Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 55 menit yang lalu


KOMPAS.TV - Strategi Iran yang menargetkan objek nonmiliter sebagai bagian dari perang asimetris. Gubernur Lemhannas 2022-2023 Andi Widjajanto menjelaskan bahwa serangan terhadap target nonmiliter merupakan bagian dari strategi perang jangka panjang Iran untuk menciptakan konflik berkepanjangan.

Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana menilai bahwa potensi eskalasi militer AS, khususnya melalui serangan udara masif, berisiko melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, seperti pembedaan antara target sipil dan militer.

Baca Juga Panas! Iran Balas Ancaman AS, Luncurkan Rudal Bertuliskan Kecaman untuk Trump di https://www.kompas.tv/internasional/660767/panas-iran-balas-ancaman-as-luncurkan-rudal-bertuliskan-kecaman-untuk-trump



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660804/menebak-langkah-trump-akhiri-perang-dengan-iran-di-tengah-tekanan-global-bola-liar
Transkrip
00:03Mas Andi, jadi kenapa Iran menargetkan target yang non-militer?
00:06Katakanlah, Abah Tel, kalau kemudian ada 18 perusahaan teknologi yang juga tengah disasar.
00:11Ya, karena yang diinginkan memang perang yang berlanjut.
00:15Itu satu pembelajaran ketika melihat perang-perangnya Amerika Serikat pasca Perang Dunia Kedua.
00:22Begitu perangnya menjadi attrition, dilakukan oleh pihak yang lebih lemah,
00:26nanti suara dukungan publik di Amerika Serikat yang akan melemah.
00:31Itu terjadi betul, kelihatan betul di perang Vietnam.
00:34Ya, ini sekarang kemarin sudah ada gerakan masif di kota-kota Amerika Serikat
00:40yang mereka tidak menginginkan Trump berubah menjadi raja, knocking, dan seterusnya.
00:45Ya, menunjukkan harus balik dari dukungan terhadap perang,
00:50karena perangnya sudah melebihi dari apa yang dibayangkan bahwa ini akan menjadi perang yang singkat.
00:56Nah, bagi Iran sekarang, tactical aimnya itu sederhana.
01:03Buat Amerika Serikat tidak bisa menerjunkan pasukan darat sampai bulan Mei.
01:09Nah, begitu bulan Mei itu tidak bisa diterjunkan,
01:12dan Iran langsung sadar bahwa tidak akan ada eskalasi signifikan
01:15sampai nanti kira-kira bulan November atau bahkan bulan Desember.
01:18Ya, karena akhirnya perhitungan perang yang paling dasar
01:24itu tetap perhitungan klosuit tentang pasukan infanteri.
01:28Kalau pasukan infanterinya lelah, tidak bisa bergerak.
01:32Kalau pasukan infanterinya memang kemudian kondisi fisiknya drop drastis,
01:37karena faktor cuaca, faktor suhu,
01:40perang tidak akan bisa dijalankan.
01:41Nah, yang menjadi menarik di Epic Fury ini,
01:45karena kemudian pasukan infanterinya,
01:47pembuatan keputusannya dibantu oleh AI.
01:50Ya, Palantir, Maven, dan seterusnya.
01:52Pasukan infanterinya punya batas fisik lelahan,
01:55AI-nya tidak pernah lelah.
01:57Jadi, ada dua pertimbangan yang maju-mundur.
02:01Pasukan infanterinya, Angkatan Darat Amerika Serikat bilang,
02:03enggak, ini tidak bisa.
02:05Sementara AI-nya akan tetap mencari
02:07binari-bunari baru untuk mencari celah-celah baru.
02:10Bagus, bagaimana kita menjelaskan
02:12strategi perang asimetrik yang dilakukan oleh Iran ini?
02:14Apakah begitu memang membuat
02:17Amerika Serikat sendiri kebingungan?
02:20Membayar yang mahal untuk pengorbanan yang murah.
02:24Drone murah, rudal murah,
02:26berhadapan dengan penangkis yang mahal.
02:28Sudah jelas.
02:29Tekor nih sekarang sudah habis.
02:31Kemudian, serangan ekonomi.
02:33Jadi, yang ditekan dengan blackmail-nya,
02:36menutup Selat Hormuz dan memastikan Amerika
02:39enggak berdaya untuk menghancurkan apapun itu
02:42membuat, kalau Iran sampai ekonomi yang ambruk,
02:45ya dunia juga ikut ambruk.
02:47Kenapa?
02:48Karena dia tahu bahwa yang lewat di Hormuz itu
02:51bukan hanya minyak.
02:52Di sana ada minyak itu 20%.
02:54LEG 30%, pupuk 30% dunia.
02:58Helium, bahan untuk membuat IC itu dari situ.
03:02Kemudian, belerang.
03:04Kemudian, banyak hasil byproduct dari itu yang dibutuhkan dunia.
03:08Bahkan untuk plastik, aspal, semua di lewat sana.
03:11Artinya, yield-nya Amerika itu naik bukan hanya karena minyak.
03:14Makanya, nanti silakan itu Hormuz dipakai,
03:18silakan nanti diurus sama lain-lain.
03:19Saya enggak ngurus, itu betul.
03:21Karena makin Amerika cawis-cawis itu, makin masalah bagi dia.
03:25Nah, sekarang asimetri apa?
03:26Itu asimetrinya.
03:28Jadi, selama ini kan yang dibunuhi sama Amerika itu kan,
03:32ahli nuklir, ahli militer.
03:35Justru yang sukses adalah perang ekonomi.
03:38Tim perang ekonominya Iran,
03:41itu adalah lulusan Harvard dan Stanford.
03:43Presidennya lulusan Stanford.
03:44Mereka tahu betul apa yang membuat Amerika sakit
03:47dengan cara ini, cara diteken, diperes.
03:50Sekarang semua serangan, rudal, apapun drone,
03:54itu adalah tujuannya membuat sakit Amerika di bidang ekonomi.
03:57Memastikan tidak berdaya.
03:58Seperti tadi jelasin Pak Andi,
04:00itu hab-habnya semua,
04:01hab-hab dari Google, Amazon,
04:05dan semua yang ada di Timur-Tengah itu dibubarkan semua,
04:08diserang semua, orangnya enggak berani datang,
04:10dan kan pergi semua itu orang nasipil Amerika itu diperintahkan.
04:14Ya memang perang asimetri itu begitu.
04:15Nyata asimetri itu aspeknya bukan hanya senjatanya murah mahal,
04:19tapi juga efek ekonominya,
04:22efek diplomasi, dan efek lainnya.
04:24Efek informasinya.
04:25Makanya butuh serangan darat,
04:27karena efek-efek lainnya itu bukan sekedar,
04:29dapat apa serangan darat,
04:30dapatnya banyak.
04:31Bisa jadi film, bisa jadi apapun itu,
04:34yang membuat masyarakat Amerika tidak terlalu khawatir.
04:37Oh dia sukses, dia apa.
04:38Jadi dia perlu simbol-simbol untuk kesuksesan itu.
04:41Perang informasi, persepsinya, gitu.
04:43Profik, kalau menurut Profik sendiri,
04:46kenapa yang diserang adalah non-militer?
04:48Apakah ini upaya mengimbangi serangan yang belakangan terjadi ke Teheran maupun Isfahan?
04:52Ya, yang pasti adalah gini ya,
04:54kalau ditanya ini,
04:56Trump perang darat ke Iran,
04:57strategi atau bunuh diri,
04:59kalau menurut saya, itu bunuh diri.
05:01Apalagi dengan jangka waktu yang sangat singkat ya,
05:05Trump itu mengatakan 2-3 minggu.
05:07Ya, ini saya juga bingung juga.
05:09Seorang chief of command,
05:12dia bicara soal berapa lama.
