Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memasuki pekan kelima sejak perang di Iran meletus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah semakin melemahkan kekuatan Iran.

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu waktu setempat, Trump menyebut telah melenyapkan angkatan laut dan melumpuhkan angkatan udara Iran.

Untuk membahas perkembangan perang Iran dan Amerika Serikat, simak dialog KompasTV bersama pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga AS Ancam Invasi Darat, Iran: Tak Akan Ada Pasukan Musuh Yang Selamat! | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/660805/as-ancam-invasi-darat-iran-tak-akan-ada-pasukan-musuh-yang-selamat-kompas-malam

#iran #as #militer #perang

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660806/blak-blakan-pengamat-intelejen-bahas-kans-perang-darat-as-vs-iran-siapa-lebih-kuat
Transkrip
00:00Untuk membahas perkembangan perang Iran dan Amerika Serikat, kita sudah bersama dengan pengamat intelijen dan keamanan UI, Stanislaus Rianta.
00:08Selamat malam, Mas Stanis.
00:11Selamat malam.
00:12Mas Stanis, kemarin Trump bilang akan menyerang Iran dengan skala serangan yang lebih besar dalam 2 hingga 3 pekan ke
00:20depan.
00:20Apakah ini sebagai sinyalmen kode invasi darat akan dilakukan?
00:25Ya, ini kan sudah masuk ke fase perang propaganda, pus perang propaganda dan perang propaganda.
00:33Jadi, masing-masing pihak saling melakukan propaganda terkait kekuatannya dan terkait dengan ancamannya juga.
00:42Jadi, ini memang sudah nampak sekali bahwa fasenya sudah pada perang di udara.
00:47Tapi, kita lihat bahwa saat ini Amerika juga mulai terjadi kekacauan di internal angkatan daratnya.
00:54Terjadi pergantian beberapa perwira-perwira senior di angkatan darat ini cukup mengejutkan karena mendekati seperti omongannya Trump yang akan melakukan
01:04invasi.
01:05Tetapi, justru terjadi pergantian di angkatan darat.
01:08Jadi, ini hal yang aneh itu.
01:09Sementara di Iran sendiri, walaupun pada serangan pertama itu membuat beberapa pemimpinnya tewas, 30-an tewas.
01:18Tapi, nampak tidak ada goncangan di dalam strukturnya.
01:24Jadi, ini dua kekuatan yang mungkin dari strukturnya yang berbeda, tapi menunjukkan kekuatan masing-masing.
01:31Masih hanya akan propaganda atau akan lebih terrealisasi invasi darat ini?
01:39Sampai kapan, Mas Tanis?
01:41Ya, kan ini kan sudah mulai, Amerika sudah menunjukkan tangga-tanda juga, sudah mulai mengirimkan kapal.
01:48Kemudian juga, pasukan Amerika di kawasan Teluk itu kan ada sekitar 40-50 ribu.
01:53Kemudian sudah mengklaim akan menunjukkan pasukan Linut, 8-2.
01:56Itu diukap-ukapkan terus.
01:58Dan kemudian persiapan ditunjukkan oleh Amerika.
02:01Mereka menggunakan media-media untuk menunjukkan kekuatannya.
02:03Jadi, ini nampak, Amerika ingin menunjukkan seriusnya.
02:06Nah, tapi kita lihat bahwa Iran juga tidak gentar.
02:10Dia juga semacam akan menyambut jika terjadi invasi darat.
02:14Dan milisi Iran itu cukup banyak jumlahnya.
02:18Jika satu juta mereka siap.
02:20Dan tidak mudah melakukan invasi di darat.
02:22Apalagi jika mengatakan akan melakukan penerjunan dengan pasukan Linut.
02:26Orang yang terjun itu tidak membawa senjata berat.
02:29Senjatanya pasti akan ringan.
02:31Nah, ini berbahaya sebenarnya.
02:32Iran akan menyambut itu.
02:33Dan saya yakin bahwa Amerika juga akan menghitung-hitung apakah dia menggunakan invasi darat melalui pantai.
02:40Atau mau menggunakan pasukan lintas udara.
02:43Ini pasti akan dihitung-hitung dengan cermat.
02:44Dan saya kira tidak semudah seperti yang disampaikan Trump.
02:48Bahwa dia akan masuk kemudian dia bisa menguasai itu.
02:50Tidak semudah itu.
02:51Karena Iran juga mempunyai pasukan yang cukup kuat.
02:53Jadi ketika Iran menyatakan jika berani invasi darat, musuh tak akan selamat.
02:59Itu sudah diperhitungkan dengan matang dengan mempertimbangkan kekuatan Iran sendiri.
03:05Ya, saya yakin itu.
03:06Karena apa?
03:07Tidak mudah melakukan operasi lintas udara di daerah yang milisi dan tentaranya siap.
03:14Mereka siap penyambut.
03:15Dalam arti semacam membuat killing ground, semacam tempat pertempuran yang sudah disiapkan oleh Iran.
03:20Ini cukup berbahaya bagi pasukan Amerika.
03:24Kalau misalnya menggunakan opsi lain, misalnya pendaratan pantai juga pasti sudah disiapkan penyambutannya seperti apa.
03:31Saya kira ini lebih pada kertakan Trump supaya Iran lebih melunak dengan negosiasi.
03:38Saya melihat seperti itu.
03:39Karena kalau misalnya sampai terjadi invasi di daerah, ini pertarungan cukup besar.
03:44Apalagi di internal Amerika, di negara Amerika, yang menentang juga banyak.
03:49Yang menentang perang ini cukup banyak.
03:51Saya kira cukup berat bagi Trump untuk melaksanakan hal ini.
03:54Iran tak akan menanggapi soal gertakan Trump tadi untuk negosiasi?
03:59Ya, Iran menanggapi tapi bukan menanggapi untuk negosiasi, tapi menanggapi untuk melawan.
04:04Jadi Iran nampak tidak menunjukkan ketakutannya.
04:06Mereka justru siap-siap untuk menyambut dan menunjukkan bahwa di internal negara mereka cukup kuat dan kopak untuk menghadapi ini.
04:16Apakah Anda melihat juga ini yang beberapa kali dibahas ada tampak kegamangan, kebingungan dari seorang Donald Trump untuk mengakhiri perang
04:25ini.
04:25Bahkan ada ancaman juga keluar dari NATO, Mas Tanis.
04:31Ya, tidak mudah posisi Trump.
04:33Dia nampak sekali bahwa banyak yang menentang di internalnya.
04:38Dan dia juga melihat bahwa negara-negara sekutunya itu tidak serus membantu.
04:42Saya lihat, dia tidak serus membantu.
04:43Dan saya yakin masing-masing negara juga punya perhitungan masing-masingnya.
04:47Punya perhitungan jika dilipatkan di dalam perang ini.
04:50Walaupun Trump di atas petas menang persenjataan.
04:54Kita lihat di global air power Amerika nomor satu.
04:56Semangat sekutunya yang mendukung ini Israel nomor 15, kemudian Iran nomor 16.
05:00Harusnya secara persenjataan menang.
05:02Tetapi perang ini bukan masalah senjata saja.
05:05Jadi ada masalah lain.
05:06Jadi misalnya nanti berada pada depan, Iran mempunyai ideologi.
05:11Punya milisi yang ideologinya kuat.
05:13Mereka perang bukan hanya untuk sekedar menggunakan senjata.
05:16Tapi Iran itu milisinya siap untuk mati.
05:20Untuk memenangkan ini.
05:21Ini yang tidak dimiliki oleh Amerika.
05:23Jadi saya kira tidak mudah dengan, walaupun hanya dengan senjata.
05:27Tidak mudah memenangkan perang ini.
05:29Karena secara politik, kemudian secara ekonomi.
05:31Trump juga mempunyai tekanan yang cukup luar biasa.
05:33Kalau tadi kan memang Amerika Serikat berada di peringkat pertama sebagai armada tempur, persenjataan.
05:39Tapi jika melihat perang yang sudah berlangsung selama lebih dari satu bulan.
05:43Untuk saat ini sebetulnya bagaimana Anda melihat peta kekuatan Amerika Serikat?
05:48Apakah ini yang direncanakan Iran pernah akan memakan biaya yang mahal?
05:54Ya justru agak anomali ketika dia sebagai negara dengan kekuatan nomor satu untuk global air power.
06:01Tetapi tidak cepat untuk menundukkan Iran.
06:05Masih ini sudah hampir satu bulan juga Iran belum nampak tanda-tanda kekalahan.
06:09Ini berarti menunjukkan bahwa ternyata Iran bisa mengimbang itu.
06:12Jadi ini harusnya menjadi koreksi atau introspeksi dari Amerika.
06:16Ternyata perang hanya menggunakan senjata, menggunakan senjata.
06:20Itu tidak cukup.
06:21Jadi perlu menggunakan kekuatan lain.
06:24Saya kira Amerika mengajak negara-negara sekutunya di kawasan teluk untuk bersama-sama menghadapi Iran.
06:31Mengajak NATO juga.
06:32Tetapi nampak enggan.
06:34Dan Iran juga melancarkan balasan-balasan selangan-selangan kepada negara-negara yang bersekutu dengan Amerika.
06:40Pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara teluk diserang oleh Iran.
06:44Dan negara NATO juga pasti akan menghitung-hitung ulang jika membantu Amerika.
06:48Karena rudal Iran itu menjangkau negara-negara NATO tersebut.
06:54Sementara Amerika itu jauh dari jangkauan rudal Iran.
06:57Dia mungkin tenang-tenang saja di negaranya.
06:59Tetapi negara-negara NATO itu di dalam jangkauan rudal Iran.
07:02Pasti akan berpikir ulang ketika nanti membantu Amerika.
07:05Oh oke.
07:06Mas Tanis, ini terakhir.
07:08Jadi dengan kondisi yang ada saat ini.
07:10Apakah adakan perang berakhir dalam waktu yang dekat?
07:15Saya melihat bahwa perang akan berakhir bukan karena adu senjata.
07:20Tapi perang akan berakhir nanti ketika Trump mendapat tekanan politik dan tekanan ekonomi yang cukup kuat.
07:25Itu akan menjadi pertimbangan utamanya, bukan masalah senjata.
07:30Oke.
07:30Baik.
07:31Terima kasih pengamat intelijen dan keamanan UI.
07:33Tanis Laus, Rianta telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan