Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bicara soal alasan Presiden Prabowo untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Hal ini disampaikan Purbaya saat ditemui di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Purbaya mengatakan hal tersebut merupakan pertimbangan panjang di tengah tekanan global.

"Kalau masyarakat yang belanjakan, itu sesuai kebutuhan sehingga lebih tepat sasaran. Kalau pemerintah, bisa saja dibagi rata ke kementerian atau lembaga, sehingga efisiensinya berkurang," kata Purbaya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga bicara soal pengadaan motor listrik MBG untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pernah diajukan juga untuk motor dan komputer, kalau nggak salah ditolak. Yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatment-nya," ujar Purbaya.

Video editor: Novaltri Sarelpa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661465/full-menkeu-purbaya-bicara-alasan-prabowo-instruksikan-tahan-harga-bbm-subsidi-motor-untuk-sppg
Transkrip
00:00Pancangan yang depan seperti apa, ada berbagai kebijakan yang didiskusikan pada waktu
00:07sehingga pendapat dengan DPR.
00:11Jadi kan kelihatan sekali, kita siap kebijakannya bagus.
00:17Tapi saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri,
00:23itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga.
00:26Dan yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapatkan arahan dari Pak Presiden.
00:39Jadi saya sering lupa bilang itu, waktu pertama kan saya bilang dulu kan bahwa
00:43apa yang saya kerjakan itu sudah mendapatkan kebijakan.
00:48Jadi saya itu cuma tangannya Pak Presiden.
00:52Bagaimana kita tidak ngomong itu, karena sudah masuk ke core-nya.
00:57Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapatkan arahan.
01:05Dan sekarang kita menjalankan saja.
01:07Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi.
01:09Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden nanya gini,
01:15bagaimana dampaknya.
01:17Oke Pak, saya hitung dulu.
01:19Jadi bilang, oke kami hitung.
01:20Meeting berikutnya, kita buka hitungannya.
01:23Harga 80 gimana?
01:25Gini, harga 90?
01:27Gini, harga 100?
01:28Gini.
01:30Yaudah, bila ambil 100?
01:34Yaudah, kita bisa di situ.
01:36Yang lain mungkin tidak perlu tahu detail,
01:38tetapi itu dari Bapak Presiden.
01:43Kamu mau ngomongin lagi ya Pak?
01:44Pak, emang sali Pak cukup ya Pak?
01:47Buat nangan subsidi sampai angkatan pun gitu Pak.
01:50Kayaknya enggak terlalu banyak juga Pak.
01:53Pada perempuan itu ya Pak?
01:54Ya, sama.
01:55Emang kamu punya nomor?
01:56Kalau misalkan harga 100?
01:58Kan gini,
01:59dengan apa?
02:03Dengan hitungan yang diperintahkan itu,
02:08kita sebetulnya kan ambilkan 100.
02:10100 luar barang dengan kebijakan
02:13EPCR jika tentu.
02:16Yang tanpa memahami revolusi efektif saja.
02:19Kita bisa tahan di 29 persen perbedaan
02:24ini defisitnya.
02:27Itu eksersis yang sudah menjalankan
02:30dan siapannya akan ada.
02:31Seperti itu jadinya.
02:36Jadi, uang kita itu bukan Pak 20.
02:40Kan saya tahu, saya berada pajak,
02:43ada pajak, ada pajak, ada pajak, ada pajak.
02:45Itu dengan pengumalannya,
02:47dengan keras dihitungannya.
02:48Setelah itu,
02:50saya bilang kenapa
02:51kalau pakai kreosan yang akan memiliki
02:54baik di dalam uang-uang.
02:56dan menghancam atau menangkan
02:58uang-uang ini, misalnya sekali.
03:01Kalau memang pertanyaan,
03:02sepertinya,
03:02Pak Dian bilang uang saya cuma 2-2 minggu.
03:06Atau orang kemanjalan uang lain.
03:07Bapak?
03:08Siapa, siapa, siapa, siapa, siapa, siapa, siapa, siapa.
03:14Jadi,
03:16jadi itu menjukan bahwa
03:19kita masih
03:20setelah pertangan berlapis saja.
03:22Jadi teman-teman yang tak berlaku
03:24ada masyarakat.
03:24kan saya masih-masyikan
03:27pokoknya ada.
03:29Jadi,
03:29sebagainya berpikir,
03:30kan saya
03:30mungkin santai
03:32penampilan yang lainnya,
03:33tawar-tawar.
