Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Terkait polemik pengadaan motor listrik MBG, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa program tersebut telah dirancang sejak awal.

Ia menyebut pengadaan masuk dalam anggaran tahun 2025 dan telah melalui proses persetujuan.

"Pengadaan motor listrik ini sudah dirancang ketika program ini berjalan," katanya.

BGN juga menegaskan bahwa proses pengelolaan anggaran dilakukan bersama lintas lembaga.

Meski demikian, tingginya angka korban menjadi catatan serius dalam implementasi program ini.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/SLuZnuNfxPo



#mbg #dadanhindayana #motorlistrik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/662823/kepala-bgn-klarifikasi-polemik-motor-listrik-mbg-disetujui-menteri-keuangan-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Ada satu hal yang kemudian juga menjadi perhatian publik soal penggunaan anggaran.
00:05Kita tahu bahwa banyak sekali video viral di media sosial yang menunjukkan motor listrik MBG
00:10ini sudah mulai berdatangan dan dengan jumlah yang cukup banyak, Prof.
00:15Pertanyaan saya adalah apakah kemudian ketika di tengah efisiensi saat ini
00:20dan di tengah ancaman krisis akibat geopolitik,
00:23menjadi pilihan yang tepat untuk BGN mengadakan motor listrik dan digunakan oleh Kepala SWTG?
00:27Pengadaan motor listrik ini sudah dirancang ketika program ini berjalan.
00:32Karena sudah ada program, maka kita masukkan dalam anggaran 2025.
00:37Anggaran 2025?
00:382025. Dan itu sebenarnya diadakan pada tahun 2025.
00:42Nah, dari target kurang lebih 25.044 sepeda motor yang ditargetkan,
00:50itu hanya bisa dipenuhi 85%.
00:52Jadi sekarang ada 21.801 sepeda motor yang sudah selesai
00:58dan sekarang masih ada di gudang.
01:01Masih kami harus lakukan yang disebut dengan proses administrasi BMN
01:07atau barang milik negara.
01:09Setelah selesai, baru nanti akan kami kirimkan
01:11yang kami akan utamakan di daerah-daerah yang sangat membutuhkan.
01:15Terutama daerah-daerah yang terpencil,
01:19kemudian yang lalu lintasnya agak berat,
01:22untuk melakukan koordinasi,
01:24untuk melakukan pelayanan, dan lain-lain.
01:28Dengan harga yang trail itu,
01:30itu 43 juta.
01:3243 juta?
01:3343,2.
01:35Kemudian yang listrik biasa itu,
01:37itu 41,7.
01:39Jadi total keseluruhan kurang lebih 897 miliar.
01:45897 miliar?
01:46Tidak sampai 1 triliun?
01:47Karena yang sisanya dikembalikan ke kas negara.
01:50Nah, tahun ini kita tidak ada lagi pengadaan itu.
01:52Apa yang menarik adalah,
01:53tadi sudah dijelaskan,
01:55motor listrik MBG ini masuk ke anggaran 2025.
01:59Tetapi kita tahu bahwa pernyataan dari Menteri Keuangan,
02:01Pak Purubaya menyebut bahwa
02:04pengajuan pengadaan motor listrik di tahun lalu
02:07pernah ia tolak, dan belum mengetahui pengadaan di tahun ini.
02:10Tahu saya tahun lalu pernah diajukan juga,
02:12untuk motor dan komputer kalau nggak salah,
02:16ditolak.
02:18Yang tahun ini saya nggak tahu,
02:19nanti saya akan dapat cek lagi.
02:21Harusnya sama treatmentnya.
02:22Itu tahun lalu rupanya.
02:24Tahun ini nggak ada.
02:25Kita baru tolong belakangan,
02:27jadi dipotong, habis itu dipotong kalau nggak salah.
02:29Saya harus tanya dirjen anggaran lagi.
02:30Udah keberbelanja, kalau nggak salah.
02:32Anda tanya ke Pak Ketua PGN deh.
02:35Tapi yang jelas tahun ini nggak ada,
02:36saya udah debak barusan, saya cek lagi.
02:37Tanggapan Anda Pak?
02:38Ya gini, saya perlu menyampaikan lah.
02:41Mungkin Mas Dipo harus tahu.
02:42Di dalam pengelolaan uang negara,
02:45you are never alone.
02:46Jadi ketika kita
02:49merencahkan satu program,
02:51maka di situ harus ada perencanaan.
02:52Program prioritas yang dimiliki oleh Badan Giji,
02:56persetujuan ini merupakan tripartit.
03:00Badan Giji,
03:01Menteri Keuangan,
03:03Menteri Perencanaan Pembangunan.
03:05disetujui perencanaan itu,
03:06kemudian disiapkan anggaran.
03:08Nah, ketika anggaran disiapkan,
03:10anggaran itu tidak serta-merta bisa digunakan,
03:12itu pasti akan ada bintangnya.
03:15Atau yang disebut dengan blokir.
03:17Nah, untuk membuka blokir itu,
03:20kita juga harus konsultasi juga
03:22dengan yang sama.
03:24Tiga pihak tadi?
03:25Tiga pihak.
03:25Ketika dibuka anggaran,
03:26maka kita harus melakukan prosedur pengadaan.
03:29Nah, ketika prosedur pengadaan,
03:32kita pun tidak sendirian.
03:33Itu harus ada yang namanya review APIP.
03:36Aparat pengawas internal pemerintah.
03:39Begitu lolos dari APIP,
03:41diajukan ke Kementerian Keuangan,
03:43disetujui.
03:44Artinya sudah boleh dilakukan.
03:45Artinya, Kepala BGN ingin menegaskan
03:48bahwa pengadaan motor listrik MBG
03:50ini diketahui bahkan disetujui oleh Menteri Keuangan?
03:53Iya, tentu saja.
03:54Saya sudah sampaikan.
03:55Jadi, menurut saya,
03:58mungkin ada hal yang terlewatkan saja
04:01bahwa proses ini sudah berjalan.
04:08Korban akibat makan berisi gratis
04:10menyuntuh angka 33.626 orang.
04:13Apa yang salah dari implementasi program MBG?
04:16Tentu saja terkait pengawasannya.
04:18Ketika SPPG dapat izin,
04:19itu kan harusnya ada monitoring yang ketat sekali.
04:23terkait pengawasannya.
Komentar

Dianjurkan