00:00Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam penugasan di Satgas Unifil Lebanon.
00:06Kami sampaikan kembali, tiga jenazah yang sudah tiba di gedung VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ini
00:16akan segera menjalani prosesi persemayaman dan penyerahan kepada pihak keluarga untuk kemudian segera dimakamkan.
00:26Dan rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di tiga daerah berbeda.
00:31Mayor Infantri Zumi Aditya Iskandar, Kobda Farizal Ramadan, dan Serka Muhammad Nur Ikhwan.
00:41Kami akan coba elaborasi lagi soal prosesi ini kemudian bagaimana kita coba memaknai
00:51kontribusi Indonesia dalam Satgas Unifil ini bersama pendeliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
01:00Fauzia Cempaka Timur.
01:01Mbak Cempaka, dengan Tifal di sini selamat malam.
01:05Selamat malam Mas Tifal.
01:06Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
01:08Ini baru awal dari rangkaian, tapi sejauh mana kemudian Anda memaknai, menilai, menganalisis
01:18posisi kita Indonesia di Satgas Unifil, negara kedua yang berkontribusi secara jumlah pasukan
01:25di Satgas Unifil, tugasnya jelas tidak main-main di Lebanon yang sampai dengan saat ini
01:30masih agresinya masih cukup intens di situ.
01:33Sejauh mana Anda memaknai itu?
01:35Betul, Mas Tifal. Jadi memang Indonesia saat ini hingga dari sejak lama telah menjadi
01:42penyumbang pasukan perdamaian terbesar dan salah satu yang terbesar adalah di Lebanon.
01:48Kita telah mendapatkan banyak sekali penghargaan dari internasional, dari PBB maupun dari Lebanon
01:56sendiri yang menghargai bagaimana pasukan-pasukan terbaik kita telah berkontribusi pada perdamaian
02:03di Lebanon, Mas. Nah, memang kita lihat bagaimana Indonesia juga terus-menerus mengirimkan
02:09pasukan di berbagai negara, tapi tentunya Lebanon ini menjadi puncak atau menjadi tonggak sejarah
02:15yang sangat penting, Mas. Bagaimana pasukan di Unifil ini juga sebenarnya telah direncanakan oleh PBB
02:23untuk dikirimkan pasukan terakhirnya aktifasi untuk misi perdamaian di Unifil sendiri, sebenarnya memang sudah direncanakan
02:32sebelum kejadian atau peristiwa ini terjadi, ini sudah direncanakan untuk berakhir masa mandatnya pada akhir 2026 ini, Mas.
02:44Jadi, itu yang harus kita lihat juga. Namun, memang bagaimana kita lihat Indonesia hingga saat ini masih terus-terus berkomitmen
02:51serta kita dengar juga bagaimana hari ini beberapa jam yang lalu juga terjadi kembali
02:58sebuah hal yang kita sangat sayangkan, begitu terjadi lagi sebuah serangan meskipun Alhamdulillahnya tidak menimbulkan
03:07korban jiwa, namun korban luka juga menyesar juga pada pasukan Indonesia, Mas Tifal.
03:13Oke, tapi kalau belajar dari insiden ini, Mbak, tiga prajurit kita gugur dalam kondisi yang bahkan tidak ikut melancarkan agresi
03:24di saat itu
03:24apakah kemudian layak Indonesia mempertimbangkan untuk menyumbang lagi atau menyumbang kontribusi di Unifil ini?
03:32Walaupun di sisi lain, dalam kesempatan terpisah, saya saat itu meliput di DPR,
03:36T.B. Hasanuddin, anggota Komisi 1 DPR, menilai bahwa tidak bisa langsung serta-merta menarik pasukan yang ada sekarang
03:44atau menahan itu karena kontribusi kita cukup besar juga secara jumlah setidaknya di Unifil ini.
03:49Kalau Anda melihatnya perlu ditarik, perlu ditahan dulu atau gimana?
03:54Baik, Mas. Sebenarnya betul saya setuju dengan yang disampaikan oleh Pak T.B. Hasanuddin bahwa ini memang sangat complicated ya,
04:00Mas.
04:00Jadi tidak bisa serta-merta kita memutuskan untuk menarik begitu.
04:03Karena kalau kita dengar bahwa salah satu statement yang disampaikan oleh Panglima adalah untuk misalnya menjaga keselamatan pasukan,
04:11keselamatan diri begitu ya, misalnya untuk berlindung di bunker dan lain sebagainya.
04:15Kita harus melihat juga bahwa mandat ini adalah mandat yang memang telah dilaksanakan sejak lama begitu.
04:22Dan kita lihat bahwa memang dalam konteks korban misalnya, korban yang terjadi di misi Unifil ini juga tidak hanya menyasar
04:33Indonesia saja.
04:33Misalnya kita lihat bagaimana setelah tiga prajurit terbaik ini gugur begitu, juga terjadi serangan yang sama di lokasi di Unifil
04:44juga pada kontingen Perancis misalnya.
04:47Dan ini terjadi pada beberapa hari yang lalu misalnya.
04:50Dan bahkan diserang prajurit atau kontingen Perancis di Unifil juga diserang selama tiga kali oleh tentara Israel.
04:57Dan ini, insiden ini misalnya juga membuat bahkan komandan dari Perancis dan juga Finlandia yang gabungan ini langsung melaporkan ke
05:09Dewan Keamanan PBB.
05:12Yang bahkan menyebut dengan terminologi atau menyebut dalam statementnya adalah sebuah tindakan yang agresif.
05:18Dan kita lihat bagaimana perwakilan tetap Perancis di PBB pun Indonesia menjadi, Indonesia diwakil oleh perwakilan tetap kita di PBB
05:27juga telah memberikan statement yang cukup kertas terhadap Israel.
05:32Dalam konteks ini kita memberikan kedua negara termasuk Indonesia dan Perancis begitu telah melaporkan kepada Dewan Keamanan dan juga mengeluarkan
05:41statement yang cukup keras dalam hal ini.
05:43Menunjukkan bagaimana secara diplomatik kita juga meminta pertanggung jawaban dari Israel untuk bagaimana tetap ada mandat ini atau misalnya Unifil
05:56ini tetap baik begitu mas.
05:59Maksudnya ketika mandat ini diberikan tentu saja memiliki tugas-tugas.
06:04Nah salah satu bentuknya memang tidak dapat memberikan perlawanan yang sifatnya...
06:10Oke Mbak Fauzia sorry saya potong dulu di situ, kita coba lanjutkan lagi nanti tapi kami akan tunjukkan visual termasuk.
Komentar