Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka kasus dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, menyatakan siap jika diminta menjadi saksi dalam kasus dugaan fitnah yang dilaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

Hal ini disampaikan Roy di Polda Metro Jaya saat melakukan wajib lapor sebagai tersangka kasus dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi.

Roy menyebut mendukung langkah Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim terkait dugaan tudingan Rismon terhadap JK membiayai Roy Suryo sebesar Rp5 miliar untuk memperkarakan kasus ijazah Jokowi.

Selain menjadi saksi, Roy juga menyebut dirinya siap jika diminta menjadi ahli dalam perkara ini.

Baca Juga Kuasa Hukum Roy Suryo: Kami Tak Butuh Argumentasi Rismon untuk Buktikan Ijazah Jokowi Palsu di https://www.kompas.tv/nasional/661972/kuasa-hukum-roy-suryo-kami-tak-butuh-argumentasi-rismon-untuk-buktikan-ijazah-jokowi-palsu

#roysuryo #jusufkalla #rismon #ijazahjokowi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662018/dukung-jusuf-kalla-polisikan-rismon-soal-kasus-ijazah-jokowi-roy-suryo-saya-siap-jadi-saksi
Transkrip
00:00Informasi lainnya, sodara tersangka kasus dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, menyatakan siap jika diminta jadi saksi kasus dugaan
00:08fitnah yang dilaporkan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Yusuf Kala.
00:12Hal ini disampaikan Roy di Polda Betrojaya saat melakukan wajib lapor sebagai tersangka kasus dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi.
00:20Roy sebut mendukung langkah Yusuf Kala melaporkan rispon Sianipar ke Bareskrim terkait dugaan tudingan Rismon terhadap JK membiayai Roy Suryo
00:295 biliar untuk memperkarakan kasus ijazah Jokowi.
00:33Selain jadi saksi, Roy sebut dirinya siap jadi diminta menjadi ahli dalam perkara ini.
00:39Bukan saya minta, ditawarin gitu loh. Ini kalau saya minta sama Rasman.
00:47Kami mendukung penuh upaya pelaporan dari Bapak Wakil Presiden kita yang ke-10 dan ke-12 yaitu Bapak Muhammad Yusuf
00:56Kala untuk melakukan laporan dan kemarin sudah diterima di Bareskrim dengan STTL no.135-5-Bareskrim 2026.
01:07Minta dukung statement Pak JK dan saya siap atau kami siap ya, bukan ya saya.
01:12Kami siap untuk mendukung, menjadi membantu, apakah itu menjadi saksi atau menjadi ahli dalam perkara ini.
01:24Mantan Wakil Presiden Yusuf Kala merasa terhina dengan tudingan dirinya membiayai Roy Suryo CS untuk terus mempermasalahkan ijazah Presiden ke
01:33-7 Joko Widodo.
01:34Karena itu, Yusuf Kala mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rizmon Sianipar dan sejumlah akun Youtube penyebar hoax tersebut.
01:44JK menyebut sangat menghormati Jokowi yang bersama-sama memimpin Indonesia di periode 2014-2019.
01:52Sehingga tudingan membayar Roy CS 5 miliar rupiah adalah tuduhan yang merendahkan martabatnya.
02:00Penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu Presiden yang saya wakilnya.
02:12Masa saya bayar orang 5 miliar untuk menyelidiki beliau.
02:23Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan.
02:28Yang itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya.
02:34Bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati atau memeriksa Pak Jokowi.
02:49Menanggapi laporan JK terhadap kliennya atas penyebaran berita bohong,
02:53kuasa hukum Rizmon Sianipar, Jahmada Girsang, membantah.
02:56Kliennya melakukan hal tersebut.
02:59Nanti di SPKT diuji, analisa dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan pelapor.
03:05Karena sejauh ini, klienku Rizmon tidak pernah menyebut seperti yang di video-video beredar itu.
03:11Isu soal Jokowi yang membiayai Rosuryo CS untuk menggugat ijasa bukan kali ini saja bergulir.
03:20Sebelumnya, tahun lalu, Jokowi sendiri yang menyebut ada orang besar yang menjadi backing para penuding ijasa palsu.
03:27Menurut Jokowi, ada agenda politik, termasuk agenda pemakzulan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka.
03:33Ada agenda besar politik dalam tuduhan ijasa palsu maupun pemakzulan.
03:48Artinya memang ada orang besar, ada yang make up.
04:03Mengarah ke mana?
04:05Ya, semua sudah tahu.
04:09Ya, terima kasih.
04:11Nama Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat sempat dibawa-bawa dalam pusaran kasus ini.
04:19Ketika itu, Kubu Jokowi sempat menyebut bahwa ciri orang besar adalah berbaju biru,
04:25yang kemudian membuat publik menghubung-hubungkannya dengan SBY dan Partai Demokrat.
04:30Namun, Partai Demokrat membantah bahwa SBY menjadi backing dibalik terus bergulirnya isu ijasa palsu yang diserukan Roy Suryo CS.
04:39Ternyata melakukan tuduhan bahwa ada orang besar dibalik kisruh ijasa palsunya.
04:51Jadi, kita melihat kurang pas ya seorang.
04:59Seseorang yang pernah memimpin Republik ini selama 10 tahun.
05:02Jokowi malah melakukan tuduhan yang sifatnya insinuasi.
05:06Tuduhannya menuduh orang tapi tidak percaya diri.
05:13Menuduhnya diam-diam gitu loh.
05:14Jawab bahwa tinggal tunjukkan saja.
05:17Selesai perkara.
05:19Semua adem, tantram, dan damai Indonesia.
05:23Mengenai beredarnya sejumlah nama tokoh politik yang diduga berada dibalik tudingan ijasa palsunya,
05:29Jokowi menolak berspekulasi.
05:31Ia juga tidak mau menuduh siapapun dan hanya ingin agar proses hukum tetap berjalan.
05:38Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun.
05:46Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya.
05:53Artanya kalau untuk spekulasi itu kan muncul dari Rizmon ya?
05:58Seperti apa tadi?
05:59Ya, tanyakan ke dia.
06:03Kini muncul lagi isu soal pendana penuding ijasa Jokowi
06:06dan isu ini muncul sejak Rizmon memutuskan balik badan dari Kuburoi
06:11dan memilih jalur restoratif justice dengan meminta maaf kepada Jokowi dan juga putranya Gibran Rakabung.
06:18Meski begitu, SP3 atas kasus Rizmon hingga kini belum dikeluarkan penyidik Polda Metro Jaya.
06:25Terakhir, Rizmon beserta para pelapor dan relawan Jokowi
06:29menandatangani kesepakatan restoratif justice di hadapan penyidik pada 2 April lalu.
06:35Tim Liputan Kompas TV
06:37Oke, baik-baik, makasih.
Komentar

Dianjurkan