Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Amerika Serikat memutuskan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.

Langkah ini dilakukan untuk menekan Iran agar membuka Selat Hormuz dan menerima syarat perdamaian dari Amerika Serikat. Sementara itu, Iran menyatakan akan menanggapi secara tegas blokade tersebut.

Melalui pernyataan juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, tindakan Amerika Serikat disebut ilegal dan Iran akan mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan kedaulatan.

Bagaimana duduk hukum internasional saat dua negara besar saling berebut kendali di Selat Hormuz? Simak dialog KompasTV bersama Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Prof Danrivanto Budhijanto.

Baca Juga PM Israel Netanyahu Siap Perang Lagi dengan Iran, Tuntut Ini agar Segera Dipenuhi di https://www.kompas.tv/internasional/663565/pm-israel-netanyahu-siap-perang-lagi-dengan-iran-tuntut-ini-agar-segera-dipenuhi

#selathormuz #as #iran #blokade

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663574/sengit-adu-kuat-as-iran-kendalikan-selat-hormuz-siapa-lebih-kuat-begini-analisis-guru-besar-unpad
Transkrip
00:14KAPAL TENGKER
00:31KAPAL TENGKER TIONGKOK, RICH STERRY, dikabarkan telah melewati jalur pelayaran Selat Hormuz di tengah ancaman blokade Amerika Serikat.
00:41Kapal itu tercatat sebagai kapal pertama yang melewati Selat Hormuz sejak rencana blokade diumumkan, meski masuk daftar kapal yang terjerat
00:51sanksi Amerika Serikat.
01:18KAPAL TENGKER TIONGKER TIONGKER TIONGKER TIONGKER
01:22RIFF firearms yang telah disepanghatkan secara global.
01:25Iran dan juga sejumlah negara menyebutkan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat saat ini memblokade Selat Hormuz adalah perilaku bajak
01:32laut.
01:33Apabila kita mengacu kepada hukum laut internasional, apakah ini sudah memenuhi syarat-syarat dengan istilah bajak laut itu?
01:44Tentunya yang kita pahami kedua belah pihak memiliki argumentasi-argumentasi yuridis yang akan selalu dinarasikan secara global.
01:54Kenapa seperti itu? Karena kalau kita bicara konvensi hukum laut, baik yang 58 ataupun kita bicara UNROS 82,
02:02itu pendekatannya itu kan pendekatan innocent passage atau transit passage. Tidak ada ibaratnya logika memblokade suatu teritorial tertentu
02:12dengan kepentingan tertentu yang tentunya masing-masing ini memiliki tekanan-tekanan geopolitiknya. Begitu Bang Rian.
02:21Kalau kita mengacu juga ini, Prof, mengapa Iran bersikeras memakai aturan lama yaitu lintas damai pada tahun 1958?
02:29Sementara dunia kan ini sudah berpindah ke aturan UNCLOS 1982?
02:35Sebetulnya itu strategi yang sangat-sangat taktis yang dilakukan oleh Iran.
02:40Karena Iran signature country dari konvensi jenayah 58 tentang hukum laut.
02:47Kita mesti ingat juga, Amerika itu tidak tangan tidak menjadi negara peserta di kedua konvensi hukum laut itu.
02:55Jadi setidaknya secara hukum ada dasar yang digunakan oleh Iran bahwa secara hukum internasional,
03:03we have the right untuk straight foremost walaupun sangat debatable secara akademik.
03:09Nah kalau Amerika, dia unik ya, menggunakan pendekatan bukan perjanjian internasional sebetulnya,
03:16tapi customary, international of law.
03:18Jadi kebiasaan-kebiasaan hukum internasional itu juga adalah sumber hukum.
03:22Nah itu yang dipergunakan oleh Amerika.
03:25Berarti ada basis hukum yang masing-masing dikemukakan begitu.
03:30Kalau kita bandingkan, mana yang lebih kuat sebetulnya, Prof?
03:33Kalau ini dibawa menjadi suatu dispute atau sengketa hukum internasional,
03:38kedua-duanya memiliki titik lemah.
03:39Tapi dalam posisi Iran yang memiliki wilayah kedaulatan,
03:45maritimnya itu adalah slat formus,
03:47satunya dia lebih memiliki argumentasi juridis yang lebih kuat.
03:51Kalau Amerika, pendekatannya pasti pendekatan geopolitik dan hukum kebiasaan internasional.
03:56Jadi kedua-duanya punya sumber hukum internasional yang menjadikan dasar,
04:00tapi kalau kita berbasis kepada persengketaan,
04:03maka nanti hakim di ICJ yang akan bisa menentukan
04:06mana yang akan lebih memiliki argumentasi secara hukum internasional.
04:12Jika kemudian, Prof, aturan lintas damai tadi yang sempat dibahas ini berlaku,
04:17apakah benar kapal perang Amerika Serikat sesungguhnya tidak punya hak sama sekali
04:22untuk siaga tempur atau menyelam saat lewat di slat formus?
04:28Bagus sekali, Bang Rian, pertanyaan.
04:31Jadi, mesti dipisahkan.
04:32Kalau innocent spaces itu kapal perang harus melewat dalam kondisi peaceful.
04:39Sama juga, kapal selam itu harus naik ke atas.
04:42Harus muncul di permukaan air
04:44dan tidak mengaktivasi semua radar atau navigasi untuk perang.
04:50Tapi begitu, yang dipergunakan adalah transit spaces.
04:54Artinya, boleh dalam kondisi perang atau mood on in war,
05:02itu saya kasih ilustrasi sederhananya,
05:06kalau innocent spaces melewati secara damai,
05:08itu seperti kita mau masuk rumah orang harus sopan, kulon-won,
05:14kalau bahasa sunnya punten-punten.
05:16Tapi begitu transit spaces,
05:18itu seperti melewati jalan yang membelah suatu daerah
05:23dan dia bisa melakukan apa saja,
05:25asalkan ibarannya dia merasa terancam.
05:27Nah, ini logika terancam.
05:28Ini kan logika yang akan membawa pemahaman navigasi hari ini.
05:33Itu bukan navigasi kapal saja.
05:35Dia punya navigasi yang bisa melakukan intersepsi
05:38dengan menggunakan artificial intelligence.
05:40Ini mungkin yang menjadi dasar utama Iran betul-betul mengunci Selatormus
05:45sekali lewat kapal, itu tidak hanya kapal fisik loh, Mas Rian.
05:50Tapi kemampuan mengintersepsi secara cyber, secara digital,
05:54posisi-posisi pemimpin-pemimpin Iran itu bisa pakai kapal itu.
05:58Kapal Amerika itu bukan kapal sederhana.
06:00Dia itu adalah data center yang bergerak,
06:04yang mampu berperang.
06:05Begitu, Mas Rian.
06:06Apabila langkah-langkah tadi tidak dilakukan oleh Amerika Serikat,
06:10terkait juga tadi kapal selam,
06:12begitu tidak klonun terlebih dahulu,
06:14apakah ini artinya secara hukum internasional melanggar, Prof?
06:20Tadi saya tegaskan kembali bahwa Amerika selalu menggunakan
06:26pendekatan non-internasional convention
06:30apabila dia tidak menjadi negara peneratangannya
06:33dan dia tidak meratifikasi,
06:34yaitu dia menggunakan apa yang disebut
06:36international customary of law.
06:38Jadi, betul-betul hukum kebiasaan saja
06:40dan biasanya juga begitu saya boleh,
06:42kenapa masyarakat internasional juga membolehkan,
06:45kenapa Iran tidak?
06:46Jadi, di sini posisi Amerika juga tidak sederhana
06:49seperti dua minggu lalu dilakukan,
06:55dimintakan resolusi Dewan Keamanan
06:57untuk melakukan pembukaan secara paksa,
07:00with force,
07:01itu kan di-veto oleh Rusia dan Iran.
07:04Jadi, artinya secara hukum internasional nampak bahwa
07:07posisi yang ingin diambil Amerika itu
07:10selalu posisi yang non-internasional convention,
07:13non-internasional treatment.
07:15Yang menarik juga ini, Prof,
07:17ketika gencatan senjata disepakati,
07:20ataupun dilakukan pada pekan-pekan lalu,
07:22ini Iran memperlakukan tarif tol begitu,
07:26tol selat hormus,
07:27meminta bayaran sebesar 2 juta dolar per kapal.
07:31Dan kalau tidak salah begitu,
07:33bahkan ini yang ditarik begitu berupa
07:36kripto, currency, dan juga yuan.
07:39Apakah menurut Anda ini murni biaya jasa pengamanan
07:42atau ada strategi lain yang tidak bertentangan dengan hukum?
07:47Dalam hukum internasional,
07:49itu tidak ada namanya bayar tol di kapal
07:52yang melewat innocent passage maupun transit passage
07:55di dalam konvensi hukum laut jelas.
07:58Yang ada itu adalah
07:59biaya untuk membantu navigasi,
08:03membantu takbot,
08:05misalnya selatnya itu adalah selat yang sempit,
08:08didorong sama kapal takbot.
08:09Itu yang umum praktik terjadi.
08:11Tapi kan ini bukan kejadian umum.
08:13Ini adalah wujud
08:17jurisdiksi yang dibuat secara
08:21imediat oleh Iran.
08:22Sehingga itu betul,
08:23itu pakai bitcoin,
08:24pakai bitcoin, pakai kripto.
08:26Kenapa?
08:26Karena kalau dia pakai US dollar,
08:28yang 2 juta US kan itu sekali lewat,
08:30itu ditangkat pasti di perbankan di seluruh dunia
08:33yang pakai US dollar oleh Amerika.
08:35Dianggap sebagai tindakan yang berseberangan
08:38dengan kebijakan pemerintah Amerika.
08:40Nah itulah sebabnya mereka menggunakan kripto seperti itu.
08:44Jadi artinya pendekatannya adalah pendekatan
08:46kalau Iran tuh,
08:48bilangnya oh ini untuk saya bantu nih
08:49ngebersihin ranjau gitu.
08:51Iya, inilah yang akan mengekibatkan
08:53nilai keekonomian melewati transit itu.
08:56Jadi asuransi harus lebih tinggi lagi
08:57buat tanker-tanker begitu.
08:59Oke.
08:59Demikian.
09:00Oke, kalau Anda melihat ini,
09:01Prof, strategi apa sih yang sedang
09:03dimainkan oleh Iran
09:04terkait dengan ada tadi tarif
09:06tol selat hormus
09:07dan juga tadi sempat dibahas soal asuransi
09:10yang jadi tinggi begitu
09:12dan enggan juga ketika diklaim
09:13juga enggan begitu
09:14karena terlalu tinggi klaimnya.
09:16Ini penggunaan kripto kuransi,
09:19bitcoin tadi disebutkan
09:20dan juga Yuan.
09:22Apa yang tengah,
09:23menurut Anda,
09:24apa yang tengah dilakukan oleh Iran?
09:26Strategi apa yang tengah dilakukan?
09:29Seperti di awal invasi Amerika dan Israel terhadap Iran
09:33melalui produk kendalinya,
09:35rudal-rudal yang ditembakkan,
09:37Iran kan melakukan eskalasi
09:39ke wilayah negara-negara Timur Tengah kan?
09:41Artinya begitu mereka,
09:43itu ya tetangga-tetangganya juga akan nih.
09:46Jadi, strategi yang akan diulang
09:48adalah eskalasi kedua,
09:49yaitu ekonomi geopolitik.
09:51Begitu kita bicara ekonomi geopolitik,
09:53ini kan Amerika akan pada posisi
09:55yang harus juga melawan
09:56sesuatu ekonomi geopolitik.
09:58Dan kalau dengan memberikan
10:00semacam retribusi untuk lewat,
10:02Iran lebih memposisikan
10:05sifat non-diskriminasi.
10:06Artinya, everyone is our friends.
10:08Every country, we will support.
10:10Tapi dalam kondisi extraordinary,
10:13seperti ini negara kami
10:15mensyaratkan lewat
10:17untuk membantu keamanan
10:19dan keselamatan dari kapal itu sendiri.
10:22Jadi, ini adalah strategi eskalasi
10:24yang selalu digunakan oleh Iran
10:27karena kekunci ya,
10:28posisinya itu menghadapi
10:31Amerika dan Israel.
10:32Oke.
10:34Baik.
10:34Selain tadi penggerahan armada perang,
10:36Prof, apakah pengadilan internasional
10:38juga bisa memperkarakan Iran
10:40atas pungutan tadi tersebut
10:42yang sempat kita bahas?
10:44Tapi jawabnya susah jodoh.
10:45Prof, tetap bersama kami
10:46di Breaking News Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan