Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PURWAKARTA, KOMPAS.TV - Sabtu, 4 April 2026. Suasana bahagia pesta pernikahan yang tadinya berlangsung meriah tiba-tiba berubah mencekam.

Tak ada yang menyangka jika hari itu ternyata menjadi hari terakhir kebersamaan Dadang, bapak mempelai perempuan sekaligus pemilik hajat, berkumpul bersama keluarga.

Dadang mengembuskan napas terakhirnya usai menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pemuda yang diduga preman di wilayah Purwakarta.

Para pelaku diduga dalam kondisi mabuk dan mendatangi korban untuk meminta sejumlah uang kepada keluarga penyelenggara hajat.

Awalnya, adik korban sempat memberikan uang sebesar Rp100.000 kepada kelompok tersebut. Namun tak berselang lama, pelaku datang kembali dan menuntut uang tambahan yang jauh lebih besar, yakni Rp500.000.

Karena merasa diperas, Dadang menegur pelaku dan dengan tegas menolak permintaan tersebut.

Merasa kesal karena permintaannya ditolak, kelompok pemuda tersebut kemudian menyerang Dadang secara brutal hingga terjadi kekacauan di lokasi.

Para pelaku mengamuk dan memukuli korban, bahkan menggunakan potongan bambu hingga korban tersungkur tak sadarkan diri.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa Dadang tak terselamatkan.

Polisi langsung bergerak memburu pelaku penganiayaan yang menewaskan bapak pemilik hajat pesta pernikahan tersebut.

Sempat kabur, Yogi Iskandar, pelaku penganiayaan, ditangkap dalam pelariannya di daerah Subang.

Polisi melakukan tindakan tegas dengan menembakkan timah panas ke kaki pelaku lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Usai ditangkap, pelaku harus menjalani perawatan medis di IGD karena mengalami luka.

Yogi merupakan pelaku utama penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.

Polisi juga menangkap satu pelaku lainnya di tempat berbeda.

Polisi menyebut pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan.

Baca Juga Nekat! Pria Panjat Tower Bekas Setinggi 70 Meter Sambil Minum Miras, Warga Heboh | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/661492/nekat-pria-panjat-tower-bekas-setinggi-70-meter-sambil-minum-miras-warga-heboh-berut

#pengeroyokan #penganiayaan #preman #purwakarta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/661498/pemilik-hajatan-tewas-usai-dikeroyok-preman-pelaku-ditangkap-saat-akan-kabur-ke-cianjur
Transkrip
00:01Anda kembali di berita utama bersama saya, Jihan Novita.
00:05Saudara hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen manis tak terlupakan,
00:10justru berubah menjadi kisah tragis yang membawa duka mendalam.
00:15Sabtu 4 April 2026 menjadi hari kelabu bagi keluarga di kampung Cikumpai,
00:22Kertamukti, Campaka, Purwakarta, Jawa Barat.
00:24Di tengah acara berlangsung, Bapak mempelai perempuan, pemilik hajat acara tewas,
00:31dianiaya sekelompak pemuda, diduga preman karena menolak memberikan uang kepada mereka.
00:37Kejadian ini sontak mengejutkan dan membawa luka bagi keluarga dan tamu undangan yang hadir dalam acara.
00:52Sabtu 4 April 2026, suasana bahagia pesta pernikahan yang tadinya berlangsung meriah,
00:59tiba-tiba berubah, mencekam.
01:02Tak ada yang menyangka, jika hari itu ternyata menjadi hari terakhir kebersamaan dadang.
01:08Bapak mempelai perempuan, sang pemilik hajat, berkumpul bersama keluarga.
01:14Dadang menghembuskan nafas terakhirnya,
01:17usai menjadi korban penganyayaan brutal oleh sekelompok pemuda yang diduga preman di wilayah setempat.
01:24Tangis histeris keluarga pecah saat mengetahui,
01:27Bapak mempelai perempuan tewas dianiaya preman.
01:41Peristiwa memilukan ini bermula ketika dadang tengah merayakan hari bahagia anak perempuannya.
01:49Di tengah keriuhan pesta, tiba-tiba datang sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah 10 orang.
01:56Para pelaku diduga dalam kondisi mabuk mendatangi korban
01:59untuk meminta sejumlah uang ke keluarga penyelenggara hajat.
02:03Awalnya, adik korban sempat memberikan uang sebesar 100 ribu rupiah kepada kelompok tersebut.
02:09Namun tak berselang lama, pelaku datang kembali dan menuntut uang tambahan yang jauh lebih besar,
02:16yakni 500 ribu rupiah.
02:18Karena merasa diperas, dadang menegur pelaku dan dengan tegas menolak permintaan tersebut.
02:27Penolakan dari dadang untuk memberikan uang ke kelompok pemuda yang diduga preman ini
02:32berujung maut saudara, merasa kesal karena permintaannya ditolak.
02:37Kelompok tersebut kemudian menyerang dadang secara brutal hingga terjadi kekacauan di lokasi.
02:44Para pelaku mengamuk dan memukuli korban, bahkan menggunakan potongan bambu
02:49hingga korban tersungkur tak sadarkan diri.
02:52Sempat berusaha dirarikan ke rumah sakit, namun nyawa dadang tak terselamatkan.
02:57Ia dinyatakan meninggal akibat luka serius yang dideritanya.
03:03Dalam kericuhan tersebut, para pelaku juga turut menganiaya adik korban.
03:14Kegaduhan yang tiba-tiba terjadi seketika membuat suasana pesta pernikahan menjadi mencekam saudara.
03:21Istri dan anak korban yang berada di lokasi kejadian bahkan pingsan
03:26akibat tak kuasa menahan duka menyaksikan nyawa korban telah tiada.
03:31Seperti mimpi buruk di siang hari, keluarga tak menyangka hari sakral bahagia ini
03:38menjadi hari terakhir kebersamaan mereka dengan korban yang selama ini menjadi pelindung keluarga.
03:45Kerabat dan tamu undangan yang berada di lokasi seketika panik dengan kericuhan di lokasi.
03:58Mereka, istilahnya minta uang lah, malak ya.
04:02Terus dia minta dua kali katanya.
04:04Yang pertama dikasih, yang kedua minta 500 ribu.
04:08Nggak dikasih, ya duit.
04:10Terus, ya kejadian lah begitu.
04:13Angka saya, tiga orang yang kagak saya.
04:17Yang kagak saya, delapan orang.
04:18Tapi saya nggak kena, karena saya kan tinggal di Kerawang.
04:22Angka saya di Purwakarta.
04:26Usai menjalani proses otopsi, jenazah dadang dimakamkan di Purwakarta pada minggu sore 5 April 2026.
04:34Setelah disolatkan di masjid, jenazah dadang langsung dibawa ke tempat pemakaman umum setempat.
04:40Isak, tangis, keluarga, dan kerabat menyelibuti prosesi pemakaman jenazah korban.
04:45Bahkan, dua anak korban yang turut menghadiri pemakaman nyaris pingsan.
04:51Hingga harus dibantu warga untuk berjalan ke rumah duka.
04:55Pihak keluarga menyerahkan kasus penganiayaan ini ke polisi dan berharap pelaku segera ditangkap.
05:04Semuanya serahkan kepada pihak yang berwajib.
05:07Kami serahkan kepada yang berwarang semuanya.
05:11Kami hanya mendoakan saja, ya semua perjalanan dari peristiwa ini juga bisa ditangani dengan baik dan cepat dari pihak kepolisian.
05:21Harapannya ya secepatnya lah bisa diungkap semuanya.
05:28Dan nanti kami juga menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.
05:35Saudara Hari yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi pengantin dan orang tua mempelai berubah menjadi mimpi buruk.
05:44Suasana pesta yang awalnya penuh tawa, seketika pecah oleh histeria.
05:49Beberapa jam sebelum tragedi terjadi, senyum kebahagiaan tergambar dalam sebuah foto keluarga yang sempat terpotret sebelum insiden terjadi.
05:59Dengan wajah berbinar, dadang dan istrinya berfoto bersama anaknya yang menjadi pengantin di hari tersebut.
06:14Polisi langsung bergerak memburu pelaku penganiayaan yang menewaskan bapak pemilik hajat pesta pernikahan di Purwakarta, Jawa Barat.
06:23Sempat kabur, Yogi Iskandar, pelaku penganiayaan ditangkap dalam pelariannya di daerah Subang, Jawa Barat.
06:29Pelaku ditangkap saat dalam perjalanan menuju Cianjur menggunakan sepeda motor.
06:35Polisi melakukan tindakan tegas dengan menembakkan timah panas ke kaki pelaku, lantaran melawan saat hendak ditangkap.
06:43Usai ditangkap, pelaku harus menjalani perawatan medis karena mengalami luka.
06:58Setelah ditangkap, polisi menetapkan Yogi Iskandar sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap bapak mempelai perempuan hingga tewas di Purwakarta, Jawa
07:08Barat.
07:09Yogi merupakan pelaku utama penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.
07:14Selain itu, polisi juga menangkap satu lagi pelaku di tempat yang berbeda.
07:20Polisi juga menyita barang bukti bambu yang digunakan tersangka dalam menganyaya korban, pakaian korban, dan botol berisi sisa minuman keras.
07:29Polisi menyebut pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan.
07:45Pelaku yang berhasil kita amankan saat ini adalah pelaku utama yang melakukan pemukulan terhadap korban yang meninggal dunia.
07:55Dari hasil pemeriksaan ada sedikit ketersinggungan karena tidak diberikan jumlah nominal uang yang dibinta.
08:02Saat ini terhadap korban yang meninggal dunia berdasarkan keterangan-keterangan saksi maupun keterangan saksi keluarga dan alat bukti yang sudah
08:14kami temukan dalam proses pendidikan ini
08:16yang berkembang langsung terhadap korban yang meninggal dunia hanya pelaku inisial YI yang terdisi yang berhasil kita amankan.
08:28Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi menyampaikan perbohon dan maaf atas insiden pengeroyokan berujung tewasnya pemilik hajat oleh preman di Purwakarta,
08:37Jawa Barat.
08:38Deddy minta maaf karena tak bisa melindungi warganya yang menyelenggarakan acara.
08:43Dalam akun media sosial Instagramnya, Deddy Mulyadi juga bilang aksi penganiayaan berujung tewasnya nyawa dadang.
08:51Bapak pemilik hajat di Purwakarta tak bisa ditoleransi.
08:55Ia berharap semua aksi premanisme dapat dihilangkan dan ditindak.
09:00Menurutnya, premanisme telah menjadi musuh bersama.
09:04Ia juga meminta agar setiap acara atau hajat yang diselenggarakan dapat dijaga keamanannya oleh aparat keamanan setempat
09:11guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
09:24Saya sebagai gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya
09:29pada keluarga padadang atas kelalaian kami sebagai penyelenggara daerah Provinsi Jawa Barat
09:38sehingga tidak bisa melindungi warganya yang melaksanakan kegiatan kenduri
09:45yang pada akhirnya berdampak pada peristiwa yang menyedihkan, menyakitkan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Jawa Barat.
09:53Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf dan semoga ini menjadi pembelajaran penting bagi kita ke depan.
10:01Saudara peristiwa ini meninggalkan luka yang tak hanya dirasakan satu keluarga
10:06tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat di kampung Cikumpai, Purwakarta.
10:12Di hari yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan, sebuah keluarga justru diuji dengan kehilangan
10:19yang begitu dalam akibat aksi kekerasan dari premanisme.
10:23Kini, keadilan menjadi harapan yang dinanti
10:26agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya
10:30dan praktik-praktik premanisme yang meresahkan tak lagi mendapat ruang
10:35sehingga tak ada lagi cerita serupa terulang di kemudian hari karena sejatinya.
10:41Tidak ada kebahagiaan yang seharusnya dibayar dengan rasa takut apalagi dengan nyawa.
Komentar

Dianjurkan