Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di balik menjeritnya perajin tahu tempe karena mahalnya harga plastik dan kedelai, kita perlu melihat dulu bagaimana gambaran besarnya, berapa angka kebutuhan nasional kedelai.

Kami kutip data dari Proyeksi Neraca Pangan 2026, kebutuhan kedelai nasional tercatat mencapai 2,74 juta ton per tahun. Angkanya besar, saudara.

Namun produksi dalam negeri masih sangat terbatas, hanya sekitar 277 ribu ton.

Artinya, hampir 90 persen kebutuhan kedelai Indonesia masih bergantung pada impor.

Kondisi ini menunjukkan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, yang membuat harga dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak global.

#hargakedelai #kedelai #tempe #tahu

Baca Juga BMKG Catat Suhu Maksimum 35,8 Derajat pada 16 April 2026, Gorontalo Tertinggi di https://www.kompas.tv/info-publik/663286/bmkg-catat-suhu-maksimum-35-8-derajat-pada-16-april-2026-gorontalo-tertinggi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663301/full-respons-bapanas-soal-melonjaknya-harga-kedelai-apa-penyebabnya
Transkrip
00:00Saudara, dibalik menjeritnya perajin tahu tempe karena mahalnya harga plastik dan kedelai,
00:05kita perlu melihat dulu bagaimana gambaran besarnya, berapa angka kebutuhan nasional kedelai.
00:14Kami kutip data dari proyeksi Neraca Pangan 2026.
00:19Kebutuhan kedelai nasional tercatat mencapai 2,74 juta ton per tahun.
00:24Angkanya besar saudara namun produksi dalam negeri masih sangat terbatas hanya sekitar 277 ribu ton.
00:32Akhirnya hampir 90% kebutuhan kedelai Indonesia masih bergantung pada impor.
00:40Kondisi ini menunjukkan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri yang membuat harga dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak global.
00:51Jika melihat tren impor, dalam beberapa tahun terakhir volumenya cenderung fluktuatif.
00:57Pada tahun 2017, saudara, impor kedelai mencapai 2,67 juta ton.
01:03Lalu sedikit turun pada tahun 2018 menjadi 2,58 juta ton.
01:09Tahun 2019 kembali naik ke angka yang sama sebelum menurun pada tahun 2020 hingga 2,47 juta ton.
01:18Pada tahun-tahun berikutnya, angka impor masih berada di kisaran 2,2 hingga 2,4 juta ton.
01:25Namun pada tahun 2024, impor kembali melonjak menjadi 2,67 juta ton.
01:32Fluktuasi ini menampilkan bahwa kebutuhan dalam negeri masih sangat bergantung pada pasar global.
01:41Dari pasokan kedelai impor ini kita lihat bagaimana harganya di pasaran, saudara.
01:46Pada akhir Maret, harga masih berada di kisaran Rp13.200 per kilogram.
01:52Namun memasuki bulan April, harga terus naik hampir setiap hari.
01:56Dari Rp13.311 per kilogram di awal April, harga terus meningkat hingga menembus Rp13.500 per kilogram pada pertengahan bulan.
02:08Peningkatan bertahap ini mencerminkan tekanan harga yang terus terjadi di pasar dan berdampak langsung pada harga produk turunan seperti tahu
02:18dan tempe.
02:25Dengan ketergantungan impor yang masih tinggi dan harga yang terus naik, lalu di mana letak persoalannya dan apa solusi konkretnya?
02:33Kita bahas bersama Sekretaris Badan Pangan Nasional, Bapak Sarwo Edy.
02:37Selamat siang, Pak Sarwo.
02:39Kita lihat dari catatan Bapak Nas nih, Pak Sarwo apa sih yang menyebabkan sebenarnya mahalnya harga kedelai?
02:46Apakah ini karena gejolak Timur Tengah saja atau sebenarnya ada kendala juga di lokal?
02:52Baik, terima kasih atas undangannya.
02:59Bersama ini kami akan menyampaikan bahwa berdasarkan data tanggal 15 April,
03:06baik dari data Satgas Pangan yang dikompilasi oleh Badan Pangan Nasional maupun data BPS.
03:17Dan tentunya kami pun punya data dari Gabungan Kooperasi Tahu Tempe Indonesia atau Gapok Pindo.
03:25Berdasarkan data tersebut ternyata harga kedelai ini saat ini ya, per 15 April, hari ini tanggal 16 ya.
03:36Per 15 April 2026 ini masih relatif stabil kok, Pak.
03:40Jadi artinya apa? Masih di bawah harga acuan pemerintah 12 ribu rupiah per kilogram.
03:46Contoh misalnya untuk DKI Jakarta, berdasarkan data kami, yang kami himpun dari sejumlah pasar di DKI dan dirata-ratakan,
03:56itu rata-ratanya 10.500 sampai 11.000.
03:59Kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daya dan Banten, rata-ratanya itu 10.555.
04:05Kemudian Sumatera, 11.450 rupiah per kilogram.
04:12Daerah Sulawesi, rata-rata seluruhnya 11.113 rupiah per kilogram.
04:18Kemudian Bali NTB, 10.550 per kilogram.
04:23Kalimantan, 10.908 per kilogram.
04:28Jadi masih di bawah harga acuan pemerintah 12 ribu.
04:32Kemudian memang ada beberapa waktu yang lalu, ada kedelai yang memang melonjak tinggi.
04:39Kasusnya hanya di beberapa kios saja.
04:42Jadi kios tersebut itu hanya membeli dari online.
04:46Itu per kilonya sudah 15 ribu.
04:51Sehingga, dan dia hanya beli lebih kurang 10 kilo.
04:55Yang membelinya itu hanya eceran 1 on, 2 on, 3 on.
05:00Sehingga kalau dirata-ratakan, per kilonya bisa 18 ribu.
05:04Kayaknya seperti itu.
05:05Ada juga yang sampai 15 ribu itu hanya kasus saja.
05:09Setelah kami teliti seperti itu.
05:12Dan di pasar-pasar, terutama di pasar-pasar di pengecer-pengecer itu,
05:20itu kan pengecer kedala itu tidak hanya satu.
05:22Itu coba ditanya, pasti harganya 11 sampai 11 ribu 500.
05:27Karena kalau harganya di atas 12 ribu,
05:32kemudian kita sisir ke hulu,
05:36kemudian eksportirnya,
05:38apa nak, importirnya menjual
05:41di atas 11 ribu 500,
05:44maka sudah otomatis
05:45importer tersebut
05:47untuk
05:49impor berikutnya kami hentikan
05:51dan izinnya akan kita cabut.
05:53Jadi kita sudah membentuk
05:54satuan tugas
05:56sapu bersih
05:57pelanggaran pangan.
05:59Jadi semua pengusaha,
06:01semua pedagang harus tunduk
06:02kepada pemerintah
06:04dengan mengacu kepada
06:06harga acuan tertinggi
06:09yang ditetapkan oleh pemerintah.
06:10Kira-kira seperti itu, Mbak.
06:12Baik, sebenarnya sudah dibentuk
06:14satuan tugas begitu ya
06:15untuk menjaga
06:16agar harga kedelai ini
06:18tidak melewati
06:19harga eceran tertingginya.
06:20Tapi Pasarwo,
06:21kalau kita lihat data di lapangan,
06:22banyak yang mengelukan.
06:24Perajin tahu tempe ini
06:25mengelukan bagaimana
06:26harganya ini tinggi.
06:27Jadi kalau yang bisa dijelaskan
06:29oleh Bapak Nas,
06:30apakah ini memang karena
06:32stoknya yang kurang
06:33atau seperti apa?
06:34Karena memang ada kelelaian di lapangan
06:36untuk menindak orang-orang yang
06:38oknum-oknum ini, Pak?
06:39Baik.
06:40Jadi perlu kami luruskan dulu
06:42bahwa tugas
06:46Satgas Saber Pelanggaran Pangan ini
06:49bukan hanya kedelai
06:50tapi sebelas bahan pokok penting.
06:52Jadi mulai beras,
06:54jagung kedelai,
06:55aneka bawang,
06:56aneka cabai,
06:57telur ayam,
06:58daging ayam,
06:59daging sapi,
07:00dan seterusnya.
07:01Itu ada
07:01sebelas bahan pokok penting.
07:03Kemudian kaitan dengan stok
07:05seperti yang tadi
07:06disampaikan bahwa
07:08sampai saat ini,
07:09sampai dengan bulan Mei,
07:12itu stok kedelai kita
07:14masih 366 ribu ton.
07:17Arti ini masih cukup.
07:19masih cukup.
07:20Kemudian kami juga
07:22hampir tiap hari kami komunikasi
07:25dengan namanya
07:26gabungan kooperasi
07:28TAHUTP Indonesia
07:29dan data dari sana
07:32itu harganya masih normal.
07:34Jadi antara 10.500
07:37sampai dengan 11.500.
07:39Artinya masih di bawah stok.
07:41Kalau stok itu masih cukup
07:43walaupun 90% masih impor.
07:47Tadi sudah disampaikan bahwa
07:48impor kedelai kita
07:50tahun 2026 ini
07:55proyeksinya
07:56mencapai 2,61 juta ton.
08:01Karena produksi
08:02dalam negeri
08:04ini hanya
08:05277 ribu ton.
08:07Jadi memang masih
08:08masih jauh.
08:10Masih sehingga
08:10Pak Menteri Pertanian
08:12itu dalam tahun ini
08:13ada program
08:14pengembangan kedelai.
08:16Yang mudah-mudahan
08:17nanti secara bertahap
08:19kedelai
08:19dalam negeri
08:22produksinya meningkat
08:23otomatis akan
08:24menurunkan
08:25impor.
08:26Gereka seperti itu, Mbak.
08:27Oke, baik Pak.
08:29Jadi kalau misalnya
08:30kita lihat sejauh ini
08:31sebenarnya dari pemerintah
08:32apakah sudah
08:33menyiapkan begitu
08:36intervensi
08:37dalam waktu dekat
08:37yang bisa dilakukan
08:38untuk menurunkan harga.
08:40Karena
08:40kalau yang kita lihat
08:41lagi-lagi memang
08:42meskipun
08:43kalau dari data
08:44yang didapatkan
08:44Bapak Nas
08:45seperti itu
08:45namun yang di lapangan
08:47pengrajin ini
08:48banyak yang mengeluhkan, Pak.
08:50Baik.
08:51Jadi
08:53pemerintah itu
08:54sebenarnya sudah menyiapkan
08:55namanya
08:56kedelai
08:57SPHP ya.
08:58SPHP itu
08:59stabilisasi
09:00pasokan dan harga pangan.
09:01Jadi
09:01ada subsidi sana
09:03itu yang
09:03siap
09:05di
09:05apa namanya
09:09didistribusikan
09:10kepada
09:11khususnya
09:12para
09:12pedagang tahu tempe
09:15gitu ya.
09:16Sehingga
09:16ini mungkin dapat
09:17membantu
09:18dalam
09:18dalam rangka
09:20pengendalian harga.
09:22Itu harganya
09:23biasanya
09:23dipatok
09:24di
09:2411 ribu.
09:26Bagaimana caranya, Pak,
09:28untuk mendapatkan
09:29kedelai
09:30SPHP ini?
09:31Mungkin
09:31dari pengrajin tahu
09:32tempe ada yang
09:33belum
09:34mengetahuinya, Pak?
09:36Ya.
09:37Jadi
09:38caranya
09:39memang kita sudah
09:40mengajukan kepada
09:41pemerintah
09:42dan ini
09:42dalam proses
09:45pengusulan
09:46anggaran
09:46mudah-mudahan
09:47dalam
09:47waktu
09:48dekat ini
09:49disetujui
09:50untuk sekitar
09:51500 ribu ton.
09:53Ya, untuk
09:54sekitar 500 ribu ton.
09:57Caranya
09:58adalah
09:58nanti
09:59asosiasi
10:00tahu tempe itu
10:01mengusulkan
10:02kepada
10:02Badan Pangan Nasional
10:04untuk
10:05mendapatkan
10:07kedelai
10:08namanya
10:09kedelai
10:09SPHP
10:10sementara ini.
10:12Sehingga
10:12nanti kami
10:13inventarisir
10:14dan nanti
10:14akan
10:15kami
10:16sampaikan
10:17kepada
10:21para
10:22pedagang
10:23tahu tempe
10:23yang memang
10:24membutuhkan.
10:25Kira-kira
10:26seperti itu.
10:27Jadi
10:27apa prosesnya
10:28sangat sederhana.
10:30Oke, baik.
10:31Kita tunggu
10:31berarti langkah
10:32konkret baik
10:33dari Kementerian
10:34Pertanian
10:34dan juga
10:35Bapak Nas
10:35untuk menangani
10:36isu
10:37harga kedelai
10:38yang sekarang
10:39dikeluhkan oleh
10:40para pengrajin
10:41tahu dan tempe.
10:42Terima kasih banyak
10:43pandangannya
10:44Sekretaris Badan
10:45Pangan Nasional
10:45Bapak Sarwa Edi
10:46telah bergabung
10:47di Kompas
10:47yang sehat selalu, Bapak.
10:50Baik, terima kasih.
10:51Sampai jumpa di video selanjutnya.
10:52Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan