00:00Bahlil, harga BPM non-subsidi masih dikalkulasi, belum ada keputusan.
00:06Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa
00:10penyesuaian harga bahan bakar minyak atau BPM non-subsidi hingga kini masih dalam tahap perhitungan.
00:17Pernyataan yang disampaikan Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu 8 April 2026
00:23menyusul dinamika harga minyak dunia yang terus berfluktuasi akibat kondisi geopolitik global
00:30khususnya di kawasan timur tengah.
00:32Menurutnya, pemerintah saat ini masih melakukan kalkulasi bersama sejumlah pihak
00:37termasuk PT Pertamina dan badan usaha swasta
00:40guna menentukan skema harga yang tepat dan tidak memberatkan masyarakat.
00:45Bahlil menjelaskan penyesuaian nantinya akan mencakup berbagai jenis BPM non-subsidi
00:50seperti RON 92, RON 95, hingga RON 98
00:56termasuk juga solar jenis DEX.
00:58Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan final.
01:02Harga BPM baik subsidi maupun non-subsidi
01:05masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak Maret 2026.
01:10Adapun harga BPM subsidi seperti Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter
01:16sementara solar subsidi Rp6.800 per liter.
01:20Untuk BPM non-subsidi, Pertamak masih dijual di kisaran Rp12.300 per liter.
01:26Pertamak green berada di harga Rp12.900, Pertamak turbo Rp13.100, hingga Pertamina DEX mencapai Rp14.500 per liter.
01:37Bahlil juga berharap harga minyak mentah Indonesia ataupun Indonesian Crude Price
01:42dapat mengalami penurunan sehingga tekanan terhadap harga BPM dalam negeri masih bisa terkendali.
01:50Terima kasih telah menonton!
01:56Terima kasih telah menonton!
01:58Terima kasih telah menonton!
01:58Terima kasih telah menonton!
Komentar