00:00Harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini.
00:07Tetapi BBM bersusisi ini kan ada dua, yaitu biosolar dan pertalite.
00:12Ini supaya jelas ya.
00:14Kemudian selanjutnya, dalam menghadapi perkembangan geopolitik dan geoekonomi secara global,
00:23ini terkait dengan harga aftur, ini di berbagai negara sudah menaikkan harga aftur,
00:34yaitu di Thailand angkanya di angka Rp29.518, Filipina Rp25.326.
00:42Dan aftur ini merupakan BBM non-subsidi yang harganya mengikuti perkembangan pasar
00:50dan tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maka berbagai maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut.
01:03Dan per hari ini kita lihat di Bandara Soekarno-Hatta, itu harga aftur per 1 April kemarin sudah sekitar Rp23
01:16.000-an ya.
01:16Nah, ini Rp23.551 per liter.
01:22Nah, kenaikan harga aftur ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional dari maskapai nasional,
01:30di mana harga aftur itu berkontribusi terhadap 40% dari biaya operasional pesawat.
01:37Dan oleh karena itu, pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis
01:44agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat.
01:50Jadi pemerintah yang kita jaga adalah harga tiketnya.
01:53Dan sebagai langkah tersebut,
01:56Kementerian Perhubungan atas nama pemerintah menaikkan fuel surcharge.
02:01Itu fuel surcharge kemarin sudah naik 10%
02:06berbasis daripada angka batas atas tarif di tahun 2019.
02:13Dan kemudian disesuaikan lagi menjadi 38%
02:17di mana ini sama untuk jet maupun propeller.
02:22Sebelumnya jet hanya 10% dan propeller 25%.
02:27Sekarang semuanya disesuaikan menjadi 38%.
02:31Jadi kalau kenaikan dari segi jet sekitar 28% dan untuk propeller 13%.
02:39Nah, untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat,
02:45maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13%.
02:52Jadi harga tiket di kisaran 9-13% dengan langkah-langkah sebagai berikut.
02:59Yang pertama, PPN ditanggung pemerintah itu 11% untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal di dalam negeri kelas ekonomi.
03:10Nah, dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar 1,3 triliun rupiah per bulannya.
03:24Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan, maka ini 2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13%.
03:38Kemudian kebijakan virus sercas dan PPN DTP ini akan diberlakukan sesuai dengan program yang kemarin paket diumumkan,
03:47yaitu dalam waktu 2 bulan juga.
03:49Sehingga kita akan terus evaluasi apakah geopolitik ataupun perang di Timur Tengah masih tetap berlangsung.
03:58Kemudian Pertamina juga diberikan relaksasi payment system, mekanisme pembayaran dengan maskapai dengan term of condition secara bisnis to bisnis.
04:11Kemudian untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan,
04:16pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0%.
04:24Jadi suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0% sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan.
04:36Dan ini tahun lalu biaya masuk dari spare parts sekitar 500 miliar atau setengah triliun.
04:43Nah kebijakan ini diperkirakan untuk memperkuat daya saing industri MRO dengan potensi aktivitas ekonomi bisa meningkat sekitar 700 juta per
04:55tahun
04:56dan tentunya bisa mendukung daripada output PDB itu bisa sampai dengan 1,49 miliar
05:05dan menciptakan lapangan kerja langsung sekitar seribu orang dan yang tidak langsung bisa sampai mendekati tiga kali.
05:15Nah langkah ini ditindaklanjuti dengan penerbitan regulasi teknis dalam hal ini baik dari peraturan Menteri Keuangan dan Kementerian Perindustrian.
05:25Nah seluruh kebijakan ini adalah bagian dari dukungan pemerintah pada kesinambungan industri penerbangan nasional
05:33serta menggaga aktivitas ekonomi yang efisien, produktif, dan berdaya tahan.
05:39Selanjutnya kami persilakan Pak Menteri Perhubungan.
Komentar