JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah terus berupaya agar kapal milik Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz di tengah konflik Iran vs AS-Israel.
Hingga kini, diplomasi dan negosiasi intensif terus dilakukan dengan Iran.
Lalu, lobi seperti apa yang harus dilakukan Indonesia?
Simak dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV bersama Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah.
Baca Juga Detik-Detik Pesawat Militer AS-Israel Isi Bahan Bakar di Udara, Saling Bantu Serang Iran! di https://www.kompas.tv/internasional/659605/detik-detik-pesawat-militer-as-israel-isi-bahan-bakar-di-udara-saling-bantu-serang-iran
#iran #as #israel #hormuz #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659609/full-sinyal-positif-kapal-pertamina-bisa-lewat-selat-hormuz-pengamat-waspadai-negosiasi-ri-iran
Hingga kini, diplomasi dan negosiasi intensif terus dilakukan dengan Iran.
Lalu, lobi seperti apa yang harus dilakukan Indonesia?
Simak dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV bersama Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah.
Baca Juga Detik-Detik Pesawat Militer AS-Israel Isi Bahan Bakar di Udara, Saling Bantu Serang Iran! di https://www.kompas.tv/internasional/659605/detik-detik-pesawat-militer-as-israel-isi-bahan-bakar-di-udara-saling-bantu-serang-iran
#iran #as #israel #hormuz #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659609/full-sinyal-positif-kapal-pertamina-bisa-lewat-selat-hormuz-pengamat-waspadai-negosiasi-ri-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:10Ketegangan di kawasan timur tengah belum meredah
00:13Menyusul keputusan Iran membatasi akses di Selat Hormuz
00:16Salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia
00:19Iran menyatakan pasukannya mempertahankan kendali yang cerdas dan kuat atas Selat Hormuz
00:26Menurut jurubicara Katam Al-Anbiya Iran, militer Iran telah melancarkan operasi Rudal dan Brod
00:32Yang berkelanjutan serta memegang inisiatif Dipteluk Persia
00:51Saat inni, kementerian luar negeri bersama Pertamina International Shipping
00:56Mulai membahas teknis dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz
01:01Kementerian luar negeri menyebut, pemerintah Iran memberi sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina
01:07Pemerintah pun memastikan akan menyiapkan kebutuhan teknis agar kapalnya bisa segera melintasi Selat Hormuz
01:16Melalui keterangan tertulis, jurubicara Kementerian luar negeri menyatakan
01:20Kemlu dan KBRI Tehran berkoordinasi dengan pihak Pertamina
01:24Bahwa Iran sampaikan pertimbangan positif atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz
01:33Di tengah ketegangan ini, sejumlah negara berusaha melakukan diplomasi agar kapal mereka tetap bisa melintasi Selat Hormuz
01:40Dalam perkembangan terbaru, Thailand dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Iran agar kapal-kapalnya dapat melintasi Selat tersebut secara aman
01:48Situasi ini menunjukkan adanya upaya diplomatik dari sejumlah negara untuk menghindari dampak yang lebih luas dari ketegangan di kawasan
01:57Begitupun Malaysia yang menyatakan telah berbicara dengan pemimpin Iran bahwa kapal Malaysia diperbolehkan melintasi Hormuz
02:04Selain Thailand dan Malaysia yang sudah diberi lampu hijau oleh Iran
02:08Ada negara lain yang juga diberikan izin melintas yaitu Tiongkok, Rusia, India, Irak, Pakistan, dan Spanyol
02:23Pemerintah terus berupaya agar kapal milik Pertamina dapat keluar melintasi Selat Hormuz
02:28Hingga kini diplomasi dan negosiasi intensif terus dilakukan dengan Iran
02:32Bagaimana upaya maksimal agar kapal Indonesia bisa melintasi Selat Hormuz dan negosiasi seperti apa yang harus dilakukan Indonesia
02:41Kita bahas bersama dosen hubungan internasional Presiden Universiti Tuku Rizasyah yang sudah bergabung dari sambungan Zoom
02:47Selamat pagi Pak Tuku
02:48Selamat pagi Bremana, selamat pagi Indonesia, salam dari Bandung
02:52Baik, Pak Tuku ini sejumlah negara sudah dapat izin melintasi Selat Hormuz
02:57Kalau negara tetangga kita sudah ada Malaysia dan juga Thailand ini katanya sudah bisa tuh ya melewati Selat Hormuz gitu
03:04Tapi kita sejauh ini baru dapat sinyal positif
03:07Nah, kemungkinan apakah kita bisa dapat izin tersebut dalam waktu dekat Pak Tuku?
03:12Saya mencoba berpikir positif ya
03:14Karena saya pikir pemerintah Indonesia memiliki hubungan baik dengan Iran
03:18Baik di tingkat bilateral, regional, dan global
03:21Juga kita sadar jika Iran ini tidak main-main dengan larangan kapal itu keluar masuk Selat Hormuz
03:27Karena sudah banyak kapal yang ditaramkan oleh Iran ataupun ditembak
03:31Kemudian izin keluar kapal Pertamina dari Selat Hormuz ini sangat penting bagi pembangunan nasional Indonesia
03:38Kita sangat terdampak krisis di Timur Tengah ini
03:42Dan ini saya pikir pihak Iran sangat tahu persis
03:45Kemudian biasanya akan ada take and give yang dirahasiakan
03:48Karena negara-negara itu saling mempelajari keberhasilan satu sama lain
03:51Karena kita juga sudah tahu sudah ada sekitar 18 sampai 20 kapal yang diproses oleh Iran
04:00Ada yang masih tertahan, ada yang bisa keluar, dan ada yang juga sudah dimonitor terus untuk sampai keluar
04:06Dan kita tahu persis bahwa untuk keluar masuk Hormuz itu sangat mahal
04:12Ada aturan mainnya, dan Islamic Revolutionary Guard Corps itu sangat hati-hati dengan memberikan izin
04:20Dan ada biayanya, dan untuk itu kita sudah tahu persis kapal komersial besar itu berapa biayanya
04:27Kapal pesiar itu berapa, kapal pribadi berapa, dan juga kapal yang memuat minyak dalam jumlah besar itu
04:34Sangat besar juga biayanya, dan untuk itu saya sangat berharap
04:38Negosiasi kita dengan pemerintah Iran, itu dekosiasinya lintas kementerian ini
04:43Saya perhatikan kementerian luar negeri bertugas, kementerian ESDM bertugas
04:48Sekretariat negara bertugas, dan kedudukan besar kita di Teheran bertugas
04:53Dan ini sangat penting, dan kita doakan bersama agar dua kapal Pertamina ini bisa tiba di Indonesia dengan selamat
05:00Tapi kalau kita melihat sudah ada negara tetang kita dua, Malaysia dan juga Thailand yang sudah lebih dulu mendapatkannya gitu
05:06Pak Toko, apakah Anda menilai mungkin kita telat atau diplomasi kita kurang efektif gitu untuk bisa melobi
05:12Biar dapat izin
05:15Ini sesuatu hal yang dirahasiakan oleh pemerintah Indonesia ya
05:18Karena negosiasi itu sangat spesifik sifatnya
05:24Kemudian juga kemungkinan juga kapal masing-masing negara itu saling melihat bagaimana keberhasilan negara lain ya
05:32Tapi saya melihat ada sebuah kendala ya
05:34Karena ada kapal Iran yang saat ini tertahan di Indonesia
05:38Itu namanya kapal itu adalah MT Arman 114
05:42Itu sudah ditangkap oleh Bapakamla RI di Laut Natuna tanggal 11 Juli 2023 silam
05:4923 silam dan sudah dilelang dengan nilai sekitar 1,1 triliun
05:54Dan saya pikir untuk mengeluarkan kapal kita ini perlu ada perhatian khusus bagaimana Iran melihat keselurusan kita menangani kapal Iran
06:02yang saat ini tertahan di Indonesia
06:04Apakah kalau dengan demikian, kalau kita tidak bisa mengembalikan kapal Iran tersebut juga kita tidak akan dapat izin gitu Pak
06:10Toko?
06:11Saya pikir inilah kemampuan kita bernegosiasi dengan berbasis pada hukum internasional ya
06:20Dan juga aturan-aturan keluar masuk yang dibuat oleh AIMO
06:25International Maritime Organization
06:27Dan untuk itu ya kita harus sadar pada hukum internasional
06:31Kemudian kita juga sadar pada aturan masuk, keluar masuk itu misalnya untuk keluar masuk hormus itu memang ada persyaratan khusus
06:39Misalnya persyaratan kepabeanan, kemudian protokol-protokol bahwa kapal itu tidak memuat barang-barang berbahaya
06:48Kemudian identifikasi sinyal, kemudian adanya pengawalan dari Angkatan Laut Iran
06:53Kemudian juga kita harus berpikir adanya alternatif rute-rute
06:57Kemudian persetujuan dengan penggunaan sinyal-sinyal
07:01Kemudian kita sadar akan ada risiko yang tinggi
07:04Kemudian ada potensi keributan akibat serangan Amerika Serikat di sekitar, di luar hormus
07:09Ini adalah hal-hal yang kita harus kuasai
07:11Dan untuk itu saya pikir kita harus mengedepankan kedekatan kita dengan Iran juga
07:17Jadi kita bermain di banyak papan catur
07:18Papan catur hukum internasional, papan catur ekonomi dan perdagangan
07:22Papan catur pertahanan dan keamanan
07:24Kemudian keberhasilan kita melakukan banyak kinerja dengan pemerintah Iran selama ini
07:29Misalnya kunjungan-kunjungan diplomatik kita ke sana
07:32Kunjungan diplomatik dia ke sini
07:34Kemudian pertemuan bilateral yang khusus Indonesia-Iran
07:38Ataupun pertemuan bilateral di level PBB, di level OKI, di level D8, di level BRICS
07:43Ini semua harus terdata dengan baik
07:45Dan untuk itu ini menjadi kekuatan kita untuk meyakinkan Iran bahwa
07:49Jadi mohon kapal kami Anda pulangkan
07:53Dan untuk itu kami akan taat pada hukum internasional
07:56Dan perihal kapal Anda yang tertahan di Indonesia
07:58Itu sedang diproses oleh Pak Kota Indonesia
08:01Dan bila kemungkinan nanti akan dimintakan dengan sangat amat sangat oleh pihak Iran
08:06Kita juga hendaknya harus memahami aspirasi mereka
08:09Oke tapi selain mungkin tadi soal kapal MT Arman 114 gitu Pak Tegu
08:15Adakah mungkin halangan lain yang kemungkinan bisa menghambat Iran memberikan izin ke kita
08:21Misalnya komunikasi kita dengan negara Amerika Serikat beberapa hari atau beberapa waktu terakhir ini Pak
08:28Memang harus saya akui ya
08:30Iran ini sangat tegas
08:32Mereka sangat membutuhkan kepastian hukum
08:35Di mana posisi suatu negara
08:37Misalnya saya teringat beberapa hari silam
08:39Menteri Presiden Iran berbicara dengan Presiden Perancis
08:44Dan Presiden Iran mengatakan kami tidak mau berurusan dengan negara-negara yang tidak jelas
08:49Ini ya, keyakinannya
08:51Apakah bersama kami atau bersama Amerika Serikat
08:53Dan untuk itu tentunya kita harus meyakinkan Iran juga bahwa kita memiliki
08:57Kebijakan luar negeri yang bebas aktif
08:59Kita dekat dengan Amerika Serikat
09:01Kita juga dekat dengan Iran
09:02Tapi untuk posisi krisis yang saat ini
09:05Kita memahami hukum internasional
09:08Jadi dalam hal ini kita hendaknya mengatakan bahwa kita memahami
09:12Status hukum yang sedang dihadapi oleh Iran
09:14Kita memahami hukum internasional yang terlanggar
09:17Terutama sekali pasal 4.2 dari piagam PBB
09:21Dan juga kita memahami hak Iran untuk mempertahankan diri
09:25Sesuai artikel 51 dari piagam PBB
09:28Tentunya hal ini adalah hal-hal yang dikatakan
09:30Tanpa perlu kita menyiarkannya kepada dunia
09:32Bahwa kita memahami posisi Iran
09:34Dan kita mengkritisi Amerika Serikat
09:36Dan tentunya juga kita harus mengatakan
09:38Jurus-jurus apa yang akan Indonesia keluarkan
09:40Untuk membantu penyelesaian krisis ini
09:42Misalnya bagaimana hubungan kita dengan Pakistan
09:45Negosiasi kita dengan Pakistan dan Turki
09:47Kemudian bagaimana posisi yang akan dibuat Indonesia
09:50Pada KTTD 8 yang tertunda itu
09:53Dan kalaupun tertunda itu bagaimana posisi Iran
09:55Apakah Iran dapat memberikan saran-saran tindak
09:59Kemudian juga bagaimana rencana Indonesia
10:01Bekerja di Majelis Umum PBB
10:02Dan juga di Dewan Keamanan PBB
10:04Lewat mitra-mitra kita yang berada di sana
10:06Ini tentunya harus kita bukakan
10:08Sehingga dengan demikian
10:09Iran tahu bahwa walaupun Indonesia berada di tengah-tengah
10:12Tapi secara batin kita dekat dengan mereka
10:14Oke upaya meyakinkan Iran bahwa Indonesia
10:17Ada di tengah-tengah
10:19Tapi juga tidak
10:21Apa ya Pak ya
10:22Tidak condong ke salah satu
10:24Ataupun tidak jelas posisinya
10:25Tapi daya tawar apa sih Pak
10:27Yang paling kuat yang bisa kita ajukan gitu ke Iran
10:29Ini loh saya punya ini
10:30Please buka selat hormus buat kita
10:33Apa sih Pak yang bisa kita dorong gitu ke Iran
10:37Tentunya ada kekuatan diplomatik kita ya
10:40Bahwa kita memiliki kedekatan dengan dia
10:42Di banyak level
10:43Di PBB misalnya di organisasi konferensi Islam
10:46Di D8 yang akan melakukan KTT bulan depan
10:49Dan kemudian walaupun KTT itu ditunda
10:51Tapi setidaknya kementerian luar negeri
10:54Dan juga kementerian luar negeri negara-negara D8 itu
10:56Hendaknya membuat suatu posisi yang sama
10:59Bagaimana menghadapi krisis di timur tengah ini
11:03Kemudian juga kita hendaknya meyakinkan
11:05Negara-negara di Oki, di GNB, di Liga Arab
11:08Dimana hendaknya kita kalau berbicara tentang Iran
11:11Kita tidak lagi menyudutkan Iran
11:13Karena banyak sekali negara-negara di dunia menyudutkan Iran
11:16Iran dengan menyatakan bahwa ini adalah perang Iran
11:19Bukan, ini adalah perang, ini adalah tindakan Iran
11:21Akibat dibom habis-habisan oleh Israel dan Amerika Serikat
11:26Jadi kita hendaknya mencari satu kosa kata yang baru
11:30Misalnya dampak dari kebrutalan Amerika Serikat dan Israel
11:34Dan direspons oleh Iran, ini tentu saja tidak mudah
11:37Karena kata kunci itu harus singkat, padat, dan tepat guna
11:40Jadi itu adalah hal-hal yang kita hendak kita ajukan
11:44Dan juga kita hendaknya mengatakan kepada Iran
11:46Bahwa walaupun hubungan bilateral tinggi
11:52Tapi kita juga mengandalkan pada hasil-hasil
11:54Dari kunjungan kami ke sana
11:56Dan terutama sekali kunjungan Presiden Iran
11:58Tanggal 23 24 Mei tahun 2023
12:01Di saat itu kunjungan Presiden Iran
12:04Sayyid Ibrahim Raisi ke Indonesia
12:06Kita hendaknya mengatakan bahwa
12:08Banyak hal-hal yang sudah dicapai
12:10Dan juga banyak hal-hal yang sedang kita perjuangkan bersama
12:13Misalnya kita juga mengatakan kunjungan WAPRES Iran
12:16Urusan perempuan dan keluarga ke Indonesia
12:18Tahun 2023 silam
12:21Kemudian kunjungan Ketua Mahkamah Agung RI ke Teheran
12:24Dan semuanya sudah menghasilkan berbagai kesepakatan
12:27Yang tinggal dilanjutkan oleh kedua negara
12:30Dan saya pikir hubungan diplomatik kita dengan Iran itu sangat baik
12:34Tapi memang harus diakui
12:36Otoritas Indonesia selama krisis di Gaza
12:42Itu banyak sekali berhubungan dengan Amerika Serikat
12:45Tentunya kita juga harus menjelaskan kepada Iran
12:47Bahwa masuknya Indonesia ke dalam board of peace itu
12:50Tidaklah berarti menanggalkan kebijakan luar biasa di kita yang bebas aktif
12:55Justru keberadaan kita di board of peace itu adalah membuktikan kepada masyarakat Palestina
12:59Bahwa kita bergerak secara normal di PBB
13:02Dan juga bergerak secara luar biasa di board of peace tersebut
13:05Dan untuk itu diperlukan komunikasi yang lanjutan
13:09Dan juga ketegasan Indonesia untuk berada bersama Iran secara psikologis
13:14Tapi juga secara politik kita benar-benar bebas dan aktif
13:18Bersahabat dengan Amerika Serikat dan juga bersahabat dengan Iran
13:21Baik-baik
13:23Mungkin selain komunikasi kita dengan Iran gitu ya
13:25Tadi secara diplomatis
13:26Kemudian meyakinkan secara psikologis Iran
13:28Bahwa kita netral, kita bebas aktif
13:31Selain itu Pak, mungkin apakah kita bisa mengikuti cara-cara yang dilakukan Malaysia
13:35Misalnya juga mendekati negara-negara lain seperti Mesir dan juga Turki gitu
13:39Karena toh terbukti mereka dapat duluan izinnya
13:43Dalam urusan diplomatik ini memang kita harus membuka semua jalur ya
13:48Kita hendaknya mengingat juga bahwa Iran ini tidak main-main
13:52Kita harus hati-hati sekali
13:53Karena kalau berbicara hukum internasional
13:56Terutama di Prihal Kormus ini
13:58Sudah banyak kapal yang diserang oleh Iran
14:03Karena mereka dianggap mba lelo ya
14:05Misalnya kapal Thailand sudah, kapal Jepang sudah
14:08Marshall Island sudah, Liberia sudah
14:10Kemudian kapal dari Uni Arab Emirat sendiri sudah
14:13Kemudian kapal berbendera Amerika Serikat
14:16Kapal berbendera Marshall Island
14:18Berbendera Panama, berbendera Malca
14:21Berbendera Honduras itu semua sudah di
14:24Sudah apa ya
14:25Sudah diberlakukan aturan hukum
14:29Kemudian juga dalam urusan dialog kita lebih lanjut
14:33Kita hendaknya juga berbicara dengan negara-negara di sekitar Iran
14:37Karena tidak mustahil akan ada berbagai skenario lanjutan
14:41Misalnya dari Iran kita sudah lolos
14:44Tapi nanti mendadak ada aksi dari negara-negara besar di sekitar itu
14:49Sehingga memaksa Iran bergerak dengan peluru kendalinya
14:53Ini tentunya sesuatu hal yang kita harus waspadai
14:56Kemudian karena perjalanan dari Selat Hormuz ke Malacca itu panjang ya
15:02Sekitar 3.000 mil laut itu melewati rute-rute Arabian Sea, Indian Ocean
15:08Dan untuk itu kita harus bersahabat juga dengan negara-negara di Arabian Sea dan Indian Ocean
15:14Karena jangan sampai nanti lolos dari Iran
15:16Kita bersalaman dengan Iran urusan selesai
15:19Tapi ternyata ada juga ledakan nanti di daerah Arabian Sea dan Indian Ocean
15:25Mohon kita ingat bersama
15:26Bahwa banyak sekali basis-basis militer Amerika Serikat
15:29Di sekitar Arabian Sea dan Indian Ocean
15:31Dan itu untuknya kita harus waspadai
15:35Tapi bagi pemerintah Indonesia
15:37Memang mahal memulangkan kapal kita tersebut
15:40Tapi ini adalah sesuai dengan tujuan kita mendirikan negara ini
15:43Di mana tujuan kita adalah melindungi segenap bangsa Indonesia
15:47Dan seluruh tempat darah Indonesia
15:48Mohon kita ingat di kapal itu banyak awak-awak kapal kita
15:51Yang setiap harinya berdoa siang dan malam
15:54Dan juga doa dari keluarga mereka di tanah air
15:57Agar awak-awak kapal itu kembali selamat
15:59Kapal selamat, awak-awak kapal selamat
16:01Baik, tentunya harapan kita tidak hanya untuk memulangkan saja nih Pak Toku
16:06Tapi juga ke depannya itu kita bisa dapat akses juga untuk
16:10Jalur distribusi kita maupun juga pelayaran
16:12Nah, dengan kondisi yang seperti ini ya Pak
16:14Apakah kemudian akses tersebut bisa kita dapatkan secara permanen
16:19Paling tidak selama perang ataupun konflik ini terjadi?
