00:00Salah satu yang juga cukup membuat saya terkesima adalah bahwa peran menteri bukan hanya kerja profesional tetapi juga memiliki fungsi
00:07politik.
00:08Apakah seorang Nadiemah Karim ingin memberikan mesej bahwa ia berada di persidangan ini juga karena ada urusan politik yang tidak
00:20dikerjakan dulu sebelumnya?
00:23Karena saya rasa maksud dia betul-betul hanya tugas seorang menteri dengan semua posisinya bukan hanya mengeluarkan kebijakan tapi harus
00:35memastikan kebijakan tersebut bisa dilaksanakan bersama-sama semua pemangkuk kepentingan.
00:42Nah jadi menjangkut tadi ya permintaan maaf ada tutur kata saya mungkin cara kerja saya yang tidak berkenan saya minta
00:52maaf.
00:55SD di Indonesia di Jakarta setelah itu SMP SMA kuliah lulusan Harvard di luar negeri.
01:04Kita mungkin sering membuat lelucon orang-orang seperti Mas Nadiem ini mimpi aja pakai bahasa Indonesia, mimpi aja pakai bahasa
01:14Inggris.
01:18Seperti tadi pertanyaan saya awalnya, apakah memang sesungguhnya ini tidak melulu karena soal mau melakukan hal yang benar tapi juga
01:26karena ada semacam attitude yang tidak dapat diterima bukan karena soal sopan atau tidak sopan.
01:33Tetapi memang ia dibesarkan dalam kultur yang jauh berbeda dengan cara kerja di birokrasi, itu satu.
01:41Terus kedua juga kurang mau mendengar masukan dari para birokrat yang sudah lama sebetulnya mengabdi di kementerian itu.
01:52Kenapa saya tanya ini supaya menjadi lesson learned?
01:54Ya, saya mengerti.
01:58Saya rasa perbedaan cara berpikir dan cara kerja itu adalah satu hal yang memang harus diakui dari Mas Nadiem gitu.
02:08Bahkan pada saat kami aja berkomunikasi dan berdebat sebagai suami istri itu pun ada.
02:17Itu pun muncul gitu Mbak Rosy.
02:18Tapi untuk poin menerima umpan balik atau feedback atau dikritik, saya tahu Mas Nadiem sangat terbuka.
02:30Justru dia sangat membutuhkan dan itulah salah satu bentuk perbedaan budaya yang pada saat dia masuk dia ubah Mbak.
02:39Bahwa justru penting untuk kita membuka diri terhadap masukan dari orang-orang yang jauh lebih tahu.
02:47Itulah sebabnya yang berada di dalam kementerian Mas Nadiem adalah gabungan orang-orang yang sudah berpengalaman banyak dan panjang di
02:57dalam kementerian.
02:58Dan profesional-profesional muda yang mempunyai kompetensi yang bisa mendukung kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan.
03:06Hanya saja kan tangkapannya adalah Mas Menteri pada waktu itu jauh lebih percaya pada tim yang dibawa dari luar dibandingkan
03:15juga memberikan ruang bagi para birokrat untuk juga menjadi bagian dari proses decision making.
03:22Tapi anyway apakah itu tadi yang saya katakan apakah memang permohonan maaf ini juga supaya orang yang selama ini mengatakan
03:33kamu sombong sih dulu gak punya investasi sosial sehingga inilah yang terjadi padamu.
03:38Apa yang bisa kamu bantah dari soal yang satu ini bahwa karena dulu Mas Nadiem lebih mementingkan tim anak-anak
03:47mudanya, tidak percaya pada birokrat, tidak pernah keliling kampus, tidak pernah meeting dengan para birokrat sehingga inilah ganjaran yang ia
03:57dapatkan.
03:58Apa yang bisa kamu bantah atau jelaskan soal asumsi ini?
04:01Untuk saya sekali lagi ketidaksempurnaan suami saya sebagai seorang pemimpin adalah sesuatu yang dia harus jalani dan harus perbaiki.
04:16Tapi sekali lagi semua yang dibicarakan dan kritik yang dibangun itu apa hubungannya mbak dengan markup krombok atau kasus ini
04:28juga gitu.
04:31Soal antara perilaku yang mungkin tidak pas itu lain soal dengan kasus korupsinya.
04:40Jadi minta maaf bukan karena mengakui kesalahan tetapi jika ada yang tersinggung di masa ia menjadi menteri ia minta itu
04:49dibukakan pintu maafnya.
04:50Dan inilah refleksi terbesar seorang Nadiem Makarim.
Komentar