JAKARTA, KOMPAS.TV - Teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Saat itu Andrie dalam perjalanan pulang usai menjadi narasumber podcast Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas soal "Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI".
Andrie dikenal vokal memperjuangkan HAM dan juga reformasi sektor keamanan. Mengapa Andrie menjadi target teror hingga YLBHI menyebut kasus ini sebagai percobaan pembunuhan berencana?
Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bersama aktivis KontraS, Nadine Sherani menelusuri jalan yang dilalui Andrie saat malam kejadian. Nadine juga menceritakan sejumlah kejanggalan yang ditemukan tim investigasi independen TAUD.
Dipo juga menemui M. Isnur, Ketua Umum YLBHI. Secara eksklusif, Dipo diajak melihat langsung studio podcast yang Andrie datangi tepat sebelum kejadian. Isnur menyebut, kejadian ini seperti "duri dalam daging" karena terduga pelaku yang telah diungkap merupakan anggota BAIS (Badan Intelijen Strategis).
Dipo menemui Novel Baswedan, Mantan Penyidik KPK yang menjadi korban teror penyiraman air keras pada tahun 2017. Novel meyakini ada perintah yang terorganisasi di balik peristiwa teror air keras kepada dirinya. Mengapa?
Sementara, Feri Amsari, Pakar Hukum Tata Negara menyebut kasus ini harus diadili melalui proses peradilan umum dan harus ada pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta secara independen agar kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan lurus.
Saksikan Dipo Investigasi, episode Siapa Dalang Teror Air Keras? Tayang Senin, 30 Maret 2026, pukul 20.30 WIB di Kompas TV.
#andrieyunus #aktivis #korban
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/660026/siapa-aktor-di-balik-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras-andrie-yunus-dipo-investigasi
Komentar