Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat sedang menyiapkan serangan darat terhadap Iran. Sementara Iran menantang balik AS, membuat konflik makin memanas.

Apakah akhir perang masih jauh?

Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI, Profesor Hikmahanto Juwana.

Baca Juga Bentrokan Demo "No Kings" di Los Angeles, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Massa di https://www.kompas.tv/internasional/659740/bentrokan-demo-no-kings-di-los-angeles-polisi-tembakkan-gas-air-mata-ke-massa

#hikmahanto #perang #Invasidarat #as #iran

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659741/hikmahanto-juwana-analisis-sasaran-invasi-darat-as-ke-iran-mau-ke-pulau-hormuz-atau-mainland
Transkrip
00:00Sudara Amerika Serikat sedang menyiapkan serangan darat terhadap Iran.
00:04Sementara Iran menantang balik Amerika Serikat untuk membuat konflik makin memanas.
00:08Apakah akhir perang ini masih jauh?
00:11Kita akan bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana.
00:17Selamat malam Prof, apa kabar?
00:20Selamat malam Valentina, kabar baik.
00:22Ya, kabar baik. Semoga selalu untuk profesor dan juga keluarga.
00:26Prof, ini kan Amerika Serikat siapkan skenario invasi darat di Iran.
00:30Nah, ini bagaimana Anda membaca peta kekuatan dari Amerika Serikat versus Iran ini?
00:36Ya, yang pasti adalah kalau misalnya kita bicara tentang peta kekuatan,
00:41itu bukan peta kekuatan keseluruhan pasukan Amerika Serikat ya.
00:45Karena kalau tadi disebutkan ada 2,2 juta gitu ya,
00:49itu kan tersebar ke seluruh pangkalan militer yang ada di dunia,
00:54termasuk di Amerika Serikat sendiri.
00:56Nah, tapi kita harus berkonsentrasi pada pasukan yang akan dimobilisir ke Iran.
01:04Dan yang saya dengar jumlahnya itu sekitar kemarin ada 2.500 marine,
01:10lalu ada 1.000 dari Air 2nd Airborne,
01:15dan kemudian ada penambahan lagi 3.500.
01:17Jadi, mungkin sekitar 6.000, 7.000 itu yang akan dipersiapkan.
01:25Dan kemudian maksimal, menurut berita yang saya dapatkan,
01:31itu maksimal itu akan sekitar 15.000.
01:34Nah, sementara kalau Iran sendiri,
01:36pasukannya itu kan ada 1,1 juta.
01:39Dan mereka ada di Iran,
01:41karena dia dalam posisi defensif gitu ya.
01:46Nah, ini terus terang kalau misalnya seperti ini,
01:48tentu tidak imbang tentara yang akan dimobilisir oleh Amerika Serikat.
01:57Nah, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah
02:01apakah pasukan Amerika Serikat ini,
02:04kalau mereka melakukan ground invasion,
02:07mereka melakukan serangan darat itu,
02:10apakah di pulau besarnya Iran,
02:15di mainland Iran,
02:16atau sebenarnya hanya khusus di Kark Island,
02:20di dekat Selat Hormuz.
02:22Dan kemudian juga ada pulau yang namanya Abu Musa.
02:25Karena dalam situasi sekarang ini,
02:29kita tahu Selat Hormuz itu kan dikuasai
02:32dan dikendalikan oleh Iran.
02:33Nah, sekarang dari pihak Amerika Serikat
02:36ingin mengambil alih kendali itu
02:40dengan cara menurunkan pasukan-pasukan daratnya
02:45untuk bisa mengambil alih Kark Island.
02:50Di situ memang fasilitas minyak Iran ada di sana gitu ya.
02:55Dan mau dilumpuhkan,
02:57karena kalau misalnya serangan udara,
02:59ya tidak bisa secara detail,
03:01katakanlah gitu melakukan serangan.
03:03Tapi harus darat.
03:04Dan kemudian juga di Abu Musa.
03:06Nah, itu juga yang kaitannya banyak mungkin kapal-kapal perang Iran
03:13yang melakukan serangan ke kapal-kapal komersial itu,
03:17mengisi bahan bakar, dan lain sebagainya.
03:19Jadi, ini yang kemudian hendak dikuasai oleh pihak Amerika Serikat
03:24untuk membuka Selat Hormuz.
03:27Jadi, sekarang kalau kita lihat,
03:29itu yang tadinya serangan dilakukan ke Iran oleh Amerika Serikat
03:34untuk senjata nuklir,
03:36kemudian berubah mengikuti keinginan dari Israel,
03:41terjadinya regime change,
03:42walaupun tidak berubah dari sistem mulah ke monarki,
03:47tetapi boleh aja ayat olah,
03:49tetapi yang mau tunduk dengan Amerika Serikat,
03:51tunduk pada Trump.
03:52Dan sekarang sudah berubah lagi,
03:54fokusnya adalah bagaimana membuka Selat Hormuz.
03:57Seperti itu.
03:58Oke.
03:58Tadi, Prof bilang bahwa kekuatan ini tidak imbang dalam peperangan ini,
04:04kemudian dalam skenario yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat
04:06jika memang invasi itu terjadi.
04:09Nah, kesiapan Iran dalam menghadapi Amerika Serikat,
04:11bagaimana?
04:12Adakah pihak-pihak yang akan menjadi sekutu Iran baru di tahapan ini?
