Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan terjadi lonjakan harga avtur disebabkan gejolak geopolitik dunia yang berdampak pada bahan bakar pesawat.

Oleh karena itu, Airlangga mengatakan pemerintah secara resmi mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat, namun dibatasi hingga sebesar 9 sampai 13 persen.

"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 sampai 13 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan pemerintah menanggung PPN 11 persen dari harga tiket domestik kelas ekonomi sebesar Rp1,3 triliun per bulan.

Baca Juga Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Batasi Kenaikan Tiket Pesawat 9 hingga 13 Persen di https://www.kompas.tv/ekonomi/661194/harga-avtur-melonjak-pemerintah-batasi-kenaikan-tiket-pesawat-9-hingga-13-persen

#airlanggahartarto #tiketpesawat #pesawat

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/661275/harga-tiket-pesawat-naik-imbas-avtur-melonjak-menko-airlangga-hanya-9-hingga-13-persen
Transkrip
00:00Harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini.
00:07Tetapi BBM bersusisi ini kan ada dua, yaitu biosolar dan pertalite.
00:12Ini supaya jelas ya.
00:14Kemudian selanjutnya, dalam menghadapi perkembangan geopolitik dan geoekonomi secara global,
00:23ini terkait dengan harga aftur, ini di berbagai negara sudah menaikkan harga aftur,
00:34yaitu di Thailand angkanya di angka Rp29.518, Filipina Rp25.326.
00:42Dan aftur ini merupakan BBM non-subsidi yang harganya mengikuti perkembangan pasar
00:50dan tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maka berbagai maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut.
01:03Dan per hari ini kita lihat di Bandara Soekarno-Hatta, itu harga aftur per 1 April kemarin sudah sekitar Rp23
01:16.000-an ya.
01:16Nah, ini Rp23.551 per liter.
01:22Nah, kenaikan harga aftur ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional dari maskapai nasional,
01:30di mana harga aftur itu berkontribusi terhadap 40% dari biaya operasional pesawat.
01:37Dan oleh karena itu, pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis
01:44agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat.
01:50Jadi pemerintah yang kita jaga adalah harga tiketnya.
01:53Dan sebagai langkah tersebut,
01:56Kementerian Perhubungan atas nama pemerintah menaikkan fuel surcharge.
02:01Itu fuel surcharge kemarin sudah naik 10%
02:06berbasis daripada angka batas atas tarif di tahun 2019.
02:13Dan kemudian disesuaikan lagi menjadi 38%
02:17di mana ini sama untuk jet maupun propeller.
02:22Sebelumnya jet hanya 10% dan propeller 25%.
02:27Sekarang semuanya disesuaikan menjadi 38%.
02:31Jadi kalau kenaikan dari segi jet sekitar 28% dan untuk propeller 13%.
02:39Nah, untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat,
02:45maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13%.
02:52Jadi harga tiket di kisaran 9-13% dengan langkah-langkah sebagai berikut.
02:59Yang pertama, PPN ditanggung pemerintah itu 11% untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal di dalam negeri kelas ekonomi.
03:10Nah, dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar 1,3 triliun rupiah per bulannya.
03:24Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan, maka ini 2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13%.
03:38Kemudian kebijakan virus sercas dan PPN DTP ini akan diberlakukan sesuai dengan program yang kemarin paket diumumkan,
03:47yaitu dalam waktu 2 bulan juga.
03:49Sehingga kita akan terus evaluasi apakah geopolitik ataupun perang di Timur Tengah masih tetap berlangsung.
03:58Kemudian Pertamina juga diberikan relaksasi payment system, mekanisme pembayaran dengan maskapai dengan term of condition secara bisnis to bisnis.
04:11Kemudian untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan,
04:16pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0%.
04:24Jadi suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0% sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan.
04:36Dan ini tahun lalu biaya masuk dari spare parts sekitar 500 miliar atau setengah triliun.
04:43Nah kebijakan ini diperkirakan untuk memperkuat daya saing industri MRO dengan potensi aktivitas ekonomi bisa meningkat sekitar 700 juta per
04:55tahun
04:56dan tentunya bisa mendukung daripada output PDB itu bisa sampai dengan 1,49 miliar
05:05dan menciptakan lapangan kerja langsung sekitar seribu orang dan yang tidak langsung bisa sampai mendekati tiga kali.
05:15Nah langkah ini ditindaklanjuti dengan penerbitan regulasi teknis dalam hal ini baik dari peraturan Menteri Keuangan dan Kementerian Perindustrian.
05:25Nah seluruh kebijakan ini adalah bagian dari dukungan pemerintah pada kesinambungan industri penerbangan nasional
05:33serta menggaga aktivitas ekonomi yang efisien, produktif, dan berdaya tahan.
05:39Selanjutnya kami persilakan Pak Menteri Perhubungan.
Komentar

Dianjurkan