00:01Yang paling terbaru, Franka, seorang pengacara bernama Hotman
00:07mempost di social medianya bahwa baru saja ditelepon oleh Presiden Prabowo.
00:12Kalimatnya adalah, Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Hotman terhadap kasus Nadiem,
00:17apakah dia bersalah atau tidak.
00:19Hotman bilang salah satu asisten Nadiem, IBAM telah difonis bersalah.
00:25Nah, kalau majelis itu sudah memfonis asistennya, bla bla bla.
00:31Tetapi, poinnya adalah Presiden Prabowo menelpon pengacara bernama Hotman Paris Utapeya.
00:38Apakah ini membangun harapan untukmu?
00:47Saya sangat respek dan menghargai Pak Hotman.
00:52Dan saya juga tahu beliau sangat menjunjung kebenaran dan keadilan.
00:58Saya tidak bisa berandai-andai, Mbak Rosi.
01:02Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk apa yang di depan kita sekarang.
01:06Masih ada pledoi dan setelah itu mungkin replik duplik dan setelah itu fonis.
01:11Untuk saya, keadilan masih dapat ditegakkan di depan mata kita.
01:17Jadi, itu yang akan selalu saya doa dan perjuangkan bersama-sama dengan Mas Nadiem.
01:22Artinya begini, Presiden sedang mencari tahu what's going on.
01:26Dan salah satu, ya pasti mungkin banyak yang dimintain,
01:30tapi pengacara Hotman yang kemudian mempush di sosial media.
01:34Apakah seorang Franka merasa dengan Presiden mencari tahu,
01:41maka ini bisa mengubah sesuatu?
01:45Seperti misalnya Nadiem Makarim memiliki hasil seperti,
01:49atau memiliki pengalaman seperti Tom Lembong atau Dirut SDP.
01:55Apakah ini juga menjadi salah satu harapan seorang Franka
01:59ketika Presiden juga mencari tahu tentang kasus ini?
02:03Saya bersyukur karena semua orang mencari fakta yang ada dan kebenaran yang ada.
02:15Harapan saya hanya selalu satu, dari awal.
02:19Agar kebenaran itu cukup untuk membawa suami saya pulang baru sih.
02:23Pada akhirnya, itu yang paling penting untuk saya,
02:28terlepas dari apa yang akan membawa dia pulang.
02:36Franka, ada satu hal yang saya ingin tanya tentang kasus ini.
02:42Salah satu keganjilan yang belum terjelaskan adalah,
02:47kalau memang mereka yang selama ini mengikuti proses sidang benar dan perlu dibela,
02:56mengapa ada seorang asisten atau seorang staff ahli dari Mas Nadiem
03:02yang justru menjadi buron dan tidak bersama-sama mengikuti persidangan?
03:10Ini memang saya tahu menjadi keprihatinan yang besar.
03:15Itu pun menjadi keprihatinan kami.
03:19Karena sangat disayangkan orang ini tidak ada di sini,
03:27menjalani persidangan sebagaimana Mas Ibam dan Mas Nadiem sudah ya gitu.
03:33Bahkan sampai difonis gitu sekarang dia di pengadilan negeri.
03:38Jadi, saya tidak bisa menjawab kenapa dia tidak ada.
03:42Saya tidak bisa menjawab di mana dia harusnya ada dan bersikap.
03:47Tapi, saya pun menyayangkan dan itu sebenarnya pasti akan membuat terang,
03:53semakin terang lagi semua ini.
03:55Anda merasa gak sih seharusnya seorang staff ahli yang begitu dipercaya oleh Mas Nadiem
04:01pada waktu menjadi menteri, ikut bersama-sama memperjuangkan keadilan bersama Ibam.
04:08Jadi, jangan kabur.
04:11Apakah sebagai seorang istri dan sebagai sesama perempuan,
04:15juga Anda merasa perlu menyuarakan,
04:19please juristan pulang dong.
04:21Kita sama-sama berjuang menegakkan keadilan.
04:27Berat untuk saya membayangkan
04:30kalau misalnya seorang ibu harus menjalankan
04:34apa yang Mas Ibam dan Mas Nadiem sedang jalankan.
04:38Itu betul-betul untuk saya suatu yang berat sekali gitu Mbak.
04:44Tapi tentunya karena yang dituduhkan itu tidak benar
04:49dan kejujuran adalah cara yang terbaik untuk menjelaskan ini semua,
04:54tentunya kami mengharapkan
04:56ya dia ada di sini untuk menjadi bagian yang menerangkan kejadian yang sebenarnya.
05:02Saya menangkap poinnya, Franka, bahwa
05:05kasihan dia seorang ibu, ada anak,
05:08maka ia perlu mencari proteksi untuk dirinya sendiri.
05:15Gitu kan kira-kira.
05:16Dan Anda memahami itu.
05:21Sejujurnya Mbak, saya kan tidak tahu sama sekali ya
05:24kenapa dia memutuskan untuk tidak hadir.
05:27Dan menjadi buronan.
05:29Dan akhirnya ditetapkan menjadi buron.
05:32Tapi ya sekali lagi saya tidak bisa menjawab atas nama dia.
05:37I know.
05:38Tapi sebagai seorang istri, sebagai seorang perempuan,
05:40menurut Anda adil nggak itu?
05:41Bahwa suami Anda, Mas Ibam, itu harus menghadapi sendiri.
05:45Mas Ibam dan Mas Nadiem harus menghadapi proses ini
05:49di pengadilan dan ia mencari proteksi sendiri tanpa bersama-sama.
05:56Pertanyaan saya begini.
05:57Kalau memang benar dan bersih, kenapa harus kabur?
06:00Kenapa harus menjadi buronan?
06:03Ya itu pertanyaan saya juga sejujurnya Mbak.
06:08Is it fair to you?
06:12Banyak hal yang saya sedang alami yang tidak adil.
06:16Tapi saya tidak menyalahkan individu satu dan lainnya.
06:21Sampai jumpa.
Komentar