00:00Sudara Amerika Serikat sedang menyiapkan serangan darat terhadap Iran.
00:04Sementara Iran menantang balik Amerika Serikat untuk membuat konflik makin memanas.
00:08Apakah akhir perang ini masih jauh?
00:11Kita akan bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana.
00:17Selamat malam Prof, apa kabar?
00:20Selamat malam Valentina, kabar baik.
00:22Ya, kabar baik. Semoga selalu untuk profesor dan juga keluarga.
00:26Prof, ini kan Amerika Serikat siapkan skenario invasi darat di Iran.
00:30Nah, ini bagaimana Anda membaca peta kekuatan dari Amerika Serikat versus Iran ini?
00:36Ya, yang pasti adalah kalau misalnya kita bicara tentang peta kekuatan,
00:41itu bukan peta kekuatan keseluruhan pasukan Amerika Serikat ya.
00:45Karena kalau tadi disebutkan ada 2,2 juta gitu ya,
00:49itu kan tersebar ke seluruh pangkalan militer yang ada di dunia,
00:54termasuk di Amerika Serikat sendiri.
00:56Nah, tapi kita harus berkonsentrasi pada pasukan yang akan dimobilisir ke Iran.
01:04Dan yang saya dengar jumlahnya itu sekitar kemarin ada 2.500 marine,
01:10lalu ada 1.000 dari Air 2nd Airborne,
01:15dan kemudian ada penambahan lagi 3.500.
01:17Jadi, mungkin sekitar 6.000, 7.000 itu yang akan dipersiapkan.
01:25Dan kemudian maksimal, menurut berita yang saya dapatkan,
01:31itu maksimal itu akan sekitar 15.000.
01:34Nah, sementara kalau Iran sendiri,
01:36pasukannya itu kan ada 1,1 juta.
01:39Dan mereka ada di Iran,
01:41karena dia dalam posisi defensif gitu ya.
01:46Nah, ini terus terang kalau misalnya seperti ini,
01:48tentu tidak imbang tentara yang akan dimobilisir oleh Amerika Serikat.
01:57Nah, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah
02:01apakah pasukan Amerika Serikat ini,
02:04kalau mereka melakukan ground invasion,
02:07mereka melakukan serangan darat itu,
02:10apakah di pulau besarnya Iran,
02:15di mainland Iran,
02:16atau sebenarnya hanya khusus di Kark Island,
02:20di dekat Selat Hormuz.
02:22Dan kemudian juga ada pulau yang namanya Abu Musa.
02:25Karena dalam situasi sekarang ini,
02:29kita tahu Selat Hormuz itu kan dikuasai
02:32dan dikendalikan oleh Iran.
02:33Nah, sekarang dari pihak Amerika Serikat
02:36ingin mengambil alih kendali itu
02:40dengan cara menurunkan pasukan-pasukan daratnya
02:45untuk bisa mengambil alih Kark Island.
02:50Di situ memang fasilitas minyak Iran ada di sana gitu ya.
02:55Dan mau dilumpuhkan,
02:57karena kalau misalnya serangan udara,
02:59ya tidak bisa secara detail,
03:01katakanlah gitu melakukan serangan.
03:03Tapi harus darat.
03:04Dan kemudian juga di Abu Musa.
03:06Nah, itu juga yang kaitannya banyak mungkin kapal-kapal perang Iran
03:13yang melakukan serangan ke kapal-kapal komersial itu,
03:17mengisi bahan bakar, dan lain sebagainya.
03:19Jadi, ini yang kemudian hendak dikuasai oleh pihak Amerika Serikat
03:24untuk membuka Selat Hormuz.
03:27Jadi, sekarang kalau kita lihat,
03:29itu yang tadinya serangan dilakukan ke Iran oleh Amerika Serikat
03:34untuk senjata nuklir,
03:36kemudian berubah mengikuti keinginan dari Israel,
03:41terjadinya regime change,
03:42walaupun tidak berubah dari sistem mulah ke monarki,
03:47tetapi boleh aja ayat olah,
03:49tetapi yang mau tunduk dengan Amerika Serikat,
03:51tunduk pada Trump.
03:52Dan sekarang sudah berubah lagi,
03:54fokusnya adalah bagaimana membuka Selat Hormuz.
03:57Seperti itu.
03:58Oke.
03:58Tadi, Prof bilang bahwa kekuatan ini tidak imbang dalam peperangan ini,
04:04kemudian dalam skenario yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat
04:06jika memang invasi itu terjadi.
04:09Nah, kesiapan Iran dalam menghadapi Amerika Serikat,
04:11bagaimana?
04:12Adakah pihak-pihak yang akan menjadi sekutu Iran baru di tahapan ini?
04:18Yang pasti kalau misalnya berkaitan dengan Grand Forces,
04:22maka tidak ada yang akan membantu pihak Iran.
04:25Jadi, Iran dengan pasukan daeratnya,
04:27dia harus menghadapi pasukan Amerika Serikat.
04:32Dan mereka sudah siap.
04:34Jadi, berapapun jumlah yang katakanlah
04:37akan diturunkan oleh Amerika Serikat,
04:41dari pihak Iran akan lebih mudah melakukan mobilisasi,
04:44katakanlah, untuk ke Kark Island
04:46atau misalnya ke Abu Musa,
04:49hadir di sana dan menghadapi
04:51prajurit-prajurit Amerika Serikat.
04:54Dan kalau kita lihat dari pernyataan-pernyataan
04:58dari Kementerian Pertahanan di Iran,
05:00mereka mengatakan bahwa kita sudah siap,
05:03bahkan kita akan, tanda kutip ya,
05:06menjadikan neraka bagi para prajurit Amerika Serikat.
05:10Jadi, kalau dari kesiapan dari Iran,
05:13ya mereka sudah siap.
05:14Dan ini mereka mungkin yang mereka tunggu-tunggu.
05:17Karena selama ini, serangan-serangan ke Iran
05:20dan balasannya juga dari Iran itu
05:23lebih banyak ke air strike.
05:26Jadi, serangan udara,
05:27apakah dengan pesawat tempur,
05:29dengan rudal, dengan drone gitu ya,
05:31tetapi tidak dengan pasukan darat.
05:35Oke.
05:36Prof, ini kan sebenarnya memang secara keras ya,
05:39Amerika Serikat itu menyiapkan skenario
05:41invasi darat ke Iran.
05:42Tapi, sampai sekarang,
05:44Trump belum memiliki keputusan terkait hal ini.
05:47Padahal sebelumnya,
05:48ini Trump juga sempat menyatakan bahwa
05:51sedang ada proses diskusi dan hasilnya positif.
05:54Nah, ini berarti ada perhitungan
05:56yang benar-benar diperhitungkan oleh Amerika Serikat
05:59sebelum pernyataan ini kemudian menjadi nyata begitu?
06:04Ya, sebenarnya di Amerika Serikat sendiri,
06:07di kabinet,
06:08itu sepertinya ada perdebatannya di internal
06:12antara Marco Rubio,
06:14Menteri Luar Negeri Amerika Serikat,
06:16dengan Pete Hesgat, Menteri Perang.
06:19Karena kalau bagi Marco Rubio,
06:22dia mengatakan bahwa serangan udara
06:24oleh Amerika Serikat itu sudah cukup.
06:26Dan Iran dianggap sudah kalah,
06:30dan kemudian Amerika Serikat akan segera
06:33memenangkan perang ini.
06:34Tapi dari Pete Hesgat,
06:36dia mengatakan bahwa harus ada persiapan
06:39untuk adanya serangan darat.
06:42Dan akhirnya mereka sepakat bahwa
06:45memberikan kesempatan kepada Presiden Trump
06:48kalau sewaktu-waktu menurut
06:51keputusan dari Trump,
06:52memang diperlukan serangan darat.
06:56Walaupun belum tentu itu juga dipakai.
06:58Belum tentu.
06:59Mengingat, perlu saya sampaikan di sini,
07:01tadi kan sudah disampaikan
07:03berita bahwa di Amerika Serikat
07:05ada demo besar-besaran
07:06terkait dengan perang dengan Iran.
07:08Nah, ini yang akan mempengaruhi Trump juga
07:11dalam mengambil keputusan.
07:12Karena dia tidak mau
07:14kalau misalnya pasukan darat dia terjurunkan,
07:16dan kemudian akan banyak korban,
07:19korban nyawa dari pasukan darat ini.
07:21Karena ada 4, 5 orang, 6 orang, 10 orang,
07:26walaupun jumlahnya cuma bisa dihitung dengan jari.
07:29Kalau di Amerika Serikat itu menjadi
07:31permasalahan yang sangat besar.
07:33Terutama sekali karena tujuan dari perang ini
07:36juga tidak jelas menurut rakyat Amerika Serikat.
07:39Jadi, ada semacam resistensi dari pihak Trump,
07:43saya duga,
07:45untuk kemudian dia akan melakukan serangan darat.
07:50Jadi, dia akan konsisten dengan serangan udara
07:54sambil negosiasi terjadi,
07:58terutama pembukaan Selat Hormuz.
08:00Tetapi, dari sisi Iran,
08:01dia kan sudah pandai nih.
08:03Dia terkait dengan Selat Hormuz karena dikuasai,
08:06dan kemudian negara-negara sekarang
08:09bernegosiasi dengan pihak Iran.
08:11Dan Iran sudah mengatakan,
08:12hanya mereka yang bersahabat dengan Iran
08:15yang akan diberikan kesempatan
08:16untuk keluar dari Selat Hormuz.
08:19Nah, yang jadi masalah itu adalah
08:21sahabat untuk Iran,
08:23dan pasti dianggap oleh Amerika Serikat
08:25ini musuhnya Amerika Serikat.
08:27Termasuk negara-negara Eropa
08:29yang selama ini diminta oleh Trump
08:31untuk ikut dalam membuka Selat Hormuz ini.
08:35Tapi mereka tidak mau,
08:36tapi justru mereka mau bernegosiasi dengan Iran
08:39untuk bisa kapal-kapal tankernya
08:41keluar dari Selat Hormuz.
08:43Baik.
08:44Baik, terima kasih atas analisa Anda
08:46kepada kami di Kompas Malam Kompas TV,
08:48Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,
08:51Prof. Hikmahanto Juwana.
08:52Salam sehat selalu, Prof.
08:53Terima kasih.
08:53Terima kasih.
Komentar