06:57Pak Jokowi didampingin Pak Jokowi.
07:01Dan apakah Pak Budi Ari dan pendukung Jokowi sepakat, kalau bukan karena Pak JK, bisa saja jalan Pak Jokowi menuju
07:10kursi gubernur dan presiden belum tentu akan terbuka?
07:14Ya memang harus diakui Pak Jokowi ini kan lahir dari kedagangan rakyat.
07:21Dan memang Pak JK ini visioner, bisa melihat figur-figur politik yang punya potensi.
07:28Itu kelebihan Pak JK harus diakui. Sebagai toko politik senior, menggarawan, beliau lihat Pak Jokowi bisa nih jadi gubernur DKI.
07:38Dan memang dibuktikan dalam dua tahun Pak Jokowi, dua tahun kurang jadi gubernur, Pak Jokowi sudah melakukan banyak geberakan-geberakan
07:44yang signifikan untuk pengelolaan Jakarta.
07:46Sehingga rakyat berkendak lebih, yaitu mendorong Pak Jokowi jadi capres di 2014.
07:56Dan memang pilihan dengan Pak JK itu bagian yang dalam hitungan-hitungan politik sangat tepat ketika itu.
08:01Pak Jokowi Jokowi itu paling tepat di 2014.
08:04Dan itu dibuktikan dengan segala keterbatasannya, karena partai kan kita kalah di 2014.
08:12Partai cuma 36 persen.
08:15Melawan koalisi besar.
08:17Tapi kita bisa menang, karena apa? Karena ada gerakan rakyat di situ.
08:21Dan 2014 itu adalah gerakan rakyat yang mengantar Pak Jokowi dan Pak JK jadi presiden dan wakil presiden.
08:28Nah menurut saya di forum ini saya juga berharap tidak terlalu perlu diperdebatkan, apalagi judulnya Kompas ada apa dengan Jokowi
08:40JK.
08:40Justru itu untuk klarifikasi.
08:42Menurut saya tidak ada apa-apa. Pak Jokowi juga sudah bilang dia orang kampung, dia rakyat.
08:47Makanya Pak Jokowi itu rakyat gitu loh.
08:49Makanya waktu 2014 saya ingat banget slogannya adalah Jokowi JK adalah kita.
08:55Jokowi adalah rakyat.
08:57Gitu loh.
08:58Jokowi dihati rakyat, rakyat dihati Jokowi.
09:00Dan Anda sepakat bahwa Pak JK lah yang berperan dalam ini?
09:03Ya Pak JK punya peran.
09:05Punya peran dalam pengertian dari wakil gubernur gitu loh.
09:08Bahwa punya kontribusi gitu loh.
09:10Kontribusi karena sebagai wapas pasangan kan nggak mungkin.
09:13Nggak memberi dampak elektoral gitu.
09:16Tetapi bahwa ini gerakan rakyat.
09:19Ini kan yang teman-teman sampaikan bahwa ini 2014 ini kan fenomena baru dalam politik nasional.
09:24Bagaimana seorang rakyat jelata bisa jadi presiden.
09:28Gitu loh.
09:29Kalau tadi kan Pak Uceng sudah bilang, kalau dengan Projo atau Bara itu ya kawan-kawan yang berjuang bersama.
09:35Ya 2014 kita berjuang bersama-sama.
09:37Nah kalau gitu ya nanti gara-gara di media sosial segitu termul itu siapa sih?
09:40Gini loh gini, saya nggak mau menyalahkan teman-teman gini loh.
09:44Pendukung Pak Jokowi ini banyak.
09:46Baik yang terorganisir maupun yang pribadi-pribadi.
09:50Yang ekspresinya masing-masing karena kecintaan terhadap Pak Jokowi.
09:54Ya Pak Jokowi ini kalau ada apa-apa itu yang semua orang bisa bereaksi.
09:59Misalnya Pak Jokowi dihina, reaksinya bisa individual, bisa non-organik dan sebagainya gitu loh.
10:06Tetapi maksud saya, saya juga hormatin pikiran dan pendapat teman-teman.
10:11Di forum ini saya mohim bahwa udahlah, jangan kita mengadu domba sesama pemimpin bangsa, tokoh-tokoh bangsa.
10:19Itu sudah disampaikan juga atau tidak ke orang-orang yang ada?
10:22Beberapa saya sudah sampaikan.
10:24Beberapa saya sudah sampaikan.
10:26Dan di forum ini saya ingin sampaikan sekali lagi.
10:28Nggak ada gunanya juga, ngapain sih?
10:31Urusan Republik ini masih banyak yang harus kita beresin.
10:35Mungkin kan sesuatu yang tidak berbeda, kenapa mesti kita bertentang kan?
10:41Begitu.
10:43Dan Anda juga, apa sih Pak Jika setelah konferensi pers itu?
10:46Dengan tadi juga Pak Budiari bilang bahwa ya kalau dari Projo enggak,
10:49tapi memang ada orang-orang yang menyampaikan pendapatnya dengan cara segitu.
10:52Ya, saya kira semua sudah jelas juga, clear, dan Pak Jika sudah menyampaikan,
10:57sudah mengeluarkan apa yang harus diketahui secara publik oleh semua kita,
11:02termasuk pendukung-pendukung Pak Jokowi tadi,
11:05supaya paham posisinya.
11:06Pak Jika, wah kurang apa saya ini?
11:08Kok digituin lagi kan?
11:10Nah, itu saya kira sudah nyampe.
11:12Dan Pak Budiari juga sudah mengemukakan bahwa untuk apa sih kita ribut-ribut ini?
11:18Jadi, saya rasa barang ini sudah ketemu.
11:23Dan Pak Jika sendiri sesudah jumpa pers kemarin, itu lebih cooling down.
11:30Meskipun ada sesudahnya lebih kepada bagaimana mengembalikan marwah beliau,
11:35terutama menyangkut masalah penistaan agama itu.
11:39Lalu beberapa toko-toko dari Poso, dari Ambon,
11:42itu berdatangan, memberikan testimoni untuk menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Jika itu,
11:49itu memang seperti itu realitas sosialnya pada saat itu.
11:53Itu bukan penistaan agama.
11:54Memang pada saat kejadian di Poso, Ambon itu,
11:58baik Islam maupun Kristen,
12:01itu membunuh orang-orang tidak bersalah dengan,
12:04apa namanya, ya tanpa batas lah.
12:07Tanpa batas perikemanusiaan.
12:08Di situ ada peran Pak Jika,
12:10berperan besar untuk mendamaikan.
12:12Nah, ini juga kan masuk dalam satu materi konferensi pers.
12:16Saya catat paling tidak ada tiga isu utama.
12:18Soal ijasa, soal potongan ceramah saat di UGM,
12:22juga soal tudingan kredit puluhan triliun.
12:24Sebenarnya dari tiga isu tersebut,
12:26mana yang paling membuat Pak Jika terusit, Pak Uceng?
12:29Tapi jawabnya saya juga,
12:30tapi Roshi, tapi saya juga kembali.
Komentar

Dianjurkan