04:18Yang pasti kalau misalnya berkaitan dengan Grand Forces,
04:22maka tidak ada yang akan membantu pihak Iran.
04:25Jadi, Iran dengan pasukan daeratnya,
04:27dia harus menghadapi pasukan Amerika Serikat.
04:32Dan mereka sudah siap.
04:34Jadi, berapapun jumlah yang katakanlah
04:37akan diturunkan oleh Amerika Serikat,
04:41dari pihak Iran akan lebih mudah melakukan mobilisasi,
04:44katakanlah, untuk ke Kark Island
04:46atau misalnya ke Abu Musa,
04:49hadir di sana dan menghadapi
04:51prajurit-prajurit Amerika Serikat.
04:54Dan kalau kita lihat dari pernyataan-pernyataan
04:58dari Kementerian Pertahanan di Iran,
05:00mereka mengatakan bahwa kita sudah siap,
05:03bahkan kita akan, tanda kutip ya,
05:06menjadikan neraka bagi para prajurit Amerika Serikat.
05:10Jadi, kalau dari kesiapan dari Iran,
05:13ya mereka sudah siap.
05:14Dan ini mereka mungkin yang mereka tunggu-tunggu.
05:17Karena selama ini, serangan-serangan ke Iran
05:20dan balasannya juga dari Iran itu
05:23lebih banyak ke air strike.
05:26Jadi, serangan udara,
05:27apakah dengan pesawat tempur,
05:29dengan rudal, dengan drone gitu ya,
05:31tetapi tidak dengan pasukan darat.
05:35Oke.
05:36Prof, ini kan sebenarnya memang secara keras ya,
05:39Amerika Serikat itu menyiapkan skenario
05:41invasi darat ke Iran.
05:42Tapi, sampai sekarang,
05:44Trump belum memiliki keputusan terkait hal ini.
05:47Padahal sebelumnya,
05:48ini Trump juga sempat menyatakan bahwa
05:51sedang ada proses diskusi dan hasilnya positif.
05:54Nah, ini berarti ada perhitungan
05:56yang benar-benar diperhitungkan oleh Amerika Serikat
05:59sebelum pernyataan ini kemudian menjadi nyata begitu?
06:04Ya, sebenarnya di Amerika Serikat sendiri,
06:07di kabinet,
06:08itu sepertinya ada perdebatannya di internal
06:12antara Marco Rubio,
06:14Menteri Luar Negeri Amerika Serikat,
06:16dengan Pete Hesgat, Menteri Perang.
06:19Karena kalau bagi Marco Rubio,
06:22dia mengatakan bahwa serangan udara
06:24oleh Amerika Serikat itu sudah cukup.
06:26Dan Iran dianggap sudah kalah,
06:30dan kemudian Amerika Serikat akan segera
06:33memenangkan perang ini.
06:34Tapi dari Pete Hesgat,
06:36dia mengatakan bahwa harus ada persiapan
06:39untuk adanya serangan darat.
06:42Dan akhirnya mereka sepakat bahwa
06:45memberikan kesempatan kepada Presiden Trump
06:48kalau sewaktu-waktu menurut
06:51keputusan dari Trump,
06:52memang diperlukan serangan darat.
06:56Walaupun belum tentu itu juga dipakai.
06:58Belum tentu.
06:59Mengingat, perlu saya sampaikan di sini,
07:01tadi kan sudah disampaikan
07:03berita bahwa di Amerika Serikat
07:05ada demo besar-besaran
07:06terkait dengan perang dengan Iran.
07:08Nah, ini yang akan mempengaruhi Trump juga
07:11dalam mengambil keputusan.
07:12Karena dia tidak mau
07:14kalau misalnya pasukan darat dia terjurunkan,
07:16dan kemudian akan banyak korban,
07:19korban nyawa dari pasukan darat ini.
07:21Karena ada 4, 5 orang, 6 orang, 10 orang,
07:26walaupun jumlahnya cuma bisa dihitung dengan jari.
07:29Kalau di Amerika Serikat itu menjadi
07:31permasalahan yang sangat besar.
07:33Terutama sekali karena tujuan dari perang ini
07:36juga tidak jelas menurut rakyat Amerika Serikat.
07:39Jadi, ada semacam resistensi dari pihak Trump,
07:43saya duga,
07:45untuk kemudian dia akan melakukan serangan darat.
07:50Jadi, dia akan konsisten dengan serangan udara
07:54sambil negosiasi terjadi,
07:58terutama pembukaan Selat Hormuz.
08:00Tetapi, dari sisi Iran,
08:01dia kan sudah pandai nih.
08:03Dia terkait dengan Selat Hormuz karena dikuasai,
08:06dan kemudian negara-negara sekarang
08:09bernegosiasi dengan pihak Iran.
08:11Dan Iran sudah mengatakan,
08:12hanya mereka yang bersahabat dengan Iran
08:15yang akan diberikan kesempatan
08:16untuk keluar dari Selat Hormuz.
08:19Nah, yang jadi masalah itu adalah
08:21sahabat untuk Iran,
08:23dan pasti dianggap oleh Amerika Serikat
08:25ini musuhnya Amerika Serikat.
08:27Termasuk negara-negara Eropa
08:29yang selama ini diminta oleh Trump
08:31untuk ikut dalam membuka Selat Hormuz ini.
08:35Tapi mereka tidak mau,
08:36tapi justru mereka mau bernegosiasi dengan Iran
08:39untuk bisa kapal-kapal tankernya
08:41keluar dari Selat Hormuz.
08:43Baik.
08:44Baik, terima kasih atas analisa Anda
08:46kepada kami di Kompas Malam Kompas TV,
08:48Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,
08:51Prof. Hikmahanto Juwana.
08:52Salam sehat selalu, Prof.
08:53Terima kasih.
08:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan