Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Kedatangan ketiga jenazah ini akan disambut dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan.

Ketiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon yakni Mayor Infanteri Zumi Aditya Iskandar, Kopda Farizal Rhomadhon, dan Serka Muhammad Nur Ichwan.

Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur.

Kemudian, ketiga jenazah prajurit TNI akan dipulangkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB, UNIFIL, dilaporkan terluka akibat ledakan yang terjadi di dekat fasilitas PBB di El Addaiseh, Lebanon.

Ledakan terjadi pada Jumat sore, 3 April 2026, di dekat area operasional Kontingen Garuda UNIFIL di El Addaiseh.

Tiga prajurit dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, asal-usul ledakan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyebut pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian PBB dan meminta dilakukan investigasi menyeluruh.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/660954/tangis-keluarga-pecah-sambut-kedatangan-jenazah-3-prajurit-tni-gugur-di-lebanon

#pbb #tnigugur #tni #unifil #lebanon

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660955/full-peneliti-senior-faiza-soal-peristiwa-tewasnya-3-prajurit-tni-pasukan-unifil-di-lebanon
Transkrip
00:00Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam penugasan di Satgas Unifil Lebanon.
00:06Kami sampaikan kembali, tiga jenazah yang sudah tiba di gedung VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ini
00:16akan segera menjalani prosesi persemayaman dan penyerahan kepada pihak keluarga untuk kemudian segera dimakamkan.
00:26Dan rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di tiga daerah berbeda.
00:31Mayor Infantri Zumi Aditya Iskandar, Kobda Farizal Ramadan, dan Serka Muhammad Nur Ikhwan.
00:41Kami akan coba elaborasi lagi soal prosesi ini kemudian bagaimana kita coba memaknai
00:51kontribusi Indonesia dalam Satgas Unifil ini bersama pendeliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
01:00Fauzia Cempaka Timur.
01:01Mbak Cempaka, dengan Tifal di sini selamat malam.
01:05Selamat malam Mas Tifal.
01:06Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
01:08Ini baru awal dari rangkaian, tapi sejauh mana kemudian Anda memaknai, menilai, menganalisis
01:18posisi kita Indonesia di Satgas Unifil, negara kedua yang berkontribusi secara jumlah pasukan
01:25di Satgas Unifil, tugasnya jelas tidak main-main di Lebanon yang sampai dengan saat ini
01:30masih agresinya masih cukup intens di situ.
01:33Sejauh mana Anda memaknai itu?
01:35Betul, Mas Tifal. Jadi memang Indonesia saat ini hingga dari sejak lama telah menjadi
01:42penyumbang pasukan perdamaian terbesar dan salah satu yang terbesar adalah di Lebanon.
01:48Kita telah mendapatkan banyak sekali penghargaan dari internasional, dari PBB maupun dari Lebanon
01:56sendiri yang menghargai bagaimana pasukan-pasukan terbaik kita telah berkontribusi pada perdamaian
02:03di Lebanon, Mas. Nah, memang kita lihat bagaimana Indonesia juga terus-menerus mengirimkan
02:09pasukan di berbagai negara, tapi tentunya Lebanon ini menjadi puncak atau menjadi tonggak sejarah
02:15yang sangat penting, Mas. Bagaimana pasukan di Unifil ini juga sebenarnya telah direncanakan oleh PBB
02:23untuk dikirimkan pasukan terakhirnya aktifasi untuk misi perdamaian di Unifil sendiri, sebenarnya memang sudah direncanakan
02:32sebelum kejadian atau peristiwa ini terjadi, ini sudah direncanakan untuk berakhir masa mandatnya pada akhir 2026 ini, Mas.
02:44Jadi, itu yang harus kita lihat juga. Namun, memang bagaimana kita lihat Indonesia hingga saat ini masih terus-terus berkomitmen
02:51serta kita dengar juga bagaimana hari ini beberapa jam yang lalu juga terjadi kembali
02:58sebuah hal yang kita sangat sayangkan, begitu terjadi lagi sebuah serangan meskipun Alhamdulillahnya tidak menimbulkan
03:07korban jiwa, namun korban luka juga menyesar juga pada pasukan Indonesia, Mas Tifal.
03:13Oke, tapi kalau belajar dari insiden ini, Mbak, tiga prajurit kita gugur dalam kondisi yang bahkan tidak ikut melancarkan agresi
03:24di saat itu
03:24apakah kemudian layak Indonesia mempertimbangkan untuk menyumbang lagi atau menyumbang kontribusi di Unifil ini?
03:32Walaupun di sisi lain, dalam kesempatan terpisah, saya saat itu meliput di DPR,
03:36T.B. Hasanuddin, anggota Komisi 1 DPR, menilai bahwa tidak bisa langsung serta-merta menarik pasukan yang ada sekarang
03:44atau menahan itu karena kontribusi kita cukup besar juga secara jumlah setidaknya di Unifil ini.
03:49Kalau Anda melihatnya perlu ditarik, perlu ditahan dulu atau gimana?
03:54Baik, Mas. Sebenarnya betul saya setuju dengan yang disampaikan oleh Pak T.B. Hasanuddin bahwa ini memang sangat complicated ya,
04:00Mas.
04:00Jadi tidak bisa serta-merta kita memutuskan untuk menarik begitu.
04:03Karena kalau kita dengar bahwa salah satu statement yang disampaikan oleh Panglima adalah untuk misalnya menjaga keselamatan pasukan,
04:11keselamatan diri begitu ya, misalnya untuk berlindung di bunker dan lain sebagainya.
04:15Kita harus melihat juga bahwa mandat ini adalah mandat yang memang telah dilaksanakan sejak lama begitu.
04:22Dan kita lihat bahwa memang dalam konteks korban misalnya, korban yang terjadi di misi Unifil ini juga tidak hanya menyasar
04:33Indonesia saja.
04:33Misalnya kita lihat bagaimana setelah tiga prajurit terbaik ini gugur begitu, juga terjadi serangan yang sama di lokasi di Unifil
04:44juga pada kontingen Perancis misalnya.
04:47Dan ini terjadi pada beberapa hari yang lalu misalnya.
04:50Dan bahkan diserang prajurit atau kontingen Perancis di Unifil juga diserang selama tiga kali oleh tentara Israel.
04:57Dan ini, insiden ini misalnya juga membuat bahkan komandan dari Perancis dan juga Finlandia yang gabungan ini langsung melaporkan ke
05:09Dewan Keamanan PBB.
05:12Yang bahkan menyebut dengan terminologi atau menyebut dalam statementnya adalah sebuah tindakan yang agresif.
05:18Dan kita lihat bagaimana perwakilan tetap Perancis di PBB pun Indonesia menjadi, Indonesia diwakil oleh perwakilan tetap kita di PBB
05:27juga telah memberikan statement yang cukup kertas terhadap Israel.
05:32Dalam konteks ini kita memberikan kedua negara termasuk Indonesia dan Perancis begitu telah melaporkan kepada Dewan Keamanan dan juga mengeluarkan
05:41statement yang cukup keras dalam hal ini.
05:43Menunjukkan bagaimana secara diplomatik kita juga meminta pertanggung jawaban dari Israel untuk bagaimana tetap ada mandat ini atau misalnya Unifil
05:56ini tetap baik begitu mas.
05:59Maksudnya ketika mandat ini diberikan tentu saja memiliki tugas-tugas.
06:04Nah salah satu bentuknya memang tidak dapat memberikan perlawanan yang sifatnya...
06:10Oke Mbak Fauzia sorry saya potong dulu di situ, kita coba lanjutkan lagi nanti tapi kami akan tunjukkan visual termasuk.
Komentar

Dianjurkan