16:23Untuk itu kan kita harus menempatkan diri pada posisi Iran kan
16:26Dimana Iran sudah memberikan daftar negara-negara
16:29Yang dia perlakukan secara istimewa kan
16:31Seperti Rusia, China, India, Pakistan
16:35Itu sudah diberikan hak-hak istimewa untuk keluar masuk
16:39Walaupun nanti ujung-ujungnya bayar juga kan
16:41Dan harus diakui pembayar keluar masuk selatan rumus ini
16:44Ada lebih murah daripada Panama Canal
16:47Dan untuk itu kita hendaknya bernegosiasi dengan Iran
16:51Dari hati ke hati
16:53Agar rumusan yang diberikan kepada Indonesia itu benar-benar khas untuk Indonesia
16:57Yang mungkin yang perlu kita lakukan adalah saat ini
17:00Kita tahu Pakistan dan Turki bekerja keras
17:04Untuk mengupayakan perdamaian
17:06Tapi kita juga tahu bahwa posisi Iran adalah sedang unggul saat ini
17:10Mereka sudah bisa bertahan sampai satu bulan
17:13Dan perang peluru kendali ini berjalan terus
17:16Dan bagi Iran ini adalah suatu jihad visabililah
17:19Ini tentunya ada hal-hal yang kita harus kemukakan kepada Iran
17:22Dan juga kita hendaknya berinisiatif
17:24Bahwa Indonesia akan menggerakkan seluruh daya upaya
17:27Seluruh kontak-kontak diplomatik kita
17:30Di level bilateral, regional, dan global
17:32Agar terlahir sebuah resolusi yang kuat di Majelis Umum PBB
17:38Dan Dewan Keamanan PBB
17:39Dan itu hendaknya kita komunikasikan terus dengan Iran
17:42Bahwa posisi Iran adalah pihak yang benar secara hukum internasional
17:46Iran adalah negara yang dizolimi oleh Amerika Serikat dan Israel
17:51Dan juga PBB tampaknya sangat melemah
17:54Sangat lemah sikapnya
17:56Dan untuk itu tentunya kita juga harus mengatakan kepada Iran
17:58Bagaimana rencana strategi diplomasi Indonesia ke depan
18:02Misalnya kita bisa mengatakan bahwa
18:04Kita bisa saja menggalakkan diplomasi kota
18:08Agar kota-kota di dunia ini
18:11Kalau sekiranya sulit berhubungan dengan pemerintah Amerika Serikat
18:15Tapi kita bisa berhubungan dengan negara-negara bagian di Amerika Serikat
18:18Kita juga hendaknya mengatakan
18:19Kalau sudah begini terus kita semua rugi
18:22Di mana Anda dibuikin rugi
18:24Dan kami mengerti
18:26Mengapa Anda bersikap seperti itu di Selat Hormus
18:29Dan tentunya kita juga harus membuka
18:31Truth-truth Indonesia di masa depan
18:32Misalnya bagaimana reformasi di Dewan Keamanan PBB
18:35Dan juga reformasi di PBB secara keseluruhan
18:40Dan untuk itu ya
18:41Kalau berhubungan dengan Iran
18:42Kita harus terbuka
18:44Karena kita tahu mereka memiliki peradaban yang sudah sangat tua
18:474.000 tahun
18:48Jauh lebih tua daripada Amerika Serikat
18:50Jauh lebih tua daripada Indonesia
18:51Karena itu mereka lebih memahami
18:53Hal-hal menyakut filsafat dan budaya internasional
18:56Tentunya dengan bicara hati ke hati
18:59Jika melihat kondisi Iran saat ini
19:01Seperti itu Pak
19:02Apakah kemudian kuncinya ini kita harus memang
19:04Fokusnya ke dubes Iran yang ada di Indonesia memang
19:07Untuk melakukan komunikasi ini
19:09Harus diakui
19:11Bahwa sesuai dengan Vienna Convention
19:13On Diplomatic and Consular Relations
19:16Maka kedudutan besar kita di Teheran punya tanggung jawab besar
19:20Kedudutan besar Iran di Indonesia juga punya tanggung jawab besar
19:23Terutama sekali dalam aspek
19:26Responsibility
19:26Kedua protect
19:28Kemudian aspek negosiasi
19:30Kemudian promosi
19:31Dan proteksi
19:32Ini harus kita berharap agar kedudutan besar Iran itu dapat secara optimal
19:37Menjalankan fungsi-fungsinya
19:39Dan kalau perlu mereka juga kita izinkan
19:43Berada di berbagai kementerian
19:45Untuk melakukan konsultasi
19:47Terbuka pintunya
19:48Pintu bagi kedudutan besar Iran
19:50Untuk berada di
19:51Untuk berkunjung ke berbagai provinsi di Indonesia
19:54Kemudian juga hal yang sama juga kita mintakan
19:57Karena ini harus resipokal
19:58Kita memberikan keleluasaan pada kedubes Iran di sini
20:01Dan juga pemerintah Iran memberikan keleluasaan pada kedubes kita di sana
20:05Dan juga tentunya kita harus yakin bahwa
20:08Kegiatan kedudutan besar di
20:10Masing-masing ibu kota tersebut
20:12Adalah sesuai dengan hukum internasional
20:13Dan mereka tidak akan menyalahgunakan keistimewaan tersebut
20:16Oke
20:17Kemudian Pak Teku
20:19Memang sekarang kita PR-nya adalah
20:20Bicara ke Iran
20:22Kemudian mendapatkan izin tersebut
20:23Jadi sinyal positif akan berujungnya ke izin
20:26Tapi ketika nanti izin kita sudah kantongi
20:28Seperti itu kan
20:29Tidak serta-merta
20:30Kita bisa secara
20:31Mungkin aman gitu ya
20:33Secara full kita aman untuk melintasi Selat Hormuz
20:35Apakah kemudian bisa gitu
20:37Iran memastikan bahwa kapal kita juga bisa keluar dari situ
20:40Dalam keadaan yang aman gitu Pak
20:45Diperlukan negosiasi teknis yang luar biasa ini
20:48Kita perlu tim negosiator Indonesia itu
20:52Harus sangat kuat secara hukum internasional
20:54Kemudian juga sangat kuat secara budaya
20:56Syukur diplomat kita itu bisa berkomunikasi dalam bahasa parsi
21:00Kita memahami sendiri kesulitan Iran saat ini
21:04Misalnya bagaimana tingkat kesulitan ekonominya
21:07Sejak adanya krisis ini
21:10Kemudian juga bagaimana kita hendaknya juga melibatkan masyarakat Indonesia
21:14Untuk berhubungan dengan saudara-saudari mereka di Iran tersebut
21:18Ini hendaknya kita bergerak secara sangat spesifik
21:23Bukan diplomasi yang normal
21:25Ini adalah diplomasi yang luar biasa
21:27Memang diplomasi total ini memerlukan kinerja
21:30Bukan hanya kementerian, lembaga, presiden
21:32Lebih dari itu
21:33Tapi juga masyarakat di Indonesia
21:35Masyarakat agama di Indonesia
21:38Kota-kota di Indonesia
21:40Kampus-kampus di Indonesia
21:41Hendaknya menunjukkan solidaritas
21:43Bahwa kita melihat Iran secara hukum internasional
21:48Dan kita memahami kesulitan dihadapi oleh Iran
21:51Dan kita hendaknya menggunakan segala daya upaya
21:53Untuk mendukung
21:56Agar Iran mendapat haknya yang benar di perserikatan bangsa-bangsa
22:02Karena sampai saat ini hanya Iran yang dikritik oleh dunia
22:05Mengatakan ini adalah perang akibat Iran
22:08Tidak, ini adalah respons Iran akibat perjalanan Amerika Serikat
22:11Yang luar biasa, yang mengancam keberadaan
22:14Iran yang telah berusia
22:15Yang telah peradabannya telah berusia 4.000 tahun di muka bumi
22:18Meyakinkan Iran bahwa kita posisinya lagi-lagi tengah
22:22Di tengah, netral
22:23Tapi tetap kita menjunjung tinggi hukum internasional
22:25Supaya izin kita bisa dapat gitu ya Pak
22:28Tidak hanya mungkin izin keluar untuk dua kapal ini
22:30Tapi juga ke depannya
22:31Akses kita juga bisa terbuka di Selat Hormuz untuk ke depannya
22:35Terima kasih Pak Tukul Reza Syah
22:36Dosen Hubungan Internasional Presiden Universiti
22:39Sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia Pagi
22:41Selamat pagi Pak Tukul
22:42Terima kasih
22:43Terima kasih
22:44Terima kasih
Komentar