Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah ratusan siswa dan guru di Duren Sawit, Pondok Kelapa, Jakarta Timur mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG.

Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri SPPG Pondok Kelapa 2 sepekan pasca 135 siswa dan guru mengalami keracunan usai menyantap MBG yang disiapkan SPPG tersebut.

penelusuran Dipo berlanjut ke SMAN 91 Jakarta, salah satu sekolah yang siswa dan gurunya mengalami keracunan. Dipo bertemu Kristina Saputri, salah satu guru yang mengalami keracunan.

Dari kawasan Pondok Kelapa 2, Dipo bertolak ke SPPG di Cakung Timur, Jakarta Timur. SPPG ini jadi sorotan publik sebab didirikan di area tempat pembuangan sampah. Di mana celah pengawasan hingga SPPG dibangun di lokasi yang tidak higienis?

Dipo mengulas semuanya bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, yang mengatakan bahwa pembangunan SPPG ini telah rampung 70 persen, artinya sudah ada lampu kuning bahkan lampu hijau dari Pemerintah untuk membangun SPPG tersebut.

Secara eksklusif Dipo berbincang dengan Ketua Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, di salah satu SPPG percontohan di kawasan Sentul, Bogor.

Dadan menjelaskan standar kelayakan sebuah SPPG. Ketua BGN juga menjawab keresahan publik terkait pembangunan SPPG di tempat yang tak layak serta polemik penggunaan anggaran MBG untuk pengadaan motor listrik di tengah krisis ekonomi global dan efisiensi anggaran.

Retno Listyarti, Ketua Dewan Pakar FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) mengkritisi berbagai persoalan program MBG. Menurutnya, sistem pencegahan dan pengawasan MBG selama ini cukup lemah. Apa saja catatan FSGI untuk pembenahan pelaksanaan program MBG?



Saksikan program Dipo Investigasi, episode Ujian Nyata Makan Bergizi Gratis. Tayang Senin, 13 April 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#mbg #dadanhindayana #motorlistrik






Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/662793/full-eksklusif-kepala-bgn-jawab-polemik-anggaran-mbg-hingga-pengadaan-motor-listrik-dipo
Transkrip
00:12Intro
00:16Pelaksanaan program unggulan pemerintah makan bergizi gratis
00:19telah memasuki tahun ke-2, namun sejumlah persoalan yang timbul seolah tak berkesudahan.
00:24Insiden keracunan kembali terjadi di bukota dampaknya 72 siswa harus menjalani perawatan.
00:30Tidak hanya persoalan keracunan, prosedur pengawasan pun kini dipertanyakan
00:34usai viral rencana pendirian dapur MBG yang bersanding dengan tempat pembuangan sampah.
00:40Lalu apa sesungguhnya kendala di lapangan hingga membuat implementasi program unggulan pemerintah
00:46selalu menemui sejumlah masalah.
00:48Inilah episode ke-67 di Poinvestigasi.
00:51Saya Diputur Bagia, saya akan melusuri dan mencari bukti terkait sengkarut persoalan program makan bergizi gratis.
01:03Setelah saya tiba di Kelurahan Ondo Kelapa, Kecamatan Nurensawit, Jakarta Timur
01:09yang diduga menjadi titik awal penyebab 135 siswa dan buruh alami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis.
01:18Meskipun sudah ditutup, tetapi papan informasi ataupun sepanduk bertuliskan satuan pelayanan pemenuhan gizi
01:25masih terpasang di SPPG Pondok Kelapa Dua, saudara.
01:28Saya akan coba lebih berdekat, saudara, untuk melihat situasinya.
01:33Permisi.
01:34Pak, izin, Pak. Dipo dari Kompas TV, Pak.
01:39MBG di Seraglo.
01:40Saya langsung cek, panggil kepala BGN.
01:44Dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu.
01:48Jadi memang laporan yang hanya bagus-bagus itu, itu budaya yang tidak baik.
01:59Saya berada di jalan Cakung Cilincing, Jakarta Timur, yang belakangan viral usai video yang merekam
02:08rencana pembangunan dapur MBG berdampingan dengan tempat pembuangan sampah.
02:13Kalau kita lihat dari selah-selah pintu ini, Bung Carus, bahwa sudah dicopot.
02:18Sepanduk ataupun papan informasi bertuliskan SPPG Cakung Timur.
02:23Kalau sampai sudah terbangun seperti ini, artinya menurut saya ya, sudah ada komunikasi
02:28dengan Oknum di pihak internal BGN yang mungkin sudah memberikan lampu kuning, bahkan lampu hijau
02:34dan dijanjikan untuk bisa mendapatkan izin operasional.
02:38Saya akan datangi satu dealer ya, Bung Carles, yang merupakan produsen dari motor listrik MBG.
02:45Dan ini adalah pagarnya, Bung Carus?
02:47Sudah digembok sekarang.
02:48Saya akan coba lihat ya.
02:50Oke.
02:57Atas nama Badan Gigi Nasional, saya menyampaikan huruf prihatin untuk para penerima manfaat
03:03yang mengalami kejadian dan mohon maaf atas kejadian tersebut.
03:06Ada kurang lebih 1.750 SPPG yang kita suspend sementara.
03:20Ini adalah kolam ipal.
03:21Kemudian akhirnya di ujung kondisinya harus dalam keadaan sudah bening.
03:26Dan ini yang tidak ditemukan di SPPG Pondoklapa II.
03:30Apakah kemudian di tengah efisiensi saat ini, menjadi pilihan yang tepat untuk BGN mengadakan motor listrik
03:36dan digunakan oleh kepala SPPG?
03:40Sudah saya tiba di Kelurahan Pondoklapa, Kecamatan Nurensawit, Jakarta Timur
03:46yang diduga menjadi titik awal penyebab 135 siswa dan guru
03:51alami keracunan, usai menyantap, makan bergizi gratis.
03:55Saya akan menginvestigasi, saudara, secara langsung ke dapur MBG
03:59atau Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi, Pondoklapa II
04:03yang mendistribusikan makanan keempat sekolah yang kemudian terdampak keracunan.
04:08Namun sebelum itu, saudara, saya akan jelaskan terlebih dahulu
04:11duduk perkara insiden keracunan yang kembali terjadi di Ibu Kota, DKI Jakarta.
04:21Insiden keracunan usai menyantap, menu makan bergizi gratis
04:24bermula pada hari Kamis, 2 April 2026.
04:28Kala itu, pagi hari Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi atau SPPG Pondoklapa II
04:32mendistribusikan menu makan bergizi gratis
04:35sedikit keempat sekolah penerima manfaat
04:37yakni SDN Pondoklapa 01, SDN Pondoklapa 07, SDN Pondoklapa 09, dan SMA N91 Jakarta.
04:46Menu yang disajikan beragam mulai dari spageti bolonais, bola-bola daging,
04:50orak-arik tahu telur, sayuran campur, hingga buah stroberi.
04:54Lalu di hari yang sama, tepatnya pada sore hari,
04:57pihak pengelola SPPG Pondoklapa II menerima laporan dari para guru
05:01terkait kondisi sejumlah siswa yang disebut mengalami kejala sakit perut,
05:05diare, hingga mual, usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis.
05:10Dan pada hari Jumat 3 April 2026,
05:13berdasarkan data Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Durensawit,
05:17135 siswa dan guru alami keracunan.
05:2072 di antaranya menjalani observasi dan perawatan di 3 rumah sakit berbeda,
05:25yaitu Rumah Sakit Khusus Daerah atau RSKD Pondoklopi,
05:29RSKD Durensawit, dan Rumah Sakit Haru.
05:33Menanggapi insiden tersebut,
05:34Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi,
05:38Nanik Sudariyati Deang, meminta maaf dan menyebut pihaknya akan bertanggung jawab,
05:43termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan 72 siswa.
05:48Hasil investigasi Badan Gizi Nasional mencatat,
05:51dugaan sementara insiden keracunan terjadi,
05:53karena makanan yang didistribusikan kepada para siswa,
05:56dalam kondisi tidak segar,
05:57akibat jeda waktu yang terlalu lama,
05:59antara proses memasak dan konsumsi.
06:02Tak hanya itu, BGN juga menemukan kondisi dapur,
06:06tata letak,
06:06hingga instalasi pengolahan air limbah atau IPAL
06:09di SPPG Pondoklopi 2 belum memenuhi standar.
06:12BGN pun mengambil langkat gas dengan menutup SPPG Pondoklopi 2
06:17untuk waktu yang tidak terbatas.
06:46Saya berada di Jalan Haji Dogon,
06:48ini adalah salah satu mobil
06:50satuan pelayanan pemenuhan gizi ya,
06:52yang melintasi daerah ini,
06:53karena saya mendapatkan informasi bahwa
06:55di area Pondoklopi 2,
06:57di Ruin Sawit, Jakarta Timur ini memang ada beberapa
07:00SPPG yang kemudian beroperasi.
07:02Dan saya akan tunjukkan, saudara,
07:03bangunan berwarna biru itu adalah SPPG Pondoklopi 2,
07:08yang sudah ditutup oleh BGN untuk waktu yang tidak terbatas.
07:23Saya akan coba lebih mendekat, saudara,
07:25untuk melihat seperti apa situasi SPPG Pondoklopi 2
07:29usai ditutup secara kasat mata ya.
07:31Kalau bisa ditunjukkan,
07:34pagar dalam kondisi tertutup.
07:37Meskipun sudah ditutup,
07:38tetapi papan informasi ataupun spanduk
07:43bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
07:48masih terpasang di SPPG Pondoklopi 2, saudara.
07:52Saya akan coba lebih mendekat, saudara,
07:54untuk melihat situasinya.
07:58Bisa dilihat ya ini nampak terkunci.
08:03Permisi.
08:06Pak, izin, Pak.
08:08Dipo dari Kompas TV, Pak.
08:10Pak, izin boleh ketemu
08:12sama pengelola SPPG, Pak?
08:16Gimana, Pak?
08:16Sudah tidak ada kegiatan.
08:18Sudah tidak ada kegiatan.
08:19Ini sudah ditutup sementara waktu ya, Pak?
08:21Tidak.
08:22Oke.
08:23Sudah tidak memasak makanan
08:24untuk sekolah-sekolah ya, Pak?
08:26Sudah tidak seteruangan.
08:29BGN ya, Pak?
08:30Kalau saya izin untuk masuk, boleh, Pak?
08:32Oh, maaf.
08:33Ini kan sedang ada perbaikan,
08:34jadi memang tidak bisa.
08:36Oh, sedang ada perbaikan?
08:38Itu perbaikannya berarti
08:39untuk rekomendasi dari BGN
08:41untuk diperbaiki itu seperti apa, Pak?
08:42Mungkin seperti itu.
08:43Saya tidak bisa menjelaskan
08:44apa tujuannya ini, Pak.
08:46Ini kasus keracunan
08:47baru pertama kali, Pak?
08:49Kalau untuk?
08:50Ya.
08:51Baru pertama kali ya?
08:53Oh.
08:53Sudah tidak, Pak.
08:54Terima kasih, Pak.
09:06Terima kasih, Pak.
09:07Itu ada renovasi ya,
09:11yang sedang dilakukan di dalam.
09:13Tampaknya ada sejumlah sisi
09:15yang kemudian diperbaharui
09:18untuk bagian tersebut
09:20yang sedang dirapikan.
09:21Ini memang belum dicet
09:22perwarna biru
09:23sesuai dengan warna khas
09:24dari CPG,
09:25tetapi sedang didempul ya.
09:27Dan kemudian
09:30dipersiapkan
09:31mungkin untuk fasilitas penunjang.
09:33Apakah betul ini salah satu upaya
09:35untuk kemudian
09:38meningkatkan
09:38kualitas dari
09:39SPPG Pondok Kelapa II?
09:40Sayangnya saya tidak bisa
09:41mengonfirmasi lebih jauh
09:42karena
09:42tadi sudah di
09:45jawab ya,
09:46dan juga sudah dijelaskan
09:47oleh petugas
09:48keamanan setempat
09:49bahwa
09:50saya belum bisa bertemu
09:51dengan
09:52kepala SPPG
09:53ataupun pengelola yayasan.
09:55Meskipun
09:55ada satu mobil ya,
09:57bisa dikatakan mobil yang cukup mewah,
09:59berada
09:59di dalam
10:02SPPG Pondok Kelapa II.
10:03Dari anak saya sih,
10:04kemarin itu
10:05dari pihak MPG kan
10:07memberikan
10:09menu yang
10:10dibilang
10:12ada
10:13spagetinnya.
10:14Selang berapa jam,
10:15tiga atau empat jam
10:16itu langsung
10:17bereaksi.
10:17Kalau anak saya
10:19badannya lemas,
10:21kemudian diare,
10:23kemudian
10:23badannya panas gitu.
10:25Saya waktunya sampai
10:26tiga sembilan sih.
10:34saudara tidak hanya
10:35siswa
10:36yang kemudian
10:37mengalami
10:38keracunan
10:39usai menyantap
10:39makan bergizi gratis,
10:40tetapi juga
10:41guru
10:41dan juga tenaga
10:43pendidik yang kemudian
10:44juga mengalami keracunan.
10:45Salah satu sekolah
10:47yang kemudian terdampak
10:48adalah SMA N
10:4991 Jakarta.
10:50Saya akan berbincang
10:51dengan salah satu guru
10:52yang mengalami keracunan
10:54ketika
10:55peristiwa tersebut terjadi.
10:56Bu Kristina,
10:58terima kasih
10:58untuk wakunya, Bu.
10:59Bu Kristina,
11:00saya izin konfirmasi.
11:01Apakah Ibu
11:02salah satu yang terdampak
11:03dari makan bergizi gratis?
11:04Iya.
11:05Waktu itu
11:06saya makan,
11:07pas setengah tiga
11:09itu agak burem
11:10mata saya.
11:11Kemudian
11:12saya pulang
11:13lemes
11:14malamnya meriang,
11:16paginya
11:16sangat meriang,
11:18sampai sempat
11:19minum obat
11:20anti demam.
11:23Besoknya
11:24baru perut
11:25sakit,
11:25mau makan itu
11:27mual.
11:29Mau makan mual?
11:29Iya.
11:30Mohonlah, Bu.
11:31Sebelumnya itu
11:31Ibu makan
11:32menu dimakan
11:33bergizi gratis
11:34yang dibagikan di sini.
11:35Iya.
11:36Menunya saat itu
11:36apa saja, Bu?
11:37Spaghetti,
11:38bakso,
11:39tahu,
11:40strawberry.
11:41Spaghetti,
11:42bakso,
11:42tahu,
11:43strawberry?
11:43Iya.
11:44Oke, dan Ibu
11:45mencicipi semuanya?
11:46Yang banyak
11:47strawberry-nya.
11:48Yang banyak
11:48strawberry-nya?
11:49Sama bakso.
11:49Saat itu mungkin
11:50ada aroma
11:51atau rasa
11:52yang agak
11:52mencurigakan
11:53atau seperti apa?
11:54Rasanya enak,
11:55enak gitu,
11:56enak gitu.
11:56Tapi tiba-tiba
11:58setengah tiga itu
11:58matanya udah kunang-kunang.
12:15Terus selain
12:16keracunan,
12:17tetapi yang penting
12:18untuk kemudian
12:18di dalamnya adalah
12:19bagaimana kemudian
12:19pengawasan
12:20implementasi
12:21program
12:22makan bergisi
12:23gratis.
12:23Saya berada di
12:24Jalan Cakung
12:26Cilincing,
12:27Jakarta Timur
12:28yang belakangan viral
12:29usai video
12:31yang merekam
12:32rencana pembangunan
12:33dapur MBG
12:34atau SPPG
12:34berdampingan
12:35dengan tempat
12:36pembuangan sampah.
12:37Saya akan coba
12:38berdekat,
12:38saudara,
12:39dan bisa dilihat
12:39di titik saya berdiri
12:41saat ini adalah
12:41tempat pembuangan
12:42sampah
12:43yang ada
12:44di Jalan Cakung
12:45Cilincing
12:45dan tidak hanya itu,
12:47tetapi ada mobil
12:48pengangkut sampah
12:50dan ini adalah
12:52berobak-erobak
12:53sampah ya
12:53yang ada di sekitar
12:55Jalan Cakung
12:55Cilincing.
12:56Bang, izin bang
12:57info dari Kompas TV
12:58Bang, mau nanya sebentar aja
12:59ini TPS
13:00sudah dari lama
13:01atau gimana?
13:01Sudah lama banget.
13:02Sudah lama banget?
13:05Sudah lama banget.
13:062008 enggak, ya.
13:072008?
13:09Oke, artinya
13:10hampir 20 tahun.
13:11Hampir.
13:12Oke, tapi yang bang tahu
13:13sebenarnya rencana
13:14pembangunan
13:14dapur MBG ini?
13:16Sudah tahu.
13:16Sudah tahu?
13:17Sudah tahu.
13:17Cuman kenapa
13:18dari Tim MinSurview
13:20bisa gini?
13:21Jolok gitu.
13:24Dan bisa dilihatnya
13:26sangat dekat sekali.
13:27Ini tempat penguangan sampah
13:28dan ini adalah
13:30area
13:30ataupun gedung
13:32yang rencananya
13:32digunakan
13:33untuk kemudian
13:35dipersiapkan
13:36sebagai dapur MBG
13:37atau konstatuan
13:38pelayanan
13:39pemenuhan
13:40Gizi
13:40Cakung Timur.
13:42Saya akan coba
13:43lebih mendekat
13:44dan melihat
13:45kondisinya.
13:48mungkin bisa ditunjukkan
13:49dari sela-sela
13:51sayang ini
13:51bahwa
13:53sudah terkonfirmasi
13:54oleh
13:56Badan Kisinasional
13:58setelah
13:58video viral
14:00menunjukkan
14:00rencana pembangunan
14:01dapur MBG ini
14:02bersanding dengan
14:03tempat penguangan sampah
14:05BGN secara resmi
14:07sudah merejek
14:09atau membatalkan
14:10perizinan
14:11dari
14:12SPPG Cakung Timur.
14:14Dan bisa dilihatnya
14:15sudah tidak ada lagi
14:18spanduk
14:20bertuliskan
14:20SPPG
14:21yang dipasang
14:22di area ini.
14:23Saya akan tunjukkan
14:24di sebelah sana
14:26ada semacam
14:27toren ya
14:29bertuliskan IPAL
14:30instalasi pengolahan
14:32air limbah
14:33yang artinya
14:34sebelumnya
14:35dipersiapkan
14:36sebagai salah satu
14:38persyaratan
14:38untuk membangun
14:39dapur MBG
14:40ataupun SPPG.
14:50Setelah saya berdiri
14:51di area Cakung Timur
14:52tidak sendiri
14:53tetapi didampingi oleh
14:55Wakil Ketua Komisi 9
14:56DPR RI Bung Charles
14:58honoris Bung Charles
14:58terima kasih waktu ya.
14:59Terima kasih sama-sama
15:01Mas Dipo.
15:02Bung Charles
15:02kita berdiri persis
15:03di depan tempat
15:05yang semula
15:06direncanakan
15:07akan menjadi dapur MBG
15:08ataupun SPPG
15:09dan menjadi viral
15:10karena bisa dilihat
15:11berdampingan
15:12bersandingan secara langsung
15:14dengan tempat
15:15pembuangan sampah.
15:16Panggapan Anda
15:16terkait fenomena ini?
15:17Kita mengapresiasi
15:19teman-teman
15:20atau masyarakat
15:20publik
15:21yang akhirnya bisa
15:22memviralkan
15:23ada lokasi seperti ini
15:25yang hampir saja
15:26dijadikan SPPG
15:27untuk program MBG
15:28dan ini membuktikan
15:29bahwa penentuan titik
15:31pendirian
15:32SPPG
15:33ya total kelolanya
15:35buruk gitu ya
15:36makanya kita melihat
15:37dalam satu tahun lebih
15:38program MBG ini
15:40sudah berjalan
15:40banyak sekali
15:41permasalahan
15:42di lapangan
15:43ya
15:43baik itu
15:44kasus keracunan
15:45dan lain sebagainya.
15:46Beberapa jarak
15:47Pung Charles
15:48kita langsung bertemu
15:50dengan tempat
15:50pembuangan
15:51sampah.
15:52apakah hal ini
15:54pemilihan tempat
15:55termasuk juga
15:56hampir saja
15:57SPPG ini beroperasi
15:58membuktikan bahwa
15:59ada kelalaian pengawasan
16:01yang dilakukan oleh BGN?
16:02Ya saya rasa
16:03seperti itu ya
16:03karena saya sempat
16:04mengecek
16:05ke Dinas Kesehatan
16:07DKI Jakarta
16:07tentang tempat ini
16:09ketika baru viral
16:10tapi yang disampaikan
16:12kepada kita
16:12memang kewenangan
16:13sepenuhnya ada di BGN
16:14karena Dinas Kesehatan itu
16:15nantinya akan menilai
16:17dan memberikan SLHS
16:18sedangkan karena ini
16:19belum beroperasi
16:21sehingga SLHS
16:22juga belum diajukan
16:23kepada Dinas Kesehatan
16:24Saya ingin tunjukkan ya
16:25kalau kita lihat
16:27dari selah-selah
16:29pintu ini
16:29Bung Charles
16:30bahwa sudah dicopot
16:31spanduk
16:32ataupun papan informasi
16:33bertuliskan
16:34SPPG Cakung Timur
16:35Saya memang sangat
16:37menyayangkan
16:38bahwa pendirian SPPG
16:39selama ini
16:40kok terkesan
16:41ada komersialisasi
16:43di situ
16:43sehingga
16:44pemilik-pemilik
16:45dapur ini kan
16:46tidak semuanya
16:47punya niat yang sama
16:49bahwa kita mengakui
16:50ada dapur-dapur yang baik
16:52penyajiannya baik
16:54visi yang diberikan
16:55juga bagus
16:55tapi karena
16:56pemilik dapur itu
16:58berbeda-beda
16:59sehingga
16:59ada juga
17:00pemilik dapur
17:01yang mungkin
17:01mencari keuntungan
17:03yang besar
17:03dari proyek seperti ini
17:05kalau sampai
17:06sudah terbangun
17:07seperti ini
17:07bahkan sudah ada
17:08ifalnya
17:09artinya
17:10menurut saya
17:11ini asumsi dari saya
17:12sudah ada komunikasi
17:13dengan
17:14oknum
17:15di pihak
17:15internal BGN
17:16yang mungkin sudah
17:17memberikan lampu kuning
17:18bahkan lampu hijau
17:19untuk proyek ini
17:20bisa diteruskan
17:21dan dijanjikan
17:22untuk bisa mendapatkan
17:23izin operasional
17:23saya ingin
17:25pemerintah
17:26tegas dalam hal ini
17:27memberikan efek jerah
17:28kepada dapur-dapur
17:29SPPG
17:30untuk bisa memproduksi
17:31sesuatu yang berkualitas
17:32dan bergizi
17:33bagi anak-anak
17:34bagi dapur
17:35yang menyebabkan keracunan
17:37harus ditutup
17:38secara permanen
17:41mbg di serangga
17:43saya langsung cek
17:46panggil kepala BGN
17:48saya kirim
17:49orang-orang saya
17:50ngecek
17:50dari sekian puluh ribu
17:52dapur
17:53sudah kita tutup
17:54lebih dari seribu
17:55dan yang kita
17:57lakukan sekarang
17:57adalah
17:59sertifikasi
17:59jadi kalau kamu
18:01dapur kamu mau
18:03survive
18:04lebih dari
18:05berapa bulan
18:06kamu harus lulus
18:07sertifikasi kebersihan
18:09sertifikasi
18:10keamanan makanan
18:12dicek
18:13ke airnya
18:14gimana
18:15kemudian
18:16omprengnya
18:17semua itu
18:18ada kriterianya
18:20dan kalau gak beres
18:21ditutup
18:22jadi memang
18:24laporan yang
18:26laporan yang
18:27hanya
18:30bagus-bagus
18:31itu
18:31itu budaya yang
18:33tidak baik
18:38atas nama
18:39badan giji nasional
18:40saya menyampaikan
18:41buruk prihatin
18:42untuk para
18:42penerima manfaat
18:44yang mengalami kejadian
18:45dan mohon maaf
18:46atas kejadian tersebut
18:47ada yang menyebut
18:48bahwa ini merupakan
18:49kelalaian
18:49dari
18:50BGN
18:51terkait dengan pengawasan
18:52penerima manfaat
19:05semenurut saya bersama dengan
19:07Bung Charles Honoris
19:08berada di
19:09Jalan Dan Mogot
19:10Grogol Jakarta Barat
19:11saya akan datangi
19:12satu dealer ya
19:13Bung Charles
19:14yang
19:16merupakan
19:16produsen
19:17dari motor
19:18listrik MBG
19:20dan ini adalah
19:20pagarnya
19:21sudah digembok sekarang
19:22sudah digembok sekarang
19:23saya akan coba
19:24lihat ya
19:25oke
19:26terkonfirmasi
19:27bisa ditunjukkan
19:28mungkin
19:29sangat jelas
19:31tulisannya adalah
19:33Emo
19:33Electric
19:34Mobility
19:36merek motor listrik
19:38yang akan digunakan
19:39oleh kepala SPPG
19:40saya ingin tanyakan
19:40Bung Charles
19:41bahwa motornya
19:42sudah dikirim
19:43sudah tersebar
19:44videonya melalui
19:45media sosial
19:46tetapi dealernya
19:47belum beroperasi
19:48apakah ini hal yang wajar
19:49bahwa hari ini
19:50kita datang ke sini
19:51kita lihat sendiri
19:51kantornya saja
19:53belum ada
19:53berarti
19:54saya gak tahu
19:55dasar untuk penentuan
19:57mengapa
19:58merek ini yang diambil
19:59juga menjadi
19:59pertanyaan besar
20:00kita ketahui
20:01kepala SPPG itu
20:03tugasnya adalah
20:04melakukan
20:05mengelola
20:06ya
20:06memanage
20:07SPPG
20:08atau dapur
20:08sehingga
20:09kebutuhan
20:10yang bersangkutan
20:11untuk berpergian
20:12itu sebenarnya kan
20:12minim sekali
20:13dan saya tidak
20:14melihat urgency
20:15mereka bisa mendapatkan motor
20:17dengan jenis motor trail
20:18apalagi yang
20:19ada di perkotaan
20:21seperti di Jakarta ini
20:22gitu
20:22oke artinya menurut Anda
20:24pembelian motor listrik
20:25MBG
20:26untuk kepala SPPG
20:27saat ini bukanlah
20:28merupakan keputusan yang tepat
20:29ya bukan
20:30merupakan keputusan yang tepat
20:31bayangkan
20:33hari ini
20:33semua kementerian
20:35dipaksa untuk
20:35melakukan efisiensi
20:37bahkan Bapak Presiden
20:37juga menyampaikan
20:38berkali-kali
20:39agar kita melakukan efisiensi
20:41karena kondisi ekonomi
20:42memang sedang dalam
20:43menghadapi tantangan
20:45gitu
20:45kalau dikatakan bahwa
20:47motor trail itu dibutuhkan
20:48karena banyak SPPG
20:50lokasinya ada di daerah terpencil
20:52yang tidak tersedia jalan
20:53pertanyaannya
20:55jumlahnya berapa banyak
20:56saya berharap tentunya
20:57pemerintah bisa
20:58lebih tepat sasaran ya
21:00dalam menggunakan anggaran
21:01kebutuhan yang lain itu
21:02banyak sekali
21:03di sektor pendidikan
21:04sektor kesehatan
21:05sektor perlindungan tenaga kerja
21:07dan lain sebagainya
21:08yang hari ini
21:09setiap lembaga itu
21:10dipaksa untuk melakukan efisiensi
21:12ingat ya
21:13program MBG ini
21:14tujuannya adalah
21:15untuk memperbaiki
21:16gizi anak-anak
21:17bukan untuk
21:18bagi-bagi proyek
21:22kami mencoba
21:23mengonfirmasi
21:24kepada produsen
21:25motor listrik MBG
21:26terkait sejumlah
21:27pertanyaan yang timbul
21:28di tengah publik
21:28namun panggilan telepon
21:30yang kami lakukan
21:30tidak dijawab
21:32oleh pihak yang bersangkutan
21:33saya akan bertahan
21:36sedapat mungkin
21:38daripada uang-uang
21:39dikorupsi
21:41lebih baik
21:42layak saya
21:43bisa makan
21:44anak-anak
21:46yang stunting
21:48saya lihat
21:49saya kampanye
21:50sekian kali
21:50saya di desa-desa
21:51saya lihat
21:51anak umurmu berapa
21:5311 tahun
21:54badannya
21:54anak 4 tahun
21:55saya hakku yakin
21:57saya berada di jalan yang benar
22:01saudara memasuki
22:02tahun kedua
22:03pelaksanaan publik
22:04mencatat sejumlah
22:05persoalan
22:06terkait dengan
22:07pelaksanaan program
22:08unggulan pemerintah
22:09makan bergizi gratis
22:11salah satunya adalah
22:12terkait dengan
22:12kasus keracunan
22:13tetapi tidak hanya itu
22:15ada juga sejumlah
22:15persoalan lain
22:16mulai dari
22:17pengawasan
22:19hingga
22:19penggunaan anggaran
22:21yang kemudian
22:22menjadi pertanyaan publik
22:23lalu bagaimana
22:24Badan Gizi Nasional
22:25menjawab pertanyaan ini
22:26saya akan tanyakan secara eksklusif
22:28kepada Profesor
22:29Dadan Hindayana
22:29Kepala Badan Gizi Nasional
22:31Prof
22:31terima kasih
22:32itu waktunya Prof
22:32ya sama-sama
22:33baik kemarin
22:34saya ingin langsung
22:36ke kasus yang paling dekat
22:37dan paling baru
22:38Prof Dadan
22:38bahwa di Jakarta
22:40ada kasus keracunan
22:42yang diduga akibat MBG
22:43135 siswa dan guru
22:46mengalami keracunan
22:4772 diantaranya
22:48harus menjalani perawatan
22:50apa penjelasan dari BGN
22:52mengapa
22:53kasus keracunan
22:54kembali terjadi di Ibu Kota
22:55ini adalah salah satu
22:57kejadian
22:59di mana
23:01bentuk
23:02kelalaian terjadi
23:04di lapangan
23:04dan
23:05atas nama Badan Gizi Nasional
23:08saya menyampaikan
23:10suruh prihatin
23:10untuk para
23:11penerima manfaat
23:12yang mengalami kejadian
23:13dan mohon maaf
23:15atas kejadian tersebut
23:16dan kami sedang melakukan
23:18investigasi secara detail
23:19kurang lebih penyebabnya
23:20karena dari hasil saya
23:22di lapangan
23:23ada orang tua
23:26siswa
23:27yang mencicipi
23:29baksonya saja
23:30terkena
23:30jadi bukan
23:32jugaan kami tadinya
23:34kan tidak disebabkan
23:35karena
23:35sausnya yang sudah
23:37terlalu lama
23:37dipanaskan
23:38untuk sementara
23:40SPG-nya kita suspend
23:41ada kurang lebih
23:431750
23:44SPG yang kita suspend
23:46sementara
23:471750 SPG
23:48di suspend?
23:49seluruh Indonesia
23:50itu penjawabnya
23:51karena IPAL-nya tidak ada
23:53atau belum
23:54mendaftar SLHS
23:56atau juga
23:57ada juga
23:58yang IPAL-nya sudah ada
23:59kemudian
24:00sudah daftar SLHS
24:02kualitasnya juga bagus
24:04tetapi
24:04sertifikatnya belum keluar
24:06lebih dari satu bulan
24:08itu pun kami suspend
24:09kami sedang berusaha
24:11untuk meningkatkan kualitas
24:13agar keamanan tangannya
24:15lebih terjamin
24:16oke
24:16saya izin tanyakan bahwa
24:17sejumlah kasus
24:19keracunan
24:19yang terus terjadi
24:20dalam implementasi
24:22program Makan Begisi Gratis ini
24:23ada yang menyebut
24:24bahwa ini merupakan
24:25kelalaian
24:26dari
24:26BGN
24:27terkait dengan pengawasan
24:29ya begini kami kan
24:31sudah menetapkan
24:31SOP
24:32kami mempertengahkan
24:34standar
24:34kemudian kami buat
24:36juga Juknis
24:36nah memang
24:38tantangan
24:39membalik kami
24:39adalah bagaimana
24:40agar
24:41ini dipatuhi
24:42secara penuh
24:43oleh seluruh mitra
24:45seluruh SPG
24:46di seluruh Indonesia
24:47jadi memang
24:48kami sedang
24:49berusaha meningkatkan
24:51intensitas tersebut
24:52ada tanda-tanda
24:53perbaikan
24:54karena jumlah kasusnya
24:55terus menurun
24:56meskipun kita ingin
24:57menghilangkan
24:58total kejadian tersebut
25:00agar
25:01masyarakat
25:03lebih percaya
25:03dengan apa yang kami lakukan
25:04tentu itu yang akan kita dukung
25:06tapi saya ingin tanyakan
25:07bahwa ada satu lagi
25:08hal yang kemudian viral
25:09di media sosial
25:10dan menjadi perbijakan publik
25:11ketika ada
25:12perencanaan pembangunan
25:13SPG di Cakung
25:15bersebelahan
25:16dengan tempat
25:17pembuangan sampah
25:18apakah itu memang
25:19sesuai dengan
25:20standar yang kemudian
25:21ditetapkan oleh BGN
25:22enggak
25:22justru kami
25:23tidak
25:24tidak akan pernah
25:25meloloskan
25:26tidak akan pernah
25:28meloloskan
25:29satu
25:31SPG
25:31yang
25:33berdekatan dengan
25:34tempat pembuangan sampah
25:36kemudian dua
25:37SPG
25:38yang berdekatan dengan
25:39kandang hewan
25:40ada dua poin
25:41artinya
25:41SPG tidak boleh dibangun
25:43berdekatan
25:44atau bahkan berdampingan
25:45dengan tempat pembuangan sampah
25:46dan juga kandang hewan
25:47dan saat ini kita berada
25:48mungkin di salah satu SPG
25:50di kawasan Babakan Madang
25:51ya
25:51Bogor, Jawa Barat
25:52sebenarnya
25:53untuk yang paling
25:54proper
25:55atau paling layak
25:56SPG ini
25:56berdiri
25:57patah letaknya seperti apa
25:58Prof, mungkin bisa dijelaskan
25:59dari SPG ini
26:00dalam standar kami
26:02itu bangunannya
26:0420x20
26:0520x20
26:06dengan luas lahan
26:08minimal 600 meter persegi
26:10600 meter persegi
26:11itu standar kami
26:13kalau untuk bangunan ini
26:14Prof, mungkin
26:14ini terlihat sangat
26:15lebih dari cukup
26:17lebih dari cukup
26:18lebih mewah sekali
26:19kalau yang menurut saya
26:19ini standarnya
26:21melebihi standar
26:22yang ditapkan oleh
26:22BGN
26:23karena luas lahannya
26:25sudah hampir
26:251200
26:26oke
26:27dan ini kebetulan
26:29SPG yang awalnya
26:31merupakan
26:33mitra yang bergerak
26:35di bidang catering
26:36bergerak di bidang catering
26:37boleh saya tunjukkan
26:38mungkin ini pasti ada
26:39namanya ya
26:40ini adalah salah satu mitra
26:42yang merupakan pionir
26:44yang berkontribusi positif
26:48terhadap program
26:49Makan Bergeji Gratis
26:50karena
26:50sudah mulai operasional
26:52dari tanggal 13 Januari
26:532025
26:5413 Januari
26:55kami akan mulai program
26:566 Januari 2025
26:57dan ini 13 Januari 2025
26:59dengan kualitas yang sangat baik
27:02dan saya kira ini bisa menjadi
27:04contoh untuk yang lainnya
27:05boleh kita lihat Prof?
27:15ketika di tengah efisiensi saat ini
27:18dan di tengah ancaman krisis
27:19akibat geopolitik
27:20menjadi pilihan yang tepat
27:21untuk BGN
27:22mengadakan motor listrik
27:23dan digunakan oleh
27:24Kepala SPG
27:37seperti ini misalnya
27:39ini bagus sekali
27:40dari jalan
27:41ada tempat parkir
27:42sehingga
27:44bisa mobil
27:45masuk disini
27:46untuk
27:46unloading
27:47dan uploading
27:48ini pintu
27:50dimana nanti
27:50barang diturunkan
27:52itu nanti
27:53keluar
27:53pintu
27:55masakan
27:56setelah selesai
27:56jadi
27:57barang akan turun disini
27:59kemudian nanti
28:00akan diprosesing disini
28:02bahkan ini kantornya
28:04bagus sekali
28:04boleh kita indik Prof?
28:05masuk
28:06ini ruang
28:07konsultasi gizi
28:08ya kan di setiap SPG
28:10ada ahli gizi
28:10yang kita rekut
28:12sebenarnya lokal
28:13kenapa demikian
28:14karena
28:14ahli gijinya harus
28:16tahu
28:16potensi sumber daya lokalnya
28:18nanti bahan bakunya apa
28:20dan kesukaan
28:21masyarakat lokal
28:22ahli gizi ini
28:22berfungsi untuk
28:23menyusun menu
28:24dengan angka
28:25kecukaan gizi
28:26disesuaikan dengan
28:27penerima manfaat
28:28tapi bagi masyarakat
28:30umum
28:30yang tidak menerima
28:31manfaat program
28:32makan bergizi gratis
28:33ahli gizi ini
28:35bisa dimanfaatkan oleh
28:36mereka untuk
28:37konsultasi
28:38diet
28:38dan sebagainya
28:39itu boleh dilakukan?
28:40boleh
28:41karena memang itu fungsinya
28:53ada sampel makanan yang dibuat tadi
28:56ini sampel makanan yang harus disimpan
28:59ketika mengolah makanan dikirimkan ke sekolah
29:02maka selama 24 jam harus disimpan
29:05jadi kalau terjadi sesuatu nanti
29:07kita bisa merujuk ke sampel yang dimiliki oleh SOPG
29:12apakah penyebabnya dari makanan yang dikirim
29:14atau kejadian di luar SOPG
29:16untuk diuji lab?
29:17ini ditutup sengaja
29:19oh masih ditutup ya
29:21dan tidak boleh dibuka ya
29:23karena itu harus dijaga
29:24sterilnya ya
29:25murniannya
29:26oh ini ada tulisan
29:26mungkin bisa ditunjukkan
29:27ini sampel
29:29dan tanggalnya ya
29:30oke
29:31baik
29:319 hingga
29:3311 April
29:342020
29:35kita akan simpan ini
29:36untuk uji lab nantinya
29:38kemudian kita juga punya
29:40grocery storage
29:42oh ini untuk yang kering?
29:43ya seperti
29:45ada untuk beras
29:46ini beras masih ada ya
29:48kemudian pisang
29:51kemudian tari rapia ini juga ada maknanya
29:54makanya warnanya ada merah
29:57ada biru
29:57ada hitam
29:58maknanya?
29:59jadi nanti
30:00warna merah
30:02katakanlah untuk AKG
30:04yang 450
30:05jadi kalau
30:07ada tumpukan 10
30:10pudre
30:10diikat oleh warna merah
30:12ini pasti dikirim untuk
30:14anak SD
30:14sampai kelas 3
30:16begitu
30:17SD kelas
30:184 sampai 6
30:19warnanya
30:20biru
30:21nah nanti hitam
30:23untuk anak SMP dan SMA
30:24jadi ketika dibawa itu
30:26itu AKG nya sudah tahu nih
30:28dari warna
30:29rapia
30:30supaya tidak salah kan
30:31sampai AKG 450
30:33dikasihkan ke anak SMA
30:35tanpa kurang
30:36jadi
30:36atau AKG 750
30:38dikasihkan ke anak SD
30:39pasti kelebihan
30:40pasti terbuang
30:41oke
30:42setelah dipersiapkan
30:43maka kemudian
30:45diprosesing disini
30:46ini bisa dikatakan menjadi
30:48kunci utama operasional dari
30:50SPPG
30:51karena adalah
30:52ruang produksi atau dapur
30:54jadi kita gak sebutnya sebagai
30:56dapur MBG
30:57karena dapur itu hanya
30:58satu bagian dari
30:59tiga fungsi yang ada di SPPG
31:00disinilah kemudian
31:02seluruh masakan
31:03diolah
31:06dan kemudian setelah selesai
31:08maka dikirim ke ruang depan
31:10untuk diporsi
31:12diporsi
31:14sesuai dengan juga
31:15nanti
31:16dengan AKG nya masing-masing
31:18jadi nanti akan ada
31:19meja yang untuk
31:20anak
31:21porsi kecil
31:23ada yang porsi sedang
31:24ada yang porsi besar
31:25oke
31:25dan ini menurut saya
31:26ruangannya cukup representatif
31:38yang tidak kalah penting adalah
31:39ipal prof
31:40mungkin bisa ditunjukkan
31:41disini
31:42ipalnya seperti apa
31:47ini salah satu contoh SPPG
31:48ini yang bagus itu
31:49sangat modern ya
31:50ini yang harusnya
31:52di setiap dapur
31:53ini kan
31:54ada saluran
31:55nah saluran-saluran ini
31:57ini saluran ini ya
31:58ini harus ada
31:59gas trap
32:00jadi lemak itu
32:02harus ada
32:03ada perangkapnya
32:04di akhir saluran itu
32:06kemudian dari akhir saluran itu
32:08kita akan salurkan ke ipal di belakang
32:11boleh kita kesana bro?
32:12oke artinya di dalam
32:14dapur pun ada saluran khusus
32:15saluran
32:16jadi seluruh dapur yang
32:17sesuai dengan SOP kita
32:19sudah seperti ini
32:20oke
32:21kita akan coba melihat secara utus
32:23saudara
32:23proses ataupun
32:26instalasi pengelolaan air
32:27limbah yang ada di sini
32:32ini adalah kolam
32:336 ipal
32:35jadi ada
32:37minimal
32:395
32:40yang ideal itu 5
32:411, 2, 3, 4, 5
32:42jadi dari mulai
32:44saringan
32:47kerikil
32:48saringan
32:49batu batak
32:51kemudian akhirnya
32:52di ujung
32:53kondisinya harus dalam keadaan
32:55sudah bening
32:56dan baru disalurkan ke luar
32:59oke
32:59dan ini yang tidak ditemukan
33:01di SPPG
33:02pondok kelapa 2?
33:02yang belum ditemukan
33:05belum ditemukan
33:05harus bangun seperti ini
33:07harus bangun seperti ini
33:07tidak sedikit
33:08sekarang ada mungkin
33:09sekitar seribuan
33:11SPPG yang harus membangun IPA
33:13seperti ini
33:23kalau tadi kita sudah melihat
33:25salah satu contoh SPPG
33:27yang mungkin bisa menjadi
33:28gambaran
33:30dan contoh bagi
33:32yayasan ataupun pengelola SPPG
33:34untuk betul-betul memastikan
33:35apa yang diproduksi di dalam
33:37ini aman untuk dikonsumsi oleh
33:38para penerima manfaat
33:39tapi ada satu desakan
33:40yang kemudian disampaikan oleh
33:42komisi 9 DPR RI
33:44yang menyebut
33:45jika
33:46ada SPPG
33:48yang kemudian menyalahi operasional
33:50bahkan mengibatkan keracunan
33:51itu harus ditutup permanen
33:53setanggapan anda
33:54perlu diketahui bahwa
33:56sampai sekarang
33:56ada 26.361
33:59pelayanan penuhan gigi
34:01di seluruh Indonesia
34:02termasuk yang kita lihat ini
34:03ini adalah kontribusi mitra
34:05jadi tidak ada uang serupiah pun
34:09dari pemerintah
34:10untuk membangun SPPG ini
34:11tidak ada uang dari negara
34:12sudah ada untuk membangun ini
34:14membangun fasilitas
34:15menyiapkan peralatan
34:17mengadakan peralatan
34:19membangun IPAL
34:20itu seluruhnya adalah
34:22mitra yang membangun
34:23dan oleh sebab itu
34:24kami selalu berprinsip
34:26apa yang disebut dengan
34:27continuous improvement
34:28jadi kalau ada mitra
34:30yang mengalami
34:32kejadian
34:33melakukan kesalahan
34:35prosedur
34:36kami cenderung mengingatkan
34:39dengan peringatan ke-1
34:41peringatan ke-2
34:42peringatan ke-3
34:43dan mungkin permanen
34:44kejadian
34:45gangguan pencernaan
34:47atau yang masyarakat bilangnya
34:49keracunan
34:49di 1 SPPG
34:51tidak pernah terulang
34:53di SPPG yang sama
34:54tidak pernah berulang
34:55di SPPG yang sama
34:56cenderung SPPG yang pernah
34:59malah kejadian
34:59akan melakukan operasi
35:01jauh lebih baik
35:01ada 1 hal yang kemudian
35:03juga menjadi perhatian publik
35:05soal penggunaan anggaran
35:06kita tahu bahwa
35:07banyak sekali
35:08video viral di media sosial
35:09yang menunjukkan
35:10motor listrik MBG
35:12ini sudah mulai
35:13berdatangan
35:14dan dengan jumlah
35:15yang cukup banyak
35:17Prof
35:17pertanyaan saya adalah
35:18apakah kemudian
35:19ketika
35:19di tengah efisiensi saat ini
35:22dan di tengah
35:22ancaman krisis
35:23akibat geopolitik
35:24menjadi pilihan yang tepat
35:26untuk PGN
35:26mengadakan motor listrik
35:27dan digunakan oleh
35:28kepala SPPG
35:29pengadaan motor listrik ini
35:31sudah dirancang
35:31ketika
35:32program ini berjalan
35:34karena
35:34sudah ada program
35:36maka
35:36kita masukkan
35:37dalam anggaran 2025
35:39anggaran 2025
35:40dan itu sebenarnya diadakan pada tahun 2025
35:43dan dari target
35:45kurang lebih
35:4625.044
35:49sepeda motor
35:50yang ditargetkan
35:52itu hanya bisa dipenuhi 85%
35:54jadi sekarang ada
35:5621.801
35:57sepeda motor
35:59yang sudah selesai
36:00dan sekarang
36:01masih ada di
36:02gudang
36:03masih kami harus lakukan
36:05yang disebut dengan
36:07proses administrasi
36:08BMN
36:09atau
36:09barang milik negara
36:11setelah selesai
36:12baru nanti akan kami kirimkan
36:13yang kami akan utamakan
36:15di daerah-daerah
36:16yang sangat membutuhkan
36:17terukama daerah-daerah
36:19yang
36:19terpencil
36:21kemudian
36:22yang lalu lintasnya
36:23agak berat
36:24untuk melakukan koordinasi
36:25untuk
36:27melakukan
36:28pelayanan
36:29dan lain-lain
36:29dengan harga yang trail itu
36:31itu
36:3243 juta
36:3343 juta?
36:3543,2
36:36kemudian yang
36:38listrik biasa itu
36:39itu 41,7
36:40jadi total keseluruhan
36:43kurang lebih
36:44897 miliar
36:45897 miliar
36:48tidak sampai 1 triliun
36:49karena yang sisanya
36:50dikembalikan kekas negara
36:51nah tahun ini
36:52kita tidak ada lagi
36:53pengadaan itu
36:54bahwa yang menarik adalah
36:55tadi sudah dijelaskan
36:56motor listrik MBG ini
36:58masuk ke
36:59anggaran 2025
37:00tetapi kita tahu
37:01bahwa pernyataan
37:02dari Menteri Keuangan
37:03Pak Purbaya
37:04menyebut bahwa
37:06pengajuan
37:06pengadaan motor listrik
37:08di tahun lalu
37:09pernah ia tolak
37:10dan belum mengetahui
37:11pengadaan di tahun ini
37:12tahu saya tahun lalu
37:13pernah diajukan juga
37:14untuk motor dan
37:16komputer
37:17kalau nggak salah
37:17ditolak
37:19yang tahun ini
37:20saya nggak tahu
37:21nanti saya akan
37:21berbocek lagi
37:22harusnya sama
37:23treatmentnya
37:24itu tahun lalu
37:25rupanya
37:25tahun ini
37:26nggak ada
37:27kita baru tolong belakangan
37:28jadi dipotong
37:29habis itu dipotong
37:30kalau nggak salah
37:30saya harus tanya
37:31dirjen anggaran lagi
37:32udah kemur belanya
37:33kalau nggak salah
37:33Anda tanya ke Pak
37:35itu Pak Ketua PGN deh
37:36tapi yang jelas
37:37tahun ini nggak ada
37:37saya udah debat
37:38barusan saya cek lagi
37:39tanggapan Anda Pak?
37:40ya gini
37:41saya perlu nyampaikan lah
37:42mungkin Mas Dipo harus tahu
37:44di dalam pengelolaan uang negara
37:46you are never loan
37:47jadi ketika kita
37:51merencahkan satu program
37:52maka disitu harus ada perencanaan
37:54program prioritas
37:55yang dimiliki oleh Badan Gigi
37:56persetujuan ini
37:58merupakan
37:59tripartit
38:01Badan Gigi
38:02Menteri Keuangan
38:04Menteri Perencanaan Pembangunan
38:06disetujui perencanaan itu
38:07kemudian disiapkan anggaran
38:09nah ketika anggaran disiapkan
38:12anggaran itu tidak serta-merta
38:13bisa digunakan
38:14itu pasti akan ada bintangnya
38:16atau yang disebut dengan blokir
38:18nah untuk membuka blokir itu
38:21kita juga harus konsultasi juga
38:24dengan yang sama
38:26tiga pihak tadi
38:27tiga pihak
38:27ketika dibuka anggaran
38:28maka kita harus melakukan
38:29prosedur pengadaan
38:31nah ketika prosedur pengadaan
38:33kita pun tidak sendirian
38:35itu harus ada yang namanya
38:36review APIP
38:38aparat pengawas internal pemerintah
38:40begitu lolos dari APIP
38:43diajukan ke Kementerian Keuangan
38:44disetujui
38:45artinya sudah boleh dilakukan
38:47artinya Kepala BGN ingin menegaskan
38:49bahwa pengadaan motor listrik MBG
38:52ini diketahui bahkan disetujui
38:54oleh Menteri Keuangan
38:55ya tentu saja
38:55saya sudah sampaikan
38:56jadi menurut saya
38:58mungkin
38:59ada hal yang terlewatkan saja
39:02bahwa proses ini sudah berjalan
39:10korban akibat makan berisi gratis
39:12menyuntuh angka 33.626 orang
39:15apa yang salah dari implementasi program MBG
39:17tentu saja terkait pengawasannya
39:19ketika SPPG dapat izin
39:21itu kan harusnya
39:22ada monitoring yang ketat sekali
39:53pelaksanaan program
39:55juta orang
39:56mayoritas adalah anak-anak yang tinggal di kota
39:58hingga pelosok desa
40:00bertanggal 11 April 2026
40:03Badan Gizi Nasional mencatat
40:04sebanyak 26.103
40:07dapur satuan pelayanan pembunuhan gizi
40:08atau SPPG
40:10telah beroperasi
40:11di 38 provinsi
40:12sementara jumlah penerima manfaat
40:15telah menyentuh
40:15angka 61,2 juta orang
40:18dari target jangkauan
40:19sebanyak 82,9 juta orang
40:21pada tahun 2026
40:23meski secara statistik
40:25capaian penerima manfaat
40:27hampir penuhi target
40:28namun deragam persoalan
40:29jadi ujian nyata
40:30penyelenggaraan MBG
40:32sejumlah kasus keracunan
40:34jadi sorotan
40:34sepanjang program ini berlangsung
40:36pada awal Februari lalu
40:37di Kabupaten Ketapan, Kalimantan Barat
40:40sebanyak 340 orang
40:41terdiri dari pelajar
40:43hingga tenaga pendidik
40:44mengalami keracunan
40:45usai mengkonsumsi MBG
40:47mereka menjalani perawatan intensif
40:49di puskesmas dan rumah sakit
40:50peristiwa serupa juga terjadi
40:52di Kabupaten Tulang Bawang
40:53Provinsi Lampung
40:54pada akhir Februari lalu
40:56sebanyak 38 orang
40:57mulai dari pelajar, guru
40:59hingga wali murid
41:00alami gejala muntah hingga diare
41:02usai menyantap, makan, bergizi gratis
41:04kedua peristiwa ini
41:06kian memperpanjang diaret kasus keracunan MBG
41:08sementara itu
41:10berdasarkan hasil monitoring
41:11dan evaluasi jaringan
41:13pemantau pendidikan Indonesia
41:14yang dirilis pada 8 April
41:162026
41:17jumlah korban
41:18akibat keracunan makan
41:19bergizi gratis
41:20pada tahun 2025
41:22mencapai angka
41:2328.103 orang
41:26sementara itu
41:27sepanjang Januari
41:28hingga 7 April
41:282026
41:29jumlah korban keracunan MBG
41:31mencapai angka
41:325.523 orang
41:34JPPI mencatat
41:36total korban
41:36akibat keracunan makan bergizi gratis
41:38setelah menembus angka
41:4033.626 orang
41:42heretan kasus keracunan MBG
41:45terjadi di tengah
41:45polemik anggaran program ini
41:47yang membengkak
41:48sejak pertama kali diluncurkan
41:50pada tahun 2026
41:51anggaran MBG
41:52lonjak 5 kali lipat
41:54dibanding tahun 2025 lalu
41:56menjadi 268 triliun rupiah
41:59dari total anggaran tersebut
42:01lebih dari 92%
42:02atau sekitar 248 triliun rupiah
42:05dialokasikan langsung
42:06untuk makan bergizi gratis
42:08sementara sisanya dibagi
42:10ke dalam pos anggaran non MBG
42:11serta dukungan manajemen program
42:13seperti belanja operasional
42:15dan pegawai
42:16anggaran non MBG digunakan
42:18untuk berbagai kebutuhan pendukung
42:19mulai dari penyediaan
42:21dan penyaluran, pengembangan sistem
42:22dan tata kelola
42:23hingga promosi, edukasi
42:25serta pemantauan
42:26dan pengawasan program
42:29sorotan publik terhadap
42:30penggunaan anggaran MBG pun
42:31semakin tajam
42:32usai badan gizi nasional
42:34membeli puluhan ribu motor listrik
42:36makan bergizi gratis
42:37bukan sekedar program
42:38melainkan investasi masa depan
42:40yang menuntut pengawasan
42:42sebab di setiap uang negara
42:43yang digelontorkan
42:44ada kehidupan anak bangsa
42:46yang tak boleh dikorbankan
42:48makan bergizi gratis
42:49harus jadi solusi nyata
42:50demi mencetak generasi sehat
42:52menuju Indonesia Emas
42:542045
42:57Saudara saya sudah bersama
42:59dengan Ibu Retno Listiarti
43:00Ketua Dewan Pakar
43:01Federasi Serikat Guru Indonesia
43:03Bu Retno terima kasih
43:03untuk waktunya
43:04sama sama
43:04Bu saya ingin mengajak
43:05Bu Retno untuk membahas
43:06soal angka keracunan MBG
43:08di tahun 2026
43:09yang merupakan hasil monitoring Bu
43:12dan evaluasi dari JPPI
43:13atau Jaringan Pemantau
43:14Pendidikan Indonesia
43:15korban akibat makan bergizi gratis
43:18menyentuh angka
43:1933.626 orang
43:21apa yang salah
43:22dari implementasi program MBG
43:23ya pertama adalah
43:25tentu saja terkait pengawasan ya
43:27pengawasan
43:28ya karena makanan-makanan ini
43:29kan diproduksi oleh SPPG
43:31nah SPPG ini
43:32dia memegang
43:33sekian puluh sekolah
43:34dan ternyata
43:36makanannya beracun
43:37maka jumlah
43:37jumlah yang keracunan
43:39pasti sejumlah murid
43:40yang ada di situ kan
43:41nah lalu yang kedua adalah
43:43bisa jadi dari bahannya
43:44misalnya waktu kasus besar
43:46di Bandung Barat ya
43:48itu kan sebenarnya
43:50ayamnya sudah dibeli
43:51dari hari Sabtu
43:52tapi baru dimasak
43:53dari Rabu
43:54mungkin tidak masuk
43:55dalam freezer
43:55nah hal-hal yang begini itu
43:57bagaimana sebenarnya
43:58ketika SPPG dapat izin
44:00itu kan harusnya
44:01ada monitoring yang
44:03ketat sekali
44:04menurut saya
44:05kita tidak bisa
44:06menyebut korban
44:07itu dengan
44:09apalagi ini anak-anak
44:10dengan mengatakan
44:11hanya itu satu
44:12yang kedua
44:13dengan menyebut
44:14angka 0 koma
44:15oke
44:16bahwa tadi angka
44:17keracunan MBG yang tersebar
44:18betul bahwa ada
44:19di sejumlah provinsi
44:20tetapi ketika kita masuk
44:21bulan April
44:22kita masih ingat betul
44:23bahwa di Jakarta
44:24ada 135 siswa dan guru
44:26yang kemudian diduga
44:27keracunan MBG
44:2872 diantaranya
44:29ini harus dirawat
44:31tanggapan Anda
44:31Buretno
44:32iya pertama
44:33Jakarta nih ya
44:35kalau kita berbicara Jakarta
44:36seharusnya
44:37lebih dekat dong
44:38dengan BGN
44:39lebih dekat banget nih
44:41dengan pemerintah pusat
44:42itu aja kecolongan
44:43dengan cara begini kan
44:44nah apalagi yang berada
44:46di wilayah-wilayah
44:47di daerah-daerah
44:48dan munculnya
44:48di wilayah-wilayah
44:49yang lebih jauh dari
44:51Jakarta
44:52atau lebih jauh dari Jawa
44:53saya ingin tanyakan
44:54soal penggunaan anggaran
44:55apakah
44:56Buretno melihat
44:57penggunaan anggaran
44:58MBG
44:59ini sudah tepat sasaran
45:01program ini
45:02itu dimanjakan banget
45:03SPPPG
45:04ini dimanjakan banget
45:05udah jadi ASN
45:06dapat gaji
45:07misalnya kepala SPBG
45:08itu 6 juta per bulan
45:10masih dapat lagi
45:11gaji dari APBD
45:13selain APBN
45:14kan dari P3K-nya
45:15kemudian yang ketiga
45:17adalah di
45:17apa
45:18dikasih motor
45:19ya kan
45:19motornya pun
45:20nilainya gak
45:21gak kira-kira ya
45:22ini bukan motor murah ya
45:23karena
45:24satu motor kan
45:2542 juta ya
45:26nah lalu
45:27satu lagi adalah
45:28insentif dimana
45:29SPG-SPG ini dapat
45:316 juta per hari
45:32lalu yang kedua
45:33kalau bicara guru
45:34guru ini kan
45:35masih banyak sekali
45:36apalagi guru honor
45:37yang dibayar itu
45:38gak manusiawi
45:39tidak manusiawi
45:40karena ada yang dibayar
45:41300 ribu
45:42per bulan loh ya
45:43bahkan beberapa guru
45:44taut itu
45:45di beberapa wilayah
45:47itu ada yang cuma
45:47dibayar 190 ribu loh
45:48per bulan
45:49150 ribu per bulan
45:50lalu kemudian
45:51guru-guru ini
45:52rata-rata taruh lah
45:54guru honor itu
45:54rata-rata 1 juta kebawah
45:56berarti harus ada pemetaan
45:57nah itu yang harus dilakukan oleh BGN
45:59sehingga
46:00kebijakannya adalah
46:01tidak menyamaratakan
46:03pokoknya satu sekolah
46:04dapat semua
46:04mau itu sekolah elit
46:06mau enggak
46:06semuanya dapat
46:07gitu loh
46:07itu yang harusnya
46:08tidak dilakukan
46:09tapi memetakan
46:11mana sekolah yang dibutuh
46:12butuh itu
46:13mana anak yang butuh itu
46:14mana dera yang butuh itu
46:15lalu dihitung
46:16dan saya yakin
46:18tidak akan sebesar
Komentar

Dianjurkan