Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Istri Try Sutrisno, Ibu Tuti Sutiawati, mengungkap alasan mengapa anak-anaknya tidak menggunakan nama sang ayah dalam identitas mereka.

Menurutnya, yang terpenting bukanlah siapa yang berada di belakang seseorang, melainkan apa yang dilakukan secara pribadi.

"Bapak selalu mengajarkan be yourself, jadilah dirimu sendiri. Jadi kalau kamu baik, baik yang kamunya lakukan. Tapi jangan baik karena orang melihat siapa di belakang dia," katanya.

Sejak kecil, anak-anak dibiasakan untuk mandiri dan percaya diri tanpa bergantung pada nama besar keluarga. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan patuh pada aturan.

Di sisi lain, anak ke-7 Try Sutrisno, Natalia Indrasari mengungkap, pilihan tersebut bahkan membawa konsekuensi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berada di luar negeri.

Ia menceritakan, perbedaan nama sempat menimbulkan kendala administratif. Meski memiliki kebanggaan sebagai anak Try Sutrisno, hal itu tidak untuk dipamerkan demi kepentingan pribadi.



Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Fv7A7e4pCBg




#trysutrisno #wapres #panglimatni

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/662308/anak-try-sutrisno-tak-cantumkan-nama-ayah-ini-prinsip-keluarganya-rosi
Transkrip
00:00Bu Tuti, kenapa putra-putri aku perhatiin Lia, Mbak Nori, Mas Cepi, even Kakor Lantas, Firman, Santia Budi.
00:15Kenapa gak pake Lia Tri Sutrisno, Firman Tri Sutrisno.
00:20Kan bisa lebih geng sih, Bu.
00:24Tapi nanti kertasnya tidak cukup.
00:28Dan lagi yang harus ditekankan betul, Bapak selalu be yourself, jadilah dirimu sendiri.
00:39Jadi kalau kamu baik, baik yang kamunya lakukan.
00:44Tapi jangan baik karena orang melihat siapa di belakang dia.
00:51Jadi anak-anak mulai kecil sudah dibiasakan untuk tetap percaya diri dan menjaga diri.
00:59Tanpa harus mendompleng nama.
01:01Tidak harus mendompleng pada apalagi pada jabatan dan lain sebagainya.
01:08Jadi harus jadi diri sendiri, belajar yang baik, bisa menghargai orang lain, dan jangan sekali-kali melanggar aturan yang telah
01:19ditentukan.
01:20Baik oleh lingkungan, oleh dinas, maupun oleh negara.
01:26Wow, tapi kan sebenarnya anak-anak berhak juga dong, Bu.
01:29Boleh dong, Bu.
01:30Jadi anak-anaknya seorang, Pak Tri Sutrisno, mereka memiliki kemewahan atas nama besar itu.
01:39Kenapa enggak, Bu?
01:41Itu sudah mereka miliki bahwa mereka anaknya Pak Tri.
01:44Tidak perlu ditulis, Pak.
01:46Tidak perlu diumumkan.
01:47Tidak berasa di sini.
01:48Nah, tapi yang penting kebanggaan diri sebagai anaknya Pak Tri itu ada pada diri mereka masing-masing.
01:55Tidak untuk dipamerkan.
01:58Jadi orang bisa melihat seseorang karena dirinya sendiri.
02:03Jadi anak-anak memang sudah dibiasakan membina dirinya sendiri dengan baik.
02:09Berarti dalam pergaulan itu tidak melenceng dari aturan-aturan yang berlaku di dalam lingkungannya.
02:20Baik di sekolah, di tempat pergaulan umum.
02:25Jadi harus tetap menjadi diri sendiri tanpa merusak aturan yang berlaku di lingkungannya.
02:34Emang bermasalah sih ya gini.
02:36Kayak waktu saya sama Mas Cepi kan sekolah di Inggris gitu.
02:39Emang kita nama, kan enggak ada nama Tris-Trisno-nya di belakang gitu, Mbak.
02:42Jadi kalau lagi perpanjangan student visa gitu ya, kayak ke home office itu kan harus menunjukkan.
02:49Ini sponsornya kakak saya, tapi nama belakang kamu beda gitu.
02:52Jadi kita mesti bulat-balik menunjukkan bahwa di kartu keluarga, di air.
02:57Di password boleh ditambahkan.
02:58Di password.
02:59Bahwa ini adalah anak dari, karena kesulitan tadi, Mbak.
03:04Mesti nunjukin akte kelahiran bahwa memang orang tuanya ini sama gitu.
03:08Dan kita mesti jelasin bahwa emang middle name kita jadi our last name.
03:12Gila.
03:13Dan kita mesti jelasin bahwa memang kita.
03:15Dan kita mesti jelasin bahwa memang kita jelasin bahwa memang kita jelasin bahwa memang kita jelasin bahwa memang kita jelasin
03:16bahwa memang kita jelasin bahwa.
03:16Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan