Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut ada fenomena inflasi pengamat seiring meningkatnya banyak pihak yang menyampaikan opini di ruang publik.

Teddy menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, namun harus berbasis data dan fakta.

Teddy menilai saat ini banyak pengamat yang berbicara tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan datanya salah.

Teddy juga menyampaikan bahwa perbedaan pandangan wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

#seskabteddy #inflasipengamat #teddy

Baca Juga 3 Orang Penampung Emas Ilegal di Lampung Ditangkap | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/662301/3-orang-penampung-emas-ilegal-di-lampung-ditangkap-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662302/soroti-inflasi-pengamat-seskab-teddy-sebut-data-tak-sesuai-fakta-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya menyebut ada fenomena inflasi pengamat seiring meningkatnya banyak pihak yang menyampaikan opini di ruang publik.
00:12Teddy menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, namun harus berbasis data dan fakta.
00:20Teddy menilai saat ini banyak pengamat yang berbicara tak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan datanya salah.
00:27Teddy juga menyampaikan jika perbedaan pandangan wajar dalam demokrasi, namun bisa disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah
00:37masyarakat.
00:42Ada satu fenomena, apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat.
00:51Ada pengamat beras, tapi dia mikronnya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri.
01:02Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru.
01:09Bagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga, membentuk opini publik.
01:22Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden.
01:27Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan