Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia keliru dalam menghitung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 4,7 persen dari PDB, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Menurut Purbaya, perhitungan Bank Dunia keliru dan memicu sentimen negatif terhadap perekonomian nasional. Purbaya mengatakan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 masih kuat dan berpotensi berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen.

Menteri Keuangan menduga proyeksi Bank Dunia dipengaruhi asumsi harga minyak global yang tinggi.

Ia juga menegaskan pemerintah fokus menjaga fundamental ekonomi. Langkah tersebut dilakukan melalui program prioritas, stabilitas sistem keuangan, serta perbaikan iklim investasi.

Baca Juga Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7 Persen di 2026, Dampak Perang? di https://www.kompas.tv/ekonomi/662043/bank-dunia-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-jadi-4-7-persen-di-2026-dampak-perang

#menkeu #purbaya #bankdunia #ekonomi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/662047/proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-ri-diperdebatkan-menkeu-purbaya-bank-dunia-keliru-sapa-pagi
Transkrip
00:00Sementara itu, Saudara Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa ini menyebut Bank Dunia keliru dalam menghitung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
00:10Sebelumnya, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 4,7% dari PDB lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
00:22Menurut Purbaya, perhitungan Bank Dunia keliru dan memicu sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.
00:31Purbaya bilang kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal 1 tahun 2026 ini masih kuat berpotensi di kisaran 5,5 hingga 5
00:42,6%.
00:43Menteri Keuangan menduga proyeksi Bank Dunia dipengaruhi asumsi harga minyak global yang tinggi.
00:51Ia juga menegaskan pemerintah fokus menjaga fundamental ekonomi.
00:56Langkah ini dilakukan melalui program prioritas, stabilitas sistem keuangan, serta perbaikan iklim investasi.
01:07Kan terbang pertama aja mungkin 5,5, 5,6 atau lebih.
01:13Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali setelah itu kan, kalau rata-ratanya ke 4,6.
01:19Saya pikir World Bank salah hitung.
01:22Yang penting begini untuk kita adalah memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan
01:32iklim investasi yang membaik.
01:33Saya pikir dengan usaha seperti itu nanti juga pertumbuhan ekonomi akan berbalik lagi.
01:39Saya yakin World Bank hitung itu karena dampak harga minyak tinggi kan.
01:45Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya kan.
01:54Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita.
01:58Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal.
02:04Kalau dia ubah prediksinya ekonominya lagi.
02:07Tapi saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini.
02:14Terima kasih.
02:14Terima kasih.
02:15Terima kasih.
02:16Terima kasih.
02:16Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan