Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

KOMPAS.TV - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menegaskan serangan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon tidak berkaitan dengan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP).

JK pun menyarankan pemerintah dan TNI tidak menarik mundur pasukan perdamaian yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) .

"Negara, TNI tidak seperti itu. Bahwa kalau ada yang korban, tewas, langsung kita mundur. Wah, bukan itu saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah. Tetap ada di situ. Memang ada risikonya, tapi tetap harus dilaksanakan," kata Jusuf Kalla, Rabu (1/4/2026).

Video editor: Galih

#jusufkalla #tni #boardofpeace

Baca Juga Ini Alasan Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI di https://www.kompas.tv/nasional/660367/ini-alasan-polda-metro-jaya-limpahkan-kasus-andrie-yunus-ke-puspom-tni



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660378/jusuf-kalla-dukung-pasukan-tni-tetap-bertugas-di-lebanon-kalau-mundur-dikira-penakut
Transkrip
00:00Ia tentu sebagai warga dan jawab saya sebagai Ketua Parlamasian Indonesia
00:06yang selalu berbicara tentang perdamaian dan kemanusiaan.
00:13Kita bela sungkawa dan berduka cita akan tewasnya
00:18tiga orang anggota TNI yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian oleh PBB di Libanon itu.
00:28Dan itu semua orang juga bahwa ini perbuatan daripada Israel
00:35yang selalu tidak memandang kemanusiaan, tidak memandang perdamaian.
00:40Yang penting dia tentu siapapun yang menghalangi akan dihajarnya.
00:47Itu yang terjadi seperti itu.
00:49Bukan apa idealnya prajurit-prajurit kita di sana untuk menjaga perdamaian sementara atau seperti itu?
00:53Tidak, tidak. Negara TNI tidak seperti itu.
00:59Bahwa kalau ada yang korban tewas langsung kita mundur.
01:03Oh itu bukan itu, saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah.
01:08Tetap ada di situ.
01:09Memang ada risikonya.
01:12Tapi harus menanggung Rusia seperti itu.
01:14Tapi Unifil sendiri memang negara-negara yang menarik.
01:18Apa?
01:19Masukan ya Unifil.
01:20Kenapa?
01:21Unifil ini kan tahun ini kita terakhir Pak mengirimkan Unifil ke sana.
01:24Ya.
01:25Apakah tidak beresiko?
01:27Apabila kita menarik?
01:28Ya tentara di mana-mana memang ada resikonya.
01:32Siapapun, kita juga di sini ada resikonya.
01:34Jadi jangan kena resiko seperti itu langsung kita benari.
01:39Nanti dunia menganggap kita penakut gitu kan.
01:43Tidak.
01:44Indonesia bukan negara penakut.
01:46Apalagi Pak Parmowo.
01:47Dia punya persis.
02:02Ya ini kan dibawa tidak ada urusannya dengan OP.
02:06Ini PBB.
02:07Ini yang dilakukan Unifil itu mandatnya PBB.
02:12Jadi dunia memberikan mandat.
02:14Kalau BOP itu kan terbatas ya.
02:17Mungkin ada saran untuk Pak Parmowo, Pak.
02:20Apabila ini kan sesama anggota Botoflus saja saling menyerang.
02:24Mungkin ada saran untuk keluar dari Botoflus?
02:26Sekali lagi ini tidak ada urusannya dengan BOP.
02:29Ini sifat daripada Israel memang begitu.
02:34Siapapun yang menghalanginya dia hantam aja.
02:38Bagaimana coba di Gaza?
02:40Berapa ratus ribu?
02:41Berapa puluh ribu orang meninggal di Gaza?
02:43Gara-gara itu.
02:45Berapa ratus ribu yang luka?
02:47Jadi memang cara mandatnya begitu.
02:50God deserve.
02:53Jangan lupa apa-apa?
03:03Terima kasih telah menonton
03:26Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami
03:30Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya
03:35Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan