- 3 jam yang lalu
- #iran
- #as
- #gencatansenjata
- #trump
KOMPAS.TV - Menjelang batas waktu ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, Iran justru menunjukkan sikap tidak gentar.
Iran tetap melancarkan serangan balasan dan menyerukan warganya untuk membentuk "rantai manusia" guna melindungi infrastruktur negara dari serangan Amerika Serikat.
Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat yang diajukan Amerika Serikat selama dua pekan. Apakah perang benar-benar dapat diakhiri dalam waktu dekat?
Simak dialog KompasTV selengkapnya bersama Duta Besar Indonesia untuk Iran periode 2012-2016, Dian Wirengjurit, serta analis Lembaga Kajian Pertahanan Strategis, Adrianus Prisma.
Baca Juga TERBARU! Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Minggu dengan AS, Negosiasi Dilakukan di Pakistan di https://www.kompas.tv/internasional/661564/terbaru-iran-setuju-gencatan-senjata-2-minggu-dengan-as-negosiasi-dilakukan-di-pakistan
#iran #as #gencatansenjata #trump
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661574/terbaru-iran-sepakat-gencatan-senjata-bersyarat-dengan-as-pakistan-juru-kunci-begini-kata-analis
Iran tetap melancarkan serangan balasan dan menyerukan warganya untuk membentuk "rantai manusia" guna melindungi infrastruktur negara dari serangan Amerika Serikat.
Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat yang diajukan Amerika Serikat selama dua pekan. Apakah perang benar-benar dapat diakhiri dalam waktu dekat?
Simak dialog KompasTV selengkapnya bersama Duta Besar Indonesia untuk Iran periode 2012-2016, Dian Wirengjurit, serta analis Lembaga Kajian Pertahanan Strategis, Adrianus Prisma.
Baca Juga TERBARU! Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Minggu dengan AS, Negosiasi Dilakukan di Pakistan di https://www.kompas.tv/internasional/661564/terbaru-iran-setuju-gencatan-senjata-2-minggu-dengan-as-negosiasi-dilakukan-di-pakistan
#iran #as #gencatansenjata #trump
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661574/terbaru-iran-sepakat-gencatan-senjata-bersyarat-dengan-as-pakistan-juru-kunci-begini-kata-analis
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara jelang deadline atau akhir batas waktu dari ultimatum Donald Trump kepada Iran untuk membuka salat hormus, nyatanya Iran tidak
00:09kentar.
00:10Iran tetap melancarkan serangan balasan dan menyuruhkan kepada warganya untuk berkumpul membentuk rantai manusia,
00:17guna melindungi infrastruktur negara dari serangan Amerika Serikat.
00:20Sementara informasi terbaru menyebut Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata bersyarat dua pekan.
00:27Akankah perang benar-benar bisa diakhiri dalam waktu dekat?
00:31Kami akan bahas bersama dengan dua narasumber yang sudah hadir melalui sambungan daring.
00:35Ada Dubes Indonesia untuk Iran 2012-2016 Bapak Dian Wirangjurit dan juga ada analis lembaga kajian pertahanan strategis Adrianus Prisma.
00:47Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
00:51Waalaikumsalam, selamat pagi Mbak Aristi, selamat pagi Pak Bisa.
00:54Yang terbaru yang kita terima adalah informasinya Amerika Serikat dan juga Iran sepakat adanya gencatan senjata bersyarat selama dua pekan.
01:04Saya ingin bertanya dulu ke Pak Adrianus.
01:07Pak Adrianus, terkait dengan informasi terbaru, terkait dengan kesepakatan gencatan senjata,
01:13seperti apa Anda melihat ini proyeksi ke depannya?
01:16Ya, kita melihat bahwa ini akhirnya sudah ada progres ya, yang kita harap menjadi progres nyata, yang dapat mengakhiri perang
01:25ya.
01:26Salah satu hal yang mungkin dapat kita highlight bahwa Trump sendiri sudah mengakui bahwa basis negosiasinya nanti itu adalah 10
01:34poin perdamaian yang diajukan oleh Iran,
01:36bukan 15 poin yang diajukan oleh Trump.
01:40Di sini kita bisa lihat bahwa ini sebenarnya ada progres yang banyak, mungkin banyak orang juga tidak mengira bahwa last
01:49minute Trump itu sebelum deadline jam 8 malam waktu Amerika,
01:53dia menyatakan bahwa dia menerima proposal Iran.
01:56Memang kita harus akui peran beberapa negara, termasuk Pakistan ya, terutama yang banyak disebut-sebut, mampu meyakinkan Amerika untuk menerima
02:05poin ini.
02:06Nah, di sisi lain kita juga harus tetap waspada ya, karena beberapa kali negosiasi, ujung-ujungnya dilanggar sepihak.
02:15Dan ada satu faktor lagi yang menurut kami itu masih menjadi tanda-tanya besar.
02:21Apakah Israel akan mengikuti gencatan senjata ini?
02:24Karena beberapa analis menyatakan, sumber-sumber berita juga menyatakan bahwa Israel itu tidak diajak diskusi dulu sebelum Trump menerima poin
02:33-poin perdamaian yang diajukan,
02:36termasuk masalah menghentikan serangan di Lebanon.
02:39Jadi memang kita berharap ini endingnya, tapi kita juga masih harap-harap cemas lah ini.
02:46Oke, kita berharap endingnya benar-benar bisa terwujud adanya gencatan senjata tidak hanya 2 minggu, tapi juga perang benar-benar
02:53berakhir.
02:54Walaupun tentu saja Iran tetap waspada ya, ada inkonsistensi dari Amerika Serikat.
03:01Kalau menurut Anda, dari pandangan Anda, apa yang menjadi pertimbangan Trump untuk bisa mengajukan gencatan senjata bersyarat selama 2 pekan?
03:11Apa yang menjadi pertimbangan Trump?
03:14Ya, mungkin faktor-faktor tekanan eksternal dan internal ya, seperti keadaan politik dalam negerinya.
03:22Meskipun kita harus sama-sama ketahui bahwa saat ini Kongres Amerika ini masih reses.
03:28Kemudian, kalau mereka mau trigger atau memicu klausul amandemen ke-25 yang memaksudkan presiden, yang memimpin itu harus wapres.
03:38Padahal wapresnya sedang kampanye untuk kandidat presiden di Hungaria ya, kita harus sama-sama ketahui.
03:45Tapi mungkin lebih banyak pada faktor-faktor tekanan luar, terutama mungkin negara-negara teluk.
03:51Seperti kita harus sama-sama ketahui bahwa Arab Saudi itu memiliki fakta pertahanan dengan Pakistan.
03:58Jadi hubungan Arab Saudi dan Pakistan ini sangat erat.
04:00Jadi mungkin memang Pakistan ini yang mampu meyakinkan Donald Trump bahwa kita harus menghentikan perang ini.
04:09Tapi kita juga harus akui bahwa kemarin Rusia dan Cina itu memveto resolusi yang diajukan oleh Bahrain di Dewan Keamanan
04:19PBB terkait pembukaan Selatan Hormuz.
04:21Mungkin itu juga menjadi pertanda bahwa Rusia dan Cina sudah mulai menyatakan sikap kerasnya ya.
04:28Jadi mungkin itu yang menjadi faktor juga.
04:31Apalagi kita harus sama-sama ketahui bahwa Trump ini kan modelnya dia mencoba berteman dengan para strongman.
04:39Seperti Putin atau seperti pemimpin Cina juga.
04:43Jadi mungkin hal-hal ini yang menjadi trigger meskipun ya banyak orang juga dikejutkan kenapa last minute Trump tiba-tiba
04:49meyinkan.
04:51Karena kita tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Trump.
04:53Oke. Kalau dari Pak Dian Wirangjurit ini Anda melihatnya apa yang menjadi pertimbangan kemudian Trump ini mengajukan gencatan bersyarat selama
05:03dua pekan.
05:04Dan apapula sebenarnya syarat yang kemudian disepakati antara Amerika Serikat dan juga Iran.
05:09Sampai akhirnya kedua negara ini sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan.
05:14Kalau dari pandangan Anda Pak Dian.
05:15Terima kasih Mbak Adisti.
05:17Begini tolong narasinya agak dikoreksi ya.
05:21Bukan kedua negara menyepakati loh ya.
05:25Trump yang memutuskan gencatan senjata.
05:27Iran hanya mengikuti apa yang dilakukan Amerika dan Israel.
05:32Mereka serang dibalas mereka mau gencatan senjata ya Iran ikuti.
05:37Tapi bukan sepakatan.
05:39Artinya Trump yang menawarkan.
05:42Artinya apa sih rupanya dokter-dokter Trump ini sudah pakai dosis tinggi untuk menyuntikkan obat waras kepada Trump.
