00:00Terima kasih yang masih bersama kami dalam Sampai Indonesia Pagi.
00:03Saudara berkas perkara kasus penyiraman air keras terhadap wakil koordinator kontras Andri Yunus
00:08akan dilimpahkan ke pengadilan militer pada Kamis pagi ini 16 April 2026.
00:14Pelimpahan dilakukan setelah auditor militer Jakarta meneliti berkas hingga dinyatakan lengkap secara formil dan material.
00:21Lewat pelimpahan itu nantinya kasus Andri Yunus akan didaftarkan ke pengadilan untuk segera disidang.
00:26Sebelumnya Andri Yunus jadi korban penyiraman air keras pada Kamis malam 12 Maret lalu.
00:32Dalam kasus ini Puspom TNI menetapkan ada 4 orang tersangka.
00:36Keempatnya adalah NDP berpangkat Kapten, SL dan BHW berpangkat Letnan 1 dan ES berpangkat Sersan 2.
00:44Mereka bertugas di Satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis Denma Bais TNI
00:52yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
01:00Berkas perkara kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus akan dilimpahkan ke pengadilan militer.
01:07Lebih lengkapnya kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV Rahma Piliang dan juga juru kamera Hanil Rivelino.
01:13Rahma, usai pelimpahan berkas apakah sudah diketahui jadwal kapan sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus
01:23akan segera digelar?
01:29Ya Adisti kalau misalnya sudah dilimpahkan begitu ya akan ada jeda waktu terlebih dahulu sekitar sebinggu hingga 10 hari
01:36usai dilimpahkan dan akan disidangkan di pengadilan militer.
01:40Tetapi kalau untuk pelimpahannya sendiri memang dilaksanakan hari ini Adisti dan juga Saudara nanti sekitar pukul 10 pagi memang kurang
01:48dari satu jam lagi
01:49dari Auditorat Militer 2 07 Jakarta akan melimpahkan ke pengadilan militer begitu ya setelah sebelumnya ini dinyatakan lengkap oleh Auditorat
01:59Militer.
02:00Dan kalau kita melihat begitu ya Adisti dan juga Saudara sebelumnya juga dari Selasa kemarin dari Puspom TNI juga telah
02:07memeriksa berkas perkara empat tersangka
02:09dan juga melimpahkannya kepada Auditorat Militer 2 07 Jakarta begitu dan nantinya akan dilimpahkan.
02:16Kalau kita ketahui Adisti dan juga Saudara setelah dilimpahkan ke pengadilan militer nantinya akan ada pengecekan terlebih dahulu begitu ya
02:23pengecekan dari formil dan materilnya setelah pengecekan formil dan materilnya administrasi dilakukan lalu nanti akan penunjukkan hakim juga
02:31dan juga pihak-pihak yang akan terlibat dalam persidangan lalu akan memanggil para pihak juga.
02:37Adisti dan juga Saudara jika semuanya ini sudah selesai dilakukan prosesnya sudah selesai begitu maka akan dilaksanakan persidangan.
02:44Biasanya ini untuk prosesnya sekitar seminggu hingga 10 hari bisa saja untuk sidang dilakukan minggu depan atau minggu depannya lagi
02:51akhir dari April 2020.
02:53Kalau kita melihat Adisti dan juga Saudara ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus penyiraman air keras kepada Andri Yunus
03:01yaitu aktivis kontras begitu dimana empat tersangka ini merupakan anggota BAIS TNI dengan inisial NDP SL BHW ES yang berasal
03:12dari matra udara dan laut.
03:14Dan juga Adisti dan juga Saudara untuk dari perkara ini juga berujung pada mundurnya Kepala BAIS TNI Udi Abrimantio yang
03:24dimana ini sebutkan bahwa bentuk dari pertanggung jawaban yang dilakukan oleh bawahannya.
03:29Nah begitu Adisti tapi tentunya untuk pasal yang disangkakan begitu terhadap empat tersangka ini merupakan pasal 467 KUHP tentang tindak
03:39penganyayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman pidana.
03:43Nah dan yang dilakukan oleh empat tersangka ini yaitu menyeramkan air keras kepada aktivis kontras Andri Yunus
03:50yang mengakibatkan Andri Yunus ini mengalami luka 20% dan masih dirawat di rumah sakit Cipta Mangungkusumo
03:57dan kita ketahui nanti sekitar pukul 10 akan dilimpahkan berkas pakaiannya akan kita lihat dan juga kita saksikan apakah akan
04:03diterima langsung oleh pengadilan militer
04:06begitu apakah nantinya akan ada pengecekan terlebih dahulu dan apakah akan langsung P21.
04:10Adisti.
04:11Oke jam 10 nanti kita akan kawal bagaimana berkas Andri Yunus ini akan dilimpahkan ke pengadilan militer
04:17dan diharapkan bahwa akhir bulan April ini empat orang tersangka penyiram air keras terhadap Andri Yunus ini bisa segera disidangkan.
04:26Terima kasih informasinya Jurnalis Kompas TV, Rahmawati Piliang dan juga Jurukamera Hanil Rivelino melaporkan langsung.
04:34Terima kasih selamat bertugas kembali Rahmah.
Komentar