Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkap adanya jejak pergerakan terduga pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Dari rekaman CCTV, terlihat pergerakan pelaku sebelum menuju sejumlah titik, termasuk lokasi terkait korban.

KontraS juga menemukan adanya aktivitas komunikasi di kawasan tersebut sebelum kejadian. Berdasarkan hasil penelusuran, kedatangan pelaku diduga berawal dari wilayah Jakarta Selatan.

Lebih jauh, KontraS menduga adanya lokasi yang digunakan sebagai tempat perencanaan serangan. Temuan ini diperkuat dengan investigasi lanjutan yang mengarah ke satu alamat spesifik. Bahkan, lokasi tersebut diduga merupakan aset negara.

"Ada satu lokasi di jalan Panglima Polim, yang dijadikan tempat untuk melakukan perencanaan," ungkap Dimas.

Meski demikian, KontraS menegaskan bahwa temuan ini masih perlu pendalaman lebih lanjut oleh aparat.



Bagaimana menurut Anda?


#andrieyunus #aktivis #tni

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/661366/kontras-rumah-yang-diduga-untuk-perencanaan-teror-andrie-yunus-adalah-barang-milik-negara
Transkrip
00:28Jalan Panglima Polim
00:57Jalan Panglima Polim ini
01:00Jalan Panglima Polim ini
01:00Jalan Panglima Polim ini
01:01Jalan Panglima Polim ini
01:01Jalan Panglima Polim ini
01:06Jalan Panglima Polim ini
01:08Jalan Panglima Polim ini
01:17Jalan Panglima Polim ini
01:22Jalan Panglima Polim ini
01:29Panglima Poli di kawasan Jakarta Selatan
01:32dan lokasi penyiraman
01:34air keras di Jakarta Pusat
01:36ini terlampau cukup
01:38jauh jarak. Analisa dari
01:40Taut, apa yang kemudian dilakukan oleh
01:42para terduga pelaku di kawasan Jakarta Selatan?
01:44Kami punya satu dugaan kuat
01:46bahwa ada satu lokasi yang digunakan
01:48oleh para pelaku untuk melakukan perencanaan
01:51perencanaan terkait dengan
01:52jumlah peristiwa yang pada akhirnya
01:54menyebabkan adanya
01:56peristiwa penyiraman air keras pada Andri.
01:58Nah, temuan kami lalu juga
02:00kemudian diperkuat dengan hasil
02:02investigasi Tempo itu menemukan bahwa
02:04ada satu lokasi di jalan Panglima Polim 3
02:06nomor 11 yang dijadikan tempat
02:08untuk melakukan perencanaan
02:10dan juga beberapa hasil
02:12yang kami coba untuk rekonstruksi
02:13kami lagi mendalami apakah
02:16kemudian perlintasan pelaku
02:17dari kedatangan maupun proses
02:19pelarian gitu ya, apakah juga
02:21menyasar pada lokasi yang disebut
02:24tersebut. Artinya ada dugaan bahwa perencanaan
02:27perilaku ataupun
02:28tindakan penyeraman air keras kepada Andri Yunus
02:30ini direncanakan di salah satu rumah
02:32di jalan Panglima Polim 3
02:34nomor 11. Dan ini juga
02:36sudah diketahui oleh polisi. Ini juga sudah
02:38diketahui oleh polisi dan kemudian
02:40berdasarkan reportase dari Tempo bahwa
02:42rumah itu adalah Asset Camp Hut
02:44Asset Camp Hut? Dan merupakan barang
02:46milik negara atau PMN
02:54Setelah saya akan coba mendatangi jalan
02:56Panglima Polim 3
02:58yang diduga
02:59menjadi salah satu titik penting
03:02untuk kemudian mengungkap kasus penyeraman air keras
03:04kepada aktivis kontras Andri Yunus
03:06Saat ini saya berada di kawasan
03:08Panglima Polim, saya akan coba
03:10susuri dan tidak jauh dari sini
03:12adalah lokasi rumah tersebut
03:14yang kalau coba kami pantau
03:16melalui aplikasi penunjuk kearah
03:19rumah tersebut diburamkan
03:22yang artinya tidak dapat terlihat
03:24secara fisik tampilan rumah tersebut
03:27dan saya akan coba datangi secara langsung
03:29untuk melihat apakah
03:31ada aktivitas berarti di sana
03:33saya akan lebih mendekat
03:35dan bagian kanan dan sebelah kiri
03:38memang ini terparkir kendaraan
03:41bisa ditunjukkan ya
03:42rumah berwarna putih ini
03:46ini adalah rumahnya saudara
03:49rumah yang diduga
03:51menjadi lokasi
03:55ataupun tempat yang digunakan oleh
03:57anggota badan intelijen
04:00strategis tentara nasional Indonesia
04:03yang menjadi menarik saudara
04:05bahwa betul ada dugaan
04:07rumah tersebut
04:08digunakan oleh sejumlah
04:11terduga pelaku
04:12untuk kemudian melakukan perencanaan
04:14tetapi hal ini
04:15tentu harus
04:17dikonfirmasi dan didalami
04:19khususnya oleh pusuam TNI
04:20yang tengah
04:21menjadi pihak
04:23yang berunang
04:24untuk kemudian mendalami
04:25kasus ini termasuk juga untuk
04:27mengungkap siapa aktor intelektual
04:29dari penyiraman air keras
04:31hingga poin kepada Andriunus
04:40setelah saya berada di jalan
04:42Panglima Polin
04:43Jakarta Selatan
04:44dan kurang lebih
04:44200 meter
04:45menuju ke arah kiri adalah
04:47lokasi yang kemudian diduga
04:49menjadi titik awal
04:51para terduga pelaku penyiraman air keras
04:54terhadap aktivis kontras
04:55Andriunus
04:56melakukan dan merencanakan
04:58siasatnya
04:59lalu apa hubungan di kawasan Panglima Polim
05:01dengan tragedi penyiraman air keras
05:03terhadap aktivis kontras
05:04Andriunus saya akan tanyakan
05:05kepada
05:07Laksamanda Muda
05:08TNI Punawirawan
05:10Bapak Solemann Pontok
05:11Kepala Badan Intelijensi Strategis
05:12tahun 2011-2013
05:15Pak Solemann
05:15terima kasih atas maksudnya Pak
05:17ada satu hal Pak
05:18yang ingin saya tunjukkan
05:18mungkin di kawasan Panglima Polim ini
05:20beberapa kali menjadi sorotan
05:21salah satunya adalah
05:22CCTV di sebelah sana Pak
05:23yang kemudian merekam
05:24beberapa terduga pelaku
05:26terlihat
05:28melintas
05:28di area ini
05:29apakah ada kaitannya
05:30kawasan Panglima Polim
05:31dengan Badan Intelijensi Strategis
05:33ya ada rumah
05:34dulu rumah saya
05:35di situ rumah Kak Bais
05:36ya bisa aja
05:37itu tidak dipakai
05:38langsung dipakai
05:39untuk menjadi safe house
05:40penyiapan anggota-anggota
05:42yang akan berangkat
05:44kepada penugasan
05:45bisa aja
05:45tidak menutup kemungkinan
05:47para terduga pelaku
05:48berangkat dari rumah
05:48ya bisa saja
05:50bisa saja
05:51rumah itu adalah rumah Bais
05:54yang disiapkan
05:55untuk
05:56kepala Bais
05:57kalau yang tidak punya rumah
05:59di Jakarta
05:59ada yang dari Jogja, Solo
06:02lah saya sudah punya rumah
06:03di sini
06:04ngapain aku tinggal situ
06:05jadi kalau ada yang
06:06menyimpelkan
06:07bahwa disitulah
06:09disiapkan untuk Amri
06:10nah itu
06:11hanya di pengadilan
06:12aja nanti
06:13Pak Soleman
06:14terkait dengan
06:15modus operandi yang
06:16kemudian dijalankan
06:17banyak yang menilai
06:18bahwa ini dilakukan
06:19secara terstruktur
06:20bahkan tidak menutup
06:21kemungkinan
06:22ada keterlibatan
06:23perwira menengah
06:24bahkan perwira tinggi
06:25kalau ingat ya
06:28ingat
06:28ingat satu kata
06:29saya ingatkan
06:30Bais itu adalah
06:32satuan yang terpilih
06:34anggotanya
06:34terlatih anggotanya
06:36terstruktur
06:38pekerjaannya
06:39dan
06:40satu lagi
06:42senyap
06:43senyap
06:44jadi kalau itu
06:46betul-betul
06:47dipimpin seorang
06:48pati
06:48dilaksanakan oleh
06:49seorang kolonel
06:50Andri tidak akan
06:52pernah pulang rumah
06:55artinya ketika
06:56pernyataan dari Pak Soleman
06:58menyebut bahwa
06:59kecil kemungkinan
07:00ada keterlibatan
07:01perwira menengah
07:02ataupun perwira tinggi
07:03artinya tindakan ini
07:04tindakan motif yang
07:05paling memungkinkan apa Pak?
07:06balas dendam
07:06balas dendam?
07:07iya
07:08itu
07:09setelah saya
07:10setelah ya
07:11setelah hari
07:12mulai dari kemarin
07:14setelah saya
07:14baru tahu
07:16bahwa
07:17pada satu ketika
07:18Andri bisa
07:19menerobos masuk
07:20ruang
07:22persidangan
07:23nah
07:24menerobos masuk
07:25persidangan itu kan
07:26artinya ada
07:27barikade pengamanan
07:29yang lolos
07:30nah orang-orang
07:30pam ini pasti kena hukum
07:32karena ini lolos
07:33nah sangat mungkin
07:35mereka ini
07:35ini sangat mungkin
07:36sangat mungkin
07:37mereka yang
07:38menjaga dan mereka
07:39yang dapat hukuman
07:40gara-gara itu
07:41itu menurut saya
07:42karena saya
07:43berdasarkan apa?
07:45psikologis
07:46anak-anak ini
07:47saya tahu mereka itu
07:48kalau terhukum
07:49dia pasti cari balas
07:51kalau tadi Pak
07:52Soleyman sudah menyebutkan
07:54bahwa
07:55bisa dikatakan
07:57aksi ini
07:57memungkinkan adalah
07:59aksi balas dendam
08:00saya ingin tanyakan
08:00artinya apakah
08:01hal yang kemudian
08:03dilakukan oleh
08:04terduga pelaku
08:05yang merupakan
08:06anggota
08:06Baistendi ini
08:07sangat jauh
08:08dari tugas
08:09dari Baistendi itu sendiri
08:10atau seperti apa?
08:11tugas Baistendi
08:12pasti jauh
08:14ya pasti jauh
08:15masa Baist
08:15kerjanya
08:16suruh ngerjain orang-orang itu
08:18kan dia pasti enggak lah
08:19tapi untuk tugas utama
08:21dari Baistendi itu sendiri
08:22sudah menghilangkan
08:25rencaman militer
08:26rencaman militer
08:27pemberontakan
08:27terorisme
08:28apalagi
08:29itu kan ada
08:29di undang-undang itu jelas
08:31ini terorisme
08:32iya kan?
08:34tindakan biadab
08:35harus kita kejar
08:36harus kita usut
08:38harus kita usut
08:42artinya
08:42narasi yang kemudian
08:43disampaikan oleh Presiden
08:44bahwa aksi ini
08:45aksi teror
08:45Anda sepakat dengan hal ini?
08:47ya bisa aja
08:48non-intelligence itu teroris kok
08:50karena cuma bilang tadi
08:51Presiden itu adalah
08:53seorang militer
08:54seorang
08:56kok harus dia tahu
08:57tugas intelijen 3
08:59infiltrasi
09:00sabotase
09:00yang menghasilkan teror
09:02makanya bisa teroris
09:03ya silahkan aja
09:04memang itu pekerjaannya
09:09nampaknya dilakukan
09:10secara sistematik
09:11dan terencana
09:12apakah ini betul
09:13merupakan operasi
09:14senyap intelijen?
09:15selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan