Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon selatan gugur, di tengah meningkatkan eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Insiden tewasnya 3 prajurit TNI dalam tugas di Lebanon membuat PBB menggelar sidang darurat Dewan Keamanan.

Dalam sidang, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi menyampaikan duka dan kemarahan atas insiden ini.

Indonesia menuntut penyelidikan menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Israel membantah melakukan serangan yang menewaskan tiga pasukan perdamaian PBB asal Indonesia di Lebanon Selatan.

Israel menuding kelompok Hizbullah yang melakukan serangan secara sengaja untuk membahayakan pasukan perdamaian PBB.

Juru bicara UNIFIL, menegaskan saat ini PBB sedang menginvestigasi dua peristiwa serangan yang menewaskan tiga pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia di Lebanon selatan.

UNIFIL berjanji akan transparan terhadap hasil investigasi dan menuntut kepada pihak manapun yang terbukti bertanggung jawab.

Indonesia meminta tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam tugas sebagai pasukan perdamaian dipulangkan dengan cepat dan aman.

Sementara 5 prajurit TNI yang terluka dalam dua serangan terpisah mendapatkan perawatan intensif, hingga pulih sepenuhnya.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, yang membahas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian Indonesia mengecam serangan Israel ke Lebanon dan Israel membantah sebagai pelaku serangan, justru menuding kelompok Hizbullah yang bertanggung jawab.

Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana.

Baca Juga Hikmahanto Tekankan 3 Hal Terkait Serangan Israel yang Tewaskan 3 TNI di Lebanon, Ini Katanya di https://www.kompas.tv/nasional/660329/hikmahanto-tekankan-3-hal-terkait-serangan-israel-yang-tewaskan-3-tni-di-lebanon-ini-katanya

