- 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Konflik antara Iran vs Amerika Serikat-Israel yang telah berlangsung selama sekitar 1 bulan terus memanas. Kelompok Houthi dan Ukraina mulai terlibat langsung dalam perang Iran.
Pakar strategi PPAU Agung Sasongkojati menilai, kehadiran Houthi membuka front baru dari selatan yang memaksa Amerika Serikat dan Israel membagi kekuatan militernya.
Di sisi lain, Pengamat Politik Timur Tengah Mahfuz Sidik menyebut konflik ini berpotensi meluas menjadi krisis global.
Baca Juga Perang Meluas! Pengamat Intelijen soal Houthi Bantu Iran Serang Israel, Ini Dampaknya ke Indonesia di https://www.kompas.tv/internasional/659843/perang-meluas-pengamat-intelijen-soal-houthi-bantu-iran-serang-israel-ini-dampaknya-ke-indonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659879/full-pakar-strategi-dan-pengamat-timur-tengah-analisis-houthi-ukraina-terlibat-perang-iran
Pakar strategi PPAU Agung Sasongkojati menilai, kehadiran Houthi membuka front baru dari selatan yang memaksa Amerika Serikat dan Israel membagi kekuatan militernya.
Di sisi lain, Pengamat Politik Timur Tengah Mahfuz Sidik menyebut konflik ini berpotensi meluas menjadi krisis global.
Baca Juga Perang Meluas! Pengamat Intelijen soal Houthi Bantu Iran Serang Israel, Ini Dampaknya ke Indonesia di https://www.kompas.tv/internasional/659843/perang-meluas-pengamat-intelijen-soal-houthi-bantu-iran-serang-israel-ini-dampaknya-ke-indonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659879/full-pakar-strategi-dan-pengamat-timur-tengah-analisis-houthi-ukraina-terlibat-perang-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan belum ada tanda-tanda meredah.
00:09Justru konflik tambah panas dengan bergabungnya kelompok Houthi di Yaman dan juga pihak Iran, India dan Ukraina juga yang kemudian
00:16menawarkan negara Arab teluk untuk sistem antri anti-drone Iran.
00:20Nah, nantas seperti apa kekuatan Houthi yang terlibat dalam perang Iran Amerika Serikat dan juga Israel, bagaimana perang Timur Tengah
00:27ini bisa dihentikan di saat pelakunya justru bertambah.
00:30Kita akan bahas bersama dengan pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara dan juga alumni US Air World College
00:37Marsma Purnawirawan Agung Sasoko Jati di studio.
00:40Selamat pagi Pak Agung.
00:41Selamat pagi.
00:42Dan ada juga yang bergabung dari sambungan Zoom saudara pengamat politik Timur Tengah Mahfuz Siddiq.
00:47Selamat pagi Pak Mahfuz.
00:51Selamat pagi Pak Mahfuz.
00:52Pak Mahfuz, untuk audio ini bisa dibuka Pak?
00:56Baik.
00:57Saya ke Pak Agung dulu.
00:59Pak Agung, kita lihat ini ada pihak baru yang kemudian jump in gitu ya di dalam konflik ini, Houthi di
01:06Yaman.
01:07Beberapa waktu lalu hanya sempat memberikan statement gitu ya, mengancam.
01:13Tapi kemudian tidak lama kemudian langsung benar-benar menyerang.
01:15Kalau Anda melihat mungkin serangan yang dilakukan oleh Houthi ke Israel beberapa waktu lalu, ini seperti apa Anda membaca kekuatannya
01:22gitu Pak?
01:23Wah ini adalah Iran mendapatkan kekuatan baru dari arah selatan.
01:28Karena Houthi itu terletak di Yaman dan Yaman terletak di selatan Israel.
01:32Dan Houthi ini adalah pemenang saat konflik singkat dengan Amerika pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun lalu.
01:39Saat mana Houthi waktu itu dengan alasan membela Gaza, mereka menyerang Israel.
01:43Dan juga menyerang kapal-kapal Amerika.
01:45Dan Amerika membalasnya dengan serangan selama dua bulan penuh serangan udara yang menghancurkan banyak hal di Houthi.
01:50Tetapi Houthi masih eksis dan pada akhirnya Trump dengan hitung-hitungan bisnisnya,
01:57ini untuk apa saya ribu-ribu dengan kelompok kecil di ini,
02:01akhirnya dia buat kesepakatan, bisa mendeklare menang Amerika dengan Houthi berjanji tidak menyerang kapal Amerika lagi,
02:08meskipun Houthi terus menyerang Israel.
02:10Itu artinya dalam saat itu jelas Houthi menang posisi, meskipun secara propaganda Trump mengelain Amerika menang.
02:16Nah sekarang terlibat sekarang nih, Houthi dengan memiliki kemampuan teknologi tinggi,
02:23sanggup menerbangkan drone jala jauh dan jala air lebih dekat dengan Israel,
02:26dan janggup juga mengoperasikan bahkan rudar hipersonik Fartah,
02:30dua itu punya dia, nah ini akan menimbulkan sekuriti dilema bagi Amerika dan Israel.
02:40Kenapa? Karena harus memecah dua front untuk menghadapi,
02:43jadi dalam operasi perang modern, dari dulu dan sekarang,
02:48itu bahwa kita kalau kita mau menghadapi suatu pihak,
02:50kita minimal mempunyai kekuatan dua kali daripada kekuatan lawan.
02:54Apalagi kalau kita defensif bertahan, tidak menyerang-menyerang ini kan Israel dan Amerika tidak sekutus menyerang Houthi.
03:00Nah sekarang harus bertahan dari serangan Houthi.
03:02Artinya dia harus mengalokasikan kekuatan laut untuk menjaga dekat situ,
03:08tapi juga mereka riskan kalau terlalu dekat karena akan terancam rudal Houthi,
03:12dan juga harus menyiapkan juga serangan balik ke situ,
03:16dan mengalokasikan pesawat terbang ke situ,
03:19artinya akan terpecah.
03:20Kalau tadinya sanggup menyerang dengan kekuatan mungkin 70 persen, 80 persen ke arah Iran murni,
03:26namun sekarang harus dipecah.
03:28Mungkin hanya tinggal 50 persen, dan sisanya juga lari ke ancaman Houthi.
03:33Belum lagi ada masalah, yaitu dari utara sekarang Hezbollah yang disangka sudah hancur debur,
03:39sehingga Hezbollah dalam satu bulan terakhir sanggup melumpuhkan banyak hal di Israel,
03:43menghancurkan 100 tank Merkava,
03:45kemudian instalasi-instalasi pos-pos di Israel,
03:48dan menemukan ancaman karena ada ancaman bahwa Houthi malah Hezbollah masuk ke Israel Utara
03:54untuk merebut beberapa pertanian di sana,
03:57dan itu sudah menemukan suatu kemenangan.
03:59Jadi meskipun itu kecil, tapi besar,
04:01karena mereka ada kelompok perlawanan, bukan hegemonnya.
04:04Kalau seperti kelompok perlawanan bisa mendapatkan kedudukan, posisi,
04:07dan itu sudah menang.
04:09Tidak kalah saja menang, apalagi ada menang sedikit, itu menang besar jadinya.
04:14Nah, di sisi lain, sekarang yang justru dalam posisi defensif,
04:17meskipun mereka masih ofensif adalah Israel dan Amerika.
04:22Kemenangan kinetik mereka untuk menghancurkan banyak hal di Iran,
04:26itu tidak berarti apa-apa,
04:28karena yang dihancurkan itu bukan center of gravity daripada Iran.
04:32Mata herannya gitu ya?
04:33Bukan, center of gravity-nya terletak pada kota bawah tanah,
04:37yang bahkan diserang nuklir pun kebal,
04:39karena letaknya 100 meter di bawah tanah,
04:41dan itu penggunungan Sagros itu granit loh itu.
04:44Jadi granit itu sangat,
04:45bukan kendung kapur biasa, tapi granit.
04:48Nah, dan serangan-serangan balasan mereka yang katanya,
04:53jadi klaim dari media barat itu kadang-kadang menyesat,
04:55karena sekarang banyak komplain,
04:57100% sasaran hancur, itu betul.
04:59Tapi apakah sasaran itu punya efek kepada kemampuan berperang,
05:04atau keinginan berperang strategis, jelas tidak.
05:06Kemudian,
05:07sanggup menahan serangan rudal 94%,
05:10iya, tapi dari 1000 rudal,
05:12berarti kan masuk 60,
05:13dan 60 ini masuk ke tempat-tempat yang menimbulkan efek.
05:16Dan 94% juga angka yang terlalu tinggi,
05:18karena kenyataan sekarang,
05:20dari 10 rudal,
05:214 masuk.
05:23Dan itu menimbulkan juga,
05:25nggak dibahas juga mengenai,
05:26betapa biaya perangnya mahal sekali.
05:28Untuk biaya perang saja,
05:30dalam satu minggu pertama,
05:31sudah 11 miliar.
05:33Tetapi untuk rudal pertahanan udara,
05:36yang dihabiskan oleh Amerika,
05:37dan sebetulnya,
05:3826 miliar dolar.
05:40Sementara rudal jelajah,
05:42apa,
05:45Tomahawk,
05:46yang dilepas dari kapal-kapal itu,
05:48itu sudah 3 miliar dolar.
05:50Dan itu sudah menghabiskan separuh,
05:52daripada stok rudal Tomahawk.
05:54Nah, kalau ini diteruskan lagi,
05:562 minggu lagi,
05:57terus yang tersisa untuk Amerika,
05:59di dunia ini,
05:59untuk menghadapi konflik di tempat lain,
06:01itu mana?
06:02Boleh dia di sini,
06:03masih bisa menekan selama 2 minggu,
06:05tapi bayangkan,
06:06bila ternyata China,
06:07mengerakkan selanjutnya kapal Indoknya,
06:09di Taiwan sana,
06:10terus Amerika akan mendolong dengan apa?
06:12Karena semua patriotnya,
06:15untuk menangkis serangan udara,
06:17dan khatnya juga,
06:19semua amunisinya dibawa ke Timur Tengah,
06:22untuk melindungi Israel.
06:24Jadi sumber daya yang dipunya,
06:26Amerika Serikat,
06:26maupun juga Israel ini ya,
06:28tertekan juga dengan kehadiran Houthi di sana,
06:29sebagai pihak baru ya Pak ya?
06:30Sangat ketekan,
06:31karena Houthi itu,
06:33sudah terbukti bahwa mereka,
06:35memiliki kemampuan yang cukup canggih,
06:37betul itu adalah,
06:38apa namanya,
06:39tidak terlalu besar,
06:41jadi hanya separuh dari Yaman,
06:42dia kuasai,
06:43tetapi mereka punya akses,
06:44dan yang paling penting,
06:45Houthi itu bisa menutup Selat Bab El Mandep,
06:48yang lebaran 23 kilometer,
06:50mereka tetap berhadapan.
06:52Dan untuk menutupnya,
06:53bukan mereka nongkrong di pinggir pantai,
06:54bawa senjata,
06:56mereka itu,
06:57sama seperti di Iran,
06:58untuk menutup Hormuz,
06:59mereka itu ratusan kilometer,
07:00jadi untuk ancaman terhadap,
07:02itu bukan dengan di pinggir pantai,
07:04masang ranjol saja,
07:05tidak,
07:05mereka punya barisan rudal,
07:07barisan drone,
07:08yang berada puluhan kilometer,
07:10atau langsung kilometer di belakangnya,
07:12jadi,
07:13jangan dipikir ngebom di pinggirnya,
07:14akan langsung aman,
07:15oh tidak,
07:16dan Amerika tahu itu,
07:17makanya,
07:17sampai sekarang mereka masih gak bergerak,
07:19dan kapal lindungnya menjauh,
07:20jadi Abraham Lincoln menjauh,
07:22karena,
07:23tahu nasibnya di alami,
07:25apa,
07:26USS Ford ya,
07:28Itkilar Ford itu,
07:29itu,
07:29kena serangan,
07:30dan diakui oleh Presiden Trump sendiri.
07:32Oke,
07:33kekuatan yang sangat besar,
07:34yang dimiliki oleh Houthi,
07:35terutama di titik strategis,
07:37di selat belakang,
07:38saya ke Pak Mahfus,
07:40Pak Mahfus,
07:41Anda melihat,
07:41peta kemudian ke depannya,
07:43dengan bergabungnya Houthi,
07:45di sini,
07:45kemudian Hezbollah,
07:46sudah duluan,
07:47seperti itu,
07:48apakah ini juga akan mungkin,
07:49nanti menggerakkan,
07:50proksi-proksi lain,
07:51yang misalnya milisi Iran,
07:53di Irak,
07:53maupun juga di Suriah?
08:04Pak Mahfus,
08:05mohon maaf Pak,
08:06untuk suaranya,
08:06belum terdengar di sini Pak.
08:09Halo,
08:10sudah ada suara saya?
08:11Ya,
08:12silahkan Pak.
08:13Ketika perang antara Iran,
08:15dengan Amerika,
08:16dan Israel ini,
08:19banyak analisis,
08:20memperkirakan,
08:22bahwa ini merupakan,
08:23pintu masuk,
08:24bagi,
08:24terjadinya perang,
08:26di dunia,
08:27dan kalau kita lihat,
08:28eskalasi hari-hari ini,
08:31di mana aktor,
08:32yang terlibat dalam,
08:33peperangan ini,
08:33semakin berapa,
08:35maka kita bisa mulai melihat,
08:37bagaimana linkage,
08:38keterkaitan,
08:39satu spot,
08:39dengan spot yang lainnya.
08:41Ketika misalnya,
08:43Iran menyerang,
08:44instalasi,
08:45gunung persenjataan,
08:46di,
08:46di,
08:47di Dubai,
08:48yang diduga kuat,
08:49adalah gunung penyimpanan,
08:51sistem anti-drone,
08:53yang dikembangkan,
08:55walaupun diklaim,
08:56ini adalah,
08:57produsennya dari Amerika,
08:59itu dioperasikan,
09:01di,
09:01di Ukraine,
09:02dan Ukraine punya pengalaman panjang.
09:04Ini,
09:05menunjukkan ada,
09:07perluasan spot,
09:08dan juga linkage,
09:09keterkaitan,
09:10satu spot,
09:10dengan spot yang lain.
09:12Jadi,
09:12dalam konteks,
09:13ekskalasi sekarang,
09:14apa yang terjadi,
09:16di,
09:17apa,
09:18Teluk Persia,
09:19dengan apa yang terjadi,
09:21di Ukraine,
09:22perang,
09:23ini,
09:24semakin sulit,
09:25untuk,
09:26dan kalau ini,
09:28semakin,
09:28ada keterkaitan,
09:30yang langsung,
09:30maka,
09:31ini,
09:33potensi,
09:34yang semakin besar,
09:35atau,
09:35memberikan trigger baru,
09:37bagi meledakkan perang dunia,
09:39yang lebih besar.
09:40Kita bisa sebut,
09:41perang dunia yang ketiga.
09:42Kenapa?
09:43Kenapa begini?
09:45Kita lihat,
09:45di awal Maret,
09:47Presiden Zelensky,
09:48secara tertuka,
09:49melakukan kunjungan,
09:50ke beberapa negara Teluk,
09:51dan menanggap tangan,
09:52takatan,
09:53peningkatan,
09:54kerjasama pertahanan.
09:55Ini yang sebenarnya,
09:56melatari,
09:56atau melandasi,
09:58bantuan Ukraine,
10:00negara-negara Teluk,
10:01dan Amerika,
10:02untuk,
10:03menggunakan,
10:04sistem anti-drone,
10:05Iran,
10:06yang sudah,
10:08di Ukraine.
10:10Yang kedua,
10:11tentu saja,
10:11kalau Ukraine terlibat,
10:13sebagai para pihak di sini,
10:15maka Rusia,
10:15tidak akan tinggal dia.
10:17Karena,
10:17ada pertarungan,
10:18antara Rusia,
10:19dengan Ukraine,
10:20yang masuk langsung.
10:21Dan,
10:22kalau Houthi terlibat sekarang,
10:24maka,
10:24yang akan sangat terganggu,
10:26adalah,
10:27negara-negara,
10:28Eropa,
10:29dan juga Amerika Utara,
10:30terkait dengan,
10:31suplai energi,
10:33dan juga suplai,
10:33perdagangan mereka,
10:35lewat jalur,
10:36apa namanya,
10:37batang mandat,
10:37dan terusan suai,
10:38selalu ke Mediterania.
10:40Nah,
10:40kalau,
10:41Eropa ini,
10:42kemudian terganggu,
10:43ya,
10:44maka reaksi balik mereka,
10:46itu juga akan mengundang,
10:47tindakan balasan dari Rusia.
10:50Yang artinya,
10:51peristiwa yang terjadi,
10:53di Teluk Persia ini,
10:54perang antara Iran,
10:55Amerika,
10:56dan Israel,
10:58ya,
10:58ini kemudian,
10:59memiliki keterkaitan yang langsung,
11:01dengan apa yang terjadi di Ukraine,
11:04yang melibatkan Eropa,
11:05dan juga Rusia.
11:07Nah,
11:07kalau dua spot ini meledak,
11:09dan,
11:10tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain,
11:14analisis banyak kalangan yang mengatakan pintu masuk menuju Perang Dunia Ketiga,
11:18ini terbuka.
11:20Nah,
11:20ini yang kita khawatirkan.
11:21Dan pintu itu,
11:23akan semakin terbuka lebar,
11:25mematalkan misalnya,
11:26apa yang dilakukan oleh Israel,
11:29dengan melakukan pembooman terhadap instalasi di dekat,
11:32apa namanya,
11:34situs pengembangan nuklir,
11:36energi nuklir Iran,
11:37ini kemudian terus berlanjut,
11:39dan bahkan Iran tergoda,
11:41untuk menggunakan senjata nuklir praktis,
11:44maka,
11:44kalau itu terjadi,
11:46para pihak yang lain juga akan terlibat.
11:48Jadi,
11:48akan...
11:50Oke,
11:51jadi,
11:52pemicunya tadi,
11:53meluas ya,
11:54konflik sampai ke Rusia,
11:55dan juga Ukraina,
11:56adalah,
11:56kemudian,
11:57jika Israel,
11:59ini menyerang,
12:00situs nuklirnya Iran,
12:01seperti itu Pak,
12:02yang mungkin akan menjadi,
12:03pemicu yang paling besar nanti,
12:05yang kemudian,
12:06konflik yang meluas seperti itu.
12:09Serangan itu sudah dilakukan,
12:10dan serangan yang sudah dilakukan di Israel ini,
12:13sangat mungkin tidak akan berhenti sampai di situ.
12:15Walaupun ini ingin memunculkan efek deteran kepada Iran,
12:19tetapi kita lihat,
12:21Iran justru,
12:21sedang bersiap untuk melakukan serangan serupa kepada Israel,
12:25dan dengan Houthi sekarang terlibat dalam melakukan serangan,
12:28kita harus ingat,
12:29tadi sudah disampaikan oleh Pak Agung,
12:31bahwa setelah Amerika gagal,
12:33menghancurkan kekuatan militer Houthi,
12:35tahun lalu,
12:36dan Houthi juga lolos dari keperangan panjang dengan Saudi Arabia selama tujuh tahun,
12:42secara militer,
12:43kapasitas militer Houthi sekarang ini mengalami peningkatan,
12:47persis sebagaimana Iran mengalami peningkatan kapasitas militernya.
12:51Dan kalau dua choke point yang dikontrol dua kekuatan ini,
12:56yaitu Slab Hormuz dan kemudian Slab Bab El-Mandab,
13:00ini betul-betul ditutup dan dikontrol oleh dua kekuatan ini,
13:04maka dunia ini akan mengalami krisis global,
13:08dan krisis global ini,
13:09terutama Eropa akan menghadapi hantaman yang paling kuat,
13:13ini juga akan mengembang reaksi balik dari mereka.
13:16Inilah yang menurut saya eskalasi besar,
13:18eskalasi skala global yang sangat mungkin terjadi dalam akun-akun.
13:23Oke, baik.
13:24Sekarang kembali ke Pak Agung.
13:25Tadi Pak Agung kita bicara soal Houthi yang kemudian terlibat dalam konflik,
13:30tidak hanya sekarang,
13:31tapi juga beberapa waktu lalu gitu ya.
13:33Kalau Anda melihat,
13:34apakah kemudian bisa berulang nih,
13:35kemudian Amerika Serikat bisa di...
13:39dalam tanda kutip dikalahkan oleh Houthi gitu,
13:41di konflik yang sekarang ini?
13:44Bukan dikalahkan.
13:46Arab Saudi aja dikalahkan Houthi.
13:48Jadi gini,
13:48dalam perang sederah Yaman,
13:50di mana Houthi itu salah satu faksi di dalamnya,
13:54Houthi itu diserang oleh pasukan koalisi,
13:58antara lain yang ikut adalah dari Yuni Emirat,
14:00dari Saudi,
14:01dari Maroko,
14:02dengan segala macam persenjataan hebatnya,
14:04menyerang dengan semua pekerjaan Amerika,
14:06F-16,
14:07pesawat F-15,
14:08semua menyerang dan menanguh Houthi.
14:11Houthi tetap survive,
14:12bahkan Houthi berhasil menyalahkan serangan,
14:14dan paling ampuh adalah serangan kepada kilang minyak,
14:22dua kilang minyak besar di Arab Saudi,
14:24beberapa tahun yang lalu,
14:25menghancurkan dua kilang minyak,
14:26dan langsung 5% suplai minyak dunia turun,
14:30harga minyak dari 60 naik ke 100 dolar,
14:32itu telah membuat akhirnya berhasil memaksa Saudi untuk mencari damai dengan China,
14:40sebagai penghubungnya dengan Teheran, Iran,
14:46dengan harapan supaya Teheran,
14:48oke, stop Saudi dan memang stop.
14:50Jadi Houthi itu sekarang ada kekuatan militer yang sangat kuat,
14:52secara organisasi, secara ideologi,
14:55dan sekarang masalahnya adalah,
14:57kan kemarin Israel membunuh Imam Ayatola Ali Khameni,
15:01nah itu juga adalah merupakan semacam pimpinan keagaman bagi Houthi yang kebetulan juga siah ya,
15:08jadi itu juga ada secara ideologi ada,
15:12dan secara militer ada,
15:14dan memang Houthi makin kuat,
15:15makin ini,
15:16dan sehingga menjadi kekuatan yang diakui,
15:18dan mampu menahan serangan koalisi negara Arab dibantu Amerika,
15:22dan berhasil membuat Amerika tidak melanjutkan serangannya,
15:26dolar teram ya,
15:28kemudian berhasil membuat Saudi lebih mereh berteman kembali dengan Iran,
15:34berarti memang Houthi adalah,
15:35jadi memang Teheran itu sadar bahwa dia tidak bisa simetris warfare,
15:41atau satu berhadapan tank dengan tank dengan Amerika,
15:46maka dia berhadapan dengan menyebar pengaruhnya,
15:48kekuatannya dengan Houthi,
15:50dengan Hezbollah,
15:51dengan fraksi di Irak namanya,
15:56kemudian di Suriah juga,
15:58dan juga di Hamas,
15:59itu semua adalah untuk containment,
16:01karena dia tahu,
16:02ada saatnya tiba nanti,
16:04Israel dan Amerika,
16:06ataupun Israel akan menyerang dia,
16:07maka pada saat itu tiba,
16:09maka dia sudah punya kekuatan untuk,
16:11apa namanya,
16:12asimetris warfare ini,
16:15untuk menghadapi dengan cara seperti ini,
16:17dan ternyata,
16:17terbukti kan sekarang itu ampuh sekali,
16:20jadi mungkin kita tinggal tunggu waktu nih Pak,
16:22kalau kita melihat sudah ada Hezbollah,
16:23kemudian ada Houthi,
16:24tinggal nunggu nih di Irak sama di Suriah untuk bergerak juga,
16:27sudah bergerak,
16:28sudah bergerak,
16:29kan mereka sudah declaration kemarin,
16:31mereka sudah aktif menyerang NATO dan Amerika untuk unsir pergi dari Irak,
16:35dan sudah berhasil beberapa pangkalan,
16:37bahkan kem Victoria yang besar di Badat itu,
16:39sudah disuruh pergi,
16:41harusnya akhir tahun ini,
16:42dan pemerintah Irak pun,
16:44juga tidak terlalu suka dengan Amerika dan NATO,
16:48mereka sudah minta itu pergi,
16:48kamu untuk apa di sini,
16:50dan juga tinggal di Karbel aja nih,
16:52yang di dekat Kurdi sana yang ada,
16:54lainnya sudah pergi semua,
16:56dan sudah bergerak,
16:56dan mereka sudah bersumpah akan membela,
16:59karena bagi mereka,
17:01kebanyakan suriahan siah juga ya,
17:03ayat tolah Ali Khameni itu kan juga semacam pausnya ya,
17:06semacam pimpinan keagamaan juga,
17:08itu mereka juga ada hal seperti itu,
17:10meskipun sebagian juga sunni,
17:12tapi mereka perjuangannya membela Palestina,
17:14persamaan mereka membela Palestina,
17:16jadi memang akar masalah ini adalah Palestina,
17:18bukan masalah,
17:19kan sering dibilang kalau,
17:21wah ini jahat tuh,
17:23menyerang Israel dari sini,
17:24ya menyerangnya kenapa?
17:25karena mereka membela Palestina,
17:27dan Palestina punya hak untuk berjuang melawan ini,
17:30dan mereka berhak dibantu,
17:32apa?
17:33istilahnya juga dibantu Amerika,
17:34istilahnya juga dibantu negara lain,
17:36kenapa,
17:37kenapa Pak Sina gak boleh dibantu Hezbollah,
17:39gak boleh dibantu Hamas,
17:40gak boleh dibantu dengan Houthi,
17:41gak boleh dibantu Iran,
17:43itu kan tidak fair,
17:44tapi kan orang sudah terkontaminasi dengan propaganda,
17:48ataupun framing media barat,
17:49yang mengatakan,
17:50ini orang jelek,
17:51ini orang enggak,
17:52itu yang membuat ini jadi,
17:54bingung nih sekarang ini,
17:56kenapa kok begitu ya,
17:57gak usah bingung,
17:57yang jelas,
17:58kekuatan kontra hegemoni,
18:00atau kontra hegemoni daripada Iran,
18:02telah berhasil meruntuhkan,
18:03sendi-sendi daripada,
18:05hegemoni Amerika di Timur Tengah,
18:08dan sekarang harus menata ulang,
18:10atau membuat konstruksi ulang,
18:11daripada siapa yang punya power sesungguhnya di Timur Tengah.
18:15Oke, baik,
18:16saya kembali ke Pak Mahfuz,
18:18Pak Mahfuz,
18:18jika kita melihat,
18:20Hezbollah,
18:21kemudian Houthi sudah ikut menyerang,
18:24kita bicara soal Houthi gitu ya,
18:26kita tidak bisa lupa soal gencatan senjata di 2022,
18:29yang akhirnya ada gitu ya,
18:31antara Yemen dan juga Arab Saudi,
18:33jika melihat,
18:34kemudian nantinya,
18:35selat Bapak El Mandeb ini kemudian benar-benar ditutup oleh Houthi misalnya,
18:40apakah kemudian akan berulang kembali nih,
18:42antara Yemen dan juga Arab Saudi?
18:46Kalau kita lihat sebelumnya,
18:48Iran itu lebih menggunakan Hezbollah di Libanon,
18:52untuk membantu menyerang instalasi sipil maupun militer di Israel,
18:59dan Houthi itu belum diaktifasi di Iran,
19:03tetapi sekarang ini kita lihat,
19:05mulai diaktifasi dan langsung menyerang dua instalasi,
19:08yang pertama adalah Iran,
19:10sorry, menyerang Israel,
19:12dan yang kedua mulai menyerang instalasi- instalasi Amerika.
19:15Pertanyaannya adalah,
19:16kenapa Iran mulai mengaktifasi Houthi sekarang ini?
19:20Itu adalah jawaban atau reaksi Iran,
19:23respon Iran,
19:24terhadap indikasi kuat ketengah belatan Ukraine,
19:28yang bisa dianggap juga mewakili Eropa,
19:31di dalam konteks perang Iran dengan Amerika dan Israel ini.
19:34Dan kenapa selama ini tidak?
19:38Karena memang Iran ini tetap menjaga
19:40agar Eropa tidak terlibat langsung dalam perang ini,
19:44dan itu sudah ditunjukkan keimpinan Eropa,
19:46yang menolak ajakan Trump.
19:48Nah tetapi,
19:49keterlibatan Ukraine ini memang membantu ujian kedua
19:53bagi negara-negara Eropa.
19:55Apakah mereka akan membela Ukraine
19:57dengan melibatkan diri dalam perang dengan Iran ini,
20:01kemudian mereka menyalahkan Ukraine,
20:04karena melakukan kebodohan yang kedua dalam hal ini.
20:07Jadi, memang ini tindakan bunuh diri Zelensky sebenarnya,
20:12di tengah perang ketika Eropa dan NATO
20:15mulai menarik diri atau menjaga diri,
20:17tapi justru di tengah peperangan ini,
20:20Zelensky secara terbuka,
20:22berkunjung ke negara-negara teluk,
20:24dan menjaga peningkatan pertahanan,
20:28pertahanan militer maksud saya,
20:30dan bahkan mengirim sekitar 200 tenaga militernya
20:34untuk membantu negara-negara teluk dan juga Amerika
20:37untuk mengembangkan sistem anti-drone untuk melawan Iran.
20:42Jadi, ini semacam deklarasi terbuka dari Ukraine.
20:45Dan inilah makna dari pernyataan pimpinan Houthi yang mengatakan,
20:49bahwa jika ada kekuatan lain yang masuk dalam perang ini,
20:53maka Houthi akan turun tangan.
20:55Houthi akan terlibat.
20:56Jadi, ini langsung makna yang jelas sekali,
21:00sekitar Houthi dalam respet Ukraine.
21:03Jadi, apakah ini akan mengundang Eropa masuk ke wilayah ini,
21:07atau justru Eropa akan menahan diri dan menyalahkan Zelensky,
21:10ini nanti akan kita lihat.
21:12Tetapi, Saudi dan juga Mesir akan menjadi pihak yang sangat dirugikan,
21:18manakala Houthi ini menutup Bab El Manda.
21:20Kenapa? Karena ya, semua jalur perdagang lewat urusan Suez,
21:25ini kan harus lewat Bab El Manda dulu, termasuk juga untuk Saudi.
21:29Jadi, saya kira ini juga akan menjadi tekanan bagi Mesir dan Saudi.
21:36Nah, tinggal persoalat adalah tekanan ini akan diarahkan kepada Iran dan Houthi,
21:41atau tekanan ini diarahkan kepada Amerika.
21:43Kita menghentikan perang, ini yang masih harus kita penuh.
21:46Oke, baik. Kemudian, kembali saya ke Pak Agung.
21:49Pak Agung, jika kita melihat Ukraine yang sudah mulai ikut ingin terlibat, gitu ya,
21:54dan kemudian kita curigai atau kita bisa lihat bahwa Rusia juga sudah terlibat sebenarnya di konflik ini,
22:00tapi dari belakang, gitu.
22:01Dengan memberikan musil, ada yang bilang ini memberikan citra satelit ke Iran, gitu ya,
22:06untuk lokasi-lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, gitu.
22:10Melihatnya seperti apa, Nanti? Kalau misalnya memang benar-benar bisa terbuka, gitu,
22:14antara Rusia, kemudian Iran, kemudian Amerika Serikat, Israel, dan juga Ukraina dalam konflik ini.
22:21Seperti apa kemungkinan kedepannya, Pak?
22:23Iran itu adalah kontra hegemoni terhadap Amerika-Israel di kawasan.
22:28Ukraina adalah kontra hegemoni untuk Rusia.
22:31Dengan Rusia sendiri, kontra hegemoni untuk NATO.
22:34Jadi ada double kontra hegemoni.
22:36Jadi kita harus melihat dari teori hegemoni, khususnya Gramsian, ya.
22:40Jadi power ini siapa yang punya power sesungguhnya?
22:43Nah, bagaimana dilakukan selensi adalah semata-mata cari uangnya, tuh.
22:47Kenapa? Karena bantuan dari Amerika, bantuan itu sudah menurun,
22:49dan mereka hanya memberikan bantuan berupa,
22:51bantuan-bantuan hanya cukup untuk jalan hidupnya Ukraina,
22:55bantuan untuk senjata menurun, bahkan alokasi senjatanya ditarik ke
22:59untuk melindungi Israel dan melindungi negara teluk, khususnya Israel tapi.
23:03Dan untuk itu dia mencari uang, mencari dana,
23:05dan mengirimkan ekspertis untuk menghadapi drone-drone,
23:10apa namanya, drone-drone Iran yang menyerang,
23:13atau drone-drone dari sekutu Iran yang menyerang negara teluk.
23:17Namun, seperti diketahui juga bahwa yang ditakuti negara teluk bukan drone itu.
23:20Drone itu kan memang fungsinya hanya untuk,
23:22untuk apa ya, untuk atrisi.
23:26Memang kalau dengan adanya anti-drone buatan Ukraina yang lebih murah,
23:30itu akan lebih murah biayanya daripada menggunakan Patriot
23:33ataupun peralatan buatan Amerika lain.
23:35Namun memang yang ditujukan oleh Iran adalah atrisi ekonomi,
23:40sehingga hal yang harus dibayar oleh negara teluk,
23:42ataupun kawannya Israel atau Amerika,
23:45untuk setiap senjata yang ditembakkan harus tinggi.
23:48Nah, dengan adanya Ukraina yang menawarkan solusi untuk penangkis serangan drone
23:53ataupun drone, khususnya drone dengan biaya lebih murah,
23:55itu merupakan kerugian.
23:56Jadi, atrisinya berkurang.
23:58Nah, makanya wajar kalau seperti dikatakan oleh Pak Mahfud tadi,
24:01bahwa Houthi turun,
24:03karena yang diinginkan oleh Iran dan sekutunya,
24:06bahwa setiap sebuah senjata ditembakkan,
24:08maka harga yang dibayar untuk penangkisnya,
24:11mau berhasil, mau kagak,
24:12itu adalah biayanya puluhan kali atau ratusan kali lipat lebih mahal.
24:16Jadi, memang atrisi seperti itu.
24:18Jadi, Ukraina itu menawarkan solusi untuk atrisi jangan terlalu mahal.
24:22Namun, itu juga membawa konsekuensi baru,
24:26yaitu Rusia.
24:28Rusia dan Cina,
24:29kalau Cina memberikan panduan GPS jarak jauh bedu
24:33yang bisa memberikan juga serana komunikasi
24:35sehingga membantu merubah trajektori dari misal,
24:38sehingga misal ini bisa memindahkan sasaran
24:40sampai saat terakhir,
24:41yang membuat sulitan bagi Israel khususnya.
24:44Tapi juga Rusia itu memberikan
24:48reconnaissance ataupun tampilan satelit 24-7.
24:5324 jam, 7 hari seminggu dan non-stop.
24:57Sehingga praktis sekarang di command center-nya Iran,
25:01dan Houthi mungkin,
25:02itu bisa melihat pergerakan siapapun di dalam Timur Tengah,
25:06apapun itu,
25:07jadi mereka bisa pinpoint akursi untuk menunjukkan sasaran.
25:12Dan siapapun agen yang di bawah,
25:14itu bisa mengirimkan pesan ke atas
25:16melewati saluran BEDU itu.
25:19GPS-HT,
25:20ternyata bukan GPS komunikasi juga.
25:21Tapi yang penting lagi adalah,
25:24apapun yang terjadi di bawah,
25:26itu langsung bisa dimonitor.
25:27Bayangkan,
25:29punya senjata kekuatannya bisa sampai ke mendekati Eropa.
25:33Punya kemampuan melihat secara detil,
25:3624 jam,
25:37jadi seminggu,
25:38praktis setiap detik,
25:40setiap detik,
25:40mengawasin.
25:41Terus bisa mengarahkan,
25:42dengan bantuan satelit,
25:44bisa presisi CEP-nya,
25:4510 meter,
25:47apalagi yang ditakutkan oleh Iran.
25:50Silahkan mau mendarat di manapun,
25:52mau bawa senjata apapun,
25:53mau bawa pesawat sebesar apapun,
25:55mau bawa kapal sebesar apapun,
25:57mau mendaratkan sebanyak apapun,
25:59itu akan jadi sasaran yang sangat rentang,
26:02jadi namanya target rich environment,
26:05lingkungan yang penuh dengan sasaran.
26:07Itu istilah Amerika itu.
26:08Dan sekarang perangnya ini,
26:11Amerika banget nih,
26:12seorang Iran menggunakan taktik yang biasa di alokasikan Amerika,
26:16kalau dia menjadi pihak yang anorembu,
26:18sekarang Iran sebenarnya seperti itu,
26:22melakukan tindakan kontra hegemonik,
26:23dengan kegiatan asimetrik,
26:26sehingga punya keunggulan asimetrik,
26:28dia kalah secara kinetik,
26:29tapi tidak berarti apa-apa,
26:30karena sasaran kinetik itu bukan seter of gravity.
26:33Di sisi lain, serangan asimetrik dengan rudal,
26:36dengan missile dominance ini,
26:38merupakan menyerang ke center of gravity daripada lawan.
26:42Ekonomi, informasional, militer juga,
26:47dan diplomasi.
26:49Rontoklah semua ini,
26:50tingkat diplomasi rontok,
26:52tingkat informasionalnya rontok,
26:54tingkat militernya jelas nggak bisa menahan semuanya,
26:57dan makin depleted itu,
26:58dan terakhir ada ekonomi.
27:00Yang megang power ekonomi sekarang adalah
27:01Iran, dimatih Houthi.
27:03Dan saya yakin Houthi juga akan memfilter siapa yang boleh lewat.
27:06Yang nggak boleh lewat, yang ada kinetiknya.
27:09Terus ada lagi yang paling penting lagi,
27:10ada pertanyaan,
27:12Amerika kan punya,
27:13yang bela-bela Amerika,
27:14Amerika kan punya cadangan minyak terbesar di dunia.
27:17Dia,
27:18dia, apa namanya,
27:20dia nggak dirugikan.
27:21Tapi nyatanya,
27:22ditutup segitu,
27:23langsung satu hari,
27:24langsung naik.
27:25Kenapa?
27:26Tantrum ya, Pak.
27:27Karena,
27:28masalahnya adalah global ekonomi,
27:30khususnya yang mengenai oil dan gas,
27:32itu sangat berkoneksi dengan bisnis Amerika.
27:35Jadi, kalau itu terganggu,
27:37meskipun dia punya cadangan minyak,
27:39apapun itu membuat harga naik.
27:41Karena semua sahamnya,
27:42dia uangnya,
27:43dia dimasukkan,
27:44transportasi, oil,
27:45macem-macem,
27:46dan asuransi.
27:47Dan sekarang,
27:47kalau itu terganggu,
27:48pasti terjadi,
27:50apa namanya,
27:51inflasi,
27:51atau terjadi masalah di keuangan Amerika.
27:54Dan bunga bank naik,
27:55akibatnya,
27:56mayatnya Amerika tidak bisa bayar,
27:58angsuran kredit untuk barang-barang produksinya.
28:00Jadi,
28:00gejolak internal,
28:01sistem kapitalisme di sana,
28:03terguncang karena,
28:05masalah di Timur Tengah.
28:06Oke,
28:06gejolak internal,
28:06nanti juga akan memberikan,
28:08dorongan yang lebih besar,
28:09gitu,
28:10ketika,
28:10tadi,
28:11minyaknya.
28:11Jadi,
28:12strategi perangnya,
28:13apa,
28:14Iran adalah,
28:15membuat tekanan.
28:16Jadi,
28:16memang secara kinetik,
28:18kalah ya.
28:18Tetapi,
28:19secara kinetik pun tidak terlalu kalah,
28:20nyarang.
28:21Tetapi,
28:21secara diplomasi,
28:22ekonomi itu,
28:23Iran berada di atas angin sekarang.
28:25Oke,
28:26siap.
28:26Jadi,
28:26taktik itu ya,
28:27selain kinetik,
28:28ada juga faktor-faktor lain yang bisa,
28:30ya betul,
28:30yang bisa dimainkan Iran untuk bisa melawan Amerika.
28:33Itu strategi namanya.
28:34Baik,
28:34saya kembali ke Pak Mahfuz.
28:36Pak Mahfuz,
28:36jika kita melihat sekarang,
28:39ekskalasinya luar biasa,
28:40kemudian front-front baru juga,
28:42bermunculan seperti itu.
28:44Jadi,
28:45apa yang kemudian kemarin diproposalkan oleh Amerika Seikat dengan 15 poin,
28:49dan Iran juga kasih lima syarat ini juga semakin jauh.
28:52Kita nggak akan bisa ketemu nih untuk negosiasi,
28:54walaupun Pakistan juga sudah menawarkan diri,
28:57jadi tuan rumah untuk negosiasi antara kedua belah pihak.
29:02Ya,
29:03kalau saya mencoba menelah lebih jauh informasi dari banyak kalangan,
29:09kelihatannya dari dua pihak,
29:11baik dari Amerika sendiri,
29:13dari Israel dan juga dari pihak Iran,
29:15mereka sampai pada kesimpulan saat ini,
29:19menyiapkan diri untuk perang berlarut.
29:22Jadi,
29:23proposal damai yang sebelumnya ada 15 poin,
29:26walaupun ada kontor negosiasi dari Iran,
29:31ini kelihatannya akan tak setak,
29:34akan tidak berlanjut,
29:35dan masih-masih sebuah kemenyiapkan perang berlarut.
29:39Cuma,
29:39kalau perang berlarut ini dilakukan,
29:42atau diskenariokan,
29:44maka bisa dipastikan,
29:46pengkalahan ini akan sangat terlak,
29:48dialami oleh pihak Amerika dan sekutunya.
29:52kalaupun ada pihak lain yang terlibat,
29:55seperti tadi Ukraine,
29:56Eropa misalnya terlibat,
29:59maka ini juga akan menyebabkan buncangan dan tekanan yang jauh lebih berat,
30:03karena ini akan memicu krisis ekonomi global,
30:06bukan saja krisis global,
30:08tapi krisis ekonomi global.
30:11dan itu berarti tekanan banyak sekali negara-negara terhadap Amerika dan juga Eropa,
30:17ini juga akan makin menguat.
30:20Dan yang penting kita catat,
30:22bahwa apapun skenario,
30:27tetapi ada faktor yang akan sangat menentukan,
30:30bagaimana kelangsungan perang ini,
30:32yaitu faktor politik domestik.
30:36Misalnya kita lihat tanggal 28 kemarin,
30:38sekitar hampir 10 juta warga Amerika turun ke jalan,
30:42melakukan demonstrasi anti perang,
30:44dengan jargon modus.
30:46Dan ini akan berlanjut,
30:48dan saya kira hal yang sama juga sedang terjadi di Israel.
30:53Jadi secara sederhana saya ingin mengatakan,
30:56kalau Trump itu punya agenda make America great again,
31:00tapi justru dengan perang yang dia ledakan di Iran ini,
31:04justru yang akan terjadi adalah
31:06Trump sedang melakukan upaya untuk menciptakan
31:10atau make Iran great again.
31:12Jadi dia justru membesarkan.
31:14Pada sisi yang lain, dia justru menghancurkan Amerika.
31:17Begitu pun Netanyahu,
31:18ketika Netanyahu punya ambisi,
31:20alat perang ini mulai mempropos agenda negeri ter-Israel,
31:24Israel yang lebih besar,
31:26yang lebih luas,
31:26yang lebih luas di wilayahnya,
31:28justru yang terjadi dalam satu bulan perangan ini,
31:31yang terjadi adalah bukan Israel yang semakin besar,
31:35Israel yang semakin luas,
31:36tapi Israel yang semakin ter-alienasi.
31:38Dia ter-alienasi dari dunia,
31:41dia ter-alienasi dari sekutu-sekutunya,
31:43kalau kita lihat negara-negara Eropa,
31:46itu sangat tidak favorabel sikapnya terhadap Israel.
31:50Kita lihat situasi yang terjadi,
31:53protokol perdamaian yang diinisiasi pihak ketiga,
31:56dan diraspon oleh Trump dengan 15 poin tutupan,
31:59seolah-olah semua tujuan perang dari awal itu
32:02dimasukkan dalam satu piring besar,
32:04dan itu menjelaskan bahwa Amerika
32:06tidak mendapatkan hasil apapun sejak awal,
32:08karena semuanya dalam usulan perundingan atau negosiasi,
32:13tetapi kita lihat yang sangat tegas menolak perundingan,
32:17dan serangan hari-hari ini itu menunjukkan bahwa memang
32:20nampaknya meja perundingan itu tidak akan,
32:23tidak akan,
32:24para pihak yang akan berunding.
32:26Dan perang berlarut ini sangat mungkin terjadi,
32:29tetapi kita lihat ini justru menjadi pintu,
32:32tadi Pak Agung sudah mengandalkan ini,
32:35ini menjadi pintu bagi lenyapnya hegemoni Amerika,
32:40militer, politik, ekonomi di kawasan.
32:44Ini juga segera-gera telur.
32:46Akan sulit, akan ada perundingan antara dua belah pihak,
32:49dan jika Amerika Serikat tetap ingin lanjut,
32:52justru nanti mereka yang akan rugi sendiri gitu ya.
32:54Dan kita nantikan seperti apa,
32:55kemudian ke depannya,
32:56nanti Amerika Serikat apakah akan terus melakukan strategi seperti ini atau tidak,
32:59dan apapun yang dilakukan Amerika Serikat,
33:02tentunya kita berharap semuanya ini bisa segera berakhir seperti itu.
33:06Terima kasih Pak Mahfuz Siddiq,
33:08pengamatan Timur Tengah,
33:09sudah bergabung bersama kami di Sampai Indonesia Pagi,
33:11dan di studio juga ada Marsma Taini Purnawirawan,
33:14Agung Sasong Kojati,
33:15Pakar Strategi Pusat Pekajian dan Penerapan Angkatan Udara,
33:18sudah bergabung juga bersama kami.
33:19Terima kasih.
33:19Terima kasih Pak Agung dan juga Pak Mahfuz.
33:22Terima kasih.
Komentar