00:00Saudara, stok minyak goreng bersubsidi minyak kita sulit ditemukan di sejumlah pasar di Kota Bandung, Jawa Barat.
00:07Pedagang mengaku tidak menjual minyak kita lantaran harganya yang tinggi.
00:13Sejumlah pedagang di pasar Kosambi, Kota Bandung mengatakan minyak kita sudah hilang dari pasaran sejak 2 hingga 3 bulan terakhir.
00:23Selain karena ketiadaan stok, pedagang di pasar Kosambi mengaku memilih tidak menjual minyak kita lantaran harga beli dari distributor yang
00:32berbeda jauh dengan harga yang tertera dalam kemasan.
00:36Hal itu membuat pedagang bingung untuk menjual minyak kita ke pembeli karena harga yang ditetapkan pedagang seringkali dikeluhkan pembeli.
00:49Saya kebetulan sekarang tidak menyediakan minyak kita karena harganya tidak sesuai dengan yang ada tertera di plastiknya.
00:59Jadi saya merasa tertipu kalau menurut saya kasihan sama masyarakat yang membelinya karena harganya dibikin situ Rp17.500.
01:09Sementara kita beli, perdusnya itu sekarang sampai Rp250.000, bagaimana saya mau menjual?
01:18Modalnya semakin meningkat, tapi keuntungan makin tidak ada.
01:22Semenjak minyak kita sampai Rp220.000, modalnya saya mundur tidak mau lagi beli.
01:30Stok minyak kita di sejumlah pasar di Kota Bandung, Jawa Barat alami kelangkaan.
01:35Informasi selengkapnya sudah ada jurnalis Kompas TV, Reza Pratama dan juru kamera Andri Iskandar.
01:41Selamat pagi Reza, jadi sejak kapan kelangkaan ini terjadi?
01:47Baik, Okta dan juga Saudara, kalau ditanya sejak kapan kelangkaan minyak kita di pasar tradisional kos sampai Kota Bandung,
01:54ini tadi kami menanyakan ke sejumlah pedagang bahwa minyak kita di pasar kos sampai ini sudah lebih dari satu bulan
02:01ini tidak ada.
02:03Namun memang untuk kelangkaannya sendiri memang disebabkan salah satunya bukan dari pihak distributor yang tidak menawarkan kepada para pedagang untuk
02:14membeli minyak kita.
02:15Namun para pedagang ini lebih memilih untuk tidak menjual minyak kita dikarenakan harga yang dibeli kepada para distributor yang menjual
02:26minyak kita kepada para pedagang ini harganya mahal.
02:29Contohnya, harga minyak kita tadi saya menanyakan kepada salah satu pedagang dijual Rp240.000 per dus.
02:40Satu dus itu isinya ada 12 kemasan minyak kita satu liter dengan ukuran satu liter Okta dan juga Saudara.
02:48Oleh karena itu artinya para pedagang ini harus membeli kepada distributor dengan harga Rp20.000 per liter.
02:57Sedangkan harga yang tertera di kemasan begitu ya, harga eceran tertingginya adalah Rp15.700.000.
03:04Oleh karena itu para pedagang tidak mungkin untuk menjual harga minyak kita sesuai dengan harga yang tertera di kemasan begitu
03:11ya.
03:11Karena pasti akan menugi.
03:14Memang tidak semua pedagang tidak menjual minyak kita begitu ya.
03:19Tidak sepenuhnya langka bahkan Okta dan juga Saudara masih ada beberapa pedagang yang menjual minyak kita di pasar kos sampai
03:24kota Bandung.
03:25Namun harganya itu tadi tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi yang tertera di kemasan.
03:31Tadi kami juga menanyakan kepada pedagang yang menjual minyak kita bahwa pedagang tersebut membeli minyak kita satu dusnya ini seharga
03:39Rp240.000.
03:42Begitu ya artinya para pedagang membeli ke distributor seharga Rp20.000 per liter.