05:49Yang mau didengar akhirnya.
05:52Tapi lepas dari soal kewarasannya dia menambahkan yang disampaikan Mas Adrianus.
05:59Bahwa betul faktor dalam negeri, faktor luar negeri sangat berperan.
06:04Saya lebih tekankan faktor adanya apa namanya kemajuan diplomasi.
06:10Yang tadi disinggung Mas Adrianus.
06:12Itu yang buat saya sangat menekan.
06:15Karena semua negara, semua warga negara di negara-negara yang terlibat perang.
06:21Sudah menyadari bahwa perang ini hanya akan merusak mereka yang sama sekali tidak menginginkan perang.
06:28Nah diplomasi terakhir yang dilakukan oleh empat sekawan itu Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi.
06:36Itu memang ampuh.
06:37Karena melibatkan negara terkuat di Timur Tengah yaitu Arab Saudi.
06:41Yang tadinya juga sangat keras terhadap Iran.
06:48Tapi faktor Pakistan yang menarik.
06:50Kenapa Pakistan didengar oleh Trump?
06:52Karena Pakistan adalah satu-satunya negara Islam yang punya senjata nuklir.
06:58Artinya apa sih?
06:59Kalau Amerika makin nekat, Israel apalagi itu cucunguknya makin nekat terus katanya mengancam nuklir.
07:06Mungkin dalam kaitan ini Pakistan juga menyatakan bahwa saya tidak akan diam kalau sudah pakai nuklir.
07:13Nah kalau sudah pakai nuklir ceritanya lain lagi.
07:15Tapi kalau dikatakan tadi apakah ini juga Israel akan mengikuti?
07:20Loh namanya aja cucunguk mbak.
07:23Kalau induknya udah diem ya cucunguknya ekornya ya diem mbak.
07:26Artinya Israel itu tanpa Amerika bukan siapa-siapa.
07:31Jadi kalau sekarang saja dengan ngecat senjata ini artinya apa sih?
07:35Semua negara yang terlibat perang.
07:38Khususnya negara-negara yang menyerang Iran.
07:41Termasuk negara-negara Arab Teluk itu.
07:44Pasti juga akan berhenti.
07:45Nah kalau Israel mau menyerang sendirian, konyol mbak.
07:48Cari susah sendiri tuh.
07:52Jadi kalau menurut saya, ya ternyata pada akhirnya kewarasan masih bisa didengar oleh Trump.
08:01Nah sekarang tinggal obatnya dokter ini tahan berapa lama?
08:05Kalau benar tahannya dua minggu syukur.
08:08Tapi kalau bisa lebih itu pertanyaan besar lagi.
08:12Bahkan jangankan dua minggu janji dia mbak.
08:15Saya khawatir obatnya habis minggu mbak.
08:18Dia gak waras lagi dalam jenis ini.
08:19Jadi menurut Anda ada inkonsistensi dari Trump yang biarlangnya dua minggu akan kejatan senjata.
08:25Dihawatirkan ini tidak bisa dipegang begitu ya.
08:27Kurang dari itu sudah tidak bisa menyepakati lagi apa yang udah diajukan.
08:33Betul.
08:34Kalau menurut dia syarat-syarat yang dia katakan ajukan, dia anggap tidak dipenuhi Iran.
08:45Nah sekarang tadi disinggung Mas Adrianus.
08:50Betul bahwa sekarang pernyataan Trump itu didasarkan pada 10 poinnya yang diajukan oleh Iran.
09:02Paling Iran.
09:04Artinya Trump mau mendengarkan nasihat-nasihat timnya untuk mulai mempertimbangkan poin yang diajukan.
09:14Poin yang diajukan Iran itu jelas lebih objektif daripada 15 usulannya Trump sendiri.
09:20Yang hanya sepihak.
09:21Hanya menuntut, menuntut, menuntut.
09:23Kalau sekarang masih ada usulan dialog oleh Iran.
09:28Nah itulah mungkin yang jadi pegangan oleh timnya Trump.
09:31Buat saya sebagai diplomat, saya menekankan dari awal bahwa pada akhirnya kedua belah pihak, siapapun dia khususnya Trump dan Israel,
09:41harus mengedepankan diplomasi untuk penyelesaian.
09:45Tidak bisa hancur-hancuran bersama.
09:48Oke, usulan dialog inilah yang kemudian juga menjadi menarik begitu ya.
09:53Apakah mungkin terwujud ketika sekarang melihat kondisi ini, gejatan senjata memang sudah dilakukan, diajukan oleh Amerika Serikat.
10:02Tapi usulan dialog ini memungkinkan tidak untuk bisa terwujud kalau menurut Anda, Pak Dian?
10:09Sangat memungkinkan, tadi saya bilang, usulan Iran ini sangat objektif gitu ya.
10:16Didasarkan kepentingan bersama, terutama kepentingan negara-kawasan.
10:21Sama-sama.
10:22Artinya jaminan keamanan di teluk, pembukaan, apa namanya, hormus, segala macam.
10:29Itu semua untuk kepentingan bersama itu.
10:31Bukan kepentingan sepihak.
10:33Dan buat saya, inilah kunci penyelesaian masalah ini.
10:36Bahwa yang dibahas itu bukan kepentingan Amerika dan Israel.
10:40Tapi kepentingan kawasan.
10:43Makanya, negosiasi pun inisiasi yang sekarang didengar adalah inisiasi berdasarkan negara-negara kawasan.
10:51Bukan negara di luar.
10:52Termasuk, ya termasuk kita yang...
10:55Oke, kalau menurut Pak Adrianus, bagaimana dengan usulan dialog yang kemudian diplomasi yang memang harus diwujudkan begitu ya?
11:02Dan harus terwujud begitu.
11:04Untuk bisa, apa ya, memprioritaskan kepentingan kawasan.
11:09Bukan hanya soal kepentingan Amerika Serikat dan juga Israel.
11:14Ya, betul.
11:15Memang seperti sampaikan Pak Adrian tadi ya, dari awal kami juga cukup setuju bahwa poin-poin yang diajukan oleh Iran
11:24ini sebenarnya cukup masuk akal.
11:26Tetapi, mungkin saya akan sedikit berbeda pendapat terkait masalah kompensasi perang.
11:34Karena kita sama-sama tahu bahwa si Trump ini orangnya kan kadang tidak logis dan tidak mau kelihatan rugi.
11:42Seperti misal kita bahas sedikit keluar ya, masalah tarif impor itu kan sebenarnya yang bayar warga negara Amerika.
11:51Tapi selama ini dia kan selalu mengklaim bahwa itu adalah pendapatan dan yang bayar adalah negara yang mengekspor.
11:57Begitu kan.
11:58Mungkin poin ini yang bisa menjadikan jalan ketika dialog akan resmi dimulai akhir minggu ini atau awal minggu depan ya.
12:06Ya, mungkin memang harus dicari kompromi supaya egonya Trump ini tidak tersakiti.
12:13Karena kita juga sempat ikuti ya bahwa waktu Iran menyatakan, Iran dan Oman itu akan menerapkan seperti tarif tol ya
12:22untuk melewati Selat Hormuz.
12:24Si Trump itu tiba-tiba bilang, kenapa nggak bayar gue gitu kan.
12:27Nah, kenapa nggak bayar Amerika saja gitu.
12:30Untuk ini ya, padahal kita sama-sama tahu sebenarnya sebelum Amerika dan Israel menyerang Iran,
12:35ya Selat ini terbuka untuk siapapun.
12:38Sebenarnya kan tiba-tiba dianggap tertutup kan karena serangan Amerika dan Israel, bukan karena Iran.
12:45Begitu betul.
12:46Jadi memang mungkin dialog ini akan mungkin untuk terlaksana,
12:50tapi mungkin akan ada poin-poin yang harus dikonsesikan lah.
12:55Nah, kita juga berharap bahwa meskipun memang Iran ini hanya merespon apa yang dilakukan Amerika dan Israel
13:02dan juga menyakitkan.
13:04Mungkin ya nanti dari 10 poin ini ada 1 atau 2 poin yang akhirnya harus dicapai.
13:10Mungkin bukan win-win solution ya, tapi Iran akan sedikit mengalami kerugian.
13:15Karena memang yang dihadapi adalah orang yang memiliki ego yang tinggi,
13:18juga tidak bisa ditebak begitu.
13:20Jadi, apalagi kalau Amerika disuruh membayar itu kemungkinan besar akan menjadi hal yang cukup berat
13:30untuk dari sisi Trump menyelamatkan mukanya sendiri begitu.
13:35Boleh saya tambahkan?
13:36Silahkan Pak Dian, bagaimana Anda berespon ini?
13:39Terima kasih Mas Adrianus mengingatkan.
13:43Tapi begini, poin kompensasi lah segala macam memang kurang masuk akal.
