Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menyusul serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hizbullah di Lebanon, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/04/2026) lalu. Penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.

Gedung Putih merespons laporan media yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan penutupan Selat Hormuz tidak bisa diterima.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memastikan jalur strategis Selat Hormuz masih dapat dilalui. Meski demikian, kapal sipil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.

Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.

Baca Juga Islamabad Mulai Dijaga Ketat Jelang Perundingan Amerika Serikat-Iran, Wapres AS Hadir? di https://www.kompas.tv/internasional/662022/islamabad-mulai-dijaga-ketat-jelang-perundingan-amerika-serikat-iran-wapres-as-hadir

#iran #israel #lebanon #selathormuz

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662040/iran-tutup-selat-hormuz-kembali-imbas-israel-serang-lebanon-begini-respons-as-sapa-pagi
Transkrip
00:02Menyusul serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hezbollah di Lebanon,
00:06media pemerintah Iran, Fars, melaporkan.
00:09Otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu 8 April.
00:14Penutupan ini terjadi sebagai respon atas serangan Israel di Lebanon.
00:17Situasi ini membuat jalur strategis penyiriman minyak dunia
00:21kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.
00:24Gedung putih merespon laporan media yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz.
00:30Jurubicara Gedung Putih, Caroline Levy, menyatakan penutupan Selat Hormuz tidak bisa diterima.
00:35Caroline menegaskan kembali tuntutan Presiden Trump agar Selat Hormuz dibuka segera.
00:40Tuntutan itu merupakan bagian dari poin perjanjian genjata senjata yang telah disepakati.
00:45Caroline bilang apa yang dilakukan Iran berbeda dengan apa yang telah disampaikan sebelumnya.
00:50Amerika Serikat meminta agar Selat Hormuz segera dibuka kembali.
00:54Itu tidak terlalu menggabung.
00:56Ini adalah kesalahan yang mereka bilang publiknya berbeda dari pribadi.
00:59Kita sudah melihat kembali trafik di straya hari ini.
01:02Dan saya akan menguatkan kemampuan Presiden dan kemampuan
01:05bahwa Strait Hormuz terhapun terlalu cepat dan siap.
01:10Itu adalah kemampuan.
01:12Ini sudah berkumpul kepada dia secara pribadi.
01:14Itu adalah yang terjadi dan apapun ini adalah hal-hal.
01:19Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Seed Khadibzadeh,
01:22memastikan jalur strategi Selat Hormuz masih dapat dilalui.
01:25Meski demikian, kapal sibil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.
01:31Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.
01:47dan karena banyak menanggung yang melakukan dengan kawasan yang dibuat dalam perangkat keadaan.
01:53Jadi, ada beberapa teknologi, dan ini mengapa semua syetam yang mereka ingin mengisi
01:59mereka yang bisa menghapkan oleh kawasan Hormuz, mereka harus berkontak dengan kawasan kami dan
02:04kawasan melalui kontaktan mereka.
02:08Karena itu, karena kawasan ini, ini menaruh kawasan sangat jauh.
02:12Ini di dalam terbukaan terbukaan, dengan di dalam terbukaan terbukaan,
02:19Selat Hormus merupakan jalur vital perdagangan energi global
02:23sehingga setiap kebijakan pembatasan akses di wilayah itu
02:26berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas pasar minyak dunia.
Komentar

Dianjurkan