00:03Mas Andi, jadi kenapa Iran menargetkan target yang non-militer?
00:06Katakanlah, Abah Tel, kalau kemudian ada 18 perusahaan teknologi yang juga tengah disasar.
00:11Ya, karena yang diinginkan memang perang yang berlanjut.
00:15Itu satu pembelajaran ketika melihat perang-perangnya Amerika Serikat pasca Perang Dunia Kedua.
00:22Begitu perangnya menjadi attrition, dilakukan oleh pihak yang lebih lemah,
00:26nanti suara dukungan publik di Amerika Serikat yang akan melemah.
00:31Itu terjadi betul, kelihatan betul di perang Vietnam.
00:34Ya, ini sekarang kemarin sudah ada gerakan masif di kota-kota Amerika Serikat
00:40yang mereka tidak menginginkan Trump berubah menjadi raja, knocking, dan seterusnya.
00:45Ya, menunjukkan harus balik dari dukungan terhadap perang,
00:50karena perangnya sudah melebihi dari apa yang dibayangkan bahwa ini akan menjadi perang yang singkat.
00:56Nah, bagi Iran sekarang, tactical aimnya itu sederhana.
01:03Buat Amerika Serikat tidak bisa menerjunkan pasukan darat sampai bulan Mei.
01:09Nah, begitu bulan Mei itu tidak bisa diterjunkan,
01:12dan Iran langsung sadar bahwa tidak akan ada eskalasi signifikan
01:15sampai nanti kira-kira bulan November atau bahkan bulan Desember.
01:18Ya, karena akhirnya perhitungan perang yang paling dasar
01:24itu tetap perhitungan klosuit tentang pasukan infanteri.
01:28Kalau pasukan infanterinya lelah, tidak bisa bergerak.
01:32Kalau pasukan infanterinya memang kemudian kondisi fisiknya drop drastis,
01:37karena faktor cuaca, faktor suhu,
01:40perang tidak akan bisa dijalankan.
01:41Nah, yang menjadi menarik di Epic Fury ini,
01:45karena kemudian pasukan infanterinya,
01:47pembuatan keputusannya dibantu oleh AI.
01:50Ya, Palantir, Maven, dan seterusnya.
01:52Pasukan infanterinya punya batas fisik lelahan,
01:55AI-nya tidak pernah lelah.
01:57Jadi, ada dua pertimbangan yang maju-mundur.
02:01Pasukan infanterinya, Angkatan Darat Amerika Serikat bilang,
02:03enggak, ini tidak bisa.
02:05Sementara AI-nya akan tetap mencari
02:07binari-bunari baru untuk mencari celah-celah baru.
02:10Bagus, bagaimana kita menjelaskan
02:12strategi perang asimetrik yang dilakukan oleh Iran ini?
02:14Apakah begitu memang membuat
02:17Amerika Serikat sendiri kebingungan?
02:20Membayar yang mahal untuk pengorbanan yang murah.
02:24Drone murah, rudal murah,
02:26berhadapan dengan penangkis yang mahal.
02:28Sudah jelas.
02:29Tekor nih sekarang sudah habis.
02:31Kemudian, serangan ekonomi.
02:33Jadi, yang ditekan dengan blackmail-nya,
02:36menutup Selat Hormuz dan memastikan Amerika
02:39enggak berdaya untuk menghancurkan apapun itu
02:42membuat, kalau Iran sampai ekonomi yang ambruk,
02:45ya dunia juga ikut ambruk.
02:47Kenapa?
02:48Karena dia tahu bahwa yang lewat di Hormuz itu
02:51bukan hanya minyak.
02:52Di sana ada minyak itu 20%.
02:54LEG 30%, pupuk 30% dunia.
02:58Helium, bahan untuk membuat IC itu dari situ.
03:02Kemudian, belerang.
03:04Kemudian, banyak hasil byproduct dari itu yang dibutuhkan dunia.
03:08Bahkan untuk plastik, aspal, semua di lewat sana.
03:11Artinya, yield-nya Amerika itu naik bukan hanya karena minyak.
03:14Makanya, nanti silakan itu Hormuz dipakai,
03:18silakan nanti diurus sama lain-lain.
03:19Saya enggak ngurus, itu betul.
03:21Karena makin Amerika cawis-cawis itu, makin masalah bagi dia.
03:25Nah, sekarang asimetri apa?
03:26Itu asimetrinya.
03:28Jadi, selama ini kan yang dibunuhi sama Amerika itu kan,
03:32ahli nuklir, ahli militer.
03:35Justru yang sukses adalah perang ekonomi.
03:38Tim perang ekonominya Iran,
03:41itu adalah lulusan Harvard dan Stanford.
03:43Presidennya lulusan Stanford.
03:44Mereka tahu betul apa yang membuat Amerika sakit
03:47dengan cara ini, cara diteken, diperes.
03:50Sekarang semua serangan, rudal, apapun drone,
03:54itu adalah tujuannya membuat sakit Amerika di bidang ekonomi.
03:57Memastikan tidak berdaya.
03:58Seperti tadi jelasin Pak Andi,
04:00itu hab-habnya semua,
04:01hab-hab dari Google, Amazon,
04:05dan semua yang ada di Timur-Tengah itu dibubarkan semua,
04:08diserang semua, orangnya enggak berani datang,
04:10dan kan pergi semua itu orang nasipil Amerika itu diperintahkan.
04:14Ya memang perang asimetri itu begitu.
04:15Nyata asimetri itu aspeknya bukan hanya senjatanya murah mahal,
04:19tapi juga efek ekonominya,
04:22efek diplomasi, dan efek lainnya.
04:24Efek informasinya.
04:25Makanya butuh serangan darat,
04:27karena efek-efek lainnya itu bukan sekedar,
04:29dapat apa serangan darat,
04:30dapatnya banyak.
04:31Bisa jadi film, bisa jadi apapun itu,
04:34yang membuat masyarakat Amerika tidak terlalu khawatir.
04:37Oh dia sukses, dia apa.
04:38Jadi dia perlu simbol-simbol untuk kesuksesan itu.
04:41Perang informasi, persepsinya, gitu.
04:43Profik, kalau menurut Profik sendiri,
04:46kenapa yang diserang adalah non-militer?
04:48Apakah ini upaya mengimbangi serangan yang belakangan terjadi ke Teheran maupun Isfahan?
04:52Ya, yang pasti adalah gini ya,
04:54kalau ditanya ini,
04:56Trump perang darat ke Iran,
04:57strategi atau bunuh diri,
04:59kalau menurut saya, itu bunuh diri.
05:01Apalagi dengan jangka waktu yang sangat singkat ya,
05:05Trump itu mengatakan 2-3 minggu.
05:07Ya, ini saya juga bingung juga.
05:09Seorang chief of command,
05:12dia bicara soal berapa lama.
05:15Artinya, sekarang bagi Iran,
05:17kalau dia bertahan 2-3 minggu,
05:20berarti dia bisa menangkan perang.
05:22Karena dia posisinya adalah bertahan,
05:24bukan menyerang.
05:26Justru yang menyerang ini,
05:28kalau 2-3 minggu
05:30nggak selesai,
05:31berarti kita tahu siapa yang kalah.
05:33Itu yang pertama.
05:34Yang kedua,
05:362-3 minggu ini akan dimanfaatkan oleh Trump,
05:39satu-satunya yang bisa dilakukan adalah
05:42perang udara.
05:43Bukan perang darat.
05:45Perang udara,
05:46melakukan serangan-serangan yang masif,
05:49yang tidak terkontrol,
05:52tidak menyesuaikan dengan ketentuan
05:54yang ada dalam hukum perang,
05:56hukum humaniter internasional.
05:58Ingat,
05:59Pete Hexed mengatakan bahwa
06:01bagi kita,
06:03tentara Amerika,
06:04kamu habisi.
06:06Siapapun di depan Anda.
06:08Itu ada seorang jenderal yang mengatakan,
06:11ini nih,
06:13jenderal Amerika Serikat,
06:14ini nih,
06:15calon war kriminal.
06:17Karena apa?
06:18Dia mengatakan.
06:20Nggak ada itu.
06:20Kalau misalnya dalam perang itu,
06:22harus ada yang namanya
06:24prinsip diskriminatif.
06:26Membedakan antara sipil dengan militer.
06:28Instalasi sipil dengan militer.
06:31Begitu.
06:31Tapi kalau ini,
06:33dia akan serang habis-habisan,
06:35misalnya,
06:36instalasi listrik.
06:38Kita tahu bahwa itu sebenarnya
06:40sangat penting bagi
06:42rakyat Iran.
06:43Kan gitu.
06:44Sipil,
06:45masa mau diserang?
06:47Jembatan kemarin.
06:48Tapi,
06:49alasan dari pihak Amerika Serikat,
06:51oh,
06:52jembatan itu digunakan
06:53untuk mengangkut
06:55berbagai bahan
06:56untuk pembuatan drone,
06:59dan lain sebagainya.
06:59itu kan menurut saya
07:03aturan itu
07:03dijadikan justifikasi
07:05seolah-olah
07:05diperbolehkan.
07:06Tapi ingat,
07:08biasanya kalau dalam konteks perang ini,
07:11pergi ke peradilan itu
07:12setelah perang ini usai.
07:13Dan,
07:14kita tentukan
07:15siapa yang kalah.
07:16Yang kalah itu,
07:17itu yang akan harus berhadapan
07:19dengan
07:20peradilan.
07:21Oleh karena itu,
07:23kalau saya melihat,
07:24memang dua, tiga
07:25minggu ke depan ini,
07:27Trump akan habis-habisan.
07:29Dia ingin
07:30mengglorifikasi
07:31bahwa
07:33kita telah
07:34melakukan
07:34serangan-serangan
07:35yang
07:36sangat luar biasa.
07:38Nah,
07:38ini kalau misalnya
07:39masyarakat internasional
07:40diam,
07:42kita marah.
07:44Termasuk kita Indonesia,
07:45kalau kita tidak bisa
07:47keras mengatakan
07:48bahwa
07:49perang yang dilakukan oleh
07:51Amerika Serikat
07:52dan Israel,
07:53ini bertentangan
07:54dengan hukum perang,
07:56hukum humanitas internasional,
07:57dan kita maunya
07:58diam-diam saja,
08:02itu berarti
08:02kita
08:03salah.
08:06Aturan ada,
08:08tapi kalau kita
08:09tidak berteriak,
08:11maka kita yang salah.
08:13Maka saya harap
08:14pemerintah Indonesia
08:15berani untuk bicara,
08:20mengatakan
08:21bahwa perang ini
08:22adalah perang
08:23yang ilegal,
08:25perang yang bertentangan
08:26dengan hukum perang,
08:28hukum humanitas internasional,
08:30dan
08:31kita harus
08:32ada di belakang
08:33Iran.
08:35Demikian juga
08:36negara-negara besar,
08:38mereka harus
08:39ada di belakang
08:40Iran,
08:40karena mereka tahu
08:41mereka tidak
08:43mau dilibatkan oleh
08:44Trump,
08:44karena perang
08:45yang dilakukan oleh
08:46Amerika Serikat
08:47dan Israel
08:47adalah perang
08:49yang ilegal.
08:50Seperti itu.
08:51Baik.
08:53Jadi, Pak Kurtubi,
08:55baik Israel
08:56maupun Iran
08:57sama-sama menyerang
08:58depot minyak.
08:58Apakah Anda setuju
08:59bahwa ini merupakan
09:00perang rantai pasok?
09:03Kesehatan Pak Kurtubi?
09:05Oh, Pak Kurtubi.
09:06Kenapa diulang?
09:07Jadi,
09:08baik Iran
09:08maupun Israel
09:09sama-sama
09:10menyerang
09:11depot minyak.
09:12Apakah ini artinya
09:13mereka memang
09:13tengah berperang
09:14rantai pasok?
09:15Ya,
09:16jadi,
09:17mereka tahu bahwa
09:18minyak ini
09:19punya peran yang
09:20sangat penting
09:20di setiap negara.
09:22Kalau perang ini
09:23dihancurkan,
09:23apa nama,
09:24sumber minyaknya
09:26dihancurkan,
09:26dirusak,
09:27dihambat,
09:28mereka akan
09:29menderita.
09:30Itu sudah
09:30umum ya.
09:32Sehingga,
09:32khusus untuk kita,
09:34ya,
09:35intinya bagaimana
09:36kita ini
09:39jangan sampai
09:40tergantung
09:41begitu besar
09:42terhadap
09:43minyak
09:43Middle East,
09:44minyak dari mana,
09:46jangan sampai
09:46mau negara
09:47segede Indonesia
09:48masak,
09:49nge-impor minyak
09:49begitu besar
09:50sekarang ini,
09:51sehingga berakibat
09:52kepada nanti
09:53harga BBM
09:54akan naik,
09:54akan naik.
09:55Padahal kita punya
09:57potensi yang
09:57sangat
09:58besar di dalam
10:00negeri
10:00karena tata
10:01kelola yang salah
10:02menyebabkan kita
10:02menderita ini.
10:04Satu,
10:04kedua,
10:04kita juga punya
10:05sumber daya
10:06energi lain,
10:07uranium,
10:08thorium,
10:08yang sampai detik ini
10:10nggak dimanfaatkan.
10:12Kita mustinya
10:12bisa membangun
10:14pembangkit listrik
10:14tenaga nuklir,
10:15PLTN,
10:17ya,
10:17yang sangat
10:18bagus untuk
10:19kepentingan industri.
10:21Nggak bisa juga
10:22dikembangkan sampai sekarang
10:23karena kesalahan
10:24pemerintah.
10:25Mustinya
10:26pemerintah
10:27yang sekarang ini
10:28segera
10:29memproklamirkan,
10:31memanfaatkan
10:32uranium
10:32sama thorium
10:33yang ada di Indonesia
10:34dimanfaatkan
10:35untuk membangun
10:36listrik dari
10:37tenaga nuklir.
10:39Contohnya
10:39seperti itu,
10:40nggak juga
10:40sampai sekarang
10:42akhirnya apa?
10:43Ketergantungan
10:44energi kita
10:44luar biasa
10:45tergantung dari luar.
10:46Itu yang terjadi.
10:47Harusnya ada
10:48kesiapan energi ya?
10:49Harus ada.
10:49Sampai saya kembali
10:50saudara,
10:51tetap di Bola Liar.
10:52Terima kasih.
10:53Terima kasih.
Komentar