00:00Tadi sebelum kita jeda Mbak Franka mengatakan bahwa satu dari refleksi,
00:06refleksi apa lagi dari sekian lama masa persidangan?
00:19Satu yang mungkin juga selalu Nadiem itu sangat konsisten itu adalah rasa cintanya untuk Indonesia.
00:30Saya tahu banyak yang tanya, tapi jawaban dia memang tidak pernah berubah.
00:34Mau dia itu pulang dari sekolah di Amerika, setelah dia juga di tengah kesuksesannya di Gojek,
00:44dalam pemerintahan maupun dalam penjara, dia tetap memikirkan dan khawatir tentang Indonesia dan apa yang bisa dia lakukan.
00:53Dan salah satu yang sangat saya lihat adalah apapun yang terjadi dia akan selalu bersyukur dan bangga dia mengabdikan hidupnya
01:03kepada Indonesia.
01:07Tadi saya ingin masuk ke poin tadi, bedakan antara sesuatu yang dianggap dulu tidak pernah dianggap atau dinarasikan,
01:20dulu sebagai menteri tidak pernah ke kampus-kampus, tidak pernah cukup menyapa, stakeholders.
01:28Saya tahu ada banyak kecewaan, saya tahu ada banyak rasa marah atau tidak cukup yang dia lakukan,
01:37bagaimanapun juga dia adalah seorang manusia yang tidak sempurna.
01:40Tapi saya harap sistem hukum kita dan juga orang banyak dapat menyadari bahwa itu bukan alasan yang cukup untuk memenjarakan
01:53suami saya.
01:54Bahwa apabila dia memang tidak ada kesalahan dan tidak ada yang dilakukan, kenapa dia harus ada di sana?
02:04Jadi bukan Anda ingin mengatakan bahwa jangan karena tidak suka dengan suami saya, maka ia dipenjarakan.
02:12Betul.
02:14Franka juga ingin bertemu dengan DPR, Komisi Hukum.
02:19Komisi Tiga, apakah ini juga ingin menariknya ke masalah politik?
02:27Dari awal, Mbak Rosy, kami mengambil dan menempuh semua jalur hukum yang tersedia.
02:36Jalur-jalur yang bisa secara hukum membantu membuka kebenaran yang ada.
02:42Jadi pada saat di awal gitu ya mungkin namanya adalah pra-peradilan gitu, biarpun mungkin banyak yang bilang itu tidak
02:51mungkin ya kita tetap coba.
02:54Bagaimana kita akhirnya Mas Nadiem harus menjalankan peradilan tadinya mau dari rumah sakit, mau datang gitu semua pokoknya dijalani.
03:04Ini intinya semua avenuh hukum yang ada, kami akan selalu memperjuangkan agar kasus dan kebenaran ini keluar.
03:12Dan itu saja sebenarnya harapan saya pada saat itu.
03:15Apapun untuk ruang di mana untuk bisa menjelaskan posisi suami Anda.
03:23Memeluarkan fakta.
03:25Tapi IBAM sudah difonis.
03:29IBAM adalah asistennya Mas Nadiem.
03:32Dia adalah konsultan teknologi pada saat itu.
03:38Franka sudah menyiapkan yang terburuk sekalipun.
03:47Kemungkinan bahwa suami saya bisa dijatuhi hukuman adalah satu bentuk kenyataan yang harus saya siapkan.
03:55Tapi sekali lagi ya kita akan terus berjuang sampai akhir.
04:04Pertanyaan terakhir saya, Franka.
04:09Merasa enggak bahwa dari seluruh persidangan yang ada dan opini yang juga cukup terbelah antara ingin membela, mau membela.
04:19Dan juga yang mengatakan ya Mas Nadiem pantas dihukum seperti tuntutan jaksa.
04:26Apakah Anda merasa masih ada ruang reputasi Nadiem Makarin dipulihkan?
04:40Yang saya doakan adalah agar kebenaran dan fakta yang ada betul-betul dapat dilihat dan dapat menjadi satu fondasi di
04:51mana keadilan itu masih bisa didapatkan oleh kita sebagai warga negara.
04:58Saya juga melihat betapa besarnya harapan itu, saya rasa bukan karena ini adalah Mas Nadiem.
05:07Tapi karena ini adalah untuk bukti bagaimana sistem keadilan kita harus melihat fakta persidangan seperti apa adanya.
05:18Bahwa kalau memang tuduhan tidak terbuktikan, maka itu tidak cukup untuk membicarakan satu orang.
05:24Dan Mbak Rosi yang terakhir, saya betul-betul percaya bahwa kita semua itu adalah harapan dan terang dalam negara ini.
05:39Yang dipersatukan oleh rasa cinta untuk negara ini.
05:43Dan itu akan selalu lebih besar daripada siapapun yang mau memadamkannya.
05:50Franka, terima kasih banyak sudah memberikan penjelasan dan pertanyaan yang selama ini, menjawab pertanyaan yang selama ini banyak mengemuka soal
06:01big question dari kasus ini.
06:05Well, good luck.
06:06Terima kasih Mbak Rosi, terima kasih banyak.
06:08Terima kasih.
Komentar