03:47Kemudian para pedagang tersebut menjual minyak kita seharga Rp21.000 kepada konsumen.
03:54Nah ini menjadi dilema begitu ya karena harga minyak premium pun ini tidak jauh berbeda harganya dengan minyak kita yang
04:02dijual di pasar kos sampai kota Bandung.
04:04Contohnya saja ada minyak goreng premium yang dijual dengan harga Rp22.000 kepada konsumen.
04:11Nah ini tadi pun disampaikan oleh pedagang bahwa para konsumen ini sudah beralih ke minyak premium.
04:18Karena harganya tidak jauh berbeda dengan harga minyak kita yang dijual Rp21.000 per liter.
04:24Sedangkan minyak premium dijual Rp22.000 per liter.
04:27Nah itulah yang kami masih cari tahu dari mana distributor menjual harga minyak kita ini mahal sampai Rp20.000 per
04:40liter atau Rp240.000 satu dus.
04:43Sedangkan harga yang tertera di kemasan adalah Rp15.700 okta.
04:49Sudah lebih dari satu bulan sulit ditemukan minyak kita di pasar kos lagi.
04:53Lantas ada upayakah Reza dari pemerintah kota Bandung untuk mengatasi kelangkaan minyak kita di pasaran.
04:59Kemudian respon dari pedagang ataupun pembeli seperti apa?
05:01Apakah ada semacam alternatif begitu yang dilakukan oleh para pembeli?
05:13Untuk pemerintah kota Bandung terutama begitu ya karena pasar kosambi ada di kota Bandung memang hingga saat ini belum ada
05:20upaya begitu ya dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.
05:23Setidaknya satu bulan terakhir ketika minyak kita keberadaannya itu sulit dicari di pasar kosambi di kota Bandung.
05:31Memang ada namun tidak semua pedagang menjual minyak kita.
05:33Nah ini harus menjadi atensi dari pemerintah begitu ya karena minyak kita ini adalah minyak goreng kemasan yang harganya ini
05:41diatur oleh pemerintah begitu sebesar Rp15.700.
05:44Ini harus menjadi PR dari pemerintah mencari tahu kenapa harga minyak kita itu harganya tinggi di tingkat distributor.
05:51Sehingga para pedagang juga ini membelinya harus tinggi begitu tidak sesuai.
05:55Karena konsumen itu harus membeli minyak kita sesuai harga secara tertinggi yang ada di kemasan yaitu Rp15.700.
06:03Kemudian respon dari para pedagang begitu ya ini responnya adalah lebih memilih untuk menjual minyak premium begitu ya minyak goreng
06:11premium daripada harus membeli minyak kita dengan harga yang cukup tinggi di tingkat distributor.
06:17Kemudian untuk para konsumen pun tadi kami juga sempat menanyakan kepada para konsumen lebih memilih untuk menggantinya kepada minyak premium
06:26begitu ya.
06:27Karena biasanya menurut para pedagang minyak kita itu dibeli oleh ibu-ibu begitu yang memang tidak melakukan atau tidak memasak
06:38terus menerus atau memasaknya sewaktu-waktu begitu ya.
06:41Karena minyak kita biasanya dibeli oleh para pedagang gorengan misalnya yang selalu menggunakan minyak goreng setiap saat untuk menggoreng dagangannya
06:51begitu.
06:51Nah itulah saat ini memang PR dari pemerintah harus mencari tahu terlebih dahulu mengapa harga minyak kita di tingkat distributor
07:00ini mahal dijual kepada para pedagang yang ada di pasar Kosambi Kota Bandung.
07:03Sementara itu aku tak kembalikan Anda.
07:05Baik, minyak kita masih langkah di pasar Kosambi tidak hanya dikeluarkan oleh konsumen tapi juga pedagang karena tadi harga dari
07:10distributornya yang sudah tinggi.
07:12Terima kasih Junes Kompas TV Reza Pratama dan Jurukamera Andri Iskandar dari Bandung, Jawa Barat.
07:16Selamat petugas kembali.
Komentar