Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Rosianna Silalahi bertanya kepada Franka Franklin mengenai peluang pemulihan reputasi suaminya, Nadiem Makarim di tengah munculnya dukungan maupun tuntutan agar suaminya dihukum sesuai tuntutan jaksa.

Franka mengaku hanya berharap kebenaran dan fakta di persidangan benar-benar dapat dilihat secara utuh sehingga keadilan tetap bisa diperoleh sebagai warga negara.

"Yang saya doakan adalah agar kebenaran dan fakta yang ada betul-betul dapat dilihat, dan dapat menjadi satu fondasi di mana keadilan itu masih bisa didapatkan oleh kita sebagai warga negara," ujar Franka.

Menurut Franka, kasus yang menjerat Nadiem bukan semata persoalan individu, melainkan juga menyangkut cara sistem hukum bekerja dalam melihat fakta persidangan.

"Bahwa kalau memang tuduhan tidak terbuktikan, maka itu tidak cukup untuk memenjarakan satu orang," lanjut Franka.

Di akhir pernyataannya, Franka juga menyampaikan optimisme dan harapan terhadap masyarakat serta masa depan negara.

"Saya betul-betul percaya bahwa kita semua itu adalah harapan dan terang dalam negara ini, yang dipersatukan oleh rasa cinta untuk negara ini, dan itu akan selalu lebih besar daripada siapapun yang mau memadamkannya," pungkasnya.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog



#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670621/franka-soal-reputasi-nadiem-makarim-saya-hanya-berdoa-kebenaran-bisa-dilihat-rosi
Transkrip
00:00Tadi sebelum kita jeda Mbak Franka mengatakan bahwa satu dari refleksi,
00:06refleksi apa lagi dari sekian lama masa persidangan?
00:19Satu yang mungkin juga selalu Nadiem itu sangat konsisten itu adalah rasa cintanya untuk Indonesia.
00:30Saya tahu banyak yang tanya, tapi jawaban dia memang tidak pernah berubah.
00:34Mau dia itu pulang dari sekolah di Amerika, setelah dia juga di tengah kesuksesannya di Gojek,
00:44dalam pemerintahan maupun dalam penjara, dia tetap memikirkan dan khawatir tentang Indonesia dan apa yang bisa dia lakukan.
00:53Dan salah satu yang sangat saya lihat adalah apapun yang terjadi dia akan selalu bersyukur dan bangga dia mengabdikan hidupnya
01:03kepada Indonesia.
01:07Tadi saya ingin masuk ke poin tadi, bedakan antara sesuatu yang dianggap dulu tidak pernah dianggap atau dinarasikan,
01:20dulu sebagai menteri tidak pernah ke kampus-kampus, tidak pernah cukup menyapa, stakeholders.
01:28Saya tahu ada banyak kecewaan, saya tahu ada banyak rasa marah atau tidak cukup yang dia lakukan,
01:37bagaimanapun juga dia adalah seorang manusia yang tidak sempurna.
01:40Tapi saya harap sistem hukum kita dan juga orang banyak dapat menyadari bahwa itu bukan alasan yang cukup untuk memenjarakan
01:53suami saya.
01:54Bahwa apabila dia memang tidak ada kesalahan dan tidak ada yang dilakukan, kenapa dia harus ada di sana?
02:04Jadi bukan Anda ingin mengatakan bahwa jangan karena tidak suka dengan suami saya, maka ia dipenjarakan.
02:12Betul.
02:14Franka juga ingin bertemu dengan DPR, Komisi Hukum.
02:19Komisi Tiga, apakah ini juga ingin menariknya ke masalah politik?
02:27Dari awal, Mbak Rosy, kami mengambil dan menempuh semua jalur hukum yang tersedia.
02:36Jalur-jalur yang bisa secara hukum membantu membuka kebenaran yang ada.
02:42Jadi pada saat di awal gitu ya mungkin namanya adalah pra-peradilan gitu, biarpun mungkin banyak yang bilang itu tidak
02:51mungkin ya kita tetap coba.
02:54Bagaimana kita akhirnya Mas Nadiem harus menjalankan peradilan tadinya mau dari rumah sakit, mau datang gitu semua pokoknya dijalani.
03:04Ini intinya semua avenuh hukum yang ada, kami akan selalu memperjuangkan agar kasus dan kebenaran ini keluar.
03:12Dan itu saja sebenarnya harapan saya pada saat itu.
03:15Apapun untuk ruang di mana untuk bisa menjelaskan posisi suami Anda.
03:23Memeluarkan fakta.
03:25Tapi IBAM sudah difonis.
03:29IBAM adalah asistennya Mas Nadiem.
03:32Dia adalah konsultan teknologi pada saat itu.
03:38Franka sudah menyiapkan yang terburuk sekalipun.
03:47Kemungkinan bahwa suami saya bisa dijatuhi hukuman adalah satu bentuk kenyataan yang harus saya siapkan.
03:55Tapi sekali lagi ya kita akan terus berjuang sampai akhir.
04:04Pertanyaan terakhir saya, Franka.
04:09Merasa enggak bahwa dari seluruh persidangan yang ada dan opini yang juga cukup terbelah antara ingin membela, mau membela.
04:19Dan juga yang mengatakan ya Mas Nadiem pantas dihukum seperti tuntutan jaksa.
04:26Apakah Anda merasa masih ada ruang reputasi Nadiem Makarin dipulihkan?
04:40Yang saya doakan adalah agar kebenaran dan fakta yang ada betul-betul dapat dilihat dan dapat menjadi satu fondasi di
04:51mana keadilan itu masih bisa didapatkan oleh kita sebagai warga negara.
04:58Saya juga melihat betapa besarnya harapan itu, saya rasa bukan karena ini adalah Mas Nadiem.
05:07Tapi karena ini adalah untuk bukti bagaimana sistem keadilan kita harus melihat fakta persidangan seperti apa adanya.
05:18Bahwa kalau memang tuduhan tidak terbuktikan, maka itu tidak cukup untuk membicarakan satu orang.
05:24Dan Mbak Rosi yang terakhir, saya betul-betul percaya bahwa kita semua itu adalah harapan dan terang dalam negara ini.
05:39Yang dipersatukan oleh rasa cinta untuk negara ini.
05:43Dan itu akan selalu lebih besar daripada siapapun yang mau memadamkannya.
05:50Franka, terima kasih banyak sudah memberikan penjelasan dan pertanyaan yang selama ini, menjawab pertanyaan yang selama ini banyak mengemuka soal
06:01big question dari kasus ini.
06:05Well, good luck.
06:06Terima kasih Mbak Rosi, terima kasih banyak.
06:08Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan