00:00Tanya ke Pak Ketua BGN deh
00:02Tapi yang jelas tahun ini gak ada
00:03Barusan saya cek lagi
00:30Kita hanya bisa elektrikkan Rp21.600an
00:34Dan itu sudah masuk dalam agaran Rp22.600an
00:37Itu benar Pak? Satu motornya katanya Rp58.000.000 satu unit motornya?
00:42Harga pasaran Rp52.000.000
00:44Kita beli kalau gak salah Rp42.000.000
00:48Itu dibawah harga pasaran
00:49Itu pemakaian motornya itu buat kepala SPPG?
00:53Ya kita akan distribusikan nanti untuk rasional
00:56Seluruh orang yang ada di SPPG
00:59Terutama di daerah-daerah yang sulit
01:01Ini kan juga ramai Pak katanya
01:02Pertanyaan perubensi ini apa sih Pak?
01:05Perubensi ini kan menjangkau daerah-daerah nanti akan sangat sulit
01:09Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang tidak mau dikisahkan apa
01:14Akhirnya itu untuk menunjukkan operasional
01:16Artinya akan ada penambahan lagi atau seperti apa Pak Pak?
01:18Untuk sementara kita cukupkan dulu setiap
01:20Karena ini agaran Rp22.000.000
01:23Di Rp2026.000 tidak ada perancaran lagi
01:27Terima kasih Pak
01:52Terima kasih Pak Kepala
01:57Kita baru taruh belakangan
01:58Jadi dipotong habis itu dipotong kalau nggak salah
02:00Saya harus tanya diri jenanggaran lagi
02:01Tapi setuju nggak ya Pak?
02:03Sudah kembar belanja kalau nggak salah
02:05Sambil jalan ya
02:06Saya nggak tahu yang jelas yang kita tahu kita potong lebihnya
02:09Presiden mengetahui itu nggak sih Pak?
02:11Saya nggak tahu
02:11Pertanyaan ini Rp21.000.000 lebih loh Pak
02:14Bahkan dipasihkan Rp25.000.000
02:40Rp40.000.000 loh Pak
02:41Tapi ini baru lewat tuh
02:42Abis itu nggak berhentiin
02:44Tapi karena unang-unang-unangnya udah ada terus gimana dong Pak?
02:46Ya tanang-anang-anang
02:47Mesti udah bayar mereka itu
02:48Datang aja sekarang kali
02:49Tanya ke Pak itu Ketua BGN
02:52Gimana statusnya
02:53Jadi tetap boleh dibagiin ke Pak ke Kepala SPD?
02:56Ah nggak ada udah keluar
02:57Saya nggak tahu
02:58Bagaimana Pak?
03:03Melihat fakta secara utuh
03:05Menelusuri yang tak terlihat
03:06Satu langkah lebih dekat
03:08Satu langkah lebih mendalam
03:10Saksikan di Poinvestigasi di Kompas TV Channel 11 di Televisialnya
Komentar