00:00Selamat malam saudara, program Rosi kembali hadir ke hadapan anda dan kali ini giliran saya Friska Clarissa yang akan memandu
00:07diskusi.
00:08Dalam sebulan terakhir beragam kontroversi menyeret nama wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Yusuf Kala.
00:15Mulai dari polemik ijazah Jokowi, laporan hukum terkait dugaan penistaan agama hingga tudingan kredit perusahaan yang mencapai puluhan triliun rupiah.
00:24Lalu apa yang membuat Yusuf Kala gerah dan terkesan marah hingga harus memberikan klarifikasi dan penjelasan?
00:31Malam ini kami mengundang jurubicara wakil presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kala Hussein Abdullah dan Ketua Umum Projo
00:39Budi Ari.
00:40Selamat malam Pak Uceng juga Pak Budi Ari.
00:43Selamat malam.
00:44Terima kasih sudah hadir di Rosi.
00:46Saya ke Pak Hussein dulu ke Pak Uceng.
00:48Dari konferensi pers 18 April lalu, kita melihat Pak JK tampak gerah dan marah.
00:57Kenapa?
00:59Sebenarnya beliau ingin menyampaikan suatu pesan yang kuat atau meyakinkan publik bahwa selama ini kan dia kesannya merasa dipojokkan.
01:12Seolah-olah tidak berterima kasih kepada Pak Jokowi atau tidak tahu berbalas budi sehingga muncullah macam-macam ini.
01:21Tapi itu di tataran apa namanya sosial media terutama ya atau pendukung-pendukung yang kita tidak tahu apakah terorganisir atau
01:30tidak lepasan begitu kan.
01:33Nah inilah yang coba dijelaskan secara meyakinkan oleh Pak JK.
01:39Nah di mana sebenarnya masalah ini Pak JK tidak pernah menyampaikan secara terbuka.
01:45Karena beliau bagaimanapun sebagai mantan wapres Pak Jokowi, beliau sangat respek dan menghormati Pak Jokowi.
01:53Sehingga ada hal-hal yang tidak perlu dikemukakan secara publik.
01:57Tapi karena merasa sudah terdesak dan ya tentu namanya juga manusia Pak JK kan bukan melekat.
02:04Pasti punya batas-batas kesabaran juga.
02:07Sehingga mengemukakan supaya orang tahu bahwa ini loh posisi saya kepada Pak Jokowi itu peranan saya ini.
02:15Saya di awal itu yang mengajak Pak Jokowi untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI pada saat itu.
02:25Itu 2011-2012.
02:28Dan memediasi kepada Ibu Mega, membujuk ya dalam tanda kutip sehingga meyakinkan Ibu bagaimana kemudian memang memberi tempat kepada Pak
02:39Jokowi yang waktu itu wali kota Solo.
02:41Jadi ada step, ada bagian yang memang menjadi bagian Pak JK itu yang cukup pentinglah buat karir politik Pak Jokowi
02:50ke depannya.
02:51Nah seperti yang saya katakan di beberapa kesempatan, ibarat konstitusi kan ada pembukaannya, ada batang tubuh.
03:01Bagian Pak JK itu di pembukaan dan beliau memang cukup berperanan di situ.
03:05Bagaimana mengajak dan melihat sosok Pak Jokowi itu seorang pemimpin pisioner dari daerah, rendah hati, sederhana.
03:15Kemudian memang berhasil secara meyakinkan dua periode mengembangkan atau memimpin kota Solo waktu itu.
03:22Sehingga menawarkan Pak Jokowi, kamu mau nggak jadi Gubernur DKI atau ikut pencalonan?
03:30Kata Pak Jokowi dengan merendah ya, sebagaimana tradisi politik atau komunikasi politik beliau.
03:37Saya tidak punya uang Pak, saya orang daerah lah kayak gitu kan.
03:42Pak JK bilang, kamu nggak usah pikirkan itu, nanti kita support.
03:45Karena punya visi lah yang bisa dikembangkan di DKI.
03:50Akhirnya berkembang dan betul Pak JK kemudian mengurus dengan serius, intens, berkomunikasi dengan Ibu Mega.
03:59Yang pada saat itu sebenarnya Pozibowo, Pak Pozibowo itu sudah begitu kuat ya sebagai incumbent waktu itu.
04:07Dan menyapu bersih banyak partai.
04:09Yang tersisa memang PDIP dan kemudian ada Gerindra.
04:14Nah setelah fix dengan Ibu Mega, memberi yaudahlah kalau pak kalah yakin, ditanyalah Pak JK sama Ibu Mega.
04:22Saya ingat itu kata-kata yang biasa disebut Pak JK.
04:27Pak kalah yakin kita bisa menang dengan Pak Jokowi.
04:32Ya saya tidak memastikan Bu, tapi kalau kita kerjakan sama-sama bisa.
04:36Nah oke Ibu Mega, lalu Pak Asim Gerindra pun datang dengan membawa Pak Aho dipasangkan lah dan PDP memang setuju
04:45dengan Pak Aho itu.
04:47Jadi yang menarik, konferensi pers itu salah satu yang membuat Pak JK gerah, yang mendorong Pak JK menyampaikan konferensi pers
04:55adalah tudingan-tudingan di media sosial soal Pak Jokowi dan Pak JK.
04:59Ya sepertinya ingin mengumumkakan secara terbuka akhirnya setelah hampir 20 tahun atau dari 2011 sampai 2026, dia menyimpan rapat sebenarnya
05:10ini.
05:10Karena banyakan mungkin anak-anak muda sekarang itu ibaratnya langsung melihat bunganya, tidak melihat siapa yang menanam barang ini.
05:19Nah kira-kira itulah Pak JK mencoba menarik ke belakang bawah ini loh saya, apa kurang saya kepada Pak Jokowi,
05:27apalagi selama 5 tahun mendampingi Pak Jokowi, luar biasa loh Pak JK sebenarnya juga mengatur ritme dengan Pak Jokowi.
05:35Sampai Pak JK menyampaikan termul, itu apakah ungkapan emosional karena dianggap diserang kehormatannya atau bagaimana?
05:44Iya saya tidak bisa menafsir terlalu jauh ya, tapi menurut saya ada juga untungnya sebenarnya tidak menyebut secara spesifik misalnya
05:52seperti katakanlah Projo atau Barah gitu kan nanti masalah lain lagi tuh.
05:58Jadi beliau lebih plat. Nah kalau dengan saudara-saudara kita Projo atau Barah atau apapun ya, itu kan kita bahu
06:07-membahu sebenarnya kemudian di kemudian harinya ketika Pak Jokowi pun maju sebagai capres, apalagi bersama.
06:15Nah kemudian Pak JK juga menyampaikan bahwa saya ini tidak ditunjuk oleh Jokowi menjadi pasangannya, tapi langsung oleh Ibu Mega.
06:27Jadi beliau sebenarnya secara politis tidak punya hutang politik ya, kalau kita lihat sepintas seperti itu.
06:34Karena Ibu Mega melihat Pak Jokowi masih muda, menjadi gubernur masih satu hampir dua tahun lah, jadi butuh didampingin oleh
06:43seorang yang lebih senior dan Pak JK lebih tepat untuk itu.
06:48Dan pendukung-pendukung Pak Jokowi pun melihat bahwa ini memang saya kira mereka juga beranggapan pilihan Ibu Mega itu tepat
06:57Pak Jokowi didampingin Pak Jokowi.
07:01Dan apakah Pak Budi Ari dan pendukung Jokowi sepakat, kalau bukan karena Pak JK, bisa saja jalan Pak Jokowi menuju
07:10kursi gubernur dan presiden belum tentu akan terbuka?
07:14Ya memang harus diakui Pak Jokowi ini kan lahir dari kedagangan rakyat.
07:21Dan memang Pak JK ini visioner, bisa melihat figur-figur politik yang punya potensi.
07:28Itu kelebihan Pak JK harus diakui. Sebagai toko politik senior, menggarawan, beliau lihat Pak Jokowi bisa nih jadi gubernur DKI.
07:38Dan memang dibuktikan dalam dua tahun Pak Jokowi, dua tahun kurang jadi gubernur, Pak Jokowi sudah melakukan banyak geberakan-geberakan
07:44yang signifikan untuk pengelolaan Jakarta.
07:46Sehingga rakyat berkendak lebih, yaitu mendorong Pak Jokowi jadi capres di 2014.
07:56Dan memang pilihan dengan Pak JK itu bagian yang dalam hitungan-hitungan politik sangat tepat ketika itu.
08:01Pak Jokowi Jokowi itu paling tepat di 2014.
08:04Dan itu dibuktikan dengan segala keterbatasannya, karena partai kan kita kalah di 2014.
08:12Partai cuma 36 persen.
08:15Melawan koalisi besar.
08:17Tapi kita bisa menang, karena apa? Karena ada gerakan rakyat di situ.
08:21Dan 2014 itu adalah gerakan rakyat yang mengantar Pak Jokowi dan Pak JK jadi presiden dan wakil presiden.
08:28Nah menurut saya di forum ini saya juga berharap tidak terlalu perlu diperdebatkan, apalagi judulnya Kompas ada apa dengan Jokowi
08:40JK.
08:40Justru itu untuk klarifikasi.
08:42Menurut saya tidak ada apa-apa. Pak Jokowi juga sudah bilang dia orang kampung, dia rakyat.
08:47Makanya Pak Jokowi itu rakyat gitu loh.
08:49Makanya waktu 2014 saya ingat banget slogannya adalah Jokowi JK adalah kita.
08:55Jokowi adalah rakyat.
08:57Gitu loh.
08:58Jokowi dihati rakyat, rakyat dihati Jokowi.
09:00Dan Anda sepakat bahwa Pak JK lah yang berperan dalam ini?
09:03Ya Pak JK punya peran.
09:05Punya peran dalam pengertian dari wakil gubernur gitu loh.
09:08Bahwa punya kontribusi gitu loh.
09:10Kontribusi karena sebagai wapas pasangan kan nggak mungkin.
09:13Nggak memberi dampak elektoral gitu.
09:16Tetapi bahwa ini gerakan rakyat.
09:19Ini kan yang teman-teman sampaikan bahwa ini 2014 ini kan fenomena baru dalam politik nasional.
09:24Bagaimana seorang rakyat jelata bisa jadi presiden.
09:28Gitu loh.
09:29Kalau tadi kan Pak Uceng sudah bilang, kalau dengan Projo atau Bara itu ya kawan-kawan yang berjuang bersama.
09:35Ya 2014 kita berjuang bersama-sama.
09:37Nah kalau gitu ya nanti gara-gara di media sosial segitu termul itu siapa sih?
09:40Gini loh gini, saya nggak mau menyalahkan teman-teman gini loh.
09:44Pendukung Pak Jokowi ini banyak.
09:46Baik yang terorganisir maupun yang pribadi-pribadi.
09:50Yang ekspresinya masing-masing karena kecintaan terhadap Pak Jokowi.
09:54Ya Pak Jokowi ini kalau ada apa-apa itu yang semua orang bisa bereaksi.
09:59Misalnya Pak Jokowi dihina, reaksinya bisa individual, bisa non-organik dan sebagainya gitu loh.
10:06Tetapi maksud saya, saya juga hormatin pikiran dan pendapat teman-teman.
10:11Di forum ini saya mohim bahwa udahlah, jangan kita mengadu domba sesama pemimpin bangsa, tokoh-tokoh bangsa.
10:19Itu sudah disampaikan juga atau tidak ke orang-orang yang ada?
10:22Beberapa saya sudah sampaikan.
10:24Beberapa saya sudah sampaikan.
10:26Dan di forum ini saya ingin sampaikan sekali lagi.
10:28Nggak ada gunanya juga, ngapain sih?
10:31Urusan Republik ini masih banyak yang harus kita beresin.
10:35Mungkin kan sesuatu yang tidak berbeda, kenapa mesti kita bertentang kan?
10:41Begitu.
10:43Dan Anda juga, apa sih Pak Jika setelah konferensi pers itu?
10:46Dengan tadi juga Pak Budiari bilang bahwa ya kalau dari Projo enggak,
10:49tapi memang ada orang-orang yang menyampaikan pendapatnya dengan cara segitu.
10:52Ya, saya kira semua sudah jelas juga, clear, dan Pak Jika sudah menyampaikan,
10:57sudah mengeluarkan apa yang harus diketahui secara publik oleh semua kita,
11:02termasuk pendukung-pendukung Pak Jokowi tadi,
11:05supaya paham posisinya.
11:06Pak Jika, wah kurang apa saya ini?
11:08Kok digituin lagi kan?
11:10Nah, itu saya kira sudah nyampe.
11:12Dan Pak Budiari juga sudah mengemukakan bahwa untuk apa sih kita ribut-ribut ini?
11:18Jadi, saya rasa barang ini sudah ketemu.
11:23Dan Pak Jika sendiri sesudah jumpa pers kemarin, itu lebih cooling down.
11:30Meskipun ada sesudahnya lebih kepada bagaimana mengembalikan marwah beliau,
11:35terutama menyangkut masalah penistaan agama itu.
11:39Lalu beberapa toko-toko dari Poso, dari Ambon,
11:42itu berdatangan, memberikan testimoni untuk menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Jika itu,
11:49itu memang seperti itu realitas sosialnya pada saat itu.
11:53Itu bukan penistaan agama.
11:54Memang pada saat kejadian di Poso, Ambon itu,
11:58baik Islam maupun Kristen,
12:01itu membunuh orang-orang tidak bersalah dengan,
12:04apa namanya, ya tanpa batas lah.
12:07Tanpa batas perikemanusiaan.
12:08Di situ ada peran Pak Jika,
12:10berperan besar untuk mendamaikan.
12:12Nah, ini juga kan masuk dalam satu materi konferensi pers.
12:16Saya catat paling tidak ada tiga isu utama.
12:18Soal ijasa, soal potongan ceramah saat di UGM,
12:22juga soal tudingan kredit puluhan triliun.
12:24Sebenarnya dari tiga isu tersebut,
12:26mana yang paling membuat Pak Jika terusit, Pak Uceng?
12:29Tapi jawabnya saya juga,
12:30tapi Roshi, tapi saya juga kembali.
Komentar