Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi anjloknya IHSG atau pasar saham di Indonesia disebabkan sentimen pembentukan badan ekspor sumber daya alam.

"Biasanya takut jual dulu, tapi kalau mereka mengerti dan yakin dampakanya seperti apa harusnya (IHSG) akan naik," ujar Purbaya, Kamis (21/5/2026).

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan telah berdiskusi dengan OJK dan pengelola bursa menyempurnakan regulasi agar meyakinkan investor merasa nyaman.

"Dengan fundamental yang ada saya yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat," ujarnya, Rabu (19/5/2026).

Baca Juga IHSG Anjlok Usai Kebijakan Badan Ekspor oleh Presiden Prabowo, Purbaya Buka Suara di https://www.kompas.tv/video/670260/ihsg-anjlok-usai-kebijakan-badan-ekspor-oleh-presiden-prabowo-purbaya-buka-suara

#menkeupurbaya #ihsg #sufmidasco

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/670423/respons-menkeu-purbaya-hingga-sufmi-dasco-soal-ihsg-melemah-parasot
Transkrip
00:00Sekarang bisa, harusnya, terreflexi langsung di penjualan mereka yang murni.
00:06Dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat.
00:13Hari setelah badan ekspor terbentuk, IISG anjlok, ada tanggapan nggak pas soal itu, Pak?
00:18Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa.
00:24Kalau ada ketidakpastian, bisa takut jual dulu.
00:27Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik.
00:33Nanti under-invoicing kan akan tutup dengan adanya badan ekspor itu.
00:37Jadi tadinya yang biasa jadi uangnya dimainkan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan.
00:46Sekarang bisa, harusnya, terreflexi langsung di penjualan mereka yang murni.
00:52Jadi perusahaannya juga akan untung.
00:54Jadi harusnya bisa double untungnya yang licit di bursa yang dilaporkan ya.
00:58Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang terdiri bursa.
01:03Pak ini yang merupakan?
01:05Pak ini pelampakan akan naik secara signifikan malah kalau menurut saya.
01:09Selamat siang, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:14Salam sejahtera untuk kita semua.
01:16Om Swasyasu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
01:19Terima kasih rekan-rekan media.
01:21Ini tanpa kita rencanakan pada hari ini malam bisa ketemu dengan teman-teman semua.
01:27Kita pada hari ini kedatangan Prof. Submi Dasko Amat dan juga Pak Rosan BPI Danantara dan juga Pak Doni Oskaria
01:40dan juga kita didamping oleh Direktur Bursa.
01:43Pada hari ini hadir ke bursa menyikapi perkembangan terkini.
01:48Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Prof. Dasko beserta Pak Rosan BPI dan juga Jajaran Danantara Semua.
01:59Baik rekan-rekan media yang saya hormati, mencermati perkembangan saat ini bagaimana kita melihat penemahan IHSG saat ini dalam beberapa
02:10hari.
02:11Kita melihatnya sebenarnya masih sejalan dengan trend pelemahan bursa secara regional.
02:17Tadi kami juga melihat di atas, banyak juga bursa-bursa lain yang turunnya juga malah lebih dalam ya.
02:24Dan juga kalaupun ada yang naik itu naik tipis pada hari ini.
02:27Dan ini seiring dengan dinamika geopolitik yang terjadi saat ini, tensi geopolitik dengan adanya perang di Timur Tengah
02:38dan juga ekspektasi kebijakan moneter secara global yang kita prediksi masih akan terus hokis.
02:47Dan ini juga sentimen dari domestik pasca keputusan rebalancing dari MSCI yang teman-teman kemarin juga perhatikan.
02:55Yang dilakukan MSCI di 12 Mei di waktu Amerika yaitu 13 Mei waktu sini.
03:01Dan juga kemudian juga terus terjadi ketika kemarin dibuka kembali bursa setelah libur beberapa hari.
03:08Namun kalau kita lihat bahwa pelemahannya itu masih moderat yaitu di 1,98% pada hari pertama pengumuman MSCI
03:17dan juga kemarin di 1,85% di 18 Mei setelah libur panjang.
03:23Dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental.
03:28Jadi selalu seperti kami sampaikan, kami menyampaikan bahwa ini adalah konsekuensi logis dari berbagai transformasi di pasar modal yang kita
03:37lakukan.
03:38Jadi kita melihat pergerakan indeks kita sudah lebih secara fundamental.
03:42Dan juga sekarang IHSG pergerakannya juga relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI maupun sub-indeks utama seperti LQ45 dan juga
03:54IDX30 dan juga IDX80.
03:57Ini mencerminkan price discovery yang lebih fundamental tadi seperti saya sampaikan.
04:03Di mana pergerakan saham lebih ditopang oleh aspek fundamental dibandingkan oleh sentimen semata.
04:10Jadi ini menurut kami juga sangat baik perbaikan-perbaikan yang dilakukan.
04:14Dan juga kami bisa sampaikan, ini ada berita bagusnya juga bahwa di tengah berita rebalancing MSCI,
04:25saya bisa sharing kepada teman-teman bahwa nilai aset, nilai aktifal bersih NAB Reksadana kita di tahun ini justru meningkat
04:35sebesar Rp49,71 triliun,
04:39yaitu dari net subscription dari investor retail kita.
04:43Jadi meningkat sekitar 6,39 persen, sehingga total AUM kita adalah Rp718,44 triliun.
04:53Juga berita baiknya adalah bahwa walaupun ada dinamika seperti saat ini,
05:00kita melihat bahwa perspektif investor ya, ini juga meningkat ya dalam ahal confidence untuk masuk ke market,
05:08ditandai dengan peningkatan 7 juta investor retail baru di pasar modal kita,
05:13sehingga dari year to date penambahannya sudah 7 juta investor baru di pasar modal Indonesia.
05:20Jadi ini juga melihat bahwa reformasi ini diarahkan untuk memastikan bahwa pasar keuangan Indonesia
05:27tidak hanya berkembang dari sisi ukuran yang market size,
05:31tetapi juga kita kedepankan dari aspek fundamentalnya, integritas, kemudian keterbukaan, dan lain-lain.
05:38Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Submi dan juga Prof. Submi Dasko dan juga Pak Rosan dan Pak
05:44Doni
05:45yang juga hadir hari ini, kami juga nanti mohon berkenan untuk memberikan mungkin beberapa hal yang dapat disampaikan kepada media,
05:54yang tentunya untuk disampaikan kepada market kita, pada pelaku pasar kita, terutama untuk investor retail domestik kita.
06:02Saya undang mungkin micnya, silahkan.
06:10Baik, terima kasih rekan-rekan media,
06:14Bu Kiki dari OJK, Pak Rosan, dari Danantara, Pak Doni, Pak Nyoman.
06:20Kami tadi sudah banyak berdiskusi, tadi di atas bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global
06:33yang akan masuk di bursa dan sedang di bursa, tetapi juga tadi kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor retail
06:47yang ada terus tumbuh dan berkembang dengan kami kemudian mendengarkan papanan dari pengelola bursa,
06:55bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan
07:03dan juga kemudian membuat para investor lokal merasa nyaman,
07:09sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah
07:15dan itu kemudian dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat.
07:24Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini,
07:28semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuka hasil.
07:35Itu saja dari saya dan terima kasih atas kerja keras dari Direksi Bursa maupun OJK
07:42yang beberapa hari ini telah bersupaya kemudian menghadapi situasi yang disebabkan oleh pasar global
07:51maupun dinamika di dalam negeri. Demikian, terima kasih.
07:59Salam, salam, om swastiastu, nama buddha, salam kebaikan.
08:02Selamat siang dan selamat berada buat kita semua.
08:05Pertama, terima kasih tadi dari penyambutan yang sangat baik dan penyambutan yang baik dari Ketua OJK, Ibu Viki,
08:16dan saya juga terima kasih bersama dengan pimpinan DPR, Bapak Profesor Sumi Dasko Ahmad,
08:23dan juga rekan saya, Pak Doni, Pak Nyoman, dan Direksi yang lain.
08:30Mungkin dalam hal ini yang ingin saya sampaikan bahwa kalau kita lihat investasi di Bursa buat kami di Dantara ini
08:37adalah investasi jangka panjang.
08:41Dan kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di Bursa, kalau kita lihat secara satu persatu,
08:53contohnya Himbara ataupun Mineral Sita, itu yieldnya juga sangat baik di atas 10-11 persen.
09:04Dan kemudian, kalau kita lihat lagi dengan, saya masih nggak kasih apresiasi ke OJK dan juga ke Bursa,
09:12dengan beberapa affirmative action-nya dalam rangka terus menjumpulkan Bursa kita menjadi lebih baik,
09:19lebih transparan, lebih governance, to deepen also our capital market.
09:24Dan tentunya ini adalah suatu proses.
09:26Suatu proses yang kami meyakini ini akan menimbulkan kepercayaan kepada Bursa kita ini menjadi jauh lebih baik ke depannya.
09:36Nah, tentunya memang dari investor dalam mempunyai negeri,
09:43proses ini kan sudah, we are heading on the right direction.
09:45Nah, bagaimana kita mencoba mengakserasi perbaikan-perbaikan penyempuran yang sudah dilakukan oleh OJK dan Bursa.
09:52Nah, oleh sebab itu, kalau kita lihat lagi, memang benar, baik secara fundamental,
09:58maupun baik secara pricing dari saham-saham pertama saham BMM kita yang ada di Bursa,
10:05itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik,
10:11yang above 10-11 persen, gitu ya.
10:15Which is, menurut kami itu sangat-sangat baik.
10:19Nah, tentunya, kalau kembali lagi, kita punya keyakinan bahwa inilah proses untuk kita menjadi lebih baik.
10:29Dan seperti Pak Prof Sumitaku sampaikan, ya ini kan, dan juga Ibu Kiki,
10:36bahwa ini adalah berjalanannya positif, gitu, ke depannya.
10:41Ya, tetapi memang, kalau kita lihat, oh hari ini, besok, hari seminggu lagi,
10:48kan approach kita itu bukan harian, approach kita bukan bulanan,
10:53approach kita itu jangka panjang.
10:55Dan saya sangat mengakini, bahwa ke depannya dalam jangka panjangnya,
11:00bahwa Bursa kita ini akan terus bertumbuh,
11:03baik dari segi market kapitalisasinya, baik dari segi emitenya,
11:08dan juga baik dari investornya.
11:11Tadi kita, di dalam tadi disampaikan,
11:14bahwa total investor kita, retail kita, sudah 26 juta, 27 juta.
11:20Dan ini kan adalah satu peningkatan dibanding tahun lalu yang 20 juta.
11:25Jadi ada 6 juta.
11:26Nah, tentunya, logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa?
11:31Karena investor kita yakin bahwa Bursa kita ini makin baik ke depannya,
11:37dan promising.
11:39Ya dong, kalau enggak, mustinya number of investor akan berturun.
11:42Kalau melihat, oh Bursanya ini ke depannya,
11:44enggak ada prospek misalnya.
11:46Logikanya kan seperti itu.
11:47Nah, ini yang kita juga terus, Bursa, lakukan,
11:51OJK lakukan adalah edukasi.
11:54Edukasi kepada para investor,
11:57terutama investor di dalam negeri ini.
12:01Dan kita lihat juga pertumbuhan dari investor anak-anak muda,
12:05jensi juga meningkat yang signifikan.
12:08Nah, inilah yang kita harus kasih pemahaman kepada mereka,
12:11bahwa investasi di pasar modal ini
12:14adalah investasi baik, menengah, panjang,
12:18yang bisa menghasilkan suatu return yang baik,
12:22dan bisa menghasilkan pertumbuhan kita yang terus berkembang.
12:30Jadi, kami dari Tantara melihat ini,
12:34ya memang di Bursa pasti ada ups and down-nya,
12:37ya tapi kita lihat kembali lagi,
12:39pertama, dari fundamental perusahaan kami ini baik,
12:44mempunyai yield yang tinggi,
12:45pricing saatnya sangat baik,
12:47apalagi misalnya kalau kita lihat perbankan dari price to booknya
12:50is below 1%, di bawah 1%,
12:53yang di mana kalau keadaan normal itu above 2%, above 3%,
12:58jadi definitely there's a potential upside,
13:01definitely there's a potential upside.
13:03Jadi itulah edukasi yang kita harus berikan, harus sampaikan,
13:07sehingga pemahaman secara Bursa,
13:09pasar modal, kapital meragam ini menjadi lebih baik,
13:11menjadi komprehensive.
13:12Mungkin itu dari saya, terima kasih.
13:18Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
13:21Satu langkah lebih dekat,
13:23satu langkah lebih mencerahkan.
13:25Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV,
13:29channel 11 di televisi Anda.
13:30Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV,
Komentar

Dianjurkan