03:34Berarti semua itu dihitung.
03:37Semua saja berapa harga.
03:39Belum kita hitung
03:40sumber-sumber lain,
03:41belum ada posisi
03:42pendapatan,
03:43pendapatan,
03:43pendapatan dari
03:45kebijakan
03:45pemerintah
03:45DSM,
03:46Pak Ahli.
03:47Pak,
03:49Bapak kan tadi bilang
03:50kalau di DSM saya,
03:51sebabkan memang
03:52hubungan sebetulan itu,
03:54kalau kita kan
03:54yang lama
03:55sama DPR kan
03:552,6-8-8-8.
03:56Kalau memang
03:57pengen di-inserasi itu,
03:58gimana itu
03:59mekanismenya
03:59apa bakal
04:00mengajukan DPR?
04:01Kalau memang pengen
04:02tetap di-lapsam?
04:03Kalau 10% di-atas
04:04mengapa-apakan ya?
04:05Lapsam aja.
04:06Itu gila.
04:06Lapsam aja.
04:07Lapsam yang disambilin Lapsam.
04:09Jadi gini.
04:13Iya, Pak Ahli.
04:16Saya sudah ngomong
04:17dengan pimpinan
04:18banget.
04:18Karena orang DPR
04:19sudah ngomong
04:19sedikit-sedikit.
04:21Saya bilang jalan,
04:22mereka-jalan.
04:24Jadi,
04:25kayaknya saya
04:26nggak pernah
04:26kemana-mana,
04:27tapi ya kan
04:27udah telpon
04:28komunikasi
04:29dengan mereka.
04:32Mendapat dukungan juga.
04:33Kalau cuma segitu aja.
04:35Kata-kata nolah
04:36dari 2.8-8
04:37naik ke 2.9
04:38bahkan disetujuin
04:40walaupun akhirnya
04:41turunin 2.8
04:42kita komunikasi
04:43dengan
04:44DPR.
04:46Jadi,
04:47ini pun
04:47sudah ada
04:48kontak-kontak lah
04:50sedikit-sedikit.
04:52Lapsamnya itu
04:53Juni ya, Pak?
04:55Juni nanti ya.
04:57Foto naik
04:59soal bukti yang mendetak
05:0017.9
05:01100
05:01dan bukti yang keberanjian
05:03sama pimpinan
05:04kalau keberanjian
05:05saya tekan-tekankan
05:08angka simulasi itu
05:09rupiahnya bukan
05:11rupiah pimpinan
05:12yang sebelumnya
05:13sudah dinaikkan
05:14ke lewat tentu.
05:15Jadi,
05:16itu masih
05:16termasuk dalam
05:17hitungan skenario.
05:19Tapi,
05:19saya nggak bilang,
05:20jangan bilang
05:20kanya berapa,
05:21nanti lo bilang,
05:22oh,
05:22kata-kata menteri
05:22keuangan rupiah
05:23salah.
05:25Kamu udah beli dolar,
05:26kemana?
05:28Jadi,
05:29kalau rupiah
05:30kita serahkan
05:31ke bank sentral,
05:31ke ahlinya.
05:33Saya percaya
05:34dia bisa betul-betul.
05:49Masih dipelajari
05:50lagi untuk bumbu.
05:51Kalau CPNS
05:52tahun ini
05:53dibuka nggak, Pak?
05:54Iya, Pak.
05:55Ada anggarannya nggak, Pak?
05:56Itu di Menpan.
05:59Sekarang udah dibisikin.
06:00Ada, Dik.
06:01Ada di Menpan.
06:02Tapi anggarannya ada,
06:03berarti?
06:04Harusnya sih ada.
06:05Jadi,
06:05kalau di
06:06keuangan sendiri
06:07kita nggak lama
06:08kan,
06:08saya bilang dulu kan,
06:10buka
06:10di biaya cukai
06:12340-45.
06:14Udah berang-angguran
06:15nggak jadi-jadi.
06:16Saya bilang
06:17eksekusi aja
06:17karena saya perlu
06:19orang-orang di biaya cukai
06:21yang level
06:22pekerjanya
06:22di level teknis
06:24di lapangan.
06:26Mungkin bulan depan
06:26yang buka ya, Pak?
06:28Yang tiga selesatnya saya, Pak.
06:31Kalau lo ragu-ragu.
06:32siap, Pak.
06:34Tidak siap, Pak.
06:36Kembali depan, Pak.
06:38Tidak siap, Pak.
06:39Tidak siap, Pak.
