Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG, KOMPAS.TV - Stok minyak goreng bersubsidi Minyakita sulit ditemukan di sejumlah pasar di Kota Bandung.

Pedagang mengaku tidak menjual Minyakita karena harga beli dari distributor lebih tinggi dibanding harga yang tertera pada kemasan.

Sejumlah pedagang di Pasar Kosambi menyebut Minyakita telah hilang dari pasaran sejak dua bulan terakhir.

Kondisi ini membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual karena sering dikeluhkan oleh pembeli.

Baca Juga Harga Minyakita di Blora Tembus Rp19.500 per Liter, Melebihi HET Pemerintah | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/655500/harga-minyakita-di-blora-tembus-rp19-500-per-liter-melebihi-het-pemerintah-kompas-siang

#minyakita #bandung #hargapangan

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663267/pedagang-keluhkan-harga-minyakita-melambung-di-bandung-stok-kosong-2-bulan-sapa-pagi
Transkrip
00:00Saudara, stok minyak goreng bersubsidi minyak kita sulit ditemukan di sejumlah pasar di Kota Bandung, Jawa Barat.
00:07Pedagang mengaku tidak menjual minyak kita lantaran harganya yang tinggi.
00:13Sejumlah pedagang di pasar Kosambi, Kota Bandung mengatakan minyak kita sudah hilang dari pasaran sejak 2 hingga 3 bulan terakhir.
00:23Selain karena ketiadaan stok, pedagang di pasar Kosambi mengaku memilih tidak menjual minyak kita lantaran harga beli dari distributor yang
00:32berbeda jauh dengan harga yang tertera dalam kemasan.
00:36Hal itu membuat pedagang bingung untuk menjual minyak kita ke pembeli karena harga yang ditetapkan pedagang seringkali dikeluhkan pembeli.
00:49Saya kebetulan sekarang tidak menyediakan minyak kita karena harganya tidak sesuai dengan yang ada tertera di plastiknya.
00:59Jadi saya merasa tertipu kalau menurut saya kasihan sama masyarakat yang membelinya karena harganya dibikin situ Rp17.500.
01:09Sementara kita beli, perdusnya itu sekarang sampai Rp250.000, bagaimana saya mau menjual?
01:18Modalnya semakin meningkat, tapi keuntungan makin tidak ada.
01:22Semenjak minyak kita sampai Rp220.000, modalnya saya mundur tidak mau lagi beli.
01:30Stok minyak kita di sejumlah pasar di Kota Bandung, Jawa Barat alami kelangkaan.
01:35Informasi selengkapnya sudah ada jurnalis Kompas TV, Reza Pratama dan juru kamera Andri Iskandar.
01:41Selamat pagi Reza, jadi sejak kapan kelangkaan ini terjadi?
01:47Baik, Okta dan juga Saudara, kalau ditanya sejak kapan kelangkaan minyak kita di pasar tradisional kos sampai Kota Bandung,
01:54ini tadi kami menanyakan ke sejumlah pedagang bahwa minyak kita di pasar kos sampai ini sudah lebih dari satu bulan
02:01ini tidak ada.
02:03Namun memang untuk kelangkaannya sendiri memang disebabkan salah satunya bukan dari pihak distributor yang tidak menawarkan kepada para pedagang untuk
02:14membeli minyak kita.
02:15Namun para pedagang ini lebih memilih untuk tidak menjual minyak kita dikarenakan harga yang dibeli kepada para distributor yang menjual
02:26minyak kita kepada para pedagang ini harganya mahal.
02:29Contohnya, harga minyak kita tadi saya menanyakan kepada salah satu pedagang dijual Rp240.000 per dus.
02:40Satu dus itu isinya ada 12 kemasan minyak kita satu liter dengan ukuran satu liter Okta dan juga Saudara.
02:48Oleh karena itu artinya para pedagang ini harus membeli kepada distributor dengan harga Rp20.000 per liter.
02:57Sedangkan harga yang tertera di kemasan begitu ya, harga eceran tertingginya adalah Rp15.700.000.
03:04Oleh karena itu para pedagang tidak mungkin untuk menjual harga minyak kita sesuai dengan harga yang tertera di kemasan begitu
03:11ya.
03:11Karena pasti akan menugi.
03:14Memang tidak semua pedagang tidak menjual minyak kita begitu ya.
03:19Tidak sepenuhnya langka bahkan Okta dan juga Saudara masih ada beberapa pedagang yang menjual minyak kita di pasar kos sampai
03:24kota Bandung.
03:25Namun harganya itu tadi tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi yang tertera di kemasan.
03:31Tadi kami juga menanyakan kepada pedagang yang menjual minyak kita bahwa pedagang tersebut membeli minyak kita satu dusnya ini seharga
03:39Rp240.000.
03:42Begitu ya artinya para pedagang membeli ke distributor seharga Rp20.000 per liter.
03:47Kemudian para pedagang tersebut menjual minyak kita seharga Rp21.000 kepada konsumen.
03:54Nah ini menjadi dilema begitu ya karena harga minyak premium pun ini tidak jauh berbeda harganya dengan minyak kita yang
04:02dijual di pasar kos sampai kota Bandung.
04:04Contohnya saja ada minyak goreng premium yang dijual dengan harga Rp22.000 kepada konsumen.
04:11Nah ini tadi pun disampaikan oleh pedagang bahwa para konsumen ini sudah beralih ke minyak premium.
04:18Karena harganya tidak jauh berbeda dengan harga minyak kita yang dijual Rp21.000 per liter.
04:24Sedangkan minyak premium dijual Rp22.000 per liter.
04:27Nah itulah yang kami masih cari tahu dari mana distributor menjual harga minyak kita ini mahal sampai Rp20.000 per
04:40liter atau Rp240.000 satu dus.
04:43Sedangkan harga yang tertera di kemasan adalah Rp15.700 okta.
04:49Sudah lebih dari satu bulan sulit ditemukan minyak kita di pasar kos lagi.
04:53Lantas ada upayakah Reza dari pemerintah kota Bandung untuk mengatasi kelangkaan minyak kita di pasaran.
04:59Kemudian respon dari pedagang ataupun pembeli seperti apa?
05:01Apakah ada semacam alternatif begitu yang dilakukan oleh para pembeli?
05:13Untuk pemerintah kota Bandung terutama begitu ya karena pasar kosambi ada di kota Bandung memang hingga saat ini belum ada
05:20upaya begitu ya dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.
05:23Setidaknya satu bulan terakhir ketika minyak kita keberadaannya itu sulit dicari di pasar kosambi di kota Bandung.
05:31Memang ada namun tidak semua pedagang menjual minyak kita.
05:33Nah ini harus menjadi atensi dari pemerintah begitu ya karena minyak kita ini adalah minyak goreng kemasan yang harganya ini
05:41diatur oleh pemerintah begitu sebesar Rp15.700.
05:44Ini harus menjadi PR dari pemerintah mencari tahu kenapa harga minyak kita itu harganya tinggi di tingkat distributor.
05:51Sehingga para pedagang juga ini membelinya harus tinggi begitu tidak sesuai.
05:55Karena konsumen itu harus membeli minyak kita sesuai harga secara tertinggi yang ada di kemasan yaitu Rp15.700.
06:03Kemudian respon dari para pedagang begitu ya ini responnya adalah lebih memilih untuk menjual minyak premium begitu ya minyak goreng
06:11premium daripada harus membeli minyak kita dengan harga yang cukup tinggi di tingkat distributor.
06:17Kemudian untuk para konsumen pun tadi kami juga sempat menanyakan kepada para konsumen lebih memilih untuk menggantinya kepada minyak premium
06:26begitu ya.
06:27Karena biasanya menurut para pedagang minyak kita itu dibeli oleh ibu-ibu begitu yang memang tidak melakukan atau tidak memasak
06:38terus menerus atau memasaknya sewaktu-waktu begitu ya.
06:41Karena minyak kita biasanya dibeli oleh para pedagang gorengan misalnya yang selalu menggunakan minyak goreng setiap saat untuk menggoreng dagangannya
06:51begitu.
06:51Nah itulah saat ini memang PR dari pemerintah harus mencari tahu terlebih dahulu mengapa harga minyak kita di tingkat distributor
07:00ini mahal dijual kepada para pedagang yang ada di pasar Kosambi Kota Bandung.
07:03Sementara itu aku tak kembalikan Anda.
07:05Baik, minyak kita masih langkah di pasar Kosambi tidak hanya dikeluarkan oleh konsumen tapi juga pedagang karena tadi harga dari
07:10distributornya yang sudah tinggi.
07:12Terima kasih Junes Kompas TV Reza Pratama dan Jurukamera Andri Iskandar dari Bandung, Jawa Barat.
07:16Selamat petugas kembali.
Komentar

Dianjurkan