13:47Tapi semua perundingan akan dimulai dengan posisi masing-masing.
13:50Amerika punya posisi 15 poinnya Trump yang ngawur Iran datang
13:56dengan tanggapan terhadap posisinya Trump.
13:59Karena itulah yang dikedepankan kepentingannya dia, pentingan nasional.
14:04Makanya ada kompensasi dimasukkan di situ.
14:07Hal yang wajar buat menanggapi sebuah proposal yang sangat tidak produktif,
14:14tidak akan jalan, tidak akan pelai orang bilang.
14:16Makanya keempat negara yang sekarang berperan menawarkan 5 poin, bahkan hanya 5.
14:23Dan 5 poin ini sangat-sangat menjadi penengah di antara kedua proposal itu.
14:29Nah, proposal yang sekarang terjadi ini adalah
14:34pengejauhan tahan dari pemenuhan dari poin pertama dari 5 proposal yang diajukan ke Pakistan dan kawan-kawan.
14:42Penghentian perang.
14:44Nah, kalau penghentian perang ini, buat saya katanya 2 minggu, versinya Trump,
14:49buat saya mudah-mudahan judulnya.
14:52Kita tidak bisa percaya sepenuhnya.
14:55Karena tidak mungkin, kan berita-berita menyatakan Israel sudah menyatakan ketidakpuasannya dengan keputusan Trump ini.
15:03Artinya apa sih?
15:04Dia pasti terus mengompori Trump.
15:06Nah, kalau Trump sekarang obatnya yang dijejelin Israel lebih ampuh,
15:12ya seminggu aja mungkin akan mulai lagi perang ini.
15:14Buat saya, usulan Trump ini memang menjadi titik balik kalau saja bisa berlangsung 2 minggu.
15:24Itu sudah bagus.
15:26Nah, 2 minggu ini banyak yang bisa dilakukan dalam konteks diplomasi.
15:30Saya yakin Pakistan dan kawan-kawan tidak akan diam setelah gencatan senjata ini.
15:36Tapi mulai merumuskan satu pegangan yang menjadi bekal rundingan
15:41yang akan lebih komprehensif daripada sekedar masing-masing 15 usulan Trump, 10 Iran, dan 5 usulan mereka.
15:50Mungkin akan dikombin menjadi sebuah proposal yang menjadi landasan perundingan lanjutan.
15:56Mudah-mudahan judulnya.
15:57Mengingat yang dihadapi orang namanya Trump.
16:01Oke, jadi menurut Anda di masa gencatan senjata ini menjadi titik kunci bagi Pakistan,
16:06kemudian ada juga mungkin Rusia ataupun Tiongkok dan juga Mesir.
16:09Tadi tempat Anda mengatakan ada negara 4 sekawan yang kemudian bisa meramu
16:15bagaimana menyodorkan kepada kedua negara Amerika Serikat ataupun ke Iran
16:20untuk bisa mencapai win-win solution ini ya?
16:22Kalau menurut Anda seperti itu ya?
16:24Betul.
16:25Kalau dari Pak Adriano sendiri bagaimana melihat ini?
16:29Ini justru menjadi momentum yang tepat untuk kemudian negara-negara yang siap untuk menjadi juru damai,
16:38mediator begitu salah satunya adalah Pakistan, Mesir, ada juga di sana Turki, ada Rusia, mungkin Tiongkok juga sebaliknya.
16:46Ini menjadi momentum yang pas untuk kemudian bisa meramu proposal damai bagi tiga negara.
16:58Ya, betul.
16:59Memang tentu saja yang akan memegang peranan cukup besar itu memang faktor mediatornya ya.
17:06Bagaimana tadi sempat disinggung juga sama Pak Dian bahwa sebelumnya kan kalau kita ikuti beberapa hari yang lalu
17:14banyak berita, banyak analis menyatakan bahwa negara teluk yang masih keras posisinya terhadap Iran itu adalah Arab Saudi dan UAE.
17:23Tapi ternyata Arab Saudi sepertinya juga sudah melunak, apalagi tentu saja serangan-serangan ini ya,
17:30balasan Iran itu kan sepertinya sudah mulai berefek pada ekonomi Arab Saudi lah.
17:35Mungkin efeknya sudah mulai terasa, jadi mungkin menggunakan koneksinya dengan Pakistan.