#tni #israel #lebanon

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660335/full-guru-besar-hi-kritisi-dubes-israel-klaim-tak-terlibat-serangan-yang-tewaskan-3-tni-di-lebanon
Transkrip
00:00Dan saudara dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB yang membahas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian Indonesia
00:08mengecam serangan Israel ke Lebanon dan Israel justru membantah sebagai pelaku serangan dan kemudian menuding kelompok Hezbollah yang bertanggung jawab.
00:19Kita bahas bersama dengan guru besar hukum internasional UI Prof. Hikmah Antojuwana yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:26Selamat petang Prof. Hikmah.
00:28Selamat petang, Yasir. Sehat ya?
00:30Alhamdulillah sehat. Ini kalau kita lihat dalam sidang Dewan Keamanan PBB ini ada nampaknya sama-sama menyampaikan argumentasi mereka begitu.
00:40Dari Israel kemudian dari Indonesia juga sudah memberikan kecamannya. Menurut Anda apa yang jadi solusi yang bisa ditawarkan dalam sidang
00:49Dewan Keamanan PBB ini sehingga bisa mengusut terkait dengan kejadian yang menewaskan tiga prajurit TNI kita?
00:56Jadi pertama yang ingin saya sampaikan adalah kalau kita mendengarkan apa yang disampaikan oleh Dubes Israel untuk PBB yang sudah
01:07mengatakan bahwa kami tidak terlibat karena ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh Hezbollah.
01:14Nah, justru saya mengatakan ini prematur. Kenapa saya katakan prematur? Karena belum dilakukan investigasi atau sedang dilakukan investigasi, belum ada
01:23hasil.
01:24Nah, saya justru menduga kalau misalnya ada pernyataan seperti ini, maka justru Israel yang sebenarnya melakukan tindakan ini untuk menutup
01:35-nutupi, maka ada pernyataan bahwa kita tidak bertanggung jawab.
01:40Nah, saya setuju. Saya beri apresiasi kepada Dubes kita di PBB, Pak Umar Hadi, yang mengatakan kita tidak butuh alasan
01:50-alasan dari Israel. Itu sudah sangat betul.
01:52Kita ingin bahwa Unifil melakukan penyelidikan yang transparan, yang kredibel, dan tidak boleh ditutup-tutupi.
02:04Karena kita ingin mengatakan kepada dunia bahwa harusnya zero tolerance on attacks for peacekeepers.
02:14Jadi harus ada zero tolerance, tidak boleh ada serangan terhadap peacekeepers.
02:19Karena ingat ya, peacekeepers itu dihadirkan oleh Dewan Keamanan PBB atas persetujuan dari para pihak yang bersengketa, berkonflik.
02:29Dan dalam hal ini, dalam rangka menjalankan resolusi 1907, di mana pada waktu itu ada konflik antara Israel dengan Hezbollah.
02:39Dan kita bersedia untuk mengirim ke sana, tapi catatannya tidak boleh ada serangan terhadap para peacekeepers.
02:47Sehingga apa? Kalau ada serangan, maka ini kita sebut sebagai kejahatan perang.
02:53Dan kejahatan perang merupakan bagian dari pelanggaran hambrat, serious crime.
02:58Meskipun kalau kita lihat dari Israel sendiri menuding bahwa sebenarnya ini dilakukan karena serangan Hezbollah terlebih dahulu, Prof.
03:07Ya, itu kan cerita besarnya yang katakanlah Hezbollah melakukan serangan itu karena Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan ke Iran.
03:17Lalu Hezbollah mengatakan, kami akan berpartisipasi dalam perang ini, lalu mereka melakukan serangan.
03:23Memang situasi ini tidak dalam kevakuman, tetapi tidak seharusnya yang namanya peacekeepers itu justru menjadi target.
03:33Kalau itu menjadi target, itu berarti kejahatan terhadap pelanggaran hukum perang.
03:40Ini yang harus digarisbawahi ya, Prof ya, bagaimana peacekeepers ini tidak menjadi target begitu ya.
03:45Sehingga kita lihat Indonesia pun secara tegas begitu menuntut, investigasi, dan mengecam serangan Israel dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB
03:54ini.
03:54Anda melihat standing point dari Indonesia dalam sidang darurat keamanan yang dilakukan oleh PBB ini seperti apa?
04:01Jadi, pertama sudah benar bahwa kita mengatakan bahwa kita ingin ada penyelidikan.
04:08Karena tanpa penyelidikan, maka fakta bukti itu tidak terungkap.
04:12Dan tidak boleh ada klaim tanpa fakta dan bukti seperti yang dilakukan oleh Dubes Israel di PBB.
04:18Kedua, memang dalam kesempatan itu Indonesia menyampaikan bahwa harusnya serangan yang dilakukan oleh Israel ke Lebanon itu jangan kemudian dimanfaatkan
04:31oleh Israel yang katakanlah ada serangan dari Hezbollah dulu.
04:36Lalu kemudian balasannya itu tidak proporsional, justru yang tidak dilakukan oleh Israel adalah mengambil wilayah Lebanon Selatan menjadi bagian dari
04:46dia.
04:46Karena ini sudah ada pernyataan dari Menteri Pertahanan Israel bahwa mereka ingin mengambil ini.
04:53Ini kan sama seperti pada waktu di Gaza.
04:55Memang ada serangan dari Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023.
04:59Lalu kemudian ada serangan balasan dari Israel.
05:02Tapi tidak proporsional yang sampai kemudian 72 ribu orang dan itu diakui oleh Israel itu dibunuh.
05:09Dan idenya adalah Israel ingin mengambil alih Gaza melalui serangan yang dilakukan oleh Hamas tanggal 7 Oktober.
05:19Ini yang tidak boleh.
05:20Ini yang diingatkan oleh pemerintah Indonesia melalui Dubes kita di PBB.
05:25Yang sudah disampaikan ya di Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB ini ya.
05:29Kalau dari Prof. Hikmahanto sendiri melihat nanti ujungnya akan seperti apa?
05:34Apa langkah ataupun keputusan yang nanti diambil oleh PBB sendiri karena sudah dilaksanakan Sidang Darurat Keamanan PBB
05:40dan juga nanti akan dilakukan ataupun tengah berproses bagaimana proses investigasi yang terus dilakukan?
05:47Tiga hal.
05:48Pertama adalah ini nanti peran dari sekjian PBB untuk melakukan investigasi.
05:53Dan ini tentu perintah nanti ke Unifield dan Unifield sudah mengatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi
05:59untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Unifield, pasukan penjaga perdamaian
06:07yang mereka juga tidak memiliki senjata untuk bisa menyerang balik gitu ya.
06:12Itu yang pertama.
06:13Yang kedua, saya berharap bahwa Indonesia terus menyuarakan dalam special committee yang berkaitan dengan pasukan perdamaian
06:22dua hal yang penting.
06:24Pertama adalah zero tolerance terhadap attack kepada para peacekeepers.
06:30Dan kemudian, kalaupun ada yang menjadi korban, dia atau kejadian ini harus accountable.
06:39Harus bisa ditentukan siapa yang bersalah.
06:41Seperti tadi disampaikan oleh Dubes kita di PBB, jangan sampai ada immunity atau impunity.
06:49Jadi ada kekebalan dan kemudian ada impunity.
06:53Tidak adanya proses hukum terhadap mereka yang bersalah.
06:56Dan yang terakhir, kita harus tegas mengatakan bahwa Indonesia tidak akan mengirim pasukan perdamaian
07:03kalau misalnya peacekeepers itu menjadi target dari siapapun yang berkonflik.
07:10Karena bukan itu.
07:13Tujuan dari pengiriman peacekeeper ini ya?
07:15Iya, mengirimkan pasukan itu.
07:16Jadi itu kita harus tegas sekali.
07:18Termasuk kalau misalnya ada pengiriman ke ISF, saya katakan pemerintah harus mempertimbangkan kembali.
07:26Jangan sampai nyawa-nyawa anak-anak bangsa ini harus meninggal karena tujuan-tujuan yang tidak benar.
07:35Seperti itu.
07:36Baik, dan ini yang terus disampaikan oleh Indonesia begitu.
07:39Kalau melihat posisi ataupun kondisi PBB sekarang, kemudian Dewan Keamanan PBB sekarang,
07:45Anda membaca keputusannya akan seperti apa?
07:47Apakah besar kemungkinan Dewan Keamanan PBB maupun PBB ini mengambil keputusan bahwa hasil investigasi ini
07:53bahwa memang Israel lah yang bertanggung jawab atas serangan di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI kita?
07:59Oke, jadi emergency session atau sesi darurat kemarin yang di Dewan Keamanan PBB
08:05itu tidak bertujuan untuk mengeluarkan resolusi apapun.
08:08Tetapi di dalam sidang tersebut dilakukan perdebatan terkait dengan apa yang terjadi terhadap pasukan Unifil yang mendapat serangan.
08:19Itu yang dilakukan.
08:21Nah, yang kedua, memang kalau misalnya tidak akan ada pengambilan keputusan terkait dengan resolusi,
08:27memang kita tidak perlu khawatir akan diveto oleh misalnya negara-negara P5,
08:31terutama Amerika Serikat yang selalu mendukung Israel.
08:35Tetapi kita berharap, sebagaimana sudah disampaikan oleh Duta Besar kita,
08:41adalah penyelidikan yang transparan, yang kredibel,
08:44yang betul-betul bisa menentukan siapa yang bersalah, siapa yang tidak.
08:48Karena kita tidak ingin sebagai negara yang menyumbang pasukan,
08:52tidak ada akuntabilitas terhadap mereka yang melakukan serangan terhadap pasukan asal Indonesia ini.
09:02Jadi, seperti itu, nanti biarlah proses penyelidikan ini bergulir,
09:08dan nanti kalau ada yang bersalah, dan tentu PBB lah yang akan menekan siapapun yang melakukan kesalahan itu,
09:15bukan pemerintah Indonesia.
09:16Karena pasukan ini sudah dibawa kendali operasikan ke PBB, dan segala sesuatu adalah di PBB.
09:24Nah, kata-kata yang berikutnya adalah sedikit, kita tidak bisa menarik pasukan itu secara sepihak,
09:31karena kita sudah menyerahkan kepada PBB, dan saya berharap mungkin dari Dubes PBB Indonesia di PBB,
09:40meminta kepada Dewan Keamanan, kalau memang sudah tidak mungkin lagi gencatan senjata ini terjadi,
09:46maka harus segera diakhiri misi dari Unifil, dan ke dasar itu pasukan kita bisa kembali ke Indonesia.
09:54Baik, RI Kecam, serangan Israel dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, kita tunggu hasilnya seperti apa.
10:00Terima kasih, Guru Besar Hukum Internasional UI, Prof. Hikmahantujuwana telah memberikan perspektifnya di Kopas Petang.
10:05Salam sehat, Prof.
10:07Terima kasih banyak.
10:08Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan