Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus dugaan korupsi yang menjerat seorang videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Amsal Sitepu kini menyita perhatian publik.

Dengan nilai kerugian negara mencapai Rp200 juta, perkara ini tak hanya bergulir di meja hijau, namun juga masuk dalam pengawasan Komisi III DPR.

Kita bergabung dengan Penasihat Hukum Amsal Sitepu, Williyam Raja dan Bapak Rizaldi, Kasin penkum Kejati Sumatera Utara.

Baca Juga DPR Gelar RDP, Videografer Amsal Sitepu Cerita Kronologi Didakwa Korupsi hingga Diintimidasi di https://www.kompas.tv/nasional/659831/dpr-gelar-rdp-videografer-amsal-sitepu-cerita-kronologi-didakwa-korupsi-hingga-diintimidasi

#amsalsitepu #videografer #korupsi

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659836/penasihat-hukum-amsal-sitepu-beberkan-kejanggalan-di-dakwaan-korupsi-ini-respons-kejati-sumut
Transkrip
00:00Dan saudara kasus videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Amsal Sitepu yang didakwa korupsi dan merugikan negara hingga 200 juta
00:08rupiah mendapatkan perhatian publik.
00:09Komisi 3 DPR akan menggelar atau telah menggelar rapat dengan pendapat umum atas kasus itu.
00:19Komisi 3 DPR akan menggelar rapat dengan pendapat umum terkait kasus dugaan korupsi pembuatan video profil desa oleh videografer Amsal
00:26Sitepu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
00:29Ketua Komisi 3 DPR Habibur Rahman bilang, Amsal yang diduga menggelembungkan dana anggaran tidak tepat, pasalnya produk videografi tak memiliki
00:36standar tertentu karena termasuk kerja kreatif.
00:41RDPU ini digelar untuk menyikapi banyaknya desakan masyarakat yang menganggap kasus tersebut diwarnai ketidakadilan.
00:51Amsal Sitepu yang merupakan videografer dituduh melakukan penggelembungan anggaran atau markup atas jasa pembuatan video promosi sejumlah desa.
01:02Padahal kerja-kerja videografi termasuk kerja kreatif yang harganya tidak memiliki standar tertentu.
01:10Komisi 3 DPR RI mengingatkan kepada penegak hukum bahwa semangat KUHP dan KUHP baru adalah bagaimana proses hukum menghasilkan keadilan
01:20yang substantif, bukan keadilan formalistik.
01:24Di sisi lain, prioritas pemberantasan korupsi seharusnya adalah maksimalisasi pengembalian kerugian keuangan negara pada kasus-kasus KAKAP.
01:39Diketahui, Amsal Sitepu dituntut 2 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi proyek pengelolaan instalasi komunikasi dan informatika serta pembuatan video
01:46profil di desa Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
01:49Kami kutip dari laman Instagramnya, Amsal Bila, dirinya hanya pekerja kreatif dan tidak melakukan markup anggaran.
01:57Saya cuma seorang pekerja ekonomi kreatif.
02:01Saya seorang profesional videografer. Saya didakwa melakukan markup anggaran.
02:06Bagaimana mungkin seorang penyedia jasa bisa melakukan markup anggaran?
02:11Saya melakukan penawaran dengan proposal saya.
02:15Kalau ada markup anggaran, tentu saja proposalnya ditolak.
02:20Kasus ini bermula saat Amsal Sitepu melakukan kegiatan pengelolaan dan pembuatan jaringan komunikasi serta pembuatan video profil desa di Kabupaten
02:27Karo tahun anggaran 2020 sampai dengan 2022.
02:31Sebelum membuat profil, Amsal mengajukan proposal kepada kepala desa dengan anggaran 30 juta rupiah per desa.
02:37Namun, dalam dakwaan, pekerjaan Amsal diduga bertentangan dengan Permendagri tentang pengelolaan keuangan desa dan merugikan negara hingga 200 juta rupiah.
02:47Tim Liputan, Kompas TV
02:52Kasus dugaan korupsi yang menjerat seorang videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Amsal Sitepu, kini menyita perhatian publik.
03:00Dengan nilai kerugian negara mencapai 200 juta rupiah. Perkara ini tidak hanya bergulir di meja hijau, namun juga masuk dalam
03:08pengawasan Komisi 3 DPR.
03:09Kita bergabung dengan penasehat hukum Amsal Sitepu, William Raja, dan juga Pak Rizaldi, Kasin Penkum Kejati, Sumatera Utara.
03:18Selamat siang, Bapak-Bapak. Semoga sehat-sehat selalu.
03:22Selamat siang.
03:23Saya ke Pak Rizaldi terlebih dahulu.
03:26Pak Rizaldi, untuk saat ini sepertinya menjadi perhatian publik terkait dengan terdakwa Amsal Sitepu ini.
03:33Lalu sebenarnya seperti apa konstruksi perkara hingga dinilai merugikan negara hingga 200 juta rupiah?
03:43Pak Rizaldi.
03:52Maaf Pak Rizaldi, sepertinya masih termute audio zoomnya.
04:07Ya, silakan Pak Rizaldi.
04:13Baik, tampaknya masih mengalami kendala teknis.
04:16Saya akan menuju ke penasehat hukum dari Amsal Sitepu.
04:19Pak William, untuk saat ini sebenarnya seperti apa kronologi hingga akhirnya klien Anda ini ditetapkan tersangka dan juga menjadi terdakwa
04:29untuk saat ini.
04:30Seperti apa saja yang ada ikuti dan adanya dugaan? Apakah ada dugaan kejanggalan?
04:37Baik, terima kasih sebelumnya.
04:40Kalau untuk kronologi mungkin sudah banyak beredat juga di media.
04:45Bahwa Amsal Sitepu ini awalnya melakukan penawaran dan pada akhirnya diterima oleh masing-masing kepala desa.
04:53Dan yang menurut kami yang menjadi aneh, ini adalah perkara korupsi.
04:59Tentunya berbicara tentang kerugian negara.
05:02Yang menjadi pertanyaan di kami selaku penasehat hukum juga,
05:07Ternyata kita dapati kerugian negara ini dihitung oleh ahli yang kita tidak ketahui.
05:16Yang disertakan di dalam dakwaan, hasil perhitungannya itu juga dimasukkan di dalam dakwaan.
05:24Dan pihak inspektorat menyatakan ada ahli lain yang menghitung.
05:29Tetapi ahli itu tidak pernah diperiksa di pengadilan.
05:34Dari mana kita tahu cara dia menghitung?
05:37Dan bagaimana kredibilitasnya?
05:40Itulah yang menyatakan ada editor nol, ada yang lain nol, ada yang lain nol.
05:45Yang menghitung ini siapa?
05:48Apakah dia, jangan-jangan dia ahli gizi?
05:52Kita kan tidak tahu juga.
05:54Dan ini kan bahaya untuk hukum kita di Indonesia.
05:57Kalau ke depan cara-cara seperti ini tetap dibuat.
06:03Oke, untuk saat ini sebenarnya bukti-bukti apa saja?
06:05Kan artinya klien Anda ini menawarkan proposal ke masing-masing desa
06:10dan nominalnya sekitar 30 juta rupiah untuk membuat profil sebuah desa di Kabupaten Karo.
06:16Untuk saat ini bukti-bukti apa saja yang telah Anda kemukakan
06:19ataupun klien Anda kemukakan di meja persidangan?
06:23Tentunya karena Amsal ini orang awam yang tidak paham hukum,
06:28kami ini berjalan dengan bukti yang sangat minim.
06:30Karena semua bukti itu ada di pemerintahan desa.
06:33Dan dari keterangan kepala desa, semua administrasi itu sudah diselesaikan.
06:38Begitu juga dengan pekerjaan.
06:41100% selesai dan sudah dibuatkan berita acara serah terimanya
06:44dengan semua kepala desa masing-masing.
06:47Kepala desa juga secara pekerjaan tidak ada melakukan komplain.
06:52Makanya ada beberapa dari mereka juga bingung.
06:55Ini kok bisa jadi masalah?
06:58Baik, saya ke Pak Rizaldi.
07:00Pak Rizaldi bisa mendengar suara saja?
07:07Boleh di-unmute Pak Rizaldi?
07:16Baik, tampaknya belum bisa mendengar audio dari studio.
07:19Saya kembali ke Pak William.
07:21Pak William, untuk saat ini sebenarnya apa saja yang telah ditempu
07:24dan juga terkait dengan adanya yang Anda nilai bahwa ada kejanggalan
07:29dan juga fakta-fakta yang berbeda yang Anda temukan.
07:32Untuk saat ini seperti apa langkah yang telah dilakukan oleh Anda bagi klien Anda?
07:37Baik.
07:37Untuk saat ini kita tinggal menunggu putusan dari pengadilan Negeri Medan ya.
07:44Tanggal 1 sidang putusan.
07:47Dan semua proses acara ini sudah selesai pemeriksaan.
07:54Begitu juga dengan pembuktian.
07:56Tinggal menunggu putusan dari Majelis Hakim.
07:58Dan untuk saat ini seperti apa kondisi juga dari Amstrasi Tepu
08:02yang mungkin akan menanti putusan pada 1 April yang mendatang?
08:08Baik.
08:09Pada awalnya tentunya dia sangat down ya.
08:11Apalagi ada seorang masyarakat yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba di penjara.
08:16Tapi keadaan itu saat ini sudah berubah.
08:19Beliau juga sudah legowong.
08:21Bahkan mengatakan dia tidak ingin ada lagi pihak-pihak lain
08:25yang merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan.
08:29Karena ketika dia bekerja itu dia tidak pernah terpikir akan hal-hal yang seperti ini.
08:33Karena memang fokusnya hanya bekerja.
08:37Selaku videografer profesional.
08:40Oke.
08:40Untuk saksi dari pihak pejabat desa sendiri juga sudah di Anda panggil di muka persidangan.
08:47Dan saat itu apa tanggapan dari pihak Jaksa?
08:51Yang memanggil kepala desa adalah dari pihak Jaksa Penuntut Umum.
08:57Nah, saksi yang dari kita itu hanya karyawan dari Amsal sendiri.
09:02Bahkan ada beberapa karyawan yang bahkan tidak berani menjadi saksi.
09:06Karyawan yang ikut mengerjakan profil desa ini.
09:11Oke, artinya ada sudah melakukan sebuah upaya dan juga nantinya akan menunggu di putusan persidangan pada tanggal 1 April mendatang.
09:20Saya kembali ke Pak Rizaldi.
09:22Pak Rizaldi?
09:25Pak Rizaldi bisa mendengar suasana ya.
09:37Oke, tampaknya masih mengalami kendala teknis.
09:40Pak William, untuk saat kemarin pada saat muka persidangan ada sejumlah karyawan yang tidak berani untuk menjadi saksi dalam persidangan.
09:50Lalu, apa saja fakta-fakta yang kemudian terungkap di meja hijau dan kemudian itu menguntungkan bagi pihak klien Anda?
10:02Yang paling menguntungkannya itu ternyata pekerjaan itu semuanya itu selesai.
10:10Dan bahkan melebihi perjanjian yang mereka sepakati.
10:14Ternyata di setiap video itu, kepala desa masing-masing ada meminta revisi kepada amsal yang sebenarnya sudah keluar dari kesepakatan.
10:25Yang artinya, ini kan amsalnya sudah pasti lebih capek nih.
10:29Tapi tetap dia kerjakan.
10:33Tidak ada kendala terkait proses pengerjaan video tersebut.
10:38Kepala desa juga mengakui.
10:40Bahkan ada yang mengatakan, beberapa kepala desa puas dengan hasilnya.
10:49Maka dari itu kita juga heran, ini sebenarnya letak permasalahannya di mana.
10:55Makanya tadi saya lebih ke perhitungan kerugian negara ini.
11:01Ini terkesan sangat dipaksakan.
11:03Bahkan orang yang menghitung tidak pernah muncul.
11:06Kita juga tidak tahu ini siapa yang menghitung ahli yang dimaksud oleh inspektoran ini.
11:11Tapi ada informasi yang kita dapatkan.
11:15Ini yang menghitung adalah dari dinas lain.
11:18Dinas Kominfo yang sekarang KOMDigi.
11:21Apakah dia punya kredibilitas untuk menghitung tentang dunia videografi?
11:29Ini kan jadi pertanyaan besar.
11:31Tapi hasil perhitungannya dipakai juga di dalam dakwaan.
11:36Ini kan aneh.
11:39Untuk saat ini sebenarnya perhitungan dari klien Anda sebenarnya untuk pengerjaan setiap desa itu ada sekitar 30 juta.
11:45Berapa banyak desa yang dikerjakan oleh klien Anda untuk terkait dengan pembuatan video profile dari masing-masing desa?
11:54Sebanyak 23 desa secara total.
11:58Dan yang dimasuk di dalam dakwaan itu ada 20 desa.
12:03Ini kan dari dakwaan jaksa atau tuntutan jaksa bahwa ini menyalahi aturan rancangan anggaran belanja.
12:11Dan seperti apa sebenarnya auditor sehingga ia menilai bahwa harusnya RP0 atau tidak ada anggaran yang dikeluarkan oleh pihak desa.
12:19Sehingga seperti apa sebenarnya Anda menilai?
12:22Begini Nas, kita kembali lagi ke sana.
12:27Penggelembungan ini dikatakan karena ada menurut inspektoran harga yang lain lebih wajar.
12:34Yang tentunya lebih kecil.
12:36Tapi yang menyatakan seharusnya harga ini bisa demikian, yang dimaksud lebih kecil itu.
12:42Kita tidak tahu orangnya yang menyatakan ini siapa.
12:46Apa tolak ukurnya dia menyatakan harga itu harusnya segini nih.
12:52Kita kan jadi bingung.
12:53Bahkan kalau di dunia luar kita lihat bahkan ada yang lebih mahal lagi.
12:58Bahkan ada satu video ya itu biayanya sudah sampai miliaran untuk video 5 menit.
13:06Nah makanya ini memang sangat debat tebel.
13:08Cuma ya kita nggak tahu juga cara perhitungannya dan siapa yang menghitung ini.
13:13Dan bagaimana cara dia menghitung.
13:16Baik, kami akan kembali lagi ke Kasipenkum, Kejati Sumatera Utara, Bapak Rizaldi.
13:20Bapak Rizaldi, untuk saat ini sebenarnya bagaimana konstruksi perkara hingga terdakwa dinilai merugikan negara hingga 200 juta rupiah dan apa
13:29saja buktinya?
13:33Ya silahkan Pak Rizaldi.
13:37Selamat siapa, Pak Rizaldi.
13:41Selamat siapa, Pak Rizaldi.
13:42Ya silahkan.
13:43Bahwa ada pun yang memiliki untuk Amsa Putepu yaitu memiliki terkaitan dengan desa Kinting, desa Kepeng-Nangin, Amri,
13:59sehingga acuan dalam keselamatan profil dan website dengan menggunakan RAB yang sama dengan desa Kinting yang telah terlebih dahulu diponis
14:08oleh hakim 1 tahun 8 bulan.
14:12Kemudian Tony Aji Anggoro juga 1 tahun juga dihukum dan Amri KS Pelawi 1 tahun 8 bulan.
14:21Itu dari hakim peralian negeri Medan, dengan di PIKOR, gitu Pak.
14:32Oke, untuk saat ini sebenarnya ada kecendungan seperti apa Jaksa menilai bahwa adanya dugaan pemufakatan jahat dan kemudian merugikan negara
14:40hingga 200 juta rupiah
14:41dan unsur markupnya pada sisi seperti apa Jaksa menilai?
14:50Seperti ini Pak ya
15:03Seperti pengadaan
15:27Terima kasih
15:42Jadi artinya ini hanya kliennya yang kemudian Anda nilai atau pihak Jaksa menilai bahwa melakukan markup
15:49Dan apakah juga ada unsur lain terutama menguntungkan pihak lain seperti anggaplah pemerintahan desa?
15:57Tidak Pak, itu yang menguntungkan dibagi diri sendiri itu Pak seperti sehingga Pak Amsaluddin itu Pak
16:06Di Amsal Pak
16:08Oke, untuk buktinya sendiri seperti apa?
16:12V yang kemudian dinilai menguntungkan diri pribadi sendiri terhadap seorang videografer bernama Terdakwa Amsal Sitepu
16:19Pak Rizaldi
16:23Terjadi kemahalan harga Pak
16:26Seperti pengadaan drone gitu ya Pak ya
16:30Terus dubbing
16:33Nah itu harganya sudah kita minta penilaian Pak
16:39Ternyata itu dimakaf Pak
16:41Tidak seperti segitu harganya Pak gitu Pak
16:44Demikian Pak
16:46Oke, untuk kasusnya ini sendiri terjadi di anggaran atau rencana anggaran di 2020 hingga 2022
16:53Benar Pak?
16:55Ya benar Pak
16:56Oke, dan kemudian ditemukan adanya unsur markup hingga 200 juta rupiah
17:03Lalu seperti apa kemudian saksi yang memberatkan terhadap Terdakwa?
17:14Dari Aung juga Pak memberatkan bahwa ada kerugian negara di situ Pak
17:19Terdapat Pak
17:20Itu dari pakial lainnya Pak
17:23Artinya ini dari pihak inspektorat atau dari auditor?
17:27Dari inspektorat Pak
17:32Baik, kita nantikan bagaimana proses jalannya putusan yang akan dilaksanakan di pengadilan negeri Medan Sumatera Utara pada tanggal 1 April
17:41nanti dengan terdakwa Amsal Sitepu
17:45Seorang videografer yang saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan markup atau korupsi bernilai 200 juta rupiah
17:51Terima kasih atas informasinya Bapak William Raja, penasihat hukum Amsal Sitepu dan juga Bapak Rizaldi, Kasih Penkum Kejati Sumatera Utara
18:00Terima kasih atas informasinya Bapak Rizaldi, Kasih Penkum Kejati Sumatera Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara
18:00Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara
18:00Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara
18:00Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara
18:00Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara
18:00Utara Utara Utara Utara Utara Utara Utara Ut
Komentar

Dianjurkan