Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Franka Franklin Makarim menegaskan kritik terhadap gaya kepemimpinan suaminya, Nadiem Makarim, tidak bisa dikaitkan langsung dengan tuduhan korupsi dalam kasus pengadaan Chromebook.

Menurut Franka, ketidaksempurnaan dalam memimpin merupakan hal yang harus diterima dan diperbaiki oleh Nadiem.

Namun ia mempertanyakan hubungan kritik tersebut dengan perkara hukum yang kini menjerat suaminya.

Ia lalu menegaskan kritik terhadap perilaku atau gaya kepemimpinan tidak otomatis berkaitan dengan tuduhan korupsi.

"Sekali lagi, semua yang dibicarakan dan kritik yang dibangun itu, apa hubungannya Mbak dengan markup Chromebook atau kasus ini juga?," kata Franka.

Dalam wawancara lengkap bersama Rosianna Silalahi, Franka juga menjelaskan soal permintaan maaf yang pernah disampaikan Nadiem kepada pihak-pihak yang mungkin merasa tersinggung selama dirinya menjabat sebagai menteri.

Menurutnya, permintaan maaf itu bukan bentuk pengakuan bersalah atas kasus hukum yang sedang berjalan.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog



#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670620/istri-nadiem-makarim-kritik-terhadap-suami-saya-tak-membuktikan-korupsi-rosi
Transkrip
00:00Salah satu yang juga cukup membuat saya terkesima adalah bahwa peran menteri bukan hanya kerja profesional tetapi juga memiliki fungsi
00:07politik.
00:08Apakah seorang Nadiemah Karim ingin memberikan mesej bahwa ia berada di persidangan ini juga karena ada urusan politik yang tidak
00:20dikerjakan dulu sebelumnya?
00:23Karena saya rasa maksud dia betul-betul hanya tugas seorang menteri dengan semua posisinya bukan hanya mengeluarkan kebijakan tapi harus
00:35memastikan kebijakan tersebut bisa dilaksanakan bersama-sama semua pemangkuk kepentingan.
00:42Nah jadi menjangkut tadi ya permintaan maaf ada tutur kata saya mungkin cara kerja saya yang tidak berkenan saya minta
00:52maaf.
00:55SD di Indonesia di Jakarta setelah itu SMP SMA kuliah lulusan Harvard di luar negeri.
01:04Kita mungkin sering membuat lelucon orang-orang seperti Mas Nadiem ini mimpi aja pakai bahasa Indonesia, mimpi aja pakai bahasa
01:14Inggris.
01:18Seperti tadi pertanyaan saya awalnya, apakah memang sesungguhnya ini tidak melulu karena soal mau melakukan hal yang benar tapi juga
01:26karena ada semacam attitude yang tidak dapat diterima bukan karena soal sopan atau tidak sopan.
01:33Tetapi memang ia dibesarkan dalam kultur yang jauh berbeda dengan cara kerja di birokrasi, itu satu.
01:41Terus kedua juga kurang mau mendengar masukan dari para birokrat yang sudah lama sebetulnya mengabdi di kementerian itu.
01:52Kenapa saya tanya ini supaya menjadi lesson learned?
01:54Ya, saya mengerti.
01:58Saya rasa perbedaan cara berpikir dan cara kerja itu adalah satu hal yang memang harus diakui dari Mas Nadiem gitu.
02:08Bahkan pada saat kami aja berkomunikasi dan berdebat sebagai suami istri itu pun ada.
02:17Itu pun muncul gitu Mbak Rosy.
02:18Tapi untuk poin menerima umpan balik atau feedback atau dikritik, saya tahu Mas Nadiem sangat terbuka.
02:30Justru dia sangat membutuhkan dan itulah salah satu bentuk perbedaan budaya yang pada saat dia masuk dia ubah Mbak.
02:39Bahwa justru penting untuk kita membuka diri terhadap masukan dari orang-orang yang jauh lebih tahu.
02:47Itulah sebabnya yang berada di dalam kementerian Mas Nadiem adalah gabungan orang-orang yang sudah berpengalaman banyak dan panjang di
02:57dalam kementerian.
02:58Dan profesional-profesional muda yang mempunyai kompetensi yang bisa mendukung kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan.
03:06Hanya saja kan tangkapannya adalah Mas Menteri pada waktu itu jauh lebih percaya pada tim yang dibawa dari luar dibandingkan
03:15juga memberikan ruang bagi para birokrat untuk juga menjadi bagian dari proses decision making.
03:22Tapi anyway apakah itu tadi yang saya katakan apakah memang permohonan maaf ini juga supaya orang yang selama ini mengatakan
03:33kamu sombong sih dulu gak punya investasi sosial sehingga inilah yang terjadi padamu.
03:38Apa yang bisa kamu bantah dari soal yang satu ini bahwa karena dulu Mas Nadiem lebih mementingkan tim anak-anak
03:47mudanya, tidak percaya pada birokrat, tidak pernah keliling kampus, tidak pernah meeting dengan para birokrat sehingga inilah ganjaran yang ia
03:57dapatkan.
03:58Apa yang bisa kamu bantah atau jelaskan soal asumsi ini?
04:01Untuk saya sekali lagi ketidaksempurnaan suami saya sebagai seorang pemimpin adalah sesuatu yang dia harus jalani dan harus perbaiki.
04:16Tapi sekali lagi semua yang dibicarakan dan kritik yang dibangun itu apa hubungannya mbak dengan markup krombok atau kasus ini
04:28juga gitu.
04:31Soal antara perilaku yang mungkin tidak pas itu lain soal dengan kasus korupsinya.
04:40Jadi minta maaf bukan karena mengakui kesalahan tetapi jika ada yang tersinggung di masa ia menjadi menteri ia minta itu
04:49dibukakan pintu maafnya.
04:50Dan inilah refleksi terbesar seorang Nadiem Makarim.
Komentar

Dianjurkan