05:15Artinya, sekarang bagi Iran,
05:17kalau dia bertahan 2-3 minggu,
05:20berarti dia bisa menangkan perang.
05:22Karena dia posisinya adalah bertahan,
05:24bukan menyerang.
05:26Justru yang menyerang ini,
05:28kalau 2-3 minggu
05:30nggak selesai,
05:31berarti kita tahu siapa yang kalah.
05:33Itu yang pertama.
05:34Yang kedua,
05:362-3 minggu ini akan dimanfaatkan oleh Trump,
05:39satu-satunya yang bisa dilakukan adalah
05:42perang udara.
05:43Bukan perang darat.
05:45Perang udara,
05:46melakukan serangan-serangan yang masif,
05:49yang tidak terkontrol,
05:52tidak menyesuaikan dengan ketentuan
05:54yang ada dalam hukum perang,
05:56hukum humaniter internasional.
05:58Ingat,
05:59Pete Hexed mengatakan bahwa
06:01bagi kita,
06:03tentara Amerika,
06:04kamu habisi.
06:06Siapapun di depan Anda.
06:08Itu ada seorang jenderal yang mengatakan,
06:11ini nih,
06:13jenderal Amerika Serikat,
06:14ini nih,
06:15calon war kriminal.
06:17Karena apa?
06:18Dia mengatakan.
06:20Nggak ada itu.
06:20Kalau misalnya dalam perang itu,
06:22harus ada yang namanya
06:24prinsip diskriminatif.
06:26Membedakan antara sipil dengan militer.
06:28Instalasi sipil dengan militer.
06:31Begitu.
06:31Tapi kalau ini,
06:33dia akan serang habis-habisan,
06:35misalnya,
06:36instalasi listrik.
06:38Kita tahu bahwa itu sebenarnya
06:40sangat penting bagi
06:42rakyat Iran.
06:43Kan gitu.
06:44Sipil,
06:45masa mau diserang?
06:47Jembatan kemarin.
06:48Tapi,
06:49alasan dari pihak Amerika Serikat,
06:51oh,
06:52jembatan itu digunakan
06:53untuk mengangkut
06:55berbagai bahan
06:56untuk pembuatan drone,
06:59dan lain sebagainya.
06:59itu kan menurut saya
07:03aturan itu
07:03dijadikan justifikasi
07:05seolah-olah
07:05diperbolehkan.
07:06Tapi ingat,
07:08biasanya kalau dalam konteks perang ini,
07:11pergi ke peradilan itu
07:12setelah perang ini usai.
07:13Dan,
07:14kita tentukan
07:15siapa yang kalah.
07:16Yang kalah itu,
07:17itu yang akan harus berhadapan
07:19dengan
07:20peradilan.
07:21Oleh karena itu,
07:23kalau saya melihat,
07:24memang dua, tiga
07:25minggu ke depan ini,
07:27Trump akan habis-habisan.
07:29Dia ingin
07:30mengglorifikasi
07:31bahwa
07:33kita telah
07:34melakukan
07:34serangan-serangan
07:35yang
07:36sangat luar biasa.
07:38Nah,
07:38ini kalau misalnya
07:39masyarakat internasional
07:40diam,
07:42kita marah.
07:44Termasuk kita Indonesia,
07:45kalau kita tidak bisa
07:47keras mengatakan
07:48bahwa
07:49perang yang dilakukan oleh
07:51Amerika Serikat
07:52dan Israel,
07:53ini bertentangan
07:54dengan hukum perang,
07:56hukum humanitas internasional,
07:57dan kita maunya
07:58diam-diam saja,
08:02itu berarti
08:02kita
08:03salah.
08:06Aturan ada,
08:08tapi kalau kita
08:09tidak berteriak,
08:11maka kita yang salah.
08:13Maka saya harap
08:14pemerintah Indonesia
08:15berani untuk bicara,
08:20mengatakan
08:21bahwa perang ini
08:22adalah perang
08:23yang ilegal,
08:25perang yang bertentangan
08:26dengan hukum perang,
08:28hukum humanitas internasional,
08:30dan
08:31kita harus
08:32ada di belakang
08:33Iran.
08:35Demikian juga
08:36negara-negara besar,
08:38mereka harus
08:39ada di belakang
08:40Iran,
08:40karena mereka tahu
08:41mereka tidak
08:43mau dilibatkan oleh
08:44Trump,
08:44karena perang
08:45yang dilakukan oleh
08:46Amerika Serikat
08:47dan Israel
08:47adalah perang
08:49yang ilegal.
08:50Seperti itu.
08:51Baik.
08:53Jadi, Pak Kurtubi,
08:55baik Israel
08:56maupun Iran
08:57sama-sama menyerang
08:58depot minyak.
08:58Apakah Anda setuju
08:59bahwa ini merupakan
09:00perang rantai pasok?
09:03Kesehatan Pak Kurtubi?
09:05Oh, Pak Kurtubi.
09:06Kenapa diulang?
09:07Jadi,
09:08baik Iran
09:08maupun Israel
09:09sama-sama
09:10menyerang
09:11depot minyak.
09:12Apakah ini artinya
09:13mereka memang
09:13tengah berperang
09:14rantai pasok?
09:15Ya,
09:16jadi,
09:17mereka tahu bahwa
09:18minyak ini
09:19punya peran yang
09:20sangat penting
09:20di setiap negara.
09:22Kalau perang ini
09:23dihancurkan,
09:23apa nama,
09:24sumber minyaknya
09:26dihancurkan,
09:26dirusak,
09:27dihambat,
09:28mereka akan
09:29menderita.
09:30Itu sudah
09:30umum ya.
09:32Sehingga,
09:32khusus untuk kita,
09:34ya,
09:35intinya bagaimana
09:36kita ini
09:39jangan sampai
09:40tergantung
09:41begitu besar
09:42terhadap
09:43minyak
09:43Middle East,
09:44minyak dari mana,
09:46jangan sampai
09:46mau negara
09:47segede Indonesia
09:48masak,
09:49nge-impor minyak
09:49begitu besar
09:50sekarang ini,
09:51sehingga berakibat
09:52kepada nanti
09:53harga BBM
09:54akan naik,
09:54akan naik.
09:55Padahal kita punya
09:57potensi yang
09:57sangat
09:58besar di dalam
10:00negeri
10:00karena tata
10:01kelola yang salah
10:02menyebabkan kita
10:02menderita ini.
10:04Satu,
10:04kedua,
10:04kita juga punya
10:05sumber daya
10:06energi lain,
10:07uranium,
10:08thorium,
10:08yang sampai detik ini
10:10nggak dimanfaatkan.
10:12Kita mustinya
10:12bisa membangun
10:14pembangkit listrik
10:14tenaga nuklir,
10:15PLTN,
10:17ya,
10:17yang sangat
10:18bagus untuk
10:19kepentingan industri.
10:21Nggak bisa juga
10:22dikembangkan sampai sekarang
10:23karena kesalahan
10:24pemerintah.
10:25Mustinya
10:26pemerintah
10:27yang sekarang ini
10:28segera
10:29memproklamirkan,
10:31memanfaatkan
10:32uranium
10:32sama thorium
10:33yang ada di Indonesia
10:34dimanfaatkan
10:35untuk membangun
10:36listrik dari
10:37tenaga nuklir.
10:39Contohnya
10:39seperti itu,
10:40nggak juga
10:40sampai sekarang
10:42akhirnya apa?
10:43Ketergantungan
10:44energi kita
10:44luar biasa
10:45tergantung dari luar.
10:46Itu yang terjadi.
10:47Harusnya ada
10:48kesiapan energi ya?
10:49Harus ada.
10:49Sampai saya kembali
10:50saudara,
10:51tetap di Bola Liar.
10:52Terima kasih.
10:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan