00:00Di timur tengah seiring konflik yang terus berlangsung dengan Iran, media di Amerika Wall Street Journal melaporkan kapal induk ketiga
00:08mereka USS George H.W. Bush
00:11dikerahkan ke timur tengah menyusul kapal induk AS lainnya yaitu USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
00:23Sebelumnya USS Massachusetts juga bergabung dengan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat.
00:28Kapal selam serang cepat ini dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 800 kaki atau 240 meter dan memiliki teknologi paling
00:38canggih.
00:39Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hexet memberi sinyal akan adanya serangan baru dalam satu hingga dua hari ke depan.
00:48Ia juga mengklaim kekuatan militer dan moral tentara Iran telah jauh menurun.
00:57On the battlefield, because of the latitude the president has given us, American firepower is only increasing.
01:05Iran's decreasing.
01:07We have more and more options and they have less.
01:10The upcoming days will be decisive.
01:12Iran knows that and there's almost nothing they can militarily do about it.
01:17Yes, they will still shoot some missiles, but we will shoot them down.
01:26Sementara itu, Teheran tak gentar dengan tambahan pasukan Amerika ke timur tengah.
01:31Mereka yakin serangan apapun yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel.
01:35Iran akan tetap menjadi pemenang dalam pertempuran ini.
02:01Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan kekuatan militer dan di timur tengah.
02:07Kita akan bahas hal ini bersama Stanislaus Rianta, pengambat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia.
02:14Selamat sore Pak Stanis.
02:17Selamat sore Mas.
02:18Pak Stanis, pasukan dikirim ke timur tengah untuk menekan negosiasi atau invasi betulan kalau Anda amati?
02:25Ya kalau pasukan Amerika di timur tengah kan memang ada banyak ya.
02:29Di pangkalan-pangkalan negara sekutunya Amerika itu total di timur tengah ada sekitar 40 sampai 50 ribu.
02:36Tapi di dalam beberapa minggu ini memang ada peningkatan jumlah hingga 50 ribu.
02:41Sebenarnya 40 ribu.
02:42Nah ini kan Amerika mengklaim bahwa dia akan menurunkan pasukan Linut 82.
02:46Pasukan Linut 82 ini adalah pasukan khusus Amerika yang memang mempunyai spesialisasi untuk melakukan serangan kepada negara,
02:53pada musuh, daerah musuh yang diklaim dalam 18 jam bisa digerakkan dari markasnya di Carolina ke negara manapun atau tempat
03:02manapun di seluruh dunia.
03:04Kita harus akui bahwa Amerika unggul di dalam teknologi, di dalam alusista, di dalam militer.
03:11Di dalam global air power Amerika nomor satu di dunia.
03:13Sementara Iran nomor 16, Israel nomor 15.
03:16Tentu ketika sudah ada pengerahan pasukan, kemudian sudah ada pengerahan kapal Indo.
03:20Ini tentu bukan sekedar hal yang main-main saya kira.
03:24Ini akan menjadi sangat berbahaya bagi dunia saya kira.
03:27Oke.
03:28Ya, Pak Stanis tapi begini.
03:30Kemarin saya juga berbincang dengan beberapa analis militer dan juga intelijen.
03:34Bahwa sekarang Amerika Serikat mengatakan akan terus mengirim pasukan.
03:41Begitu ya.
03:42Dan Iran juga tidak kalah, taktiknya tidak kalah gencar.
03:47Terus meluncurkan misil-misil mereka.
03:49Tapi yang menarik adalah, Iran memecah kekuatan musuhnya.
03:54Aliansi Amerika Serikat dan Israel.
03:56Ada beberapa titik misil Iran yang diluncurkan di tempat-tempat yang berbeda.
04:01Nah, apakah efektif cara ini untuk membuat Amerika juga terkecoh?
04:04Setidaknya meskipun mereka punya teknologi militer yang canggih.
04:07Tapi ada metode-metode intelijen yang dimainkan oleh Iran dengan metode seperti ini?
04:12Ya, tentu perang bukan hanya soal senjata.
04:15Bukan soal lulusista.
04:16Tetapi ada metode lain.
04:18Dan tentu keunggulan Iran sebenarnya bukan hanya di...
04:21Bukan karena menang Medan, karena dia ada menguasai Medan dan lokasinya di Iran.
04:26Tetapi Iran juga mempunyai strategi-sategi lain.
04:30Dia juga terlebih dahulu melemahkan pangkalan-pangkalan Amerika di sekitar Timur Tengah.
04:36Kemudian Iran juga tidak semacam tidak bisa ditekan melalui pendekatan-pendekatan lain.
04:43Termasuk pendekat ditekan oleh negara-negara di Timur Tengah yang mungkin menjadi mitranya Amerika.
04:48Dan ini nampak sekali bahwa Iran cukup tangguh, cukup berani untuk menantang Amerika.
04:55Dan Iran juga sudah mengklaim bahwa dia sudah menyiapkan 1 juta milisi.
04:591 juta milisi.
05:01Dan ini sebenarnya cukup berbahaya ketika nanti Amerika benar-benar menerjunkan pasukan linutnya.
05:06Linut yang terjun itu tentu tidak membawa senjata berat.
05:09Karena itu penerjunkan perorangan.
05:11Dia hanya membawa senjata yang maksimal hanya kali berberapa.
05:14Mungkin 12,12 mili ya.
05:16Itu senjata-senjata besar paling besar.
05:19Tapi Iran yang nanti menguasai wilayah,
05:22dia bisa menciptakan killing ground bagi pasukan Amerika.
05:25Jadi sebenarnya ini tidak mudah meskipun Amerika mempunyai teknologi,
05:30tetapi Iran juga mempunyai milisi yang cukup banyak dan dia menguasai medan.
05:36Dan Iran itu sudah siap.
05:37Iran itu sudah 40 tahun itu mempunyai banyak musuh dan mempersiapkan diri untuk perang ini saya kira.
05:42Jadi bukan hal mudah Amerika untuk mengalahkan Iran.
05:45Oke, ada dua hal yang juga jadi analisis beberapa analis begitu ya.
05:51Ground invasion Amerika Serikat.
05:53Dan juga maximum pressure.
05:55Mana yang lebih mungkin dilakukan oleh Amerika Serikat?
05:57Ground invasion?
05:58Jika melihat kondisi saat ini ya Pak Stanis.
06:00Ground invasion atau maximum pressure?
06:02Saya kira dua-duanya akan dilakukan, akan bersamaan terjadi, akan bersamaan terjadi ya.
06:07Jadi tidak mungkin di dalam suatu perang, satu strategi digunakan hanya,
06:11strategi yang digunakan hanya satu strategi.
06:13Tapi yang jadi masalah sebenarnya adalah,
06:15Iran itu juga menunggu.
06:16Apapun strategi yang dilakukan Amerika, Iran menunggu ini.
06:19Dan mereka sudah menyiapkan milisinya.
06:22Amerika datang hanya dengan pasukan militernya,
06:24tetapi Iran itu juga menyiapkan masanya,
06:27menyiapkan milisi, masyarakatnya yang siap untuk menunggu.
06:30Ground invasion memang Amerika jago.
06:33Pasukan 1982 ini sudah pengalaman sejak perang dunia pertama,
06:36perang dunia kedua,
06:38bahkan punya pengalaman di perang dengan Irak.
06:40Tetapi saya kira Iran itu bukan negara yang seperti yang pernah dipuasi oleh Amerika sebelumnya.
06:47Jadi ini harus lebih berhitung-hitung lagi ya.
06:51Oke.
06:52Tadi kita simak bersama juga dalam berita pengantar sebelumnya,
06:56bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hexet,
06:59memberi sinyal akan ada serangan baru katanya dalam satu dua hari ke depan.
07:02Dan dia juga mengklaim kekuatan militer dan moral tentara Iran sudah jauh menurun dibandingkan sebelumnya.
07:07Apakah ini faktanya yang terjadi? Menurut Anda?
07:10Ya, siapapun Menteri Pertahanan pasti akan menyampaikan itu.
07:13Jadi ini bagian dari perang juga, yang namanya adalah pushprop.
07:17Perang urat syarat dan propaganda.
07:19Jadi perang tidak hanya di darat,
07:20tapi juga perang propaganda, perang urat syarat ini harus dilakukan juga.
07:25Iran akan mengklaim yang sebaliknya dari yang diklaim oleh Menteri Pertahanan.
07:29Jadi ini sudah menjadi bagian strategi supaya untuk melemahkan moral,
07:33melemahkan mental dari lawan.
07:35Iran juga melakukan hal yang sama saya kira.
07:36Oke, Iran melakukan hal yang sama.
07:39Dan saya tertarik dengan VEFA,
07:41badan intelijennya mereka yang salah satu di dunia,
07:44salah satu yang cukup misterius begitu.
07:46Bagaimana cara kerja VEFA sejauh ini untuk mengefektifkan
07:51apa namanya, serangan-serangan mereka ke sisi musuh begitu?
07:57Ya, intelijen itu bertugas untuk mencari informasi.
08:00Informasi yang detail terkait lawan atau musuh secara detail.
08:03Dan memang salah satu intelijen yang sulit kita baca adalah Iran.
08:08Kita bahkan tidak tahu di mana markasnya, berapa jumlahnya, apa strateginya,
08:12kita sama sekali tidak tahu.
08:13Jadi ini sangat sulit sekali.
08:15Nah, ini justru yang membuat Amerika sebenarnya juga menjadi sulit untuk melakukan aksi ke Iran,
08:22karena Iran tidak bisa dibaca dengan mudah.
08:26Tidak bisa dibaca dengan mudah.
08:27Misalnya bisa terbaca di mana markasnya, mungkin bisa diserang terlebih dahulu ya.
08:32Dan saya kira intelijen Iran bekerja dengan serius,
08:36terbukti dari beberapa kali serangan Iran kepada negara-negara sekutu Amerika di kawasan teluk
08:41dengan aksi-aksinya itu cukup akurat mencari titik-titik serangan itu.
08:46Saya kira intelijen Iran cukup bergerak, cukup berat baluk,
08:49walaupun ada kendala sekarang adalah perang ini ada di wilayah Iran.
08:53Coba kalau misalnya perangnya di wilayah lain, mungkin mereka bisa lebih sulit.
08:56Misalnya perangnya di Amerika pun, Amerika pasti juga akan keteteran.
08:59Tapi ada satu hal yang membuat Iran nampak agak,
09:04terlebih dahulu adalah perangnya adalah di Iran.
09:06Tetapi ketika nanti Iran bisa menghadapi ini, bisa mengerakkan milisi,
09:10tentu Amerika tidak mudah untuk menjalankan perang ini.
09:13Oke, bicara soal perang darat, tadi juga sempat sudah sedikit Anda singgung
09:19bahwa Amerika Serikat sebenarnya punya keunggulan teknologi dan pasukan khusus begitu.
09:22Tapi Iran juga punya keunggulan geografis, yang juga Anda katakan barusan.
09:26Dan dukungan, jangan lupa dari Rusia dan Tiongkok.
09:29Sejauh ini memang tidak ada yang langsung dukungannya dari Rusia dan Tiongkok.
09:33Tapi dukungan-dukungan intelijen, dukungan moral juga sudah tampak dari Rusia dan Tiongkok.
09:38Menurut Anda siapa yang lebih diuntungkan jika perang ini benar-benar terjadi di darat nantinya?
09:45Ya, perang tidak pernah ada menguntungkan suatu pihak.
09:48Perang itu bencana ya, perang itu bencana, bencana kemanusiaan.
09:51Ini yang tidak ada menguntungkan.
09:53Ini saya kira hanya menguntung, kalau misalnya untung hanya bukan menguntungkan,
09:57tapi memuaskan ego saja, memuaskan egonya Trump, memuaskan egonya penguasa.
10:01Saya kira tidak ada yang diuntungkan dari perang ini.
10:03Jadi, apapun yang terjadi harus dihentikan.
10:07Tetapi, kalau ada pihak-pihak yang mengambil manfaat dari ini, pasti ada.
10:12Contoh misalnya, produsen-produsen alutsista, ini akan diuntungkan.
10:16Akan ada pembelian senjata dalam jumlah banyak, kemudian akan ada perlombaan-perlombaan senjata.
10:23Ini juga akan terjadi di dalam perang.
10:25Jadi, kalau misalnya siapa yang mengambil keuntungan dari bencana ini,
10:29saya kira produsen alutsista salah satunya.
10:32Terakhir yang menarik, Pak Stanis, ketika Amerika Serikat terus mengejarkan pernyataan
10:36bahwa akan ada ground invasion, bisa saja sudden ground invasion begitu ya,
10:41yang Iran tidak siap lah.
10:43Tapi di sisi lain, aliansi mereka, Israel, ini sampai detik ini tidak muncul di permukaan
10:48ketika Amerika juga mengatakan akan ada ground invasion.
10:52Mereka lebih sibuk, malah Denny Houthi dan juga Hezbollah.
10:55Sejauh ini, apakah peran Israel untuk ground invasion bisa ikut terjadi bersama Amerika Serikat atau bagaimana?
11:03Ini anomalinya.
11:04Jadi, ketika Amerika mengatakan sudah banyak yang mendukung,
11:07tetapi ground invasion hanya didukung.
11:09Hanya Amerika saja nampak sendirian.
11:10Ini menjadi anomali.
11:11Ini menjadi pertanyaan kita sebenarnya.
11:13Apakah ternyata Amerika itu di bawah kendali Israel menjadi proksinya Israel
11:20atau hal yang lain?
11:21Ini masih menjadi pertanyaan.
11:22Tapi, Amerika sejauh ini nampak serius dengan mengerahkan pasukan,
11:27mengerahkan kapal Indo, kemudian melakukan serangan, nampak serius.
11:29Dan Iran juga nampak serius.
11:31Dan seriusnya dua negara ini akan berujung kepada bencana
11:35jika terjadi benar-benar perang di invasi darat di Iran.
11:38Oke.
11:39Baik, analisis yang sangat menarik dari Pak Stanislav Sriyanta,
11:43pakar intelijen dan keamanan universitas.
Komentar