Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Serangan Israel ke pusat Beirut menewaskan ratusan orang dan memicu kepanikan. Seorang WNI menyebut serangan ini berbeda karena menyasar area ramai tanpa peringatan.

Serangan yang dilancarkan Israel ke Kota Beirut, Lebanon, mengakibatkan ratusan korban berjatuhan. Salah satu WNI yang berada di Lebanon mengungkapkan, sebelumnya Israel belum pernah menyerang area keramaian. Namun, pada Rabu (8/04/2026) kemarin, Israel menyerang pusat kota.

Israel juga tidak memberikan informasi terkait target yang akan diserang. Berikut cuplikan wawancaranya dengan jurnalis Kompas TV, Cintya Rompas, di program Kompas Petang.

Baca Juga Lebanon Porak-Poranda! 254 Orang Tewas dalam Serangan Israel ke Beirut | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/662014/lebanon-porak-poranda-254-orang-tewas-dalam-serangan-israel-ke-beirut-kompas-pagi

#wni #beirut #lebanon #israel

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662015/intens-wni-di-lebanon-ceritakan-serangan-israel-di-beirut-tanpa-peringatan-kompas-pagi
Transkrip
00:00Serangan Israel ke pusat Beirut menewaskan ratusan orang dan memicu kepanikan.
00:04Seorang warga negara Indonesia menyebut serangan ini berbeda karena menyasar area ramai tanpa peringatan.
00:14Serangan yang dilancarkan Israel ke kota Beirut, Lebanon mengakibatkan ratusan korban perjatuhan.
00:20Salah satu WNI yang berada di Lebanon mengungkapkan,
00:23sebelumnya Israel pernah menyerang area keramaian,
00:26namun pada Rabu kemarin Israel menyerang pusat kota.
00:30Israel juga tak memberikan informasi soal target yang akan diserang.
00:34Dan berikut cuplikan wawancaranya dengan jurnalis Kompas TV Sintia Rompas dalam program Kompas Petang.
00:45Untuk pagi ini sejak itu kemarin sampai kemarin malam,
00:49untuk pagi ini tidak ada serangan di Beirut sama sekali.
00:52Cuma untuk malam tadi masih ada serangan di daerah selatan Lebanon.
00:56Seperti yang kita tahu sebelumnya kan pasukan Zionis ini mereka selalu menyerang di daerah selatan di kota Beirut.
01:05Itu jarang sekali kalau mereka menyerang sampai ada di tengah kota, ada di tempat-tempat yang ramai orang.
01:11Cuma untuk kemarin itu serangannya tiba-tiba ada di tengah kota,
01:16yang di mana tempat yang seharusnya itu tidak boleh diserang.
01:20Artinya metode serangannya justru berubah sebelum dan juga sesudah dari adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran ya?
01:32Iya betul.
01:33Kalau dari instruksi pemerintah Lebanon dan juga KBRI Beirut seperti apa kepada warganya,
01:39termasuk kepada warga negara asing di sana?
01:44Kalau untuk KBRI kita sendiri, untuk WNI yang ada di Lebanon, terutama yang ada di Beirut,
01:51mereka menghimbau kita untuk menjauhi tempat-tempat.
01:56Ya, maksudnya tempat-tempat yang biasanya ditargetkan oleh pasukan Zionis.
02:00Dan kemudian juga dari KBRI juga sudah menghimbau dan juga sudah memberikan status siaga satu sejak tahun 2024.
02:10Sedangkan dari Lebanon sendiri, ya sampai sekarang ya mungkin dari teman-teman di Indonesia sering bertanya-tanya
02:18apa yang dilakukan oleh government itu Lebanon sendiri.
02:21Ya, kalau kita melihatnya sebagai warga Lebanon atau melihatnya sebagai warga asing,
02:26ya kita melihat itu seperti tidak ada kemampuan dari Lebanon sendiri untuk menghadapi masalah ini.
02:35Bahkan hari ini itu semua sekolah diliburkan.
02:40Semua sekolah diliburkan, semua sektor pabrik, kemudian toko-toko semuanya tutup.
02:45Karena mereka memberikan instruksi bahwa hari ini adalah hari Dukacita.
02:51Hanya sebatas itu.
02:52Dan setahu saya dari informasi pagi ini juga,
02:55mereka sedang mengadakan ini, seperti pertemuan untuk membahas masalah ini.
03:02Tapi setiap ada serangan mereka selalu melakukan seperti itu, tapi tidak ada hasilnya.
Komentar

Dianjurkan