00:00Saudara, dibalik menjeritnya perajin tahu tempe karena mahalnya harga plastik dan kedelai,
00:05kita perlu melihat dulu bagaimana gambaran besarnya, berapa angka kebutuhan nasional kedelai.
00:14Kami kutip data dari proyeksi Neraca Pangan 2026.
00:19Kebutuhan kedelai nasional tercatat mencapai 2,74 juta ton per tahun.
00:24Angkanya besar saudara namun produksi dalam negeri masih sangat terbatas hanya sekitar 277 ribu ton.
00:32Akhirnya hampir 90% kebutuhan kedelai Indonesia masih bergantung pada impor.
00:40Kondisi ini menunjukkan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri yang membuat harga dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak global.
00:51Jika melihat tren impor, dalam beberapa tahun terakhir volumenya cenderung fluktuatif.
00:57Pada tahun 2017, saudara, impor kedelai mencapai 2,67 juta ton.
01:03Lalu sedikit turun pada tahun 2018 menjadi 2,58 juta ton.
01:09Tahun 2019 kembali naik ke angka yang sama sebelum menurun pada tahun 2020 hingga 2,47 juta ton.
01:18Pada tahun-tahun berikutnya, angka impor masih berada di kisaran 2,2 hingga 2,4 juta ton.
01:25Namun pada tahun 2024, impor kembali melonjak menjadi 2,67 juta ton.
01:32Fluktuasi ini menampilkan bahwa kebutuhan dalam negeri masih sangat bergantung pada pasar global.
01:41Dari pasokan kedelai impor ini kita lihat bagaimana harganya di pasaran, saudara.
01:46Pada akhir Maret, harga masih berada di kisaran Rp13.200 per kilogram.
01:52Namun memasuki bulan April, harga terus naik hampir setiap hari.
01:56Dari Rp13.311 per kilogram di awal April, harga terus meningkat hingga menembus Rp13.500 per kilogram pada pertengahan bulan.
02:08Peningkatan bertahap ini mencerminkan tekanan harga yang terus terjadi di pasar dan berdampak langsung pada harga produk turunan seperti tahu
02:18dan tempe.
02:25Dengan ketergantungan impor yang masih tinggi dan harga yang terus naik, lalu di mana letak persoalannya dan apa solusi konkretnya?
02:33Kita bahas bersama Sekretaris Badan Pangan Nasional, Bapak Sarwo Edy.
02:37Selamat siang, Pak Sarwo.
02:39Kita lihat dari catatan Bapak Nas nih, Pak Sarwo apa sih yang menyebabkan sebenarnya mahalnya harga kedelai?
02:46Apakah ini karena gejolak Timur Tengah saja atau sebenarnya ada kendala juga di lokal?
02:52Baik, terima kasih atas undangannya.
02:59Bersama ini kami akan menyampaikan bahwa berdasarkan data tanggal 15 April,
03:06baik dari data Satgas Pangan yang dikompilasi oleh Badan Pangan Nasional maupun data BPS.
03:17Dan tentunya kami pun punya data dari Gabungan Kooperasi Tahu Tempe Indonesia atau Gapok Pindo.
03:25Berdasarkan data tersebut ternyata harga kedelai ini saat ini ya, per 15 April, hari ini tanggal 16 ya.
03:36Per 15 April 2026 ini masih relatif stabil kok, Pak.
03:40Jadi artinya apa? Masih di bawah harga acuan pemerintah 12 ribu rupiah per kilogram.
03:46Contoh misalnya untuk DKI Jakarta, berdasarkan data kami, yang kami himpun dari sejumlah pasar di DKI dan dirata-ratakan,
03:56itu rata-ratanya 10.500 sampai 11.000.
03:59Kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daya dan Banten, rata-ratanya itu 10.555.
04:05Kemudian Sumatera, 11.450 rupiah per kilogram.
04:12Daerah Sulawesi, rata-rata seluruhnya 11.113 rupiah per kilogram.
04:18Kemudian Bali NTB, 10.550 per kilogram.
04:23Kalimantan, 10.908 per kilogram.
04:28Jadi masih di bawah harga acuan pemerintah 12 ribu.
04:32Kemudian memang ada beberapa waktu yang lalu, ada kedelai yang memang melonjak tinggi.
04:39Kasusnya hanya di beberapa kios saja.
04:42Jadi kios tersebut itu hanya membeli dari online.
04:46Itu per kilonya sudah 15 ribu.
04:51Sehingga, dan dia hanya beli lebih kurang 10 kilo.
04:55Yang membelinya itu hanya eceran 1 on, 2 on, 3 on.
05:00Sehingga kalau dirata-ratakan, per kilonya bisa 18 ribu.
05:04Kayaknya seperti itu.
05:05Ada juga yang sampai 15 ribu itu hanya kasus saja.
05:09Setelah kami teliti seperti itu.
05:12Dan di pasar-pasar, terutama di pasar-pasar di pengecer-pengecer itu,
05:20itu kan pengecer kedala itu tidak hanya satu.
05:22Itu coba ditanya, pasti harganya 11 sampai 11 ribu 500.
05:27Karena kalau harganya di atas 12 ribu,
05:32kemudian kita sisir ke hulu,
05:36kemudian eksportirnya,
05:38apa nak, importirnya menjual
05:41di atas 11 ribu 500,
05:44maka sudah otomatis
05:45importer tersebut
05:47untuk
05:49impor berikutnya kami hentikan
05:51dan izinnya akan kita cabut.
05:53Jadi kita sudah membentuk
05:54satuan tugas
05:56sapu bersih
05:57pelanggaran pangan.
05:59Jadi semua pengusaha,
06:01semua pedagang harus tunduk
06:02kepada pemerintah
06:04dengan mengacu kepada
06:06harga acuan tertinggi
06:09yang ditetapkan oleh pemerintah.
06:10Kira-kira seperti itu, Mbak.
06:12Baik, sebenarnya sudah dibentuk
06:14satuan tugas begitu ya
06:15untuk menjaga
06:16agar harga kedelai ini
06:18tidak melewati
06:19harga eceran tertingginya.
06:20Tapi Pasarwo,
06:21kalau kita lihat data di lapangan,
06:22banyak yang mengelukan.
06:24Perajin tahu tempe ini
06:25mengelukan bagaimana
06:26harganya ini tinggi.
06:27Jadi kalau yang bisa dijelaskan
06:29oleh Bapak Nas,
06:30apakah ini memang karena
06:32stoknya yang kurang
06:33atau seperti apa?
06:34Karena memang ada kelelaian di lapangan
06:36untuk menindak orang-orang yang
06:38oknum-oknum ini, Pak?
06:39Baik.
06:40Jadi perlu kami luruskan dulu
06:42bahwa tugas
06:46Satgas Saber Pelanggaran Pangan ini
06:49bukan hanya kedelai
06:50tapi sebelas bahan pokok penting.
06:52Jadi mulai beras,
06:54jagung kedelai,
06:55aneka bawang,
06:56aneka cabai,
06:57telur ayam,
06:58daging ayam,
06:59daging sapi,
07:00dan seterusnya.
07:01Itu ada
07:01sebelas bahan pokok penting.
07:03Kemudian kaitan dengan stok
07:05seperti yang tadi
07:06disampaikan bahwa
07:08sampai saat ini,
07:09sampai dengan bulan Mei,
07:12itu stok kedelai kita
07:14masih 366 ribu ton.
07:17Arti ini masih cukup.
07:19masih cukup.
07:20Kemudian kami juga
07:22hampir tiap hari kami komunikasi
07:25dengan namanya
07:26gabungan kooperasi
07:28TAHUTP Indonesia
07:29dan data dari sana
07:32itu harganya masih normal.
07:34Jadi antara 10.500
07:37sampai dengan 11.500.
07:39Artinya masih di bawah stok.
07:41Kalau stok itu masih cukup
07:43walaupun 90% masih impor.
07:47Tadi sudah disampaikan bahwa
07:48impor kedelai kita
07:50tahun 2026 ini
07:55proyeksinya
07:56mencapai 2,61 juta ton.
08:01Karena produksi
08:02dalam negeri
08:04ini hanya
08:05277 ribu ton.
08:07Jadi memang masih
08:08masih jauh.
08:10Masih sehingga
08:10Pak Menteri Pertanian
08:12itu dalam tahun ini
08:13ada program
08:14pengembangan kedelai.
08:16Yang mudah-mudahan
08:17nanti secara bertahap
08:19kedelai
08:19dalam negeri
08:22produksinya meningkat
08:23otomatis akan
08:24menurunkan
08:25impor.
08:26Gereka seperti itu, Mbak.
08:27Oke, baik Pak.
08:29Jadi kalau misalnya
08:30kita lihat sejauh ini
08:31sebenarnya dari pemerintah
08:32apakah sudah
08:33menyiapkan begitu
08:36intervensi
08:37dalam waktu dekat
08:37yang bisa dilakukan
08:38untuk menurunkan harga.
08:40Karena
08:40kalau yang kita lihat
08:41lagi-lagi memang
08:42meskipun
08:43kalau dari data
08:44yang didapatkan
08:44Bapak Nas
08:45seperti itu
08:45namun yang di lapangan
08:47pengrajin ini
08:48banyak yang mengeluhkan, Pak.
08:50Baik.
08:51Jadi
08:53pemerintah itu
08:54sebenarnya sudah menyiapkan
08:55namanya
08:56kedelai
08:57SPHP ya.
08:58SPHP itu
08:59stabilisasi
09:00pasokan dan harga pangan.
09:01Jadi
09:01ada subsidi sana
09:03itu yang
09:03siap
09:05di
09:05apa namanya
09:09didistribusikan
09:10kepada
09:11khususnya
09:12para
09:12pedagang tahu tempe
09:15gitu ya.
09:16Sehingga
09:16ini mungkin dapat
09:17membantu
09:18dalam
09:18dalam rangka
09:20pengendalian harga.
09:22Itu harganya
09:23biasanya
09:23dipatok
09:24di
09:2411 ribu.
09:26Bagaimana caranya, Pak,
09:28untuk mendapatkan
09:29kedelai
09:30SPHP ini?
09:31Mungkin
09:31dari pengrajin tahu
09:32tempe ada yang
09:33belum
09:34mengetahuinya, Pak?
09:36Ya.
09:37Jadi
09:38caranya
09:39memang kita sudah
09:40mengajukan kepada
09:41pemerintah
09:42dan ini
09:42dalam proses
09:45pengusulan
09:46anggaran
09:46mudah-mudahan
09:47dalam
09:47waktu
09:48dekat ini
09:49disetujui
09:50untuk sekitar
09:51500 ribu ton.
09:53Ya, untuk
09:54sekitar 500 ribu ton.
09:57Caranya
09:58adalah
09:58nanti
09:59asosiasi
10:00tahu tempe itu
10:01mengusulkan
10:02kepada
10:02Badan Pangan Nasional
10:04untuk
10:05mendapatkan
10:07kedelai
10:08namanya
10:09kedelai
10:09SPHP
10:10sementara ini.
10:12Sehingga
10:12nanti kami
10:13inventarisir
10:14dan nanti
10:14akan
10:15kami
10:16sampaikan
10:17kepada
10:21para
10:22pedagang
10:23tahu tempe
10:23yang memang
10:24membutuhkan.
10:25Kira-kira
10:26seperti itu.
10:27Jadi
10:27apa prosesnya
10:28sangat sederhana.
10:30Oke, baik.
10:31Kita tunggu
10:31berarti langkah
10:32konkret baik
10:33dari Kementerian
10:34Pertanian
10:34dan juga
10:35Bapak Nas
10:35untuk menangani
10:36isu
10:37harga kedelai
10:38yang sekarang
10:39dikeluhkan oleh
10:40para pengrajin
10:41tahu dan tempe.
10:42Terima kasih banyak
10:43pandangannya
10:44Sekretaris Badan
10:45Pangan Nasional
10:45Bapak Sarwa Edi
10:46telah bergabung
10:47di Kompas
10:47yang sehat selalu, Bapak.
10:50Baik, terima kasih.
10:51Sampai jumpa di video selanjutnya.
10:52Terima kasih.
Komentar