00:14KAPAL TENGKER
00:31KAPAL TENGKER TIONGKOK, RICH STERRY, dikabarkan telah melewati jalur pelayaran Selat Hormuz di tengah ancaman blokade Amerika Serikat.
00:41Kapal itu tercatat sebagai kapal pertama yang melewati Selat Hormuz sejak rencana blokade diumumkan, meski masuk daftar kapal yang terjerat
00:51sanksi Amerika Serikat.
01:18KAPAL TENGKER TIONGKER TIONGKER TIONGKER TIONGKER
01:22RIFF firearms yang telah disepanghatkan secara global.
01:25Iran dan juga sejumlah negara menyebutkan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat saat ini memblokade Selat Hormuz adalah perilaku bajak
01:32laut.
01:33Apabila kita mengacu kepada hukum laut internasional, apakah ini sudah memenuhi syarat-syarat dengan istilah bajak laut itu?
01:44Tentunya yang kita pahami kedua belah pihak memiliki argumentasi-argumentasi yuridis yang akan selalu dinarasikan secara global.
01:54Kenapa seperti itu? Karena kalau kita bicara konvensi hukum laut, baik yang 58 ataupun kita bicara UNROS 82,
02:02itu pendekatannya itu kan pendekatan innocent passage atau transit passage. Tidak ada ibaratnya logika memblokade suatu teritorial tertentu
02:12dengan kepentingan tertentu yang tentunya masing-masing ini memiliki tekanan-tekanan geopolitiknya. Begitu Bang Rian.
02:21Kalau kita mengacu juga ini, Prof, mengapa Iran bersikeras memakai aturan lama yaitu lintas damai pada tahun 1958?
02:29Sementara dunia kan ini sudah berpindah ke aturan UNCLOS 1982?
02:35Sebetulnya itu strategi yang sangat-sangat taktis yang dilakukan oleh Iran.
02:40Karena Iran signature country dari konvensi jenayah 58 tentang hukum laut.
02:47Kita mesti ingat juga, Amerika itu tidak tangan tidak menjadi negara peserta di kedua konvensi hukum laut itu.
02:55Jadi setidaknya secara hukum ada dasar yang digunakan oleh Iran bahwa secara hukum internasional,
03:03we have the right untuk straight foremost walaupun sangat debatable secara akademik.
03:09Nah kalau Amerika, dia unik ya, menggunakan pendekatan bukan perjanjian internasional sebetulnya,
03:16tapi customary, international of law.
03:18Jadi kebiasaan-kebiasaan hukum internasional itu juga adalah sumber hukum.
03:22Nah itu yang dipergunakan oleh Amerika.
03:25Berarti ada basis hukum yang masing-masing dikemukakan begitu.
03:30Kalau kita bandingkan, mana yang lebih kuat sebetulnya, Prof?
03:33Kalau ini dibawa menjadi suatu dispute atau sengketa hukum internasional,
03:38kedua-duanya memiliki titik lemah.
03:39Tapi dalam posisi Iran yang memiliki wilayah kedaulatan,
03:45maritimnya itu adalah slat formus,
03:47satunya dia lebih memiliki argumentasi juridis yang lebih kuat.
03:51Kalau Amerika, pendekatannya pasti pendekatan geopolitik dan hukum kebiasaan internasional.
03:56Jadi kedua-duanya punya sumber hukum internasional yang menjadikan dasar,
04:00tapi kalau kita berbasis kepada persengketaan,
04:03maka nanti hakim di ICJ yang akan bisa menentukan
04:06mana yang akan lebih memiliki argumentasi secara hukum internasional.
04:12Jika kemudian, Prof, aturan lintas damai tadi yang sempat dibahas ini berlaku,
04:17apakah benar kapal perang Amerika Serikat sesungguhnya tidak punya hak sama sekali
04:22untuk siaga tempur atau menyelam saat lewat di slat formus?
04:28Bagus sekali, Bang Rian, pertanyaan.
04:31Jadi, mesti dipisahkan.
04:32Kalau innocent spaces itu kapal perang harus melewat dalam kondisi peaceful.
04:39Sama juga, kapal selam itu harus naik ke atas.
04:42Harus muncul di permukaan air
04:44dan tidak mengaktivasi semua radar atau navigasi untuk perang.
04:50Tapi begitu, yang dipergunakan adalah transit spaces.
04:54Artinya, boleh dalam kondisi perang atau mood on in war,
05:02itu saya kasih ilustrasi sederhananya,
05:06kalau innocent spaces melewati secara damai,
05:08itu seperti kita mau masuk rumah orang harus sopan, kulon-won,
05:14kalau bahasa sunnya punten-punten.
05:16Tapi begitu transit spaces,
05:18itu seperti melewati jalan yang membelah suatu daerah
05:23dan dia bisa melakukan apa saja,
05:25asalkan ibarannya dia merasa terancam.
05:27Nah, ini logika terancam.
05:28Ini kan logika yang akan membawa pemahaman navigasi hari ini.
05:33Itu bukan navigasi kapal saja.
05:35Dia punya navigasi yang bisa melakukan intersepsi
05:38dengan menggunakan artificial intelligence.
05:40Ini mungkin yang menjadi dasar utama Iran betul-betul mengunci Selatormus
05:45sekali lewat kapal, itu tidak hanya kapal fisik loh, Mas Rian.
05:50Tapi kemampuan mengintersepsi secara cyber, secara digital,
05:54posisi-posisi pemimpin-pemimpin Iran itu bisa pakai kapal itu.
05:58Kapal Amerika itu bukan kapal sederhana.
06:00Dia itu adalah data center yang bergerak,
06:04yang mampu berperang.
06:05Begitu, Mas Rian.
06:06Apabila langkah-langkah tadi tidak dilakukan oleh Amerika Serikat,
06:10terkait juga tadi kapal selam,
06:12begitu tidak klonun terlebih dahulu,
06:14apakah ini artinya secara hukum internasional melanggar, Prof?
06:20Tadi saya tegaskan kembali bahwa Amerika selalu menggunakan
06:26pendekatan non-internasional convention
06:30apabila dia tidak menjadi negara peneratangannya
06:33dan dia tidak meratifikasi,
06:34yaitu dia menggunakan apa yang disebut
06:36international customary of law.
06:38Jadi, betul-betul hukum kebiasaan saja
06:40dan biasanya juga begitu saya boleh,
06:42kenapa masyarakat internasional juga membolehkan,
06:45kenapa Iran tidak?
06:46Jadi, di sini posisi Amerika juga tidak sederhana
06:49seperti dua minggu lalu dilakukan,
06:55dimintakan resolusi Dewan Keamanan
06:57untuk melakukan pembukaan secara paksa,
07:00with force,
07:01itu kan di-veto oleh Rusia dan Iran.
07:04Jadi, artinya secara hukum internasional nampak bahwa
07:07posisi yang ingin diambil Amerika itu
07:10selalu posisi yang non-internasional convention,
07:13non-internasional treatment.
07:15Yang menarik juga ini, Prof,
07:17ketika gencatan senjata disepakati,
07:20ataupun dilakukan pada pekan-pekan lalu,
07:22ini Iran memperlakukan tarif tol begitu,
07:26tol selat hormus,
07:27meminta bayaran sebesar 2 juta dolar per kapal.
07:31Dan kalau tidak salah begitu,
07:33bahkan ini yang ditarik begitu berupa
07:36kripto, currency, dan juga yuan.
07:39Apakah menurut Anda ini murni biaya jasa pengamanan
07:42atau ada strategi lain yang tidak bertentangan dengan hukum?
07:47Dalam hukum internasional,
07:49itu tidak ada namanya bayar tol di kapal
07:52yang melewat innocent passage maupun transit passage
07:55di dalam konvensi hukum laut jelas.
07:58Yang ada itu adalah
07:59biaya untuk membantu navigasi,
08:03membantu takbot,
08:05misalnya selatnya itu adalah selat yang sempit,
08:08didorong sama kapal takbot.
08:09Itu yang umum praktik terjadi.
08:11Tapi kan ini bukan kejadian umum.
08:13Ini adalah wujud
08:17jurisdiksi yang dibuat secara
08:21imediat oleh Iran.
08:22Sehingga itu betul,
08:23itu pakai bitcoin,
08:24pakai bitcoin, pakai kripto.
08:26Kenapa?
08:26Karena kalau dia pakai US dollar,
08:28yang 2 juta US kan itu sekali lewat,
08:30itu ditangkat pasti di perbankan di seluruh dunia
08:33yang pakai US dollar oleh Amerika.
08:35Dianggap sebagai tindakan yang berseberangan
08:38dengan kebijakan pemerintah Amerika.
08:40Nah itulah sebabnya mereka menggunakan kripto seperti itu.
08:44Jadi artinya pendekatannya adalah pendekatan
08:46kalau Iran tuh,
08:48bilangnya oh ini untuk saya bantu nih
08:49ngebersihin ranjau gitu.
08:51Iya, inilah yang akan mengekibatkan
08:53nilai keekonomian melewati transit itu.
08:56Jadi asuransi harus lebih tinggi lagi
08:57buat tanker-tanker begitu.
08:59Oke.
08:59Demikian.
09:00Oke, kalau Anda melihat ini,
09:01Prof, strategi apa sih yang sedang
09:03dimainkan oleh Iran
09:04terkait dengan ada tadi tarif
09:06tol selat hormus
09:07dan juga tadi sempat dibahas soal asuransi
09:10yang jadi tinggi begitu
09:12dan enggan juga ketika diklaim
09:13juga enggan begitu
09:14karena terlalu tinggi klaimnya.
09:16Ini penggunaan kripto kuransi,
09:19bitcoin tadi disebutkan
09:20dan juga Yuan.
09:22Apa yang tengah,
09:23menurut Anda,
09:24apa yang tengah dilakukan oleh Iran?
09:26Strategi apa yang tengah dilakukan?
09:29Seperti di awal invasi Amerika dan Israel terhadap Iran
09:33melalui produk kendalinya,
09:35rudal-rudal yang ditembakkan,
09:37Iran kan melakukan eskalasi
09:39ke wilayah negara-negara Timur Tengah kan?
09:41Artinya begitu mereka,
09:43itu ya tetangga-tetangganya juga akan nih.
09:46Jadi, strategi yang akan diulang
09:48adalah eskalasi kedua,
09:49yaitu ekonomi geopolitik.
09:51Begitu kita bicara ekonomi geopolitik,
09:53ini kan Amerika akan pada posisi
09:55yang harus juga melawan
09:56sesuatu ekonomi geopolitik.
09:58Dan kalau dengan memberikan
10:00semacam retribusi untuk lewat,
10:02Iran lebih memposisikan
10:05sifat non-diskriminasi.
10:06Artinya, everyone is our friends.
10:08Every country, we will support.
10:10Tapi dalam kondisi extraordinary,
10:13seperti ini negara kami
10:15mensyaratkan lewat
10:17untuk membantu keamanan
10:19dan keselamatan dari kapal itu sendiri.
10:22Jadi, ini adalah strategi eskalasi
10:24yang selalu digunakan oleh Iran
10:27karena kekunci ya,
10:28posisinya itu menghadapi
10:31Amerika dan Israel.
10:32Oke.
10:34Baik.
10:34Selain tadi penggerahan armada perang,
10:36Prof, apakah pengadilan internasional
10:38juga bisa memperkarakan Iran
10:40atas pungutan tadi tersebut
10:42yang sempat kita bahas?
10:44Tapi jawabnya susah jodoh.
10:45Prof, tetap bersama kami
10:46di Breaking News Kompas TV.
Komentar