Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Franka Franklin Makarim membantah tudingan penggunaan buzzer di tengah derasnya dukungan publik terhadap sang suami, Nadiem Makarim, setelah pembacaan tuntutan dalam persidangan.

Kepada Rosianna Silalahi, Franka mengakui dukungan terhadap Nadiem memang meningkat signifikan usai tuntutan dibacakan. Dukungan tersebut datang dari berbagai kalangan, termasuk selebritas dan influencer.

Namun, Franka menegaskan pihak keluarga maupun tim penasihat hukum tidak pernah menggunakan buzzer untuk membangun opini publik.

Franka mengatakan, gelombang dukungan yang muncul menurutnya terjadi karena masyarakat melihat adanya perbedaan besar antara tuntutan dengan fakta yang berkembang di persidangan.

Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa jutaan dukungan publik otomatis dapat dianggap sebagai gerakan buzzer.

Saat ditanya apakah dukungan publik itu bertujuan memengaruhi persidangan, Franka membantah anggapan tersebut.

Menurut Franka, masyarakat kini memiliki akses informasi yang sama terhadap proses hukum sehingga kritik dan aspirasi publik merupakan hal yang wajar.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rsUqbkMCeog



#nadiemmakarim #mendikbudristek #chromebook

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/670608/franka-klarifikasi-tuduhan-pakai-buzzer-bela-nadiem-makarim-rosi
Transkrip
00:01Yang paling terbaru, Franka, seorang pengacara bernama Hotman
00:07mempost di social medianya bahwa baru saja ditelepon oleh Presiden Prabowo.
00:12Kalimatnya adalah, Pak Presiden menanyakan bagaimana pendapat Hotman terhadap kasus Nadiem,
00:17apakah dia bersalah atau tidak.
00:19Hotman bilang salah satu asisten Nadiem, IBAM telah difonis bersalah.
00:25Nah, kalau majelis itu sudah memfonis asistennya, bla bla bla.
00:31Tetapi, poinnya adalah Presiden Prabowo menelpon pengacara bernama Hotman Paris Utapeya.
00:38Apakah ini membangun harapan untukmu?
00:47Saya sangat respek dan menghargai Pak Hotman.
00:52Dan saya juga tahu beliau sangat menjunjung kebenaran dan keadilan.
00:58Saya tidak bisa berandai-andai, Mbak Rosi.
01:02Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk apa yang di depan kita sekarang.
01:06Masih ada pledoi dan setelah itu mungkin replik duplik dan setelah itu fonis.
01:11Untuk saya, keadilan masih dapat ditegakkan di depan mata kita.
01:17Jadi, itu yang akan selalu saya doa dan perjuangkan bersama-sama dengan Mas Nadiem.
01:22Artinya begini, Presiden sedang mencari tahu what's going on.
01:26Dan salah satu, ya pasti mungkin banyak yang dimintain,
01:30tapi pengacara Hotman yang kemudian mempush di sosial media.
01:34Apakah seorang Franka merasa dengan Presiden mencari tahu,
01:41maka ini bisa mengubah sesuatu?
01:45Seperti misalnya Nadiem Makarim memiliki hasil seperti,
01:49atau memiliki pengalaman seperti Tom Lembong atau Dirut SDP.
01:55Apakah ini juga menjadi salah satu harapan seorang Franka
01:59ketika Presiden juga mencari tahu tentang kasus ini?
02:03Saya bersyukur karena semua orang mencari fakta yang ada dan kebenaran yang ada.
02:15Harapan saya hanya selalu satu, dari awal.
02:19Agar kebenaran itu cukup untuk membawa suami saya pulang baru sih.
02:23Pada akhirnya, itu yang paling penting untuk saya,
02:28terlepas dari apa yang akan membawa dia pulang.
02:36Franka, ada satu hal yang saya ingin tanya tentang kasus ini.
02:42Salah satu keganjilan yang belum terjelaskan adalah,
02:47kalau memang mereka yang selama ini mengikuti proses sidang benar dan perlu dibela,
02:56mengapa ada seorang asisten atau seorang staff ahli dari Mas Nadiem
03:02yang justru menjadi buron dan tidak bersama-sama mengikuti persidangan?
03:10Ini memang saya tahu menjadi keprihatinan yang besar.
03:15Itu pun menjadi keprihatinan kami.
03:19Karena sangat disayangkan orang ini tidak ada di sini,
03:27menjalani persidangan sebagaimana Mas Ibam dan Mas Nadiem sudah ya gitu.
03:33Bahkan sampai difonis gitu sekarang dia di pengadilan negeri.
03:38Jadi, saya tidak bisa menjawab kenapa dia tidak ada.
03:42Saya tidak bisa menjawab di mana dia harusnya ada dan bersikap.
03:47Tapi, saya pun menyayangkan dan itu sebenarnya pasti akan membuat terang,
03:53semakin terang lagi semua ini.
03:55Anda merasa gak sih seharusnya seorang staff ahli yang begitu dipercaya oleh Mas Nadiem
04:01pada waktu menjadi menteri, ikut bersama-sama memperjuangkan keadilan bersama Ibam.
04:08Jadi, jangan kabur.
04:11Apakah sebagai seorang istri dan sebagai sesama perempuan,
04:15juga Anda merasa perlu menyuarakan,
04:19please juristan pulang dong.
04:21Kita sama-sama berjuang menegakkan keadilan.
04:27Berat untuk saya membayangkan
04:30kalau misalnya seorang ibu harus menjalankan
04:34apa yang Mas Ibam dan Mas Nadiem sedang jalankan.
04:38Itu betul-betul untuk saya suatu yang berat sekali gitu Mbak.
04:44Tapi tentunya karena yang dituduhkan itu tidak benar
04:49dan kejujuran adalah cara yang terbaik untuk menjelaskan ini semua,
04:54tentunya kami mengharapkan
04:56ya dia ada di sini untuk menjadi bagian yang menerangkan kejadian yang sebenarnya.
05:02Saya menangkap poinnya, Franka, bahwa
05:05kasihan dia seorang ibu, ada anak,
05:08maka ia perlu mencari proteksi untuk dirinya sendiri.
05:15Gitu kan kira-kira.
05:16Dan Anda memahami itu.
05:21Sejujurnya Mbak, saya kan tidak tahu sama sekali ya
05:24kenapa dia memutuskan untuk tidak hadir.
05:27Dan menjadi buronan.
05:29Dan akhirnya ditetapkan menjadi buron.
05:32Tapi ya sekali lagi saya tidak bisa menjawab atas nama dia.
05:37I know.
05:38Tapi sebagai seorang istri, sebagai seorang perempuan,
05:40menurut Anda adil nggak itu?
05:41Bahwa suami Anda, Mas Ibam, itu harus menghadapi sendiri.
05:45Mas Ibam dan Mas Nadiem harus menghadapi proses ini
05:49di pengadilan dan ia mencari proteksi sendiri tanpa bersama-sama.
05:56Pertanyaan saya begini.
05:57Kalau memang benar dan bersih, kenapa harus kabur?
06:00Kenapa harus menjadi buronan?
06:03Ya itu pertanyaan saya juga sejujurnya Mbak.
06:08Is it fair to you?
06:12Banyak hal yang saya sedang alami yang tidak adil.
06:16Tapi saya tidak menyalahkan individu satu dan lainnya.
06:21Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan