00:00Mas Tadum juga dalam persidangan menyebut bahwa ini adalah amanat dari Presiden.
00:06Pada waktu itu Presiden Jokowi pada rapat paripurna yang pertama menyebutkan pentingnya digitalisasi dunia pendidikan.
00:16Apakah dengan membawa nama Presiden merasa perlu untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan adalah perintah Presiden
00:26dan bukan hal yang diluar perintah Presiden? Apakah mesej ini yang mau disampaikan?
00:38Saya rasa pada saat itu Mas Nadiem hanya ingin menegaskan bahwa tugas dari seorang Menteri adalah menjalankan visi dan misi.
00:49Dan itu benar-benar sudah diupayakan selama lima tahun dengan sepenuh tenaga dan sepenuh hati dengan semua ketidaksempurnaannya sekali lagi.
00:59Tapi sesuai dengan fakta persidangan sekali lagi apa yang dituduhkan tidak ada yang terbukti, tidak ada salah prosedur, tidak ada
01:09aliran dana
01:10dan ya laptop dan semua alat TIK ini masih dipakai oleh guru-guru dan murid di seluruh Indonesia.
01:19Sebagai seorang bintangnya di kabinet reode lalu, Anda merasa ditinggalkan nggak?
01:27Bahwa dulu suami saya diminta, dibanggakan, bahkan cukup dielulukan.
01:34Dan ketika sampai di satu proses persidangan, merasa sendiri.
01:44Mungkin kami di awal merasa sering sekali sendirian gitu ya.
01:50Tapi juga kami mengerti bahwa ini adalah akibat fakta persidangan belum keluar sama sekali.
01:57Tapi sekali lagi seperti yang Mbak Rosi tadi juga bilang bahwa dukungan doa sudah begitu besar itu adalah berkat yang
02:06tidak akan pernah kami bisa sangka.
02:09Dan juga berterima kasih.
02:12Tapi kalau saya boleh tambahkan Mbak Rosi,
02:16yang paling memprihatinkan dan menyakitkan untuk saya adalah
02:21bagaimana niat baik suami saya dijadikan senjata yang diputarbalikan.
02:28Bahwa yang pertama, sebelum dia menjadi menteri,
02:34investasi dari perusahaan yang besar itu sudah masuk lebih dari 70%.
02:41Mas Nadiem melepaskan jabatannya sehari sebelum dilantik.
02:46Dan itu dianggap menjadi satu pura-pura
02:50supaya dia bisa menutupi konflik kepentingan ini.
02:56Pada saat dia tidak ada, jelas tidak ada aliran dana
03:02selama dia menjabat dan itu terbukti di persidangan,
03:07itu dianggap dia itu sangat lihai.
03:10Untuk menemunyikan kejahatan.
03:11Untuk menemunyikan kejahatan, kata Jaksa.
03:14Betul.
03:15Yang menerima dan mengakui menerima bahkan tidak diusut.
03:19Dan yang terakhir mbak, bagaimana kejujuran dan niat dia untuk melaporkan semuanya secara terbuka di SPT dan LKHPN
03:30tiba-tiba menjadi satu alat yang dipakai untuk membangun narasi bahwa dia korupsi besar-besaran.
03:40Jadi untuk saya, kenapa setiap niat baik itu diputar balikan jadi senjata untuk mendolimi suami saya?
04:03Saya merasa apa yang terjadi adalah satu bentuk perjalanan hidup yang lumayan berat
04:17dan sampai sekarang saya masih tidak mengerti kenapa.
04:24Selalu ada pertanyaan, masih ada pertanyaan besar ya.
04:28Kenapa ini terjadi?
04:30Dari lima tahun perjalanan dengan jalur hidup yang cemerlang,
04:36tiba-tiba out of sudden duduk sebagai pesakitan.
04:39Ada banyak hikmah yang kami juga dapat dari sini Mbak Rosy.
04:49Tapi untuk melihat anak-anak saya, empat anak saya harus dipisahkan dari ayahnya.
04:55Untuk satu tuduhan yang tidak berdasar dan tidak terbukti, itu buat saya sangat berat.
05:07Andaikan dulu menolak permintaan jadi menteri,
05:11seorang lulusan Harvard, pengusaha sukses, diidolakan di mana-mana,
05:17menjadi menteri juga menjadi menteri yang populer.
05:22Andaikan bisa menolak waktu itu,
05:25harusnya reputasi Mas Nadiem tidak sehancur sekarang ya.
05:32Saya tahu Nadiem tidak pernah menyesal mengambil amanah itu Mbak.
05:38Saya pun tidak menyesalkan, jujur.
05:41Karena kami benar-benar bisa melihat bahwa pengabdian yang dia lakukan selama lima tahun itu,
05:50berdampak nyata.
05:51Terutama justru karena di satu minggu ini begitu banyak guru-guru,
05:59mahasiswa, dan juga driver gitu ya.
06:03Bahkan yang mengungkapkan cerita-cerita nyata bagaimana kebijakan-kebijakan
06:11dan upaya yang dilakukan oleh Mas Nadiem dan seluruh kementeriannya
06:14dengan sepenuh hati itu berdampak baik gitu.
06:18Contohnya dalam persidangan,
06:21itu kan ada tujuh guru Mbak datang dari Aceh sampai Papua.
06:26Satu kepala sekolah, Pak Arbi namanya,
06:30beliau bilang sekolah saya itu tadinya sekolah buangan,
06:34jadi sekolah pilihan.
06:37Dan itu terjadi karena ada akses untuk laptop,
06:42untuk alat TIK, dan lain-lain program-program lain.
06:45Bahkan dia pun membawa itu laptop Chromebook
06:48di depan majelis hakim dan ditunjukkan itu bisa dipakai offline.
06:53Nah, selain daripada itu ada satu cerita Mbak kalau boleh,
06:59mahasiswi namanya Mbak Utari,
07:01saya juga baru lihat dua hari yang lalu gitu.
07:04Dia mengunggah bahwa dia dari Kalimantan
07:08ikut program kampus merdeka,
07:13ada sertifikasi, ada dia mengajar,
07:15dan itu membuka bagaimana dia melihat pentingnya bekerja
07:20dibandingkan hanya berjalan di dalam kampus gitu.
07:24Semua itu adalah cerita-cerita yang
07:27akhirnya muncul,
07:29dan datang dari orang-orang yang lebih berkompeten dari saya
07:32untuk mengatakan ini semua.
07:34Dan Anda di sini juga ingin memberikan klarifikasi
07:37bahwa itu tidak digerakkan oleh pihak yang terkait dengan Nadi Makarin.
07:44Mereka secara pure datang, secara sukarela untuk memberikan kesaksian.
07:49Apakah menurut Franka ini terjadi karena melihat tuntutan yang sedemikian fantastis?
07:54Saya rasa seperti yang tadi saya juga sempat ungkapkan,
07:59jarak itu tadi, Mbak Rosi,
08:01antara kebenaran dan fakta yang ada
08:05dengan jumlah tuntutan yang diinginkan
08:10dan diharapkan oleh pihak mereka.
08:12dan menurut Franka.
08:13Apakah menurut Franka ini terjadi?
08:15Terima kasih.
Komentar