06:39Yang ada yang selamatkan,
06:40jadi dengan berbagai
06:41insensi itu,
06:41Pak Perdaya
06:42jadi masih optimis
06:43mengenai pertumbuhan
06:43ekonomian
06:44maklumat.
06:45Ini boleh dia
06:46warguris, Pak.
06:47Apa sih yang
06:48poin-poin yang
06:49bisa
06:50berusaha
06:50aplikasi?
06:52Pertama,
06:53pemerintah
06:54semuanya
06:55memastikan
06:55belanjian
06:56tempat
06:57batu,
06:58pasasara,
06:59dan
06:59yang bocor,
06:59dan program-program
07:01pembulan
07:01akan dimontrol
07:02supaya
07:03jalan dengan baik
07:04dan saya juga
07:05memastikan
07:06belanjiannya
07:07tadi
07:08merata
07:09hampir merata
07:10sepanjang tahunan.
07:11Belumnya
07:12kumpul
07:13di Triwakabupat
07:14saya tidak
07:15memakai
07:15kemanjian optimal
07:16dan sekarang
07:17memayangkan
07:18supaya lebih optimal.
07:20Di samping itu
07:24kita
07:25akan
07:26memperbaiki
07:27iklim
07:28investasi
07:29seperti
07:30penggelakan
07:31di
07:32sanggas
07:33di bottlenecking
07:34yang
07:36menurut
07:36Bapak Persil
07:36bagus
07:37dan perlu
07:38dilanjutkan.
07:39Pak,
07:41pertumbuhan ekonomi
07:42tadi kan
07:42dari awal ini
07:44cukup
07:45agretif
07:47terus
07:47salah satunya
07:48MBG
07:49memang MBG
07:50sendiri
07:50pertumbuhan ekonomi
07:51berapa
07:53dan
07:53kontribusnya
07:54terus
07:54PDB
07:55berapa?
07:59hitungan
08:00pasti
08:00saya
08:01tidak
08:01tahu
08:01tapi
08:02kalau
08:02hitung
08:03balik
08:03boleh
08:04tidak
08:05itu kan
08:06MBG
08:06menciptakan
08:07berapa
08:07pekerjaan
08:081 juta
08:081 juta
08:108
08:10kerjaan
08:11pekerjaan
08:12kalau
08:13koefisien teknis
08:14kalau Anda
08:15masuk
08:16ke BPS
08:17kan
08:18BPS
08:18ada itu
08:20IOTable
08:20ada koefisien teknis
08:22input
08:23segini
08:23growth-nya
08:25segini
08:25tenaganya
08:26berapa
08:27kalau
08:28tidak
08:28salah
08:29angka
08:29yang terakhir
08:29yang saya
08:30tahu
08:301%
08:31itu
08:32450.000
08:33lapangan
08:33kerja
08:35berarti
08:36kalau
08:361 juta
08:372%
08:38lebih sedikit
08:41kira-kira
08:42itu dari
08:42MBG
08:43saja
08:43tapi kan
08:44nanti
08:44ada juga
08:45orang yang
08:45pindah
08:46ke situ
08:46itu
08:47jadi pengurang
08:48jadi
08:48tidak perlu
08:492%
08:51tapi
08:52karena ada yang
08:53pindah
08:53ke situ
08:53dari tempat lain
08:54pindah
08:54sebelumnya
08:55ke tempat lain
08:55di hitung
08:56PDB
08:56tempat lain
08:56sekarang
08:57ke MBG
08:58tapi
08:58dengan gitu
08:59akan cukup
09:00signifikan
09:00saya pikir
09:021%
09:02lebih
09:02akan
09:03kelihatan
09:03dampaknya
09:04kalau
09:04dijalankan
09:04dengan
09:04baik
09:06net
09:07bukan
09:10gross
09:10kayak tadi
09:11di awal
09:17Maret
09:17kemarin
09:17Mbak Purwaya
09:18sempat bilang
09:19bahwa
09:19efisiensi MBG
09:20itu
09:21difokuskan
09:22ke hal-hal
09:22yang
09:22tidak masuk
09:24ke
09:24keluarga
09:25tapi
09:25beberapa
09:26waktu
09:27viral
09:27Pak
09:27keluarga
09:28motor
09:29untuk
09:29ke
09:30SKPG
09:31itu
09:31atau
09:32beli
09:34mobil
09:35kan
09:35bukan
09:35MBG
09:40tahun lalu
09:41sudah beli
09:4470 ribu
09:4520 ribu
09:46ada beli
09:48oh enggak
09:48ini
09:49setahu saya
09:50tahun lalu
09:50pernah diajukan juga
09:51untuk motor
09:52dan
09:53komputer
09:54kalau enggak salah
09:54ditolak
09:56yang tahun ini
09:57saya enggak tahu
09:58saya enggak cek lagi
09:59harusnya sama
10:00treatmentnya
10:02enggak
10:02enggak
10:04kan
10:04bukan enggak boleh
10:05kita enggak tahu
10:06program-program seperti apa
10:07tapi kan harusnya
10:08utamanya untuk makanan
10:09kalau yang
10:11pebisnisnya kan
10:12udah untung cukup
10:13ya mereka cijol dari sana
10:14harusnya
10:14tapi saya akan
10:15double check lagi
10:16tapi tahun lalu
10:17sempat kita
10:18enggak mau
10:19kita tolak
10:19untuk beli komputer
10:20yang terlalu banyak
10:21dan beli motor
10:24tapi sekarang
10:25saya belum tahu
10:25saya akan lihat lagi
10:26seperti apa
10:27ini gosip
10:27saya cek lagi
10:36ada
10:41ada
10:43sudah di pola
10:44secara internal
10:45nanti kalau ada waktu
10:47jumat lagi
10:47kita buka lagi
10:48diskusi dengan teman-teman
10:49saya perlu itu
10:52karena
10:53masuk
10:55dibotong
10:55dibotong lagi
10:56yang ada
10:56itu kan yang besar-besar
10:58yang fisik-fisik
10:59yang ini kan
11:00masukan-masukan
11:00kecil dari masyarakat
11:01jangan bisa diterima
11:03majuti
11:03atau besar
11:04diterima majuti
11:05tapi kita perlu
11:06maafkan
11:07yang
11:10betul-betul
11:11aktual di dalam
11:11masyarakat
11:12Indonesia
11:13sekolah besar
11:13juga
11:14bukan
11:15perusahaan-usaha
11:16besar saja
11:21ada
11:24ada
11:24ada
11:27berapa yang akan dipecah
11:28nanti kita kasih tahu
11:29berapa yang akan dipecah
11:30oleh kita
11:31selama beberapa bulan terakhir
11:33saya nantang itu
11:34berapa orang dipecah dulu
11:44itu kan
11:49kasus selama kan
11:51kasus waktu
11:51kalau saya salah ya
11:53itu kan
11:53kasus waktu
11:55teks amnesti
11:56kalau yang baru
11:57belum ada yang
11:59kita tangkapin aja
12:00di jalan-jalan yang gelap
12:01kita juga akan
12:03terapkan teknologi baru
12:04untuk menentung
12:05jumlah rokok yang diproduksi
12:07kalau saya bentar lagi
12:09proyek yang disetujui
12:10dan dijalankan
12:25oh itu bukan
12:27bukan
12:27kewenangan saya
12:28yang lupa
12:28maksi menteri
12:30pangan
12:30dan menteri pertanian
12:31oh dihsda
12:32abisnya gimana
12:33kalau ngejadi
12:33dihsda
12:36dihsda
12:37jadi
12:38sudah setujui
12:39belum diundangkan
12:40sedang revisi
12:41sedang revisi dikit
12:42tapi itu pasti
12:43yang direvisi
12:44apa?
12:45apa yang direvisi
12:46lu nanya meluluh
12:48kamu ada kekurangan apa sih
12:49lupa apa?
12:50belum bertek
12:51belum bertek
12:52ah lu belum bertek
12:56sepon jokok
12:57jangan nanya
12:59apa?
13:06ada revisi kecil
13:08ada beberapa pihak
13:10minta pengecualian
13:11dan prosedur setuju
13:12karena emang
13:14tidak akan leban
13:16dengan
13:16lihat kita
13:17menjalankan
13:18di hari itu
13:19karena itu
13:20sebetulnya
13:20tujuannya adalah
13:21untuk
13:24menahan
13:25uang-uang
13:26domestik
13:27yang
13:28punya
13:28bank domestik
13:30yang pakai
13:31sumber daya
13:32dalam
13:32domestik
13:33tapi kita
13:34untung
13:39nanti
13:39masih
13:39nanti
13:40keluar
13:40kalau
13:41diperlajarin
13:42nanti
13:43mungkin
13:43berani
13:46harusnya berani
13:47harusnya
13:49nanti
13:50berani
13:51geser dikit
13:52nggak awal tahun lagi
13:53tadinya awal tahun kan
13:54nggak awal tahun
13:55nanti kita
13:55lihat lagi
13:56itu
13:57tunggu
13:58tunggu keluarnya
13:59sebentar lagi
14:08sekarang berapa
14:133,5 itu kan
14:14kalau
14:15kita hilangkan
14:16dampak
14:17low base
14:18itu kan
14:192,5
14:19kalau
14:19subsidi listriknya
14:21nggak dihitung
14:22ya disitu
14:23kita sekarang
14:23kalau naik
14:25turun
14:25waktu lebaran
14:26kan
14:26mungkin
14:28tahun ini
14:29lebih benar
14:29di tahun-tahun sebelumnya
14:30kenaikan harganya
14:31jadi kita lihat
14:32seperti apa
14:33ini dampak
14:34kenaikan BBM
14:35bukan
14:35tapi yang jelas
14:38katanya harga plastik
14:39sudah naikkan ya
14:40karena bahan-bahan
14:41plastik kan
14:43bukan
14:44dari
14:45minyak juga
14:47tapi
14:48secara umum
14:50saya masih terkenali
14:50saya pikir
14:51yang penting gini
14:52kalau untuk saya
14:53sebagai regulator
14:54atau polisi negar
14:55itu
14:56inflasinya
14:57karena
14:58demand pool
14:59atau bukan
15:00demand pool
15:01adalah
15:01inflasi
15:02karena
15:04permintaan yang
15:05terlalu tinggi
15:06ekonomi
15:07tumbuh
15:07terlalu cepat
15:08sehingga
15:09harga naik
15:10dan
15:10penasaan
15:11kalau itu yang terjadi
15:12maka kita harus
15:13perlambat
15:14pertumbuhan ekonomi
15:14mungkin ada
15:15bangsa yang terang
15:16jalan duluan
15:17baru kita
15:17dikeuangan
15:18menyesuaikan
15:20ada satu lagi
15:21cost push
15:22emang
15:23karena
15:23biaya-biayanya
15:24naik
15:24kalau ini kan
15:26pasti karena
15:26biaya transportasi
15:27mungkin apa yang
15:28ada naik
15:29sedikit kan
15:29itu dari
15:31biaya dari
15:31cost
15:32kalau minyak
15:32itu biasanya
15:33cost
15:33kalau cost
15:35cost push
15:35kebijakan
15:36bank sentral
15:38enggak terlalu
15:39efektif
15:39untuk memperlambat
15:40ekonomi
15:41fiscal juga
15:42kita akan
15:43pikir-pikir
15:44karena
15:44saya
15:45perlambat
15:46ekonomi juga
15:46harganya
15:47enggak turun
15:48karena emang
15:49costnya naik
15:50tapi kalau
15:51diman
15:52karena permainan
15:52tinggi
15:53saya yang
15:54perlambat
15:54ekonomi
15:55supaya
15:55dimannya turun
15:56sehingga
15:56costnya turun
15:58jadi
15:58bedanya
15:59disitu
15:59jadi
16:00ada
16:01jalan langsung
16:01bilang bahwa
16:02kalau
16:02implasnya naik
16:04misalnya
16:05BF naik
16:06di rumah
16:06atau saya
16:07harus perlambat
16:07ekonomi
16:08kita harus
16:09lihat
16:09dampak
16:10sumbernya
16:11dulu
16:11cuma
16:13dimonitor
16:14dunia sekarang
16:15jadi rancu
16:15jadi
16:17pandangan mereka
16:17adalah
16:18walaupun
16:19untuk
16:19cost push
16:20walaupun
16:20enggak berguna
16:21kita harus
16:22sok gaya
16:24naikkan bunga
16:26supaya kita
16:26kelihatan
16:27jauh
16:27mengendalikan
16:28implas
16:29jadi yang penting
16:31adalah
16:31signaling
16:31jadi
16:32kalau saya
16:33kita
16:34monitor
16:35terus
16:35kita
16:36kita lihat
16:37semuanya
16:38dimana
16:38kita belajar
16:39dimana
16:43dimana
16:44illegal
16:46nanti
16:47kan dimasukin
16:51satu lagi
16:56maka semua
16:57illegal
16:57yang macam-macam
16:58kita tutup
16:59di sumbernya
16:59satu
17:01belum
17:02masih
17:03diskusikan
17:03rupanya
17:04bocoran
17:04aja
17:04loh
17:05gue mau
17:06beli saham
17:06rokok
17:11siapa
17:17wika
17:18wika
17:18untuk kita
17:18siapa
17:19untuk
17:19di sumber
17:34Sudah diputuskan, nanti kita sedang meraptikan proses hukumnya.
17:49Kenapa lama banget ya?
17:51Oh, sudah diproses?
17:54Sudah sampai sana.
17:57Sudah bentar lagi keluarga.
18:01Bisa, sudah selesai.
18:04Tadi si harmonisasi sudah, sudah selesai.
18:18Anda sekiranya sudah desain,
18:20nggak hanya di mana yang di mana dikendalikan,
18:23tapi nanti kita kasih dulu ke keuntian lembaganya,
18:29nanti mereka ribun kalau tahu dari Anda.
18:32Kira-kira gitu, sudah ada semua.
18:33Kan eksersisnya termasuk itu.
18:43Ya, kayak gitu, rapat-rapat lagi dikurangin.
18:46Mungkin kalau perintah Presiden,
18:50perjalanan luar negeri dikurangin.
18:56Pertanyaan yang lebih lanjut adalah
18:59perjalanan luar negeri atau perjalanan-perjalanan dihilangkan.
19:03Kecuali kepepet banget.
19:05Oh, boleh nggak berangkat?
19:07Saya mau bikin all I'm about by meeting.
19:09Saya pikir penting ya saya berangkat di DMT Ijun.
19:16Tidak sama. Jadi gini pada waktu meeting dengan Menko Perekonomik, kan agak banyak menteri yang saya minta,
19:23oke mereka ajukan dalam persen yang mereka potong.
19:29Semuanya-semuanya bukan mata-mata naikin, tidak kira-kira lagi ada yang naik 50 persen,
19:33jadi kita putuskan, kalau gitu kita aja memutuskan deh, kita pangkas murah tak ada di sini,
19:42nanti mereka adjust. Nanti akhirnya kan enggak sama juga, tapi kira-kira dekat.
19:51Saya enggak tahu. Mereka pikir mereka punya program yang penting sekali buat negara.
19:57Jadi semua alatannya sih betul. Tapi kan kita selalu menghadapi pilihan.
20:02Kita ada batasan kesedihan dana kan, walaupun enggak ada.
20:06Jadi kita kurangin, nanti kita atur waktunya sehingga enggak jatuh di tahun yang sama.
20:15Mungkin tahun depan atau tahun depannya lagi.
20:30Itu untuk memastikan APBN-nya di bawah 3 persen,
20:37defisitnya. Jadi sekarang enggak langsung, emang kesana lahnya, ke subsidi BBM.
20:42Tapi gini, Anda pasti menurut, orang di luar pasti protes.
20:49Kenapa pemerintah, Pak Presiden, tidak menaikkan BBM aja, biar wangnya banyak gitu.
20:58Ini ada perdebatan yang cukup lama di ekonomi budaya kekalangan ekonomi.
21:04Yang pertama yang jelas, ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak, utamanya yang kecil kan terganggu.
21:12Yang kedua, kalau dari si ekonomi, itu kan tinggal memindahkan.
21:19Kalau saya naikin BBM-nya, wangnya kan menjadi punya saya.
21:26Tapi, rakyat kan harus bayar lebih, melambatkan ekonominya.
21:31Uang saya punya, saya akan belanjakan.
21:34Kalau saya sama jago-jaga dengan masyarakat, belanjakan uang, pertumbuhan enggak hilang.
21:40Tapi kan sekarang tanyanya, siapa yang lebih efisien mengelukaskan uang tadi?
21:47Masyarakat atau pemerintah?
21:51Mungkin dalam jangka pendek, lebih efisien masyarakat.
21:55Jadi saya pikir, itu salah satu perlindungan konsiderasi keputusan ekonominya.
22:02Jadi bukan itu saja, tapi siapa yang lebih efisien?
22:07Anda gaji seribu, saya ambil 500, saya belanjain, Anda belanjain semuanya 500.
22:12Dibanding Anda gaji seribu, saya ambil 900 perak.
22:18Anda punya 100, Anda belanjain 100, saya ambil 400 lebih kan?
22:22Yang 400 lebih ini, saya belanjain lebih baik kan dengan Anda belanja?
22:27Hampir pasti enggak, karena dia belanja sesuai dengan kebutuhannya, sehingga pas.
22:32Kalau saya bisa saja bagi-bagi pekurata tuh, antar kementerian lembaga.
22:39Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
22:44Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
22:48Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
22:54Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan