00:00Seorang pengacara bernama Hotman mempost di social medianya bahwa baru saja ditelepon oleh Presiden Prabowo.
00:07Kalimatnya adalah, Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Hotman terhadap kasus Nadiem, apakah dia bersalah atau tidak.
00:14Hotman bilang salah satu asisten Nadiem, IBAM telah difonis bersalah.
00:22Nah, kalau majelis itu sudah memfonis asistennya, bla bla bla.
00:26Tetapi, poinnya adalah Presiden Prabowo menelpon pengacara bernama Hotman Paris Utapea.
00:33Apakah ini membangun harapan untukmu?
00:43Saya sangat respek dan menghargai Pak Hotman dan saya juga tahu beliau sangat menjunjung kebenaran dan keadilan.
00:54Saya tidak bisa berandai-andai, Mbak Rosy.
00:57Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk apa yang di depan kita sekarang.
01:01Masih ada pledoi dan setelah itu mungkin replik-duplik dan setelah itu vonis.
01:07Untuk saya, keadilan masih dapat ditegakkan di depan mata kita.
01:13Jadi, itu yang akan selalu saya doa dan perjuangkan bersama-sama dengan Mas Nadiem.
01:17Artinya begini, Presiden sedang mencari tahu what's going on.
01:22Dan salah satu, ya pasti mungkin banyak yang dimintain, tapi pengacara Hotman yang kemudian mempush di sosial media.
01:30Apakah seorang Franka merasa dengan Presiden mencari tahu, maka ini bisa mengubah sesuatu?
01:40Seperti misalnya Nadiem Makarim memiliki hasil seperti, atau memiliki pengalaman seperti Tom Lembong atau Dirut SDP.
01:51Apakah ini juga menjadi salah satu harapan seorang Franka ketika Presiden juga mencari tahu tentang kasus ini?
01:57Saya bersyukur karena semua orang mencari fakta yang ada dan kebenaran yang ada.
02:11Harapan saya hanya selalu satu dari awal, agar kebenaran itu cukup untuk membawa suami saya pulang baru sih.
02:19Pada akhirnya, itu yang paling penting untuk saya terlepas dari apa yang akan membawa dia pulang.
Komentar