- 1 jam yang lalu
- #haji
- #indonesia
- #arab
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia kembali mendapatkan kuota haji terbesar. Tahun ini menjadi yang pertama penyelenggaraan haji dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah, bukan lagi Kementerian Agama seperti sebelumnya.
Lantas, bagaimana kesiapan penyelenggaraan haji di tengah memanasnya konflik Amerika SerikatIsrael dan Iran?
Jurnalis KompasTV Adisty Larasati membahasnya bersama:
M. Irfan Yusuf - Menteri Haji dan Umrah
Marwan Dasopang - Ketua Komisi VIII DPR
Fadlul Imansyah - Kepala BPKH
Mustolih Siradj - Ketua Komnas Haji
Firman M Nur - Ketum Amphuri
Simak pembahasannya dalam program Haji Outlook. Tayang Rabu, 1 April 2026 pkl 20.30 WIB, hanya di KompasTV.
#haji #indonesia #arab
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/660381/full-menteri-irfan-yusuf-bicara-3-skenario-pelaksanaan-haji-di-tengah-konflik-timur-tengah
Lantas, bagaimana kesiapan penyelenggaraan haji di tengah memanasnya konflik Amerika SerikatIsrael dan Iran?
Jurnalis KompasTV Adisty Larasati membahasnya bersama:
M. Irfan Yusuf - Menteri Haji dan Umrah
Marwan Dasopang - Ketua Komisi VIII DPR
Fadlul Imansyah - Kepala BPKH
Mustolih Siradj - Ketua Komnas Haji
Firman M Nur - Ketum Amphuri
Simak pembahasannya dalam program Haji Outlook. Tayang Rabu, 1 April 2026 pkl 20.30 WIB, hanya di KompasTV.
#haji #indonesia #arab
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/660381/full-menteri-irfan-yusuf-bicara-3-skenario-pelaksanaan-haji-di-tengah-konflik-timur-tengah
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:05Selamat malam, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:00:08Musim haji 2026 sudah di depan mata.
00:00:12Haji tahun ini akan menjadi tonggak sejarah baru.
00:00:16Tidak hanya bagi bangsa Indonesia,
00:00:18tapi secara khusus untuk Kementerian Haji dan juga Umroh.
00:00:22Sebagai Kementerian baru,
00:00:24pelaksanaan haji 2026 adalah pelaksanaan dan pelayanan haji pertama
00:00:29bagi Kementerian ini.
00:00:32Di bawah pimpinan Menteri Haji dan Umroh,
00:00:34Mohamed Irfan Yusuf,
00:00:36dan Wakil Menteri, Daniel Anzar Simanjuntak,
00:00:39kita akan sama-sama mendengar
00:00:41bagaimana kesiapan pelaksanaan haji dan pelayanan
00:00:45terhadap 221 ribu jemaah haji Indonesia
00:00:49yang akan memenuhi panggilan Allah tahun ini
00:00:53dan melaksanakan Rukun Islam kelima.
00:00:56Inilah program khusus Haji Outlook 2026.
00:01:00Bersama saya, Hadi Stilarasati.
00:01:07Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:01:25Terima kasih.
00:01:25Al-Fatihah
00:01:55Saudi sampai saat ini Alhamdulillah dalam keadaan aman, dalam keadaan stabil di dalam dunia kita dan berkaitan dengan haji terus
00:02:03tetap berjalanan sesuai dengan rencana atau planning yang telah ditetapkan pemerintah kajian Saudi dan tentu sampai saat ini itulah update
00:02:12yang kita berikan.
00:02:42Alhamdulillah
00:02:52Alhamdulillah
00:02:54Alhamdulillah
00:03:23Alhamdulillah
00:03:25Alhamdulillah
00:03:28Alhamdulillah
00:03:36Alhamdulillah
00:03:37Nah saya ingin ke Gus Irfan dulu, Gus Irfan ini kan tahun 2026 di bawah Kementerian Haji dan Umroh begitu
00:03:45ini menjadi sorotan publik betul-betul pelaksanaan ibadah haji di tahun 2026 ini. Kita ingin tahu dulu bagaimana kesiapan pelaksanaan
00:03:53ibadah haji 2026 ini Gus Irfan?
00:03:55Alhamdulillah
00:04:24Alhamdulillah
00:04:25April masuk asrama, tanggal 22, penerbangan pertama ke Saudi.
00:04:30Itu untuk loter pertama ya?
00:04:31Loter pertama.
00:04:33Lalu bagaimana soal juga kesiapan petugas haji?
00:04:36Kapan kemudian mulai diberangkatkan?
00:04:38Petugas haji secara bergilir akan diberangkatkan sebelum jama' haji berangkat.
00:04:43Jadi ada yang mereka bertugas di Madinah maupun di Bandara,
00:04:47sudah pasti harus berangkat lebih dahulu dalam rangka menyambut kedatangan jama' haji kita.
00:04:52Sekitar 16, 17, 18 sudah ada yang boleh berangkat.
00:04:56Oke jadi kalau untuk petugas haji, untuk pertama itu ada 16 sampai 17 April ya?
00:05:03Dan baru kemudian calon jama'ah di 21 April.
00:05:0622 April begitu ya.
00:05:09Nah ini juga menjadi tantangan tersendiri di bawah kepemimpinan Anda.
00:05:13Apa yang kemudian menjadi pembeda?
00:05:16Tentu ada konsentrasi khusus di bawah kementerian Anda saat ini.
00:05:20Tentu, Kementerian Haji dan Umroh tahun ini hanya berbicara dan bekerja khusus untuk haji saja.
00:05:30Berbeda dengan yang dulu.
00:05:31Dan yang berbeda adalah bahwa tahun ini pertengahan Ramadan semua sudah selesai.
00:05:39Visa sudah 95% keluar.
00:05:42Berbeda tahun lalu mungkin menjelang pemberangkatan pun masih banyak visa yang belum keluar.
00:05:47Yang berbeda lagi adalah bahwa kartu nusuk insya Allah akan kita bagikan di Indonesia.
00:05:55Oke jadi untuk kartu nusuk akan dibagikan di Indonesia tidak seperti tahun sebelumnya?
00:05:59Betul, betul.
00:06:01Kita minta syarikat yang dua syarikat itu untuk menyiapkan untuk membagi kartu nusuk di Indonesia.
00:06:07Mereka juga kita minta membuka kantor di Jakarta.
00:06:11Supaya komunikasi kita dengan mereka bisa lebih lancar.
00:06:15Sejauh ini koordinasi juga kepada petugas haji termasuk juga ke calon jemaah haji soal nusuk dan juga syarikat ini sudah
00:06:23dikomunikasikan?
00:06:24Sudah kita komunikasikan dalam proses manasik.
00:06:29Kita ada manasik tingkat kejamatan, ada manasik tingkat keupaten dan itu kita sampaikan juga kepada jemaah haji kita.
00:06:36Saya juga ingin bertanya kepada Pak Marwan.
00:06:39Pak Marwan ini kan kalau dari Komisi 8 DPR RI tentu saja semakin intensif ya untuk membahas bagaimana soal kesiapan
00:06:46haji bersama dengan Kementerian Haji dan juga Umroh.
00:06:49Bahkan Gus Irvan sudah mengatakan ini persiapannya sudah 99 persen insya Allah tinggal waktu pelaksanaannya saja yang kemudian kita harapkan
00:06:58berjalan dengan lancar.
00:06:59Nah bagaimana Komisi 8 DPR RI melihat di bawah kepemimpinan Kementerian Haji dan Umroh soal pelaksanaan hibadah haji 2026 khususnya
00:07:09untuk persiapannya Pak Marwan?
00:07:10Oke sebelum bicara dengan kesiapan Menteri Haji yang sekarang.
00:07:18Pelaksanaan hibadah haji 2026 ini dalam persepsi masyarakat harus sempurna.
00:07:27Karena anggapan sebelum-sebelumnya itu penuh dengan persoalan dan masalah.
00:07:34Kenapa begitu?
00:07:36Karena Menteri Agama tidak saja mengurusi haji, mengurusi urusan agama, mengurusi pendidikan dan lain-lain.
00:07:44Sekarang muncul Menteri khusus urusan haji dan umroh.
00:07:49Maka harus sempurna.
00:07:52Tantangan ini tidak mudah.
00:07:54Karena yang kita hadapi tetap saja sama.
00:07:59Maka karena itu Komisi 8 tidak saja memposisikan sebagai pengawas.
00:08:06Menuju kesempurnaan itu kami turut serta mendukung.
00:08:11Karena itu langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Haji.
00:08:16Adakah tanda-tanda menuju kesempurnaan?
00:08:19Seperti yang disebutkan oleh Menteri Haji tadi.
00:08:22Satu ditandai dengan pemisahan sudah hampir 100%.
00:08:27Mungkin ada sekitar 28 atau berapa lagi kira-kira begitu.
00:08:32Itu saya kira dibanding periode lalu ini luar biasa.
00:08:38Yang berikutnya persiapan, kesiapan jamaah berangkat setiap embarkasi.
00:08:44Kami sudah menandainya langkah-langkah yang dilakukan oleh Menteri Haji sudah pada jalur yang tepat.
00:08:53Namun demikian persoalan haji bukan hanya di awal atau persiapan, tapi nanti di pelaksanaan.
00:09:03Dalam sejarah, problem perhajian kita tidak pernah sama dari tahun ke tahun.
00:09:11Ada saja yang berubah.
00:09:12Maka karena itu kami meminta Menteri Haji mencermati ini semua.
00:09:24Hotel, catering, kemudian armusna, persoalannya berbeda-beda saja.
00:09:31Maka harus diidentifikasi persoalan.
00:09:34Kami sudah ingatkan ini, karena di dalam sejarah itu seperti tadi, tidak pernah sama yang kita hadapi dari tahun ke
00:09:42tahun.
00:09:42Selalu berbeda.
00:09:45Masyarakat kita yang sudah menganggap Menteri Haji ini akan menyajikan yang sempurna pelaksanaan ibadah haji, itu tidak mudah.
00:09:58Nah, maka di lapangan, di manapun, di haram, di hotel, atau di mana, tidak boleh ada yang cacat.
00:10:07Cacat itu di mana munculnya? Di medsos.
00:10:10Begitu muncul di medsos, itu tantangannya luar biasa.
00:10:14Tapi saya kira perlu juga disampaikan ke masyarakat, sempurna itu tidak mudah untuk urusan haji.
00:10:22Yang mau kita urus ini ratusan ribu.
00:10:25Dua ratus dua puluh satu ribu.
00:10:27Dua ratus dua puluh satu ribu.
00:10:28Ya, yang regulernya dua ratus tiga ribu.
00:10:32Dua ratus tiga ribu, 18 ribu haji khusus.
00:10:34Nah, ini jamah yang kita bawa.
00:10:37Banyak yang awam juga tentang perjalanan ke luar negeri.
00:10:41Apalagi menghadapi, ya soklah.
00:10:43Begitu sampai tidak pernah ke luar negeri, tidak pernah bertemu dengan orang yang berbeda wajahnya.
00:10:50Kemudian bahasa yang berbeda.
00:10:52Maka karena itu, kita semua, ayolah kita sampaikan ke masyarakat kita, pelaksanaan haji yang sempurna itu tidak mudah.
00:11:02Ada saja di lapangan.
00:11:03Maka kami komisi delapan sudah mengingatkan setiap tahapan satu ke tahapan lain supaya diantisipasi berbagai persoalan yang muncul.
00:11:14Semua permasalahan ini bisa dimitigasi dengan adanya kesiapan yang benar-benar maksimal dan optimal ya, Gus Irfan ya?
00:11:24Ya.
00:11:24Saya ingin ke Pak Firman dulu.
00:11:26Pak Firman, ini kalau kita lihat ya sebagai Ketua Ampuri, haji ini kan tidak hanya diisi oleh jemaah haji reguler.
00:11:33Tapi juga kita tahu ada jemaah haji khusus.
00:11:37Nah, bagaimana kemudian Ampuri melihat kesiapan jelang puncak haji tahun ini?
00:11:42Ya, pertama adalah betul haji khusus memiliki kuota 8 persen yang tahun ini dengan kuota 221 ribu, 8 persen darinya
00:11:52adalah haji khusus jumlahnya 17.680 jemaah haji khusus.
00:11:57Dan Alhamdulillah sebagaimana disampaikan di Agus Irfan tadi, kami termasuk kuota nasional sebetulnya.
00:12:02Dan cukup bangga juga koordinasi dan arahan dari kematian haji yang luar biasa.
00:12:06Kita haji khusus dengan 7 user, karena peraturan untuk haji khusus ini harus miliki user.
00:12:13Dan kami terbagi atas 7 user, setiap user minimal 2 ribu.
00:12:17Kita punya timeline yang sangat ketat dan didorong terus oleh Kementerian Haji Saudi Arabia.
00:12:23Namun dengan arahan dan bantuan dan koordinasi bersama Kementerian Haji Republik Indonesia, timeline tersebut kamat dapat kami penuhi sebagaimana yang
00:12:32telah ditetapkan.
00:12:34Yaitu, mendekati 99 persen visa haji khusus pada tanggal 20 Maret kemarin sudah keluar visa hajinya.
00:12:42Oke, jadi sudah keluar untuk visa hajinya.
00:12:44Hanya bersisa sedikit sekali, karena memang haji khusus ini kami juga sebagai PPU.
00:12:49Jadi banyak petugas-petugas kami yang akan berangkat haji tahun ini masih berada di Saudi, jadi visanya belum keluar.
00:12:56Insya Allah dalam beberapa hari ke depan.
00:12:57Jadi ini merupakan salah satu geberangan juga ya, sudah semua beberapa, hampir 100 persen sudah keluar visanya ya.
00:13:04Dan ini kebahagiaan luar biasa Mbak, karena setiap tahun kita dekat dengan visa sebetulnya.
00:13:08Nah itu dia yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya.
00:13:11Tahun ini Alhamdulillah semuanya sudah selesai.
00:13:13Itu adalah progres yang cukup baik begitu ya, ketika kemudian soal pengurusan visa ini bisa hampir rampung 100 persen menjelang
00:13:21pelaksanaan ibadah haji.
00:13:23Inilah yang kemudian menjadi tantangan di tahun sebelumnya kan?
00:13:25Ya, memang apa yang kita lakukan ini selalu berkomunikasi dengan teman-teman di Kementerian Haji Saudi.
00:13:35Mereka juga berkaca belajar pada kasus-kasus tahun sebelumnya.
00:13:39Kami juga berpelajar dari kasus-kasus sebelumnya, di mana sebagai sebut kan bisa banyak yang keluar menjelang hari perangkatan sehingga
00:13:48sangat membingungkan bagi jemaah.
00:13:51Dan Alhamdulillah tahun ini bisa kita selesaikan semuanya pertengahan Ramadan.
00:13:56Masya Allah ini menjadi apa ya, mudah-mudahan progres yang baik begitu untuk ke depannya.
00:14:02Membuat tenang juga untuk seluruh jemaah ya.
00:14:05Jadi proses visa itu adalah proses akhir dari semua persiapan sebetulnya.
00:14:08Kalau kita bicara artinya di awal harus akomodasi sudah selesai, transportasi sudah selesai, catering sudah selesai, aeropamina sudah selesai.
00:14:17Di ujung buktinya nyal visa dan itu Alhamdulillah bisa dicapai.
00:14:19Jadi kebahagiaan bagi jemaah haji tahun 2026 ini, di saat ini sudah bisa dipastikan sebenarnya bisa dapat akses Pak Menteri
00:14:26mungkin ya, untuk visa haji mereka.
00:14:28Ya Allah, nah saya ini bertanya juga ke Pak Fadul.
00:14:32Pak Fadul ini kan selaku ketua BPKH ya, dalam rilis BPKH pertengahan Maret lalu Anda pernah memastikan dana haji untuk
00:14:40tahun 2026 dalam kondisi aman, kemudian juga liquid.
00:14:44Dan kemudian penyelenggaran ibadah haji ini asetnya bahkan tumbuh sehat mencapai 238,99 triliun pada akhir 2025 lalu.
00:14:54Saya harus catatan ini karena memang ini data begitu ya.
00:14:57Nah BPKH menyambut baik tentunya penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2026 dengan komponen yang dibayar jemaah ini sekitar 54,19
00:15:09juta.
00:15:10Nah sejauh mana kemudian nilai aset dana haji ini ikut berkontribusi dalam persiapan haji Pak Fadul?
00:15:17Ya, dari total nilai manfaat yang kita hasilkan setiap tahunnya, Alhamdulillah tahun ini di akhir 2025 kami menghasilkan sekitar 12
00:15:29triliun rupiah untuk nilai manfaat yang apa namanya dari hasil investasinya.
00:15:35Nah dari 12 triliun rupiah itu memang sesuai dengan sepakatan antara DPR dengan pemerintah itu ada pembagian yang didistribusikan untuk
00:15:47jemaah haji menunggu dan jemaah haji yang berangkat.
00:15:52Tahun 2026 ini jemaah haji yang berangkat itu diberikan nilai manfaat sekitar 33 juta secara rata-rata ya, secara rata
00:16:05-rata nasional karena nanti tergantung embarkasi dari masing-masing jemaah haji.
00:16:09Sementara yang dibayarkan oleh jemaah hajarah 54 juta.
00:16:15Nah kalau berdasarkan ketentuan peraturan dan perundang-undangan kami ini memang harus menjaga dua kali likuiditas BPIH.
00:16:25Contoh misalnya pada tahun ini kita harus mengeluarkan sekitar 17 triliun untuk total pembiayaan penjelan daripada haji yang dilakukan oleh
00:16:36pemerintahan haji dan umroh.
00:16:37Itu kita harus siap sekitar hampir 40 triliun dalam bentuk likuid.
00:16:42Likuid itu artinya tentu saja dalam bentuk penempatan deposito di perbankan syariah di Indonesia.
00:16:48Jadi sejauh ini kami terus ya dari sejak awal hingga saat ini Alhamdulillah kami terus menjaga likuiditas dari keuangan haji.
00:16:58Dan pembayarannya pun saat ini sudah 50 persen kami transfer ke timnya Gus Irfan untuk beberapa pembayaran.
00:17:08Seperti kalau saya tidak salah hotel dan beberapa akomodasi.
00:17:14Kemudian nanti sisanya mungkin yang paling ujung biasanya itu pesawat baru kita bayar di belakang.
00:17:19Jadi so far sih kita tidak ada masalah dengan likuiditas dan tidak ada masalah dengan pengelolaan haji dan juga nilai
00:17:26manfaat yang dihasilkan oleh BPK.
00:17:28Oke ini kita sudah membahas soal bagaimana kesiapan.
00:17:31Mulai dari catering kemudian juga akomodasi pesawat kemudian diarmusnah dan segala macam visa haji.
00:17:38Yang kemudian ini menjadi kita perlu apresiasi juga untuk kementerian haji dan juga umroh.
00:17:42Karena memang kepengurusan untuk visa haji ini tidak mepet begitu ya karena sudah bisa diselesaikan hampir 100 persen begitu ya.
00:17:50Tidak mepet di pelaksanaan ibadah haji gitu keberangkatan para calon jemaah.
00:17:55Nah selain persiapan hotel kemudian akomodasi, transportasi dan tentu saja kesiapan petugas jelang musim haji 2026.
00:18:02Tentu Bapak-Bapak ada hal lain yang kemudian terus jadi perhatian dalam concern semua pihak.
00:18:08Saat ini apalagi kalau bukan soal situasi geopolitik di Timur Tengah.
00:18:15Lalu pertanyaannya bagaimana kemudian kementerian haji dan umroh melihat situasi ini?
00:18:21Kembali di haji outlook 2026 setelah sebelumnya kita sudah membahas bagaimana soal kesiapan dari kementerian haji dan juga umroh.
00:18:29Mulai dari catering kemudian pesawat, makanan, visa haji itu yang kemudian sudah hampir rampung 100 persen sudah kemudian dioptimalkan oleh
00:18:39kementerian haji dan juga umroh.
00:18:41Termasuk juga soal petugas haji kesiapannya.
00:18:43Nah yang kemudian menjadi pertanyaan kita semua adalah soal situasi geopolitik di Timur Tengah yang sampai saat ini masih belum
00:18:52bisa meredah.
00:18:53Dan ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri di bawah kemimpinan Bapak Gus Irfan begitu ya.
00:19:00Kondorullah begitu kita tidak ada yang tahu begitu yang tidak bisa kita kendalikan begitu situasi geopolitik di Timur Tengah.
00:19:06Bagaimana kementerian haji dan juga umroh merespon hal ini termasuk juga soal ada tiga skenario terburuk di sana yang memang
00:19:15sudah disiapkan?
00:19:16Ini memang pertanyaan yang selalu muncul dari berbagai pihak.
00:19:22Apakah kita tetap haji atau tidak?
00:19:26Mbak Disti, waktu nujul Quran di istana kemarin, setelah itu kami, saya dan wakil saya Bang Daniel sempat berkonsultasi dengan
00:19:36Presiden terkait dengan situasi di Timur Tengah.
00:19:39Nah, arahan beliau apapun yang terjadi bagaimana situasinya tentu pertimbangan utama adalah keselamatan dan keamanan jamaah haji kita.
00:19:51Karena itu kita, walaupun sampai hari ini kita persiapkan sudah selesai semua, kita selalu berkoordinasi dengan teman-teman kementerian haji
00:20:02di Saudi maupun Duta Besar Saudi di sini.
00:20:06Kita koordinasi dengan teman-teman kementerian luar negeri kita.
00:20:11Kita tetap menyiapkan berbagai mitigasi yang diperlukan.
00:20:16Ada beberapa skenario, dan skenario yang kita harapkan adalah semuanya aman, kita berangkat semuanya.
00:20:24Di sana aman, pulang dengan aman. Itu harapan kita.
00:20:28Tapi ada berbagai kemungkinan, misalkan kita tiba-tiba situasi buruk, tidak berangkat semuanya.
00:20:36Tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi.
00:20:39Ada skenario kedua, di mana mungkin tidak semua berangkat.
00:20:45Mudah-mudahan juga tidak perlu terjadi.
00:20:48Dan skenario yang ketiga adalah kita tetap berangkat semua, tapi jalur atau perjalanannya berbeda.
00:20:57Agak memutar sedikit, sehingga itu juga akan berpengaruh pada lama penerbangannya.
00:21:05Juga berpengaruh pada kondisi jamah kita.
00:21:08Capek karena mungkin kalau normal kan sekitar 9 jam, kalau harus memutar mungkin harus nambah sekitar 4 jam lagi.
00:21:16Dan yang lebih kita perhatikan juga dengan penambahan waktu penerbangan tentu biaya akan meningkat.
00:21:25Tapi semuanya sudah kita persiapkan.
00:21:28Mudah-mudahan situasi tetap berjalan seperti semula.
00:21:33Seperti sekarang ini, kemantren juga ada surat dari Kementerian Dalam Negeri Saudi bahwa situasinya tidak aman.
00:21:41Dan hari ini pun jamah umroh kita tetap berangkat dan pulang dengan aman, dengan lancar untuk penerbangan-penerbangan direct.
00:21:52Direct artinya tidak harus transit ke negara-negara Timur Tengah lainnya.
00:21:57Dan penerbangan haji kita semuanya direct.
00:22:00Hanya saja saya minta Pak Firman tolong diperhatikan jamah haji khusus karena sebagian besar malah menggunakan penerbangan yang harus transit
00:22:13di Timur Tengah.
00:22:14Itu juga harus diperhatikan mulai sekarang.
00:22:16Mudah-mudahan nanti bisa ada alternatif penerbangan yang lain selain yang transit di Timur Tengah.
00:22:23Nah itu yang kemudian kita harapkan semuanya tidak ada skenario terburuk, kita harapkan semuanya berjalan dengan lancar.
00:22:31Begitu semua jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun bisa kemudian melaksanakan ibadah haji dengan lancar.
00:22:39Begitu ya tidak ada satu kurang apapun.
00:22:41Nah yang kemudian jadi pertanyaan adalah ini, soal kalau tadi jemaah haji reguler insya Allah semuanya nanti akan direct.
00:22:48Tapi kemudian bagaimana dengan jemaah haji khusus sejauh ini komunikasinya seperti apa dan kesiapannya seperti apa?
00:22:55Begitu ya melihat situasi geopolitik kita di Timur Tengah seperti apa?
00:23:00Bagaimana untuk bisa mengkomunikasikan kepada jemaah haji khusus ini?
00:23:05Ya, haji khusus adalah penyelenggaraan khusus lakukan oleh PHK.
00:23:10Mayoritas menggunakan pesawat reguler, baik reguler Garuda, Saudia, atau reguler pesawat lain yang di Timur Tengah, Etihad, Emirat, Qatar, Oman.
00:23:22Dan itu punya porsi yang cukup besar Pak Menteri.
00:23:25Jadi saya juga syukur dalam kesempatan ini bisa melaporkan langsung ke Pak Menteri.
00:23:31Kami sampai saat ini belum ada alternatif lain untuk pilihan-pilihan pesawat menggunakan transit tersebut.
00:23:36Namun karena masih ada waktu sekitar satu bulan lebih, kita akan coba finalisasi nanti Pak Menteri.
00:23:42Kita akan data ulang.
00:23:44Kita harapkan pemerintah, kementerian haji dan umroh dalam hal ini bisa membantu kami untuk mengkoordinasikan dengan Garuda untuk bisa menjadi
00:23:51alternatif.
00:23:52Walaupun saat ini semua pesawat tersebut sudah dibayar dan Luda sudah isu tiket.
00:23:58Cuman kita belum tahu perkembangan sejauh ini.
00:24:00Walaupun beberapa hari terakhir ini kami lihat Pak Menteri untuk kepulangan jamaah umroh bersebagian daripada pesawat yang kemarin cepat tidak
00:24:08terbang.
00:24:11Sudah mulai menerbangkan, jumlahnya sangat terbatas.
00:24:14Namun haji kan sangat rigid sekali waktunya.
00:24:17Tentu nanti kita harapkan koordinasi insya Allah arahan dari Pak Menteri.
00:24:21Kita harapkan berapa yang menggunakan pesawat transit tersebut dan jika kemungkinan agak sulit untuk terbang,
00:24:28kita harapkan kementerian haji bisa koordinasi dengan penerbangan nasional.
00:24:32Kita bisa membantu menyiapkan pesawat tambahan agar jamaah haji yang sudah siap berangkat ini bisa diberangkat-riangkan.
00:24:37Bagaimana Gus Irfan, ada yang bisa dibantu begitu ya soal pas kapai penerbangan begitu soal tadi?
00:24:45Ya, kalau komunikasi tentu kita akan bantu.
00:24:47Tapi tentang kesiapan apakah Garuda sanggup menambah pesawat tentu tergantung kepada Garudanya sendiri.
00:24:56Sementara untuk penerbangan haji reguler kita sendiri, Garuda juga harus menyewa dari tempat lain, dari luar negeri.
00:25:05Sehingga kalau tahu harus mencari tambahan tentu harus jauh-jauh hari.
00:25:11Karena menyewa pesawat tidak semudah menyewa taksi.
00:25:15Nah, itu yang kemudian harus dipersiapkan begitu ya.
00:25:19Nah, ini membahas soal tadi menarik begitu.
00:25:21Ketika situasi geopolitik dan ini harus memutar jalur penerbangan,
00:25:26tentu harus ada kos yang kemudian ditambah begitu ya.
00:25:29Ada kemungkinan potensi, ada penambahan biaya di sana.
00:25:32Bagaimana BPKH melihat ini?
00:25:35Kalau dari kami pada prinsipnya,
00:25:37kami ini kan setiap tahun sudah ada RKAT yang disetujui oleh Komisi 8 DPR RI.
00:25:46Terkait dengan alokasi biaya, alokasi nilai manfaat, dan alokasi beberapa hal yang lain yang perlu disepakati.
00:25:56Nah, sebenarnya kalau dari sisi,
00:25:59kembali lagi kami sampaikan bahwa dari sisi likuiditas, dari sisi keamanan, dari sisi investasi, dan sebagainya itu,
00:26:07Alhamdulillah sampai saat ini kami terus melakukan mitigasi resiko secara konsisten.
00:26:14Nah, oleh karena itu, kalau memang harus ada sesuatu yang menjadi tambahan,
00:26:21tentu saja ini perlu di redesign ulang apa yang sudah kita sepakati dari sisi RKAT-nya.
00:26:28Nah, itu yang mungkin ketentuan peraturan perundang-undangan apa yang perlu disupport dari sisi infrastruktur,
00:26:36itu yang mungkin yang perlu kita jembatani.
00:26:39Tapi kalau dari sisi nilai dana segala macamnya sih, nggak ada isu sih.
00:26:43Oke, saya ke Pemaruan.
00:26:45Pemaruan melihat ini, situasi geopolitik kita tentu,
00:26:48pemerintah Indonesia sudah memastikan bahwa yang paling utama adalah jaminan keamanan dan juga keselamatan
00:26:54bagi seluruh jemaah haji kita, jemaah haji Indonesia.
00:26:57Bagaimana kemudian Komisi 8 DPR RI melakukan pengawasan dan juga pendampingan terkait dengan hal ini?
00:27:04Ya, Komisi 8 ini kan selalu turun ke pemilih.
00:27:08Jadi, psikologi jemaah itu kita tahu apapun persoalannya, berangkat haji.
00:27:14Pasti itu.
00:27:16Maka karena itu kita minta Menteri Haji tetap melakukan langkah-langkah persiapan berangkat secara normal.
00:27:25Tidak ada yang berubah, tetap saja dilakukan.
00:27:29Tapi dalam keadaan normal pun, kita sudah menghadapi tantangan ini sekarang.
00:27:35Karena kemarin diputuskan uptur itu sudah naik nih hampir dua kali lipat.
00:27:46Dolar kita putuskan kursnya itu hanya Rp16.500.000, sekarang sudah Rp17.000.000.
00:27:54Kaitan pertanyaan host tadi ke BPKH, ini pasti ada pertambahan.
00:28:03Kita akan mendengarkan keluhan dari Garuda dan Saudia, pasti.
00:28:07Karena harus memutar kan?
00:28:11Bukan, tanpa memutar pun dalam keadaan normal saja.
00:28:14Karena harga uptur yang disepakati, kemudian dengan kurs yang disepakati,
00:28:20dan itulah diputuskan di panja harganya.
00:28:23Yang disebutkan oleh Pak Padul tadi, di RKAT-nya sudah disebutkan.
00:28:28Tapi ini akan ada tambahan, tidak bisa ngelak kita.
00:28:31Nah, pertama, kalau mau memempaatkan uang yang ada di BPKH,
00:28:37Komisi 8 belum tentu, segera menyetujui, harus hati-hati juga.
00:28:42Karena itu uang jamaah yang akan datang.
00:28:45Tapi kalau mau memakai APBN, tidak ada juga peruntukan APBN untuk jamaah haji.
00:28:53Nah, karena itu kita meminta Menteri Haji berkoordinasi dengan baik,
00:29:00terutama dengan pemerintah.
00:29:02Ya, mungkin bisa dicarikan dari mana.
00:29:05Yang kedua, geopolitik semakin kacau.
00:29:11Kacaunya setelah jamaah ada di sana.
00:29:15Ini yang kita minta Menteri Haji, semuanya ini dilakukan mitigasi.
00:29:21Tidak jadi berangkat, mitigasinya apa?
00:29:24Mitigasinya uang yang sudah kita bayarkan, jangan los, jangan hilang.
00:29:29Harus diberlakukan, di Indonesia ada posmeernya, ada kedaruratannya.
00:29:34Bisa nggak berlaku di sana? Harus bisa.
00:29:37Jangan hilang uang kita.
00:29:39Yang kedua, skenario-nya itu berangkat.
00:29:43Tahu-tahu setelah di sana, terjadi perubahan, semakin memuncak situasi kedaruratan.
00:29:51Tidak bisa pulang segera, karena akan mencari rute baru.
00:29:57Kemudian, bicara itu kan tidak mudah.
00:29:59Melewati udara negara-negara lain kan harus ada koordinasinya.
00:30:03Sementara bisa sudah mau habis, maka karena itu kita minta Menteri Haji dalam keadaan seperti ini, koordinasinya harus lebih meluas.
00:30:15Imigrasi, Menteri Luar Negeri, kemudian yang macam-macam semua itu yang terkait kalau terjadi kedaruratan.
00:30:23Tapi kami masih yakin, ya mudah-mudahan doa para jamaah seluruh dunia, ini akan membaik.
00:30:31Tapi tetap saja yang namanya pasal keamanan dan keselamatan warga negara ini, ini penting pasal.
00:30:42Komisi 8 ikut presiden lah, keselamatan ini penting, keamanan itu penting.
00:30:48Di pasal undang-undang haji pun sama, tujuannya haji Mabarur, tapi nyaman, tenang, seperti itu.
00:30:58Kami menganggap masih tetap saja kita persiapkan dan berangkat di tanggal 22, tapi kita dengarkan dulu 2-3 hari ini,
00:31:12kalau tidak ada yang datang, Alhamdulillah, umpamanya Garuda tenang-tenang saja dengan itu, Alhamdulillah.
00:31:17Nah, tapi kalau dia datang lagi, itu kan akan merombak hasil keputusan panjang.
00:31:24Tidak mudah itu, merubah itu.
00:31:26Nah, selain tidak mudah merubah, hitung-hitungannya juga tidak mudah di sini.
00:31:31Iya, karena akan ada redesign lagi begitu.
00:31:34Iya, karena uangnya kan untuk yang akan datang.
00:31:36Ya, karena anggarannya sebenarnya kan nilai manfaat itu untuk jemaah yang menunggu kan.
00:31:40Ini kan hanya karena ada kebijakan dari parlemen dengan pemerintah untuk supaya direalokasikan untuk yang berangkat.
00:31:48Nah, kalau misalnya...
00:31:49Apalagi ini force major kan?
00:31:50Nah, itu dia.
00:31:51Nah, itu dia.
00:31:52Kalau nanti tidak ada lagi jalan lain, maka tentu kami Komisi 8 akan berkenan juga merombak lagi hasil keputusan ini.
00:32:04Nanti kita hitung seberapa mampunya. Mampunya BPKH berapa, mampunya Garuda berapa.
00:32:11Dalam hitung-hitungan kami ya sekitar tambahan yang dibutuhkan itu sekitar 900 miliar, bahkan 1 triliun.
00:32:19900 miliar?
00:32:20Dengan persoalan kurs dan uptour sekarang ini.
00:32:24Nah, ini yang harus dipikirkan matang-matang begitu.
00:32:27Karena memang ada skenario-skenario yang memang harus dimitigasi.
00:32:30Bagaimana, Kemenhash?
00:32:31Tadi Adisti bilang force major.
00:32:34Di Undang-Undang Haji, Undang 14 tahun 2025 memang disebutkan situasi kedaruratan.
00:32:42Disitu disebutkan bahwa situasi kedaruratan akan ditetapkan oleh Presiden yang berat menetapkan.
00:32:49Ini darurat apa enggak?
00:32:50Kalau sudah ditetapkan darurat, baru kita nanti akan melaksanakan berbagai alternatif-alternatif
00:33:00menghadapi kedaruratan itu.
00:33:02Walaupun sekarang pun kita sudah mulai menyiapkan berbagai kemungkinan-kemungkinan dari kedaruratan yang akan terjadi.
00:33:09Tapi selama belum ada keputusan bahwa ini situasi darurat, tentu tidak akan bisa lakukan hal-hal yang seperti yang disampaikan
00:33:17tadi.
00:33:17Itu artinya sampai menunggu ada keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.
00:33:22Ada deadline kah?
00:33:23Karena ini kan sudah mepet juga ya.
00:33:25Artinya kalau memang sampai pemberangkatan tanggal 22 tidak ada situasi darurat,
00:33:31berarti kita berjalan sesuai dengan skenario awal, semua berjalan dengan baik.
00:33:37Dan itulah harapan kita.
00:33:38Oke, Bung Marwan.
00:33:41Ya tetap Komisi 8 meminta Menteri Haji ini, jadwal yang sudah diputuskan ini terus dilakukan.
00:33:52Tetapi dalam koordinasi memang menyatakan tidak berangkat haji itu bukan Menteri Haji.
00:34:00Tapi Presiden.
00:34:02Karena itu koordinasinya harus terus menerus.
00:34:06Dalam situasi geopolitik seperti ini, tugasnya Menteri Haji memang semakin meluas.
00:34:13Pada saatnya nanti kalau terjadi seperti itu, mau berangkat atau tidak berangkat, koordinasinya harus tetap.
00:34:20Karena situasinya agak berbeda.
00:34:22Nah itulah tantangan yang saya sebutkan tadi untuk Menteri Haji kita.
00:34:26Satu sisi masyarakat berharap sempurna, tapi tiba-tiba dapat tantangan seperti ini.
00:34:32Ini tidak boleh dibiarkan masyarakat itu terlalu berharap sempurna sekali.
00:34:39Tidak mungkin agak berhati.
00:34:40Oke, nanti kita juga akan bahas bagaimana soal ke depannya.
00:34:44Karena kita lihat tentu saja kita berharap pelaksanaan ibadah haji ini berjalan secara lancar.
00:34:50Walaupun memang situasi geopolitik kita memang sedang tidak baik-baik saja.
00:34:55Dan kita berharap kondisinya semakin kondusif, tidak mempengaruhi pelaksanaan ibadah haji yang kemudian kita tahu tinggal sebulan lagi.
00:35:02Tapi selain kondisi geopolitik yang tidak kalah penting, juga yang jadi catatan adalah dari setiap pelaksanaan haji,
00:35:08bagaimana evaluasi dan juga catatan-catatan dari haji musim sebelumnya.
00:35:14Agar tentu saja ada perbaikan menyeluruh di tahun ini.
00:35:48Terima kasih telah menonton!
00:35:55Terima kasih telah menyaksikan Haji Outlook 2026 bersama saya Adi Stilarasati.
00:36:00Tadi kita sudah melihat bersama ada paralaks soal tingkat kepuasan haji dari data BPS ini 88,46 persen sangat memuaskan.
00:36:11Saya ingin ke Pak Firman dulu.
00:36:12Pak Firman, ini menjadi tahun pertama Kementerian Haji dan Umroh melakukan pelaksanaan ibadah haji.
00:36:20Begitu ya, tahun sebelumnya ini masih dibawah Kementerian Agama.
00:36:24Apa yang menjadi catatan Anda yang perlu ada perbaikan secara menyeluruh yang harus dilakukan?
00:36:35Jangan sampai ketika kemarin ada beberapa-beberapa yang perlu ada kekurangan bisa diperbaiki di tahun ini.
00:36:41Kalau menurut Anda?
00:36:41Yang pertama adalah setelah 75 tahun Kementerian Agama melayani penyelenggaraan ibadah haji di Republik ini, tahun 2026 ini kita akan
00:36:51mendapatkan pelayanan pertama dari Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia.
00:36:55Satu hal baik tadi kita mulai bahwasannya proses persiapan jauh lebih cepat.
00:37:00Karena memang Pak Menteri dan hadirin sekalian, sesungguhnya Saudi Arabia melakukan banyak perubahan untuk agar supaya persiapan haji jauh lebih
00:37:10matang dan lebih siap dari awal.
00:37:12Yang disebut dengan timeline yang siapkan oleh Kementerian Haji Saudi Arabia.
00:37:16Dan kita Alhamdulillah, walaupun startnya agak belakang, karena terbentuknya Kementerian ini kan di bulan November ya, September-October.
00:37:29Sedangkan Kementerian Haji Saudi sudah mencanangkan proses persiapan haji semenjak tanggal 12 Julhijjah tahun lalu.
00:37:36Nah ini juga akan berulang pada tahun depan, bahwa sesungguhnya persiapan haji untuk 2027 atau 1448 akan dimulai ketika 12
00:37:47Julhijjah, artinya masih ketika berada di Mina persiapan harus sudah dimulai.
00:37:51Nah menjadi masukan kami adalah tentu karena kita terlambat kemarin memulai, kemampuan pelunasan jamaah sangat tergesa-gesa.
00:37:59Kemampuan pelunasan jamaah?
00:38:00Karena waktu untuk diberi melunasin sangat-sangat pendek.
00:38:05Nah kita berharap dalam kasus haji khusus, ya dengan kuota 17.680 sampai dibuka kesempatan untuk melunasi 55.000 jamaah.
00:38:17Dan itu memang akibat kondisi kita pahami bahwasannya secara ekonomi khususnya kita cukup berat, makanya kemampuan jamaah melunasin agak berat.
00:38:26Namun ketika disepakatin ada Komisi 8 di sini dan DPR, haji khusus kami lihatkan Pak Ketua untuk bisa diberikan fleksibilitas
00:38:35untuk proses.
00:38:35Karena harga di haji khusus luar biasa, kalau reguler tadi hanya membayar sekitar 52 juta, haji khusus 250 ke atas.
00:38:43Jadi perlu persiapan pendanaan yang cukup dan kami berharap di haji khusus bisa dipisahkan prosesnya lebih awal lagi.
00:38:51Nah walaupun nanti prosesnya kan ujung tahapan-tahapan selanjutnya biasa sama.
00:38:54Namun bagi kami ada di haji khusus bagaimana agak kuota ini bisa terpenuhi maksimal.
00:38:59Dan Alhamdulillah tahun ini dengan segala keterbatasan kuota habis.
00:39:04Begitu Pak Mati, luar biasa.
00:39:05Makasih supaya ada fasilitas dari kematian haji yang luya bahasakan.
00:39:08Kuota habis padahal menjelang bulan Ramadan kami masih was-was, masih ada PR cukup besar dan akhirnya bisa terpenuhi.
00:39:17Kan itu adalah gambaran salah satu kesusahan adalah kuota bisa dihabiskan.
00:39:21Nah itu juga Masya Allah ya.
00:39:22Dengan masa tunggu yang panjang dan banyaknya mengantri kita harus bisa menghabiskan.
00:39:26Nah untuk bisa memastikan kuota itu hasil dan persiapan sesuai dengan timeline disiapkan oleh Saudi Arabia.
00:39:32Ini penting untuk kita mampu untuk memenuhi timeline disiapkan oleh Saudi Arabia.
00:39:36Kenapa? Karena jika salah satu tahapan tidak terpenuhi, kuota kita otomatis dikurangi.
00:39:41Dan mulai tahun 2026 ini di haji khusus kami masuk dalam sistem pelayanan bukan J2J.
00:39:47Sebelumnya kami masuk dalam pelayanan mutlak 100% di bawah kementian agama.
00:39:51Waktu itu tentunya dalam saat ini kementian haji.
00:39:53Namun mulai tahun 2026 ini kami sudah semi-private kuotanya dari pemerintah.
00:39:59Namun prosesnya berdiri sendiri tidak dengan Kementerian Haji Indonesia.
00:40:06Kami sudah menghadapi ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Haji Saudi Arabia.
00:40:10Termasuk timelinenya.
00:40:12Termasuk timelinenya.
00:40:13Dan sudah menjadi pelajaran pada tahun 2025.
00:40:16Ada berapa negara karena tidak bisa memenuhi timeline yang sudah ditetapkan kuotanya dipotong.
00:40:23Tentu kalau di Indonesia terjadi kuota tidak terpakai dengan dipotong mendapatkan penalti dari saudara akan menjadi isu cukup besar.
00:40:30Sebagaimana salah satu negara kuotanya sampai dipotong 60 ribu dipotong dikurangi dari kuota yang harus berangkat.
00:40:38Dan itu akan menjadi tantang.
00:40:39Nah ini hal ini yang menjadi masukan kami.
00:40:41Kita berharap sebagaimana Saudi sudah memulai proses haji tahun depan di awal bulan haji.
00:40:48Kita harapkan kita juga menyiapkan yang sama sehingga kita bisa memaksimalkan.
00:40:53Yang kedua adalah tentu persiapan akan jauh lebih baik.
00:40:56Sebagaimana kita ketahui syarat isi toah sangat ditekankan sekarang Pak Menteri.
00:41:00Dan isi toah kesehatan itu bukan proses pendek.
00:41:05Perlu waktu untuk recovery kesehatan.
00:41:07Apalagi untuk calon jemaah haji yang kemudian lansia itu yang kemudian harus benar-benar dipersiapkan betul.
00:41:13Akibat panjangnya antrian 26 tahun saat ini otomatis menjadi lansia jaman yang ngantri.
00:41:19Itu dia.
00:41:20Kalau saya baru daftar haji tahu ini mau pensiun saya baru bisa haji begitu ya.
00:41:25Jadi ini perlu-perlu antisipasi yang lebih baik lagi.
00:41:28Sejika secara isi toah kesehatannya dapat kita mampu.
00:41:30Nah itu dia yang harus menjadi perhatian dan masukan juga dari Pak Firman.
00:41:34Bagaimana kemudian Kementerian Haji merespon hal ini soal timeline.
00:41:37Ya memang seperti sampaikan Pak Firman tadi, kita memulai Kementerian Haji itu memulainya kita dibentuk September tanggal 8.
00:41:47Sementara timelinenya dimulai Julijah.
00:41:51Julijah itu Juni ya.
00:41:53Juni ya.
00:41:53Juni.
00:41:53Artinya kita agak start terlambat.
00:41:56Tapi Alhamdulillah kita berkejaran-kejaran dengan waktu.
00:41:59Kita koordinasi dengan Pak Firman dan kawan-kawan itu mungkin dianggap bersih tegang terus.
00:42:06Sebenarnya dalam rangka untuk kita mengejar target, beliau mengejar target tapi karena berbeda pandangan kadang-kadang seperti bersih tegang.
00:42:14Tapi Alhamdulillah kita semua dapat selesaikan.
00:42:17Itu yang pertama terkait dengan haji khusus.
00:42:20Kalau kita mengajar dengan berbagai masalah tahun lalu, visa yang sering menjelang berangkat belum dapat visa.
00:42:29Bahkan sudah sampai asrama haji pun visa belum keluar.
00:42:32Alhamdulillah tahun ini sudah selesai.
00:42:37Kemudian beberapa jamaah kemarin tidak dapat nusuk, kartu nusuk.
00:42:41Bahkan sudah di Saudi tidak dapat nusuk.
00:42:44Itu juga kita upayakan, kita selesaikan dengan cara kartu nusuk dibagikan di Indonesia sebelum keberangkatan.
00:42:52Kemudian seperti disampaikan Pak Marwan tadi, memang permasalahan itu pasti ada terus dan berpindah-pindah, berganti-ganti.
00:43:08Tapi judulnya tetap sama.
00:43:11Misalkan permasalahan di catering.
00:43:13Tapi catering yang mana itu berbeda lagi.
00:43:16Kalau misalkan tahun pertama permasalahan di cateringnya terlambat.
00:43:21Tahun berikutnya diperbaiki sudah tidak ada yang terlambat tapi mungkin menunya agak kurang menarik.
00:43:26Tahun berikutnya diperbaiki sudah tidak terlambat, sudah menarik.
00:43:30Ada lagi permasalahan itu di, demikian juga di penginapan misalkan.
00:43:36Tahun kemarin penginapannya kurang bersih atau kurang diperbaiki, muncul lagi permasalahan di,
00:43:44tapi ya itu terus mbak.
00:43:46Dan itu juga kita akan upayakan untuk bisa kita perbaiki setiap tahun.
00:43:51Oke itu jawaban dari Kementerian Haji.
00:43:53Kalau Pak Marwan melihat ini bagaimana soal timeline tadi disebutkan.
00:43:57Salah satunya adalah timeline soal pelunasan haji begitu.
00:44:02Ini kan juga menjadi tantangan juga bagi calon jemaah haji, Pak Marwan.
00:44:08Ya, Komisi 8 merasa senang juga dengan kebijakan Saudi yang sudah ada timeline itu.
00:44:15Jadi kan kita tinggal mengikuti.
00:44:17Kalau dulu kan tidak ada seperti itu.
00:44:19Jadi akhirnya molor-molor dan lain-lain.
00:44:21Kalau sekarang sudah ada tahapan-tahapannya, kita tinggal ikuti saja.
00:44:24Nah, sekarang Komisi 8 melihat persiapan yang sudah dilakukan,
00:44:30sudah benar-benar tahap demi tahap sudah terjadi.
00:44:35Kita akan mencermati satu, kuota yang sudah terserap sekarang,
00:44:41203 ribu yang reguler ini.
00:44:47Dalam perjalanan haji selama ini,
00:44:51ternyata setiap tahun masih ada hampir 2 ribuan tidak terpakai.
00:44:54Karena pada saat mau berangkat ada yang meninggal, ada yang sakit, ada macam-macam.
00:44:59Di undang-undang haji yang baru kita sudah membuatkan kalausul,
00:45:03itu boleh dipakai sepanjang masih bisa dilimpahkan ke pihak lain atau keluarga.
00:45:11Kalau sebetulnya menteri haji punya keberanian melimpahkan menjadi haji khusus
00:45:18dan mekanismenya diselesaikan di Saudi,
00:45:20pasal ini sudah memperbolehkan.
00:45:22Tapi belum diatur,
00:45:24karena kita masih khawatir yang dululah kira-kira begitu.
00:45:28Trauma.
00:45:29Trauma masih.
00:45:30Tapi ini tidak boleh disiasiakan.
00:45:32Ada 2 ribu kuota tidak dipakai sementara orang menunggu 28 tahun.
00:45:38Itu tidak boleh.
00:45:39Jadi seperti apapun caranya, kuota ini harus dipakai.
00:45:44Komisi 8 bergeser,
00:45:47sekarang akan mengikuti perjalanan ini,
00:45:50apa yang dilakukan oleh menteri haji tinggal berada di Saudi.
00:45:54Namanya mengenai hotel.
00:45:56Hotel juga sudah kita sepakati ada jarak.
00:45:58Jarak ini jarak ke haram atau jarak ke tempat-tempat ibadah.
00:46:04Ada 2 hal.
00:46:06Satu ke masjid,
00:46:07yang kedua ke tempat jumroh.
00:46:10Itu kita sebut jaraknya.
00:46:12Kami akan menguji besok di dalam pengawasan,
00:46:16jarak hotel ini sudah sesuai keputusan atau tidak.
00:46:22Kemudian di dalam perjalanan selama ini selalu ada saja persoalan di hotel
00:46:28yang disepakati 4 orang dalam satu kamar.
00:46:33Itu nanti tiba-tiba 6 orang dalam satu kamar.
00:46:36Itu kasihan.
00:46:37Kita marah-marah mereka rombak.
00:46:39Tapi begitu kita pergi.
00:46:40Nah ini yang diperlukan juga, yang disebutkan tadi.
00:46:45Persoalan kita selalu berubah.
00:46:48Tapi objeknya hotel.
00:46:50Tapi bermacam-macam persoalannya.
00:46:53Tentu kami juga akan melihat lagi persiapan dan mengawasi mengenai catering.
00:46:58Catering tadi sudah disebutkan.
00:47:01Ya ada kasus tahun lalu terlambat.
00:47:03Tapi diperbaiki itu tinggal menu-nya yang kurang.
00:47:08Selesai ini tidak mencukupi.
00:47:11Ya macam-macam.
00:47:12Ini tentu kita ikuti.
00:47:13Kemudian nanti di Aropah, Larmusna.
00:47:17Ini puncak hajinya.
00:47:19Pertama tahun lalu itu keterlembatan mengangkut jamaah dari hotel ke Aropah.
00:47:25Kami akan cek berulang-ulang nanti persiapan kita.
00:47:28Karena beban ini kan tidak di Menteri Haji saja.
00:47:34Karena akan ada pihak-pihak lain yang memberi layanan di Saudi.
00:47:38Kita akan turut serta nanti.
00:47:39Melihat busnya di mana.
00:47:41Kemudian dipulkan di mana.
00:47:43Bergeraknya bagaimana.
00:47:45Kita ikut membantu Kementerian Haji.
00:47:48Karena ini selalu berulang.
00:47:51Kalau kemarin berangkatnya yang menjadi persoalan.
00:47:55Persoalan sebelumnya persoalannya ada di Musdalipah.
00:47:59Tercecer.
00:48:00Jadi ini perlu kita persiapkan.
00:48:02Pasti akan ada tantangan-tantangan baru begitu ya.
00:48:06Mulai dari jarak hotel.
00:48:09Ketika memang ada jarak yang terlalu jauh.
00:48:12Bus juga kan terbatas begitu.
00:48:14Ada bus tapi kemudian antriannya juga luar biasa.
00:48:18Masya Allah.
00:48:18Guusirvan.
00:48:19Terus kemudian di Armusna.
00:48:21Di Arofa.
00:48:22Di Musdalipah.
00:48:23Tenda.
00:48:24Ada catering.
00:48:25Kapasitas.
00:48:26Kemudian juga ada toilet.
00:48:29Begitu ya.
00:48:29Yang kemudian juga harus diperhatikan.
00:48:31Bagaimana menghadapi dan juga memitigasi ini.
00:48:36Busirvan.
00:48:37Ya.
00:48:38Apa yang disampaikan Pak Marwan tadi.
00:48:42Memang seperti itu.
00:48:43Berbagai permasalahan baru.
00:48:46Walaupun judulnya sama.
00:48:48Sama hotelnya tapi permasalahan beda.
00:48:50Judulnya sama catering.
00:48:52Masalahnya beda.
00:48:53Judulnya sama transport tapi masalahnya beda-beda.
00:48:58Dan itu semua juga menjadi bagian dari mitigasi kita.
00:49:03Persiapan kita.
00:49:04Kami selalu beruntung berkoordinasi terus dengan teman-teman Komisi 8 DPR.
00:49:10Kita berusaha meminimalisir berbagai permasalahan-permasalahan yang mungkin akan muncul di pelayanan haji kita.
00:49:19Termasuk juga soal petugas haji apakah memang ada penambahan dibanding di tahun sebelumnya di tahun ini atau seperti apa?
00:49:26Petugas haji jumlahnya sama.
00:49:28Sama hanya saja komposisi agak berbeda.
00:49:32Petugas dari TNI Polri kita tambah.
00:49:37Petugas perempuan juga kita tambah.
00:49:40Dan persiapannya juga lebih intensif.
00:49:44Seperti yang kita tahu kemarin kita asramakan 20 hari di asrama haji.
00:49:51Kemudian kita tambah, kita isi dengan berbagai hal.
00:49:55Pertama latihan fisik karena haji adalah ibadah yang memerlukan fisik yang kuat.
00:50:01Kemudian disiplin karena petugas haji kita harapkan mereka benar-benar disiplin.
00:50:07Ketiga adalah bonding.
00:50:08Bonding adalah supaya mereka yang akan bertugas di satu titik di sana sudah kenal sejak awal sejak di tanah air.
00:50:18Sehingga mereka bisa begitu ditugasnya sudah ada kedekatan emosional.
00:50:24Sudah bonding sudah bisa bekerja sama.
00:50:25Berbeda dengan tahun lalu mereka kenal saja baru di Saudi.
00:50:29Jadi ya ini salah satu yang terkait dengan komposisi tahun ini ada tag lainnya.
00:50:41Kalau kemarin adalah haji ramah lansia, haji ramah berkebutuhan khusus.
00:50:48Tahun ini ditambah dengan haji ramah perempuan.
00:50:51Haji ramah perempuan.
00:50:52Karena memang jamaah haji kita lebih banyak perempuan.
00:50:56Dan itu bukan sekedar tag lain saja, tapi memang kita aplikasikan.
00:51:02Kita tambah jumlah petugas haji perempuan.
00:51:06Tahun ini hampir 36 persen perempuan.
00:51:09Ini angka terbesar dalam sejarah haji kita.
00:51:13Kemudian termasuk petugas pembimbing ibadah haji, perempuan yang kita perbanyak juga.
00:51:19Karena kita tahu bahwa jamaah haji kita yang perempuan itu tentu
00:51:24kalau mau berdiskusi atau bertanya tentang fikih-fikih keperempuanan
00:51:30tentu lebih nyaman bertanya kepada pembimbing yang sesama perempuan.
00:51:34Itu juga salah satu yang kita lakukan untuk.
00:51:37Di dalam persiapan petugas haji juga kita isi dengan kultur dan kebudayaan Arab.
00:51:43Kita berikan kepada petugas haji kita.
00:51:46Bahasa Arab juga kita berikan walaupun bukan bahasa Arab yang penuh standar,
00:51:51paling tidak bahasa Arab yang bisa dibuat berkomunikasi secara kasar.
00:51:56Itu soal petugas haji begitu ya.
00:51:59Bagaimana dengan yang juga menjadi tolak kur adalah ketika puncak haji diarmusna.
00:52:03Persiapan yang tadi saya sebutkan soal tenda, kemudian toilet umum termasuk juga soal catering.
00:52:09Itu yang kemudian harus ada perbaikan-perbaikan lagi.
00:52:12Armusna sebagian besar ditangani oleh syarikat.
00:52:18Termasuk cateringnya dan tempat-tempatnya.
00:52:23Karena itu kita selalu komunikasi dengan dua syarikat ini
00:52:28untuk menyiapkan ketiga tempat ini armusna dengan sebaik-baiknya.
00:52:33Termasuk kita minta penambahan toilet-toilet terutama di Mina.
00:52:38Nah, toilet ini selama ini toilet buang air besar dan air kecil campur dari satu itu membuat panjang antrian.
00:52:48Kita minta tolonglah dibagi lagi ada tambahan khusus toilet yang untuk buang air kecil sendiri
00:52:53sehingga lebih cepat bergerak antriannya sehingga sudah harus panjang seperti yang selama ini.
00:52:59Jadi ketika kemarin ada delapan syarikat dan sekarang lebih dipadatkan lagi dua syarikat
00:53:05tentu saja kita harapkan ini ada koordinasi yang lebih optimal dan juga lebih efektif ya?
00:53:09Betul.
00:53:10Syarikat sudah berkantor di Jakarta dan setiap ada permasalahan kita telpon mereka datang.
00:53:15Oke, baik.
00:53:16Bagaimana kemudian Komnas Haji dan juga Umroh nantinya akan melihat apa-apa saja yang sudah dilakukan
00:53:21Kemen Haji jelang musim Haji 2026 ini dan apapun catatan pelajaran dari pelaksanaan Haji sebelumnya kita akan bahas.
00:53:29Kembali lagi di Haji Outlook 2026 bersama saya Adi Silara Sati.
00:53:33Telah hadir juga bersama kita selain bapak-bapak di sini.
00:53:36Begitu ada Pak Menteri Haji dan juga Umroh.
00:53:38Kami juga kedatangan tamu yang sudah hadir di studio Menara Kompas ada Ketua Komnas Haji dan juga Umroh ada Pak
00:53:46Mustoli Siraj.
00:53:47Assalamualaikum Pak Mustoli.
00:53:48Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
00:53:50Pak Mustoli saya ingat betul setahun yang lalu kita juga sempat membahas pada saat pelaksanaan ibadah haji 2025.
00:53:57Apa yang kemudian menjadi catatan Anda yang perlu ada perbaikan di pelaksanaan ibadah haji di 2026 ini Pak Mustoli?
00:54:05Ya, tadi apa yang disampaikan oleh Pak Menteri dan Pak Marwan saya kira persis.
00:54:11Jadi haji itu selalu mengalami dinamika dan persoalan yang tidak konstan selalu berubah.
00:54:17Nah saya mencatat ada lima hal yang cukup krusial pada penyelenggaran ibadah haji 2025 khususnya di reguler.
00:54:26Yang pertama adalah waktu kita menggunakan multisyarikat terjadi kegaduhan pra pemberangkatan.
00:54:33Ada mismatch data antara yang dimiliki oleh kementerian dengan syarikat.
00:54:39Karena waktu itu dulu biasanya itu satu syarikat kemudian delapan syarikat.
00:54:44Dan mitigasinya saya kira waktu itu kurang tuntas sehingga terjadi mismatch.
00:54:48Ada ketua rombongan ketuanya berangkat duluan anggotanya tertinggal.
00:54:52Itu pun sebaliknya.
00:54:54Ada yang terpisah-pisah juga dengan apa namanya muhrimnya.
00:54:57Yang kedua adalah penerbangan.
00:55:00Ada saya mencatat satu, tidak banyak memang penerbangan yang harusnya direct flight kemudian transit di negara ketiga.
00:55:07Ini kan juga tidak sesuai sebetulnya dengan kesepakatan kontrak dengan penerbangan.
00:55:12Yang berikutnya adalah tadi sudah saya sampaikan oleh Pak Menteri terkait dengan kendala transportasi di Musdalifah ke Minah.
00:55:20Yang waktu itu saya kira memang cukup serius juga.
00:55:24Ini juga akibat daripada tadi mismatch data antara kita dengan apa namanya syarikat.
00:55:31Nah berikutnya adalah yang tidak pernah terjadi tahun kemarin terjadi.
00:55:35Yaitu terkait dengan kendala masalah konsumsi.
00:55:39Biasanya pas kearmuzna itu tidak ada masalah.
00:55:42Kemarin ada masalah terkait dengan distribusi konsumsi yang dilakukan oleh BPKH Limitik.
00:55:48Nah itu ada beberapa persoalan sehingga akhirnya kemudian diminta oleh Menteri waktu itu untuk kemudian memberikan ganti rugi.
00:55:57Nah yang paling fatal adalah distrik.
00:55:59Ini saya kira juga hampir diluput oleh perhatian oleh Pak Marwan.
00:56:03Yaitu oleh DPR teman-teman DPR yaitu apa?
00:56:05Ada tiga jamaah haji kita yang hilang sampai hari ini.
00:56:10Nah ini saya kira belum ditemukan.
00:56:11Harusnya kalau tidak ditemukan atau ada batas waktu kalau tidak ditemukan itu diumumkan.
00:56:16Berarti statusnya bagaimana?
00:56:18Karena keluarganya sampai hari ini juga bingung mau ke kementerian yang lama atau yang baru.
00:56:22Saya kira terutama yang terakhir karena tahun sebelumnya ada satu jamaah Palembang juga belum diketemukan.
00:56:29Nah ini tidak boleh terulang Pak Menteri izin.
00:56:31Artinya hal-hal seperti ini.
00:56:33Sampai jamaah itu hilang.
00:56:34Nah kemudian untuk penyelenggaran ibadah haji yang sekarang saya tentu kami menyampaikan apresiasi kepada Gus Irfan dan kawan-kawan di
00:56:44Kementerian Haji
00:56:44yang kemudian mengambil keputusan yang saya kira sangat berani.
00:56:48Berani mengambil resiko.
00:56:50Kenapa dengan situasi hari ini geopolitik yang begitu rupa kemudian beliau dengan kemudian tentu mengedepankan kemaslahatan jamaah haji yang sudah
00:57:01menunggu bertahun-tahun, puluhan tahun.
00:57:02Ini kemudian tetap bertekad memberikan pelayanan dan memberangkatkan, menyempurnakan rukun islamnya 221.000 jamaah.
00:57:12Dengan segala resikonya dan tentu karena Pak Menteri nanti adalah kedudukannya bukan saja menteri tapi juga sebagai Amirul Hajj.
00:57:21Ini jabatan yang hanya dimiliki oleh Pak Menteri haji, tidak bisa dimiliki oleh orang lain.
00:57:28Tetapi bersamaan itu juga kalau kita lihat misalnya pasal 110 grup A itu dinyatakan bahwa seluruh tanggung jawab daripada keselamatan
00:57:38para jamaah juga dibebankan kepada Amirul Hajj.
00:57:42Jadi saya kira ini perlu apa namanya koordinasi dengan semua pihak.
00:57:48Saya mendorong tentu bagaimana kemudian sampai dengan nanti penyelenggaran ibadah haji dengan kondisi geopolitik yang masih naik turun dan tercenderung
00:57:58kalau kita lihat media sosial semakin ekstrim begitu ya.
00:58:00Itu tentu tidak hanya melibatkan Pak Marwan Dasopang di DPR tapi juga badan intelijen strategis kemudian Kemenlu kemudian bagaimana duta
00:58:10-duta besar dan terpenting tentu dengan kerajaan Arab Saudi bagaimana kemudian tidak boleh putus komunikasinya.
00:58:15Kenapa? Karena meskipun pemerintah Arab Saudi sudah menyatakan bahwa haji di sananya aman persoalan krusil hari ini adalah persoalan penerbangan.
00:58:25Bagaimana kalau kemudian kitanya disini kan tidak ada apa-apa. Saudi juga barangkali menyatakan bahwa aman tapi antar negara antara
00:58:32Jakarta dengan Jeddah atau Jakarta dengan Madinah itu bisa jadi ada yang ditutup bandaranya atau ruang udaranya.
00:58:41Nah tentu kita tetap optimis mudah-mudahan di tengah-tengah dalam penyelenggaran haji ini kemudian bisa ada gencatan senjata atau
00:58:49damai atau apapun lah yang kemudian bisa melegakan sedikit lah ketegangan-ketegangan yang tentu membayangi kita semua begitu ya.
00:58:57Oke itu tadi beberapa catatan dan juga masukan serta saran dari Pak Mustoli saya bergeser ke Pak Kiai Haji Soleh
00:59:03Sofyan yang kita tahu merupakan salah satu pendamping haji yang akan berangkat dan kemudian mendampingi para jemaah haji tahun ini.
00:59:09Assalamualaikum Pak Kiai.
00:59:10Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:59:12Ya Pak Kiai dalam pandangan Pak Kiai bagaimana persiapan dan juga kesiapan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dan
00:59:20bagaimana pula masukan dan juga saran untuk kementerian haji dan juga umroh dalam pelaksanaan ibadah haji di situasi geopolitik saat
00:59:27ini?
00:59:28Ya untuk pelaksanaan di tahun 2026 mungkin kami belum bisa untuk komentar ya tapi dengan harapan kalau hari ini kementeriannya
00:59:36khusus menangani tetang haji kami berpikir mudah-mudahan akan lebih fokus lebih konsentrasi menangani pelayanan haji.
00:59:43Yang perlu kita pikirkan sejatinya kalau tadi Pak Marwan bilang bahwa masalahnya itu beda-beda setiap tahun.
00:59:52Kalau kami dari si jamaah hampir setiap tahun selalu masalahnya itu-itu aja.
00:59:58Gak pernah jauh dari sisi akomodasi.
01:00:00Makan, kemudian toiletnya dan yang lain-lainnya.
01:00:06Kemudian masalah yang kedua adalah tentang SDM dari jamaah, SDM dari petugas itu sendiri.
01:00:12Yang kemudian yang ketiga adalah masalah tentang kesehatan.
01:00:17Kita gak bisa bayangkan bahwa begini.
01:00:19Kalau saya kan bicara dari bawah dululah tentang problem jamaah yang ada di kita ini.
01:00:25Bagaimana jadinya kalau seorang jamaah yang harus menunggu koper 2-3 hari gak ketemu.
01:00:30Padahal koper pun ada di situ.
01:00:32Penanganan tenaga haji itu bagaimana?
01:00:34Yang kedua, kalau tadi ada harapan nanti toilet ditambah.
01:00:37Ini kan kebutuhan yang mendasar.
01:00:41Jamaah harus menunggu untuk hanya sekedar buang air kecil saja.
01:00:46Itu tiga jam.
01:00:47Dia harus antri dari mulai jam setengah empat lalu kemudian bisa masuk ke toilet sampai setengah lima.
01:00:54Belum kebiasaan klasik ibu-ibu itu kadang-kadang kalau sudah gak tahan dengan toilet, dengan pipisnya.
01:01:00Ribut, setelah luar biasa.
01:01:02Belum lagi problem nanti meleduk itu toiletnya.
01:01:05Ini Pak Firman hapalah ini dan ini hal-hal ini klasik bukan yang direguler saja Pak Amirullahaj.
01:01:15Juga di haji khusus juga terjadi.
01:01:17Dan belum lagi tentang problem SDM petugas dan SDM dari jamaah.
01:01:22Kalau SDM jamaah mungkin oke lah mereka datang dari berbagai macam kultur budaya.
01:01:29SDM petugas itu juga kadang menjadi problem Pak Amirullahaj.
01:01:34Gak bisa dibayangkan kalau ada petugas yang lebih keder, lebih bingung dari jamaah.
01:01:41Ada itu ditemui pada saat itu?
01:01:43Nah itu sering terjadi.
01:01:45Ngapain mas?
01:01:46Saya mau kemina, mau ngapain?
01:01:48Eh saya mau lempar jumroh.
01:01:49Mas lempar jumroh itu ke sana.
01:01:51Sampai petugas, oh ke sana Pak.
01:01:53Ternyata dia harus puter.
01:01:55Nah ini kan harus dilakukan mitigasi yang harus faktual ya.
01:02:00Bahwa problem-problem dasar tentang jamaah dari mulai akomodasinya sampai kemudian SDM-nya sampai kemudian kesehatannya diperhatikan dengan baik.
01:02:10Mungkin jamaah saya yang ada di sini tidak terlalu berpikir jauh lah harus bagaimana.
01:02:18Tetapi kebutuhan dasar mereka yang harus dipenuhi oleh dibikin oleh kita semuanya.
01:02:23Kalau tadi Pak Moran bilang cerita bahwa nanti akan terjadi perang.
01:02:29Jamaah mungkin betul takut dengan perang.
01:02:32Tapi mereka lebih takut kalau iurannya nambah.
01:02:36Jadi mohon maaf, mohon tolong perjuangkan kami.
01:02:39Dengan kondisi seperti ini jangan sampai iuran haji nambah.
01:02:43Kan begitu ya.
01:02:44Nah oke langsung saja saya minta jawabannya dari Gus Irfan.
01:02:47Gus Irfan bagaimana menanggapi soal saran dan juga masukan juga dari Pak Mustoli dan juga Pak Kiai Haji Solehini.
01:02:53Seperti apa?
01:02:54Soal persoalan yang mendasar sebenarnya.
01:02:58Akomodasi, soal toilet, begitu.
01:03:01Sampai soal pembiayaan haji yang benar-benar dinotis begitu ya.
01:03:05Jangan sampai nambah.
01:03:06Soal akomodasi cater dan lain sebagainya.
01:03:10Karena selalu kita upayakan ada perbaikan-perbaikan dari berbagai kesalahan tahun-tahun sebelumnya.
01:03:19Insya Allah tahun ini akan lebih baik.
01:03:21Terkait dengan apa yang disampaikan oleh Pak Kiai tadi.
01:03:26Memang kita juga sudah menghitung-hitung Pak.
01:03:31Ini kalau penerbangan, terutama penerbangan minta tambahan biaya karena kenaikan aktur.
01:03:39Tentu juga kita tidak bisa semenang-menang mengatakan loh sudah kontrak kok minta tambahan baru.
01:03:46Tidak, tidak akan seperti itu.
01:03:48Kita juga tahu dan paham bahwa kalau kita paksakan menggunakan angka yang kemarin tentu penerbangan juga akan kelabakan dan kemungkinan
01:03:58tidak bisa terbang.
01:04:00Tapi juga kita juga berprinsip bahwa insya Allah apapun yang terjadi apakah itu terkait dengan penambahan biaya karena harga aktur
01:04:11yang naik.
01:04:12Atau penambahan biaya karena rute yang berubah bertambah jauh.
01:04:18Kita insya Allah berupaya tidak akan menambah biaya kepada jamaah.
01:04:24Itu umpaya kita.
01:04:27Mudah-mudahan itu bisa terlaksana.
01:04:30Oke, mudah-mudahan bisa diijabah juga ya soal tidak ada penambahan biaya ya.
01:04:34Ya, bagus.
01:04:36Nah itu dia.
01:04:37Terakhir, saya ingin ke Pak Marwan singkat saja membahas soal tadi.
01:04:41Ada tiga jemaah yang kemudian masih dinyatakan hilang sampai saat ini.
01:04:45Bagaimana kemudian DPR melakukan pengawasan terkait dengan ini?
01:04:49Sebetulnya bukan pengawasan ya.
01:04:52Menteri Haji harus mengikuti prosedur.
01:04:54Tidak mungkin warga negara tidak diketahui di mana keberadaannya.
01:05:00Harus ada limit.
01:05:03Sudah almarhum diselesaikan itu.
01:05:05Jangan dibiarkan keluarganya mengambang sampai sekarang.
01:05:09Sudah ada peraturan itu.
01:05:11Saya setuju tentang itu.
01:05:13Karena membiarkan keluarga ketidakpastian ini menjadi aib juga buat kita.
01:05:18Mudah-mudahan dengan Menteri Haji ini akan membuat prosedur itu.
01:05:23Lebih jelas.
01:05:24Lebih jelas.
01:05:25Sebetulnya jelas sekali mengenai jamaah tadi, Pak Kie.
01:05:30Oke, percayalah Komisi 8 mendengar itu semua.
01:05:34Tanpa disampaikan pun kami selalu berada di dapil masing-masing.
01:05:38Konstituinnya sudah seperti itu.
01:05:40Oke, nanti kita akan lanjutkan lagi program khusus Haji Outlook 2026 akan kembali.
01:05:45Jadi tetaplah bersama kami.
01:05:47Kita sudah di sesi akhir Haji Outlook 2026.
01:05:50Dan saya ingin ke Pak Fadlul selaku Kepala BPKH.
01:05:55Apa yang ingin difokuskan terakhir oleh BPKH di musim haji kali ini?
01:06:01Yang pasti kami dari sisi pengelangkuan haji terus berupaya bagaimana caranya supaya nilai manfaatnya terus optimal.
01:06:08Hasilnya untuk nilai manfaat bagi yang jemaah haji yang menunggu dan yang berangkat.
01:06:13Dan kami berupaya agar terus mengemban amanah dari pengelangkuan haji ini secara integritas, akuntabilitas, semuanya aman dan liquid.
01:06:28Itu saja.
01:06:29Oke, baik. Untuk ke Pak Firman.
01:06:30Pak Firman, terakhir.
01:06:32Dari Ampuri sendiri, apa harapan Ampuri terkait dengan pelaksanaan haji di bawah Kementerian Barut, terutama bentukan Presiden Prabowo Subianto ini?
01:06:40Iya. Persiapan haji Alhamdulillah sudah selesai dan matang.
01:06:44Saat ini kami di haji khusus sedang melakukan manasik haji.
01:06:47Dan kita berharap dalam sisa sekitar 30 hari atau 40 hari menjelang keberangkatan ini, semuanya dalam kondisi baik dan suasana
01:06:58geopolitik juga semakin baik di Timur Tengah.
01:07:02Sehingga penyelenggaan bisa dilaksanakan secara khusus oleh jemaah.
01:07:07Namun satu hal yang ingin kami sampaikan kepada Menteri Haji, kondisi visa tahun ini jauh lebih awal, sudah siap semuanya.
01:07:14Tadi Pak Marwan sempat singgung adalah ada kemungkinan dalam masa petunggu ini jemaah gagal berangkat karena kesehatan menikah dan sebagainya.
01:07:23Kita berharap ada mitigasi dari Menteri Kementerian Haji Republik Indonesia kepada Menteri Haji Saudi Arabia agar bisa digantikan oleh jemaah
01:07:31walaupun pisahnya sudah keluar.
01:07:32Sehingga kuota tersebut tidak membazir.
01:07:35Bagaimana tadi angka yang sudah disampaikan cukup besar, lebih dari seribu biasanya pembatasan-pembatasan.
01:07:39Dan itu sangat ditunggu dan dimanfaatkan untuk kita agar semakin banyak jemaah bisa berkesempatan haji dan daftar tunggu semakin berkurang.
01:07:47Terakhir untuk Pak Marwan dari Komisi 8 DPR RI, seperti apa?
01:07:51Tantangan apapun yang kita hadapi pelaksanaan ibadah haji di 2026,
01:07:57Komisi 8 percaya kepada Gus Irwan, Menteri Haji, bersama tim.
01:08:03Karena itu hadirkanlah layanan yang lebih baik dibanding masa-masa lalu.
01:08:12Karena kami percaya kami akan mengawasi dari satu tahap ke tahap lain.
01:08:18Dan bila menemukan jauh dari kesepakatan dan keputusan di DPR, tentu akan kami evaluasi dan kami akan membuat keputusan.
01:08:30Karena itu, Gus Irwan, harapan masyarakat ini, mari kita wujudkan supaya mereka hajinya mabur, rasa aman, puas, dan bahagia pulang
01:08:44di tanah air.
01:08:46Terakhir, Gus Irwan, bagaimana menjawab harapan dari calon jemaah haji ini?
01:08:51Pertama terkait apa yang disampaikan Pak Firman tadi, menjelang Ramadan kemarin, saya sudah ketemu dengan Menteri Haji Saudi.
01:09:01Dan saya sampaikan bahwa tiap tahun itu hampir 2.000 atau lebih 2.000, hampir 3.000 yang tidak jadi
01:09:09berangkat karena meninggal, karena sakit dan sebagainya.
01:09:11Dan kami berharap kami bisa mengganti mereka.
01:09:16Alhamdulillah.
01:09:16Dan Alhamdulillah, Menteri Haji Saudi juga welcome dengan itu.
01:09:21Yang kedua tentu perlu saya sampaikan kepada masyarakat secara umum, terutama para calon jemaah haji,
01:09:28bahwa persiapan kami sudah 100% selesai, walaupun berita bermacam-macam yang ada di Mesos terkait dengan situasi geopolitik di
01:09:42Timur Tengah,
01:09:43saya sampaikan bahwa persiapan kami tetap bahwa jadwal tanggal 21 masuk asrama, tanggal 22 berangkat,
01:09:52masih tetap seperti semula, sampai hari ini.
01:09:55Pada jemaah haji tetap kita harapkan tenang, tidak perlu bingung atau terpengaruh dengan berita-berita yang tidak jelas sumbernya.
01:10:05Saya minta, hanya minta, berharap bahwa jemaah haji berdoa.
01:10:09Mudah-mudahan dengan haji tahun ini, dengan semangat haji,
01:10:16maka mereka yang berselisih di sana bisa mengurangi tensi ketegangannya.
01:10:22Dan para jemaah haji juga saya berharapkan mempersiapkan diri tetap, persiapan tetap.
01:10:27Persiapan panasiknya dan juga pertama persiapan fisiknya.
01:10:34Dijaga terus kesehatannya sampai pemberangkatan nanti sehingga ibu bapak sekalian bisa menjalankan haji dengan sebaik-baiknya.
01:10:45Baik, terima kasih Menteri Haji dan Umroh, Pak Muhammad Irfan Yusuf telah bergabung bersama kami.
01:10:51Kemudian ada Komisi 8 DPR RI, Pak Marwanda Sopang.
01:10:55Kemudian ada Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji, Pak Fadul Iman Syah.
01:10:58Dan juga ada Ketua Ampuri, Pak Firman Nur.
01:11:00Dan juga Pak Mustoli, terima kasih juga sudah hadir.
01:11:03Pak Kiai Haji Soleh juga terima kasih.
01:11:04Dan juga seluruh tamu undangan yang juga sudah hadir di Haji Outlook 2026.
01:11:08Ibadah haji sering disebut sebagai puncak ibadah umat muslim.
01:11:13Pelaksanaan Rukun Islam kelima ini jadi mimpi dari seluruh muslim di dunia.
01:11:20Berkumpul di Padang Arofah pada 9 Zulhijjah adalah momen sakral dan penuh sukacita.
01:11:26Terlepas dari segala dinamika dan berbagai cerita sebelumnya adalah tugas kita bersama untuk memastikan bahwa Haji 2026 tidak hanya jadi
01:11:37momen sekali setahun semata.
01:11:40Tapi kita harus memastikan seluruh jemaah mendapat haknya dan juga memastikan pelaksanaan haji sukses hingga seluruh ibadah sah dan mendapat
01:11:52berkah dari Sang Maha Kuasa.
Komentar