17:41Dan memang seperti tadi saya sampaikan bahwa Trump ini kan menghargai para strongman ya,
17:48dan tadi disebut juga sama Pak Dian bahwa Pakistan ini adalah satu-satunya negara muslim yang memiliki nuklir.
17:54Jadi memang sebenarnya kami sendiri pun kemarin sempat agak khawatir ya dengan eskalasi pernyataan-pernyataan Trump,
18:01kemudian respon si fans ketika pidato di Hungaria,
18:06itu seperti mengarah ke penggunaan senjata nuklir.
18:11Tapi ternyata tidak gitu kan, apalagi begitu Pakistan sepertinya menggunakan jalur diplomasinya untuk mengotak Trump,
18:19apalagi dia memiliki kekuatan nuklir ya.
18:21Kita tidak tahu ya secara detail apa yang disampaikan,
18:23tapi jelas ada pesan-pesan yang berbeda ketika yang menyampaikan ke Trump itu adalah Pakistan,
18:31karena Pakistan adalah kekuatan nuklir.
18:33Jadi memang mungkin hal-hal seperti ini yang menjadi poin penting.
18:38Karena kita juga harus sama-sama ketahui bahwa sebelumnya Turki dan Mesir pun sudah berusaha,
18:44tapi memang sepertinya Pakistan ini yang memegang kunci sebagai kekuatan nuklir.
18:50Oke, jadi menurut Anda peran Pakistan inilah yang kemudian punya peran yang cukup vital
18:55dalam upaya melakukan mediasi ke tiga negara, kalau menurut Anda seperti itu ya.
19:02Pak Dian juga sepakat soal ini?
19:05Sepakat, mbak.
19:06Tapi sekali lagi, kita berbicara tentang waktu, mbak.
19:10Dua minggu yang ditetapkan Trump itu buat saya tetap merupakan ancaman.
19:15Artinya prasyarat.
19:17Sebenarnya sebuah gencatan senjata itu tidak perlu dilakukan dengan prasyarat seperti itu.
19:23Kalau memang ikatnya baik.
19:25Coba lihat perang yang bulan Mei, Juni tahun lalu.
19:29Setelah di tengah-tengah penyerangan itu,
19:31tontonnya dihentikan sepihak oleh Amerika.
19:34Artinya gencatan senjata diberlakukan sepihak oleh Amerika dan Israel.
19:38Dan tidak disebutkan jangka waktunya.
19:40Sampai sekarang.
19:41Artinya hampir 8 bulan, 9 bulan.
19:45Kemudian baru mulai lagi.
19:46Artinya apa sih?
19:47Kalau sekarang ditentukan dua minggu buat saya,
19:50itu juga harus diwaspadai.
19:51Buat saya, kalau ada kata-kata dalam adagium politik itu trust no one.
19:57Sekarang saya tetap menganggap trust no Trump.
20:01Oke.
20:02Walaupun memang ada pengajuan gencatan senjata yang kemudian disodorkan oleh Amerika Serikat,
20:08tapi kemudian ini tetap menjadi kewaspadaan bagi Iran.
20:11Bahkan kalau kita lihat pemerintah Iran sendiri menyerukan warganya untuk kemudian membentuk rantai manusia, Pak Dian.
20:19Di sekitar objek vital negara termasuk di pembangkit listrik.
20:23Apakah ini semata-mata Anda melihat untuk kepentingan negara?
20:29Ataukah kemudian sebagai tameng untuk bisa menakuti Amerika Serikat?
20:35Kalau menurut Anda?
20:37Itulah yang namanya strategi atau taktik dalam hal ini.
20:42Kekerasan, kata-kata keras yang dilakukan oleh Trump itu harus ada yang bisa mengimbangi.
20:51Mengimbanginya apa?
20:52Dengan menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Trump itu sudah jelas,
20:58tidak dapat diterima dari segi aspek apapun termasuk aspek kemanusiaan.
21:02Iran juga bukan orang yang naif ya.
21:08Perang dengan Irak tahun 80 itu memberikan pelajaran berarti bahwa yang namanya kejujuran itu tidak bisa diimbangi dengan,
21:18tidak bisa mengharapkan kejujuran dari pihak lain.
21:21Itulah, apa namanya, tragedi atau ironi hubungan negara yang tidak baik-baik saja.
21:28Nah, dalam kaitan ini, pengerahan masa itu ya bagian dari strategi.
21:33Jelas sudah dipikirkan.
21:35Bisa dilihat kok, apa namanya, masyarakat yang datang dan membentuk itu kan banyak.
21:40Artinya, kumpulan masyarakat ini buat saya akan tetap terus terjadi sampai Trump juga mulai memenuhi kata-katanya sendiri
21:51bahwa dialog akan dikedepankan dalam jeda ini.
21:56Kita lihat saja, kalau memang masih nekat, ya rantai manusia juga sebagai tameng, betul sekali sebagai tameng,
22:04memang akan dikerahkan terus juga oleh Iran.
22:08Oke, kalau Pak Adrianus, bagaimana Anda melihat ini?
22:15Kalau ini merupakan jadi strategi begitu ya bagi Iran untuk bisa mencapai kesepakatan dalam hal ini adalah dialog begitu yang
22:23dikedepankan.
22:24Kalau Pak Adrianus melihatnya seperti apa?
22:28Ya, kita juga melihatnya cukup sama ya, bahwa ini adalah satu strategi
22:34bagaimana mungkin mempengaruhi mungkin persepsi internal Amerika ya.
22:42Karena kita sama-sama ketahui sebenarnya Trump itu nggak terlalu peduli dengan persepsi dunia internasional.
22:48Karena dia sendiri pernah bilang bahwa dia tidak percaya pada hukum internasional bahwa batasnya adalah moralitas dia sendiri.
22:55Jadi mungkin ini adalah cara Iran untuk mencoba mempengaruhi persepsi publik Amerika ya, bahwa warga Iran itu berusaha untuk melindungi
23:06fasilitas-fasilitas sipil.
23:08Nah, kita harus sama-sama ketahui bahwa menurut salah satu lembaga pengamat yang bernama Aklet,
23:14dari sejak awal perang itu sudah 40 fasilitas sipil ya, meskipun sama Amerika dibilang itu dual use,
23:23yang diserang oleh Amerika dan Israel.
23:25Tentu saja kita juga harus mengingat serangan ke sekolah yang memakan korban cukup banyak ya, siswa dan siswi itu.
23:34Tapi di sisi lain kita juga tahu bahwa kalau ini dari awal sudah ditampilkan gambar-gambar bahwa warga Iran itu
23:45dengan suka rela
23:47karena nasionalitas dan kohesi nasional mereka yang sangat besar, mereka dengan sadar menjadi tameng,
23:55nah itu tentu saja akan mungkin akan berat bagi Trump untuk memerintahkan serangan.
24:01Tapi kita juga harus ini ya, bahwa kalau yang pihak satunya yang tadi disebut Pak Dian sebagai secungguhnya ini
24:08kadang nggak mikir yang kayak gini, karena genjatan senjata di Gaza saja mereka nggak peduli,
24:13hampir tiap hari mereka tetap menyerang.
24:15Jadi memang ada faktor yang harus kita bedakan ya, bahwa Amerika itu mungkin meskipun cenderung tidak mau meminta maaf
24:23atas apa yang sudah terjadi, tapi mereka ketika mereka bilang tidak atau genjatan senjata itu cenderung lebih menghormati atau konsisten
24:36dibanding dengan Israel yang sesuka hatinya begitu.
24:39Karena kita juga harus ketahui sebelum Trump menyampaikan bahwa dia akan menerima genjatan senjata selama dua minggu
24:48dan sepuluh poin dari Iran sebagai basis dialog, Israel itu sudah melakukan serangan ke beberapa jembatan jalur kereta ya,
24:57dan di mana di situ ada korban orang sipilnya juga.
24:59Kalau kita sempat lihat beberapa video yang keluar, bahwa ada korban-korban sipil yang dievakuasi.
25:06Jadi memang kita harus agak sedikit bedakan antara Amerika dan Israel,
25:12karena Israel ini biasanya tidak cenderung tidak peduli dengan hukum internasional
25:16dan publik Israel pun tidak segan untuk mendukung aksi-aksi kejam ini.
25:22Oke, kalau menurut Anda singkat saja, sejauh mana peluang di dua minggu atau dua pekan ini genjatan senjata
25:30yang kemudian diberikan oleh atau diajukan oleh Amerika Serikat, Pakistan, dan juga negara-negara lainnya
25:38untuk bisa melakukan dialog kepada Amerika Serikat, Iran, dan juga Israel
25:44untuk bisa mewujudkan resolusi-resolusi damai ke depannya.
25:48Kalau menurut Anda, seberapa besar peluangnya?
25:51Ya, kalau menurut kami, ini cukup besar, karena seperti faktor Pakistan tadi yang lebih banyak berkomunikasi ya.
26:01Ini dibanding yang upaya-upaya sebelumnya, nampaknya ini adalah upaya yang paling cukup konkret lah.
26:06Karena kalau pihak-pihak lain, sepertinya kurang didengar lah sama Trump.
26:11Tapi kita juga berharap bahwa Rusia dan Cina itu secara proaktif juga,
26:17tidak hanya melalui seruan-seruan, tapi juga menggunakan jalur-jalur diplomasinya
26:21untuk meyakinkan Trump bahwa perang ini tidak baik untuk semua.
26:25Tapi kita juga harus, ini ya, satu faktor lain ya, bahwa sejak perang ini
26:32Rusia cukup diuntukkan dengan harga minyak yang meningkat dan sanksi yang diredakan.
26:37Jadi mungkin secara ekonomi untuk Rusia tidak ada insentif.
26:42Kecuali memang dari Trump setuju bahwa karena perang ini merugikan banyak orang
26:49dan sebagai mengakui kontribusi Rusia dalam mendamaikan dan menyelamatkan muka Trump,
26:54mungkin dia akan meringankan sanksi juga untuk Rusia.
26:57Kecuali hal seperti itu ya, jadi ada insentif bagi Rusia untuk membantu negosiasi ini.
27:02Oke, kalau dari Pak Dian-Padian selain Pakistan, menurut Anda negara-negara lain
27:07mana lagi yang kemudian bisa berpeluang untuk bisa mendamaikan menjadi mediator selain Pakistan
27:14di masa dua pekan ini? Injury time.
27:17Terima kasih. Buat saya, simple aja.
27:19Apa yang terjadi sekarang ini atas perjuangan Pakistan dan teman-teman yang berempat itu?
27:25Artinya perjuangan mereka sudah menunjukkan ada hasilnya yang mudah-mudahan lebih didengar.
27:32Sekarang yang pasti dilakukan oleh Pakistan dan teman-teman adalah merangkum kesemua usulan itu
27:37menjadi sebuah usulan yang akan menjadi landasan negosiasi.
27:42Kalau dibilang landasan negosiasi ini akan berhasil atau tidak,
27:46buat saya begini, dulu ketika di bawah Obama,
27:50bisa kok Amerika diajak negosiasi dan mencapai kesepakatan yang disepakati semua pihak
27:55termasuk Uni Eropa yang ikut mendukung.
27:57Artinya apa?
27:59Faktor pemimpin Amerika ini sangat menentukan.
28:02Trump tidak bisa dipercaya.
28:04Tolong kita ingat,
28:05perang 12 hari tahun lalu itu diakhiri dengan siswair tidak terbatas
28:11yang ternyata tiba-tiba Amerika dan Israel menyerang lagi.
28:14Ini pelajaran kedua,
28:15bahwa secara pengecut Israel dan Amerika menyerang, mendadak.
28:19Sekarang mengajukan siswair.
28:21Kita lihat batasnya 2 minggu.
28:23Buat saya 2 minggu ini pasti lewat.
28:26Mudah-mudahan timnya Pakistan ini bisa meyakinkan
28:30datang dengan proposal yang bisa menenangkan Trump
28:34selain obat dari dokternya itu.
28:37Nah, kalau ini bisa berlangsung minimal
28:39ada perpanjangan dari siswair sekarang.
28:42Nah, kalau perpanjangan ini bisa berlangsung, syukur.
28:45Kalau tidak, perangnya akan lebih dasyat lagi.
28:49Karena apa? 9 bulan atau 8 bulan kemarin
28:53dari bulan Juni sampai sekarang itu,
28:55kedua pihak khususnya Amerika dan Israel
28:58memanfaatkan menjadi konsolidasi militernya.
29:00Kalau sekarang terjadi lagi, parah.
29:03Oke, ini kita harus membaca peluang ini
29:05Pakistan dan juga negara-negara lainnya
29:07untuk bisa memanfaatkan waktu 2 pekan ini gencatan senjata.
29:11Terima kasih informasi jurnalis Dubes Indonesia
29:14untuk Iran 2012-2016, Bapak Dian Wirangjurit,
29:18serta analis lembaga kajian pertahanan strategis
29:21Pak Adrianus Prisma telah bergabung bersama kami.
29:23Sehat selalu, Bapak-Bapak.
29:24Assalamualaikum, selamat pagi.
29:26Assalamualaikum, selamat pagi.
Komentar