- 4 menit yang lalu
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menjadi perbincangan karena pernyataannya mengenai Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Nah kalau bicara impeachment itu kan prosedur yang sangat formal, mengganti impeachment itu.
00:07Yang hanya kita yang bisa, rakyat gitu.
00:1098 juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman nggak turun.
00:16Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Profesor Saiful Mujani,
00:20jadi pembicaraan karena pernyataannya mengenai Presiden Prabowo di sebuah acara halal-bihalal pengamat
00:26yang bertajuk sebelum pengamat ditertibkan pada 31 Maret lalu.
00:32Selain Saiful, hadir pula pengamat dari berbagai latar belakang
00:35seperti Ferry Amsari, Islah Barawi hingga Ubedila Badrun.
00:39Saiful yang menjadi pembicara penutup dalam forum tersebut menyebut Presiden Prabowo sudah tidak presidensial.
00:46Menurutnya, Prabowo sudah tidak mempan diberikan saran-saran perbaikan,
00:50sementara DPR tak bisa lagi diharapkan.
00:53Sehingga, satu-satunya cara menurut Saiful untuk menjatuhkan Prabowo,
00:58yakni konsolidasi masyarakat.
01:00Nah, oleh karena itu,
01:04jangan berharap kita memberi masukan-masukan untuk dia lebih baik.
01:09Dan itu tidak baik juga.
01:12Cuman, untungnya, orang ini nggak akan dengar.
01:15Kalau bicara impeachment, itu kan prosedur yang sangat formal.
01:19Kita berharap pada orang-orang DPR itu yang, ah, udah gitu loh.
01:24Yang nggak bisa kita harapkan.
01:25Mengganti impeachment itu.
01:28Yang hanya kita yang bisa.
01:30Rakyat gitu loh.
01:3198 juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman nggak turun.
01:36Merespons pernyataan Mujani,
01:38wakutung Partai Gelora yang juga wamen perumahan dan kawasan permukiman,
01:42Fahri Hamsah,
01:43meminta semua pihak tetap berada dalam koridor demokrasi konstitusional.
01:47Ia menilai,
01:49Presiden bukan satu-satunya lembaga yang bisa dituntut pertanggung jawabannya.
01:53Karena menurut Fahri,
01:54ada cabang-cabang kekuasaan lain
01:56yang dapat ditagi
01:57sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat.
02:03Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkostitusional.
02:08Sebab itu nanti berbahaya.
02:10Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkostitusional,
02:14ya negara kita lagi kayak begini,
02:17dunia lagi kacau,
02:18kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan,
02:22harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional.
02:25Dan dalam sistem konstitusi kita,
02:28Presiden itu bukan satu-satunya.
02:30Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain
02:32yang juga bisa ditagi sebagai bagian
02:35daripada tanggung jawab kolektif
02:36apa namanya negara kepada masyarakat.
02:40Acara halal-bihalal pengamat ini diadakan
02:43sebagai bentuk keresahan para pengamat dan aktivis
02:46atas kasus percobaan pembunuhan
02:48aktivis kontras Andri Yunus.
02:51Para pengamat menilai,
02:52sebagai kepala negara,
02:54Prabowo sangat sulit menerima masukan publik.
02:57Sehingga situasi inilah yang membuat
02:59para pengamat dan aktivis semakin buas-was.
03:03Tim Liputan Kompas TV
03:09Adanya tudingan makar atas seruan Saiful Mujani.
03:13KUHP baru mengatur tentang perbuatan makar.
03:16Pasal 191 KUHP tentang makar terhadap Presiden dan
03:19atau Wakil Presiden disebutkan
03:22bahwa setiap orang yang melakukan makar
03:25dengan maksud membunuh atau merampas
03:27kemerdekaan Presiden dan atau Wakil Presiden
03:30atau menjadikan Presiden dan atau Wakil Presiden
03:33tidak mampu menjalankan pemerintahan.
03:36Dipidana dengan pidana mati,
03:38pidana penjara seumur hidup,
03:40atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
04:02Lalu di pasal 193 KUHP tentang makar terhadap pemerintah disebutkan
04:07pada poin pertama bahwa setiap orang yang melakukan makar
04:11dengan maksud menggulingkan pemerintah
04:13dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.
04:16Lalu di poin kedua,
04:18pemimpin atau pengatur makar
04:20sebagaimana dimaksud pada ayat 1
04:22dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.
04:32Potongan video pernyataan Saiful Mujani
04:34yang mengajak konsolidasi masyarakat
04:38untuk menjatuhkan Presiden Prabowo
04:40jadi viral usai diunggah tenaga ahli utama
04:42kantor staf Presiden Ulta Levinia di akun Instagramnya.
04:46Ulta menyebut Saiful sebagai provokator berbaju akademisi.
04:51Tak hanya itu, Ulta juga menyerukan
04:53supaya masyarakat menjaga Indonesia
04:55dari upaya yang disebutnya sebagai makar terstruktur.
05:00Lalu apa batasan kemerdekaan berpendapat
05:02dengan upaya makar?
05:03Kita bahas bersama peneliti Posdan,
05:06Ferry Amsari, dan juga Sekjen Partai Gelora,
05:08Mahfuz Siddiq.
05:09Selamat petang semuanya.
05:11Selamat petang.
05:14Saya mulai dari Mas Ferry.
05:15Mas Ferry, pernyataan dari Prof. Saiful Mujani
05:19disebut sebagai provokator berbaju akademisi,
05:22bahkan mengarahnya ke makar.
05:23Anda sebagai salah satu yang hadir
05:24saat halal-halal 31 Maret lalu.
05:27Bagaimana tanggapan Anda?
05:29Ya, ini problem demokrasi kita ya.
05:32Orang di ringkup elit tidak memahami isi konstitusinya.
05:38Kalau dibaca pasal 7A, 7B, 7C, dan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945,
05:46upaya memperhentikan presiden di tengah masa jabatannya itu diperkenankan oleh konstitusi.
05:52Yang kemudian diributkan, malah sebaliknya,
05:56yang bicara soal makar.
05:58Makar itu menggulingkan pemerintahan yang sah.
06:02Dua hal yang berbeda.
06:04Yang dibicarakan Prof. Saiful,
06:07saya, teman-teman, bicara soal impeachment,
06:10atau kemudian memperhentikan,
06:13atau diberhentikan.
06:15Nah, ini terminologi-terminologi yang tidak ada hubungannya dengan makar.
06:19Makar itu, sebagaimana dijelaskan oleh pasal 191 tadi,
06:24jelas upaya berupaya untuk membunuh presiden,
06:28berupa menahan presiden,
06:30ketiga, kemudian menggulingkan presiden.
06:33Kalau dilihat dari pernyataan itu,
06:36sama sekali tidak ada tindakan-tindakan untuk bertindak makar.
06:40Ya, tidak ada proses ya, mengumpulkan orang,
06:44mengumpulkan senjata,
06:46mengatur strategi,
06:47bahwa besok akan menculik presiden,
06:50besok akan menahan presiden,
06:52besok kemudian akan membunuh presiden,
06:54itu tidak ada.
06:55Jadi, istana berkelebihan saja
06:58dalam menyikapi ruang demokrasi.
07:02Saya lihat beberapa orang di istana,
07:04itu tidak paham konteks konstitusional ini.
07:07Bahkan merasa ini dianggap inkonstitusional,
07:11hanya karena mereka tidak baca undang-undang dasar.
07:14Jadi, kemerdekaan berserikat,
07:18berpendapat, berkumpul,
07:19itu jaminan konstitusional.
07:22Isi substansi yang dibicarakan juga
07:24isi yang ditentukan oleh pasal 7A, 7B, 7C,
07:28dan pasal 8 undang-undang dasar.
07:30Masa kita bicara sesuatu yang konstitusional,
07:33ada di undang-undang dasar,
07:35disebut makar.
07:36Nah, ini sebenarnya cara orang
07:39tidak bisa menerima masukan.
07:41Kalau dia berbeda pandangan,
07:43langsung dibilang antik-antik asing,
07:46dibilang upaya makar.
07:48Kapan, Pak, saya turun berjalan
07:51bicara pembunuhan,
07:52mau menangkap presiden,
07:54mau kemudian menculik presiden,
07:56atau menggulingkan dengan cara-cara yang tidak sah.
07:59Tidak ada sama sekali.
08:01Jadi, bagi saya ini berlebihan.
08:02Oke, kalau misalnya disebut berlebihan,
08:04sebentar, Mas Ferry, saya minta tanggapan dari Pak Mahfus.
08:06Kalau Anda menilainya,
08:07pernyataan dari Pak Saiful Mujani kemarin,
08:10itu memang adalah bentuk,
08:11atau respons dari KSP adalah bentuk
08:13tidak bisa menerima kritik,
08:14dan juga berlebihan.
08:15Atau sebenarnya ini masuk provokasi?
08:19Ya, saya kira yang disampaikan Pak Saiful Mujani ini
08:24bagian dari kritik yang memang sangat keras ya,
08:27dari masyarakat,
08:29walaupun beliau punya posisi yang lebih khusus ya,
08:32bagian dari elit sebenarnya.
08:35Dan terlalu jauh juga,
08:37kalau kita segera memfongisnya sebagai makar ya.
08:42Tapi, perlu kita fahami dan kita dudukan konteks
08:47yang lebih luas ya,
08:50ketika kita sebagai bangsa dan negara ini,
08:53sebagaimana situasi yang dialami oleh banyak negara lain di dunia,
08:57ini memang sedang berada dalam satu situasi krisis,
09:02yang bisa mengarah kepada pertarungan eksistensi,
09:08bukan saja satu pemerintahan,
09:09tapi juga pertarungan eksistensi satu negara dan bangsa.
09:14Dan ini kan semua akibat dari perang yang berkelanjutan,
09:17yang terjadi di Teluk Persia.
09:20Dan kalau misalnya,
09:21kalau misalnya dalam hari-hari ke depan,
09:24Trump ini merealisasikan,
09:27mewujudkan ancangannya,
09:29ini akan jauh lebih dasar situasi yang dialami.
09:32Jadi, saya kira konteks sosial politik,
09:36konteks dinamika global,
09:38ini perlu kita pertimbangkan,
09:40ya di dalam kita menyampaikan sikap-sikap politik,
09:43walaupun secara konstitusi itu dilindungi.
09:47Tetapi, kita mengkalkulasi dampak apa yang itu bisa ditimbulkan.
09:52Oke, tapi Pak Mahfus,
09:54oke, kalau misalnya itu memang ada,
09:56menjaga marwah juga kita di luar negeri.
09:58Tapi, kalau Anda menilainya,
09:59apakah istana betul sebenarnya berlebihan seperti kata Mas Ferry?
10:03Saya kira ini situasi saling bersaut ya,
10:08dan itu tidak bisa dihindari.
10:10Jadi, kalau ada kritik yang dinilai terlalu keras,
10:14lalu ada reaksi balik yang juga cenderung keras,
10:18itu situasi yang menurut saya masih sangat wajar saja,
10:21situasi dialektika yang sangat wajar.
10:23Tetapi kan, kalau misalnya ada vonis makar,
10:26lalu ditindaklanjuti dengan penegakan hukum,
10:29itu kan baru sesuatu yang kita perlu diskusi secara lebih dalam.
10:33Dan saya kira yang disampaikan Prof. Saiful Mujani juga,
10:38ya ini perlu kita bedah secara lebih clear ya,
10:42apakah ini baru sekedar opini,
10:45atau memang rencana aksi.
10:47Kalau itu rencana aksi,
10:49memang ini jadi masalahnya serius.
10:51Kenapa?
10:52Karena disana ada isyarat bahwa
10:55proses-proses demokrasi prosedural,
10:58konstitusional,
10:59ini seperti ingin dilompati,
11:02ya dengan cara ada konsolidasi masyarakat sipil,
11:06kira turun ke jalan,
11:08ya untuk mendesak para pihak
11:09yang punya cabang kekuasaan di legislatif misalnya,
11:13untuk kemudian melakukan impeachment.
11:15Nah, sementara konteks masalah yang lebih mendasar,
11:19yang itu menjadi tanggung jawab bersama,
11:21ini kan menurut saya lebih penting kita bicarakan.
11:23Misalnya, pemerintahan Prabowo ini,
11:26Presiden Prabowo ini baru 17 bulan ya,
11:29dan situasi dunia sekarang
11:31yang tidak baik-baik saja,
11:32saya kira kritik-kritik itu
11:34coba kita letakkan dalam dua situasi
11:37atau konteks dua situasi itu,
11:39sehingga kemudian kita bisa menemukan
11:41pandangan atau kritik yang arif itu
11:43seperti apa yang dibutuhkan untuk masa depan.
11:47Oke, kalau gitu kritiknya,
11:49kalau Mas Ferry,
11:50sebenarnya apa yang mendorong
11:51atau jadi latar belakang para pengamat
11:52saat itu berkumpul dihalal-dihalal,
11:54sampai menyebutkan beberapa kritik,
11:56sampai ada kesimpulan impeachment,
11:58dan juga menurunkan Presiden Prabowo?
12:01Ya, tentu karena Presiden dianggap melanggar konstitusi ya,
12:05kalau bicara konteks yang dijelaskan oleh Pak Matus,
12:08dengan sangat baik tadi,
12:10misalnya kondisi global ya,
12:13Presiden itu perlu dicatat,
12:15itu melanggar ketentuan pasal 11
12:17Undang-Undang Dasar 45,
12:19sebelum pergi,
12:21menyetujui BOP harus minta persetujuan DPR terlebih dahulu.
12:25Dan kita tidak pernah mendengar DPR
12:27mengkritik Presiden juga
12:28sebagai mekanisme cabang penyeimbang,
12:33karena ya polisinya sudah terlalu besar.
12:37Jadi, ada banyak rangkaian
12:39kenapa Presiden dituding melanggar konstitusi,
12:42tidak peduli dengan publiknya sendiri,
12:44tidak paham situasi dan segala macamnya.
12:46Dan para pengat merasa bahwa
12:48impeachment ini atau mendonka Presiden
12:50adalah jalan satu-satunya?
12:53Ya, kalau sudah pilihannya impeachment,
12:56itu sudah penyakitnya sudah parah.
12:59Jadi, itu sudah pastinya,
13:00satu-satunya yang dianggap publik.
13:03Tapi perlu diingat, Pak Sindi,
13:04publik itu tidak punya daya puasa.
13:07Publik itu cuma mengutarakan,
13:09menyampaikan,
13:10mengutarakan dan menyampaikan,
13:12kok terlalu heboh istana.
13:15Jadi, bagi saya di titik tertentu,
13:17Pak Matus, bukan publiknya yang diminta
13:19untuk Arif.
13:20Seperti istananya yang harus Arif.
13:23Nah, kan sayangnya istana itu
13:26tidak menempatkan orang-orang seperti
13:28Mahfud Sidiq untuk menjelaskan dengan baik
13:31cakra wala publik dan kondisi publik.
13:34Tapi menempatkan orang yang reaktif,
13:36tidak paham situasi,
13:38dan lebih cenderung tendensius.
13:40Jadi, kalau bicara dengan publik,
13:42menurut saya,
13:44ya carilah figur yang tepat ya istana.
13:46Sehingga ketika istana merespon,
13:49itu tidak dalam respon yang galau,
13:51tidak penuh emosi Arif di Jep sana.
13:54Itu harapan istana.
13:56Publik kalau diminta Arif,
13:57agak susah.
13:58Uang kondisi,
13:59situasi dianggap publik bermasalah.
14:04Ada TNI kita yang mati,
14:05gara-gara perjanjian presiden
14:07yang tanpa persetujuan DPF.
14:09Ada tentara kita yang mati,
14:12tanpa proses pengesahan oleh DPM.
14:15Nah, yang begini-beginian,
14:16kan tidak bisa bicara soal Arifnya rakyat.
14:19Negara yang perlu Arif,
14:21termasuk kemudian,
14:23kalau orang berkeluh kesah terhadap sesuatu,
14:25direspon,
14:26dan ditindak dengan cepat.
14:28Misalnya,
14:29orang komplain,
14:30tentara kita mati,
14:31keluar dari DOP.
14:33Orang komplain,
14:34rakyat kita diracun oleh MBG.
14:37Berhentikan MBG sementara waktu.
14:40Uang TKD di daerah kosong,
14:43gara-gara MBG.
14:44Dalam hitungan 30 hari,
14:46MBG dihentikan.
14:48Untuk uang TKD terselamatkan.
14:50Yang kebijakan-kebijakan begini,
14:51Oke, itu adalah beberapa kritik yang disampaikan,
14:53dirasakan oleh pengamat.
14:55Ya, betul.
14:56Yang dibaca adalah,
14:58kritik pengamatnya,
15:00kemarahan publiknya,
15:01tidak dibaca kenapa mereka mengkritik,
15:03kenapa?
15:04Mereka marah.
15:05Jadi,
15:05negara sesat pikir,
15:07yang seperti-seperti ini,
15:09yang membuat orang semakin,
15:10tidak nyaman dengan kebijakan-kebijakan negara.
15:13Oke.
15:14Kalau ada,
15:14dam tanda kutip tadi,
15:15kemarahan dari publik.
15:17Nah, kemudian,
15:17tapi Pak Maffuz,
15:18menurut Anda,
15:19sebenarnya seharusnya istana,
15:20bagaimana merespos keresahan-keresahan ini?
15:22Karena kan hal-hal lebih halal.
15:24Pertemuan pengamat ini,
15:25juga dilakukan setelah,
15:26ada kasus penyiraman air keras,
15:27terhadap aktivis kontras.
15:29Adria Yunus,
15:29ini menjadi keresahan publik.
15:31Saya kira begini,
15:34situasi yang kita hadapi,
15:35ini memang harus membuat semua pihak,
15:39semua pihak meawas diri.
15:41Semua pihak yang saya maksud,
15:42pemerintah yang memang diberikan mandat
15:45untuk menjalankan kekuasaan dan pemerintahan.
15:48Yang kedua,
15:48masyarakat,
15:49yang dalam tanda petik nasibnya juga bergantung pada
15:54bagaimana kinerja pemerintahan.
15:56Dan yang ketiga,
15:57ya kalangan elit yang memang punya pengaruh
16:01ketika dia menyampaikan pandangan-pandangan
16:03atau menyampaikan saran-saran
16:05terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat
16:08dan juga dihadapi oleh pemerintah.
16:10Nah, menurut Anda istana juga harus bersikap lebih terbuka
16:12terhadap kritik ini?
16:14Menurut saya ada dua hal,
16:15yang ini harus menjadi titik temu semua pihak,
16:18baik pemerintah,
16:19masyarakat,
16:20maupun elit akademisi,
16:23elit politisi,
16:23dan seterusnya.
16:24Yang pertama adalah kesadaran bahwa
16:27kita ini sedang dalam situasi krisis global
16:30yang punya impak sangat besar terhadap situasi nasional.
16:34Dan situasi krisis ini,
16:36ke depan,
16:37ini akan semakin berat.
16:38Itu satu.
16:39Yang kedua,
16:40semua pihak harus punya orientasi yang sebaik.
16:43Yang akan kita kedepankan ini apa ya?
16:45Yang akan kita kedepankan adalah
16:46keselamatan bangsa negara,
16:48dan kemudian yang kedua adalah
16:49keselamatan dan hak-hak hidup masyarakat
16:52yang harus dijamin oleh negara.
16:55Nah, kalau dua ini jadi orientasi kita bersama,
16:58maka semua pandangan dan perbedaan yang ada itu
17:01kita carikan jalan titik temunya.
17:04Misalnya, ketika masyarakat melakukan kritik,
17:07maka itu tidak bisa ditutup.
17:09Karena memang dalam situasi sekarang,
17:11segala macam celah itu sangat lebih mungkin terbuka.
17:14Itu satu.
17:15Yang kedua,
17:16dalam situasi macam ini,
17:18pemerintah,
17:19apakah itu juru bicaranya,
17:21pejabatnya juga tidak boleh overreaktif.
17:23Tetapi kemudian merespon situasi
17:25dan pandangan termasuk krisis
17:27segera siapapun
17:28dengan cara yang arif.
17:29Itu yang kedua.
17:30Yang ketiga,
17:32kita harus bersepakat bahwa
17:34dengan situasi krisis ini,
17:36apapun masalah yang ada,
17:37itu harus kita carikan jalan keluarnya
17:40secara konstitusional.
17:42Jadi,
17:42kemudian kita memberikan ruang
17:45atau kita memberikan dorongan
17:48bagi pihak-pihak untuk berpikir,
17:51melakukan perbaikan
17:52atau koreksi dengan cekat
17:54dalam jalur konstitusional.
17:56Oke, butuh kerjasama dari semua elemen,
17:58tapi juga tetap harus bersikap terbuka
18:00terhadap seruan.
18:01Pak Mahfus dan Mas Ferry Arumsari,
18:03terima kasih sudah berbagi bersama kami
18:04di Kompas Petang.
18:05Saya selalu semuanya.
18:06Terima kasih banyak.
18:07Mas Ferry.
18:08Terima kasih.
Komentar