Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah seiring konflik yang terus berlangsung dengan Iran.

Media di Amerika, The Wall Street Journal, melaporkan kapal induk ketiga Amerika, USS George H. W. Bush, dikerahkan ke Timur Tengah, menyusul kapal induk AS lainnya yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.

Sebelumnya, USS Massachusetts juga bergabung dengan armada Angkatan Laut AS. Kapal selam serang cepat ini dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 800 kaki atau 240 meter, dan memiliki teknologi paling canggih.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberi sinyal akan adanya serangan baru dalam satu hingga dua hari ke depan. Ia juga mengklaim kekuatan militer dan moral tentara Iran telah jauh menurun.

Sementara itu, Teheran tak gentar dengan tambahan pasukan Amerika ke Timur Tengah.

Mereka yakin serangan apa pun yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, Iran akan tetap menjadi pemenang dalam pertempuran ini.

Apakah perang darat akan terwujud di Iran setelah Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah?

Kita bahas bersama Stanislaus Riyanta, pengamat intelijen dan keamanan UI.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Dudung Abdurachman & Dosen Ilmu Politik soal Trump akan Akhiri Perang vs Iran, Sinyal AS Lelah? di https://www.kompas.tv/internasional/660374/dudung-abdurachman-dosen-ilmu-politik-soal-trump-akan-akhiri-perang-vs-iran-sinyal-as-lelah

#timurtengah #as #perang #iran #militeras

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660375/full-analisis-pengamat-intelijen-soal-as-tambah-pasukan-ke-timteng-bukan-main-main-ini-bahaya
Transkrip
00:00Di timur tengah seiring konflik yang terus berlangsung dengan Iran, media di Amerika Wall Street Journal melaporkan kapal induk ketiga
00:08mereka USS George H.W. Bush
00:11dikerahkan ke timur tengah menyusul kapal induk AS lainnya yaitu USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
00:23Sebelumnya USS Massachusetts juga bergabung dengan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat.
00:28Kapal selam serang cepat ini dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 800 kaki atau 240 meter dan memiliki teknologi paling
00:38canggih.
00:39Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hexet memberi sinyal akan adanya serangan baru dalam satu hingga dua hari ke depan.
00:48Ia juga mengklaim kekuatan militer dan moral tentara Iran telah jauh menurun.
00:57On the battlefield, because of the latitude the president has given us, American firepower is only increasing.
01:05Iran's decreasing.
01:07We have more and more options and they have less.
01:10The upcoming days will be decisive.
01:12Iran knows that and there's almost nothing they can militarily do about it.
01:17Yes, they will still shoot some missiles, but we will shoot them down.
01:26Sementara itu, Teheran tak gentar dengan tambahan pasukan Amerika ke timur tengah.
01:31Mereka yakin serangan apapun yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel.
01:35Iran akan tetap menjadi pemenang dalam pertempuran ini.
02:01Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan kekuatan militer dan di timur tengah.
02:07Kita akan bahas hal ini bersama Stanislaus Rianta, pengambat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia.
02:14Selamat sore Pak Stanis.
02:17Selamat sore Mas.
02:18Pak Stanis, pasukan dikirim ke timur tengah untuk menekan negosiasi atau invasi betulan kalau Anda amati?
02:25Ya kalau pasukan Amerika di timur tengah kan memang ada banyak ya.
02:29Di pangkalan-pangkalan negara sekutunya Amerika itu total di timur tengah ada sekitar 40 sampai 50 ribu.
02:36Tapi di dalam beberapa minggu ini memang ada peningkatan jumlah hingga 50 ribu.
02:41Sebenarnya 40 ribu.
02:42Nah ini kan Amerika mengklaim bahwa dia akan menurunkan pasukan Linut 82.
02:46Pasukan Linut 82 ini adalah pasukan khusus Amerika yang memang mempunyai spesialisasi untuk melakukan serangan kepada negara,
02:53pada musuh, daerah musuh yang diklaim dalam 18 jam bisa digerakkan dari markasnya di Carolina ke negara manapun atau tempat
03:02manapun di seluruh dunia.
03:04Kita harus akui bahwa Amerika unggul di dalam teknologi, di dalam alusista, di dalam militer.
03:11Di dalam global air power Amerika nomor satu di dunia.
03:13Sementara Iran nomor 16, Israel nomor 15.
03:16Tentu ketika sudah ada pengerahan pasukan, kemudian sudah ada pengerahan kapal Indo.
03:20Ini tentu bukan sekedar hal yang main-main saya kira.
03:24Ini akan menjadi sangat berbahaya bagi dunia saya kira.
03:27Oke.
03:28Ya, Pak Stanis tapi begini.
03:30Kemarin saya juga berbincang dengan beberapa analis militer dan juga intelijen.
03:34Bahwa sekarang Amerika Serikat mengatakan akan terus mengirim pasukan.
03:41Begitu ya.
03:42Dan Iran juga tidak kalah, taktiknya tidak kalah gencar.
03:47Terus meluncurkan misil-misil mereka.
03:49Tapi yang menarik adalah, Iran memecah kekuatan musuhnya.
03:54Aliansi Amerika Serikat dan Israel.
03:56Ada beberapa titik misil Iran yang diluncurkan di tempat-tempat yang berbeda.
04:01Nah, apakah efektif cara ini untuk membuat Amerika juga terkecoh?
04:04Setidaknya meskipun mereka punya teknologi militer yang canggih.
04:07Tapi ada metode-metode intelijen yang dimainkan oleh Iran dengan metode seperti ini?
04:12Ya, tentu perang bukan hanya soal senjata.
04:15Bukan soal lulusista.
04:16Tetapi ada metode lain.
04:18Dan tentu keunggulan Iran sebenarnya bukan hanya di...
04:21Bukan karena menang Medan, karena dia ada menguasai Medan dan lokasinya di Iran.
04:26Tetapi Iran juga mempunyai strategi-sategi lain.
04:30Dia juga terlebih dahulu melemahkan pangkalan-pangkalan Amerika di sekitar Timur Tengah.
04:36Kemudian Iran juga tidak semacam tidak bisa ditekan melalui pendekatan-pendekatan lain.
04:43Termasuk pendekat ditekan oleh negara-negara di Timur Tengah yang mungkin menjadi mitranya Amerika.
04:48Dan ini nampak sekali bahwa Iran cukup tangguh, cukup berani untuk menantang Amerika.
04:55Dan Iran juga sudah mengklaim bahwa dia sudah menyiapkan 1 juta milisi.
04:591 juta milisi.
05:01Dan ini sebenarnya cukup berbahaya ketika nanti Amerika benar-benar menerjunkan pasukan linutnya.
05:06Linut yang terjun itu tentu tidak membawa senjata berat.
05:09Karena itu penerjunkan perorangan.
05:11Dia hanya membawa senjata yang maksimal hanya kali berberapa.
05:14Mungkin 12,12 mili ya.
05:16Itu senjata-senjata besar paling besar.
05:19Tapi Iran yang nanti menguasai wilayah,
05:22dia bisa menciptakan killing ground bagi pasukan Amerika.
05:25Jadi sebenarnya ini tidak mudah meskipun Amerika mempunyai teknologi,
05:30tetapi Iran juga mempunyai milisi yang cukup banyak dan dia menguasai medan.
05:36Dan Iran itu sudah siap.
05:37Iran itu sudah 40 tahun itu mempunyai banyak musuh dan mempersiapkan diri untuk perang ini saya kira.
05:42Jadi bukan hal mudah Amerika untuk mengalahkan Iran.
05:45Oke, ada dua hal yang juga jadi analisis beberapa analis begitu ya.
05:51Ground invasion Amerika Serikat.
05:53Dan juga maximum pressure.
05:55Mana yang lebih mungkin dilakukan oleh Amerika Serikat?
05:57Ground invasion?
05:58Jika melihat kondisi saat ini ya Pak Stanis.
06:00Ground invasion atau maximum pressure?
06:02Saya kira dua-duanya akan dilakukan, akan bersamaan terjadi, akan bersamaan terjadi ya.
06:07Jadi tidak mungkin di dalam suatu perang, satu strategi digunakan hanya,
06:11strategi yang digunakan hanya satu strategi.
06:13Tapi yang jadi masalah sebenarnya adalah,
06:15Iran itu juga menunggu.
06:16Apapun strategi yang dilakukan Amerika, Iran menunggu ini.
06:19Dan mereka sudah menyiapkan milisinya.
06:22Amerika datang hanya dengan pasukan militernya,
06:24tetapi Iran itu juga menyiapkan masanya,
06:27menyiapkan milisi, masyarakatnya yang siap untuk menunggu.
06:30Ground invasion memang Amerika jago.
06:33Pasukan 1982 ini sudah pengalaman sejak perang dunia pertama,
06:36perang dunia kedua,
06:38bahkan punya pengalaman di perang dengan Irak.
06:40Tetapi saya kira Iran itu bukan negara yang seperti yang pernah dipuasi oleh Amerika sebelumnya.
06:47Jadi ini harus lebih berhitung-hitung lagi ya.
06:51Oke.
06:52Tadi kita simak bersama juga dalam berita pengantar sebelumnya,
06:56bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hexet,
06:59memberi sinyal akan ada serangan baru katanya dalam satu dua hari ke depan.
07:02Dan dia juga mengklaim kekuatan militer dan moral tentara Iran sudah jauh menurun dibandingkan sebelumnya.
07:07Apakah ini faktanya yang terjadi? Menurut Anda?
07:10Ya, siapapun Menteri Pertahanan pasti akan menyampaikan itu.
07:13Jadi ini bagian dari perang juga, yang namanya adalah pushprop.
07:17Perang urat syarat dan propaganda.
07:19Jadi perang tidak hanya di darat,
07:20tapi juga perang propaganda, perang urat syarat ini harus dilakukan juga.
07:25Iran akan mengklaim yang sebaliknya dari yang diklaim oleh Menteri Pertahanan.
07:29Jadi ini sudah menjadi bagian strategi supaya untuk melemahkan moral,
07:33melemahkan mental dari lawan.
07:35Iran juga melakukan hal yang sama saya kira.
07:36Oke, Iran melakukan hal yang sama.
07:39Dan saya tertarik dengan VEFA,
07:41badan intelijennya mereka yang salah satu di dunia,
07:44salah satu yang cukup misterius begitu.
07:46Bagaimana cara kerja VEFA sejauh ini untuk mengefektifkan
07:51apa namanya, serangan-serangan mereka ke sisi musuh begitu?
07:57Ya, intelijen itu bertugas untuk mencari informasi.
08:00Informasi yang detail terkait lawan atau musuh secara detail.
08:03Dan memang salah satu intelijen yang sulit kita baca adalah Iran.
08:08Kita bahkan tidak tahu di mana markasnya, berapa jumlahnya, apa strateginya,
08:12kita sama sekali tidak tahu.
08:13Jadi ini sangat sulit sekali.
08:15Nah, ini justru yang membuat Amerika sebenarnya juga menjadi sulit untuk melakukan aksi ke Iran,
08:22karena Iran tidak bisa dibaca dengan mudah.
08:26Tidak bisa dibaca dengan mudah.
08:27Misalnya bisa terbaca di mana markasnya, mungkin bisa diserang terlebih dahulu ya.
08:32Dan saya kira intelijen Iran bekerja dengan serius,
08:36terbukti dari beberapa kali serangan Iran kepada negara-negara sekutu Amerika di kawasan teluk
08:41dengan aksi-aksinya itu cukup akurat mencari titik-titik serangan itu.
08:46Saya kira intelijen Iran cukup bergerak, cukup berat baluk,
08:49walaupun ada kendala sekarang adalah perang ini ada di wilayah Iran.
08:53Coba kalau misalnya perangnya di wilayah lain, mungkin mereka bisa lebih sulit.
08:56Misalnya perangnya di Amerika pun, Amerika pasti juga akan keteteran.
08:59Tapi ada satu hal yang membuat Iran nampak agak,
09:04terlebih dahulu adalah perangnya adalah di Iran.
09:06Tetapi ketika nanti Iran bisa menghadapi ini, bisa mengerakkan milisi,
09:10tentu Amerika tidak mudah untuk menjalankan perang ini.
09:13Oke, bicara soal perang darat, tadi juga sempat sudah sedikit Anda singgung
09:19bahwa Amerika Serikat sebenarnya punya keunggulan teknologi dan pasukan khusus begitu.
09:22Tapi Iran juga punya keunggulan geografis, yang juga Anda katakan barusan.
09:26Dan dukungan, jangan lupa dari Rusia dan Tiongkok.
09:29Sejauh ini memang tidak ada yang langsung dukungannya dari Rusia dan Tiongkok.
09:33Tapi dukungan-dukungan intelijen, dukungan moral juga sudah tampak dari Rusia dan Tiongkok.
09:38Menurut Anda siapa yang lebih diuntungkan jika perang ini benar-benar terjadi di darat nantinya?
09:45Ya, perang tidak pernah ada menguntungkan suatu pihak.
09:48Perang itu bencana ya, perang itu bencana, bencana kemanusiaan.
09:51Ini yang tidak ada menguntungkan.
09:53Ini saya kira hanya menguntung, kalau misalnya untung hanya bukan menguntungkan,
09:57tapi memuaskan ego saja, memuaskan egonya Trump, memuaskan egonya penguasa.
10:01Saya kira tidak ada yang diuntungkan dari perang ini.
10:03Jadi, apapun yang terjadi harus dihentikan.
10:07Tetapi, kalau ada pihak-pihak yang mengambil manfaat dari ini, pasti ada.
10:12Contoh misalnya, produsen-produsen alutsista, ini akan diuntungkan.
10:16Akan ada pembelian senjata dalam jumlah banyak, kemudian akan ada perlombaan-perlombaan senjata.
10:23Ini juga akan terjadi di dalam perang.
10:25Jadi, kalau misalnya siapa yang mengambil keuntungan dari bencana ini,
10:29saya kira produsen alutsista salah satunya.
10:32Terakhir yang menarik, Pak Stanis, ketika Amerika Serikat terus mengejarkan pernyataan
10:36bahwa akan ada ground invasion, bisa saja sudden ground invasion begitu ya,
10:41yang Iran tidak siap lah.
10:43Tapi di sisi lain, aliansi mereka, Israel, ini sampai detik ini tidak muncul di permukaan
10:48ketika Amerika juga mengatakan akan ada ground invasion.
10:52Mereka lebih sibuk, malah Denny Houthi dan juga Hezbollah.
10:55Sejauh ini, apakah peran Israel untuk ground invasion bisa ikut terjadi bersama Amerika Serikat atau bagaimana?
11:03Ini anomalinya.
11:04Jadi, ketika Amerika mengatakan sudah banyak yang mendukung,
11:07tetapi ground invasion hanya didukung.
11:09Hanya Amerika saja nampak sendirian.
11:10Ini menjadi anomali.
11:11Ini menjadi pertanyaan kita sebenarnya.
11:13Apakah ternyata Amerika itu di bawah kendali Israel menjadi proksinya Israel
11:20atau hal yang lain?
11:21Ini masih menjadi pertanyaan.
11:22Tapi, Amerika sejauh ini nampak serius dengan mengerahkan pasukan,
11:27mengerahkan kapal Indo, kemudian melakukan serangan, nampak serius.
11:29Dan Iran juga nampak serius.
11:31Dan seriusnya dua negara ini akan berujung kepada bencana
11:35jika terjadi benar-benar perang di invasi darat di Iran.
11:38Oke.
11:39Baik, analisis yang sangat menarik dari Pak Stanislav Sriyanta,
11:43pakar intelijen dan keamanan universitas.
Komentar

Dianjurkan