00:01Anda kembali di berita utama bersama saya, Jihan Novita.
00:05Saudara hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen manis tak terlupakan,
00:10justru berubah menjadi kisah tragis yang membawa duka mendalam.
00:15Sabtu 4 April 2026 menjadi hari kelabu bagi keluarga di kampung Cikumpai,
00:22Kertamukti, Campaka, Purwakarta, Jawa Barat.
00:24Di tengah acara berlangsung, Bapak mempelai perempuan, pemilik hajat acara tewas,
00:31dianiaya sekelompak pemuda, diduga preman karena menolak memberikan uang kepada mereka.
00:37Kejadian ini sontak mengejutkan dan membawa luka bagi keluarga dan tamu undangan yang hadir dalam acara.
00:52Sabtu 4 April 2026, suasana bahagia pesta pernikahan yang tadinya berlangsung meriah,
00:59tiba-tiba berubah, mencekam.
01:02Tak ada yang menyangka, jika hari itu ternyata menjadi hari terakhir kebersamaan dadang.
01:08Bapak mempelai perempuan, sang pemilik hajat, berkumpul bersama keluarga.
01:14Dadang menghembuskan nafas terakhirnya,
01:17usai menjadi korban penganyayaan brutal oleh sekelompok pemuda yang diduga preman di wilayah setempat.
01:24Tangis histeris keluarga pecah saat mengetahui,
01:27Bapak mempelai perempuan tewas dianiaya preman.
01:41Peristiwa memilukan ini bermula ketika dadang tengah merayakan hari bahagia anak perempuannya.
01:49Di tengah keriuhan pesta, tiba-tiba datang sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah 10 orang.
01:56Para pelaku diduga dalam kondisi mabuk mendatangi korban
01:59untuk meminta sejumlah uang ke keluarga penyelenggara hajat.
02:03Awalnya, adik korban sempat memberikan uang sebesar 100 ribu rupiah kepada kelompok tersebut.
02:09Namun tak berselang lama, pelaku datang kembali dan menuntut uang tambahan yang jauh lebih besar,
02:16yakni 500 ribu rupiah.
02:18Karena merasa diperas, dadang menegur pelaku dan dengan tegas menolak permintaan tersebut.
02:27Penolakan dari dadang untuk memberikan uang ke kelompok pemuda yang diduga preman ini
02:32berujung maut saudara, merasa kesal karena permintaannya ditolak.
02:37Kelompok tersebut kemudian menyerang dadang secara brutal hingga terjadi kekacauan di lokasi.
02:44Para pelaku mengamuk dan memukuli korban, bahkan menggunakan potongan bambu
02:49hingga korban tersungkur tak sadarkan diri.
02:52Sempat berusaha dirarikan ke rumah sakit, namun nyawa dadang tak terselamatkan.
02:57Ia dinyatakan meninggal akibat luka serius yang dideritanya.
03:03Dalam kericuhan tersebut, para pelaku juga turut menganiaya adik korban.
03:14Kegaduhan yang tiba-tiba terjadi seketika membuat suasana pesta pernikahan menjadi mencekam saudara.
03:21Istri dan anak korban yang berada di lokasi kejadian bahkan pingsan
03:26akibat tak kuasa menahan duka menyaksikan nyawa korban telah tiada.
03:31Seperti mimpi buruk di siang hari, keluarga tak menyangka hari sakral bahagia ini
03:38menjadi hari terakhir kebersamaan mereka dengan korban yang selama ini menjadi pelindung keluarga.
03:45Kerabat dan tamu undangan yang berada di lokasi seketika panik dengan kericuhan di lokasi.
03:58Mereka, istilahnya minta uang lah, malak ya.
04:02Terus dia minta dua kali katanya.
04:04Yang pertama dikasih, yang kedua minta 500 ribu.
04:08Nggak dikasih, ya duit.
04:10Terus, ya kejadian lah begitu.
04:13Angka saya, tiga orang yang kagak saya.
04:17Yang kagak saya, delapan orang.
04:18Tapi saya nggak kena, karena saya kan tinggal di Kerawang.
04:22Angka saya di Purwakarta.
04:26Usai menjalani proses otopsi, jenazah dadang dimakamkan di Purwakarta pada minggu sore 5 April 2026.
04:34Setelah disolatkan di masjid, jenazah dadang langsung dibawa ke tempat pemakaman umum setempat.
04:40Isak, tangis, keluarga, dan kerabat menyelibuti prosesi pemakaman jenazah korban.
04:45Bahkan, dua anak korban yang turut menghadiri pemakaman nyaris pingsan.
04:51Hingga harus dibantu warga untuk berjalan ke rumah duka.
04:55Pihak keluarga menyerahkan kasus penganiayaan ini ke polisi dan berharap pelaku segera ditangkap.
05:04Semuanya serahkan kepada pihak yang berwajib.
05:07Kami serahkan kepada yang berwarang semuanya.
05:11Kami hanya mendoakan saja, ya semua perjalanan dari peristiwa ini juga bisa ditangani dengan baik dan cepat dari pihak kepolisian.
05:21Harapannya ya secepatnya lah bisa diungkap semuanya.
05:28Dan nanti kami juga menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.
05:35Saudara Hari yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi pengantin dan orang tua mempelai berubah menjadi mimpi buruk.
05:44Suasana pesta yang awalnya penuh tawa, seketika pecah oleh histeria.
05:49Beberapa jam sebelum tragedi terjadi, senyum kebahagiaan tergambar dalam sebuah foto keluarga yang sempat terpotret sebelum insiden terjadi.
05:59Dengan wajah berbinar, dadang dan istrinya berfoto bersama anaknya yang menjadi pengantin di hari tersebut.
06:14Polisi langsung bergerak memburu pelaku penganiayaan yang menewaskan bapak pemilik hajat pesta pernikahan di Purwakarta, Jawa Barat.
06:23Sempat kabur, Yogi Iskandar, pelaku penganiayaan ditangkap dalam pelariannya di daerah Subang, Jawa Barat.
06:29Pelaku ditangkap saat dalam perjalanan menuju Cianjur menggunakan sepeda motor.
06:35Polisi melakukan tindakan tegas dengan menembakkan timah panas ke kaki pelaku, lantaran melawan saat hendak ditangkap.
06:43Usai ditangkap, pelaku harus menjalani perawatan medis karena mengalami luka.
06:58Setelah ditangkap, polisi menetapkan Yogi Iskandar sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap bapak mempelai perempuan hingga tewas di Purwakarta, Jawa
07:08Barat.
07:09Yogi merupakan pelaku utama penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.
07:14Selain itu, polisi juga menangkap satu lagi pelaku di tempat yang berbeda.
07:20Polisi juga menyita barang bukti bambu yang digunakan tersangka dalam menganyaya korban, pakaian korban, dan botol berisi sisa minuman keras.
07:29Polisi menyebut pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan.
07:45Pelaku yang berhasil kita amankan saat ini adalah pelaku utama yang melakukan pemukulan terhadap korban yang meninggal dunia.
07:55Dari hasil pemeriksaan ada sedikit ketersinggungan karena tidak diberikan jumlah nominal uang yang dibinta.
08:02Saat ini terhadap korban yang meninggal dunia berdasarkan keterangan-keterangan saksi maupun keterangan saksi keluarga dan alat bukti yang sudah
08:14kami temukan dalam proses pendidikan ini
08:16yang berkembang langsung terhadap korban yang meninggal dunia hanya pelaku inisial YI yang terdisi yang berhasil kita amankan.
08:28Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi menyampaikan perbohon dan maaf atas insiden pengeroyokan berujung tewasnya pemilik hajat oleh preman di Purwakarta,
08:37Jawa Barat.
08:38Deddy minta maaf karena tak bisa melindungi warganya yang menyelenggarakan acara.
08:43Dalam akun media sosial Instagramnya, Deddy Mulyadi juga bilang aksi penganiayaan berujung tewasnya nyawa dadang.
08:51Bapak pemilik hajat di Purwakarta tak bisa ditoleransi.
08:55Ia berharap semua aksi premanisme dapat dihilangkan dan ditindak.
09:00Menurutnya, premanisme telah menjadi musuh bersama.
09:04Ia juga meminta agar setiap acara atau hajat yang diselenggarakan dapat dijaga keamanannya oleh aparat keamanan setempat
09:11guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
09:24Saya sebagai gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya
09:29pada keluarga padadang atas kelalaian kami sebagai penyelenggara daerah Provinsi Jawa Barat
09:38sehingga tidak bisa melindungi warganya yang melaksanakan kegiatan kenduri
09:45yang pada akhirnya berdampak pada peristiwa yang menyedihkan, menyakitkan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Jawa Barat.
09:53Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf dan semoga ini menjadi pembelajaran penting bagi kita ke depan.
10:01Saudara peristiwa ini meninggalkan luka yang tak hanya dirasakan satu keluarga
10:06tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat di kampung Cikumpai, Purwakarta.
10:12Di hari yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan, sebuah keluarga justru diuji dengan kehilangan
10:19yang begitu dalam akibat aksi kekerasan dari premanisme.
10:23Kini, keadilan menjadi harapan yang dinanti
10:26agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya
10:30dan praktik-praktik premanisme yang meresahkan tak lagi mendapat ruang
10:35sehingga tak ada lagi cerita serupa terulang di kemudian hari karena sejatinya.
10:41Tidak ada kebahagiaan yang seharusnya dibayar dengan rasa takut apalagi dengan nyawa.
Komentar