Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Anang Supriatna mengungkapkan penyidik telah menggeledah 14 lokasi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari dokumen, alat bukti elektronik, hingga alat berat dan kendaraan yang berada di lokasi tambang.

"Beberapa barang bukti sudah dikumpulkan, baik dokumen, alat bukti elektronik, maupun alat berat dan kendaraan di lokasi tambang," ujar Anang, Senin (30/3/2026).

Ia merinci, dari 14 lokasi tersebut, sebanyak 10 lokasi berada di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Dari ke-14 lokasi itu, 10 berada di Jakarta dan Jawa Barat, sementara sisanya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," ujar Anang.

Lokasi tersebut meliputi kantor PT AKT, kantor perusahaan yang terafiliasi, rumah tersangka berinisial ST, serta rumah sejumlah saksi.

Sementara itu, tiga lokasi lainnya berada di Kalimantan Tengah, termasuk kantor PT AKT, kantor KSOP, dan kantor kontraktor tambang PT ARTH. Adapun satu lokasi lainnya berada di Kalimantan Selatan, yakni di kantor PT MCM.

"Penyidik masih terus mendalami keterlibatan pihak-pihak terkait, baik dari unsur penyelenggara negara maupun pihak lain yang terafiliasi," kata Anang.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Kabid Humas Polda DIY Sebut Kolaborasi dan Sinergi Lapangan Jadi Kunci Sukses Operasi Ketupat Progo di https://www.kompas.tv/nasional/659849/kabid-humas-polda-diy-sebut-kolaborasi-dan-sinergi-lapangan-jadi-kunci-sukses-operasi-ketupat-progo

#samintan #kejagung #tambangilegal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659863/kejagung-geledah-14-lokasi-terkait-korupsi-tambang-kumpulkan-dokumen-hingga-alat-berat
Transkrip
00:00Ada beberapa dasar saat ini sudah dikumpulkan beberapa barang bukti,
00:05baik itu beberapa dokumen maupun juga alat bukti elektronik,
00:09juga beberapa alat berat di lokasi tambang, kendaraan-kendaraan,
00:15dan yang nanti kita akan share dokumennya.
00:23Dari ke-14 lokasi itu dapat saya rinci bahwa
00:27di daerah khusus Jakarta dan Jawa Barat sebanyak 10 lokasi,
00:33di mana yang ada di kantor PT AKT,
00:37di kantor PT MCP yang terafiliasi dengan PT AKT atau Tersangka ST,
00:42rumah tinggal Tersangka ST dan beberapa saksi,
00:467 lokasi lain yang terdiri dari rumah Tersangka dan rumah saksi-saksi.
00:52Di Provinsi Kalimantan Tengah ada sebanyak 3 lokasi
00:55yang terdiri dari kantor PT AKT juga,
00:58ada kantor KSOP, ada kantor kontraktor tambang PT ARTH.
01:03Dan di Provinsi Kalimantan Selatan yang berlokasi di kantor PT MCM.
01:09Nah itu beberapa perusahaan yang memang diduga masih milik saudara ST.
01:20Ya itu induk perusahaan yang PT Borneo itu ya.
01:26Ya itu.
01:30Yang sementara kita dapat itu saja.
01:39Penggeledahan dan saat ini sedang dalam terproses untuk dilakukan penyitaan.
01:45Tapi penggeledahan sudah selesai.
01:47Karena dirinci kan nanti dikompilasi, dikumpulkan dulu, di data, nanti kemudian diajukan penyitaan.
01:53Yang jelas, baik, yang jelas saat ini penyidik sedang mendalami keterlibatan pihak-pihak,
02:03baik itu penyelenggara atau pihak-pihak terapiliasi yang juga ada keterkaitan dengan kejadian wargara ini.
02:11Sudah ada terdiri dari penggeledahan ini?
02:13Nantilah dalam waktu, setelah hasil pendalaman, kita umumkan.
02:18Pak, itu lening sektor pengawasannya, Kementerian LH atau Kementerian SDM?
02:23SDM.
02:24Pokoknya nanti kita tidak hanya yang jelas, nanti penyidik mendalami tentunya nanti berdasarkan alat-alat bukti yang ada
02:30dan tetap dilakukan secara profesional dan akuntabel juga tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia
02:41juga dengan tetap mengedepankan asas peradugata bersalah.
02:45Berapa saksi buat yang berada di jelas?
02:48Dari Ketarang Penyidik lebih dari 20.
02:51Bagaimana penyelenggaraan persisian?
02:54Secara ini saya belum tahu, tapi yang jelas dari beberapa, di beberapa wilayah,
03:00menang sebaik itu di Kalimantan Tengah, di Kalimantan Selatan maupun di Jakarta
03:04ada yang sudah di beberapa saksi diperiksa, termasuk di Jawa Barat.
03:09Pak, ada rekening yang diperiksa, Pak, ini sebuah negara-negara yang pasti di Budi Sada?
03:13Yang jelas, di Benyidik tidak hanya memproses pidananya, tetapi akan aset rekaperinya untuk pemulihan kerugian negara pasti.
03:25Dan salah satu kegiatan ini melakukan penggeledahan dan penyitaan ini dalam rangka mencari aset racing terhadap aset-aset yang diduga
03:35itu terkait atau dari hasil kejahatan itu.
03:38Berarti sudah ada beberapa rekening, Pak, sudah diperiksa nangkatnya?
03:42Rekening yang saya tahu pasti, ada dokumentasi-dokumentasi, nanti diklarifikasi dulu seperti apa, nanti akan didalami.
03:51Pak, sejak 2017 izin perusahaannya dicabut sampai akhir tahun 2025, ada data enggak?
03:57Berapa sih total batubara yang mereka produksi dan volume yang dijual, dijual ke luar negeri, atau ke PLN, enggak?
04:04Ini yang sedang didalami oleh penyidik, nantilah nanti dari dokumen-dokumen yang didapat dari hasil penggeledahan dan penyelidikan dengan keterangan
04:16-keterangan saksi, juga dengan satker-satker terkait nantinya.
04:44Yang jelas, dalam tahap ini penyidik sudah mendalami, sudah mengantungi barang bukti ya tentunya.
04:52Dan pendalaman tetap akan dilakukan, tidak usah khawatir, akan menghilangkan, sudah diperhitungkan oleh teman-teman penyidik.
04:59Berarti ini diimitasi penyelidikan negara ini juga sudah dikarkom?
05:02Pihak-pihak yang dianggap terkait dan dapat dimitai pertanggung jawaban, penyidik sudah mempunyai.
05:10Pak, kisaran kerugian negaranya, apakah sudah ada, Pak, terkait kasus kemintaan ini?
05:15Saat ini masih dalam penghitungan kerugian negara.
05:18Tetapi sebelumnya, perkara ini kan hasil dari PKH kan sudah perusahaan yang terkait 4,2T.
05:28Jadi kalau tidak salah ya, teman-teman dari PKH sudah menyatakan seperti itu.
05:35Artinya ya, kita lihat nanti seperti apa. Ini kan kalau sudah tindak penandang kursi, lain lagi. Perhitungnya berbeda.
05:52Saya belum dapat datanya secara lengkap, nanti di berikutnya saya akan.
05:56Tapi akan menjadi PR kami, akan saya minta data secara lengkap.
06:07Terima kasih, Pak.
06:30Jadi perlu kami jelaskan, terkait dengan penanganan perkara yang saya dapat ya dari Kejari Kabupaten Karo itu ada penanganan perkara
06:43kegiatan pengelolaan dan pembuatan jaringan instalansi komunikasi dan informatika lokal desa di Kabupaten Karo tahun anggaran 2020-2023.
06:53Dari laporan tim penyidik di Kabupaten Karo tahun anggaran perkara ini, total kerugian itu sebetulnya 1,8 miliar.
07:04Di mana 1,8 miliar itu terbagi-bagi tim pengadaan yang berbeda.
07:08Ada yang dilakukan oleh CP Simalem Agro Tekno Farm, yang itunya JGSE, dan tugaan TSK-nya.
07:20Terus ada PT. CPare Ersada Perdana, kalau yang pertama yang disebut sudah tetapkan tersangka, tapi DPO.
07:29Itu total kerugian dari penghitungan PPKP itu 1,1.
07:35Nah terus yang PT. Semalem Agro Tekno Farm.
07:38Terus yang CPare Ersada Perdana, perkara sudah telah diputus saat melakukan uku dan saat ini sudah pahuk kebanding.
07:50Itu kerugian sekitar 250 kerugiannya ya, nilai kerugiannya.
07:54Terus PT. yang ketiga, Ganding Production, tersangkanya RMKS Pelawi, itu sudah inkrah.
08:05Nah yang sedang pirarami ini, atas nama yang saat ini sedang-sidang, Amsal Kristi Sitepu.
08:11Agenda kemarin sudah tuntutan dan saat ini anggota keputusan, itu total kerugian negara sekitar 202 jutaan.
08:21Seperti itu. Jadi tidak, ini memang total keseluruhan 1,8.
08:25Modusnya seperti apa? Jadi bukan masalah skill kemampuan, tetapi di RAB itu untuk kegiatan, contohnya untuk kegiatan sewa drone 30
08:35hari,
08:36ternyata dilaksanakan hasil dari penelitian cuma berapa hari, 12 hari, tapi dibayar full, contohnya seperti itu.
08:42Terus biaya untuk editing, sudah diangkat, di-double-kan lagi seperti itu yang didapat.
08:47Jadi salah satu beberapa modusnya seperti itu. Jadi di RAB-nya.
08:51Dan orang desa ini kan beli dana desa misalnya.
08:55Nah kepala-kepala desa ini kan paham, ini yang membuat RAB-nya berasal dari rekan-rekan itu sendiri.
09:08Masalahnya di sini, sementara pembayaran.
09:12Jadi sebetulnya.
09:15Editing itu gratis.
09:17Itu gimana?
09:21Nah, yang jelas kalau dari laporan bahwa memang terkegeras bahwa dana itu ada sekitar 9-0, tapi kemudian diadakan lagi
09:31anggaran di RAB-nya double lagi.
09:34Seperti itu, ini double-double-nya itu seperti itu.
09:52Yang pertama, kami menghormati dan memang fungsi dari DPR untuk mengawasi agar penegak kakun berjalan sesuai dengan ketentuan, aturan hukum
10:03yang berlaku.
10:04Dan juga agar memenuhi rasa keadilan.
10:08Ya, terkait dengan permohonan yang bersangkutan terdakwa ini, ya silahkan aja.
10:15Kan ada mekanisme hukum yang ditembuh.
10:18Salah satunya kan nanti kemarin tuntutan.
10:20Berarti kan berikutnya peledoh pembelaan dari terdakwa dan peniasat hukum.
10:24Sampaikan aja di sana.
10:25Seperti apa?
10:26Tentunya nanti akan menjadi pertimbangan dari majelis hakim yang memutus.
10:31Terkait dengan RDP, kami siap dan kami menghormati sekali.
10:37Dan kami berterima kasih.
10:39Ini menjadi kontrol bagi kita sebagai pembelaan hukum untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan di masyarakat.
10:54Soal isu mundurnya dua dirjen di Kementerian PU.
10:58Ini kan karena negara yang Kementerian PU ini bilang dibantu sama kecabung.
11:04Begitu Pak, untuk menghitung perutian negara ini konfirmasi.
11:08Saya sempat baca di media, tetapi yang jelas saya belum dapat impor apakah sudah dilaporkan kepada bidang-bidang khusus.
11:16Bidang-bidang saya belum dapat informasi.
11:18Nanti saya tanyakan.
11:20Sudah ya.
11:21Baik.
11:21Cukup ya.
11:35Yang jelas penggeledahan ini kan tidak hanya terhadap PT AKT-nya.
11:41Tetapi ke beberapa PT lain dan beberapa rumah milik baik itu milik AKT maupun milik rumah saksi-saksi.
11:54Yang jelas nantinya apabila dari hasil penggeledahan ditemukan ibaratnya ada keterkaitan dengan pihak-pihak lain yang terafiliasi maka didalami.
12:05Dan bukan hal yang tidak mungkin terhadap aset-aset tersebut akan dilakukan penyitaan.
12:09Karena jika dari hasil penelusuran, hasil pendalaman, bahwa itu bagian daripada hasil kejahatan yang dilakukan oleh ST.
12:20Tapi kalau yang sudah disita, berarti masih hanya yang terkait langsung dengan AKT yang sudah disita?
12:27Baik langsung maupun tidak langsung yang ada kaitannya dari hasil.
12:32Nanti saya kirim ada beberapa dokumentasi baik pada saat melakukan penggeledahan,
12:37juga ada beberapa kendaraan unit, ada pabrik-pabrik, ada perumahan, ada kantor semuanya.
12:43Oke, cukup?
12:45Terima kasih banyak.
12:46Terima kasih banyak.
13:18Terima kasih banyak.
Komentar

Dianjurkan