Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Warga petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) membawa karung berisi uang receh ke Pendopo Kabupaten Indramayu. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum saat unjuk rasa menolak Proyek Strategis Nasional yang berujung ricuh beberapa waktu lalu.

Tumpukan koin receh ini dikumpulkan perwakilan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu atau Kompi di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin sore.

Uang receh ini dari hasil swadaya masyarakat di tujuh desa di pesisir Pantura Indramayu untuk diserahkan ke Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Sebelumnya, Lucky Hakim meminta ganti rugi ke warga yang tergabung dalam Kompi akibat kerusakan fasilitas umum di Alun-Alun Indramayu saat aksi demo yang berujung ricuh pada Kamis pekan lalu.

#bupatiluckyhakim #petambak #indramayu

Baca Juga Petugas Temukan Benda Terlarang di Dalam Kamar Napi | INDONESIA UPDATE di https://www.kompas.tv/regional/661457/petugas-temukan-benda-terlarang-di-dalam-kamar-napi-indonesia-update



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/661458/minta-perbaikan-fasum-bupati-lucky-tolak-koin-petambak-di-indramayu-indonesia-update
Transkrip
00:00Saudara warga petambak yang tergabung dalam koalisi masyarakat pesisir Indramayu, KOMPI,
00:05membawa karung berisi uang receh ke pendopo Kabupaten Indramayu.
00:09Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum
00:14saat unjuk rasa menolak proyek strategis nasional yang berujung ricuh beberapa waktu lalu.
00:23Tumpukan koin receh ini dikumpulkan perwakilan warga yang tergabung dalam koalisi masyarakat pesisir Indramayu
00:29atau KOMPI di pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin Sore.
00:34Uang receh dari hasil swadaya masyarakat di tujuh desa,
00:37pesisir pantura Indramayu ini diserahkan ke Bupati Indramayu, Luki Hakim.
00:41Sebelumnya, Luki Hakim meminta ganti rugi keluarga yang tergabung dalam KOMPI
00:45akibat kerusakan fasilitas umum di alun-alun Indramayu saat aksi demo yang berujung ricuh kamis pekan lalu.
00:53Jari palu kineku, lagi kita menunjuk rasa jaluk,
00:57sejarah dewek ma, arp suhati nguong tua, sebagai anak, ora,
01:01tengangkene kan beli ditamoni, jadi uang rada pada emosi,
01:05masih ngusak pot, kembang, sampah di walak walik, lampu,
01:11jadi kine jaluk bukanti rugi jarannya 1 juta,
01:27Kumpulan koin senilai total 100 juta rupiah ini
01:30kemudian dimasukkan ke dalam tiga karung
01:32dan langsung diserahkan kepada Bupati Luki Hakim.
01:35Namun, Bupati menolak uang receh dari warga.
01:38Bupati hanya minta tanggung jawab kompi
01:40untuk memperbaiki kembali fasilitas umum yang rusak.
01:46Kalau misalnya nanti mau ada pembendahan ataupun perbaikan
01:50ya nunggu APBD kan gitu.
01:52Kalau dari sisi Pemda.
01:53Tapi kalau masyarakat yang mematahkan atau merusak
01:56bisa langsung tuh dibenerin.
01:58Kembalikan seperti semula.
01:59Jadi kami tidak mau sentuh uangnya,
02:01kami tidak mau menerima uangnya,
02:04tapi kami tentu menerima niatan baik
02:07dari teman-teman yang kemarin mungkin hilaf
02:11ataupun sengaja tidurnya sengaja merusak.
02:13Itu ya dibenerin saja.
02:15Jadi saat ini tidak mau menerima uangnya.
02:17Meski Bupati menolak uang receh itu,
02:20warga membiarkan uang receh berserakan
02:21di depan pintu masuk kantor Bupati
02:23sebagai bentuk kekecewaan.
02:26Sebelumnya, kami sepekan lalu,
02:28warga yang tergabung dalam koalisi masyarakat pesisir Indra Mayu
02:31berunjuk rasa menolak program revitalisasi tambak
02:34karena berdampak pada hilangnya pekerjaan mereka.
02:36Sempat terjadi aksi saling dorong
02:39antara masa dan petugas
02:40saat mencoba merangsak masuk ke Pendopo
02:42untuk menemui Bupati.
02:44Dalam aksi itu,
02:46masa juga merusak sejumlah fasilitas
02:47di alun-alun Pendopo, Kabupaten Indra Mayu.
02:51Fadli Sugiyono, Kompas TV, Indra Mayu, Jawa Barat
02:57kecacat.
02:59Terima kasih.
03:00selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan